logo-website
Minggu, 10 Mei 2026,  WIT
BERITA TAG Budaya Homepage
Peringati Hari Pahlawan ke-80, Kapolda Maluku Pimpin Upacara Tabur Bunga di Laut Papuanewsonline.com, Ambon - Dalam suasana penuh khidmat dan nasionalisme, Kepala Kepolisian Daerah Maluku Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si. memimpin langsung Upacara Tabur Bunga di Laut dalam rangka memperingati Hari Pahlawan ke-80 Tahun 2025.Kegiatan yang berlangsung di Dermaga Koderal IX Tawiri, Kota Ambon, ini menjadi momentum refleksi dan penghormatan mendalam kepada para pahlawan bangsa yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.Sebagai Inspektur Upacara, Kapolda Maluku menegaskan komitmen Polri, khususnya Polda Maluku, untuk terus meneladani semangat pengorbanan para pahlawan dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.“Pengorbanan para pahlawan adalah pondasi bangsa ini. Hari ini kita tidak hanya mengenang, tetapi juga meneguhkan janji untuk mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata, menjaga sinergitas, dan memastikan situasi kamtibmas di Maluku tetap kondusif. Semangat heroik mereka harus menjadi inspirasi bagi kita semua, terutama dalam pelayanan prima kepada masyarakat,” tegas Irjen Pol Dadang Hartanto dalam amanatnya.Upacara tabur bunga di laut ini menjadi simbol penghormatan tertinggi kepada para pahlawan yang berjuang di medan laut, mempertahankan kedaulatan bangsa di masa perjuangan.Prosesi pelarungan dan tabur bunga dilakukan langsung oleh Kapolda Maluku, didampingi jajaran pejabat TNI-Polri dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku.Momentum tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan kekompakan antarinstansi dalam mengenang jasa para pahlawan dan menumbuhkan kembali nilai-nilai nasionalisme di tengah masyarakat Maluku.Kehadiran para pejabat tinggi dari berbagai unsur menegaskan soliditas dan sinergi yang kuat antara Polri, TNI, dan Pemerintah Daerah di Provinsi Maluku. Tampak dalam rombongan Upacara tersebut kehadiran DanKoderal IX Ambon, Kasdam XV/Pattimura, Kepala Zona Bakamla Timur, Danguspurla Koarmada III, Danlanud Patimura Ambon, Perwakilan Pemerintah Provinsi Maluku (Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian Setda Maluku), Wakil Wali Kota Ambon, Para Pejabat Utama Polda Maluku, termasuk Karo Rena dan Dir Intelkam, Kapolresta Ambon dan Pulau-Pulau Lease, serta Pejabat TNI dari Kodam dan Koderal.Kehadiran mereka meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga semangat persatuan, serta membangun Maluku yang aman, sejahtera, dan maju.Peringatan Hari Pahlawan tahun ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda Maluku, agar tidak melupakan jasa para pahlawan dan terus meneladani nilai-nilai perjuangan mereka dalam kehidupan sehari-hari.Upacara tabur bunga di laut menjadi simbol penghormatan abadi sekaligus seruan moral untuk menumbuhkan kembali semangat heroisme, gotong royong, dan cinta tanah air di tengah arus perubahan zaman.Upacara Tabur Bunga yang dipimpin langsung oleh Kapolda Maluku Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto ini menjadi penegasan nyata bahwa semangat kepahlawanan bukan hanya milik masa lalu, tetapi juga menjadi ruh pengabdian aparatur negara masa kini.Melalui kegiatan ini, Polda Maluku menunjukkan wajah Polri yang humanis, berkarakter, dan berjiwa nasionalis senantiasa hadir untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan harmoni sosial di tengah masyarakat kepulauan.Keterlibatan unsur Forkopimda Maluku juga memperlihatkan komitmen bersama seluruh elemen strategis daerah dalam menjaga sinergitas dan persatuan.Dari Laut Ambon, pesan moral itu disampaikan dengan lantang: pengabdian, keberanian, dan persatuan adalah warisan abadi para pahlawan untuk negeri. PNO-12 12 Nov 2025, 09:04 WIT
Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto Hadiri Ritual Sakral Ma’atenu Pakapita Papuanewsonline.com, Haruku – Negeri Pelauw, Pulau Haruku, menjadi pusat perhatian publik pada Kamis (6/11/2025) saat pergelaran akbar Budaya Tenun Matasiri 2025 digelar dengan penuh kemegahan dan khidmat. Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku, Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., bersama sejumlah pejabat utama Polda Maluku.Pergelaran budaya ini bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi ritual sakral tiga tahunan yang dikenal sebagai Ma’atenu Pakapita, sebuah warisan leluhur masyarakat Negeri Pelauw yang menandai proses spiritual dalam tradisi tenun Matasiri. Ritual ini menjadi simbol ketekunan, kesabaran, serta identitas perempuan Maluku yang diwariskan lintas generasi.Dengan mengusung tema “Tumbuh Bersama Majukan Budaya”, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat nilai-nilai kearifan lokal dan membangun kesadaran kolektif untuk melestarikan budaya sebagai kekuatan bangsa.Kapolda Maluku menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata dukungan terhadap pelestarian budaya dan penguatan keamanan masyarakat berbasis nilai-nilai lokal.“Budaya adalah pondasi peradaban. Dengan menghargai tradisi, kita memperkuat harmoni dan menegakkan ketertiban di tengah masyarakat,” tegas Irjen Pol Dadang Hartanto di sela kegiatan.Dalam pergelaran yang berlangsung meriah namun sarat makna itu, tampak hadir Pangdam XV/Pattimura beserta jajaran, Wakil Gubernur Maluku, Anggota DPD RI Basri Latuconsina, serta perwakilan Kajati Maluku, pejabat TNI-Polri, tokoh adat, dan pimpinan daerah se-Maluku, termasuk Kapolresta Ambon & Pulau-Pulau Lease, Bupati Maluku Tengah, Bupati Buru, Wakil Bupati SBT, Wakil Wali Kota Ambon, serta Raja Negeri Pelauw selaku tuan rumah.Kehadiran berbagai unsur pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat adat memperlihatkan soliditas lintas sektor dalam menjaga kelestarian nilai-nilai budaya yang menjadi dasar harmoni sosial.“Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga ikut merawat warisan kultural. Tradisi seperti Ma’atenu Pakapita adalah aset bangsa yang harus dijaga karena di dalamnya terdapat nilai gotong royong, persaudaraan, dan kedamaian,” lanjut Kapolda.Pergelaran Budaya Tenun Matasiri 2025 menjadi titik temu antara budaya dan keamanan, menegaskan bahwa pembangunan bangsa tak hanya berbasis ekonomi, tapi juga identitas dan nilai kemanusiaan yang hidup di masyarakat.Ritual Ma’atenu Pakapita di Negeri Pelauw bukan sekadar peristiwa budaya, melainkan refleksi dari ketahanan sosial masyarakat Maluku yang berakar kuat pada tradisi. Kehadiran Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto dalam kegiatan ini menunjukkan paradigma baru Polri dari sekadar aparat penegak hukum menjadi institusi yang turut menjaga jati diri bangsa melalui pendekatan kultural.Pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab komunitas adat, tetapi merupakan bentuk nyata dari ketahanan nasional yang berakar pada nilai-nilai lokal. Di tengah arus modernisasi, kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat adat seperti yang terlihat di Pelauw menjadi contoh nyata bahwa keamanan dan kebudayaan dapat berjalan beriringan. PNO-12 07 Nov 2025, 16:54 WIT
Menko Polkam Kagum dengan Kreativitas Pemuda Papua di PYCH Papuanewsonline.com, Jayapura — Suasana penuh semangat dan kehangatan menyelimuti gedung Papua Youth Creative Hub (PYCH) di Kota Jayapura, Rabu (5/11/2025), saat Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Republik Indonesia, Djamari Chaniago, melakukan kunjungan kerja dan bertemu langsung dengan para pemuda kreatif Papua. Kunjungan ini menjadi salah satu agenda penting Menko Polkam selama berada di Bumi Cenderawasih. Ia datang tidak hanya untuk melihat fasilitas, tetapi juga menyerap semangat, ide, dan inovasi dari generasi muda Papua yang telah membuktikan diri sebagai motor penggerak kreativitas di wilayah timur Indonesia. Disambut langsung oleh Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kunjungan ini berlangsung dalam suasana akrab dan penuh apresiasi. Para pemuda yang tergabung di PYCH tampak antusias menunjukkan hasil karya mereka, mulai dari kerajinan tangan, produk fesyen, kuliner khas, hingga karya teknologi dan digital kreatif. Menko Polkam Terkesima Lihat Hasil Karya Anak Muda Papua Dalam kesempatan itu, Menko Polkam Djamari Chaniago mengaku terkagum-kagum dengan perkembangan pesat PYCH yang kini menjadi wadah ekspresi dan inovasi pemuda Papua sejak diresmikan dua tahun lalu. “Saya bersama Bapak Kabin datang ingin bersilaturahmi, ingin bertemu langsung dengan para pemuda di PYCH ini,” ujar Djamari dalam sambutannya. “Saya kagum melihat bangunan ini yang sudah berdiri dua tahun dan berkembang begitu pesat. Begitu banyak kreativitas luar biasa yang lahir dari tangan anak muda Papua. Alangkah indahnya melihat semangat seperti ini,” lanjutnya dengan wajah penuh kekaguman. Menko Polkam juga terlihat menyempatkan diri melihat hasil karya baju dan produk mode buatan pemuda Papua yang menggabungkan motif tradisional dan desain modern. Ia tak ragu memuji karya tersebut sebagai bentuk inovasi yang mengangkat identitas budaya lokal ke tingkat nasional bahkan internasional. Dalam arahannya, Djamari menegaskan bahwa pemuda adalah kekuatan utama bangsa, termasuk di Papua. Ia mengutip kalimat legendaris Bung Karno, “Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncang dunia,” untuk menegaskan keyakinannya akan potensi generasi muda di Tanah Papua. “Papua memiliki potensi anak muda yang luar biasa. Mereka bukan hanya kreatif, tetapi juga punya semangat juang tinggi untuk membangun daerahnya,” ujarnya. “Tugas pemerintah adalah memberi mereka ruang, dukungan, dan kesempatan agar ide-ide besar mereka bisa tumbuh menjadi karya nyata bagi masyarakat,” tambahnya. Menurut Djamari, kreativitas dan inovasi yang tumbuh di PYCH menjadi contoh nyata bagaimana pendekatan pembangunan berbasis potensi lokal dan sumber daya manusia muda dapat menghasilkan dampak positif. Ia pun mendorong pemerintah daerah agar lebih aktif membina dan melibatkan pemuda dalam program pembangunan, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat. Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri, yang mendampingi Menko Polkam selama kunjungan, mengungkapkan rasa bangganya terhadap eksistensi PYCH yang kini menjadi ikon kreativitas dan pusat inovasi pemuda Papua. “PYCH adalah bukti bahwa anak muda Papua mampu bersaing dan berkreasi. Pemerintah daerah akan terus mendukung keberlanjutan tempat ini agar menjadi wadah yang melahirkan lebih banyak inovator muda,” kata Gubernur Fakhiri. Selain menjadi ruang kreatif, PYCH juga telah menjadi pusat pembinaan ekonomi dan pelatihan kewirausahaan, tempat anak muda Papua belajar membangun usaha berbasis potensi daerah, seperti kuliner khas, kerajinan tangan, hingga digital marketing. Kunjungan Menko Polkam ini menegaskan kehadiran pemerintah pusat di tengah-tengah generasi muda Papua, bukan sekadar dalam bentuk program, tetapi juga dalam dukungan nyata terhadap karya dan masa depan mereka. Menutup kunjungannya, Djamari Chaniago berpesan kepada seluruh pemuda Papua agar tidak berhenti bermimpi dan terus menciptakan karya yang membawa kebanggaan bagi Tanah Papua dan Indonesia. “Kreativitas kalian adalah cahaya bagi masa depan Papua. Teruslah berkarya, berinovasi, dan jadilah inspirasi bagi Indonesia dari ujung timur negeri ini,” tutup Menko Polkam dengan penuh semangat. Penulis: Jid Editor: GF   06 Nov 2025, 10:38 WIT
Gubernur Papua Siap Kawal Pembangunan Embarkasi Haji dan Kurangi Biaya Perjalanan Jemaah Papuanewsonline.com, Jayapura — Rencana pembangunan Embarkasi Haji di wilayah Papua Raya mendapat dukungan penuh dari Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri. Langkah ini diharapkan menjadi momentum penting bagi peningkatan pelayanan bagi calon jemaah haji asal Papua sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Gubernur Papua dan jajaran pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Korwil Papua, yang dipimpin langsung oleh Ketua Korwil IPHI, Sarminanto, di Kantor Gubernur Papua, Rabu (5/11/2025). Sarminanto menjelaskan, pertemuan itu berlangsung produktif dan penuh semangat kolaborasi. Ia menyebut bahwa Gubernur menyambut positif rencana pembangunan Embarkasi Haji yang selama ini menjadi aspirasi masyarakat Muslim di Tanah Papua. “Alhamdulillah, Bapak Gubernur merespons dengan sangat baik. Beliau bahkan memiliki wacana yang sejalan dengan program IPHI untuk menindaklanjuti pembangunan Embarkasi Haji di Papua. Gayung bersambut, visi kami sama,” ujar Sarminanto usai pertemuan. Sarminanto menuturkan bahwa keberadaan Embarkasi Haji di Papua akan memberikan dampak besar dari berbagai sisi, baik sosial, ekonomi, maupun pelayanan publik. Selama ini, jemaah haji asal Papua harus berangkat melalui Makassar, Sulawesi Selatan, yang membutuhkan biaya tambahan besar dan waktu perjalanan panjang. Dengan adanya Embarkasi di Papua, semua proses — mulai dari pemberangkatan, administrasi, hingga asrama haji — dapat dilakukan di dalam wilayah sendiri. “Jika Embarkasi ini terwujud, biaya perjalanan haji bisa berkurang signifikan karena jemaah tidak perlu lagi ke Makassar. Ini bukan hanya efisiensi, tapi juga keadilan pelayanan bagi masyarakat Papua,” jelasnya. Selain itu, Sarminanto menyebut ada lima manfaat utama yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Papua: Pertama, Pengurangan biaya keberangkatan haji, karena tidak lagi perlu transit ke provinsi lain. Kedua, Peningkatan ekonomi lokal, terutama di sekitar wilayah pembangunan Embarkasi. Ketiga, Peningkatan okupansi hotel dan penginapan lokal, karena meningkatnya aktivitas jemaah dan keluarga. Keempat, Kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor jasa dan perdagangan. Kelima, Penciptaan lapangan kerja baru di sektor transportasi, perhotelan, kuliner, dan pelayanan haji. Lebih jauh, program yang digagas IPHI Korwil Papua ini tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan ibadah haji, tetapi juga berpotensi membuka peluang wisata rohani internasional. Sarminanto menyebut, ke depan IPHI akan mengembangkan program perjalanan umroh rutin setiap bulan serta membuka paket wisata rohani ke Tanah Perjanjian (Israel) yang dikelola secara profesional dan transparan. “Kami berharap Papua bisa menjadi pusat kegiatan keagamaan dan wisata rohani di kawasan timur Indonesia. Dengan dukungan pemerintah provinsi, ini sangat mungkin diwujudkan,” imbuhnya. Untuk merealisasikan rencana strategis ini, Gubernur Papua bersama IPHI akan segera melakukan koordinasi ke tingkat nasional, termasuk ke Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Agama, guna membahas kebijakan dan regulasi terkait pembangunan Embarkasi Haji. “Bapak Gubernur sudah menyatakan kesiapannya untuk mendampingi kami ke kementerian terkait agar wacana ini dapat masuk dalam rencana pembangunan nasional,” kata Sarminanto optimistis. Langkah ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Provinsi Papua dalam memperkuat infrastruktur keagamaan sekaligus menumbuhkan ekonomi berbasis masyarakat. Dengan dukungan dari berbagai pihak, pembangunan Embarkasi Haji Papua bukan hanya menjadi simbol kemajuan umat, tetapi juga tonggak baru kemandirian ekonomi di Tanah Papua — tempat keberagaman, semangat, dan gotong royong terus tumbuh bersama. Penulis: Jid Editor: GF  06 Nov 2025, 10:18 WIT
Sholat Subuh di Masjid Nurul Mujahidin, Kapolda Maluku Ajak Warga Perkuat Toleransi dan Keamanan Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si melaksanakan Sholat Subuh Berjamaah di Masjid Nurul Mujahidin, Lorong Permi, Kelurahan Silale, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Selasa, (04/11). Sholat subuh keliling ini merupakan salah satu program Polda Maluku dalam upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Maluku.Saat menjalankan sholat subuh berjamaah dengan masyarakat, Kapolda didampingi Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H. Turut hadir Direktur Polairud, dan Dansat Brimob Polda Maluku, Kapolsek Nusaniwe dan sejumlah personel.Imam Masjid Nurul Mujahidin, serta para jamaah yang memenuhi masjid dengan penuh kekhusyukan.Sholat subuh berjamaah diimami Imam Masjid Nurul Mujahidin yang menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Polda Maluku dalam mempererat silaturahmi dengan masyarakat, sekaligus menanamkan nilai-nilai spiritual sebagai landasan moral dalam menjalankan tugas menjaga kamtibmas.Kapolda Maluku mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga situasi kamtibmas yang aman, tenteram, dan harmonis di Maluku.“Mari kita jaga bersama kenyamanan dan ketentraman wilayah Maluku ini. Toleransi yang terjaga merupakan cerminan hidup orang basudara di Maluku yang menjadi identitas dan kekuatan kita. Laeng sayang laeng, laeng jaga laeng. Mari katong terus bikin bae, berbuat baik par sesama, dengan semua yang ada di Maluku ini. Maluku maju, Maluku aman,” ajak Kapolda.Pesan tersebut disampaikan dengan penuh kehangatan dan menggunakan bahasa lokal, yang mencerminkan kedekatan serta kepedulian Kapolda terhadap masyarakat Maluku. Beliau menegaskan pentingnya merawat semangat persaudaraan dan kasih sayang dalam keberagaman. Sebab, hal ini merupakan fondasi utama terciptanya perdamaian di daerah Para Raja-raja ini.Dalam kesempatan yang sama, Kapolda juga mengingatkan masyarakat untuk menjauhi tindakan main hakim sendiri. Ia menegaskan setiap persoalan, sekecil apa pun, hendaknya diselesaikan secara baik dan bermusyawarah, bukan dengan kekerasan.“Sikap main hakim sendiri harus kita tinggalkan. Kalau ada permasalahan sekecil apa pun, mari katong duduk sama-sama, bicara bae-bae. Kalau memang butuh polisi, katong Polri siap, dan 1 x 24 jam ada untuk masyarakat Maluku,” tegas Kapolda.Lebih lanjut dikatakan Kapolda, Polri akan selalu hadir dan siap membantu masyarakat kapan pun dibutuhkan. Ia juga mengajak seluruh warga untuk meneladani ajaran Nabi Muhammad SAW, dengan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman hidup untuk menciptakan kehidupan yang damai, tenteram, dan sejahtera.“Apa yang sudah diajarkan oleh Nabi kita, mari kita pancarkan dan buktikan itu dalam kehidupan sehari-hari. Supaya hidup katong semua jadi damai, tentram, dan sejahtera,” pungkasnya.Sholat Subuh Berjamaah bersama Kapolda Maluku tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antara Polri dan masyarakat, tetapi juga momentum spiritual yang memperkuat rasa persaudaraan serta komitmen bersama untuk menjaga kedamaian di provinsi Kepulauan.Para jamaah menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolda Maluku dan jajaran Polda Maluku yang menunjukkan kedekatan serta kepedulian nyata terhadap masyarakat.Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat terus terjalin kuat, sehingga visi Maluku yang aman, damai, dan maju dapat terwujud bersama. PNO-12 05 Nov 2025, 14:33 WIT
Kapolda Maluku Tinjau Ekowisata Sagu Negeri Rutong Papuanewsonline.com, Ambon - Dalam upaya memperkuat sinergi antara pelestarian budaya dan pembangunan ekonomi masyarakat, Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., melaksanakan kunjungan kerja ke Ekowisata Sagu Negeri Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, Senin (3/11/2025).Kunjungan tersebut menjadi bentuk nyata komitmen Polda Maluku dalam mendukung pelestarian kearifan lokal sekaligus penguatan potensi ekonomi berbasis masyarakat adat.Kapolda Maluku hadir bersama Wakapolda Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H., Ketua Bhayangkari Daerah Maluku beserta Wakil Ketua dan Pengurus Bhayangkari, serta jajaran Pejabat Utama Polda Maluku, antara lain Dir Intelkam, Dir Binmas, Dir Lantas, Dir Reskrimsus, Dir Resnarkoba, dan Kabid Humas Polda Maluku.Turut mendampingi pula Wakapolresta Ambon dan Kapolsek Leitimur Selatan.Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Maluku bersama rombongan secara langsung meninjau seluruh proses pengolahan sagu mulai dari pengambilan bahan baku mentah di hutan sagu hingga pengolahan menjadi tepung sagu siap konsumsi.Irjen Pol Dadang Hartanto juga berinteraksi dengan masyarakat dan pengelola ekowisata, mendengarkan langsung pengalaman mereka dalam menjaga hutan adat serta mengembangkan potensi wisata berbasis sagu. Serta pak kapolda dan wakapolda langsung melakukan praktek bagaimana proses nani sagu menggunakan alat nani, dimana proses ini merupakan cara pukul sagu guna penghancuran empelur/ isi batang sagu dari kulit batang sagu diiringi ukulele dan nyanyian lagu anak-anak SD rutong.“Sagu bukan hanya sumber pangan, tetapi juga simbol budaya, ketahanan pangan, dan identitas masyarakat Maluku. Pelestariannya berarti menjaga masa depan generasi mendatang,” ujar Kapolda di sela kegiatan peninjauan.Sebagai bentuk dukungan terhadap produk lokal, Kapolda Maluku juga mencicipi berbagai kuliner khas Maluku yang diolah dari bahan dasar sagu, mulai dari mie sagu, sinole, hingga olahan minuman hasil inovasi masyarakat Rutong seperti jus tomi-tomi, teh kelor..Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., menyampaikan bahwa kunjungan Kapolda Maluku ke Negeri Rutong merupakan bagian dari sinergi POLRI dengan pemerintah daerah dalam upaya mendukung program pelestarian budaya dan pengembangan ekowisata berbasis komunitas.“Kunjungan Bapak Kapolda ini adalah bagian dari sinergi Polri dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam melestarikan budaya dan memajukan sektor ekowisata berbasis komunitas. Diharapkan Ekowisata Sagu Rutong dapat menjadi pilot project yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” ujar Kabid Humas.Selain menjadi objek wisata alam dan budaya, Ekowisata Sagu Rutong juga berperan sebagai ruang edukasi tentang pentingnya kelestarian lingkungan dan nilai ekonomi produk lokal.Kunjungan kerja ini juga mempertegas bahwa pendekatan keamanan berbasis budaya menjadi salah satu strategi prioritas Polda Maluku dalam menjaga Kamtibmas yang berkelanjutan.Melalui kemitraan dengan masyarakat adat, POLRI berupaya menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa keamanan dan kesejahteraan harus dibangun bersama.“Kami ingin masyarakat merasa aman sekaligus berdaya. Dengan menjaga budaya dan potensi lokal seperti sagu, maka keamanan sosial juga akan tumbuh dari masyarakat itu sendiri,” ungkap Kapolda Maluku.Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh keakraban, mencerminkan sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam menjaga stabilitas serta mendukung pembangunan daerah.Kunjungan Kapolda Maluku ke Ekowisata Sagu Negeri Rutong menandai babak baru pendekatan humanis Polri di daerah, yang tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga aktif mendukung pemberdayaan ekonomi dan pelestarian budaya lokal.Langkah ini sejalan dengan semangat “Polri Presisi”, yang menempatkan masyarakat sebagai mitra utama dalam menciptakan keamanan dan kesejahteraan sosial.Pendekatan berbasis komunitas seperti Ekowisata Sagu Rutong membuktikan bahwa keamanan dan pembangunan dapat berjalan beriringan ketika aparat hadir sebagai bagian dari solusi, bukan sekadar pengawas.Inisiatif ini diharapkan menjadi model kemitraan Polri–masyarakat adat di Indonesia Timur, di mana pelestarian budaya menjadi pilar penting dalam membangun stabilitas, ekonomi, dan harmoni sosial di bumi Maluku. PNO-12 04 Nov 2025, 14:03 WIT
Kapolda Maluku Canangkan Rutong Sebagai Negeri Binaan Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku terus menunjukkan komitmennya dalam membangun keamanan yang inklusif dan berbasis kearifan lokal. Hal ini ditandai dengan kunjungan kerja Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., ke Negeri Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, Senin (3/11/2025).Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara POLRI dan masyarakat adat dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), sekaligus mendorong terwujudnya model pembangunan berkelanjutan di tingkat negeri (desa adat).Kapolda Maluku hadir bersama Wakapolda Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H., sejumlah Pejabat Utama Polda Maluku, serta Ketua dan Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Maluku. Rombongan disambut hangat secara adat oleh Raja Negeri Rutong, Reza Valdo Maspaitella, para tetua adat, dan masyarakat setempat.Dalam momentum bersejarah itu, dilaksanakan penyerahan draf Nota Kesepahaman (MoU) antara Polda Maluku dan Pemerintah Negeri Rutong oleh raja negeri rutong, dengan semangat Masohi (gotong royong). MoU tersebut menjadi dasar pelaksanaan delapan program kolaborasi strategis yang menjadikan Negeri Rutong sebagai Negeri Binaan Polda Maluku, sekaligus model percontohan pengembangan keamanan berbasis budaya di Indonesia Timur.Delapan program dimaksud mencakup:1. Negeri Berintegritas – Mendorong tata kelola pemerintahan adat yang bersih dan transparan.2. Negeri Bebas Miras dan Narkoba – Pembinaan generasi muda untuk menjauhi kriminalitas.3. Police Cadet Camp & Pembinaan Generasi Muda – Menyiapkan calon pemimpin berkarakter.4. Kamtibmas Semesta dan Polmas Negeri – Mengembangkan keamanan berbasis budaya kolektif.5. Ketahanan Pangan Adat – Pemanfaatan potensi lokal seperti sagu dan tanaman endemik.6. Ekowisata dan Spiritual Tourism – Pengembangan potensi hutan sagu adat Rutong.7. Restorative Justice Adat - Harmonisasi hukum positif dan hukum adat.8. Pembinaan UMKM dan Produk Kreatif  - Pemberdayaan ekonomi keluarga dan pemuda adat.Dalam sambutannya, Raja Negeri Rutong, Reza Valdo Maspaitella, menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas kehadiran Kapolda dan jajaran Polda Maluku di tanah adat mereka.“Kehadiran Kapolda Maluku menandakan bahwa negara benar-benar hadir di tengah masyarakat adat. Kami berkomitmen bahwa keamanan bukan hanya tugas POLRI, tetapi tanggung jawab bersama seluruh warga negeri,” ujar Raja Reza.Ia juga menegaskan bahwa pengembangan Negeri Rutong akan diarahkan pada pembangunan berkelanjutan berbasis kearifan lokal, dengan mengintegrasikan aspek keamanan, ketahanan pangan, ekonomi hijau, dan pelestarian budaya.Sementara itu, Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto menekankan bahwa kemitraan dengan masyarakat adat merupakan wujud nyata pendekatan keamanan modern yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama.“Saya hadir di sini agar Negeri Rutong dapat membangun kehidupan yang harmonis di Maluku ini, dan menjadi contoh bagi negeri-negeri lainnya. Kita harus memutus hidup dalam kekerasan dan membangun hidup yang penuh dengan kedamaian,” tegas Kapolda.Kapolda juga mengapresiasi inisiatif Pemerintah Negeri Rutong yang berorientasi pada pelestarian budaya dan penguatan ekonomi lokal melalui pengolahan sagu. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan visi POLRI untuk menciptakan keamanan yang berkelanjutan dan tumbuh dari masyarakat sendiri.Kunjungan kerja tersebut diakhiri dengan peninjauan langsung ke lokasi pengolahan sagu adat, simbol penting ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat adat Maluku.Melalui kemitraan ini, Polda Maluku berkomitmen untuk terus hadir mendukung pembangunan negeri yang aman, mandiri, dan berintegritas , dimulai dari akar budaya masyarakat adat yang menjadi sumber harmoni di bumi seribu pulau.Langkah Polda Maluku menjalin kolaborasi strategis dengan Negeri Rutong menunjukkan transformasi nyata wajah POLRI di daerah, dari institusi penegak hukum menjadi mitra sosial yang aktif membangun kehidupan masyarakat.Pendekatan berbasis kearifan lokal seperti yang diinisiasi di Negeri Rutong menjadi contoh bagaimana keamanan dapat dibangun dari bawah, berakar pada budaya, solidaritas, dan nilai gotong royong.Program ini tidak hanya memperkuat keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjadi fondasi pembangunan sosial-ekonomi berkelanjutan yang menempatkan masyarakat adat sebagai pelaku utama.Inisiatif seperti ini diharapkan dapat menjadi model sinergi POLRI dan masyarakat adat di wilayah lain di Indonesia Timur, menuju Maluku yang damai, berdaya, dan berkeadilan. PNO-12 04 Nov 2025, 13:52 WIT
Kapolda Maluku Jalin Silaturahmi Bersama Forkopimca dan Tokoh Masyarakat Taniwel Timur Papuanewsonline.com, Ambon – Kepala Kepolisian Daerah Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si, menegaskan pentingnya menjaga budaya "Pela Gandong" dan "Hidup Orang Basudara" sebagai fondasi utama dalam menjaga kedamaian, toleransi, dan persatuan.Usai mengakhiri kunjungan kerja di wilayah hukum Polres Maluku Tengah, Kapolda Maluku Irjen Prof. Dr. Dadang Hartanto, dan Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H, kembali melaksanakan silaturahmi dan makan siang bersama Forkopimca serta seluruh elemen masyarakat di Taniwel Timur, Sabtu (1/11/2025).Dalam lawatannya, Kapolda dan Wakapolda yang didampingi sejumlah Pejabat Utama Polda Maluku dan Kapolres Seram Bagian Barat (SBB) menyapa seluruh elemen masyarakat termasuk Pemerintah setempat di Gedung Serbaguna Kantor Camat Taniwel Timur.Pertemuan dengan seluruh stakeholder di kecamatan Taniwel Timur menjadi agenda lanjutan dalam rangkaian kunjungan kerja Kapolda di wilayah Polres SBB. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat serta sarana mempererat hubungan antara jajaran kepolisian, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.Kedatangan Kapolda yang didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Maluku beserta rombongan disambut secara adat oleh masyarakat Taniwel Timur yang dipimpin Plt. Camat Taniwel Timur, Thomas A. Mawene, S.Sos, didampingi Ketua PKK, Kapolsek Taniwel Timur IPTU Mika Pesiwarissa beserta Ketua Bhayangkari Ranting.Penyambutan ditandai dengan pengalungan syal kepada Kapolda dan Wakapolda Maluku, serta penyerahan bunga kepada Ketua dan Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Maluku.Selain itu, anak-anak perempuan Desa Waraloin menyerahkan dua ekor ayam jantan sebagai simbol adat penerimaan tamu kehormatan, disertai tarian adat Cakalele dan Maru-Maru yang menggambarkan semangat persaudaraan dan kebanggaan masyarakat Taniwel Timur.Usai prosesi penyambutan, kegiatan dilanjutkan dengan silaturahmi dan makan siang bersama seluruh unsur Muspika dan masyarakat Taniwel Timur.Plt. Camat Taniwel Timur Thomas A. Mawene, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kunjungan Kapolda Maluku. Ia menilai kehadiran Kapolda dan rombongan merupakan bentuk nyata perhatian pimpinan Polri terhadap masyarakat di wilayah pelosok Maluku.Sementara itu, Kapolda Maluku Prof. Dr. Dadang Hartanto menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat dari masyarakat Taniwel Timur. Ia mengaku kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk mendekatkan diri dengan masyarakat.“Kunjungan ini bukan sekadar agenda dinas, tetapi merupakan kesempatan bagi kami untuk menyapa, berdialog, dan mendengarkan langsung aspirasi masyarakat. Karena menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas polisi, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa,” ungkapnya.Kapolda menegaskan pentingnya menjaga budaya Pela Gandong dan semangat Hidup Orang Basudara yang menjadi ciri khas masyarakat Maluku sebagai fondasi utama menjaga kedamaian, toleransi, dan persatuan.“Mari kita rawat nilai-nilai basudara dan pela gandong ini. Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah. Keamanan daerah bukan hanya tanggung jawab TNI-Polri, tetapi hasil kerja bersama seluruh masyarakat,” tegasnya.Lebih lanjut, Kapolda menyampaikan pembangunan Polsek Taniwel Timur merupakan salah satu program strategis Polda Maluku dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah Seram Bagian Barat.Kapolda berharap dukungan seluruh pihak agar proses pembangunan dapat berjalan bertahap sesuai perencanaan. “Mohon doa dan dukungan agar rencana pembangunan Polsek Taniwel Timur dapat terwujud. Dengan kehadiran Polsek di sini, masyarakat akan semakin mudah mendapatkan pelayanan kepolisian yang cepat, dekat, dan humanis,” ucapnya.Pada kesemlatan itu Kapolda mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga generasi muda dari pengaruh negatif. Ia menekankan pentingnya pendidikan, budi pekerti, serta pengawasan penggunaan teknologi dan media sosial bagi anak-anak.“Dorong anak-anak kita untuk belajar, membaca, dan memanfaatkan teknologi dengan bijak. Jangan biarkan mereka mewarisi tradisi kekerasan atau perilaku yang tidak baik. Jadikan media sosial sebagai sarana belajar dan menambah wawasan,” pesan Kapolda.Menutup arahannya, Kapolda mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan, memperkuat kebersamaan, dan mendukung program pemerintah dalam membangun daerah.“Mari kita bergandengan tangan membangun Maluku yang damai, aman, dan sejahtera. Saya dan jajaran Polda Maluku akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutupnya. PNO-12 04 Nov 2025, 08:02 WIT
Siswa Diktuk Bintara Polri Gelar Baksos Bersama Siswa SMP Xaverius di Gereja Santo Yosep Passo Papuanewsonline.com, Ambon - Dalam semangat menjadikan Polisi yang Humanis, dekat dan bersahabat dengan masyarakat, siswa Diktuk Bintara Polri Angkatan 53 SPN Polda Maluku melaksanakan kegiatan bhakti sosial, berbaur dengan siswa SMP Xaverius di Gereja Katolik Santo Yosep, Passo, Kota Ambon, Jumat (31/10/2025).Bhakti sosial (baksos) yang dilaksanakan tersebut juga merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya sejak masa pendidikan.Selain baksos di Gereja Santo Yosep, kegiatan yang dihelat tersebut juga dirangkai dengan program Police Goes To School di SMP Xaverius, untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada para pelajar.Aksi sosial yang dilaksanakan dipimpin oleh Komandan Kompi Pengasuh SPN Polda Maluku, IPTU Romeo Pentury, S.H. Dalam kegiatan di SMP Xaverius, para siswa bintara berbaur dengan pelajar sekolah, bercerita, bercanda, dan bersenda gurau. "Kami berbaur bersama anak-anak sekolah dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Interaksi yang hangat ini mencerminkan kedekatan antara calon anggota Polri dengan masyarakat, khususnya generasi muda," kata Iptu Romeo.Kegiatan yang dilaksanakan tersebut, lanjut Romeo, menjadi pengalaman berharga bagi siswa Diktuk Bintara Polri dalam membangun kedekatan dengan masyarakat sejak dini.“Kami belajar menjadi sahabat bagi masyarakat, berinteraksi dengan adik-adik sekolah, dan menumbuhkan rasa empati serta semangat kebersamaan,” ujarnya.Kegiatan baksos dan police goes to school diapresiasi oleh Kepala SMP Xaverius Passo, Henrika Ohoiwirin. Ia juga menyampaika terima kasih atas kunjungan para siswa bintara. "Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan, karena memberikan dampak positif dan menumbuhkan citra Polri yang humanis dan dekat dengan masyarakat," jelasnya.Usai kegiatan di sekolah, para siswa Diktuk Bintara melanjutkan aksi sosial di Gereja Katolik Santo Yosep Paso. Dalam kegiatan Polisi Sahabat Masyarakat ini, mereka melaksanakan pembersihan lingkungan gereja bersama pihak pengurus dan jemaat setempat. Kegiatan dilakukan dengan semangat gotong royong dan kebersamaan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan tempat ibadah dan lingkungan masyarakat.Kepala SPN Polda Maluku Kombes Pol Romi Agusriansyah,S.I.K, menegaskan kegiatan ini merupakan wujud pembinaan karakter bagi para siswa agar menjadi anggota Polri yang humanis dan peduli terhadap masyarakat.“Polisi bukan hanya penegak hukum, tetapi juga sahabat bagi masyarakat. Melalui kegiatan sosial seperti ini, para siswa belajar menanamkan nilai empati, gotong royong, dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.Program ini menjadi bagian dari komitmen SPN Polda Maluku dalam membentuk personel Polri yang berintegritas, profesional, serta selalu hadir sebagai sahabat dan pelindung masyarakat. PNO-12 01 Nov 2025, 18:36 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT