logo-website
Minggu, 10 Mei 2026,  WIT
BERITA TAG Budaya Homepage
Cinta Bersemi di Tongkonan: 52 Pasangan Mimika Sah dalam Nikah Massal Gratis Papuanewsonline.com, Timika - Sebanyak 52 pasangan di Kabupaten Mimika mengikat janji suci pernikahan dalam acara nikah massal yang diselenggarakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Mimika pada Selasa (25/11/2025). Acara yang berlangsung di Gedung Tongkonan Timika ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, memastikan pernikahan sah secara agama dan negara.Kepala Disdukcapil Mimika, Slamet Sutejo, menjelaskan bahwa setelah akad nikah, para pasangan langsung menerima dokumen pernikahan, termasuk KTP dengan status perkawinan yang telah diperbarui."Setelah nikah ini pasangan langsung terima dokumen pernikahan berupa KTP sebagai suami istri dengan status kawin dan tercatat secara sah di negara," ujarnya.Selain itu, Disdukcapil juga memberikan hadiah berupa voucher menginap gratis di hotel berbintang di Mimika.Asisten I Setda Mimika, Ananias Faot, menyampaikan bahwa pelayanan terpadu itsbat dan nikah massal adalah bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. "Saya menyampaikan selamat kepada semua pasangan yang dinikahkan disahkan hari ini, semoga keluarga yang dibangun menjadi keluarga yang sakinah, rukun, penuh kasih, dan mampu menghadirkan teladan serta masa depan yang baik bagi anak-anak," pesannya.Ananias juga menegaskan bahwa legalitas perkawinan merupakan dasar penting untuk mengakses berbagai layanan negara, seperti administrasi kependudukan, pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial. Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen untuk terus mendukung program pelayanan terpadu seperti nikah massal, karena keluarga yang kuat adalah fondasi penting bagi pembangunan daerah. Diketahui, acara nikah massal ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-54.  Penulis: Jid Editor: GF 26 Nov 2025, 01:47 WIT
Hak Ulayat Tak Bisa Dinego, Masyarakat Mimikawe Ultimatum Pemerintah Soal Batas Wilayah Papuanewsonline.com, Timika - Ratusan masyarakat adat Mimikawe menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Mimika pada Selasa (25/11/2025), menyuarakan penolakan terhadap klaim wilayah adat yang diduga dilakukan oleh Kabupaten Deiyai dan Dogiyai. Aksi ini dipicu oleh kekhawatiran masyarakat terkait upaya pemekaran kampung di wilayah administrasi kedua kabupaten tersebut, yang dianggap mengancam hak ulayat mereka di Kabupaten Mimika.Aksi unjuk rasa ini bertepatan dengan agenda sidang paripurna RAPBD yang dihadiri oleh para pemangku kebijakan daerah.Rafael Taorekeyau, juru bicara aksi, menegaskan bahwa gerakan ini murni berasal dari masyarakat adat Mimikawe sebagai pemilik hak ulayat Kabupaten Mimika. "Kami tidak terima wilayah adat Mimikawe diklaim oleh kabupaten tetangga. Ini dilakukan demi kepentingan administratif pemekaran Kabupaten Deiyai dan Dogiyai. Hari ini kami datang untuk menyampaikan aspirasi kami secara langsung," tegas Rafael di sela-sela aksi. Ia juga menyoroti kurangnya keterbukaan dari Pemerintah Kabupaten Mimika terkait informasi batas wilayah, yang justru diketahui masyarakat melalui pernyataan Bupati Deiyai di media sosial.Massa aksi mendesak pemerintah daerah untuk segera memfasilitasi pertemuan resmi antara pemerintah dengan Front Pemilik Hak Ulayat Mimika. Pertemuan ini diharapkan dapat membuka ruang dialog yang transparan dan konstruktif untuk membahas persoalan batas wilayah secara komprehensif, mulai dari tingkat daerah hingga pusat. "Pemerintah Mimika sampai hari ini belum terbuka. Sementara dari pihak lain justru terus bersuara melalui Facebook, WhatsApp, dan TikTok. Masyarakat jadi bertanya-tanya dan merasa perlu tahu kondisi sebenarnya," ungkap Rafael.Selain itu, masyarakat adat juga menuntut kehadiran aparat keamanan, khususnya pos TNI dan Polri, di wilayah yang tengah disengketakan, yang saat ini masih berada di bawah pengawasan Polsek Kokonau. Hal ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan mencegah potensi konflik berkepanjangan. "Kami minta kehadiran pos TNI dan Polri untuk memastikan keamanan di wilayah adat yang sedang disengketakan," tegas Rafael. Aksi ini turut didukung oleh komunitas anak cucu perintis yang telah lama bermukim di Mimika sejak 1921, yang merasa memiliki ikatan sejarah yang kuat dengan masyarakat Mimikawe. Mereka berharap agar pemerintah segera merespons tuntutan ini dengan langkah-langkah konkret demi menghindari terjadinya gesekan yang lebih besar di kemudian hari. Penulis: Abim Editor: GF 25 Nov 2025, 21:04 WIT
Wadansat Brimob Terima Penghargaan dari Raja dan Kades Se-Kabupaten SBB Papuanewsonline.com, SBB - Wakil Komandan Satuan Brimob (Wadan Satbrimob) Polda Maluku, AKBP Dennie Andreas Dharmawan,SIK, didatangi oleh belasan perwakilan Raja dan Kepala Desa (Kades) se-Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), di Makosat Brimob Polda Maluku.Kedatangan belasan perwakilan raja dan Kades yang dipimpin Raja Hatusua, Kecamatan Kairatu, Petrus Tuhuteru ini sontak mendapatkan perhatian serius dari personil yang ada di Mako tersebut. Kedatangan mereka bukan untuk melakukan aksi, tetapi menyerahkan piagam penghargaan sebagai Kapolres Seram Bagian Barat (SBB) terbaik, yang pernah memimpin Polres di kabupaten bertajuk Saka Mese Nusa itu.Raja Hatusua, Petrus Tuhuteru mengatakan, piagam penghargaan Kapolres SBB terbaik ini sudah disiapkan sejak delapan bulan silam. Terutama sesaat sebelum AKBP Dennie Andreas Dharmawan, meninggalkan kabupaten SBB."Kedatangan kami (perwakilan raja dan Kades se-kabupaten SBB) di Makosat Brimob Polda Maluku ini untuk menyerahkan penghargaan kami kepada beliau (AKBP Dennie Andreas Dharmawan), semasa menjabat sebagai Kapolres SBB. Sebenarnya piagam penghargaan ini sudah seharusnya kami berikan pada saat lepas sambut dengan pak Kapolres saat ini, tetapi pada saat itu ada beberapa teman yang tidak sempat hadir, jadi kami sepakat untuk nanti kami mencari waktu yang pas untuk menyerahkan langsung kepada beliau di Mako Brimob ini,"kata Tuhuteru, dalam keterangannya yang diterima media, Selasa (25/11/2025).Tuhuteru menjelaskan, penghargaan ini sebagai bentuk dari penilaian 92 Raja dan Kades se-Kabupaten SBB, sebab selama AKBP Dennie Andreas Dharmawan menjabat sebagai Kapolres SBB, telah memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan dan pemeliharaan situasi kamtibmas di kabupaten tersebut."Menurut penilaian kami beliau Kapolres terbaik yang pernah ada. Beliau selalu dekat dengan kami. Beliau juga selalu melihat berbagai masalah yang terjadi di masyarakat, begitu juga untuk kegiatan-kegiatan rohaniawan, untuk seluruh agama di SBB,"paparnya.AKBP Dennie Andreas Dharmawan, kata dia, telah mewujudkan SBB sebagai daerah yang multikulturalisme, dan rumah bersama bagi seluruh agama. Kondisi itulah yang membuat SBB, kondusif selama ia memimpin Polres SBB.  "Pak Dennie ini bisa membantu kami dalam menghadirkan tokoh-tokoh agama baik ditingkat Provinsi maupun tingkat nasional, seperti pendeta Yandry Manobe, ustad Das'ad Latif, KH Umar Farouq, dan beberapa ustad dan pendeta ternama di Republik ini,"beber dia.Tuhuteru menegaskan, dalam piagam penghargaan sebagai Kapolres SBB terbaik itu ditandatangi oleh seluruh raja dan kades se-kabupaten SBB."Piagam penghargaan ini ditandatangani langsung oleh 92 raja dan Kades dari 11 Kecamatan, se-SBB. Kami berikan penghargaan ini tanpa ada paksaan atau unsur apapun. Inilah murni penilaian kami dari seluruh Raja dan Kades. Terima kasih buat AKBP Dennie Andreas Dharmawan yang telah memberikan yang terbaik bagi kami di SBB,"tandasnya.Sementara itu, Wadansat Brimob Polda Maluku, AKBP Dennie Andreas Dharmawan mengaku, sangat kaget dengan kedatangan perwakilan raja dan Kades tersebut.Dirinya mengaku, bersyukur atas penghargaan yang diberikan itu. "Yang jelas saya bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh raja-raja di SBB yang sudah datang jauh-jauh, hanya untuk memberikan sebuah penghargaan,"kata dia.Perwira dengan dua melati dipundaknya itu menegaskan, bukan masalah penghargaannya tapi rasa persaudaraan yang terus melekat selama kurang lebih 8 bulan sudah meninggalkan kabupaten SBB."Luar biasa seluruh raja dan Kades se-kabupaten SBB, masih ingat dan mau memberikan penghargaan. Penghargaan ini menunjukkan bahwa masih ada rasa saudara. Saya sangat senang dan ini membuktikan bahwa untuk menjadi saudara itu tidak harus sedarah,"tegas Dennie.Perwira menengah Polri ini berpesan, kepada seluruh masyarakat terutama bagi raja dan Kades, untuk sama-sama menjaga dan memelihara situasi kamtibmas di bumi Saka Mese Nusa itu. "Oleh sebab itu mari kita jaga sama-sama seperti yang disampaikan Bapak Kapolda terus bikin bae. Mungkin ini menjadi momen baik, bagi kita semua untuk melayani masyarakat dan terus bikin baik bagi SBB. Mari sama-sama terus kita menjaga Kamtibmas karena keamanan dan ketertiban ini menjadi hal penting untuk kita bisa maju melangkah kearah yang lebih baik dari saat ini,"pesan mantan Kapolres SBB ini. PNO-12 25 Nov 2025, 19:30 WIT
Tunjukkan Aksi Humanis, Polwan Bantu Angkot Mogok di depan Masjid Raya Al-Fatah Papuanewsonline.com, Ambon – Aksi humanis kembali ditunjukkan jajaran Polwan Polda Maluku dan Polwan Polresta Pulau Ambon saat melakukan pengamanan ibadah Salat Jumat di kawasan Masjid Raya Al-Fatah, Jumat (21/11/2025) sekitar pukul 14.00 WIT. Tiga personel Polwan dengan sigap membantu mendorong sebuah mobil angkot jurusan Lin III bernomor polisi DE 1703 OU yang tiba-tiba mogok tepat di depan gerbang masjid.Peristiwa itu terjadi bertepatan dengan ramainya jamaah yang baru selesai melaksanakan Salat Jumat. Saat itu, Ipda Imelda Pariama, Ipda Yuli Masbaitubun, dan Aipda Mirza Soukotta, yang tengah bertugas melakukan pengamanan, penjagaan, dan pengaturan arus lalu lintas, melihat angkot yang dikemudikan seorang pria lanjut usia mendadak berhenti akibat gangguan mesin.Melihat potensi kemacetan serta kemungkinan terganggunya pergerakan jamaah dan aktifitas masyarakat di sekitar, ketiga Polwan itu tanpa menunda waktu langsung mengambil tindakan. Mereka bersama-sama mendorong kendaraan tersebut ke tepi jalan agar tidak menghalangi arus lalu lintas. Setelah situasi kembali normal, ketiganya melanjutkan tugas mengatur kelancaran kendaraan dan pejalan kaki di sekitar area masjid.Aksi cepat tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat yang menyaksikan langsung bagaimana aparat kepolisian, khususnya Polwan, tak hanya menjalankan tugas keamanan tetapi juga hadir memberikan pertolongan spontan dan humanis.Langkah responsif para Polwan ini sejalan dengan program prioritas Kapolda Maluku terkait “Transformasi Pelayanan Publik: Respons Cepat, Transparan, dan Humanis.”Peristiwa kecil ini memperlihatkan komitmen Polri dalam menghadirkan pelayanan prima berbasis empati dan kedekatan dengan masyarakat.Aksi spontan tiga Polwan ini memperlihatkan wajah Polri yang "Modern, Profesional dan mendekatkan diri kepada masyarakat serta menegaskan pentingnya kehadiran polisi yang humanis di tengah masyarakat. Di era ketika kepercayaan publik terhadap institusi sering diuji, tindakan sederhana seperti membantu mendorong mobil mogok menjadi simbol nyata bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan dan penolong masyarakat.Peristiwa sederhana ini membuktikan dua hal penting yang harus dilakukan oleh setiap personil Polri di lapangan; bahwa Respons cepat dalam situasi kecil sekalipun, memiliki dampak besar.Mencegah kemacetan saat ramainya jamaah bergerak keluar dari masjid adalah langkah penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban, serta Memiliki perilaku Humanis dalam pelayanan publik bukan hanya mendapat simpati dihati masyarakat tetapi juga dapat mendekatkan Polri dengan masyarakat serta memberikan citra positif bagi institusi Polri.Tanpa komando, para Polwan bertindak berdasarkan empati dan kepedulian. Nilai inilah yang menjadi roh sejak ditekankannya transformasi pelayanan publik oleh Kapolda Maluku. PNO-12 22 Nov 2025, 17:24 WIT
Sambut Banda Heritage Festival 2025, Polsek Banda dan Masyarakat Gelar Bakti Massal Papuanewsonline.com, Ambon - Menjelang perhelatan Banda Heritage Festival 2025, jajaran Polsek Banda bersama unsur Forkopimca, pelajar, dan ratusan warga menggelar kerja bakti massal pada Sabtu (22/11/2025) di kawasan depan Gedung Istana Mini, Negeri Administratif Dwiwarna, Kecamatan Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah. Kegiatan gotong royong ini digelar untuk memastikan kesiapan lingkungan serta menciptakan wajah Banda Neira yang bersih, rapi, dan representatif untuk menyambut wisatawan.Kerja bakti yang dimulai pukul 08.00 WIT ini dipimpin langsung oleh Pemerintah Kecamatan Banda Neira, dan dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah, di antaranya:Wakil Bupati Maluku Tengah Mario Lawalat, Kepala Pemerintahan Kecamatan Banda Neira Dra. R.A. Handayani Hassannusi, Danramil 1502-01/Banda Kapten Inf. Zulkifli Than, Kapolsek Banda IPTU A. Kasim Rahanyamtel, S.IP., M.H., Kacabjari Ambon di Banda Neira Ilma Ardi Riyadi, S.H., M.H, Perwakilan Pos TNI AL Banda Serka Faisal Magrib, Kepala Lapas Kelas III Banda Neira Mikha, A.Md.IP., S.H., M.M., Kepala KUA Banda Neira Ridwan Wailusi, S.Ag. serta Para pimpinan dinas/instansi, UPTD/UPTB, KPNA, personel TNI–Polri, serta pelajar SD, SMP, SMA, dan lebih dari 100 warga.Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif pemerintah dan masyarakat dalam mempersiapkan kawasan Banda Neira sebagai tuan rumah Banda Heritage Festival 2025 agenda tahunan yang menonjolkan sejarah, budaya, dan pariwisata Kepulauan Banda sebagai salah satu aset heritage dunia.Peserta kerja bakti melakukan pembersihan area publik, penataan lingkungan, serta pemeliharaan fasilitas umum di sekitar kompleks Istana Mini ikon sejarah Banda Neira yang menjadi lokasi utama aktivitas festival nanti.Kapolsek Banda IPTU A. Kasim Rahanyamtel menyampaikan bahwa Polri berkomitmen mendukung penuh kesiapan Banda Neira sebagai destinasi unggulan. “Kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi Polri dengan pemerintah, TNI, masyarakat, dan pelajar untuk menjaga kebersihan serta memperkuat semangat gotong royong jelang festival,” ujarnya.Kegiatan kerja bakti massal ini bukan sekadar rutinitas menjelang event besar, tetapi mencerminkan koordinasi lintas sektor yang solid di Banda Neira. Pelibatan unsur pemerintah, TNI-Polri, pelajar, hingga masyarakat umum menunjukkan bahwa persiapan Banda Heritage Festival 2025 dilakukan secara inklusif dan partisipatif.Festival tahun ini diproyeksikan menjadi momentum penting memperkuat positioning Banda sebagai kawasan heritage kelas dunia. Karena itu, langkah preventif berupa pembersihan dan penataan lingkungan menjadi sangat penting untuk menghadirkan pengalaman terbaik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.Sinergi yang terbangun di Banda Neira dapat menjadi model kolaborasi pengelolaan event berbasis komunitas di berbagai daerah lain. Upaya bersama ini membuktikan bahwa keamanan, kebersihan, dan kesiapan pariwisata tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan bagian dari kesadaran kolektif masyarakat Banda. PNO-12 22 Nov 2025, 16:55 WIT
Wakapolda Maluku Buka Latpraops Pengamanan Banda Heritage Festival 2025 Papuanewsonline.com, Ambon – Dalam upaya memastikan keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan Banda Heritage Festival (BHF) 2025, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Brigjen Pol Imam Thobroni, S.I.K., M.H., resmi membuka Latihan Pra Operasi (Latpraops) Kesiapsiagaan dan Profesionalisme Polri. Kegiatan berlangsung di Aula Basudara Manise, Lantai 5 Polda Maluku, Sabtu (22/11/2025).Kegiatan ini dihadiri Dir Pamobvit, Auditor Kepolisian Tingkat III Itwasda Maluku, para Pejabat Utama Polda Maluku, serta seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan BHF 2025.Banda Heritage Festival (BHF) 2025 yang mengusung tema “Napas Budaya, Jejak Sejarah, Pesona Alam” akan kembali digelar di Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), mulai 26 hingga 29 November 2025, mendatang.Dalam sambutannya, Wakapolda menegaskan bahwa Banda Heritage Festival 2025 di Banda Neira merupakan agenda strategis yang membawa dampak besar bagi citra pariwisata Maluku. Namun, besarnya skala event juga meningkatkan potensi kerawanan yang harus diantisipasi dengan pengamanan profesional.“Latpraops ini adalah tahapan penting untuk menyamakan persepsi, meningkatkan kemampuan, dan memastikan kesiapan personel sebelum operasi dimulai. Laksanakan kegiatan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh tanggung jawab,” ujar Brigjen Pol Imam Thobroni.Wakapolda menggarisbawahi tiga tantangan utama pengamanan dalam pelaksanaan even BHF 2025 ini, diantaranya:1. Pengamanan VIP/VVIP – Kehadiran sejumlah menteri, termasuk para Menteri BUMN, wisatawan mancanegara, 2. Kondisi Geografis Kepulauan – Mobilisasi logistik dan personel yang harus tepat dan terukur.3. Potensi Kerawanan – Ancaman kriminalitas, penyalahgunaan miras, lonjakan pengunjung, kemacetan dan gangguan Kamseltibcarlantas, hingga potensi bencana alam serta kedaruratan di laut.Untuk memastikan pola operasi berjalan efektif, Wakapolda juga menyampaikan tujuh instruksi strategis kepada seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan BHF 2025 ini, yaitu ;1. Penguasaan Materi: Personel wajib memahami tugas, fungsi, dan skenario operasional.2. Deteksi Dini: Intelijen dan Bhabinkamtibmas harus melakukan pemetaan kerawanan secara detail dan berkelanjutan.3. Preventif Humanis: Gelar pasukan, patroli dialogis, strong point, dan pengamanan area festival dilaksanakan secara humanis namun tetap tegas.4. Penegakan Hukum Akuntabel: Tindakan hukum harus terukur, tidak berlebihan, namun memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat dan wisatawan.5. Utamakan Keselamatan: Setiap langkah operasional harus mempertimbangkan kondisi cuaca, gelombang laut, serta medan yang menantang.6. Etika Pelayanan Publik: Bangun komunikasi efektif dengan seluruh stakeholder dan tampilkan citra Polri yang ramah, profesional, dan presisi.7. Wakapolda juga menekankan bahwa operasi pengamanan tidak hanya soal kehadiran fisik, tetapi juga soal menghadirkan rasa aman dan pengalaman positif bagi masyarakat.“Kita harus berbuat baik, minimal kita tunjukkan bahwa Polri selalu hadir memberikan kebaikan bagi masyarakat. Saya berharap Latpraops ini menghasilkan pola operasi yang solid sehingga BHF 2025 berjalan aman, lancar, tertib, dan meninggalkan kesan positif,” tegas Brigjen Pol Imam Thobroni.Dengan pelaksanaan Latpraops ini, Polda Maluku memastikan seluruh personel telah memiliki standar kesiapsiagaan yang optimal untuk mendukung suksesnya Banda Heritage Festival 2025 sebagai event kebanggaan daerah dan nasional.Langkah Polda Maluku menggelar Latpraops jauh hari sebelum pelaksanaan merupakan indikator keseriusan institusi Polri dalam menciptakan rasa aman bagi pengunjung, wisatawan mancanegara, maupun pejabat negara.Penekanan Wakapolda pada aspek humanis, akuntabilitas penegakan hukum, dan keselamatan personel menjadi sinyal bahwa pengamanan event tidak boleh dilakukan secara rutin-formalitas, tetapi harus adaptif terhadap karakteristik kepulauan Banda. Koordinasi lintas instansi serta kesiapan menghadapi dinamika di lapangan menjadi kunci suksesnya operasi.Dengan kesiapan personel yang terukur dan pola operasi yang matang sejak tahap pra-operasi, Polda Maluku menunjukkan komitmen untuk menjadikan BHF 2025 sebagai event yang aman, tertib, dan berstandar nasional bahkan internasional. PNO-12 22 Nov 2025, 16:27 WIT
280 Personel Gabungan Diterjunkan Amankan Banda Heritage Festival 2025 Papuanewsonline.com, Ambon – Sebanyak 280 personel gabungan dari Polda Maluku, Polresta Pulau Ambon, dan Polres Maluku Tengah (Malreng) resmi diterjunkan untuk mengamankan pelaksanaan Banda Heritage Festival (BHF) 2025, sebuah agenda pariwisata strategis yang kembali menjadi sorotan nasional.Pengerahan personel ini merupakan hasil keputusan operasional setelah Polda Maluku memimpin rapat besar kesiapan pengamanan yang digelar pekan ini. Festival yang dipusatkan di Kepulauan Banda itu diperkirakan menghadirkan ribuan wisatawan, komunitas budaya, delegasi pemerintah pusat, hingga tamu VVIP termasuk sejumlah menteri.Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., menjelaskan bahwa 280 personel yang diterjunkan merupakan personil gabungan Polda Maluku, Polresta Pulau Ambon & P.P. Lease serta Polres Maluku Tengah.“Pengamanan dilakukan secara berlapis. Penempatan personel telah disesuaikan dengan peta kerawanan, alur kegiatan, serta distribusi massa di sejumlah lokasi utama festival,” ujarnya.Pengamanan tidak hanya mencakup area acara, tetapi juga jalur laut, titik kedatangan wisatawan, penginapan, lokasi heritage, hingga rute kunjungan pejabat pemerintah.Di antara tugas utama personel adalah mengamankan pergerakan pejabat tinggi negara. Unit Walpri dan Patwal disiagakan penuh mengikuti SOP pengawalan VVIP.“Beberapa pejabat pusat dan tamu negara dijadwalkan hadir. Semua prosedur pengamanan VIP telah dipersiapkan secara detail oleh Polda Maluku.”Selain itu, personel gabungan juga ditugaskan pada pengendalian massa, pengaturan arus wisatawan, pengamanan transportasi laut, serta mitigasi potensi gangguan cuaca dan gelombang di wilayah Banda.Polda Maluku menekankan bahwa seluruh personel wajib mengedepankan pendekatan humanis, komunikatif, dan ramah. Aparat diminta tidak hanya menjaga keamanan fisik, tetapi juga menghadirkan rasa nyaman bagi semua peserta festival.“Banda Heritage Festival adalah etalase budaya Maluku. Kita ingin pengunjung pulang dengan pengalaman positif, bukan hanya karena indahnya Banda, tetapi juga karena profesionalisme Polri,” tegas Kabid Humas.Dengan pengerahan 280 personel ini, Polda Maluku menegaskan komitmennya menjaga nama baik daerah dan memastikan seluruh rangkaian festival berjalan aman, tertib, dan berkesan.Festival dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari mulai tanggal 26 s/d 29 November 2025, dengan agenda budaya, sejarah, parade laut, hingga kunjungan ke sejumlah situs bersejarah yang menjadi ikon Banda Neira. PNO-12 22 Nov 2025, 16:21 WIT
Kapolda Maluku Pimpin Rapat Kesiapan Pengamanan Banda Heritage Festival 2025 Papuanewsonline.com, Ambon – Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si memimpin Rapat Kesiapan Pengamanan Banda Heritage Festival 2025 pada pukul 09.00 WIT di Ruang Rapat Lantai II Polda Maluku. Jumat (21/11/2025) Rapat ini dihadiri Wakapolda Maluku, para Pejabat Utama, serta jajaran kewilayahan yang bergabung secara virtual, termasuk Wakapolres Maluku Tengah dan Kapolsek Banda.Banda Heritage Festival (BHF) 2025 yang mengusung tema “Napas Budaya, Jejak Sejarah, Pesona Alam” akan kembali digelar di Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), mulai 26 hingga 29 November 2025, mendatang. Banda Heritage Festival merupakan agenda tahunan berskala nasional yang kembali menyita perhatian publik serta dihadiri wisatawan domestik, mancanegara, hingga sejumlah menteri. Konsentrasi massa dalam jumlah besar membutuhkan standar pengamanan yang matang, detail, dan terkoordinasi.Dalam arahannya, Kapolda menegaskan bahwa event besar seperti Banda Heritage Festival harus dimanfaatkan untuk menunjukkan kemampuan, kesiapan, dan profesionalisme Polri di Maluku.“Ini adalah event yang mengangkat nama Maluku sekaligus menjadi etalase profesionalisme Polda Maluku. Kita harus tampil sungguh-sungguh, disiplin, dan berstandar tinggi,” tegas Kapolda.Ia menekankan bahwa meskipun wilayah Maluku sering dianggap jauh dari pusat pemerintahan, hal tersebut tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan kepolisian.Kapolda juga meminta setiap personel menjalankan tugas secara humanis dan komunikatif. Menurutnya, keberhasilan pengamanan tidak hanya diukur dari ketiadaan gangguan, tetapi dari pengalaman positif yang dirasakan oleh masyarakat dan tamu undangan.“Pengamanan itu tidak hanya soal menjaga, tetapi juga memberi rasa nyaman. Sikap ramah dan pendekatan emosional yang baik harus berjalan seiring dengan profesionalisme,” ujarnya.Pengawalan VIP menjadi salah satu fokus. Kapolda menegaskan bahwa pengaturan Walpri dan Patwal bagi pejabat setingkat menteri harus dilaksanakan sesuai SOP. Setiap pejabat wajib mendapatkan pengamanan resmi agar seluruh aktivitas berada dalam kendali Polda Maluku.Selain hal-hal tersebut diatas, terdapat sejumlah hal yang tidak lolos dari perhatian Kapolda Maluku Kapolda Maluku, diantaranya: Penguatan struktur dan unsur pengamanan, Pengaturan alur dan rangkaian acara, Prosedur pengamanan VIP dan konsentrasi massa, Manajemen risiko serta mitigasi potensi kerawanan, Mekanisme transportasi laut dan arus wisatawan, serta Kesiapan komunikasi serta koordinasi lintas fungsi.Kapolda menegaskan seluruh aspek harus tersusun detail dan dapat diterapkan tanpa keraguan saat pelaksanaan di lapangan.Banda Heritage Festival bukan hanya panggung pariwisata, melainkan arena pembuktian kapasitas institusi penegak hukum di daerah. Penekanan Kapolda Maluku dalam rapat ini mencerminkan arah baru pendekatan keamanan: tidak hanya soal kehadiran fisik aparat, tetapi bagaimana profesionalisme bertemu pelayanan publik berbasis humanisme.Tekanan terhadap pentingnya attitude personel yang ramah, komunikatif, dan memberi rasa aman, menunjukkan bahwa Polda Maluku berupaya membangun citra kepolisian modern yang lebih dekat dengan masyarakat. Sementara kesiapan pengamanan VIP dan penguatan koordinasi teknis menggambarkan keseriusan institusi menghadapi event berskala nasional.Di tengah meningkatnya eksposur Maluku sebagai destinasi unggulan, keberhasilan pengamanan Banda Heritage Festival menjadi momentum penting untuk memperkuat reputasi daerah sebagai kawasan yang aman, profesional, dan layak dikunjungi.Polda Maluku ingin memastikan bahwa festival tahun ini bukan hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga meninggalkan kesan kuat tentang kesiapan keamanan yang bertaraf nasional. PNO-12 22 Nov 2025, 16:05 WIT
Personel Satgas Ops Damai Cartenz Bagikan Momen Keharmonisan Bersama Anak-Anak Papuanewsonline.com, Pegubin - Personel Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz menggelar kegiatan berbagi momen kebahagiaan bersama anak-anak di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, pada Kamis (20/11/2025) pukul 15.30 WIT. Kegiatan ini bertujuan mempererat keharmonisan antara aparat keamanan dengan masyarakat, khususnya generasi muda di wilayah pegunungan tersebut.Kegiatan yang berlangsung di Jalan Kotdol tepatnya di sekitaran Kantor Bupati Pegunungan Bintang ini berawal dari pelaksanaan patroli rutin personel Satgas. Dalam kesempatan tersebut, personel berinteraksi dengan anak-anak yang tengah bermain di sekitar lokasi. Suasana keakraban pun tercipta ketika para personel berbagi canda, bermain bersama, serta memberikan semangat kepada anak-anak untuk terus bersekolah dan bercita-cita tinggi.Aksi sederhana ini disambut antusias oleh anak-anak maupun warga sekitar. Mereka tampak gembira dan merasa senang dengan kehadiran personel Satgas Ops Damai Cartenz yang datang dengan penuh kehangatan dan keramahan. Momen kebersamaan ini sekaligus menjadi simbol kuatnya hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga kedamaian di wilayah Pegunungan Bintang.Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendekatan humanis yang menjadi ciri khas Operasi Damai Cartenz dalam menjaga keamanan di Tanah Papua.“Kami ingin menunjukkan bahwa tugas aparat tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan kebahagiaan bagi masyarakat. Melalui interaksi sederhana seperti ini, kami berharap tumbuh kepercayaan dan hubungan emosional yang kuat antara aparat dan masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus Papua,” ujar Brigjen Pol Faizal.Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan pentingnya membangun komunikasi positif dan kedekatan sosial sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas keamanan yang berkelanjutan.“Kegiatan seperti ini akan terus kami dorong di seluruh jajaran. Anak-anak adalah masa depan Papua, dan dengan menanamkan rasa aman serta kasih sejak dini, kita turut membangun fondasi kedamaian yang kuat di wilayah ini,” tutur Kombes Pol Adarma.Kegiatan berbagi momen kebahagiaan di Pegunungan Bintang ini menjadi bukti nyata komitmen Satgas Operasi Damai Cartenz untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat dan pengayom bagi seluruh lapisan masyarakat Papua. PNO-12 22 Nov 2025, 06:44 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT