Papuanewsonline.com
Pickup Pengangkut Air Terguling Di Pertigaan Hasanuddin, Pengendara Baru Belajar Mengemudi
PTFI Setor Rp4,8 Triliun: Mimika Terima Bagian Terbesar, Total Kontribusi Capai Rp75 Triliun
Lapas Timika Gelar Ikrar Bersih Dari Hp Ilegal, Narkoba, Dan Penipuan
Lima Warga Diklaim Tewas di Kali Kabur, TPNPB Soroti Operasi Militer di Tembagapura
BADKO HMI dan Polda Papua Sepakati Sinergi, Fokus Tangani Tambang Ilegal hingga Hoaks Digital
Enam Warga Sipil Ditembak Di Tembagapura, Aktivis Deby Santoso Desak Proses Hukum Transparan
Direktur Law Firm Golda: Transaksi Perkara Di Timika Semakin Subur, Masyarakat Miskin Jadi Korban
BADKO HMI Papua Dukung Penertiban Tambang Ilegal oleh Gubernur Papua Tengah
DPR Papua Tengah, Mimika dan Puncak Bentuk Tim Khusus Tangani Konflik Kwamki Narama
Kejati Papua Mandul Tetapkan Yunus Wonda Jadi Tersangka, Mahasiswa Kembali Geruduk Kejagung
BERITA TAG Budaya
Homepage
Gelar Gaktibplin, Polda Maluku Perketat Pengawasan Disiplin & Etika Anggota
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah (Polda) Maluku terus mengintensifkan langkah pengawasan melekat terhadap seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik personel Polri maupun Aparatur Sipil Negara (ASN), guna meminimalisir potensi pelanggaran disiplin, kode etik, maupun pidana di lingkungan kerja.Sebagai bentuk konkret dari komitmen tersebut, Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Maluku melaksanakan kegiatan Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) pada Kamis (23/10/2025), dengan sasaran personel Biro Logistik dan Direktorat Binmas Polda Maluku.Kegiatan Gaktibplin tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Hartib Subbid Provos Bidpropam Polda Maluku, AKP Yabez Payung, bersama sejumlah perwira dan personel pengawas lainnya.Sementara itu Kabid Propam Polda Maluku, Kombes Pol Indera Gunawan, S.I.K. menegaskan, pelaksanaan Gaktibplin merupakan bagian dari strategi Polda Maluku dalam mengoptimalkan pengawasan melekat terhadap PNPP, agar setiap personel senantiasa menjaga integritas, kedisiplinan, dan profesionalisme dalam bertugas.“Gaktibplin bukan hanya rutinitas, tapi bentuk nyata komitmen kami untuk menumbuhkan budaya disiplin dan kepatuhan di internal Polri. Setiap anggota harus menjadi teladan dalam hal kerapian, kepatuhan administrasi, dan perilaku sehari-hari,” tegas Kabid Propam.Dalam kegiatan tersebut, Bidpropam melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap personel di dua satuan kerja, mencakup kelengkapan administrasi pribadi (KTA, STNK, identitas diri), kedisiplinan penampilan (sikap tampang), pemeriksaan senjata api dinas (senpi), penggunaan handphone terkait judi online (judol), serta tes urine.Dari hasil pemeriksaan terhadap total 96 personel, kegiatan berjalan tertib dan kondusif. Meski sebagian besar personel menunjukkan kepatuhan tinggi, Bidpropam masih menemukan sejumlah pelanggaran ringan, di antaranya:Rambut tidak sesuai ketentuan,Penggunaan papan nama tidak standar,Beberapa personel tidak dapat menunjukkan STNK kendaraan pribadi,KTA yang telah habis masa berlaku.Sementara hasil pemeriksaan terhadap senjata api, penggunaan gawai, dan tes urine menunjukkan nihil pelanggaran, yang mencerminkan kesadaran tinggi anggota terhadap aturan dan tanggung jawabnya.“Bagi personel yang melanggar, kami berikan teguran disiplin dan segera melaporkan hasilnya kepada pimpinan satuan kerja masing-masing. Kami ingin memastikan penegakan aturan berjalan objektif dan konsisten,” ujar Kabid Propam.Pada kesempatan terpisah saat dikonfirmasi menyangkut kegiatan Gaktiblin yang di gelar oleh Bidpropam, Kapolda Maluku Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., menyampaikan apresiasi atas langkah Bidpropam yang terus menjaga kedisiplinan internal. Menurutnya, pengawasan melekat (waskat) menjadi bagian penting dalam mewujudkan institusi Polri yang bersih dan profesional.“Keteladanan anggota Polri harus dimulai dari dalam. Disiplin internal adalah fondasi untuk membangun kepercayaan publik. Kami ingin setiap anggota menunjukkan integritas dan tanggung jawab penuh dalam tugasnya,” tegas Kapolda.Kapolda menambahkan, kegiatan pengawasan tidak hanya dimaknai sebagai tindakan penegakan hukum, tetapi juga upaya pembinaan untuk memperkuat karakter dan mental personel Polri agar tetap Presisi dan beretika.Bidpropam Polda Maluku akan terus melaksanakan kegiatan Gaktibplin secara berjenjang, terjadwal, dan berkelanjutan di seluruh satuan kerja. Pengawasan dilakukan tidak hanya dengan pendekatan represif, tetapi juga edukatif dan preventif, agar kesadaran disiplin tumbuh secara alami di setiap individu.“Kami tidak hanya menegur, tapi juga membina. Tujuan akhirnya adalah membentuk personel Polri yang disiplin, berintegritas, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” tutup Kabid Propam Polda Maluku.Melalui langkah konsisten ini, Polda Maluku terus meneguhkan komitmennya dalam mewujudkan Polri yang Presisi, profesional, dan berintegritas tinggi,dengan pengawasan melekat sebagai pilar utama reformasi internal. PNO-12
24 Okt 2025, 08:47 WIT
Ramah Tamah Purna Bhakti, Kapolda Maluku: Jadilah Teladan Bagi Masyarakat
Papuanewsonline.com, Ambon - Usai pelaksanaan upacara wisuda purna bhakti personel dan ASN, Kepolisian Daerah Maluku menggelar kegiatan ramah tamah yang berlangsung di lantai 2 Mapolda Maluku, Tantui, Kota Ambon, Rabu (22/10/2025).Kegiatan ramah tamah dihadiri langsung oleh Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto S.H., S.I.K., M.Si bersama Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni S.I.K., M.H, Irwasda Kombes Pol. Marthin Luther Hutagaol S.I.K dan seluruh Pejabat Utama Polda Maluku.Turut hadir dalam acara tersebut yaitu pimpinan PP Polri Wilayah Maluku AKBP. (Pur) Esterlina Nirahua S.H., M.H bersama Pimpinan PT. Asabri Cabang Ambon.Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto dalam arahannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel dan ASN Polda Maluku yang telah Purna Bhakti. Ucapan tersebut disampaikan atas dedikasi dan loyalitas mereka selama bertugas di Polda Maluku."Atas nama pimpinan Polri menyampaikan terima kasih kepada Bapak dan Ibu semua yang telah mengabdikan diri di institusi Polri selama kurang lebih 30 tahun," ungkapnya.Puluhan tahun mengabdikan diri kepada bangsa dan negara melalui institusi Polri, kata Profesor Dadang Hartanto, bukan waktu yang singkat. "Terima kasih atas pengabdiannya selama ini, sudah membawa Polda Maluku menjadi lebih baik," ujarnya.Meski telah purna tugas dari institusi Polri, Kapolda mengingatkan para purnawirawan tersebut agar tetap menjadi insan Rastra Sewakottama, sebagai abdi utama daripada nusa dan bangsa."Walau sudah tidak berada di institusi Polri namun sebagai insan Rasta Sewakotama kewajiban kita adalah tetap menjaga Polri dengan baik. Saya juga berharap nantinya setelah kembali ke masyarakat Bapak dan Ibu semua bisa tetap berkarya dan menjadi garda terdepan dalam menjaga Kamtibmas yang kondusif untuk Nusa dan Bangsa yang kita cintai," pintanya.Para pensiunan Polri juga diingatkan untuk terus menjalankan janji setia. Kapolda menekankan agar dapat menjadi panutan di tengah masyarakat. "Sekali Bhayangkara kita tetap Bhayangkara," tegas Kapolda.Kepada para pensiunan, Kapolda juga meminta untuk selalu menjaga tali silaturahmi dengan Polri, khususnya Polda Maluku. "Seluruh personel dan ASN yang purna bakti agar dapat menjaga kesehatan diri dan terus berkarya dengan tetap menjaga jati diri sebagai insan Rasta Sewakotama," pungkasnya.Pada acara ramah tamah tersebut, Kapolda yang didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Maluku, juga menyerahkan bingkisan cendramata kepada perwakilan personel Polri dan ASN Polda Maluku yang telah masuk purna bhakti. PNO-12
24 Okt 2025, 08:31 WIT
Berbagi Kepedulian Dalam Rangka HUT ke-74 Humas Polri, Polda Maluku Gelar Donor Darah
Papuanewsonline.com, Ambon - Dalam semangat mewujudkan “Polisi Humanis, Harapan Masyarakat”, tema besar Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Humas Polri tahun 2025, Bidang Hubungan Masyarakat (Bid Humas) Polda Maluku dan jajaran humas di seluruh Polres secara serentak melaksanakan Bakti Kesehatan Donor Darah, Kamis (23/10/2025).Kegiatan ini menjadi momentum penting yang menunjukkan bahwa Humas Polri tidak hanya berperan sebagai pengelola informasi, tetapi juga sebagai penggerak kepedulian sosial yang nyata di tengah masyarakat.Di wilayah Ambon, kegiatan donor darah dipusatkan di Aula Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, dengan melibatkan ratusan peserta dari berbagai kalangan mulai dari personel Polri, siswa Diktuk Bintara SPN Polda Maluku, hingga mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) dan masyarakat.Turut hadir dan ikut mendonorkan darah, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.IK., Wakapolresta Ambon & Pulau-Pulau Lease, para Perwira Bidhumas Polda Maluku dan Kasi Humas Polresta Ambon, serta jajaran pejabat dan personel kepolisian lainnya.Kombes Pol Rositah Umasugi menyampaikan rasa bangganya atas semangat kemanusiaan yang ditunjukkan para peserta di seluruh jajaran Humas Polda Maluku.“Alhamdulillah, hari ini seluruh jajaran Humas Polda Maluku melaksanakan donor darah secara serentak dalam rangka HUT Humas Polri ke-74. Semangatnya luar biasa, tidak hanya di Polda, tapi juga di seluruh Polres jajaran. Total, kami berhasil mengumpulkan 139 kantong darah,” ujarnya.Ia menegaskan, kegiatan donor darah ini merupakan perwujudan konkret dari nilai-nilai Polisi Humanis yang menjadi napas dari setiap insan Humas Polri.“Aksi donor darah ini bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi bukti nyata komitmen Polri untuk hadir bagi masyarakat. Setetes darah yang disumbangkan hari ini adalah wujud kasih, kepedulian, dan harapan bagi mereka yang membutuhkan,” lanjut Kombes Rositah.Menurutnya, di usia ke-74 tahun, Humas Polri terus bertransformasi menjadi institusi yang tidak hanya komunikatif dan transparan, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan kemanusiaan dan sosial.“Kami ingin menunjukkan bahwa Humas Polri adalah wajah Polri yang humanis. Kami mengajak masyarakat untuk terus bersinergi, memperkuat komunikasi, dan menumbuhkan kepercayaan bersama demi pelayanan publik yang Presisi dan Humanis,” tandasnya.Seluruh kantong darah yang berhasil dikumpulkan dari kegiatan serentak ini akan diserahkan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) untuk memperkuat stok darah di wilayah Maluku dan membantu pasien yang membutuhkan.Melalui aksi kemanusiaan ini, Polda Maluku menegaskan bahwa semangat “Polisi Humanis, Harapan Masyarakat” bukan sekadar slogan, melainkan gerakan nyata yang memberi manfaat langsung bagi kehidupan banyak orang. PNO-12
24 Okt 2025, 07:24 WIT
Tujuh Kepala Suku dan Lembaga P2MA PTP Nyatakan Dukungan kepada Frans Pigome untuk Pimpin PTFI
Papuanewsonline.com, Timika — Dinamika
kepemimpinan di tubuh PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali menjadi sorotan
setelah Lembaga Pemberdayaan dan Perlindungan Masyarakat Adat Papua Tambang
(P2MA PTP) bersama tujuh kepala suku besar di wilayah Mimika menyampaikan dukungan
resmi kepada Frans Pigome untuk menjabat sebagai Presiden Direktur PTFI.
Pernyataan dukungan ini
disampaikan secara terbuka melalui pertemuan adat di Timika, yang dihadiri oleh
tokoh adat, masyarakat, dan perwakilan pemuda dari wilayah yang terdampak
langsung oleh aktivitas pertambangan Freeport. Dukungan tersebut dianggap
sebagai aspirasi moral dan politik masyarakat adat Papua, yang menuntut agar
posisi pimpinan tertinggi perusahaan tambang terbesar di Indonesia itu diisi
oleh putra asli Papua.
Ketua P2MA PTP Ruben Kobogau
bersama Sekretaris Jenderal Yonas Magai dalam pernyataannya menegaskan bahwa
dukungan ini tidak sekadar merupakan dorongan personal terhadap Frans Pigome,
melainkan bentuk komitmen masyarakat adat untuk memperjuangkan representasi
orang asli Papua (OAP) di posisi strategis perusahaan yang selama puluhan tahun
beroperasi di tanah mereka.
“Kami, tujuh kepala suku yang
wilayah adatnya bersinggungan langsung dengan aktivitas tambang Freeport,
menilai bahwa sudah saatnya putra asli Papua memimpin perusahaan ini. Kami
percaya Frans Pigome memiliki kapasitas, pengalaman, dan integritas untuk membawa
Freeport menjadi perusahaan yang berkeadilan bagi rakyat Papua,” ujar Ruben
Kobogau, didampingi Yonas Magai.
Pernyataan tersebut disambut
hangat oleh para kepala suku yang hadir. Mereka menegaskan bahwa dukungan ini
mencerminkan semangat Otonomi Khusus Papua, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang
Nomor 2 Tahun 2021 tentang perubahan atas UU Nomor 21 Tahun 2001.
Dalam pandangan masyarakat adat, Frans
Pigome dipandang sebagai figur yang memahami dinamika sosial, ekonomi, dan
budaya Papua secara menyeluruh. Ia dinilai mampu menjadi jembatan antara
perusahaan dan masyarakat lokal, sekaligus membawa visi pembangunan
berkelanjutan yang berpihak pada kesejahteraan orang asli Papua.
“Kami melihat sosok Frans Pigome
sebagai pemimpin yang mampu mempersatukan semua pihak. Ia bukan hanya
representasi OAP, tetapi juga simbol harapan agar Freeport lebih manusiawi dan
berpihak pada masyarakat sekitar tambang,” ungkap salah satu kepala suku yang
turut menandatangani pernyataan dukungan.
Selain soal kepemimpinan, para
tokoh adat juga menyoroti pentingnya perubahan paradigma dalam pengelolaan
hasil tambang agar manfaat ekonomi yang dihasilkan tidak hanya dirasakan oleh
segelintir pihak, melainkan juga oleh masyarakat adat di wilayah operasi.
Melalui momentum ini, P2MA PTP
menekankan perlunya penguatan kebijakan afirmatif di bidang ketenagakerjaan,
pendidikan, dan pengelolaan lingkungan di area operasi Freeport.
Mereka mendorong agar perusahaan
memberi ruang lebih luas bagi tenaga kerja OAP, meningkatkan pendidikan vokasi
berbasis kebutuhan industri tambang, serta menjalankan program pelestarian
lingkungan yang transparan dan berkelanjutan.
“Freeport beroperasi di tanah
Papua selama puluhan tahun. Sudah saatnya manfaatnya benar-benar dirasakan oleh
anak-anak asli negeri ini — bukan hanya dalam bentuk bantuan sosial, tapi juga
pemberdayaan yang nyata,” kata Yonas Magai.
Menurutnya, keberadaan Frans
Pigome di posisi puncak akan menjadi tonggak sejarah baru dalam perjuangan
masyarakat adat Papua untuk mendapatkan keadilan ekonomi dan pengakuan politik
di sektor strategis nasional.
Dalam pernyataan penutup, para
tokoh adat dan pimpinan P2MA PTP menyerukan agar Pemerintah Pusat, Pemerintah
Daerah Papua, dan manajemen PTFI mendengarkan aspirasi ini dengan penuh
tanggung jawab. Mereka menilai, dukungan terhadap Frans Pigome bukan semata
dorongan politik, melainkan seruan moral bangsa agar pembangunan di Papua
dilakukan dengan mengutamakan partisipasi dan kepemimpinan lokal.
“Kami tidak ingin hanya menjadi
penonton di tanah sendiri. Kami ingin ikut menentukan arah masa depan Papua,
termasuk dalam perusahaan besar seperti Freeport. Dukungan kami kepada Frans
Pigome adalah simbol dari harapan itu,” ujar Ruben Kobogau tegas.
Pertemuan adat tersebut diakhiri
dengan doa bersama dan penandatanganan dokumen pernyataan dukungan dari tujuh
kepala suku besar, yang menjadi bagian dari wilayah terdampak langsung
aktivitas PTFI. (GF)
23 Okt 2025, 14:20 WIT
Festival Pesona Meti Kei 2025 Resmi Dibuka: Perpaduan Budaya, Alam, dan Kebersamaan yang Menyatu
Papuanewsonline.com, Maluku
Tenggara — Langit biru dan semilir angin laut menjadi saksi kemeriahan
pembukaan Festival Pesona Meti Kei 2025 yang digelar di Kabupaten Maluku
Tenggara. Festival yang berlangsung dari 21 hingga 27 Oktober 2025 ini menjadi
momen istimewa bagi masyarakat Kepulauan Kei untuk merayakan keindahan alam
sekaligus kekayaan budaya lokal. Pembukaan festival ditandai
dengan pelepasan balon berwarna-warni ke udara oleh Bupati Maluku Tenggara,
Muhamad Thaher Hanubun, bersama unsur Forkopimda, TNI, dan Polri di kawasan Monumen
Evav Langgur. Momen simbolis ini menandai dimulainya rangkaian acara yang
menggabungkan seni, budaya, dan tradisi bahari masyarakat Kei. Festival ini berakar dari
fenomena alam khas Kepulauan Kei yang disebut “Meti Kei”, yaitu peristiwa
pasang surut laut ekstrem di mana air laut surut hingga sejauh ratusan meter,
memperlihatkan dasar laut yang luas seperti hamparan daratan baru. Fenomena ini
tidak hanya menakjubkan, tetapi juga menjadi simbol hubungan harmonis antara masyarakat
Kei dengan alam lautnya. Salah satu kegiatan paling
dinantikan adalah tradisi “Wer Warat”, yakni penangkapan ikan secara
tradisional menggunakan daun kelapa yang dibentangkan di laut dan ditarik
bersama-sama oleh masyarakat. Tradisi ini bukan sekadar kegiatan menangkap
ikan, tetapi juga lambang kebersamaan dan kerja sama masyarakat pesisir. “Festival ini tidak hanya untuk
hiburan, tapi juga menjadi wadah untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya,
tradisi, dan semangat gotong royong masyarakat Kei kepada dunia,” ujar Bupati
Muhamad Thaher Hanubun dalam sambutannya. Selain Wer Warat, Festival Pesona
Meti Kei 2025 juga menghadirkan berbagai acara menarik seperti Lomba Goyang
Kreasi Meti Kei, pameran kuliner lokal, ekspedisi wisata alam, pagelaran musik
tradisional, hingga lomba perahu hias. Acara ini menjadi magnet bagi
wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin menikmati perpaduan keindahan
alam pantai pasir putih, laut jernih, dan budaya yang masih terjaga
autentisitasnya. Ketua Panitia Festival, Budhi
Toffy, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari upaya
pemerintah daerah dalam mendorong pariwisata berkelanjutan dan ramah lingkungan. “Festival Pesona Meti Kei bukan
hanya ajang seremonial, tetapi strategi promosi wisata yang berorientasi pada
pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat lokal,” jelas Budhi. Festival tahunan ini telah
menjadi bagian penting dari kalender pariwisata Maluku Tenggara dan mendapat
dukungan penuh dari pemerintah daerah serta berbagai pihak, termasuk pelaku
UMKM, komunitas budaya, hingga organisasi pemuda. Kehadiran berbagai instansi dan
perwakilan masyarakat dalam acara pembukaan menunjukkan tingginya semangat
kebersamaan untuk menjadikan Maluku Tenggara sebagai destinasi unggulan di
Indonesia timur. Bupati Thaher Hanubun berharap
melalui festival ini, Maluku Tenggara dapat semakin dikenal sebagai daerah yang
kaya akan budaya, ramah wisatawan, dan memiliki potensi alam luar biasa. “Kami ingin dunia melihat bahwa
Kepulauan Kei bukan hanya indah secara alam, tetapi juga kaya nilai-nilai
budaya dan solidaritas masyarakatnya,” tegasnya. Dengan semangat pelestarian dan
promosi budaya, Festival Pesona Meti Kei kini tidak hanya menjadi agenda lokal,
tetapi juga menarik perhatian nasional. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif RI turut memberi apresiasi terhadap konsistensi pelaksanaan festival
yang menjadi ikon wisata bahari Maluku Tenggara. Festival ini juga menjadi ajang
bagi para seniman, pelaku ekonomi kreatif, serta generasi muda Kei untuk
menunjukkan karya dan inovasinya. Dari seni tari, musik tradisional, hingga
pameran kerajinan tangan, seluruhnya mencerminkan kekayaan warisan budaya yang
terus hidup dan berkembang di tanah Evav. Rangkaian Festival Pesona Meti
Kei 2025 akan berlangsung hingga 27 Oktober dengan puncak acara “Wer Warat” di
pesisir Ohoi Ngilngof, salah satu lokasi paling indah di Maluku Tenggara.
Ribuan warga dan wisatawan diperkirakan akan hadir menyaksikan langsung atraksi
budaya dan fenomena alam yang menakjubkan ini. “Kami ingin setiap orang yang
datang ke Kei pulang dengan kenangan, bukan hanya tentang pantai dan laut, tapi
juga tentang keramahan, kebersamaan, dan cinta terhadap alam,” ujar Budhi
menutup pernyataannya. Festival ini membuktikan bahwa
pariwisata bukan hanya tentang hiburan, tetapi juga tentang pelestarian
identitas dan kebanggaan lokal yang mendunia. Penulis: Hendrik Editor: GF
22 Okt 2025, 20:41 WIT
Bupati Jayawijaya Resmikan Gedung Gereja Bethel Indonesia Jemaat Jibino
Papuanewsonline.com, Wamena — Suasana
penuh sukacita mewarnai Kampung Musiaima, Distrik Hubikiak, Kabupaten
Jayawijaya, ketika Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H., secara resmi
meresmikan Gedung Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jemaat Jibino pada Rabu (22/10)
pukul 10.00 WIT. Acara peresmian ini menjadi
momentum penting bagi masyarakat setempat, menandai hadirnya fasilitas ibadah
baru yang diharapkan dapat memperkuat kehidupan rohani, mempererat tali
persaudaraan, serta mendorong pembangunan sosial dan spiritual di wilayah pegunungan
tengah Papua. Gedung GBI Jemaat Jibino berdiri
megah di tengah kampung dengan arsitektur sederhana namun kokoh, mencerminkan
semangat kebersamaan dan gotong royong umat dalam membangun rumah Tuhan. Gereja
ini merupakan bagian dari Gereja Bethel Indonesia yang secara nasional berdiri
sejak 6 Oktober 1970 di Sukabumi, Jawa Barat, dan kini telah berkembang di
berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Papua. Dalam sambutannya, Bupati Atenius
Murip menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas semangat masyarakat Jemaat
GBI Jibino yang telah berupaya keras mewujudkan pembangunan gedung gereja ini. “Peresmian gedung ini bukan hanya
simbol berdirinya sebuah bangunan, tetapi juga bukti nyata iman, kerja sama,
dan ketekunan masyarakat Jayawijaya dalam membangun kehidupan yang berlandaskan
kasih dan persaudaraan,” ujar Bupati Atenius. Ia menambahkan bahwa pemerintah
daerah selalu membuka ruang bagi semua umat beragama untuk berkembang dan
menjalankan kegiatan keagamaan dengan damai serta saling menghormati. “Kami berharap gedung ini dapat
menjadi pusat kegiatan rohani, pendidikan iman, dan pelayanan sosial bagi
seluruh jemaat dan masyarakat di sekitarnya,” tambahnya. Dalam kesempatan yang sama,
Bupati menegaskan bahwa pembangunan sarana keagamaan seperti gereja, masjid,
maupun rumah ibadah lainnya merupakan bagian penting dari visi pemerintah
daerah dalam mewujudkan Jayawijaya yang damai dan sejahtera. “Pemerintah daerah tidak hanya
membangun jalan, jembatan, dan fasilitas umum, tetapi juga membangun manusia —
baik secara jasmani maupun rohani. Karena tanpa iman dan moral yang kuat,
pembangunan tidak akan berarti,” ungkapnya. Beliau juga mengajak seluruh
masyarakat Jayawijaya untuk terus menjaga toleransi dan kerukunan antarumat
beragama, yang selama ini telah menjadi kekuatan utama masyarakat di pegunungan
tengah Papua. Acara peresmian GBI Jemaat Jibino
berlangsung meriah dan khidmat. Ribuan warga dari berbagai kampung di sekitar
Distrik Hubikiak hadir memenuhi halaman gereja. Prosesi ibadah syukur dipimpin
oleh gembala jemaat GBI Jibino, disertai doa dan pujian dari kelompok paduan
suara anak-anak dan remaja gereja. Selain ibadah syukur, acara ini
juga dimeriahkan dengan penampilan tarian adat dan musik tradisional Wamena,
yang menambah suasana kebersamaan dan kebanggaan masyarakat lokal. Bupati Jayawijaya didampingi para
pejabat daerah dan tokoh agama melakukan penandatanganan prasasti peresmian
serta pengguntingan pita sebagai tanda bahwa gedung gereja resmi digunakan.
Sorak sukacita jemaat pun menggema di seluruh area peribadatan. “Kami bersyukur karena pemerintah
daerah hadir dan mendukung kegiatan rohani kami. Ini menjadi dorongan bagi kami
untuk terus beribadah dengan semangat baru,” ungkap salah satu anggota jemaat
dengan penuh haru. Dengan diresmikannya gedung baru
ini, GBI Jemaat Jibino diharapkan dapat berperan aktif sebagai pusat kegiatan
pembinaan rohani, tempat pelayanan masyarakat, serta wadah pemberdayaan
generasi muda di Kampung Musiaima dan sekitarnya. Pihak gereja menyampaikan terima
kasih kepada pemerintah daerah, para donatur, dan seluruh jemaat yang telah
berkontribusi, baik tenaga, pikiran, maupun dana, hingga gedung ini berdiri
megah. “Gereja ini akan kami rawat dan
manfaatkan sebaik-baiknya, bukan hanya untuk ibadah tetapi juga untuk kegiatan
sosial dan kemasyarakatan,” kata salah satu pengurus jemaat. Peresmian Gedung Gereja Bethel
Indonesia Jemaat Jibino menjadi simbol nyata bahwa pembangunan di Jayawijaya
tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga memperhatikan dimensi spiritual
masyarakat. Melalui kegiatan keagamaan yang
hidup dan dinamis, diharapkan masyarakat semakin dikuatkan dalam iman serta
memiliki semangat kebersamaan dalam mendukung program pembangunan daerah. Dengan demikian, Jayawijaya tidak
hanya dikenal sebagai daerah yang kaya akan budaya dan alamnya, tetapi juga
sebagai wilayah yang teguh dalam iman dan persaudaraan. Penulis: Hendrik Editor: GF
22 Okt 2025, 20:38 WIT
BBKSDA Papua Klarifikasi Soal Pemusnahan Cenderawasih: Bukan Tindakan Mendiskreditkan Budaya
Papuanewsonline.com, Jayapura — Balai
Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua akhirnya memberikan
klarifikasi resmi terkait peristiwa pemusnahan sejumlah opset dan mahkota
burung cenderawasih yang dilakukan pada 20 Oktober 2025 lalu. Tindakan tersebut
sempat menimbulkan beragam tanggapan di kalangan masyarakat, khususnya
masyarakat adat Papua yang menilai burung cenderawasih sebagai simbol budaya
dan kebanggaan Tanah Papua.
Dalam konferensi pers yang
digelar di Kantor BBKSDA Papua, Kepala BBKSDA Papua, Johny Santoso, menegaskan
bahwa langkah pemusnahan tersebut murni dilakukan dalam kerangka penegakan
hukum dan perlindungan satwa liar, bukan untuk menyinggung atau mengabaikan
nilai budaya masyarakat adat.
“Kami memahami betul bahwa
cenderawasih memiliki nilai budaya dan spiritual yang tinggi bagi masyarakat
Papua. Karena itu, kami tegaskan bahwa tindakan ini bukan untuk mendiskreditkan
budaya masyarakat adat, melainkan untuk menjaga kelestarian dan kesakralan
cenderawasih sebagai simbol identitas Papua,” ujar Johny Santoso.
Lebih lanjut, Johny menjelaskan
bahwa pemusnahan barang bukti tersebut dilakukan sesuai dengan mandat
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan
Ekosistemnya, serta berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan
Kehutanan Nomor P.26/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2017 mengenai penanganan barang bukti
tindak pidana lingkungan hidup dan kehutanan.
Barang bukti yang dimusnahkan
merupakan hasil penegakan hukum terhadap pelaku perdagangan ilegal satwa
dilindungi, termasuk bagian tubuh burung cenderawasih yang dijadikan opset dan
mahkota hias.
“Satwa yang dilindungi tidak
boleh diperdagangkan atau dimanfaatkan tanpa izin resmi. Pemusnahan adalah
bentuk akhir dari proses hukum agar barang bukti tersebut tidak kembali
diperjualbelikan atau disalahgunakan,” jelas Johny.
Ia juga menambahkan bahwa sebelum
pemusnahan dilakukan, pihak BBKSDA telah mempertimbangkan berbagai opsi,
termasuk kemungkinan menyerahkan barang bukti ke lembaga pendidikan atau
museum, namun keputusan akhir tetap mengacu pada ketentuan hukum yang berlaku.
Menanggapi peristiwa tersebut, Komunitas
Rumah Bakau Jayapura, melalui pendirinya Abdel Gamel Nasser, menyampaikan bahwa
kejadian ini sebaiknya tidak hanya dipandang sebagai persoalan hukum, tetapi
juga sebagai momentum introspeksi bersama.
“Peristiwa ini menjadi cermin
bagi kita semua — pemerintah, lembaga konservasi, dan masyarakat adat — untuk
bersama-sama menjaga simbol kebanggaan Papua. Cenderawasih bukan sekadar satwa,
tetapi lambang kehidupan dan keindahan Tanah Papua,” ujar Abdel.
Ia juga mengajak seluruh
masyarakat agar terus menumbuhkan kesadaran lingkungan, menghentikan praktik
perburuan, serta mendukung upaya pelestarian yang dilakukan pemerintah dan
lembaga swadaya masyarakat.
“Mari kita jadikan peristiwa ini
titik balik untuk memperkuat rasa memiliki terhadap kekayaan alam Papua.
Melestarikan cenderawasih berarti melestarikan jati diri kita sendiri,”
tambahnya.
Kepala BBKSDA Papua menegaskan
bahwa pihaknya akan terus menjalin komunikasi intensif dengan para tokoh adat,
akademisi, serta organisasi lingkungan agar setiap kebijakan yang diambil
memperhatikan nilai-nilai budaya lokal.
“Kami terbuka terhadap dialog. Ke
depan, kami ingin melibatkan lebih banyak pihak dalam merumuskan pendekatan
konservasi yang menghormati adat, budaya, dan kearifan lokal,” tutur Johny.
Menurutnya, keberhasilan
konservasi di Papua sangat bergantung pada kolaborasi antara masyarakat adat
dan pemerintah. Dengan demikian, langkah penegakan hukum dapat berjalan selaras
dengan upaya menjaga martabat dan identitas budaya masyarakat setempat.
Peristiwa ini membuka ruang
refleksi penting bagi semua pihak tentang bagaimana hukum konservasi diterapkan
tanpa mengabaikan akar budaya yang telah melekat di masyarakat Papua selama
berabad-abad.
Pemerhati lingkungan menilai,
perlu ada pendekatan baru yang lebih humanis dan edukatif dalam menegakkan
aturan konservasi di wilayah adat. Hal ini penting agar masyarakat tidak hanya
memahami sisi hukum, tetapi juga merasakan manfaat nyata dari upaya pelestarian
satwa endemik seperti burung cenderawasih.
BBKSDA Papua berjanji akan terus
memperkuat edukasi publik, memperluas kampanye anti-perburuan satwa dilindungi,
serta mengembangkan kemitraan konservasi bersama masyarakat lokal.
“Kami berharap langkah-langkah ke
depan bisa menjadi jembatan antara pelestarian alam dan pelestarian budaya
Papua,” tutup Johny Santoso.
Penulis: Hendrik
Editor: GF
22 Okt 2025, 20:30 WIT
Wakil Bupati Mimika Apresiasi Semangat Masyarakat Kamoro dalam Persiapan Musyawarah Adat
Papuanewsonline.com, Timika —
Pemerintah Kabupaten Mimika terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung
pelestarian budaya lokal dan memperkuat hubungan dengan masyarakat adat. Hal
ini terlihat dalam kegiatan Coffee Morning antara Pemerintah Kabupaten Mimika
dengan perwakilan tokoh adat Kamoro, yang dihadiri langsung oleh Bupati Mimika
Johanes Rettob dan Wakil Bupati Mimika Imanuel Kemong. Pertemuan yang berlangsung penuh
keakraban itu menjadi ajang silaturahmi dan dialog terbuka antara pemerintah
dan masyarakat adat Kamoro. Agenda utama dalam pertemuan ini adalah membangun
kesepahaman dan kebersamaan menuju penyelenggaraan Musyawarah Adat Kamoro (MAK)
yang rencananya akan digelar dalam waktu dekat. Dalam sambutannya, Wakil Bupati
Mimika Imanuel Kemong menyampaikan apresiasi tinggi atas semangat dan
partisipasi aktif masyarakat Kamoro dalam mempersiapkan kegiatan penting
tersebut. Ia menilai bahwa keterlibatan tokoh adat dan masyarakat menjadi kunci
sukses penyelenggaraan musyawarah yang bernuansa kekeluargaan dan kebersamaan. “Saya berterima kasih atas
semangat dan partisipasi masyarakat Kamoro melalui para tokoh adat yang hadir
hari ini. Inisiatif seperti ini menunjukkan bahwa masyarakat adat Kamoro
memiliki komitmen kuat untuk menjaga persatuan, sekaligus berperan aktif dalam
pembangunan daerah,” ujar Imanuel dalam sambutannya. Lebih lanjut, Imanuel berharap
agar proses persiapan hingga pelaksanaan Musyawarah Adat dapat berjalan lancar,
tertib, dan membawa manfaat nyata bagi seluruh masyarakat adat Kamoro. “Kami berharap musyawarah ini
bukan hanya menjadi wadah formal, tetapi juga momentum memperkuat identitas dan
solidaritas masyarakat adat Kamoro, sehingga dapat memberikan kontribusi
positif terhadap pembangunan di Kabupaten Mimika,” tambahnya. Bupati Mimika Johanes Rettob
dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa pemerintah daerah akan selalu
membuka ruang dialog dan kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat adat.
Menurutnya, masyarakat adat Kamoro memiliki peran historis dan kultural yang
penting dalam perjalanan pembangunan Mimika. Ia menekankan bahwa keberhasilan
pembangunan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan
menjaga harmoni sosial dan budaya lokal. “Mimika adalah rumah besar bagi
semua. Kita harus memastikan pembangunan berjalan seimbang antara kemajuan
fisik dan kelestarian nilai-nilai adat. Musyawarah Adat Kamoro ini menjadi
wujud nyata dari komitmen itu,” kata Johanes Rettob. Musyawarah Adat Kamoro yang akan
datang diharapkan menjadi ruang demokratis bagi masyarakat adat dalam membahas
berbagai isu strategis, seperti pelestarian budaya, pengelolaan sumber daya
alam, pendidikan adat, hingga penguatan lembaga-lembaga adat di tingkat
kampung. Kegiatan ini juga menjadi ajang
untuk menegaskan kembali nilai-nilai leluhur Kamoro, yang menjunjung tinggi
kebersamaan, musyawarah, dan gotong royong sebagai fondasi kehidupan sosial. Tokoh adat Kamoro yang turut
hadir dalam pertemuan itu menyampaikan harapannya agar Musyawarah Adat dapat
menjadi tonggak kebangkitan masyarakat adat dalam menghadapi tantangan
modernisasi dan arus globalisasi. Mereka menilai, dukungan pemerintah daerah menjadi
sinyal positif bahwa adat dan pembangunan dapat berjalan berdampingan tanpa
saling meniadakan. Pertemuan ini diakhiri dengan
dialog terbuka antara pemerintah dan tokoh masyarakat. Sejumlah usulan dan
masukan disampaikan, mulai dari dukungan logistik, pelibatan generasi muda adat
Kamoro, hingga upaya pelestarian seni dan tradisi lokal dalam kegiatan
pemerintahan dan pendidikan. Wakil Bupati Imanuel Kemong
menegaskan, pemerintah akan menindaklanjuti seluruh aspirasi yang muncul
melalui koordinasi lintas perangkat daerah. Ia juga mengajak masyarakat untuk
terus menjaga suasana kondusif dan saling mendukung demi kelancaran pelaksanaan
Musyawarah Adat Kamoro. “Musyawarah ini bukan hanya untuk
masyarakat Kamoro, tetapi untuk kita semua yang hidup di Tanah Mimika. Karena
pembangunan sejati hanya bisa terwujud jika kita bersatu,” pungkasnya. Dengan terselenggaranya kegiatan
ini, diharapkan hubungan harmonis antara Pemerintah Kabupaten Mimika dan
masyarakat adat Kamoro semakin kuat, serta menjadi contoh sinergi antara
pemerintah dan adat dalam membangun Mimika yang berkeadilan, berbudaya, dan
sejahtera. Penulis: Hendrik Editor: GF
22 Okt 2025, 20:23 WIT
Polda Maluku Terima Mushaf Al-Qur’an dari Kemenag Ambon, Perkuat Pembinaan Rohani Tahanan
Papuanewsonline.com, Ambon – Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dittahti) Polda Maluku menerima penyerahan 20 mushaf Al-Qur’an dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota Ambon, Senin (20/10/2025). Penyerahan ini bertujuan mendukung kegiatan pembinaan kerohanian bagi para tahanan beragama Islam yang berada di Rumah Tahanan (Rutan) Dittahti Polda Maluku.Kegiatan berlangsung pukul 10.00 WIT di Rutan Dittahti Polda Maluku, dengan suasana penuh keakraban dan kekhidmatan. Hadir dalam kesempatan tersebut Plt. Dir Tahti Polda Maluku AKBP Yamy Reawaruw, S.E., bersama perwakilan Kemenag Kota Ambon, yakni Penyuluh Agama Islam H. La Hamid, Abd. Chalik Umamity, dan Hj. Amina Latuconsina, S.Ag.Turut mendampingi pula Ps. Pamin Urmintu Subagrenmin Ro SDM Polda Maluku Aipda Hamdan Umasugi, S.HI., Kasi Pam Barbuk Subdit Barbuk Iptu Djusli Ahmad, serta Kanit Siwattah Subdit Harwattah Iptu Norlensa Pattinama, S.H.Dalam kegiatan tersebut, penyerahan mushaf Al-Qur’an dilakukan secara simbolik oleh Abd. Chalik Umamity dari Kemenag Kota Ambon kepada AKBP Yamy Reawaruw. Selain mushaf Al-Qur’an, Dittahti Polda Maluku juga menyalurkan hibah 16 buku Yasin yang merupakan sumbangan dari personel internal Dittahti.Setelah prosesi penyerahan, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah keagamaan bagi para tahanan beragama Islam yang berjumlah 25 orang. Tausiah ini menjadi ruang refleksi spiritual bagi para tahanan agar dapat memperbaiki diri dan memperkuat keimanan selama menjalani masa penahanan.AKBP Yamy Reawaruw dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Kemenag Kota Ambon atas kepedulian dan dukungan terhadap program pembinaan keagamaan di lingkungan Dittahti Polda Maluku.“Kami sangat berterima kasih atas perhatian Kementerian Agama. Bantuan ini sangat berarti untuk mendukung pembinaan rohani bagi para tahanan agar semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dan memiliki semangat baru dalam memperbaiki diri,” ujarnya.Sementara itu, perwakilan Kemenag Kota Ambon, Abd. Chalik Umamity, menyampaikan bahwa penyerahan mushaf ini merupakan bagian dari sinergi antara Kemenag dan Polda Maluku dalam memperkuat pembinaan mental dan spiritual di lembaga kepolisian.“Kami berharap mushaf dan buku Yasin ini dapat digunakan sebaik-baiknya sebagai sarana ibadah dan pembinaan moral bagi para tahanan,” katanya.Kegiatan ini menghasilkan beberapa capaian penting, di antaranya peningkatan sarana penunjang pembinaan kerohanian, penguatan keimanan dan ketakwaan, serta pembentukan moral dan etika yang lebih baik bagi para tahanan.Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan penuh kekeluargaan, mencerminkan semangat sinergi antara aparat kepolisian dan instansi keagamaan dalam mewujudkan pembinaan yang humanis bagi warga binaan. PNO-12
20 Okt 2025, 18:29 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru