Papuanewsonline.com
BERITA TAG Budaya
Homepage
Persepsi Jujur dari Senggi: Lokakarya dan Momen Perpisahan Tim Ekspedisi Patriot
Papuanewsonline.com, Keerom — Sabtu, 29 November 2025
menjadi hari yang penuh arti bagi Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Senggi. Setelah
melakukan pendampingan dan penelitian intensif selama lebih dari satu bulan,
tim yang terdiri dari lima perguruan tinggi nasional menggelar Lokakarya
Persepsi Jujur dari Senggi di Balai Pertemuan SP 2 Kampung Woslay. Acara ini
sekaligus menjadi momen perpisahan antara tim akademisi dengan masyarakat yang
selama ini menjadi mitra utama dalam pengumpulan data dan pendampingan
lapangan.Suasana hangat langsung terasa sejak awal acara. Masyarakat
adat, warga transmigran, perangkat kampung, tokoh adat, tokoh agama, hingga
aparat pemerintah distrik dan kabupaten turut hadir memberikan dukungan.
Kebersamaan yang terjalin selama proses pendampingan tercermin dalam interaksi
akrab sepanjang kegiatan, menjadikan lokakarya ini bukan sekadar forum
akademik, tetapi juga ruang silaturahmi penuh kekeluargaan.Acara dimulai dengan sambutan dari Plt. Dinas Transmigrasi
Provinsi Papua, Ibu Irawati, yang memberikan apresiasi atas kerja kolaboratif
TEP. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Pak Patras Kelpi selaku KUPT dan
ondoafi setempat. Keduanya menekankan pentingnya riset komprehensif yang
dilakukan lima perguruan tinggi tersebut dalam memberikan gambaran objektif
terkait dinamika transmigrasi, sosial, dan ekonomi masyarakat Senggi.Paparan materi dari tiap perguruan tinggi menjadi bagian
yang paling ditunggu. Tim ITB yang dipimpin Abdul Rohman Supandi
mempresentasikan evaluasi mengenai pelaksanaan transmigrasi di Senggi, mulai
dari kondisi infrastruktur, akses layanan dasar, hingga relasi sosial. Tim
UNPAD kemudian memaparkan kajian mengenai harmonisasi sosial antara masyarakat
adat Orang Asli Papua (OAP) dan warga transmigran, menekankan pentingnya dialog
dan pemahaman lintas budaya.Selanjutnya, tim ITS yang diketuai Dhany Arifianto
menyampaikan rekomendasi teknis terkait kebutuhan infrastruktur dasar seperti
jalan, air bersih, listrik, dan fasilitas umum lainnya. Tim UI memberikan
gambaran mengenai penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat, khususnya kelompok
tani dan koperasi sebagai pilar pengembangan usaha lokal. Adapun tim IPB
University menyoroti potensi komoditas unggulan seperti padi, jagung, betatas,
dan kakao yang dinilai memiliki prospek pengembangan berbasis industrialisasi kecil.Sesi berikutnya membuka ruang bagi masyarakat untuk
menyampaikan aspirasi. Perwakilan masyarakat adat maupun transmigran berbagi
pandangan mengenai kebutuhan ekonomi, pengembangan komoditas, serta harapan
terhadap peningkatan kesejahteraan. Kepala Puskesmas Senggi juga turut
menyampaikan pentingnya ketersediaan sarana kesehatan yang memadai, tenaga
medis, dan data kependudukan yang akurat.Sebagai tanda penghormatan, masyarakat adat kemudian
menggelar prosesi bakar batu (Barapen). Prosesi ini bukan hanya bentuk
apresiasi atas kerja keras TEP, tetapi juga simbol penerimaan dan persaudaraan
antara masyarakat Senggi dengan para anggota tim dari berbagai universitas.
Puncak acara ditutup dengan pembacaan Naskah Solidaritas Senggi, yang menjadi
komitmen bersama untuk menjaga kedamaian dan memperkuat kerja sama dalam
pembangunan kawasan.Bagi Tim Ekspedisi Patriot, perpisahan ini bukan akhir
perjalanan, tetapi awal dari langkah baru untuk memastikan seluruh temuan dan
aspirasi yang dihimpun dapat dirumuskan menjadi rekomendasi konstruktif bagi
pemerintah daerah dan kementerian terkait. Senggi bagi mereka bukan sekadar
lokasi penelitian, tetapi ruang belajar bersama tentang kolaborasi,
keberagaman, dan nilai kebersamaan.Penulis: Tim Ekspedisi PatriotEditor: GF
03 Des 2025, 22:09 WIT
Lemasa Minta Pemkab Mimika Tepati Kesepakatan Jadwal Diskusi
Papuanewsonline.com, Mimika — Lembaga Masyarakat Adat
(Lemasa) Timika meminta Pemerintah Kabupaten Mimika untuk menepati jadwal
diskusi yang telah ditetapkan sebelumnya. Seruan ini disampaikan menyusul
perubahan agenda yang dinilai dapat memengaruhi koordinasi antara Lemasa,
Lemasko, dan pemerintah daerah.Lemasa mengungkapkan adanya dugaan bahwa Pemkab Mimika lebih
memprioritaskan Lemasko dalam hal pendanaan maupun pelaksanaan kegiatan.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terkait keseimbangan perlakuan terhadap
dua lembaga adat yang memiliki peran penting dalam dinamika sosial masyarakat
Mimika.Sem Bukaleng, tokoh Lemasa Timika, menyampaikan bahwa
pemerintah daerah telah mengundur jadwal diskusi dari tanggal 4 Desember
menjadi 8 atau 9 Desember. Menurutnya, perubahan tersebut tidak sesuai dengan
komitmen awal yang sudah disepakati bersama. Ia menegaskan bahwa pemerintah
seharusnya menunjukkan sikap konsisten dalam menjalin komunikasi dengan lembaga
adat.Dalam pernyataannya, Sem Bukaleng menyampaikan harapan agar
pemerintah mendukung Lemasa dan Lemasko secara setara. Ia menilai bahwa dialog
yang terjadwal dengan baik dapat memperkuat kerja sama dan mendorong
penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat. “Pemerintah harus mematuhi
jadwal yang disepakati dan mendukung Lemasa dan Lemasko secara setara,”
ujarnya.Lemasa juga menekankan pentingnya mengembalikan jadwal
diskusi sesuai dengan rencana awal, yaitu pada 4 Desember. Mereka menilai
penundaan diskusi dan lemahnya koordinasi dapat berdampak pada kelancaran
program serta menghambat sejumlah inisiatif masyarakat adat yang tengah
berjalan.Menurut Lemasa, komitmen terhadap penjadwalan bukan hanya
soal waktu, melainkan juga bentuk penghargaan terhadap proses komunikasi yang
melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Ketepatan waktu dinilai sebagai
faktor penting dalam menjaga efektivitas dialog dan membangun kepercayaan
antara lembaga adat dan pemerintah.Hingga kini, Lemasa masih menunggu klarifikasi dari Pemkab
Mimika terkait perubahan jadwal tersebut. Mereka berharap pemerintah dapat
memberikan penjelasan secara terbuka dan memastikan koordinasi dengan Lemasa
dan Lemasko dapat berjalan lebih baik ke depan.Di tengah dinamika ini, Lemasa tetap menegaskan bahwa dialog
adalah jembatan penting untuk menjaga hubungan yang harmonis antara pemerintah
daerah dan lembaga adat. Oleh karena itu, keseriusan Pemkab Mimika dalam
memenuhi komitmen yang telah disepakati menjadi harapan utama masyarakat adat
Timika. Penulis: Hendrik
Editor: GF
02 Des 2025, 21:24 WIT
Subuh Berjamaah di Masjid Al-Burhan Air Kuning, Kapolda Maluku Sampaikan Pesan Kamtibmas
Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si melaksanakan Sholat Subuh berjamaah di Masjid Al-Burhan, Lorong Alaka, Air Kuning, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Minggu (30/11/2025).Sholat subuh keliling yang merupakan program rutin Kapolda Maluku ini selain untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, juga sekaligus bersilaturahmi dengan masyarakat guna memperkuat hubungan sinergi Polri dengan warga dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku.Saat melaksanakan ibadah sholat subuh, Kapolda didampingi Kabid Keu Polda Maluku, dan sejumlah personel Polsek Sirimau, Polresta Pulau Ambon & P. P. Lease. Usai sholat, Kapolda menyampaikan sejumlah pesan penting terkait pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Seluruh jamaah diajak untuk senantiasa berperan aktif menjaga situasi Kamtibmas agar tetap aman, damai, dan kondusif. Kapolda menekankan bahwa keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi merupakan tugas bersama antara pemerintah, aparat, dan seluruh elemen masyarakat.Pada kesempatan itu, Kapolda juga menyinggung pentingnya mencegah tindakan main hakim sendiri. Ia menegaskan, setiap permasalahan sekecil apa pun harus diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku dengan cara melapor ke pihak Kepolisian. Polri, tegas Kapolda, selalu siap hadir dan memberikan pelayanan kepada masyarakat kapan pun diperlukan. “Polri akan selalu hadir bagi masyarakat. Mari katong jaga kedamaian di bumi Maluku,” pintanya. PNO-12
01 Des 2025, 14:32 WIT
Kapolda Maluku Safari Kamtibmas ke Gereja Katolik Paroki Santo Jacobus Ambon
Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si melaksanakan kegiatan safari kamtibmas dan silaturahmi dengan umat Gereja Katolik Paroki Santo Jacobus di Ahuru, Kota Ambon, Minggu (30/11/2025).Kegiatan rutin yang merupakan bagian dari agenda Kapolda ini untuk memperkuat komunikasi dialogis serta membangun kedekatan emosional dengan masyarakat guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku.Dalam kegiatan tersebut, Kapolda didampingi Kabidkum Polda Maluku, Kasat Intelkam Polresta Ambon, dan Wakapolsek Sirimau. Hadir dalam kegiatan itu Pastor Paroki St. Yakobus Ahuru, Pastor Karoldus Jamrevav MSC, para pengurus Dewan Pastoral, Ketua Stasi, Ketua Rukun, serta sekitar 500 jemaat yang memenuhi Gereja Santo Jacobus.Kapolda Maluku menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari pihak gereja dan umat Paroki Santo Jacobus. Menurutnya, kehadiran langsung di tengah masyarakat merupakan wujud komitmen Polri untuk mendengar, memahami, serta merespons kebutuhan keamanan masyarakat secara nyata.“Saya berterima kasih atas kesempatan dan kehormatan yang diberikan kepada saya untuk hadir di sini. Saya ingin mendengar apa yang dirasakan masyarakat, karena keamanan bukan hanya tugas Polri, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.Kapolda menekankan, keamanan adalah unsur paling mendasar dalam aktivitas kehidupan masyarakat. Dalam konteks Maluku yang dikenal indah, kaya budaya, dan bernilai sejarah, keamanan menjadi modal penting untuk menghadirkan kenyamanan hidup, stabilitas sosial, serta kemajuan daerah.“Keamanan adalah bagian terpenting dari hidup manusia. Di Maluku yang indah ini, mari kita terus ‘bikin bae’. Kita jaga keamanan bersama-sama, karena ketika aman, semua aktivitas bisa berjalan lancar dan kita bisa hidup rukun,” tegas Kapolda.Pada kesempatan itu, Kapolda juga mengingatkan pentingnya kedewasaan sosial dalam menghadapi berbagai persoalan yang mungkin timbul di tengah masyarakat. Ia mengajak umat gereja serta seluruh masyarakat Maluku untuk mengedepankan kesabaran dan pikiran yang jernih saat menghadapi konflik interpersonal maupun persoalan kelompok.“Masalah pasti akan ada dalam hidup. Tetapi mari kita hadapi dengan kepala dingin. Jangan terpancing. Dengan bersabar dan berpikir bijak, kita bisa mencegah hal-hal kecil berkembang menjadi persoalan besar,” pesannya.Irjen Dadang menegaskan keamanan bukan semata hasil kerja aparat, melainkan buah sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga Maluku.“Kami TNI-Polri dan pemerintah daerah tidak bisa berbuat apa-apa jika tidak didukung masyarakat. Keamanan dan nuansa damai yang kita rasakan hari ini adalah hasil kerja bersama,” ungkapnya.Menutup arahannya, Kapolda memberikan ucapan terima kasih kepada para pastor, pemimpin gereja, dan seluruh jemaat yang selama ini turut mendukung terciptanya kerukunan dan kedamaian di Maluku.“Saya menyampaikan terima kasih kepada para pastor dan seluruh jemaat. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan perlindungan bagi kita semua, baik dalam tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita terus memberikan kebaikan bagi sesama,” ucap Kapolda menutup sambutannya dengan salam persaudaraan. Selamat pagi, Shalom.”Setelah penyampaian pesan kamtibmas, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan piala kepada para pemenang Lomba Bertutur Kitab Suci yang diserahkan langsung oleh Kapolda Maluku. Suasana penuh keakraban terlihat saat sesi foto bersama Kapolda, para pastor, pengurus gereja, dan jemaat. PNO-12
01 Des 2025, 11:39 WIT
Pentas Seni Istana Mini Banda Neira Berlangsung Kondusif
Papuanewsonline.com, Banda Neira – Pelaksanaan pentas seni budaya di Istana Mini Banda Neira, salah satu rangkaian Heritage Banda Festival 2025, berlangsung aman dan lancar, Jumat (28/11/2025).Kelancaran kegiatan yang bertempat di salah satu situs bersejarah di Indonesia ini setelah dikerahkannya puluhan personel gabungan dari Polda Maluku, Polres Maluku Tengah, Polsek Banda, dan dari unsur TNI.Pengamanan yang melibatkan sinergi lintas satuan bertujuan untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif."Para personel keamanan yang dikerahkan ditempatkan secara terstruktur, melaksanakan patroli, pengaturan arus lalu lintas, serta pengawasan terhadap setiap potensi gangguan Kamtibmas di sekitar lokasi acara," kata PS Paur Produk Subbid PID Bid Humas Polda Maluku, Ipda M. Luhukay.Kehadiran personel Polri di lapangan merupakan manifestasi dari komitmen Polda Maluku untuk menjaga pelaksanaan event yang bertujuan untuk memajukan sektor pariwisata dan pelestarian sejarah."Kehadiran kami untuk memberikan rasa aman kepada seluruh peserta dan masyarakat yang hadir menyaksikan pentasan seni. Dengan pengamanan yang humanis namun tetap tegas, kami berharap nilai-nilai budaya dan sejarah Banda dapat dinikmati tanpa kekhawatiran," sebutnya. PNO-12
29 Nov 2025, 20:14 WIT
KKSS Mimika Rayakan HUT ke-49, Tekankan Filosofi Bugis-Makassar sebagai Perekat Persaudaraan
Papuanewsonline.com, Mimika - Kerukunan Keluarga Sulawesi
Selatan (KKSS) Kabupaten Mimika merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 dengan
penuh kebersamaan di Gedung Eme Neme Yauware, Rabu (26/11/2025). Acara ini
menjadi momentum penting yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat Sulawesi
Selatan yang telah menetap dan berkontribusi bagi Mimika selama puluhan tahun.Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum KKSS, Abdul Rivai Ras,
mengajak seluruh warga Sulsel untuk terus memegang teguh tiga prinsip budaya
Bugis-Makassar, yakni Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge. Menurutnya,
nilai-nilai ini bukan hanya identitas budaya, tetapi juga pedoman hidup dalam
menjaga hubungan sosial yang rukun dan saling menghargai.Ia menekankan bahwa nilai tersebut harus dijaga dan
diterapkan di tanah rantau agar warga Sulsel dapat terus memberi manfaat bagi
Mimika, Papua, dan Indonesia secara luas. Rivai juga menyinggung bahwa sekitar
16 juta warga Sulawesi Selatan kini tersebar di berbagai negara, menandakan
kuatnya tradisi merantau yang menjadi bagian dari karakter masyarakat Sulsel.Ketua DPW KKSS Papua Tengah, Amirullah Hasyim, menegaskan
bahwa perayaan HUT ini tidak hanya dirayakan sebagai seremoni tahunan, tetapi
juga sebagai bentuk penghormatan terhadap para pendiri KKSS yang sejak 12
November 1976 telah membangun jejaring persaudaraan tanpa embel-embel politik.
Ia menyebut organisasi ini selalu siap mendukung kebijakan pemerintah, terutama
dalam sektor ekonomi.Sementara itu, Ketua BPD KKSS Mimika, Iwan Anwar,
menggarisbawahi bahwa warga KKSS memiliki sejarah panjang dalam perjalanan
pembangunan Mimika. Ia menyebut beberapa tokoh dari KKSS yang pernah menduduki
posisi strategis, mulai dari ketua lembaga legislatif hingga pejabat
pemerintahan daerah.Iwan menegaskan bahwa warga KKSS akan terus mendukung
program-program pembangunan pemerintah sebagai bentuk tanggung jawab moral dan
sosial. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Baruga Center akan menjadi ruang
kontribusi baru KKSS bagi masyarakat Mimika, sekaligus wadah kolaborasi yang
terbuka bagi suku asli Amungme dan Kamoro.Menurutnya, kehadiran Baruga Center menjadi bukti bahwa KKSS
ingin memberi manfaat nyata bukan hanya bagi perantau Sulsel, tetapi juga bagi
masyarakat Papua. Ia menegaskan kembali filosofi yang selalu dipegang warga
Sulsel ketika hidup di tanah orang lain: “Di mana tanah dipijak, di situ langit
dijunjung.”Perayaan HUT ke-49 ini ditutup dengan suasana meriah dan
penuh kekeluargaan, menandai komitmen KKSS Mimika untuk terus menjaga persatuan
dan berkontribusi dalam pembangunan sosial maupun ekonomi di kabupaten yang
menjadi rumah bagi berbagai suku dan budaya tersebut. Penulis: JidEditor: GF
27 Nov 2025, 02:58 WIT
Polri Gerak Cepat Turunkan Personel Bantu Warga Terdampak Bencana di Sumut
Papuanewsonline.com, Sumut - Polri menyampaikan perkembangan terbaru terkait bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara. Hingga hari ini tercatat 20 kejadian bencana, terdiri dari 12 tanah longsor, 7 banjir, dan 1 pohon tumbang yang tersebar di 6 kabupaten/kota, yakni Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Kota Sibolga, dan Nias. Peristiwa ini menyebabkan 19 warga menjadi korban, dengan rincian 10 orang meninggal dunia, 3 orang luka-luka, dan 6 orang masih dalam pencarian. Dampak kerusakan juga cukup luas, yaitu 2.393 kepala keluarga terdampak kerusakan rumah dan 445 warga harus mengungsi, sementara sejumlah akses jalan utama masih tertutup material longsor.Di Tapanuli Tengah, tanah longsor pada pukul 07.00 WIB mengakibatkan 4 warga meninggal dan merusak satu rumah. Banjir yang terjadi sepanjang 17–22 November berdampak pada 1.902 KK serta memaksa 45 warga mengungsi. Di Mandailing Natal, longsor menutup Jembatan Aek Inumon II, sementara banjir di Muara Batang Gadis membuat 400 warga mengungsi dan merendam 470 rumah. Di Tapanuli Selatan, insiden pohon tumbang menewaskan 1 warga dan melukai 1 orang lainnya. Tapanuli Utara mengalami 3 titik longsor yang mengakibatkan 1 warga luka-luka, merusak 2 rumah, serta menutup badan jalan. Kota Sibolga menjadi wilayah dengan dampak paling besar, dengan 6 kejadian longsor yang mengakibatkan 5 warga meninggal, 3 luka-luka, serta 4 warga masih dalam pencarian, dan merusak 17 rumah. Di Nias, longsor juga menutup akses jalan utama di Desa Hiligodu, Gunungsitoli.Sejak laporan pertama masuk, Polri langsung bergerak cepat melakukan TPTKP, mengevakuasi warga, serta mengamankan dan mengatur lalu lintas di sejumlah titik terdampak. Upaya pencarian terhadap 6 warga yang belum ditemukan terus dilakukan bersama BPBD, Basarnas, TNI, dan unsur relawan. Sebagai penguatan, Sat Brimob Kompi Sipirok dan Kompi Siantar telah dikerahkan ke berbagai lokasi untuk membantu evakuasi, pencarian, serta pembukaan akses jalan.Tidak hanya itu, Polda Sumut melalui Karo Ops, Kombes Pol Victor Togi Tambunan, S.H., S.I.K., melaporkan penggelaran kekuatan penuh Satbrimob sebanyak 4 SSK dalam rangka perbantuan SAR dan penanganan dampak bencana. Pada pukul 09.30 WIB, 1 SST Yon C Por dipimpin IPDA Slamet telah berada di Jalan Lintas Padang Sidempuan–Tarutung membantu evakuasi warga dan pengaturan lalu lintas sambil menunggu alat berat. Pada waktu yang sama, 1 SST Yon C Por lainnya di bawah IPDA Erwinsyah S telah tiba di Desa Parsalakan, Tapanuli Tengah, untuk membantu evakuasi warga akibat jalan yang terputus oleh longsor. Di Kecamatan Batangtoru, 1 SST Yon C Por pimpinan IPDA Marbun telah berada di Batujomba menunggu eskavator untuk membuka badan jalan. Pukul 14.15 WIB, 1 SST Kompi 2 Yon B Por bergerak menuju Sibolga namun perjalanan tertunda karena membantu evakuasi kecelakaan lalu lintas di Simpang Marjarunjung sehingga waktu tempuh diperkirakan mencapai enam jam.Penguatan juga terus dilakukan melalui unit-unit lain. 1 SST Makoyon B Por Tebing Tinggi di bawah AKP Achmad Fahri sedang mempersiapkan keberangkatan menuju Tapanuli Utara. 1 SSK Yon A Por Medan yang dipimpin Kompol Muhtar I. Kadoli, S.I.K., M.H., sedang mempersiapkan pergerakan menuju Sibolga, dan 2 SST Yon A Por di bawah AKP Alamsyah Surbakti bersiap bergerak menuju Tapanuli Tengah. Untuk dukungan di wilayah banjir, 2 SST Kompi 4 Yon C di bawah AKP Sandro Situngkir tengah bersiap bergerak menuju kawasan terdampak di Nias.Malam ini, Polda Sumut kembali mengerahkan dukungan tambahan berupa 1 SST Samapta, 2 Tim Dokkes, dan 1 Tim Bidang Teknologi Informasi (Bid TI) untuk memperkuat layanan evakuasi, kesehatan, komunikasi, dan pendataan di Tapanuli Tengah. Selain itu, besok pagi direncanakan akan diberangkatkan tambahan 2 SST Samapta untuk memperluas jangkauan penanganan dan memastikan seluruh wilayah terdampak mendapat perhatian penuh.Bencana ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah wilayah masih mencatat ketinggian banjir hingga 1 meter, sementara cuaca malam hari masih menunjukkan potensi hujan deras yang berisiko memicu bencana susulan. Polri mengimbau masyarakat tetap waspada dan menjauhi kawasan rawan longsor maupun aliran banjir.Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Polri akan terus hadir dan bekerja tanpa henti untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak. Keselamatan dan kemanusiaan adalah prioritas utama. Setiap perkembangan akan kami sampaikan secara terbuka agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan dapat mengambil langkah aman,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa langkah cepat ini merupakan bagian dari Transformasi Polri agar semakin responsif, dekat, dan benar-benar dirasakan kehadirannya oleh masyarakat.Polri memastikan seluruh kekuatan terus dikerahkan untuk menangani dampak bencana. Setiap upaya dilakukan dengan sepenuh hati guna memulihkan situasi dan memberikan perlindungan terbaik bagi warga. PNO-12
26 Nov 2025, 19:46 WIT
Cinta Bersemi di Tongkonan: 52 Pasangan Mimika Sah dalam Nikah Massal Gratis
Papuanewsonline.com, Timika - Sebanyak 52 pasangan di
Kabupaten Mimika mengikat janji suci pernikahan dalam acara nikah massal yang
diselenggarakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)
Mimika pada Selasa (25/11/2025). Acara yang berlangsung di Gedung Tongkonan
Timika ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam memberikan
pelayanan kepada masyarakat, memastikan pernikahan sah secara agama dan negara.Kepala Disdukcapil Mimika, Slamet Sutejo, menjelaskan bahwa
setelah akad nikah, para pasangan langsung menerima dokumen pernikahan,
termasuk KTP dengan status perkawinan yang telah diperbarui."Setelah nikah
ini pasangan langsung terima dokumen pernikahan berupa KTP sebagai suami istri
dengan status kawin dan tercatat secara sah di negara," ujarnya.Selain itu,
Disdukcapil juga memberikan hadiah berupa voucher menginap gratis di hotel
berbintang di Mimika.Asisten I Setda Mimika, Ananias Faot, menyampaikan bahwa
pelayanan terpadu itsbat dan nikah massal adalah bukti nyata kehadiran
pemerintah di tengah masyarakat. "Saya menyampaikan selamat kepada semua pasangan yang
dinikahkan disahkan hari ini, semoga keluarga yang dibangun menjadi keluarga
yang sakinah, rukun, penuh kasih, dan mampu menghadirkan teladan serta masa
depan yang baik bagi anak-anak," pesannya.Ananias juga menegaskan bahwa legalitas perkawinan merupakan
dasar penting untuk mengakses berbagai layanan negara, seperti administrasi
kependudukan, pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial. Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen untuk terus
mendukung program pelayanan terpadu seperti nikah massal, karena keluarga yang
kuat adalah fondasi penting bagi pembangunan daerah. Diketahui, acara nikah
massal ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT)
Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-54. Penulis: Jid
Editor: GF
26 Nov 2025, 01:47 WIT
Hak Ulayat Tak Bisa Dinego, Masyarakat Mimikawe Ultimatum Pemerintah Soal Batas Wilayah
Papuanewsonline.com, Timika - Ratusan masyarakat adat
Mimikawe menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Mimika pada Selasa
(25/11/2025), menyuarakan penolakan terhadap klaim wilayah adat yang diduga
dilakukan oleh Kabupaten Deiyai dan Dogiyai. Aksi ini dipicu oleh kekhawatiran
masyarakat terkait upaya pemekaran kampung di wilayah administrasi kedua
kabupaten tersebut, yang dianggap mengancam hak ulayat mereka di Kabupaten
Mimika.Aksi unjuk rasa ini bertepatan dengan agenda sidang
paripurna RAPBD yang dihadiri oleh para pemangku kebijakan daerah.Rafael Taorekeyau, juru bicara aksi, menegaskan bahwa
gerakan ini murni berasal dari masyarakat adat Mimikawe sebagai pemilik hak
ulayat Kabupaten Mimika. "Kami tidak terima wilayah adat Mimikawe diklaim oleh
kabupaten tetangga. Ini dilakukan demi kepentingan administratif pemekaran
Kabupaten Deiyai dan Dogiyai. Hari ini kami datang untuk menyampaikan aspirasi
kami secara langsung," tegas Rafael di sela-sela aksi. Ia juga menyoroti kurangnya keterbukaan dari Pemerintah
Kabupaten Mimika terkait informasi batas wilayah, yang justru diketahui
masyarakat melalui pernyataan Bupati Deiyai di media sosial.Massa aksi mendesak pemerintah daerah untuk segera
memfasilitasi pertemuan resmi antara pemerintah dengan Front Pemilik Hak Ulayat
Mimika. Pertemuan ini diharapkan dapat membuka ruang dialog yang transparan dan
konstruktif untuk membahas persoalan batas wilayah secara komprehensif, mulai
dari tingkat daerah hingga pusat. "Pemerintah Mimika sampai hari ini belum terbuka.
Sementara dari pihak lain justru terus bersuara melalui Facebook, WhatsApp, dan
TikTok. Masyarakat jadi bertanya-tanya dan merasa perlu tahu kondisi
sebenarnya," ungkap Rafael.Selain itu, masyarakat adat juga menuntut kehadiran aparat
keamanan, khususnya pos TNI dan Polri, di wilayah yang tengah disengketakan,
yang saat ini masih berada di bawah pengawasan Polsek Kokonau. Hal ini
bertujuan untuk memastikan keamanan dan mencegah potensi konflik
berkepanjangan. "Kami minta kehadiran pos TNI dan Polri untuk
memastikan keamanan di wilayah adat yang sedang disengketakan," tegas
Rafael. Aksi ini turut didukung oleh komunitas anak cucu perintis
yang telah lama bermukim di Mimika sejak 1921, yang merasa memiliki ikatan
sejarah yang kuat dengan masyarakat Mimikawe. Mereka berharap agar pemerintah
segera merespons tuntutan ini dengan langkah-langkah konkret demi menghindari
terjadinya gesekan yang lebih besar di kemudian hari.
Penulis: Abim
Editor: GF
25 Nov 2025, 21:04 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru