logo-website
Minggu, 10 Mei 2026,  WIT
BERITA TAG Budaya Homepage
Hadiri Sidang ke-39 Sinode GPM, Kapolda Maluku: Tebarkan Kebaikan dan Cinta Kasih di Tanah Maluku Papuanewsonline.com, Ambon - Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si, mengaku pelaksanaan Sidang ke-39 Sinode GPM merupakan kegiatan yang luar biasa. Sebab, dari forum ini akan lahir kebijakan dan keputusan penting guna menuntun umat Kristiani menuju kehidupan lebih baik. Yaitu membawa nilai-nilai kebaikan dan cinta kasih di Tanah Maluku tercinta.Hal ini disampaikan Kapolda secara langsung saat menghadiri pelaksanaan sidang Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) yang digelar di Gereja Maranatha, Kota Ambon, Minggu (19/10/2025).Orang nomor 1 Polda Maluku ini juga memberikan apresiasi dan menyampaikan ucapan selamat atas pelaksanaan Sidang ke-39 Sinode GPM Tahun 2025 tersebut.Mengusung tema “Anugerah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad GPM (1 Petrus 5:10)”, sidang tersebut turut dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Dirjen Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI, Kapoksahli Pangdam XV/Pattimura, Aspidmil Kejati Maluku, Ketua Umum Persekutuan Gereja Indonesia, Ketua dan Sekretaris MPH Sinode GPM, para kepala daerah se-Provinsi Maluku, anggota DPR RI, pimpinan DPRD, tokoh agama, pimpinan perguruan tinggi, serta seluruh peserta sidang dan tamu undangan.“Pertama-tama saya ingin menyampaikan selamat atas pelaksanaan sidang ke-39 Sinode Gereja Protestan Maluku Tahun 2025," ungkap Kapolda Maluku Prof. Dadang Hartanto. Sidang Sinode GPM, kata Kapolda, merupakan kegiatan luar biasa, karena dari forum ini akan lahir kebijakan dan keputusan penting yang dapat menuntun umat Kristiani menuju kehidupan yang lebih baik, "dengan membawa nilai-nilai kebaikan dan cinta kasih di Tanah Maluku yang kita cintai,” katanya.Kapolda juga menegaskan pentingnya peran Gereja dalam memperkuat semangat persaudaraan dan toleransi di Maluku yang dikenal dengan keragaman suku, ras, dan agama. “Kita ketahui bersama bahwa Maluku ini merupakan wilayah yang memiliki keberagaman luar biasa," ujarnya. Kekuatan dan peran Gereja, kata Kapolda, merupakan bagian penting dalam upaya mempersatukan masyarakat. "Kita berharap GPM dapat terus menumbuhkan semangat optimisme dan menjadi Gereja pemersatu bagi seluruh masyarakat Maluku,” harapnyaOrang nomor 1 Polda Maluku ini juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun daerah. “Kita semua harus bersatu padu untuk mewujudkan Maluku yang maju, aman, adil, dan makmur. Maluku tarus biking bae, basudara tarus biking bae, dan GPM tarus biking bae,” tutup Kapolda dengan penuh semangat. PNO-12 20 Okt 2025, 12:24 WIT
Diresmikan, Gereja Bethel Siporannu Berdiri Sebagai Jemaat Mandiri GPI di Papua Papuanewsonline.com, Timika — Sukacita dan rasa syukur memenuhi hati umat di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, saat Gereja Protestan Indonesia (GPI) di Papua Jemaat Betel Siporannu resmi berdiri sebagai jemaat mandiri pada Minggu, 19 Oktober 2025. Peresmian jemaat baru ini dilakukan secara khidmat oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mimika, Abraham Kateyau, S.E., M.H., yang hadir mewakili Bupati Mimika, Johannes Rettob, S.Sos., M.M. Acara berlangsung penuh hikmat dan sukacita di tengah kehadiran ratusan jemaat dan tokoh masyarakat setempat. Dalam sambutan yang dibacakan oleh Pj. Sekda Mimika, Bupati Johannes Rettob menyampaikan rasa syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan panjang pelayanan GPI di Papua, khususnya Jemaat Betel Siporannu yang kini telah berdiri sebagai jemaat mandiri. “Hari ini bukan hanya menjadi momentum sukacita rohani, tetapi juga wujud nyata perjalanan panjang umat Tuhan yang terus bertumbuh di tengah masyarakat Mimika,” ujar Bupati dalam sambutan tertulisnya. Momentum ini disebut menjadi bukti nyata bagaimana gereja di Mimika terus tumbuh dan berkontribusi positif dalam membangun kehidupan beriman yang kuat, sekaligus memperkokoh rasa kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk. Sementara itu, Abraham Kateyau dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran Jemaat Betel Siporannu sebagai jemaat mandiri bukan hanya menandai pertumbuhan organisasi gereja, melainkan juga memiliki makna sosial yang mendalam. “Gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga tempat pembinaan generasi muda, pelayanan sosial, pendidikan iman, dan persekutuan yang mempererat hubungan antarumat,” tuturnya. Ia juga menekankan agar gereja menjadi teladan dan sumber inspirasi bagi masyarakat sekitar dalam menumbuhkan nilai kasih, persaudaraan, dan kepedulian sosial. Dengan semangat kebersamaan, gereja diharapkan dapat terus menjadi garam dan terang dunia, membawa dampak nyata bagi lingkungan sekitar. Dalam kesempatan tersebut, Abraham Kateyau juga menyampaikan harapan agar Jemaat Betel Siporannu terus berkembang dan memperluas pelayanan, bukan hanya dalam aspek rohani tetapi juga pemberdayaan sosial dan kemanusiaan. “Apa yang dicapai hari ini adalah hasil dari ketekunan, doa bersama, dan kesatuan hati umat Tuhan. Kiranya Tuhan Yesus Kristus memberkati setiap langkah pelayanan hari ini dan ke depan,” tambahnya. Ia juga berpesan agar seluruh pelayan gereja dan jemaat tetap rendah hati, menjaga semangat melayani, serta menjadikan gereja sebagai rumah yang terbuka bagi siapa pun yang membutuhkan bimbingan dan kasih Tuhan. Acara peresmian berlangsung dalam suasana hangat dan penuh sukacita. Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah syukur, dilanjutkan dengan pemotongan pita sebagai tanda peresmian Jemaat Betel Siporannu secara resmi sebagai jemaat mandiri GPI di Papua. Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Majelis Pekerja Klasis GPI di Papua Mimika beserta jajarannya, para pendeta, pelayan jemaat, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh masyarakat, serta seluruh jemaat setempat. Momentum bersejarah ini juga menjadi pengingat akan pentingnya sinergi antara pemerintah, gereja, dan masyarakat dalam membangun kehidupan yang damai, harmonis, dan penuh kasih di tanah Mimika. Penulis: Jid Editor: GF 20 Okt 2025, 01:11 WIT
Polda Maluku Apresiasi Festival Benteng Victoria: Tingkatkan Pariwisata dan Perekonomian Masyarakat Papuanewsonline.com, Ambon - Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi S.I.K, memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan Festival Benteng Victoria oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI bersama Pemerintah Provinsi Maluku.Apresiasi tersebut disampaikan Kombes Rositah saat menghadiri kegiatan tersebut mewakili Kapolda Maluku di lapangan Merdeka, kota Ambon, Jumat (17/10/2025).Dengan mengusung tema "Toma Maju Berbudaya" kegiatan yang berlangsung meriah ini dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto. Turut hadir Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XX Kementerian Kebudayaan RI, Gubernur Maluku, Wakil Gubernur Maluku, Sekda Provinsi Maluku, Walikota dan Wakil Walikota Ambon serta Forkopimda Provinsi dan Kota Ambon.Festival Benteng Victoria dilaksanakan dengan tujuan pelestarian dan pengembangan warisan budaya. Ini juga untuk mendorong kreativitas dan inovasi seni dan budaya, serta membangun identitas dan komunitas. "Kami menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan festival benteng Victoria," kata Kabid Humas Kombes Rositah Umasugi.Kegiatan yang dimeriahkan oleh ratusan peserta karnaval budaya nusantara ini, kata Kombes Rositah, dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap budaya serta kerjasama antarbudaya dan Internasional."Semoga kegiatan ini dapat menjadi daya tarik pariwisata bagi wisatawan lokal, nasional maupun internasional sehingga bisa meningkatkan perekonomian di Maluku," harapnya.Polda Maluku, lanjut Kombes Rositah, siap menjamin keamanan dan mendorong peningkatan pariwisata di provinsi Maluku. "Saatnya Maluku bangkit dengan dunia pariwisatanya. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk dapat menjaga situasi kamtibmas yang kondusif," pintanya.Menurutnya, situasi kamtibmas yang kondusif di setiap lokasi wisata akan menumbuhkan rasa aman, nyaman bagi wisatawan yang datang."Semoga Maluku terus aman, agar dunia pariwisata dapat meningkat, yang tentunya berdampak pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," harapnya. PNO-12 18 Okt 2025, 13:12 WIT
Bupati Jayapura Gelar Lomba Pondok Natal 2025 yang Libatkan Juri dari Umat Muslim Papuanewsonline.com, Jayapura — Menjelang perayaan Natal tahun 2025, suasana di Kabupaten Jayapura mulai terasa hangat dan penuh semangat. Pemerintah Kabupaten Jayapura resmi menggelar Lomba Pondok Natal yang digelar serentak mulai dari Distrik Airu hingga Kaureh, melibatkan partisipasi masyarakat dari berbagai latar belakang agama dan budaya. Kegiatan tahunan ini bukan hanya ajang mempercantik lingkungan dengan hiasan Natal yang meriah, tetapi juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan kreativitas, mempererat kebersamaan, dan meneguhkan nilai toleransi antarumat beragama yang telah lama menjadi ciri khas kehidupan di Bumi Kenambai Umbai. Dalam keterangannya kepada awak media, Bupati Jayapura menegaskan bahwa pelaksanaan lomba tahun ini mengandung pesan mendalam tentang kebersamaan lintas iman. Menurutnya, panitia penilai atau dewan juri bukan berasal dari umat Kristen, melainkan dari kalangan umat Muslim yang turut berperan aktif dalam proses penilaian lomba pondok Natal. “Ini merupakan bentuk nyata dari toleransi umat beragama di Papua, khususnya di Kabupaten Jayapura,” ujar Bupati Jayapura dengan penuh semangat. “Kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat Jayapura bisa hidup berdampingan, saling menghormati, dan bekerja sama tanpa melihat perbedaan keyakinan.” Kebijakan tersebut mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak karena dinilai mencerminkan semangat keberagaman yang kuat di Papua. Lomba ini menjadi bukti bahwa semangat Natal tidak hanya milik umat Kristen, tetapi juga menjadi momentum bersama untuk memperkuat persaudaraan antarwarga. Selain menjadi ajang perayaan rohani, lomba pondok Natal juga diharapkan dapat mendorong inovasi dan kreativitas masyarakat. Setiap peserta ditantang untuk menampilkan konsep pondok Natal yang tidak hanya indah dan menarik, tetapi juga memiliki pesan moral, lingkungan, atau sosial yang kuat. “Melalui kegiatan ini, kami ingin semua masyarakat Jayapura — tanpa memandang agama atau latar belakang — bisa berpartisipasi dan menunjukkan semangat gotong royong dalam menyambut Natal,” lanjut Bupati. Bupati Jayapura juga menekankan bahwa panitia akan menilai kreativitas berdasarkan unsur artistik, kekompakan tim, pesan sosial, serta kebersihan lingkungan. Dengan begitu, lomba ini tidak hanya berfokus pada dekorasi, tetapi juga nilai kebersamaan yang terkandung di dalamnya. Lomba pondok Natal 2025 ini akan berlangsung selama beberapa hari di berbagai distrik. Puncak acara akan digelar di Distrik Jayapura, tempat para pemenang diumumkan dan mendapatkan penghargaan langsung dari pemerintah daerah. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial menjelang pergantian tahun, sekaligus menunjukkan wajah Jayapura sebagai daerah yang damai dan penuh harmoni. “Semangat Natal tahun ini bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang menyalakan lilin kasih dan toleransi di hati setiap warga Jayapura,” tutup Bupati dengan penuh harapan. Penulis: Hendrik Editor: GF   16 Okt 2025, 15:54 WIT
Gandeng Tokoh Agama dan Eks JI, Densus 88 Bangun Gerakan Moderasi Beragama di Maluku Papuanewsonline.com, Ambon – Upaya memperkuat ideologi moderat dan mencegah penyebaran paham ekstremisme terus dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia melalui Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) AT Polri.Satgaswil Maluku Densus 88 menggelar kegiatan bertajuk “Transformasi Ideologi: Jalan Menuju Wasathiyah” di Hotel Manise, Kota Ambon, pada Selasa (14/10), sebagai bagian dari program edukatif untuk membangun kesadaran kolektif akan pentingnya ideologi sehat dan moderat di tengah masyarakat.Acara ini dihadiri oleh Ketua MUI Provinsi Maluku Prof. DR. KH. Abdullah Latuapo,M.Ag, perwakilan Densus 88 dari Jakarta, serta para mantan anggota Jemaah Islamiyah (JI) yang kini aktif dalam gerakan rekonsiliasi dan moderasi melalui wadah Rumah Wasathiyah.Sinergi Membangun Narasi DamaiDalam sambutannya, Iptu Irawan Rumasoreng, perwakilan Satgaswil Maluku Densus 88, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tokoh agama dan masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan ini.Ia menekankan pentingnya membangun narasi bersama demi terciptanya Indonesia yang damai, inklusif, dan berideologi moderat.“Transformasi ideologi bukan hanya tentang meninggalkan paham radikal, tapi juga membangun kesadaran baru bahwa Islam rahmatan lil alamin adalah kekuatan utama bangsa ini. Pertemuan ini kami harapkan menjadi titik balik untuk membangun ruang dialog yang sehat antara negara dan umat,” ujar Iptu Irawan.Ia juga menambahkan bahwa inisiatif seperti Rumah Wasathiyah perlu mendapatkan dukungan lintas sektor mulai dari pemerintah daerah, tokoh agama, hingga masyarakat sipil agar proses transformasi ideologi dapat berkelanjutan.Ketua MUI Maluku: Menjaga Keutuhan Bangsa Melalui Ideologi SehatSementara itu, Ketua MUI Provinsi Maluku KH. Abdullah Latuapo menegaskan bahwa menjaga keutuhan bangsa adalah tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat.Menurutnya, transformasi ideologi harus menjadi gerakan bersama untuk menolak ekstremisme dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan.“Para pendiri bangsa kita telah berjuang untuk kemerdekaan. Tugas kita hari ini adalah merawatnya dengan menjaga persatuan dan menolak segala bentuk paham yang memecah belah,” tegas KH. Latuapo.Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif menyuarakan Islam yang damai, toleran, dan menjunjung tinggi prinsip wasathiyah (moderat).Transformasi JI: Dari Radikalisme Menuju ModerasiMomen menarik dalam kegiatan ini adalah pemaparan dari Ustaz Wiji Joko Santoso, mantan tokoh sentral Jemaah Islamiyah (JI) yang kini menjadi penggerak Rumah Wasathiyah.Ia memaparkan proses panjang perubahan ideologis kelompoknya yang telah resmi dideklarasikan pada 30 Juni 2024.“Tahun 2025 adalah tahun kedua sejak kami mendeklarasikan transformasi JI. Kami tegaskan kembali komitmen kami untuk menutup lembaran lama dan membangun masa depan baru bersama negara,” ujar Ustaz Wiji.Ia menjelaskan bahwa Rumah Wasathiyah kini menjadi wadah integrasi sosial bagi mantan anggota JI dengan pendekatan damai dan intelektual.Lembaga ini didukung oleh sembilan dewan pakar lintas profesi mulai dari akademisi, tokoh agama, hingga perwakilan Polri.Film Dokumenter dan Refleksi Setahun TransformasiAcara ini juga menampilkan film dokumenter berjudul “Setahun Transformasi JI”, yang menggambarkan perjalanan, tantangan, serta harapan para mantan anggota JI dalam menempuh jalan kembali ke pangkuan NKRI.Film ini memperlihatkan sisi kemanusiaan, keberanian, dan tekad untuk berubah melalui dakwah damai serta kegiatan sosial kemasyarakatan.Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara aparat keamanan, tokoh agama, dan eks anggota kelompok radikal dalam memperkuat program deradikalisasi dan moderasi beragama di Indonesia.Di akhir kegiatan, seluruh peserta bersepakat untuk terus memperkuat semangat wasathiyah sebagai pijakan bersama dalam menjaga persatuan, toleransi, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). PNO-12 15 Okt 2025, 19:46 WIT
“Merekam Jejak Mimika”: PFI Timika Hadirkan Pameran Foto Bernilai Sejarah Papuanewsonline.com, Timika - Suasana hangat dan penuh nostalgia terasa di lantai 2 Diana Mall, Timika, ketika ratusan pengunjung memadati area pameran foto bertajuk “Mimika Photo Exhibition 2025” yang diinisiasi oleh Pewarta Foto Indonesia (PFI) Timika. Pameran bertema “Merekam Jejak Mimika” ini resmi dibuka pada Jumat (10/10/2025), menampilkan ratusan foto yang menuturkan perjalanan panjang Kabupaten Mimika — dari masa lalu hingga wajah modern hari ini. Ratusan foto hitam putih dan berwarna menghiasi dinding pameran. Setiap karya bercerita — mulai dari foto para kepala daerah pertama Mimika, momen penting pembangunan infrastruktur, hingga ekspresi kehidupan masyarakat di pelosok pedalaman. Ada pula dokumentasi perayaan hari besar, potret pelayanan kesehatan, hingga kegiatan ekonomi rakyat yang merefleksikan denyut kehidupan di kabupaten kaya sumber daya alam ini. Ketua Panitia Mimika Photo Exhibition 2025, Joe Situmorang, menjelaskan bahwa pameran ini bukan sekadar ajang unjuk karya, tetapi ruang untuk mengajak publik memahami perjalanan sejarah Mimika dalam bingkai visual yang kuat. “Melalui pameran ini, kami ingin mengajak masyarakat menengok kembali pertumbuhan Mimika — mengenang, merenungkan, dan merayakan setiap fase pembangunan yang telah dilalui,” ujar Joe. “Fotografi adalah medium yang paling jujur. Ia merekam perubahan tanpa bisa berbohong,” tambahnya dengan penuh semangat. Selain sebagai perayaan HUT ke-29 Kabupaten Mimika, kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi PFI untuk memperkuat komunitas fotografer lokal. Joe menuturkan, pameran ini bertujuan mengapresiasi karya pewarta foto, sekaligus mendorong generasi muda Mimika untuk terjun ke dunia fotografi dan jurnalisme visual. “Foto bukan hanya karya seni, tetapi juga alat pendidikan dan pembentuk kesadaran sosial. Kami ingin generasi muda melihat Mimika bukan hanya dari kata, tapi dari gambar yang berbicara,” jelasnya. Bupati Mimika Johannes Rettob yang hadir membuka secara resmi pameran tersebut, menyampaikan apresiasi tinggi kepada PFI Timika. Ia menilai kegiatan ini memiliki makna mendalam karena berlangsung bertepatan dengan peringatan HUT ke-29 Kabupaten Mimika. “Foto lebih dari sekadar gambar; ia adalah saksi sejarah dan alat edukasi yang menyampaikan pesan perjuangan, kemajuan, dan semangat kebersamaan,” ujar Bupati Rettob dalam sambutannya. Dalam kesempatan itu, Rettob juga menceritakan secara singkat sejarah Mimika, mulai dari masa kolonial Belanda, masuknya gereja Katolik, pendudukan Jepang, hingga akhirnya menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Mimika telah melalui banyak fase sejarah. Dari masa penuh tantangan hingga menjadi daerah maju seperti sekarang. Sudah sepantasnya kita memiliki ruang permanen untuk mengenang semua itu,” tuturnya. Dalam pidatonya, Bupati Rettob mengungkapkan rencana untuk membangun sebuah museum daerah yang akan menampung dokumentasi foto-foto bersejarah serta artefak peninggalan masa lalu Mimika. Rencana ini, katanya, menjadi bentuk penghargaan terhadap para tokoh dan masyarakat yang telah berkontribusi dalam membangun Mimika dari waktu ke waktu. “Foto-foto yang ditampilkan PFI hari ini adalah aset sejarah. Kami ingin agar jejak seperti ini tidak hilang dimakan waktu,” tegasnya. Pameran foto ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya PT Freeport Indonesia, YPMAK, dan Diana Mall Timika sebagai tuan rumah kegiatan. Dukungan ini memperlihatkan sinergi positif antara pemerintah, pelaku industri, dan komunitas kreatif dalam membangun ekosistem seni dan budaya di Mimika. Selama tiga hari penyelenggaraan (10–12 Oktober 2025), pengunjung tampak antusias menikmati pameran, berfoto, dan berdiskusi tentang karya yang ditampilkan. Beberapa sekolah dan komunitas fotografi lokal juga menjadikan pameran ini sebagai kegiatan edukatif bagi siswa dan anggota baru. Melalui “Mimika Photo Exhibition 2025”, PFI Timika tidak hanya menghadirkan karya visual, tetapi juga menyulam kembali kenangan dan semangat kolektif masyarakat Mimika. Dari lensa para pewarta foto, tergambar jelas bahwa setiap potret adalah potongan waktu — saksi bisu dari perjuangan, perubahan, dan harapan yang terus tumbuh di Tanah Amungsa ini.     Penulis: Jid Editor: GF 12 Okt 2025, 13:20 WIT
Perkuat Moral dan Integritas, Polda Maluku Gelar Pembinaan Rohani dan Mental bagi Personel Polri Papuanewsonline.com, Ambon - Dalam upaya memperkuat karakter, moral, dan spiritualitas aparatur kepolisian, Kepolisian Daerah (Polda) Maluku kembali menggelar kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) bagi personil Polri. Kegiatan ini dilaksanakan serentak pada Kamis, (9/10/2025), di sejumlah tempat ibadah di lingkungan Polda Maluku sesuai agama masing-masing.Kegiatan yang rutin dilaksanakan ini menjadi bagian dari program pembinaan sumber daya manusia (SDM) Polri, dengan tujuan membentuk personel yang beriman, berakhlak mulia, profesional, dan humanis dalam menjalankan tugas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.Binrohtal kali ini diikuti oleh pegawai Polda Maluku yang beragama Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, dan Hindu. Masing-masing kegiatan dipusatkan di tempat ibadah internal Polda, yakni:Musholla Ar Rahman untuk peserta beragama Islam, Ruangan Posko Biro Ops Lantai 2 bagi peserta Katolik,Gereja Oikumene Uriah untuk umat Kristen Protestan, dan Ruang Sidang BP4R Biro SDM bagi peserta beragama Hindu.Dalam kegiatan keagamaan tersebut, para peserta diajak memperdalam nilai-nilai spiritual, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan semangat pengabdian dan tanggung jawab moral sebagai anggota Polri.Untuk umat Islam, kegiatan diawali dengan Salat Dhuha, dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin, tausiyah oleh Ustadz Husein Abdul Aziz Arbi, Lc., M.A., serta arahan dari Karo SDM Polda Maluku, Kombes Pol. Jemi Junaidi, S.I.K., M.M.Turut hadir pula Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., dan personel PNPP dari berbagai satuan kerja.Bagi umat Katolik, kegiatan misa dan renungan dipimpin oleh Pastor Echa Wermasubun, serta diakhiri dengan arahan Karo Ops Polda Maluku, Kombes Pol. Ronald Reflie Rumondor, S.I.K., M.Si.Sementara umat Kristen Protestan melaksanakan ibadah yang dipimpin oleh Pdt. H. Thenu, S.Th., dengan pemberitaan Firman Tuhan serta refleksi firman Tuhan dan doa syafaat untuk memohon perlindungan dan penyertaan Tuhan bagi para pimpinan Polri dari Mabes Polri sampai ke tingkat Polda Maluku dan satuan kewilayahan.Sedangkan bagi umat Hindu, kegiatan meliputi Puja Trisandya, penyampaian materi pembinaan tugas anggota Polri oleh Ipda I Ketut Suhermantaka, serta diskusi dan doa penutup (Parama Santi).Karo SDM Polda Maluku, Kombes Pol. Jemi Junaidi, S.I.K., M.M., dalam penyampaiannya mengatakan, Binrohtal bukan hanya merupakan kegiatan rutinitas keagamaan semata, namun merupakan bagian integral dari pembinaan karakter anggota Polri.“Melalui kegiatan ini, Polda Maluku berupaya membentuk personel yang tidak hanya profesional dalam bekerja, tetapi juga memiliki hati nurani yang bersih dan peduli terhadap masyarakat,” ungkapnya.Kegiatan Binrohtal ini menegaskan komitmen Polda Maluku dalam mewujudkan Polri yang Presisi (prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan) dengan menempatkan pembinaan spiritual sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian.Dengan semangat kebersamaan lintas agama, kegiatan ini menjadi wujud nyata bahwa keberagaman justru memperkuat sinergi dan solidaritas di tubuh Polri, khususnya di wilayah Maluku yang dikenal dengan semangat hidup orang basudara. PNO-12 10 Okt 2025, 19:40 WIT
Kapolda Maluku Terima Audiensi Forum Pemuda Lintas Iman Papuanewsonline.com, Ambon – Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si menerima audiensi dari Forum Pemuda Lintas Iman Provinsi Maluku.Pertemuan yang menjadi ajang silaturahmi serta ruang dialog antara jajaran Polda Maluku dengan berbagai organisasi pemuda lintas agama ini merupakan upaya memperkuat sinergitas menjaga kedamaian, toleransi, dan keamanan sosial di Maluku.Dalam pertemuan itu, Kapolda didampingi Kabid Humas, Plt. Dir Intelkam, dan Kasubdit Bhabinkamtibmas Ditbinmas Polda Maluku. Sementara dari Forum Pemuda Lintas Iman Provinsi Maluku, hadir perwakilan dari berbagai organisasi pemuda lintas agama dan kepercayaan seperti BKPRMI, GAMKI, Permabudhi, KMHDI, Pemuda Katolik, KBPPP, KAMMI, HMI, PMII, GPI, Hima Persis, FKPPI, GMNI, dan lainnya.Kapolda Maluku menyampaikan apresiasi atas kehadiran Forum Pemuda Lintas Iman yang telah menunjukkan komitmen untuk menjaga keharmonisan dan stabilitas sosial di Bumi Raja-Raja.“Maluku ini milik kita bersama. Wilayah ini sangat damai dan toleran, tetapi kedamaian itu tidak datang begitu saja. Ia harus terus kita usahakan dan rawat bersama. Maluku akan menjadi tempat yang lebih baik jika dikelola dengan kebersamaan,” ujar Kapolda.Kapolda menegaskan, berbagai potensi konflik di Maluku harus disikapi secara serius melalui sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda.“Dua aspek penting yang harus kita jaga dalam penegakan hukum adalah legalitas dan legitimasi. Polri menjalankan hukum sesuai prosedur, namun dukungan masyarakat sangat penting agar penegakan hukum tidak ditentang oleh pihak-pihak tertentu,” tegasnya.Beliau juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat agar tidak mudah mengambil tindakan sendiri ketika terjadi permasalahan di lingkungan. “Kebiasaan menyelesaikan masalah dengan kekerasan atau pembakaran harus kita hentikan. Kita harus membangun budaya dialog dan hukum,” tambahnya.Kapolda juga menyoroti peran strategis pemuda dalam menjaga perdamaian. “Sering kali agresivitas di masyarakat berawal dari kalangan muda dari perkelahian, miras, hingga konflik kelompok. Karena itu, saya berharap organisasi pemuda turun langsung ke masyarakat untuk menjadi pelopor perubahan, pelindung perdamaian, dan jembatan antar komunitas,” ujarnya.Dalam kesempatan itu, Kapolda memaparkan langkah strategis Polda Maluku dalam menciptakan stabilitas wilayah, salah satunya melalui pembangunan Baileo Emarina atau Rumah Damai wadah rekonsiliasi sosial yang berorientasi pada titik-titik rawan konflik di Maluku. “Balileo Emarina ini kita desain sebagai rumah dialog dan kohesi sosial. Jika terjadi persoalan di masyarakat, di sinilah ruang penyelesaian tanpa kekerasan. Kami ingin melibatkan tokoh agama, adat, dan pemuda dalam wadah ini,” jelasnya.Kapolda menambahkan bahwa para Pejabat Utama Polda telah diturunkan untuk memetakan daerah rawan konflik, karakteristik masyarakat, serta pola interaksi sosial di tiap wilayah. “Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh mitra strategis seperti rekan-rekan pemuda lintas iman untuk bersama-sama membangun Maluku yang aman dan damai,” pungkasnya.Dalam sesi dialog, para pimpinan organisasi pemuda lintas agama menyampaikan aspirasi dan pandangan mereka.Ketua DPW BKPRMI Maluku Ahmad Ilham Sipahutar, M.Si menyampaikan bahwa banyak konflik di Maluku bermula dari perkelahian individu yang berkembang menjadi antar komunitas. Ia berharap Polri dapat merangkul para kepala pemuda di kampung-kampung agar berperan sebagai agen perdamaian.Ketua DPD Pemuda Katolik Maluku, Dominicus D. Oratmangun, menyoroti permasalahan ilegal oil di Aru dan kasus di Masihulan, serta meminta perhatian khusus agar penegakan hukum berjalan adil dan transparan.Perwakilan Gerakan Pemuda Islam (KAMMI) mengungkapkan keprihatinan terhadap kerusakan lingkungan di Gunung Botak akibat penggunaan merkuri dan berharap Polri bersama pemerintah menanganinya dengan serius. Mereka juga menyampaikan bahwa Polri yang terbuka terhadap kritik adalah Polri yang kuat.Perwakilan GAMKI Maluku, Frangki Mahakena, memberikan apresiasi kepada Kapolda yang aktif turun ke lapangan untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat. Ia menekankan pentingnya pelestarian nilai Pela Gandong yang menjadi simbol persaudaraan di Maluku.Dari KMHDI (Pemuda Hindu), disampaikan dukungan terhadap gagasan Rumah Damai serta harapan agar tokoh adat dan pemuka agama dilibatkan dalam wadah tersebut.Organisasi lain seperti PMII, GPI, GMNI, Hima Persis, dan FKPPI turut menyampaikan dukungan terhadap langkah-langkah Polda Maluku dalam menjaga keamanan dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.Audiensi berlangsung dalam suasana penuh rasa persaudaraan dan semangat “orang basudara” yang menjadi ciri khas masyarakat Maluku. Pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa perdamaian dan toleransi bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi komitmen bersama seluruh elemen bangsa.Kapolda Maluku menutup kegiatan dengan menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan, namun perdamaian harus dijaga. “Hukum harus ditegakkan, tetapi perdamaian harus tetap dijaga. Itulah keseimbangan yang ingin kita bangun bersama,” tutup Kapolda. PNO-12 08 Okt 2025, 20:24 WIT
Kapolda Terima Kunjungan Silaturahmi PWNU Maluku Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto S.H., S.I.K., M.Si menerima kunjungan silaturahmi dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Maluku, Selasa (7/10/25). Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan dengan PWNU yang dipimpin Ketua PWNU Maluku, Dr. H. Yamin, ini dihelat di ruang tamu Kapolda, Markas Polda Maluku, Tantui, Kota Ambon.Dalam pertemuan yang membahas berbagai hal strategis tersebut, Kapolda didampingi Kabid Humas Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K, dan Wadir Intelkam Polda Maluku AKBP. Frans Duma SP.Kapolda Maluku menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas kedatangan jajaran PWNU Maluku. Ia menekankan Polda Maluku pada prinsipnya selalu terbuka dalam membangun komunikasi, kerjasama, dan relasi harmonis dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan. "Kami menyampaikan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan Ketua PWNU bersama pengurus di Mapolda Maluku," kata Kapolda.Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara Polda dengan PWNU Maluku dalam bidang keamanan, kerukunan antarumat beragama, pemberdayaan masyarakat, serta dukungan terhadap program prioritas pemerintah."Polda Maluku terbuka untuk semua pihak yang memiliki tujuan baik demi masyarakat. Kami berharap Polda Maluku dan PWNU Maluku dapat terus memperkuat kerjasama yang baik, khususnya dalam menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif.PWNU Maluku, harap Kapolda, dapat menjadi penggerak dalam merawat persaudaraan dan perdamaian serta memperkuat hubungan toleransi antar sesama di bumi Raja-raja.Senada, Ketua PWNU Maluku, Dr. Yamin, yang juga selaku Kakanwil Agama Maluku, menyampaikan terima kasih kepada Kapolda dan Jajaran yang telah menerima kedatangan pihaknya.PWNU, kata Yamin, akan mendukung program Polda Maluku untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat."Kami juga berharap agar kerjasama yang terjalin selama ini antara Polda Maluku dengan PWNU Maluku akan semakin kuat," harapnya. PNO-12 08 Okt 2025, 18:49 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT