logo-website
Minggu, 10 Mei 2026,  WIT
BERITA TAG Budaya Homepage
Subuh Berjamaah di Masjid Al-Ikhsan, Kapolda Maluku: Pererat Hubungan Basudara Papuanewsonline.com, Ambon – Sholat subuh keliling kerap dilakukan Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si, sebagai upaya menjaga silaturahmi, mempererat hubungan Polri dengan masyarakat, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Maluku. Hari ini, Selasa (7/10/2025), didampingi Wakapolda Maluku, Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H, Kapolda kembali menjalankan sholat subuh secara berjamaah di Masjid Al-Ikhsan, Jalan Laksdya Leo Wattimena, Desa Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.Kegiatan ini turut diikuti sejumlah pejabat utama Polda Maluku, yaitu Dirreskrimsus, Dirresnarkoba, serta Kapolsek Baguala Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease bersama personel. Turut hadir Imam Masjid Al-Ikhsan, Ketua Badan Pengurus Masjid, dan para jamaah dari masyarakat sekitar.Usai menunaikan ibadah sholat subuh secara berjamaah, Kapolda Maluku berkesempatan berinteraksi langsung dengan para jamaah. Dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, Kapolda menyampaikan pesan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat). Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku.“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan dan peran aktif masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan damai. Mari kita jaga Maluku ini dengan semangat hidup orang basudara, karena keamanan adalah tanggung jawab kita bersama,” ajak Kapolda.Selain memberikan imbauan, Irjen Dadang Hartanto juga mendengarkan secara langsung berbagai masukan dari masyarakat terkait situasi keamanan di lingkungan sekitar. Hal ini menjadi bagian dari upaya Polda Maluku dalam membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat sehingga aspirasi dan kebutuhan keamanan warga dapat segera direspons oleh kepolisian.Kapolda menegaskan, Polri, Polda Maluku selalu terbuka dan siap melayani masyarakat kapan saja dibutuhkan. Ia juga mengimbau warga untuk tidak ragu menghubungi aparat kepolisian apabila membutuhkan bantuan atau menemukan potensi gangguan kamtibmas di wilayahnya.“Polda Maluku berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan rasa aman, serta memperkuat ikatan sosial dan spiritual melalui kegiatan keagamaan seperti ini. Dengan kebersamaan, kita wujudkan Maluku yang aman, kondusif, damai, dan sejahtera,” tambahnya.Suasana keakraban tampak jelas antara aparat kepolisian dan masyarakat, menggambarkan sinergi nyata antara Polri dan warga dalam membangun keamanan dan ketenteraman di bumi raja-raja. PNO-12 08 Okt 2025, 18:32 WIT
Kapolda Maluku Lakukan Kunjungan ke Benteng Nieuw Victoria Papuanewsonline.com, Ambon – Kapolda Maluku, Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si, mengajak seluruh jajaran TNI, Polri, dan masyarakat Maluku untuk terus meneladani nilai perjuangan Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura. Pesan ini disampaikannya saat melakukan kunjungan ke tempat jejak perjuangan Kapitan Pattimura yang berada di Markas Detasemen Kavaleri 5/Birgus Latro Cakti (Denkav 5/BLC) di Ambon, Minggu (5/10/2025).Dalam kunjungan tersebut, Kapolda didampingi Wakapolda Maluku Brigjen Pol Imam Thobroni, S.I.K., M.H disambut langsung oleh jajaran Denkav 5/BLC. Agenda silaturahmi ini tidak hanya menjadi bentuk penguatan sinergi TNI–Polri, tetapi juga momen refleksi akan nilai pengabdian dan keberanian yang diwariskan Kapitan Pattimura.Kapolda Maluku bersama rombongan meninjau Benteng Nieuw Victoria, situs bersejarah peninggalan masa kolonial yang menyimpan jejak heroisme Pattimura dan rakyat Maluku, termasuk juga sejumlah fasilitas Denkav 5/BLC, Rombongan mengunjungi gerbang utama benteng, ruang bawah tanah yang pernah menjadi tempat penahanan para pejuang, hingga area makam peninggalan VOC. Setiap sudut menghadirkan kesadaran mendalam bahwa kemerdekaan bangsa diperoleh melalui perjuangan panjang dan pengorbanan besar.“Benteng ini menyimpan pesan moral yang sangat kuat. Perjuangan, pengorbanan, dan cinta tanah air tidak boleh luntur. Nilai-nilai itu harus dihidupi oleh generasi muda yang akan meneruskan estafet perjuangan bangsa,” tegas Kapolda dalam sambutannya.Kapolda Maluku menekankan bahwa perjuangan Pattimura tidak hanya dilihat dari keberaniannya melawan penjajahan, tetapi juga dari nilai moral yang diwariskan, yakni solidaritas, kejujuran, tanggung jawab, dan persaudaraan tanpa batas.“TNI dan Polri adalah dua pilar utama pertahanan dan keamanan negara, sekaligus pewaris nilai luhur bangsa. Semangat Pattimura harus mengalir dalam setiap langkah pengabdian kita,” ujarnya.Menurut Kapolda, tantangan masa kini berbeda dengan masa penjajahan. Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan senjata, maka hari ini perjuangan diwujudkan melalui kerja nyata, disiplin, serta dedikasi menjaga kedamaian, melawan disinformasi, dan membangun semangat kebangsaan.Dalam kunjungan itu, Kapolda Maluku juga menyampaikan apresiasi kepada Denkav 5/BLC yang telah merawat Benteng Nieuw Victoria sebagai bagian dari warisan sejarah bangsa.“Sejarah adalah cermin jati diri bangsa. Bila kita melupakan sejarah, kita akan kehilangan arah. Karena itu, pelestarian situs ini tidak hanya menjaga fisik bangunan, tetapi juga melestarikan nilai perjuangan dan nasionalisme,” tuturnya.Ia mengajak seluruh komponen bangsa untuk menumbuhkan semangat “orang basudara” falsafah lokal yang menekankan kebersamaan, gotong royong, dan saling menghargai.“Semangat Pattimura sejatinya adalah semangat persaudaraan. Bersatu, saling menopang, dan berjuang bersama demi bangsa dan negara. Itulah warisan yang harus kita jaga untuk generasi mendatang,” tambahnya.Kunjungan Kapolda ke Denkav 5/BLC juga menegaskan soliditas TNI–Polri di Maluku. Suasana penuh keakraban dan kebersamaan selama kegiatan mencerminkan bahwa semangat Pattimura tetap hidup dalam tubuh aparat keamanan saat ini.Di bawah bayang-bayang Benteng Nieuw Victoria, pesan Pattimura seakan hadir kembali: “Beta mati, tapi semangat Pattimura tidak akan mati.” Semangat itulah yang kini dijaga oleh TNI, Polri, dan masyarakat Maluku terutama para generasi muda Maluku dalam mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. PNO-12 07 Okt 2025, 08:05 WIT
Toleransi Beragama, Polwan Maluku Amankan Ibadah Umat Kristiani di Sejumlah Gereja Ambon Papuanewsonline.com, Ambon - Anggota Kepolisian Wanita (Polwan) Polda Maluku bersama Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, terus mengamankan ibadah umat Kristiani di sejumlah Gereja di kota Ambon, Minggu (15/6/2025).Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.IK, mengatakan, pengamanan ibadah umat Kristiani ini merupakan wujud nyata dari bentuk toleransi antar umat beragama yang menjadi simbol kerukunan hidup orang basudara di Maluku.Pengamanan dilakukan di sejumlah Gereja di Ambon. Di antaranya Gereja Maranatha, Gereja Katedral, Gereja Galilea Galala, Gereja Rock Halong, dan Gereja Silo.Selain melakukan pengamanan, personel juga mengatur arus lalulintas hingga membantu menyeberangi jalan para jemaat yang akan dan setelah melaksanakan ibadah.Pengamanan rumah ibadah, kata Kombes Rositah, merupakan instruksi Kapolda Maluku, Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto untuk seluruh personel Polri melaksanakan yang terbaik bagi masyarakat.Ia mengaku pengamanan tempat-tempat ibadah dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat sehingga dapat menjalankan ibadah secara khusyu."Pengamanan pelaksanaan ibadah di sejumlah gereja ini dilakukan oleh personel Polwan yang beragama Islam. Ini sebagai bentuk nyata dari semangat toleransi antar umat beragama di wilayah Maluku," ungkapnya.Kabid Humas mengatakan, Kapolda Maluku menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sebatas upaya menjaga keamanan, tetapi juga sebagai simbol keharmonisan dan kerukunan antarumat beragama di Maluku. “Kami ingin memastikan bahwa setiap warga dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman. Pengamanan ini juga menunjukkan bahwa kebersamaan dan toleransi adalah bagian dari nilai luhur yang terus dijaga di Maluku,” jelasnya.Selama kegiatan berlangsung, situasi keamanan dan ketertiban tetap terjaga dengan baik. Pelaksanaan ibadah umat Kristiani di lima gereja tersebut berjalan dengan aman dan khidmat. Selain itu, arus lalu lintas di sekitar lokasi juga terpantau tertib dan lancar. PNO-12 07 Okt 2025, 07:30 WIT
Temui Raja Seith, Polresta Ambon Tegaskan Pelaku Ujaran Kebencian Sudah Diamankan Papuanewsonline.com, Leihitu – Beredar video ujaran kebencian terhadap masyarakat Negeri Seith, Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah yang diduga diposting oknum pelajar berinisial FP di media sosial.Terkait postingan tersebut, aparat Polresta Pulau Ambon dan P.P Lease yang dipimpin Kasat Binmas AKP. Djafar Lessy, melakukan pertemuan dengan masyarakat di kediaman Raja Negeri Seith, Jumat (3/10/2025).Dalam pertemuan itu, Kasat Binmas menegaskan oknum pelajar yang memposting video ujaran kebencian berupa pengancaman telah diamankan. Perbuatan yang bersangkutan juga adalah atas nama pribadi bukan mewakili kampung asalnya."Kami tegaskan bahwa pelaku sudah diamankan. Perbuatan tersebut adalah tindakan pribadi oknum dan tidak boleh dibawa atas nama negeri," tegas AKP. Djafar Lessy dalam pertemuan yang turut dihadiri Raja Seith Rivi Ramli Nukuhehe, Camat Leihitu, Sigit Djuliansah Sanduan, S.STP., M.Si, Kapolsek Leihitu IPTU M. Irwan Nismon Sifu, Pejabat Negeri Hila Kasim Ely, S.Sos, Bhabinkamtibmas Negeri Seith dan Negeri Hila, Babinsa Negeri Hila, Ketua Saniri Negeri Seith Said Aihena, serta tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat Negeri Seith.Polisi, lanjut Djafar Lessy yang merupakan mantan Kapolsek Leihitu ini, akan menindaklanjuti persoalan ini secara bijak sesuai aturan hukum yang berlaku.Sebelumnya, Raja Seith meminta pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku. Ini sebagai efek jera dan menjadi pelajaran bagi generasi muda. Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dan guru dalam mengawasi anak-anak, terutama dalam penggunaan media sosial agar tidak disalahgunakan.Sementara itu, Pejabat Negeri Hila, menyampaikan permohonan maaf atas perbuatan pelajar tersebut. Ia menekankan bahwa kehadiran mereka adalah untuk mencari solusi bersama agar masalah tidak melebar dan menimbulkan konflik baru.Senada dengan itu, Kapolsek Leihitu menegaskan bahwa langkah pengamanan terhadap pelaku merupakan upaya pencegahan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mengingat pelaku masih berstatus pelajar dan di bawah umur, penanganannya akan melibatkan pendampingan dari instansi terkait.Camat Leihitu Sigit Djuliansah Sanduan menambahkan, peristiwa ini harus menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, khususnya generasi muda, agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia menekankan pentingnya pembentukan kesadaran hukum melalui Pos Gakum dan Kadarkum di setiap negeri, sekaligus menggagas pelopor perdamaian di Kecamatan Leihitu.Pertemuan yang berjalan damai ini menyepakati kasus ini tetap diproses sesuai hukum, namun penyelesaian juga ditempuh melalui jalur kekeluargaan dengan tetap menjaga kondusifitas masyarakat. Raja Negeri Seith menyatakan akan menyampaikan hasil kesepakatan ini kepada masyarakat, sementara pelaku untuk sementara diamankan di Polsek Leihitu. PNO-12 05 Okt 2025, 14:50 WIT
Subuh Berjamaah di Masjid Nurul Ikhlas Arbes, Kapolda Maluku: Jaga Persaudaraan & Keamanan Papuanewsonline.com, Ambon – Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si didampingi Wakapolda Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H melaksanakan Sholat Subuh Berjamaah bersama masyarakat di Masjid Nurul Ikhlas Arbes, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Sabtu (4/10/2025).Turut hadir dalam sholat yang diimami Imam Masjid Nurul Ikhlas ini yaitu Kepala SPN dan Kabid Dokkes Polda Maluku, Kapolsek Sirimau beserta personel. Sholat subuh berjamaah yang dilakukan Kapolda dan Wakapolda bersama para pejabat utama Polda Maluku menjadi wujud nyata kedekatan Polri dengan masyarakat, khususnya melalui pendekatan keagamaan.Kapolda menyampaikan pesan penting terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Ia mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk terus menjaga dan memperkuat nilai hidup orang basudara yang sudah menjadi identitas serta kearifan lokal di daerah ini.“Mari kita terus berbuat kebaikan, saling menghargai, dan menjaga persaudaraan. Dengan kebersamaan antara masyarakat dan Polri, situasi Kamtibmas di Maluku akan tetap aman, damai, dan kondusif,” pintanya.Kapolda menekankan, pendekatan melalui peribadatan keagamaan merupakan salah satu upaya yang efektif dalam mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Melalui kegiatan keagamaan, Polri dapat lebih dekat, mendengar aspirasi masyarakat secara langsung, sekaligus menanamkan nilai-nilai kedamaian, toleransi, dan kerukunan antar umat beragama.Kapolda juga menegaskan, menjaga keamanan bukan hanya tugas Polri semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia mengajak jamaah masjid serta warga sekitar untuk aktif berperan serta dalam mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan harmonis.“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh dukungan masyarakat. Dengan kebersamaan, kita bisa mencegah potensi gangguan keamanan dan menciptakan Maluku yang damai serta penuh persaudaraan,” tambahnya. PNO-12 04 Okt 2025, 19:14 WIT
Sholat Jumat di Masjid Raya Al-Fatah, Kapolda Ajak Jamaah Jaga Kamtibmas dan Tebarkan Kebaikan Papuanewsonline.com, Ambon – Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H, S.I.K, M.Si, melaksanakan Sholat Jumat Berjamaah bersama ribuan umat Islam di Masjid Raya Al-Fatah Kota Ambon, Jumat (3/10).Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Presiden PKS Dr. Almuzzamil Yusuf, M.Si, Imam Masjid Raya Al-Fatah, Para Kiai, pengurus masjid, serta jamaah dari berbagai kalangan masyarakat Kota Ambon.Usai sholat, Kapolda Maluku berkesempatan menyampaikan pesan silaturahmi sekaligus mengajak jamaah untuk memperkuat persaudaraan, menjaga keamanan, dan menjadikan hidup lebih bermakna melalui kebaikan.Dalam penyampaiannya, Kapolda mengingatkan pentingnya berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Hadist sebagai fondasi hidup. Ia mengibaratkan nilai-nilai agama seperti batu karang yang kokoh meski diterpa badai, sehingga mampu menjadi pegangan di tengah tantangan zaman.“Kita tidak bisa memilih lahir sebagai apa, suku apa, atau dari bangsa mana. Tetapi kita bisa memilih untuk berbuat kebaikan. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain,” tegas Kapolda.Kapolda juga mengingatkan makna "rahmatan lil alamin", yang mencakup manusia, alam, serta lingkungan hidup. Menurutnya, keberagaman suku, agama, dan bangsa yang ada di Indonesia, termasuk di Maluku, adalah anugerah yang harus dijaga.“Indonesia adalah negara yang beraneka ragam, tapi diikat oleh semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Maluku adalah cerminan kecil dari itu. Mari kita rawat keberagaman ini agar menjadi sumber kekuatan, bukan perpecahan,” tambahnya. Menurutnya, keamanan adalah nikmat besar yang sering kali tidak terasa sampai hilang. Keamanan tidak datang begitu saja, melainkan hasil dari usaha, doa, serta tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Keamanan bukan hanya tugas TNI-Polri atau pemerintah daerah, tapi tanggungjawab semua elemen masyarakat.“Keamanan ini amanah kita bersama. Jangan mudah terprovokasi, terutama melalui media sosial. Hidup pasti ada masalah, tetapi mari kita selesaikan dengan introspeksi dan kebersamaan,” ujar Kapolda.Polri, lanjut Kapolda, dalam menjalankan tugasnya tidak luput dari kekurangan. Olehnya itu Polri selalu terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan dari masyarakat demi perbaikan ke depan.Kapolda meyakini Maluku akan semakin dikenal sebagai daerah yang indah, damai, dan penuh kedamaian bila masyarakat terus hidup berdampingan dengan prinsip saling menghargai.“Tugas dan tanggung jawab saya adalah amanah, yang suatu saat harus saya pertanggungjawabkan kepada Allah, bukan kepada manusia. Karena itu mari kita jadikan Maluku sebagai tanah yang damai, tempat di mana umat muslim maupun non-muslim, dari berbagai suku, bisa hidup berdampingan dengan rukun,” tutup Kapolda. PNO-12 04 Okt 2025, 19:03 WIT
PKK Papua Perkuat Kebersamaan Lewat Ibadah Oikumene Rutin Papuanewsonline.com, Jayapura – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Papua kembali menegaskan komitmennya dalam membangun kebersamaan dan spiritualitas masyarakat melalui Ibadah Oikumene yang digelar secara rutin setiap bulan. Kegiatan yang menghadirkan berbagai organisasi wanita ini telah menjadi wadah untuk mempererat ikatan sosial, memperkuat nilai keagamaan, serta membentuk karakter generasi Papua yang religius dan tangguh menghadapi tantangan zaman. Ibadah Oikumene terbaru dilaksanakan di Lukmen Hall, Gedung Negara, Jayapura, pada Sabtu (27/09/25). Hadir dalam kesempatan itu, Penjabat (Pj) Gubernur Papua, Agus Fatoni, didampingi Pj. Ketua TP PKK Papua, Tyas A. Fatoni, bersama jajaran PKK serta perwakilan organisasi wanita lintas denominasi. Dalam sambutannya, Agus Fatoni menyampaikan apresiasi atas konsistensi TP PKK Papua dalam menjaga tradisi ibadah bulanan ini. Menurutnya, doa bersama bukan hanya ritual, melainkan juga bentuk nyata komitmen spiritual yang berdampak luas bagi kehidupan masyarakat. “Kami mengapresiasi kepada PKK Provinsi Papua yang rutin melaksanakan ibadah dan doa bersama. Ini bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga upaya memperkuat persatuan dan kesatuan yang berakar pada nilai-nilai luhur Pancasila,” ujar Fatoni. Ia juga menekankan pentingnya doa dan pembinaan rohani sejak usia dini, terutama bagi anak-anak dan remaja. Menurutnya, kebiasaan berdoa dan beribadah akan menjadi pondasi kuat dalam membangun generasi yang disiplin, produktif, dan bermoral. Selain itu, Fatoni menitipkan pesan khusus kepada anak-anak dan remaja Papua yang turut hadir dalam kegiatan ini. Ia mendorong mereka agar memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk hal-hal positif, menjauhi pergaulan buruk, serta membangun pola hidup sehat dan disiplin. “Orang yang sukses adalah mereka yang mampu memanfaatkan waktu dengan bijak, memiliki skala prioritas, serta memilih lingkungan yang positif untuk tumbuh dan berkembang,” tegasnya. Ibadah Oikumene bulanan PKK ini tidak hanya menjadi ajang doa bersama, tetapi juga simbol nyata kebersamaan dan solidaritas perempuan Papua dalam memperkuat keluarga, masyarakat, dan bangsa. Kolaborasi berbagai organisasi wanita menunjukkan bahwa kebersatuan lintas perbedaan mampu melahirkan energi positif untuk membangun daerah. TP PKK Papua berharap program ibadah rutin ini dapat terus menjadi sumber inspirasi dan kekuatan spiritual, sehingga mampu membentuk generasi Papua yang religius, berkarakter, sekaligus siap menghadapi dinamika global.       Penulis: Jid Editor: GF 03 Okt 2025, 18:16 WIT
Pemprov Papua Dorong Batik dan Noken Jadi Sumber Kebanggaan dan Penggerak Ekonomi Kreatif Papuanewsonline.com, Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua menegaskan optimismenya bahwa Batik Papua dan Noken, dua warisan budaya yang sarat nilai sejarah dan filosofi, bukan hanya sekadar simbol identitas, melainkan juga berpotensi besar sebagai motor penggerak ekonomi kreatif masyarakat Papua. Dalam rangkaian peringatan Hari Batik Nasional 2 Oktober 2025, Pemprov Papua menampilkan komitmen kuat untuk menjaga keberlanjutan budaya asli, sekaligus memastikan nilai ekonominya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat lokal. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua, Jeri Agus Yudianto, menuturkan bahwa pelestarian Batik Papua dan Noken tidak bisa dilepaskan dari strategi besar pengembangan ekonomi daerah. “Pemprov Papua sangat konsen terhadap pelestarian Batik dan Noken karena keduanya bukan hanya simbol budaya, tetapi juga warisan dunia yang telah diakui UNESCO, dan patut kita banggakan bersama,” ujarnya di Jayapura, Kamis (2/10/25). Sebagai langkah nyata, Pemprov Papua telah mengeluarkan Surat Edaran Gubernur Papua Nomor 000.8 6/0054/SET tertanggal 15 Januari 2025, yang mewajibkan penggunaan Batik Papua dan Tas Noken Papua bagi ASN setiap hari Kamis dan Jumat. Kebijakan ini diyakini akan memperkuat rasa identitas budaya lokal sekaligus menumbuhkan kebanggaan kolektif terhadap produk khas Papua. “Ketika ASN menggunakan Batik dan Noken, itu memberi pesan bahwa budaya ini hidup dan dijaga oleh seluruh masyarakat,” lanjut Jeri. Tidak berhenti di aspek simbolik, Pemprov Papua melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian juga telah menyiapkan rumah produksi Batik Papua. Fasilitas ini ditujukan untuk meningkatkan keterampilan perajin, memperkuat kualitas produk dan membuka peluang pasar yang lebih luas, baik lokal, nasional, hingga internasional. Dengan cara ini, perajin Batik dan pembuat Noken tidak hanya menjadi pelestari budaya, tetapi juga pelaku ekonomi kreatif yang bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga dan komunitas. Menurut Jeri, langkah ini sejalan dengan visi besar Pemprov Papua untuk memadukan pelestarian budaya dengan pembangunan ekonomi yang inklusif. “Kami ingin budaya ini tidak hanya dipertontonkan pada hari-hari besar, tetapi benar-benar hidup, produktif, dan memberi manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat Papua,” pungkasnya. Langkah Pemprov Papua ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk komunitas perajin, pegiat budaya, hingga akademisi, yang menilai kebijakan ini mampu menghubungkan warisan budaya dengan tantangan pembangunan modern.     Penulis: Jid Editor: GF 03 Okt 2025, 18:10 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT