UMKM Mimika Tembus Pasar Global, Ekspor Perdana 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi Daerah
Pemerintah Kabupaten Mimika bersama Bea Cukai, Karantina, dan Bandara Mozes Kilangin resmi melepas ekspor perdana UMKM berorientasi ekspor tahun 2026.
Papuanewsonline.com - 13 Mei 2026, 18:19 WIT
Papuanewsonline.com/ Ekonomi
Papuanewsonline.com, Mimika — Pemerintah Kabupaten Mimika bersama instansi vertikal menggelar kegiatan “Pelepasan Ekspor Perdana UMKM Berorientasi Ekspor Kabupaten Mimika Tahun 2026”, Rabu (13/5/2026), sebagai langkah nyata mendorong UMKM lokal menembus pasar internasional.
Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC)
TMP C Timika Yudi Amrullah menegaskan, ekspor perdana ini bukan sekadar
seremoni, tetapi simbol bahwa produk unggulan Mimika mampu bersaing di pasar
global, khususnya sektor perikanan dan hasil laut.
Ia menyampaikan, Bea Cukai tidak hanya bertugas mengumpulkan
penerimaan negara, tetapi juga berperan sebagai trade facilitator dan
industrial assistance untuk mendukung pertumbuhan industri dan UMKM daerah.
“Potensi Mimika sangat besar. Kami berharap seluruh pihak
dapat bergerak bersama untuk mendorong produk-produk Mimika menembus pasar
internasional,” ujarnya.
Bea Cukai mencatat, devisa ekspor sumber daya alam melalui
Mimika pada tahun 2025 mencapai sekitar Rp1,29 miliar dengan volume ekspor 21,5
ton. Sementara hingga Mei 2026, nilai ekspor telah mencapai sekitar Rp1,59
miliar dengan volume sekitar 24 ton.
Komoditas utama ekspor tahun ini adalah kepiting bakau hidup
dengan negara tujuan Malaysia dan Singapura. Hingga saat ini tercatat sebanyak
30 dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) telah diajukan.
Keberhasilan ekspor perdana ini merupakan hasil kolaborasi
antara Bea Cukai, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Papua Tengah, serta
pihak Bandara Mozes Kilangin bersama pemerintah daerah dan stakeholder terkait
lainnya.
Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Papua
Tengah, Anton Panji Mahendra, mengatakan pihaknya akan terus mendorong pelaku
usaha agar terdaftar dalam sistem GACC sehingga pasar ekspor dapat diperluas
dan tidak hanya bergantung pada Singapura.
Menurutnya, ekspor kepiting bakau menjadi simbol kebangkitan
ekonomi masyarakat Mimika di mata dunia.
“Kita harus menjaga kualitas, kontinuitas produk, serta
kepatuhan terhadap standar karantina dan regulasi internasional tanpa
meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal,” katanya.
Sementara itu, Kepala UPBU Mozes Kilangin yang diwakili Eddy
Siswanto menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan ekspor daerah sebagai
upaya memperkenalkan produk unggulan Mimika ke pasar internasional.
Pihak bandara, kata dia, siap mendukung kelancaran ekspor
baik dari sisi personel maupun sarana dan prasarana.
Bupati Mimika, Johanes Rettob, menegaskan bahwa UMKM Mimika
harus terus dibina agar tidak hanya bertahan sebagai usaha kecil, tetapi mampu
naik kelas menjadi pelaku ekspor internasional.
Ia berharap ke depan Surat Keterangan Asal (SKA) produk
ekspor dapat diterbitkan langsung dari Mimika sehingga proses distribusi
menjadi lebih efisien tanpa harus melalui daerah lain.
Menurutnya, sektor UMKM menjadi salah satu penggerak
pertumbuhan ekonomi Mimika, sehingga pemerintah akan terus mendorong
pengembangan produk pertanian, perikanan, perkebunan, dan produk olahan lokal
agar memiliki nilai tambah.
Namun demikian, Bupati juga mengingatkan pentingnya
keberlanjutan produksi, khususnya komoditas kepiting bakau yang saat ini
memiliki permintaan tinggi di pasar internasional.
“Kalau hanya terus diambil tanpa dibudidayakan,
lama-kelamaan akan habis. Karena itu masyarakat harus mulai didorong untuk
melakukan budidaya dan menjaga kualitas produksi,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjutnya, juga terus membuka
akses promosi dan pemasaran UMKM melalui marketplace seperti Tokopedia dan
Shopee. Bahkan produk kerajinan seperti noken telah dipasarkan hingga ke luar
negeri, termasuk Eropa.
Melalui momentum ekspor perdana ini, Pemkab Mimika
menegaskan komitmennya untuk terus mendukung UMKM melalui pembinaan, pelatihan,
kemudahan perizinan, penguatan promosi, hingga pendampingan sertifikasi produk
agar semakin banyak UMKM Mimika mampu bersaing di pasar global.
Penulis: Bim
Editor: GF