Papuanewsonline.com
BERITA TAG Budaya
Homepage
Tokoh Pemuda Papua Dukung Penuh Satgas Ops Damai Cartenz dalam Menjaga Stabilitas Kamtibmas
Papuanewsonline.com, Papua Tengah - Dukungan terhadap upaya pemeliharaan keamanan dan penegakan hukum di Tanah Papua terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini datang dari Koordinator Rembuk Pemuda Papua Tengah, Brigita Pekey, yang menyampaikan dukungan penuh kepada Satgas Operasi Damai Cartenz dalam menjaga stabilitas dan kedamaian di wilayah Papua.Dalam pernyataannya di Papua Tengah, Selasa (11/11), Brigita Pekey menegaskan bahwa keamanan dan kedamaian di Tanah Papua adalah tanggung jawab bersama antara masyarakat dan aparat keamanan. Ia mengapresiasi langkah nyata Satgas Ops Damai Cartenz dalam menghadirkan rasa aman dan menjaga ketertiban masyarakat.“Saya, Brigita Pekey, selaku Koordinator Rembuk Pemuda Papua Tengah, memberikan dukungan penuh terhadap Satgas Operasi Damai Cartenz dalam menjaga stabilitas dan keamanan di Tanah Papua,” ujarnya.Lebih lanjut, Brigita Pekey menyatakan dukungannya terhadap tindakan tegas aparat dalam menegakkan hukum terhadap kelompok-kelompok yang sering mengganggu keamanan masyarakat. “Sebagai tokoh pemuda, saya mendukung penindakan dan penegakan hukum terhadap kelompok-kelompok yang sering mengganggu stabilitas dan keamanan di tengah masyarakat Papua,” tegasnya.Selain itu, Antonia juga memberikan apresiasi dan penghargaan tinggi atas dedikasi, kerja keras, dan komitmen seluruh personel Satgas Damai Cartenz yang telah menjaga keamanan di Tanah Papua secara profesional dan humanis.“Saya memberikan apresiasi penuh kepada Satgas Ops Damai Cartenz atas kerja sama, keberhasilan, dan komitmennya dalam menjaga Papua tetap aman, damai, dan tenteram. Akhirnya, Papua damai adalah harapan kita semua,” tutupnya. PNO-12
12 Nov 2025, 22:10 WIT
Pasca Olah TKP, Polres Metro Jakarta Utara Bersihkan Masjid SMAN 72 Kelapa Gading
Papuanewsonline.com, Jakarta - Pasca olah tempat kejadian perkara (TKP) insiden ledakan di Masjid SMA Negeri 72 Kelapa Gading, Polres Metro Jakarta Utara bersama Polsek Kelapa Gading melaksanakan aksi peduli dengan melakukan pembersihan dan perbaikan di area masjid sekolah tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemulihan kondisi pasca kejadian serta menghilangkan rasa traumatis bagi warga sekolah dan masyarakat sekitar.Aksi sosial tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Metro Jakarta Utara, AKBP James H. Hutajulu, pada Sabtu (8/11/2025). Turut serta dalam kegiatan itu puluhan personel kepolisian, dibantu warga sekitar dan pihak sekolah, bergotong royong membersihkan dan memperbaiki sejumlah fasilitas yang terdampak.“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata empati dan solidaritas Polri terhadap warga SMA Negeri 72. Kami ingin memastikan bahwa pascainsiden kemarin, seluruh fasilitas bisa kembali bersih, aman, dan nyaman untuk digunakan, khususnya tempat ibadah,” ujar AKBP James dalam keterangannya, Minggu (9/11/2025).Pembersihan dilakukan secara menyeluruh, dimulai dari langit-langit dan dinding masjid yang kemudian dicat ulang. Petugas juga memperbaiki serta mengganti keramik, kaca jendela, lampu, kipas angin, jam dinding, hingga karpet. Selain itu, dilakukan pula perbaikan pintu utama dan penataan ulang instalasi kabel listrik agar lebih aman.AKBP James menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang membenahi fisik bangunan, tetapi juga memulihkan rasa aman dan kebersamaan warga sekolah.“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling membantu. Pemulihan ini bukan hanya tentang bangunan, tapi juga tentang kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama,” tambahnya.Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh empati, diwarnai semangat gotong royong antara aparat kepolisian, warga, dan pihak sekolah. Polres Metro Jakarta Utara menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam aksi kemanusiaan dan sosial pascakejadian.Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum terverifikasi.“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang, waspada, dan tidak mudah percaya terhadap berita yang belum pasti kebenarannya. Mari bersama menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan. Pemulihan pasca kejadian ini adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat,” tegas Kombes Budi.Langkah Polres Metro Jakarta Utara ini diharapkan mampu mengembalikan suasana kondusif di lingkungan sekolah serta menumbuhkan kembali rasa aman dan solidaritas masyarakat pasca insiden. PNO-12
12 Nov 2025, 15:13 WIT
Keluarga Marsinah Bangga Kapolri Peduli Buruh: Seperti Perjuangan Adik Kami
Papuanewsonline.com, Jakarta – Keluarga aktivis buruh almarhumah Marsinah mengaku bangga atas kepedulian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terhadap kaum buruh di Indonesia. Sikap Kapolri dinilai sejalan dengan semangat perjuangan Marsinah yang membela hak-hak pekerja.“Kami, kakak Marsinah, merasa bangga Bapak Kapolri peduli ke buruh dan melindungi buruh seperti yang diperjuangkan adik kami, Ibu Marsinah,” ujar kakak Marsinah, Marsini, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (10/11/2025).Menurut Marsini, Jenderal Sigit telah memberikan perhatian besar terhadap nasib para buruh, termasuk menyediakan ruang penyelesaian sengketa industri dan membantu mereka yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK).“Bapak Kapolri mengurus yang korban PHK, juga peduli kesejahteraannya,” lanjutnya.Dalam kesempatan itu, Marsini juga mengundang Kapolri untuk berkunjung ke Nganjuk, Jawa Timur, kota kelahiran Marsinah, sekaligus berziarah ke makam sang adik.“Bapak Kapolri, saya undang berziarah dan berkunjung ke Nganjuk bersama Pak Andi Gani yang ingin membuatkan museum dan rumah singgah Ibu Marsinah di Nganjuk,” ucap Marsini di hadapan Jenderal Sigit.Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada aktivis buruh Marsinah pada peringatan Hari Pahlawan di Istana Negara hari ini.Marsinah dikenal sebagai simbol perjuangan kaum pekerja di Indonesia. Ia ditemukan meninggal dunia setelah memperjuangkan keadilan bagi rekan-rekannya di Sidoarjo pada 1993. Kini, perjuangan Marsinah dikenang dan diabadikan sebagai bagian penting dalam sejarah gerakan buruh di Tanah Air. PNO-12
12 Nov 2025, 14:38 WIT
Peringati Hari Pahlawan ke-80, Kapolda Maluku Pimpin Upacara Tabur Bunga di Laut
Papuanewsonline.com, Ambon - Dalam suasana penuh khidmat dan nasionalisme, Kepala Kepolisian Daerah Maluku Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si. memimpin langsung Upacara Tabur Bunga di Laut dalam rangka memperingati Hari Pahlawan ke-80 Tahun 2025.Kegiatan yang berlangsung di Dermaga Koderal IX Tawiri, Kota Ambon, ini menjadi momentum refleksi dan penghormatan mendalam kepada para pahlawan bangsa yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.Sebagai Inspektur Upacara, Kapolda Maluku menegaskan komitmen Polri, khususnya Polda Maluku, untuk terus meneladani semangat pengorbanan para pahlawan dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.“Pengorbanan para pahlawan adalah pondasi bangsa ini. Hari ini kita tidak hanya mengenang, tetapi juga meneguhkan janji untuk mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata, menjaga sinergitas, dan memastikan situasi kamtibmas di Maluku tetap kondusif. Semangat heroik mereka harus menjadi inspirasi bagi kita semua, terutama dalam pelayanan prima kepada masyarakat,” tegas Irjen Pol Dadang Hartanto dalam amanatnya.Upacara tabur bunga di laut ini menjadi simbol penghormatan tertinggi kepada para pahlawan yang berjuang di medan laut, mempertahankan kedaulatan bangsa di masa perjuangan.Prosesi pelarungan dan tabur bunga dilakukan langsung oleh Kapolda Maluku, didampingi jajaran pejabat TNI-Polri dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku.Momentum tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan kekompakan antarinstansi dalam mengenang jasa para pahlawan dan menumbuhkan kembali nilai-nilai nasionalisme di tengah masyarakat Maluku.Kehadiran para pejabat tinggi dari berbagai unsur menegaskan soliditas dan sinergi yang kuat antara Polri, TNI, dan Pemerintah Daerah di Provinsi Maluku. Tampak dalam rombongan Upacara tersebut kehadiran DanKoderal IX Ambon, Kasdam XV/Pattimura, Kepala Zona Bakamla Timur, Danguspurla Koarmada III, Danlanud Patimura Ambon, Perwakilan Pemerintah Provinsi Maluku (Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian Setda Maluku), Wakil Wali Kota Ambon, Para Pejabat Utama Polda Maluku, termasuk Karo Rena dan Dir Intelkam, Kapolresta Ambon dan Pulau-Pulau Lease, serta Pejabat TNI dari Kodam dan Koderal.Kehadiran mereka meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga semangat persatuan, serta membangun Maluku yang aman, sejahtera, dan maju.Peringatan Hari Pahlawan tahun ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda Maluku, agar tidak melupakan jasa para pahlawan dan terus meneladani nilai-nilai perjuangan mereka dalam kehidupan sehari-hari.Upacara tabur bunga di laut menjadi simbol penghormatan abadi sekaligus seruan moral untuk menumbuhkan kembali semangat heroisme, gotong royong, dan cinta tanah air di tengah arus perubahan zaman.Upacara Tabur Bunga yang dipimpin langsung oleh Kapolda Maluku Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto ini menjadi penegasan nyata bahwa semangat kepahlawanan bukan hanya milik masa lalu, tetapi juga menjadi ruh pengabdian aparatur negara masa kini.Melalui kegiatan ini, Polda Maluku menunjukkan wajah Polri yang humanis, berkarakter, dan berjiwa nasionalis senantiasa hadir untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan harmoni sosial di tengah masyarakat kepulauan.Keterlibatan unsur Forkopimda Maluku juga memperlihatkan komitmen bersama seluruh elemen strategis daerah dalam menjaga sinergitas dan persatuan.Dari Laut Ambon, pesan moral itu disampaikan dengan lantang: pengabdian, keberanian, dan persatuan adalah warisan abadi para pahlawan untuk negeri. PNO-12
12 Nov 2025, 09:04 WIT
Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto Hadiri Ritual Sakral Ma’atenu Pakapita
Papuanewsonline.com, Haruku – Negeri Pelauw, Pulau Haruku, menjadi pusat perhatian publik pada Kamis (6/11/2025) saat pergelaran akbar Budaya Tenun Matasiri 2025 digelar dengan penuh kemegahan dan khidmat. Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku, Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., bersama sejumlah pejabat utama Polda Maluku.Pergelaran budaya ini bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi ritual sakral tiga tahunan yang dikenal sebagai Ma’atenu Pakapita, sebuah warisan leluhur masyarakat Negeri Pelauw yang menandai proses spiritual dalam tradisi tenun Matasiri. Ritual ini menjadi simbol ketekunan, kesabaran, serta identitas perempuan Maluku yang diwariskan lintas generasi.Dengan mengusung tema “Tumbuh Bersama Majukan Budaya”, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat nilai-nilai kearifan lokal dan membangun kesadaran kolektif untuk melestarikan budaya sebagai kekuatan bangsa.Kapolda Maluku menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata dukungan terhadap pelestarian budaya dan penguatan keamanan masyarakat berbasis nilai-nilai lokal.“Budaya adalah pondasi peradaban. Dengan menghargai tradisi, kita memperkuat harmoni dan menegakkan ketertiban di tengah masyarakat,” tegas Irjen Pol Dadang Hartanto di sela kegiatan.Dalam pergelaran yang berlangsung meriah namun sarat makna itu, tampak hadir Pangdam XV/Pattimura beserta jajaran, Wakil Gubernur Maluku, Anggota DPD RI Basri Latuconsina, serta perwakilan Kajati Maluku, pejabat TNI-Polri, tokoh adat, dan pimpinan daerah se-Maluku, termasuk Kapolresta Ambon & Pulau-Pulau Lease, Bupati Maluku Tengah, Bupati Buru, Wakil Bupati SBT, Wakil Wali Kota Ambon, serta Raja Negeri Pelauw selaku tuan rumah.Kehadiran berbagai unsur pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat adat memperlihatkan soliditas lintas sektor dalam menjaga kelestarian nilai-nilai budaya yang menjadi dasar harmoni sosial.“Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga ikut merawat warisan kultural. Tradisi seperti Ma’atenu Pakapita adalah aset bangsa yang harus dijaga karena di dalamnya terdapat nilai gotong royong, persaudaraan, dan kedamaian,” lanjut Kapolda.Pergelaran Budaya Tenun Matasiri 2025 menjadi titik temu antara budaya dan keamanan, menegaskan bahwa pembangunan bangsa tak hanya berbasis ekonomi, tapi juga identitas dan nilai kemanusiaan yang hidup di masyarakat.Ritual Ma’atenu Pakapita di Negeri Pelauw bukan sekadar peristiwa budaya, melainkan refleksi dari ketahanan sosial masyarakat Maluku yang berakar kuat pada tradisi. Kehadiran Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto dalam kegiatan ini menunjukkan paradigma baru Polri dari sekadar aparat penegak hukum menjadi institusi yang turut menjaga jati diri bangsa melalui pendekatan kultural.Pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab komunitas adat, tetapi merupakan bentuk nyata dari ketahanan nasional yang berakar pada nilai-nilai lokal. Di tengah arus modernisasi, kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat adat seperti yang terlihat di Pelauw menjadi contoh nyata bahwa keamanan dan kebudayaan dapat berjalan beriringan. PNO-12
07 Nov 2025, 16:54 WIT
Menko Polkam Kagum dengan Kreativitas Pemuda Papua di PYCH
Papuanewsonline.com, Jayapura —
Suasana penuh semangat dan kehangatan menyelimuti gedung Papua Youth Creative
Hub (PYCH) di Kota Jayapura, Rabu (5/11/2025), saat Menteri Koordinator Bidang
Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Republik Indonesia, Djamari Chaniago,
melakukan kunjungan kerja dan bertemu langsung dengan para pemuda kreatif
Papua. Kunjungan ini menjadi salah satu
agenda penting Menko Polkam selama berada di Bumi Cenderawasih. Ia datang tidak
hanya untuk melihat fasilitas, tetapi juga menyerap semangat, ide, dan inovasi
dari generasi muda Papua yang telah membuktikan diri sebagai motor penggerak
kreativitas di wilayah timur Indonesia. Disambut langsung oleh Gubernur
Papua, Mathius D. Fakhiri, serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah
(Forkopimda), kunjungan ini berlangsung dalam suasana akrab dan penuh
apresiasi. Para pemuda yang tergabung di PYCH tampak antusias menunjukkan hasil
karya mereka, mulai dari kerajinan tangan, produk fesyen, kuliner khas, hingga
karya teknologi dan digital kreatif. Menko Polkam Terkesima Lihat
Hasil Karya Anak Muda Papua Dalam kesempatan itu, Menko Polkam
Djamari Chaniago mengaku terkagum-kagum dengan perkembangan pesat PYCH yang
kini menjadi wadah ekspresi dan inovasi pemuda Papua sejak diresmikan dua tahun
lalu. “Saya bersama Bapak Kabin datang
ingin bersilaturahmi, ingin bertemu langsung dengan para pemuda di PYCH ini,”
ujar Djamari dalam sambutannya.
“Saya kagum melihat bangunan ini yang sudah berdiri dua tahun dan berkembang
begitu pesat. Begitu banyak kreativitas luar biasa yang lahir dari tangan anak
muda Papua. Alangkah indahnya melihat semangat seperti ini,” lanjutnya dengan
wajah penuh kekaguman. Menko Polkam juga terlihat menyempatkan
diri melihat hasil karya baju dan produk mode buatan pemuda Papua yang
menggabungkan motif tradisional dan desain modern. Ia tak ragu memuji karya
tersebut sebagai bentuk inovasi yang mengangkat identitas budaya lokal ke
tingkat nasional bahkan internasional. Dalam arahannya, Djamari
menegaskan bahwa pemuda adalah kekuatan utama bangsa, termasuk di Papua. Ia
mengutip kalimat legendaris Bung Karno, “Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan
kuguncang dunia,” untuk menegaskan keyakinannya akan potensi generasi muda di
Tanah Papua. “Papua memiliki potensi anak muda
yang luar biasa. Mereka bukan hanya kreatif, tetapi juga punya semangat juang
tinggi untuk membangun daerahnya,” ujarnya.
“Tugas pemerintah adalah memberi mereka ruang, dukungan, dan kesempatan agar
ide-ide besar mereka bisa tumbuh menjadi karya nyata bagi masyarakat,”
tambahnya. Menurut Djamari, kreativitas dan
inovasi yang tumbuh di PYCH menjadi contoh nyata bagaimana pendekatan
pembangunan berbasis potensi lokal dan sumber daya manusia muda dapat
menghasilkan dampak positif. Ia pun mendorong pemerintah daerah agar lebih
aktif membina dan melibatkan pemuda dalam program pembangunan, ekonomi kreatif,
dan pemberdayaan masyarakat. Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri,
yang mendampingi Menko Polkam selama kunjungan, mengungkapkan rasa bangganya
terhadap eksistensi PYCH yang kini menjadi ikon kreativitas dan pusat inovasi
pemuda Papua. “PYCH adalah bukti bahwa anak
muda Papua mampu bersaing dan berkreasi. Pemerintah daerah akan terus mendukung
keberlanjutan tempat ini agar menjadi wadah yang melahirkan lebih banyak
inovator muda,” kata Gubernur Fakhiri. Selain menjadi ruang kreatif,
PYCH juga telah menjadi pusat pembinaan ekonomi dan pelatihan kewirausahaan,
tempat anak muda Papua belajar membangun usaha berbasis potensi daerah, seperti
kuliner khas, kerajinan tangan, hingga digital marketing. Kunjungan Menko Polkam ini
menegaskan kehadiran pemerintah pusat di tengah-tengah generasi muda Papua,
bukan sekadar dalam bentuk program, tetapi juga dalam dukungan nyata terhadap
karya dan masa depan mereka. Menutup kunjungannya, Djamari
Chaniago berpesan kepada seluruh pemuda Papua agar tidak berhenti bermimpi dan
terus menciptakan karya yang membawa kebanggaan bagi Tanah Papua dan Indonesia. “Kreativitas kalian adalah cahaya
bagi masa depan Papua. Teruslah berkarya, berinovasi, dan jadilah inspirasi
bagi Indonesia dari ujung timur negeri ini,” tutup Menko Polkam dengan penuh
semangat. Penulis: Jid Editor: GF
06 Nov 2025, 10:38 WIT
Gubernur Papua Siap Kawal Pembangunan Embarkasi Haji dan Kurangi Biaya Perjalanan Jemaah
Papuanewsonline.com, Jayapura —
Rencana pembangunan Embarkasi Haji di wilayah Papua Raya mendapat dukungan
penuh dari Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri. Langkah ini diharapkan menjadi
momentum penting bagi peningkatan pelayanan bagi calon jemaah haji asal Papua
sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dukungan tersebut disampaikan
dalam pertemuan antara Gubernur Papua dan jajaran pengurus Ikatan Persaudaraan
Haji Indonesia (IPHI) Korwil Papua, yang dipimpin langsung oleh Ketua Korwil
IPHI, Sarminanto, di Kantor Gubernur Papua, Rabu (5/11/2025). Sarminanto menjelaskan, pertemuan
itu berlangsung produktif dan penuh semangat kolaborasi. Ia menyebut bahwa Gubernur
menyambut positif rencana pembangunan Embarkasi Haji yang selama ini menjadi
aspirasi masyarakat Muslim di Tanah Papua. “Alhamdulillah, Bapak Gubernur
merespons dengan sangat baik. Beliau bahkan memiliki wacana yang sejalan dengan
program IPHI untuk menindaklanjuti pembangunan Embarkasi Haji di Papua. Gayung
bersambut, visi kami sama,” ujar Sarminanto usai pertemuan. Sarminanto menuturkan bahwa
keberadaan Embarkasi Haji di Papua akan memberikan dampak besar dari berbagai
sisi, baik sosial, ekonomi, maupun pelayanan publik. Selama ini, jemaah haji asal
Papua harus berangkat melalui Makassar, Sulawesi Selatan, yang membutuhkan
biaya tambahan besar dan waktu perjalanan panjang. Dengan adanya Embarkasi di
Papua, semua proses — mulai dari pemberangkatan, administrasi, hingga asrama
haji — dapat dilakukan di dalam wilayah sendiri. “Jika Embarkasi ini terwujud,
biaya perjalanan haji bisa berkurang signifikan karena jemaah tidak perlu lagi
ke Makassar. Ini bukan hanya efisiensi, tapi juga keadilan pelayanan bagi
masyarakat Papua,” jelasnya. Selain itu, Sarminanto menyebut
ada lima manfaat utama yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Papua: Pertama, Pengurangan biaya
keberangkatan haji, karena tidak lagi perlu transit ke provinsi lain. Kedua, Peningkatan ekonomi lokal,
terutama di sekitar wilayah pembangunan Embarkasi. Ketiga, Peningkatan okupansi
hotel dan penginapan lokal, karena meningkatnya aktivitas jemaah dan keluarga. Keempat, Kenaikan Pendapatan Asli
Daerah (PAD) dari sektor jasa dan perdagangan. Kelima, Penciptaan lapangan kerja
baru di sektor transportasi, perhotelan, kuliner, dan pelayanan haji. Lebih jauh, program yang digagas
IPHI Korwil Papua ini tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan ibadah haji,
tetapi juga berpotensi membuka peluang wisata rohani internasional. Sarminanto menyebut, ke depan IPHI
akan mengembangkan program perjalanan umroh rutin setiap bulan serta membuka
paket wisata rohani ke Tanah Perjanjian (Israel) yang dikelola secara
profesional dan transparan. “Kami berharap Papua bisa menjadi
pusat kegiatan keagamaan dan wisata rohani di kawasan timur Indonesia. Dengan
dukungan pemerintah provinsi, ini sangat mungkin diwujudkan,” imbuhnya. Untuk merealisasikan rencana
strategis ini, Gubernur Papua bersama IPHI akan segera melakukan koordinasi ke
tingkat nasional, termasuk ke Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Agama,
guna membahas kebijakan dan regulasi terkait pembangunan Embarkasi Haji. “Bapak Gubernur sudah menyatakan
kesiapannya untuk mendampingi kami ke kementerian terkait agar wacana ini dapat
masuk dalam rencana pembangunan nasional,” kata Sarminanto optimistis. Langkah ini menunjukkan
keseriusan Pemerintah Provinsi Papua dalam memperkuat infrastruktur keagamaan
sekaligus menumbuhkan ekonomi berbasis masyarakat. Dengan dukungan dari berbagai
pihak, pembangunan Embarkasi Haji Papua bukan hanya menjadi simbol kemajuan
umat, tetapi juga tonggak baru kemandirian ekonomi di Tanah Papua — tempat
keberagaman, semangat, dan gotong royong terus tumbuh bersama. Penulis: Jid Editor: GF
06 Nov 2025, 10:18 WIT
Sholat Subuh di Masjid Nurul Mujahidin, Kapolda Maluku Ajak Warga Perkuat Toleransi dan Keamanan
Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si melaksanakan Sholat Subuh Berjamaah di Masjid Nurul Mujahidin, Lorong Permi, Kelurahan Silale, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Selasa, (04/11). Sholat subuh keliling ini merupakan salah satu program Polda Maluku dalam upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Maluku.Saat menjalankan sholat subuh berjamaah dengan masyarakat, Kapolda didampingi Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H. Turut hadir Direktur Polairud, dan Dansat Brimob Polda Maluku, Kapolsek Nusaniwe dan sejumlah personel.Imam Masjid Nurul Mujahidin, serta para jamaah yang memenuhi masjid dengan penuh kekhusyukan.Sholat subuh berjamaah diimami Imam Masjid Nurul Mujahidin yang menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Polda Maluku dalam mempererat silaturahmi dengan masyarakat, sekaligus menanamkan nilai-nilai spiritual sebagai landasan moral dalam menjalankan tugas menjaga kamtibmas.Kapolda Maluku mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga situasi kamtibmas yang aman, tenteram, dan harmonis di Maluku.“Mari kita jaga bersama kenyamanan dan ketentraman wilayah Maluku ini. Toleransi yang terjaga merupakan cerminan hidup orang basudara di Maluku yang menjadi identitas dan kekuatan kita. Laeng sayang laeng, laeng jaga laeng. Mari katong terus bikin bae, berbuat baik par sesama, dengan semua yang ada di Maluku ini. Maluku maju, Maluku aman,” ajak Kapolda.Pesan tersebut disampaikan dengan penuh kehangatan dan menggunakan bahasa lokal, yang mencerminkan kedekatan serta kepedulian Kapolda terhadap masyarakat Maluku. Beliau menegaskan pentingnya merawat semangat persaudaraan dan kasih sayang dalam keberagaman. Sebab, hal ini merupakan fondasi utama terciptanya perdamaian di daerah Para Raja-raja ini.Dalam kesempatan yang sama, Kapolda juga mengingatkan masyarakat untuk menjauhi tindakan main hakim sendiri. Ia menegaskan setiap persoalan, sekecil apa pun, hendaknya diselesaikan secara baik dan bermusyawarah, bukan dengan kekerasan.“Sikap main hakim sendiri harus kita tinggalkan. Kalau ada permasalahan sekecil apa pun, mari katong duduk sama-sama, bicara bae-bae. Kalau memang butuh polisi, katong Polri siap, dan 1 x 24 jam ada untuk masyarakat Maluku,” tegas Kapolda.Lebih lanjut dikatakan Kapolda, Polri akan selalu hadir dan siap membantu masyarakat kapan pun dibutuhkan. Ia juga mengajak seluruh warga untuk meneladani ajaran Nabi Muhammad SAW, dengan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman hidup untuk menciptakan kehidupan yang damai, tenteram, dan sejahtera.“Apa yang sudah diajarkan oleh Nabi kita, mari kita pancarkan dan buktikan itu dalam kehidupan sehari-hari. Supaya hidup katong semua jadi damai, tentram, dan sejahtera,” pungkasnya.Sholat Subuh Berjamaah bersama Kapolda Maluku tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antara Polri dan masyarakat, tetapi juga momentum spiritual yang memperkuat rasa persaudaraan serta komitmen bersama untuk menjaga kedamaian di provinsi Kepulauan.Para jamaah menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolda Maluku dan jajaran Polda Maluku yang menunjukkan kedekatan serta kepedulian nyata terhadap masyarakat.Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat terus terjalin kuat, sehingga visi Maluku yang aman, damai, dan maju dapat terwujud bersama. PNO-12
05 Nov 2025, 14:33 WIT
Kapolda Maluku Tinjau Ekowisata Sagu Negeri Rutong
Papuanewsonline.com, Ambon - Dalam upaya memperkuat sinergi antara pelestarian budaya dan pembangunan ekonomi masyarakat, Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., melaksanakan kunjungan kerja ke Ekowisata Sagu Negeri Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, Senin (3/11/2025).Kunjungan tersebut menjadi bentuk nyata komitmen Polda Maluku dalam mendukung pelestarian kearifan lokal sekaligus penguatan potensi ekonomi berbasis masyarakat adat.Kapolda Maluku hadir bersama Wakapolda Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H., Ketua Bhayangkari Daerah Maluku beserta Wakil Ketua dan Pengurus Bhayangkari, serta jajaran Pejabat Utama Polda Maluku, antara lain Dir Intelkam, Dir Binmas, Dir Lantas, Dir Reskrimsus, Dir Resnarkoba, dan Kabid Humas Polda Maluku.Turut mendampingi pula Wakapolresta Ambon dan Kapolsek Leitimur Selatan.Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Maluku bersama rombongan secara langsung meninjau seluruh proses pengolahan sagu mulai dari pengambilan bahan baku mentah di hutan sagu hingga pengolahan menjadi tepung sagu siap konsumsi.Irjen Pol Dadang Hartanto juga berinteraksi dengan masyarakat dan pengelola ekowisata, mendengarkan langsung pengalaman mereka dalam menjaga hutan adat serta mengembangkan potensi wisata berbasis sagu. Serta pak kapolda dan wakapolda langsung melakukan praktek bagaimana proses nani sagu menggunakan alat nani, dimana proses ini merupakan cara pukul sagu guna penghancuran empelur/ isi batang sagu dari kulit batang sagu diiringi ukulele dan nyanyian lagu anak-anak SD rutong.“Sagu bukan hanya sumber pangan, tetapi juga simbol budaya, ketahanan pangan, dan identitas masyarakat Maluku. Pelestariannya berarti menjaga masa depan generasi mendatang,” ujar Kapolda di sela kegiatan peninjauan.Sebagai bentuk dukungan terhadap produk lokal, Kapolda Maluku juga mencicipi berbagai kuliner khas Maluku yang diolah dari bahan dasar sagu, mulai dari mie sagu, sinole, hingga olahan minuman hasil inovasi masyarakat Rutong seperti jus tomi-tomi, teh kelor..Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., menyampaikan bahwa kunjungan Kapolda Maluku ke Negeri Rutong merupakan bagian dari sinergi POLRI dengan pemerintah daerah dalam upaya mendukung program pelestarian budaya dan pengembangan ekowisata berbasis komunitas.“Kunjungan Bapak Kapolda ini adalah bagian dari sinergi Polri dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam melestarikan budaya dan memajukan sektor ekowisata berbasis komunitas. Diharapkan Ekowisata Sagu Rutong dapat menjadi pilot project yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” ujar Kabid Humas.Selain menjadi objek wisata alam dan budaya, Ekowisata Sagu Rutong juga berperan sebagai ruang edukasi tentang pentingnya kelestarian lingkungan dan nilai ekonomi produk lokal.Kunjungan kerja ini juga mempertegas bahwa pendekatan keamanan berbasis budaya menjadi salah satu strategi prioritas Polda Maluku dalam menjaga Kamtibmas yang berkelanjutan.Melalui kemitraan dengan masyarakat adat, POLRI berupaya menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa keamanan dan kesejahteraan harus dibangun bersama.“Kami ingin masyarakat merasa aman sekaligus berdaya. Dengan menjaga budaya dan potensi lokal seperti sagu, maka keamanan sosial juga akan tumbuh dari masyarakat itu sendiri,” ungkap Kapolda Maluku.Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh keakraban, mencerminkan sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam menjaga stabilitas serta mendukung pembangunan daerah.Kunjungan Kapolda Maluku ke Ekowisata Sagu Negeri Rutong menandai babak baru pendekatan humanis Polri di daerah, yang tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga aktif mendukung pemberdayaan ekonomi dan pelestarian budaya lokal.Langkah ini sejalan dengan semangat “Polri Presisi”, yang menempatkan masyarakat sebagai mitra utama dalam menciptakan keamanan dan kesejahteraan sosial.Pendekatan berbasis komunitas seperti Ekowisata Sagu Rutong membuktikan bahwa keamanan dan pembangunan dapat berjalan beriringan ketika aparat hadir sebagai bagian dari solusi, bukan sekadar pengawas.Inisiatif ini diharapkan menjadi model kemitraan Polri–masyarakat adat di Indonesia Timur, di mana pelestarian budaya menjadi pilar penting dalam membangun stabilitas, ekonomi, dan harmoni sosial di bumi Maluku. PNO-12
04 Nov 2025, 14:03 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru