logo-website
Rabu, 25 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Budaya Homepage
Perkuat Moral dan Integritas, Polda Maluku Gelar Pembinaan Rohani dan Mental bagi Personel Polri Papuanewsonline.com, Ambon - Dalam upaya memperkuat karakter, moral, dan spiritualitas aparatur kepolisian, Kepolisian Daerah (Polda) Maluku kembali menggelar kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) bagi personil Polri. Kegiatan ini dilaksanakan serentak pada Kamis, (9/10/2025), di sejumlah tempat ibadah di lingkungan Polda Maluku sesuai agama masing-masing.Kegiatan yang rutin dilaksanakan ini menjadi bagian dari program pembinaan sumber daya manusia (SDM) Polri, dengan tujuan membentuk personel yang beriman, berakhlak mulia, profesional, dan humanis dalam menjalankan tugas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.Binrohtal kali ini diikuti oleh pegawai Polda Maluku yang beragama Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, dan Hindu. Masing-masing kegiatan dipusatkan di tempat ibadah internal Polda, yakni:Musholla Ar Rahman untuk peserta beragama Islam, Ruangan Posko Biro Ops Lantai 2 bagi peserta Katolik,Gereja Oikumene Uriah untuk umat Kristen Protestan, dan Ruang Sidang BP4R Biro SDM bagi peserta beragama Hindu.Dalam kegiatan keagamaan tersebut, para peserta diajak memperdalam nilai-nilai spiritual, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan semangat pengabdian dan tanggung jawab moral sebagai anggota Polri.Untuk umat Islam, kegiatan diawali dengan Salat Dhuha, dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin, tausiyah oleh Ustadz Husein Abdul Aziz Arbi, Lc., M.A., serta arahan dari Karo SDM Polda Maluku, Kombes Pol. Jemi Junaidi, S.I.K., M.M.Turut hadir pula Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., dan personel PNPP dari berbagai satuan kerja.Bagi umat Katolik, kegiatan misa dan renungan dipimpin oleh Pastor Echa Wermasubun, serta diakhiri dengan arahan Karo Ops Polda Maluku, Kombes Pol. Ronald Reflie Rumondor, S.I.K., M.Si.Sementara umat Kristen Protestan melaksanakan ibadah yang dipimpin oleh Pdt. H. Thenu, S.Th., dengan pemberitaan Firman Tuhan serta refleksi firman Tuhan dan doa syafaat untuk memohon perlindungan dan penyertaan Tuhan bagi para pimpinan Polri dari Mabes Polri sampai ke tingkat Polda Maluku dan satuan kewilayahan.Sedangkan bagi umat Hindu, kegiatan meliputi Puja Trisandya, penyampaian materi pembinaan tugas anggota Polri oleh Ipda I Ketut Suhermantaka, serta diskusi dan doa penutup (Parama Santi).Karo SDM Polda Maluku, Kombes Pol. Jemi Junaidi, S.I.K., M.M., dalam penyampaiannya mengatakan, Binrohtal bukan hanya merupakan kegiatan rutinitas keagamaan semata, namun merupakan bagian integral dari pembinaan karakter anggota Polri.“Melalui kegiatan ini, Polda Maluku berupaya membentuk personel yang tidak hanya profesional dalam bekerja, tetapi juga memiliki hati nurani yang bersih dan peduli terhadap masyarakat,” ungkapnya.Kegiatan Binrohtal ini menegaskan komitmen Polda Maluku dalam mewujudkan Polri yang Presisi (prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan) dengan menempatkan pembinaan spiritual sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian.Dengan semangat kebersamaan lintas agama, kegiatan ini menjadi wujud nyata bahwa keberagaman justru memperkuat sinergi dan solidaritas di tubuh Polri, khususnya di wilayah Maluku yang dikenal dengan semangat hidup orang basudara. PNO-12 10 Okt 2025, 19:40 WIT
Kapolda Maluku Terima Audiensi Forum Pemuda Lintas Iman Papuanewsonline.com, Ambon – Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si menerima audiensi dari Forum Pemuda Lintas Iman Provinsi Maluku.Pertemuan yang menjadi ajang silaturahmi serta ruang dialog antara jajaran Polda Maluku dengan berbagai organisasi pemuda lintas agama ini merupakan upaya memperkuat sinergitas menjaga kedamaian, toleransi, dan keamanan sosial di Maluku.Dalam pertemuan itu, Kapolda didampingi Kabid Humas, Plt. Dir Intelkam, dan Kasubdit Bhabinkamtibmas Ditbinmas Polda Maluku. Sementara dari Forum Pemuda Lintas Iman Provinsi Maluku, hadir perwakilan dari berbagai organisasi pemuda lintas agama dan kepercayaan seperti BKPRMI, GAMKI, Permabudhi, KMHDI, Pemuda Katolik, KBPPP, KAMMI, HMI, PMII, GPI, Hima Persis, FKPPI, GMNI, dan lainnya.Kapolda Maluku menyampaikan apresiasi atas kehadiran Forum Pemuda Lintas Iman yang telah menunjukkan komitmen untuk menjaga keharmonisan dan stabilitas sosial di Bumi Raja-Raja.“Maluku ini milik kita bersama. Wilayah ini sangat damai dan toleran, tetapi kedamaian itu tidak datang begitu saja. Ia harus terus kita usahakan dan rawat bersama. Maluku akan menjadi tempat yang lebih baik jika dikelola dengan kebersamaan,” ujar Kapolda.Kapolda menegaskan, berbagai potensi konflik di Maluku harus disikapi secara serius melalui sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda.“Dua aspek penting yang harus kita jaga dalam penegakan hukum adalah legalitas dan legitimasi. Polri menjalankan hukum sesuai prosedur, namun dukungan masyarakat sangat penting agar penegakan hukum tidak ditentang oleh pihak-pihak tertentu,” tegasnya.Beliau juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat agar tidak mudah mengambil tindakan sendiri ketika terjadi permasalahan di lingkungan. “Kebiasaan menyelesaikan masalah dengan kekerasan atau pembakaran harus kita hentikan. Kita harus membangun budaya dialog dan hukum,” tambahnya.Kapolda juga menyoroti peran strategis pemuda dalam menjaga perdamaian. “Sering kali agresivitas di masyarakat berawal dari kalangan muda dari perkelahian, miras, hingga konflik kelompok. Karena itu, saya berharap organisasi pemuda turun langsung ke masyarakat untuk menjadi pelopor perubahan, pelindung perdamaian, dan jembatan antar komunitas,” ujarnya.Dalam kesempatan itu, Kapolda memaparkan langkah strategis Polda Maluku dalam menciptakan stabilitas wilayah, salah satunya melalui pembangunan Baileo Emarina atau Rumah Damai wadah rekonsiliasi sosial yang berorientasi pada titik-titik rawan konflik di Maluku. “Balileo Emarina ini kita desain sebagai rumah dialog dan kohesi sosial. Jika terjadi persoalan di masyarakat, di sinilah ruang penyelesaian tanpa kekerasan. Kami ingin melibatkan tokoh agama, adat, dan pemuda dalam wadah ini,” jelasnya.Kapolda menambahkan bahwa para Pejabat Utama Polda telah diturunkan untuk memetakan daerah rawan konflik, karakteristik masyarakat, serta pola interaksi sosial di tiap wilayah. “Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh mitra strategis seperti rekan-rekan pemuda lintas iman untuk bersama-sama membangun Maluku yang aman dan damai,” pungkasnya.Dalam sesi dialog, para pimpinan organisasi pemuda lintas agama menyampaikan aspirasi dan pandangan mereka.Ketua DPW BKPRMI Maluku Ahmad Ilham Sipahutar, M.Si menyampaikan bahwa banyak konflik di Maluku bermula dari perkelahian individu yang berkembang menjadi antar komunitas. Ia berharap Polri dapat merangkul para kepala pemuda di kampung-kampung agar berperan sebagai agen perdamaian.Ketua DPD Pemuda Katolik Maluku, Dominicus D. Oratmangun, menyoroti permasalahan ilegal oil di Aru dan kasus di Masihulan, serta meminta perhatian khusus agar penegakan hukum berjalan adil dan transparan.Perwakilan Gerakan Pemuda Islam (KAMMI) mengungkapkan keprihatinan terhadap kerusakan lingkungan di Gunung Botak akibat penggunaan merkuri dan berharap Polri bersama pemerintah menanganinya dengan serius. Mereka juga menyampaikan bahwa Polri yang terbuka terhadap kritik adalah Polri yang kuat.Perwakilan GAMKI Maluku, Frangki Mahakena, memberikan apresiasi kepada Kapolda yang aktif turun ke lapangan untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat. Ia menekankan pentingnya pelestarian nilai Pela Gandong yang menjadi simbol persaudaraan di Maluku.Dari KMHDI (Pemuda Hindu), disampaikan dukungan terhadap gagasan Rumah Damai serta harapan agar tokoh adat dan pemuka agama dilibatkan dalam wadah tersebut.Organisasi lain seperti PMII, GPI, GMNI, Hima Persis, dan FKPPI turut menyampaikan dukungan terhadap langkah-langkah Polda Maluku dalam menjaga keamanan dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.Audiensi berlangsung dalam suasana penuh rasa persaudaraan dan semangat “orang basudara” yang menjadi ciri khas masyarakat Maluku. Pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa perdamaian dan toleransi bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi komitmen bersama seluruh elemen bangsa.Kapolda Maluku menutup kegiatan dengan menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan, namun perdamaian harus dijaga. “Hukum harus ditegakkan, tetapi perdamaian harus tetap dijaga. Itulah keseimbangan yang ingin kita bangun bersama,” tutup Kapolda. PNO-12 08 Okt 2025, 20:24 WIT
Kapolda Terima Kunjungan Silaturahmi PWNU Maluku Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto S.H., S.I.K., M.Si menerima kunjungan silaturahmi dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Maluku, Selasa (7/10/25). Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan dengan PWNU yang dipimpin Ketua PWNU Maluku, Dr. H. Yamin, ini dihelat di ruang tamu Kapolda, Markas Polda Maluku, Tantui, Kota Ambon.Dalam pertemuan yang membahas berbagai hal strategis tersebut, Kapolda didampingi Kabid Humas Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K, dan Wadir Intelkam Polda Maluku AKBP. Frans Duma SP.Kapolda Maluku menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas kedatangan jajaran PWNU Maluku. Ia menekankan Polda Maluku pada prinsipnya selalu terbuka dalam membangun komunikasi, kerjasama, dan relasi harmonis dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan. "Kami menyampaikan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan Ketua PWNU bersama pengurus di Mapolda Maluku," kata Kapolda.Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara Polda dengan PWNU Maluku dalam bidang keamanan, kerukunan antarumat beragama, pemberdayaan masyarakat, serta dukungan terhadap program prioritas pemerintah."Polda Maluku terbuka untuk semua pihak yang memiliki tujuan baik demi masyarakat. Kami berharap Polda Maluku dan PWNU Maluku dapat terus memperkuat kerjasama yang baik, khususnya dalam menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif.PWNU Maluku, harap Kapolda, dapat menjadi penggerak dalam merawat persaudaraan dan perdamaian serta memperkuat hubungan toleransi antar sesama di bumi Raja-raja.Senada, Ketua PWNU Maluku, Dr. Yamin, yang juga selaku Kakanwil Agama Maluku, menyampaikan terima kasih kepada Kapolda dan Jajaran yang telah menerima kedatangan pihaknya.PWNU, kata Yamin, akan mendukung program Polda Maluku untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat."Kami juga berharap agar kerjasama yang terjalin selama ini antara Polda Maluku dengan PWNU Maluku akan semakin kuat," harapnya. PNO-12 08 Okt 2025, 18:49 WIT
Subuh Berjamaah di Masjid Al-Ikhsan, Kapolda Maluku: Pererat Hubungan Basudara Papuanewsonline.com, Ambon – Sholat subuh keliling kerap dilakukan Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si, sebagai upaya menjaga silaturahmi, mempererat hubungan Polri dengan masyarakat, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Maluku. Hari ini, Selasa (7/10/2025), didampingi Wakapolda Maluku, Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H, Kapolda kembali menjalankan sholat subuh secara berjamaah di Masjid Al-Ikhsan, Jalan Laksdya Leo Wattimena, Desa Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.Kegiatan ini turut diikuti sejumlah pejabat utama Polda Maluku, yaitu Dirreskrimsus, Dirresnarkoba, serta Kapolsek Baguala Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease bersama personel. Turut hadir Imam Masjid Al-Ikhsan, Ketua Badan Pengurus Masjid, dan para jamaah dari masyarakat sekitar.Usai menunaikan ibadah sholat subuh secara berjamaah, Kapolda Maluku berkesempatan berinteraksi langsung dengan para jamaah. Dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, Kapolda menyampaikan pesan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat). Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku.“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan dan peran aktif masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan damai. Mari kita jaga Maluku ini dengan semangat hidup orang basudara, karena keamanan adalah tanggung jawab kita bersama,” ajak Kapolda.Selain memberikan imbauan, Irjen Dadang Hartanto juga mendengarkan secara langsung berbagai masukan dari masyarakat terkait situasi keamanan di lingkungan sekitar. Hal ini menjadi bagian dari upaya Polda Maluku dalam membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat sehingga aspirasi dan kebutuhan keamanan warga dapat segera direspons oleh kepolisian.Kapolda menegaskan, Polri, Polda Maluku selalu terbuka dan siap melayani masyarakat kapan saja dibutuhkan. Ia juga mengimbau warga untuk tidak ragu menghubungi aparat kepolisian apabila membutuhkan bantuan atau menemukan potensi gangguan kamtibmas di wilayahnya.“Polda Maluku berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan rasa aman, serta memperkuat ikatan sosial dan spiritual melalui kegiatan keagamaan seperti ini. Dengan kebersamaan, kita wujudkan Maluku yang aman, kondusif, damai, dan sejahtera,” tambahnya.Suasana keakraban tampak jelas antara aparat kepolisian dan masyarakat, menggambarkan sinergi nyata antara Polri dan warga dalam membangun keamanan dan ketenteraman di bumi raja-raja. PNO-12 08 Okt 2025, 18:32 WIT
Kapolda Maluku Lakukan Kunjungan ke Benteng Nieuw Victoria Papuanewsonline.com, Ambon – Kapolda Maluku, Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si, mengajak seluruh jajaran TNI, Polri, dan masyarakat Maluku untuk terus meneladani nilai perjuangan Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura. Pesan ini disampaikannya saat melakukan kunjungan ke tempat jejak perjuangan Kapitan Pattimura yang berada di Markas Detasemen Kavaleri 5/Birgus Latro Cakti (Denkav 5/BLC) di Ambon, Minggu (5/10/2025).Dalam kunjungan tersebut, Kapolda didampingi Wakapolda Maluku Brigjen Pol Imam Thobroni, S.I.K., M.H disambut langsung oleh jajaran Denkav 5/BLC. Agenda silaturahmi ini tidak hanya menjadi bentuk penguatan sinergi TNI–Polri, tetapi juga momen refleksi akan nilai pengabdian dan keberanian yang diwariskan Kapitan Pattimura.Kapolda Maluku bersama rombongan meninjau Benteng Nieuw Victoria, situs bersejarah peninggalan masa kolonial yang menyimpan jejak heroisme Pattimura dan rakyat Maluku, termasuk juga sejumlah fasilitas Denkav 5/BLC, Rombongan mengunjungi gerbang utama benteng, ruang bawah tanah yang pernah menjadi tempat penahanan para pejuang, hingga area makam peninggalan VOC. Setiap sudut menghadirkan kesadaran mendalam bahwa kemerdekaan bangsa diperoleh melalui perjuangan panjang dan pengorbanan besar.“Benteng ini menyimpan pesan moral yang sangat kuat. Perjuangan, pengorbanan, dan cinta tanah air tidak boleh luntur. Nilai-nilai itu harus dihidupi oleh generasi muda yang akan meneruskan estafet perjuangan bangsa,” tegas Kapolda dalam sambutannya.Kapolda Maluku menekankan bahwa perjuangan Pattimura tidak hanya dilihat dari keberaniannya melawan penjajahan, tetapi juga dari nilai moral yang diwariskan, yakni solidaritas, kejujuran, tanggung jawab, dan persaudaraan tanpa batas.“TNI dan Polri adalah dua pilar utama pertahanan dan keamanan negara, sekaligus pewaris nilai luhur bangsa. Semangat Pattimura harus mengalir dalam setiap langkah pengabdian kita,” ujarnya.Menurut Kapolda, tantangan masa kini berbeda dengan masa penjajahan. Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan senjata, maka hari ini perjuangan diwujudkan melalui kerja nyata, disiplin, serta dedikasi menjaga kedamaian, melawan disinformasi, dan membangun semangat kebangsaan.Dalam kunjungan itu, Kapolda Maluku juga menyampaikan apresiasi kepada Denkav 5/BLC yang telah merawat Benteng Nieuw Victoria sebagai bagian dari warisan sejarah bangsa.“Sejarah adalah cermin jati diri bangsa. Bila kita melupakan sejarah, kita akan kehilangan arah. Karena itu, pelestarian situs ini tidak hanya menjaga fisik bangunan, tetapi juga melestarikan nilai perjuangan dan nasionalisme,” tuturnya.Ia mengajak seluruh komponen bangsa untuk menumbuhkan semangat “orang basudara” falsafah lokal yang menekankan kebersamaan, gotong royong, dan saling menghargai.“Semangat Pattimura sejatinya adalah semangat persaudaraan. Bersatu, saling menopang, dan berjuang bersama demi bangsa dan negara. Itulah warisan yang harus kita jaga untuk generasi mendatang,” tambahnya.Kunjungan Kapolda ke Denkav 5/BLC juga menegaskan soliditas TNI–Polri di Maluku. Suasana penuh keakraban dan kebersamaan selama kegiatan mencerminkan bahwa semangat Pattimura tetap hidup dalam tubuh aparat keamanan saat ini.Di bawah bayang-bayang Benteng Nieuw Victoria, pesan Pattimura seakan hadir kembali: “Beta mati, tapi semangat Pattimura tidak akan mati.” Semangat itulah yang kini dijaga oleh TNI, Polri, dan masyarakat Maluku terutama para generasi muda Maluku dalam mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. PNO-12 07 Okt 2025, 08:05 WIT
Toleransi Beragama, Polwan Maluku Amankan Ibadah Umat Kristiani di Sejumlah Gereja Ambon Papuanewsonline.com, Ambon - Anggota Kepolisian Wanita (Polwan) Polda Maluku bersama Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, terus mengamankan ibadah umat Kristiani di sejumlah Gereja di kota Ambon, Minggu (15/6/2025).Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.IK, mengatakan, pengamanan ibadah umat Kristiani ini merupakan wujud nyata dari bentuk toleransi antar umat beragama yang menjadi simbol kerukunan hidup orang basudara di Maluku.Pengamanan dilakukan di sejumlah Gereja di Ambon. Di antaranya Gereja Maranatha, Gereja Katedral, Gereja Galilea Galala, Gereja Rock Halong, dan Gereja Silo.Selain melakukan pengamanan, personel juga mengatur arus lalulintas hingga membantu menyeberangi jalan para jemaat yang akan dan setelah melaksanakan ibadah.Pengamanan rumah ibadah, kata Kombes Rositah, merupakan instruksi Kapolda Maluku, Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto untuk seluruh personel Polri melaksanakan yang terbaik bagi masyarakat.Ia mengaku pengamanan tempat-tempat ibadah dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat sehingga dapat menjalankan ibadah secara khusyu."Pengamanan pelaksanaan ibadah di sejumlah gereja ini dilakukan oleh personel Polwan yang beragama Islam. Ini sebagai bentuk nyata dari semangat toleransi antar umat beragama di wilayah Maluku," ungkapnya.Kabid Humas mengatakan, Kapolda Maluku menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sebatas upaya menjaga keamanan, tetapi juga sebagai simbol keharmonisan dan kerukunan antarumat beragama di Maluku. “Kami ingin memastikan bahwa setiap warga dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman. Pengamanan ini juga menunjukkan bahwa kebersamaan dan toleransi adalah bagian dari nilai luhur yang terus dijaga di Maluku,” jelasnya.Selama kegiatan berlangsung, situasi keamanan dan ketertiban tetap terjaga dengan baik. Pelaksanaan ibadah umat Kristiani di lima gereja tersebut berjalan dengan aman dan khidmat. Selain itu, arus lalu lintas di sekitar lokasi juga terpantau tertib dan lancar. PNO-12 07 Okt 2025, 07:30 WIT
Temui Raja Seith, Polresta Ambon Tegaskan Pelaku Ujaran Kebencian Sudah Diamankan Papuanewsonline.com, Leihitu – Beredar video ujaran kebencian terhadap masyarakat Negeri Seith, Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah yang diduga diposting oknum pelajar berinisial FP di media sosial.Terkait postingan tersebut, aparat Polresta Pulau Ambon dan P.P Lease yang dipimpin Kasat Binmas AKP. Djafar Lessy, melakukan pertemuan dengan masyarakat di kediaman Raja Negeri Seith, Jumat (3/10/2025).Dalam pertemuan itu, Kasat Binmas menegaskan oknum pelajar yang memposting video ujaran kebencian berupa pengancaman telah diamankan. Perbuatan yang bersangkutan juga adalah atas nama pribadi bukan mewakili kampung asalnya."Kami tegaskan bahwa pelaku sudah diamankan. Perbuatan tersebut adalah tindakan pribadi oknum dan tidak boleh dibawa atas nama negeri," tegas AKP. Djafar Lessy dalam pertemuan yang turut dihadiri Raja Seith Rivi Ramli Nukuhehe, Camat Leihitu, Sigit Djuliansah Sanduan, S.STP., M.Si, Kapolsek Leihitu IPTU M. Irwan Nismon Sifu, Pejabat Negeri Hila Kasim Ely, S.Sos, Bhabinkamtibmas Negeri Seith dan Negeri Hila, Babinsa Negeri Hila, Ketua Saniri Negeri Seith Said Aihena, serta tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat Negeri Seith.Polisi, lanjut Djafar Lessy yang merupakan mantan Kapolsek Leihitu ini, akan menindaklanjuti persoalan ini secara bijak sesuai aturan hukum yang berlaku.Sebelumnya, Raja Seith meminta pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku. Ini sebagai efek jera dan menjadi pelajaran bagi generasi muda. Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dan guru dalam mengawasi anak-anak, terutama dalam penggunaan media sosial agar tidak disalahgunakan.Sementara itu, Pejabat Negeri Hila, menyampaikan permohonan maaf atas perbuatan pelajar tersebut. Ia menekankan bahwa kehadiran mereka adalah untuk mencari solusi bersama agar masalah tidak melebar dan menimbulkan konflik baru.Senada dengan itu, Kapolsek Leihitu menegaskan bahwa langkah pengamanan terhadap pelaku merupakan upaya pencegahan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mengingat pelaku masih berstatus pelajar dan di bawah umur, penanganannya akan melibatkan pendampingan dari instansi terkait.Camat Leihitu Sigit Djuliansah Sanduan menambahkan, peristiwa ini harus menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, khususnya generasi muda, agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia menekankan pentingnya pembentukan kesadaran hukum melalui Pos Gakum dan Kadarkum di setiap negeri, sekaligus menggagas pelopor perdamaian di Kecamatan Leihitu.Pertemuan yang berjalan damai ini menyepakati kasus ini tetap diproses sesuai hukum, namun penyelesaian juga ditempuh melalui jalur kekeluargaan dengan tetap menjaga kondusifitas masyarakat. Raja Negeri Seith menyatakan akan menyampaikan hasil kesepakatan ini kepada masyarakat, sementara pelaku untuk sementara diamankan di Polsek Leihitu. PNO-12 05 Okt 2025, 14:50 WIT
Subuh Berjamaah di Masjid Nurul Ikhlas Arbes, Kapolda Maluku: Jaga Persaudaraan & Keamanan Papuanewsonline.com, Ambon – Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si didampingi Wakapolda Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H melaksanakan Sholat Subuh Berjamaah bersama masyarakat di Masjid Nurul Ikhlas Arbes, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Sabtu (4/10/2025).Turut hadir dalam sholat yang diimami Imam Masjid Nurul Ikhlas ini yaitu Kepala SPN dan Kabid Dokkes Polda Maluku, Kapolsek Sirimau beserta personel. Sholat subuh berjamaah yang dilakukan Kapolda dan Wakapolda bersama para pejabat utama Polda Maluku menjadi wujud nyata kedekatan Polri dengan masyarakat, khususnya melalui pendekatan keagamaan.Kapolda menyampaikan pesan penting terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Ia mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk terus menjaga dan memperkuat nilai hidup orang basudara yang sudah menjadi identitas serta kearifan lokal di daerah ini.“Mari kita terus berbuat kebaikan, saling menghargai, dan menjaga persaudaraan. Dengan kebersamaan antara masyarakat dan Polri, situasi Kamtibmas di Maluku akan tetap aman, damai, dan kondusif,” pintanya.Kapolda menekankan, pendekatan melalui peribadatan keagamaan merupakan salah satu upaya yang efektif dalam mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Melalui kegiatan keagamaan, Polri dapat lebih dekat, mendengar aspirasi masyarakat secara langsung, sekaligus menanamkan nilai-nilai kedamaian, toleransi, dan kerukunan antar umat beragama.Kapolda juga menegaskan, menjaga keamanan bukan hanya tugas Polri semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia mengajak jamaah masjid serta warga sekitar untuk aktif berperan serta dalam mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan harmonis.“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh dukungan masyarakat. Dengan kebersamaan, kita bisa mencegah potensi gangguan keamanan dan menciptakan Maluku yang damai serta penuh persaudaraan,” tambahnya. PNO-12 04 Okt 2025, 19:14 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT