logo-website
Kamis, 25 Jun 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Refleksi Kedatangan Wapres di Mimika, Dewan Adat Soroti Krisis Kepercayaan Publik Papuanewsonline.com, Mimika – Kedatangan Wakil Presiden RI dalam kunjungan kerja pada 20–21 April 2026 di Kabupaten Mimika memunculkan berbagai dinamika di tengah masyarakat. Salah satunya datang dari Ketua Dewan Adat Daerah Kabupaten Mimika, Vinsen Oniyoma, yang menyampaikan refleksi kritis atas situasi sosial dan pemerintahan di daerah tersebut.Dalam pandangannya, kunjungan tersebut justru membuka realitas yang selama ini dirasakan masyarakat, yakni menumpuknya aspirasi yang belum tersalurkan secara maksimal."Aspirasi Membuludak, harapan kosong ke jakarta” ungkapnya dalam refleksi yang disampaikan kepada media.Ia menilai, kondisi pelayanan publik di Mimika saat ini ibarat bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak akibat akumulasi kekecewaan masyarakat."Protokoler dan akumulasi kekecewaan pelayanan publik di Mimika ibarat BOM waktu yang meledak." tegasnya.Menurut Vinsen, fenomena yang terjadi menunjukkan adanya kecenderungan sentralisasi harapan masyarakat kepada pemerintah pusat, bukan lagi kepada pemerintah daerah.“Sentralisasi Harapan" dimana masayarakat merasa hanya pemerintah pusat yang mampu memberikan harapan, solusi atau perbaikan dari pada pemerintah daerah serta pelayanan.Ia menyebut kondisi ini sebagai bentuk "mosi tidak percaya" secara sosiologis, yang mencerminkan krisis kepercayaan masyarakat terhadap pimpinan daerah.Dalam refleksinya, Vinsen menjelaskan bahwa ketidakpercayaan tersebut dipicu oleh berbagai persoalan mendasar, mulai dari buruknya pelayanan publik hingga praktik birokrasi yang dinilai berbelit."Ketidak percayaan ini biasanya dipicu oleh pelayanan publik yang buruk, birokrasi berbelit-belit,Pekraktek KKN,atau kebijakan yang tumpah tindi di daerah."Lebih lanjut, ia menilai kondisi ini merupakan sinyal kuat adanya masalah serius dalam tata kelola pemerintahan daerah yang perlu segera dibenahi."Ini adalah sinyal kuat adanya masalah serius dalam tata kelola pemerintahan di daerah."Secara umum, Vinsen melihat adanya penurunan legitimasi kepemimpinan di tingkat lokal yang berdampak pada meningkatnya harapan masyarakat kepada pemerintah pusat."Otoritas moral dan kepercayaan kepemimpinan sedang runtuh sehingga legitimasi kepemimpinan pusat diharapkan mengambil alih atau mengintervensi."Ia juga menegaskan bahwa fenomena ini menunjukkan krisis yang lebih luas dalam hubungan antara masyarakat dan pemerintah daerah."Situasi di mana masyarakat secara luas tidak percaya kepada pimpinan daerah ( Bupati, Gubernur dan DPRP dan DPRD), namun mereka masih menaruh kepercayaan kepada pemerintah pusat.ini sebuah fenomena krisis."Dalam penilaiannya, masyarakat mulai meragukan kemampuan pimpinan daerah dalam mengelola kepentingan publik dan mewakili aspirasi rakyat."Masayarakat menilai pimpinan2 lokal daerah gagal dalam mewakili aspirasi, dalam mengelola keoentingan publik."Ia menambahkan bahwa kondisi ini harus menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Mimika dan DPRK Mimika sebagai penyelenggara pelayanan publik.Vinsen juga menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada Bupati Mimika untuk segera melakukan pembenahan. Di antaranya adalah evaluasi sistem protokoler dalam penyambutan tamu negara, agar lebih tertata dan melibatkan masyarakat adat secara layak. Ia juga mendorong evaluasi terhadap kepala-kepala OPD yang dinilai belum mampu menerjemahkan nilai-nilai Otonomi Khusus di Mimika.Vinsen menekankan pentingnya kebijakan yang benar-benar menyentuh masyarakat adat Papua sebagai prioritas pembangunan daerah. Ia juga meminta adanya teguran terhadap biro protokoler agar setiap kunjungan kenegaraan ke depan dapat dirancang dengan lebih inklusif.Dengan refleksi ini, Dewan Adat berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan pembenahan menyeluruh demi mengembalikan kepercayaan masyarakat.Kunjungan Wakil Presiden pun dinilai menjadi momentum penting untuk membaca kondisi riil di lapangan sekaligus memperbaiki arah kebijakan pembangunan di Mimika. (GF)  22 Apr 2026, 23:58 WIT
Menhub Lepas Kloter Pertama Haji 2026, Layanan Khusus dan Keselamatan Jadi Prioritas Papuanewsonline.com, Tangerang – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi secara resmi melepas keberangkatan jemaah haji kloter pertama tahun 1447H/2026M di Terminal 2F Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (22/4/2026).Pelepasan ini turut dihadiri oleh Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf serta Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, sebagai penanda dimulainya operasional penyelenggaraan angkutan haji tahun ini.Kegiatan tersebut menjadi momentum penting yang menunjukkan kesiapan pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji sejak keberangkatan hingga kepulangan.Dalam sambutannya, Menteri Perhubungan menegaskan bahwa seluruh fasilitas di Terminal 2F telah dipersiapkan secara optimal untuk menunjang kenyamanan jemaah.“Terminal 2F telah kami siapkan secara khusus untuk memberikan layanan terbaik bagi jemaah haji, mulai dari fasilitas hingga alur pelayanan yang terintegrasi. Kami ingin memastikan jemaah mendapatkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar sejak dari tanah air,” ujar Menhub Dudy.Terminal 2F sendiri difungsikan sebagai terminal khusus haji yang dilengkapi dengan layanan Mecca Route, sehingga proses keimigrasian Arab Saudi dapat dilakukan lebih awal di Indonesia.Untuk mendukung kelancaran proses tersebut, pemerintah menyediakan 10 konter imigrasi guna mempercepat layanan bagi para jemaah.Pada kesempatan ini, kloter pertama yang diberangkatkan adalah Banten 1 dengan jumlah 393 jemaah menggunakan penerbangan GA 7302 tujuan Madinah.Penerbangan haji dari terminal ini dilayani oleh maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines yang telah disiapkan untuk mengangkut jemaah secara bertahap.Menhub Dudy juga memastikan bahwa seluruh armada pesawat yang digunakan telah melalui pemeriksaan kelayakan yang ketat."Seluruh pesawat yang digunakan telah melalui ramp inspection dan dinyatakan laik udara sehingga aspek keselamatan penerbangan dapat terjamin. Kami juga menyiapkan rute alternatif sebagai langkah mitigasi jika terjadi gangguan pada jalur utama penerbangan," tutur Menhub Dudy.Secara nasional, pada tahun 2026 pemerintah akan memberangkatkan lebih dari 221.000 jemaah haji dari 14 bandara embarkasi di seluruh Indonesia melalui 525 kloter penerbangan.Bandara Soekarno-Hatta menjadi salah satu embarkasi terbesar dengan total 34.557 jemaah atau sekitar 16,99 persen dari total nasional.Selain di Tangerang, pada hari yang sama Menhub juga melepas keberangkatan jemaah haji kloter pertama dari embarkasi Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.Sebanyak 441 jemaah diberangkatkan dari embarkasi tersebut, yang merupakan bagian dari total 17.460 jemaah yang akan berangkat melalui Kertajati.Dalam kesempatan itu, Menhub juga menyampaikan pesan kepada seluruh jemaah agar menjaga kesehatan dan mengikuti seluruh prosedur perjalanan dengan baik."Kami berharap perjalanan Bapak dan Ibu dapat berjalan dengan lancar, sampai di Tanah Suci dengan selamat untuk menjalankan ibadah haji dengan lancar. Semoga menjadi Haji yang mabrur dan mabrurah. Semoga sehat selalu. Begitu juga nanti dalam kepulangannya, semoga berjalan dengan lancar dan sampai ke Tanah Air dengan selamat dan sehat," kata Menhub Dudy.Kementerian Perhubungan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan transportasi udara dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji.Pemerintah juga berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat serta memperoleh predikat haji yang mabrur. (GF)  22 Apr 2026, 23:50 WIT
TMMD ke-128 Resmi Dimulai, TNI dan Pemda Genjot Pembangunan Kampung di Mimika Papuanewsonline.com, Mimika – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Tahun 2026 resmi digelar di Kabupaten Mimika. Kegiatan ini ditandai dengan upacara pembukaan yang dipimpin langsung oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, di Makodim 1710/Mimika, Rabu (22/4/2026).Pembukaan TMMD menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam upaya percepatan pembangunan di wilayah terpencil.Dalam pelaksanaannya, TMMD ke-128 melibatkan sekitar 150 personel gabungan yang terdiri dari TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, serta Polri.Komandan Kodim 1710/Mimika, Jozanda, menjelaskan bahwa kegiatan TMMD kali ini dipusatkan di Kampung Keakwa sebagai lokasi utama pembangunan."Kami mengerjakan program fisik berupa pembangunan 5 unit rumah panggung tipe 36, fasilitas MCK umum, program air bersih, hingga pembukaan lahan tidur menjadi lahan pertanian produktif," ujarnya.Selain fokus pada pembangunan fisik, program TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan kesehatan, penanganan stunting, hingga pembekalan wawasan kebangsaan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut.Bupati Mimika, Johannes Rettob, dalam sambutannya menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pelaksanaan program TMMD."Kami harap manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Infrastruktur yang dibangun sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan warga," katanya.Ia juga menilai bahwa program TMMD bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat melalui semangat gotong royong.Menurutnya, kolaborasi yang terjalin dalam program ini mencerminkan komitmen bersama dalam membangun daerah secara inklusif dan berkelanjutan.Di sisi lain, keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan menjadi kunci keberhasilan program ini agar hasil pembangunan dapat dimanfaatkan secara optimal.Bupati pun mengimbau warga untuk turut berpartisipasi aktif selama pelaksanaan TMMD berlangsung.Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga dan merawat hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.Program TMMD ke-128 diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam mengatasi keterbatasan infrastruktur di wilayah terpencil, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.Dengan adanya sinergi yang kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, pembangunan di Kampung Keakwa diharapkan berjalan lancar dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Penulis: JidEditor: GF  22 Apr 2026, 23:48 WIT
Ketua KPK Mimika Desak Pimpinan PT Dewi Graha Indah Bertanggung Jawab atas Proyek Jembatan Banti Papuanewsonline.com, Mimika - Ketua Komunitas Pemuda Kei (KPK) Mimika, Edoardus Rahawadan, mendesak Haji Ali Mulyono selaku pimpinan PT Dewi Graha Indah untuk bertanggung jawab penuh atas pembangunan jembatan penghubung Banti 1 ke Kampung Banti 2 serta Opitawak.Proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Mimika tahun anggaran 2023–2024 itu tercantum dalam DPA Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mimika. Pekerjaan fisiknya dikerjakan oleh PT Dewi Graha Indah yang beralamat di Jalan Tawes, belakang Expo Waena, Distrik Heram, Kabupaten Jayapura.Edoardus menilai proyek tersebut terhambat dan seolah hilang dalam proses hukum. Ia menduga keterlambatan itu berkaitan dengan keterlibatan sejumlah pejabat penting serta pihak-pihak yang memiliki kedekatan dengan aparat penegak hukum.“Jika alasan keterlambatan karena faktor keamanan, maka saya mempertanyakan mengapa ada banyak dukungan dari oknum-oknum aparat keamanan,” ujar Edoardus.Menurutnya, sebelumnya penyidik Polres Mimika telah memeriksa enam saksi terkait kasus tersebut. Edoardus mengutip pernyataan Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman pada Rabu 11 Juni 2025.“Enam saksi kami periksa, semuanya cukup kooperatif memberikan keterangan. Namun, yang harus dilengkapi saat ini terkait alat bukti,” kata Kapolres sebagaimana dikutip dari salah satu media online.Edoardus meminta Kapolres dan Kasat Reskrim untuk fokus menangani perkara ini. Ia juga mengaku memiliki catatan khusus terkait perkembangan kasus yang menurutnya sudah ditangani oleh dua Kapolres.Edoardus menambahkan, proyek jembatan di dataran tinggi Mimika itu sangat merugikan masyarakat karena akses transportasi warga terhambat.Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman saat itu menyatakan belum ada tersangka dan proses masih pada tahap pengumpulan alat bukti. Ali Mujiono juga mengakui pencairan dana proyek sudah dilakukan 100 persen pada akhir 2023, sementara progres pengerjaan belum memenuhi target.Hingga berita ini rilis, redaksi belum mendapat keterangan resmi dari Haji Ali Mulyono maupun PT Dewi Graha Indah terkait desakan tersebut. Penulis: Hend Editor: GF 22 Apr 2026, 23:44 WIT
Pemkab Mimika Gelar Evaluasi Layanan Publik, Wakil Bupati: Bukan Sekadar Formalitas Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui kegiatan Evaluasi Kinerja Layanan Publik Tahun 2026. Acara yang digelar di Hotel Horison Ultima, Rabu (22/4/26), ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Emanuel Kemong, jajaran pimpinan OPD, serta narasumber ahli dari Kementerian PAN-RB, Dr. Otok Kuswandaru.Dalam sambutannya Emanuel Kemong, Menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momen penting untuk melakukan evaluasi dan introspeksi menyeluruh. "Evaluasi ini menjadi ruang untuk melihat kekurangan dan tantangan, agar pelayanan nantinya benar-benar transparan, akuntabel, dan sesuai kebutuhan masyarakat," ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya transformasi pelayanan yang cepat, mudah, dan didukung oleh teknologi informasi yang memadai.Sementara itu, Dr. Otok Kuswandaru dalam paparannya menjelaskan lima pilar utama transformasi layanan, yaitu kepastian layanan, respons terhadap pengaduan, aksesibilitas, inovasi, serta integrasi. "Pelayanan harus memberi kepastian, bukan kebingungan. Pengaduan masyarakat adalah kompas untuk perbaikan," tegasnya. Ia juga menekankan agar birokrasi tidak lagi rumit dan pemerintah hadir secara proaktif menyelesaikan masalah rakyat.Di sisi lain, Kepala Disdukcapil Mimika, Slamet Sutejo, memaparkan upaya perbaikan melalui program "Dukcapil Prima Mimika Bisa" yang fokus pada penyederhanaan prosedur dan digitalisasi. "Kami terus menghadirkan layanan yang cepat, mudah, dan membahagiakan masyarakat," katanya. Melalui evaluasi ini, diharapkan lahir rekomendasi strategis yang mampu mendorong perubahan nyata dan kepuasan masyarakat di Mimika.  Penulis: Andi Ilham Editor: GF 22 Apr 2026, 23:40 WIT
Penantian 22 Tahun Berakhir, RUU PPRT Resmi Disahkan Jadi Undang-Undang Papuanewsonline.com, Jakarta – Pemerintah bersama DPR RI akhirnya menyepakati Rancangan Undang-Undang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) untuk disahkan menjadi undang-undang. Keputusan ini mengakhiri penantian panjang selama 22 tahun dalam menghadirkan kepastian hukum bagi pekerja rumah tangga di Indonesia.Pengesahan tersebut memiliki makna khusus karena bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, serta menjadi momentum menjelang Hari Buruh Internasional (May Day) 2026. Hal ini sekaligus menegaskan komitmen negara dalam memperjuangkan hak-hak pekerja, khususnya di sektor domestik yang selama ini kerap terabaikan.Keputusan resmi diambil dalam Rapat Paripurna DPR ke-17 Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026 yang dipimpin Ketua DPR RI Puan Maharani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).Sidang paripurna tersebut dihadiri sejumlah perwakilan pemerintah, di antaranya Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, serta Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan.Dalam forum tersebut, Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembahasan panjang RUU PPRT, termasuk kementerian terkait yang telah berkontribusi aktif dalam merumuskan regulasi tersebut.Mewakili pemerintah, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menegaskan bahwa pembentukan UU PPRT bertujuan memberikan kepastian hukum serta melindungi pekerja rumah tangga dari berbagai bentuk pelanggaran hak.“Setelah sungguh-sungguh mempertimbangkan pendapat fraksi-fraksi, izinkan kami mewakili Presiden RI dalam rapat terhormat ini menyatakan setuju RUU tentang PPRT untuk disahkan menjadi undang-undang,” katanya.Ia menjelaskan bahwa undang-undang ini juga dirancang untuk mencegah praktik diskriminasi, eksploitasi, dan pelecehan terhadap pekerja rumah tangga, sekaligus menciptakan hubungan kerja yang harmonis dengan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan keadilan.Sementara itu, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menyampaikan apresiasi atas rampungnya pembahasan RUU yang telah diusulkan sejak tahun 2004 tersebut.Afriansyah menilai pengesahan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat landasan hukum perlindungan pekerja rumah tangga di Indonesia.“Kami mewakili Presiden menyampaikan ucapan terima kasih kepada pimpinan dan anggota Badan Legislasi DPR RI yang dengan penuh dedikasi dan kerja keras telah menyelesaikan pembahasan RUU PPRT,” ujarnya.Dalam undang-undang tersebut, diatur berbagai aspek penting, mulai dari mekanisme perekrutan, lingkup pekerjaan, hingga hubungan kerja antara pekerja rumah tangga dan pemberi kerja yang berbasis kesepakatan atau perjanjian kerja.Selain itu, regulasi ini juga mengatur hak dan kewajiban pekerja rumah tangga, pemberi kerja, serta Perusahaan Penempatan Pekerja Rumah Tangga (P3RT), termasuk kewajiban pelatihan vokasi dan sistem perizinan bagi lembaga penyalur.Tidak hanya itu, pemerintah juga menekankan pentingnya pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan perlindungan pekerja rumah tangga, serta mekanisme penyelesaian perselisihan yang adil dan transparan.Peran serta masyarakat juga menjadi bagian penting dalam undang-undang ini, guna memastikan perlindungan pekerja rumah tangga dapat berjalan secara menyeluruh dan berkelanjutan.Dengan disahkannya UU PPRT, pemerintah berharap tidak ada lagi celah hukum yang merugikan pekerja rumah tangga, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang lebih manusiawi, aman, dan berkeadilan di seluruh Indonesia. (GF) 21 Apr 2026, 23:26 WIT
Kemenkes Wajibkan Label “Nutri Level”, Langkah Tegas Kendalikan Konsumsi Gula Berlebih Papuanewsonline.com, Jakarta — Kementerian Kesehatan resmi menerbitkan kebijakan baru untuk menekan konsumsi gula berlebih di masyarakat melalui penerapan label gizi “Nutri Level” pada pangan siap saji, khususnya minuman berpemanis. Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola konsumsi yang lebih sehat.Aturan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 tentang pencantuman label gizi dan pesan kesehatan pada pangan siap saji yang diterbitkan pada Selasa (14/4). Kebijakan ini difokuskan pada pelaku usaha skala besar sebagai tahap awal implementasi.Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan upaya edukatif untuk menekan konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) yang berlebihan, yang selama ini menjadi pemicu utama berbagai penyakit tidak menular.“Karena itu, perlu dilakukan upaya melalui pemberian informasi dan edukasi agar masyarakat dapat lebih mudah memilih pangan siap saji yang tepat dan sehat sesuai kebutuhannya,” ujar Menkes.Ia menjelaskan bahwa tingginya konsumsi GGL berkontribusi besar terhadap peningkatan kasus penyakit seperti obesitas, hipertensi, penyakit kardiovaskular, stroke, hingga diabetes tipe 2, yang berdampak langsung pada beban pembiayaan kesehatan nasional.Sebagai ilustrasi, beban pembiayaan BPJS Kesehatan untuk penyakit gagal ginjal meningkat lebih dari 400 persen, dari Rp2,32 triliun pada 2019 menjadi Rp13,38 triliun pada 2025. Angka ini menunjukkan urgensi intervensi kebijakan berbasis pencegahan.Lebih lanjut, Menkes menambahkan bahwa kebijakan ini juga merupakan amanat dari Undang-Undang Kesehatan yang mendorong sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan penyakit.“UU Kesehatan mengamanatkan agar kebijakan lintas sektor diselaraskan. Kemenkes bertanggungjawab untuk mengatur pangan siap saji, sementara untuk pangan olahan atau produk pabrikan menjadi ranah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),” jelasnya.Dalam implementasinya, Nutri Level akan ditampilkan dalam bentuk label dengan kode warna dan huruf, mulai dari Level A (hijau tua) dengan kandungan GGL rendah hingga Level D (merah) yang menunjukkan kandungan GGL tinggi.Label ini diwajibkan untuk dicantumkan pada berbagai media informasi seperti daftar menu, kemasan, brosur, hingga platform digital, sehingga mudah diakses oleh konsumen sebelum membeli produk.Namun demikian, kebijakan ini belum menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah seperti warteg, pedagang kaki lima, dan restoran kecil. Pemerintah memilih pendekatan bertahap agar implementasi berjalan efektif tanpa membebani pelaku usaha kecil.Dengan adanya kebijakan ini, Kementerian Kesehatan berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam memilih konsumsi sehari-hari, sekaligus mendorong pelaku usaha untuk menyediakan pilihan produk yang lebih sehat. (GF) 21 Apr 2026, 23:20 WIT
Ditjen Hubla Gandeng PSN, Layanan Digital Pelabuhan 3TP Diperkuat Berbasis Satelit Papuanewsonline.com, Jakarta — Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terus memperkuat layanan digital di wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Perbatasan (3TP) melalui pemanfaatan teknologi satelit. Langkah ini diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Korido dengan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) di Ruang Sriwijaya, Gedung Kemenhub, Jakarta, Selasa (21/4).Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Kepala Kantor UPP Kelas III Korido, Willem Thobias Fofid, dan Direktur PT Pasifik Satelit Nusantara, Heru Dwi Kartono, serta disaksikan langsung oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud.Dirjen Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi momentum penting dalam transformasi digital sektor maritim, khususnya di wilayah 3TP yang selama ini menghadapi keterbatasan akses teknologi."Pelabuhan Korido memiliki peran strategis di Kawasan Pasifik sebagai pintu gerbang logistik dan penggerak ekonomi. Namun, tantangan geografis seringkali menjadi kendala dalam akses teknologi informasi," ungkapnya.Melalui kerja sama ini, berbagai kendala teknis seperti keterbatasan jaringan komunikasi yang selama ini menghambat pelaporan administrasi kapal dan aktivitas pelabuhan diharapkan dapat teratasi secara signifikan."Manfaat nyata dari sistem ini adalah terciptanya efisiensi operasional yang maksimal dan transparansi data secara real-time langsung dari perbatasan Pasifik ke pusat data nasional," jelas Dirjen Masyhud.Senada dengan itu, Kepala Kantor UPP Kelas III Korido, Willem Thobias Fofid, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi solusi konkret dalam menjawab keterbatasan infrastruktur digital di wilayah perbatasan."Kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan sinergitas layanan digitalisasi kepelabuhanan dan angkutan di perairan. Pemanfaatan teknologi satelit diharapkan mampu menghadirkan konektivitas digital yang andal, terutama di wilayah yang selama ini sulit dijangkau oleh jaringan terestrial," ungkap Willem.Ia juga menekankan bahwa penguatan kedaulatan data menjadi aspek penting dalam pengelolaan sektor maritim, mengingat data pergerakan kapal dan aktivitas pelabuhan merupakan aset strategis negara."Melalui kerja sama ini, kita berharap sistem layanan menjadi lebih lancar tanpa terkendala permasalahan jaringan," jelasnya.Sementara itu, Direktur PT Pasifik Satelit Nusantara, Heru Dwi Kartono, menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendukung transformasi digital nasional melalui penyediaan infrastruktur satelit yang andal."Kerjasama ini bagi kami merupakan langkah strategis dalam mendukung transformasi digital, khususnya di sektor maritim lebih khusus lagi dalam meningkatkan kualitas layanan pelabuhan di wilayah 3TP. Sebagai perusahaan yang bergerak di layanan telekomunikasi dan konektivitas, kami meyakini bahwa akses komunikasi merupakan fondasi penting bagi efisiensi operasional, keselamatan pelayaran, dan kedaulatan data nasional," kata Heru.Lebih lanjut, ia berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak luas bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses."Melalui kerjasama ini kami berkomitmen untuk menghadirkan solusi teknologi yang inklusif, berkelanjutan, dan dapat menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan. Semoga kolaborasi ini berjalan lancar dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara," pungkasnya.Dengan integrasi teknologi satelit ini, Ditjen Perhubungan Laut optimistis layanan kepelabuhanan akan semakin efisien, transparan, dan terintegrasi, sekaligus memperkuat pengawasan serta keselamatan pelayaran di wilayah timur Indonesia. (GF)  21 Apr 2026, 23:18 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT