Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
LP3BH Manokwari Desak Penangkapan 13 Bos Tambang Emas Ilegal di Manokwari
Papuanewsonline.com, Manokwari — Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy, melontarkan desakan keras kepada Dominggus Mandacan selaku Gubernur Papua Barat dan Alfred Papare selaku Kapolda Papua Barat agar segera mengambil langkah tegas terhadap sekitar 13 orang yang diduga sebagai “bos” penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Distrik Prafi dan Distrik Masni, Kabupaten Manokwari.Desakan tersebut disampaikan Warinussy menyusul dugaan kuat bahwa para pemodal utama tambang emas ilegal itu beraktivitas dan bermukim secara terbuka di sejumlah kawasan permukiman, mulai dari SP3, SP4, SP5 hingga SP8 di Distrik Prafi, serta sebagian wilayah Distrik Masni.Bahkan, menurut Warinussy, salah satu terduga pelaku berinisial HIK diketahui memiliki domisili hukum di Bintuni, namun saat ini juga menetap dan beraktivitas di wilayah SP5 Prafi.“Jika aparat penegak hukum mengetahui keberadaan mereka, maka tidak ada alasan hukum untuk tidak melakukan penangkapan dan proses penegakan hukum,” tegas Warinussy dalam pernyataan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (13/2/2026).Warinussy menegaskan bahwa praktik PETI di Papua Barat bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan telah mengarah pada dugaan tindak pidana serius yang berdampak luas.“Saya menduga aktivitas ini telah merusak lingkungan, mencemari aliran sungai, serta memicu potensi konflik sosial, khususnya di wilayah masyarakat adat,” sorotnya.Namun ironisnya, lanjut Warinussy, praktik tambang ilegal tersebut kerap berlangsung selama bertahun-tahun tanpa penindakan tegas terhadap aktor intelektual dan pemodal utamanya, sementara yang sering tersentuh hukum justru pekerja lapangan.Menurutnya, kunci pemberantasan PETI bukan hanya pada penertiban alat berat, melainkan pada penindakan tegas terhadap para bos dan pemilik modal yang berada di balik operasi tambang ilegal tersebut.“Penegakan hukum harus menyasar para bosnya, bukan hanya pekerja lapangan. Jika 13 orang ini benar terlibat, maka proses hukum harus segera dilakukan tanpa pandang bulu,” pintanya.Direktur LP3BH Manokwari menegaskan bahwa dugaan tindak pidana PETI dapat dijerat menggunakan Undang-Undang tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, serta ketentuan pidana lain dalam KUHP yang berlaku.Ia menekankan pentingnya penegakan hukum yang terbuka, profesional, dan akuntabel guna memulihkan kepercayaan publik terhadap aparat negara.“Pembiaran terhadap PETI bukan hanya soal kerugian ekonomi negara, tetapi juga merupakan pelanggaran terhadap hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat, sebagaimana dijamin dalam konstitusi,” ujarnya.Warinussy menilai desakan ini sekaligus menjadi ujian integritas bagi aparat penegak hukum di Papua Barat.“Papua Barat tidak boleh menjadi surga bagi tambang ilegal. Jika hukum ditegakkan secara konsisten, maka pesan kepada publik akan sangat jelas: tidak ada yang kebal hukum,” pungkasnya. (GF)
18 Feb 2026, 01:13 WIT
Status Hukum Kampung Persiapan Moyang Menguat, LPBH Manokwari Siap Tempuh Langkah Hukum
Papuanewsonline.com, Manokwari — Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy, melakukan kunjungan langsung ke Kampung Persiapan Moyang, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Sabtu (14/2/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memantau secara langsung situasi hukum terkait lahan yang saat ini ditempati sekitar 121 warga kampung tersebut.Dalam pertemuan bersama warga, Warinussy menerima dan menelaah sejumlah dokumen administrasi pertanahan yang menunjukkan adanya alas hak yang sah atas tanah di wilayah Kampung Persiapan Moyang. Dokumen tersebut mencakup sertifikat hak milik (SHM) serta peta lokasi eks-transmigrasi yang selama ini menjadi dasar penguasaan dan pemanfaatan lahan oleh warga.“Berdasarkan penelusuran data pertanahan yang dilakukan oleh warga, terdapat sejumlah pemegang sertifikat hak milik di atas lokasi Kampung Persiapan Moyang. Artinya, secara hukum perdata dan hukum agraria, kedudukan mereka sangat kuat,” tegas Warinussy dalam rilis pers yang diterima Papuanewsonline.com, Sabtu (14/2/2026).Warinussy mengingatkan seluruh pihak, termasuk aparat penegak hukum di wilayah Manokwari dan sekitarnya, agar tidak memberikan pemahaman hukum yang keliru dengan menyebut lokasi tersebut sebagai tanah sengketa tanpa dasar hukum yang jelas.Menurutnya, pelabelan sepihak semacam itu justru berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum dan keresahan sosial di tengah masyarakat.“Objek tanah Kampung Persiapan Moyang memiliki alas hak yang sah menurut hukum perdata dan hukum agraria. Karena itu, tidak tepat jika serta-merta disebut sebagai tanah sengketa tanpa kajian hukum yang cermat dan komprehensif,” ujarnya.Ia menambahkan, sepanjang sertifikat hak milik tersebut diterbitkan secara sah oleh negara dan belum dibatalkan melalui putusan pengadilan, maka sertifikat tersebut memiliki kekuatan pembuktian yang kuat dalam hukum agraria nasional.Sebagai lembaga bantuan hukum dan advokasi HAM, LP3BH Manokwari menyatakan telah menyiapkan langkah-langkah hukum strategis guna membantu serta melindungi hak-hak warga Kampung Persiapan Moyang.Langkah ini, menurut Warinussy, merupakan bagian dari mandat pembelaan hak asasi manusia, khususnya hak atas kepemilikan dan kepastian hukum yang dijamin oleh prinsip-prinsip HAM universal serta peraturan perundang-undangan di Indonesia.“LP3BH Manokwari akan terus mengawal segenap upaya warga dalam mempertahankan haknya secara adil, konstitusional, dan bermartabat,” tegasnya.Kasus Kampung Persiapan Moyang kembali menegaskan pentingnya kepastian hukum agraria di Papua Barat, terutama di wilayah eks-transmigrasi yang kerap menghadapi persoalan administratif dan klaim tumpang tindih.Dengan adanya pendampingan hukum dari LP3BH Manokwari, warga diharapkan memperoleh perlindungan hukum maksimal serta kepastian atas hak-hak keperdataan mereka ke depan. (GF)
18 Feb 2026, 01:04 WIT
Pernyataan Resmi TPNPB Terkait Penembakan Dua Pilot di Bandara Korowai Batu
Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Sebuah video pernyataan
yang mengatasnamakan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) beredar
luas di media sosial, berisi tanggapan atas insiden penembakan dua pilot di
Bandara Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom.Dalam video berdurasi lebih dari 16 menit itu, Sebby Sambom
menanggapi berbagai komentar publik, termasuk dari Komnas HAM dan sejumlah
pegiat hak asasi manusia, yang menyebut kedua pilot menjalankan misi
kemanusiaan. Ia membantah anggapan tersebut dan menyatakan bahwa kedua korban
bukan pekerja kemanusiaan.“Saya Sri Sabo menyampaikan kepada masyarakat Indonesia juga
orang asli Papua dan masyarakat internasional bahwa dua pilot itu bukan bekerja
kemanusiaan melainkan mereka adalah bagian dari Indonesian Security Force,”
ujarnya dalam pernyataan tersebut.Ia juga menegaskan bahwa pihaknya selama ini telah berulang
kali mengeluarkan peringatan terkait penggunaan pesawat sipil di wilayah
konflik. Menurutnya, pesawat sipil tidak boleh digunakan untuk melayani
kepentingan militer dan kepolisian Indonesia.Dalam pernyataan tersebut, ia menyebut pihaknya memiliki
data dan laporan terkait dugaan penggunaan pesawat sipil untuk mengangkut
personel keamanan. Ia menganggap praktik tersebut melanggar hukum
internasional, terutama di wilayah yang diklaim sebagai zona konflik.Sebby Sambom juga menyampaikan bahwa pihaknya telah
memberikan peringatan sebelumnya. Ia menyatakan bahwa jika peringatan tersebut
tidak diindahkan, maka pihaknya tidak bertanggung jawab atas konsekuensi yang
terjadi.Selain membahas insiden penembakan di Bandara Korowai Batu,
ia turut menyinggung sejarah konflik panjang di Papua sejak dekade 1960-an.
Dalam pernyataannya, ia mengulas berbagai peristiwa kekerasan yang menurutnya
belum mendapat perhatian serius.Pada bagian lain, ia juga menyampaikan kritik terhadap
keberadaan aparat keamanan Indonesia di Papua serta menyatakan bahwa pihaknya
siap mempertahankan wilayah yang mereka klaim.Pernyataan tersebut memuat seruan kepada masyarakat Papua
dan komunitas internasional untuk memperhatikan situasi di wilayah konflik. Ia
menegaskan bahwa perjuangan yang mereka jalankan akan terus berlangsung.Video tersebut kini menjadi perhatian publik dan memicu
beragam respons. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi
terbaru dari aparat keamanan terkait isi pernyataan dalam video tersebut.
Situasi keamanan di sejumlah wilayah Papua Selatan masih
menjadi sorotan berbagai pihak, terutama pasca-insiden penembakan di Bandara
Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel. (GF)
17 Feb 2026, 21:32 WIT
Permata CUP 1 Meriahkan Pra-Ramadan, Ajang Pembinaan Futsal Generasi Muda Papua
Papuanewsonline.com, Mimika – Akademi Futsal Permata sukses
menyelenggarakan turnamen Akademi Futsal Permata CUP 1 pada tanggal 11, 12, dan
14 Februari 2026 di GOR Futsal SP2. Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut
bulan suci Ramadan serta diikuti oleh 16 team dari 14 sekolah dan 1 komunitas yang
berpartisipasi dengan penuh semangat dan sportivitas.Sejak hari pertama pelaksanaan, atmosfer kompetisi sudah
terasa hangat. Sorak sorai para pendukung menggema di dalam gedung olahraga,
memberikan motivasi tambahan bagi para pemain muda yang tampil penuh percaya
diri dan determinasi tinggi di setiap pertandingan.Turnamen ini menjadi ajang pembinaan dan pengembangan bakat
generasi muda Papua di bidang futsal, sekaligus mempererat persaudaraan antar
pelajar melalui kompetisi yang sehat, positif, dan menjunjung tinggi
nilai-nilai kebersamaan.Selama tiga hari pelaksanaan, pertandingan berlangsung
kompetitif. Setiap tim menampilkan strategi terbaik dan kerja sama solid demi
meraih hasil maksimal. Disiplin, kerja keras, serta semangat pantang menyerah
menjadi warna tersendiri dalam setiap laga.Setelah melalui pertandingan yang kompetitif selama tiga
hari, berikut hasil akhir Permata CUP 1: Juara 1: SMP Integral HidayatullahJuara 2: MTs Al FatahJuara 3: Akademi Futsal PermataJuara 4: MTs DDI.Keberhasilan para juara tidak lepas dari persiapan matang
dan dukungan penuh dari sekolah serta orang tua. Sementara itu, tim yang belum
meraih gelar tetap menunjukkan sportivitas tinggi dengan saling memberi selamat
usai pertandingan.Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan
mendapat antusiasme tinggi dari peserta maupun pendukung yang hadir. Kehadiran
ratusan penonton turut menyemarakkan jalannya turnamen hingga partai final.Panitia dan keluarga besar Akademi Futsal Permata
menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh
sponsor dan donatur yang telah mendukung terselenggaranya AFP CUP 1, di
antaranya: Yayasan Assalam Timika (SMPIT Permata Papua, SDIT Permata Papua,
TKIT Permata Papua, Komite SMPIT Permata Papua), LAZ Assalaam Timika, Rumah
Madu Timika, PT Jasti Pratama, Paluta Sejahtera, Permata Farm, Toko Mulya
Teknik, BNN, SAR Sobat Ardi, HNI, PT ABB Group, Watampone Car Service, CV
Konveksi Papua Sejahtera, PKS, Dwi Koala Kencana, Jarwal Bangunan Timika,
K&K Bakery, Astra Motor, CV Foto Indah, CV Mevi AW Mandiri, TBS, Happy Day,
Klinik Mitra Anda, Poetra Abadi, Mifta Cargo, serta donatur perorangan Bpk.
Ir. Supranoto dan Bpk. Isnadi.Dukungan dari para sponsor dan donatur menjadi bagian
penting dalam menyukseskan turnamen ini. Kontribusi tersebut tidak hanya
membantu dari sisi teknis penyelenggaraan, tetapi juga menjadi bukti nyata
kepedulian berbagai pihak terhadap pembinaan generasi muda Papua melalui
olahraga.Akademi Futsal Permata berharap kegiatan ini tidak hanya
menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum mempererat ukhuwah dan membangun
karakter generasi muda dalam menyambut bulan suci Ramadan. Dengan semangat
kebersamaan yang telah terjalin, Permata CUP diharapkan dapat terus berlanjut
dan menjadi agenda tahunan yang dinanti. (GF)
17 Feb 2026, 15:57 WIT
Bupati Mimika Turun Tangan Redam Konflik Kamoro dan Mee di Kapiraya
Papuanewsonline.com, Mimika – Bupati Mimika, Johannes
Rettob, turun langsung ke Kapiraya untuk membahas konflik batas wilayah antara
suku Kamoro dan suku Mee yang belakangan memicu ketegangan di wilayah tersebut.
Kehadiran orang nomor satu di Mimika itu menjadi bagian dari upaya percepatan
penyelesaian persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.Konflik batas wilayah ini dinilai membutuhkan penanganan
segera guna mencegah meluasnya dampak sosial. Pemerintah daerah pun bergerak
cepat dengan menggelar pertemuan bersama sejumlah pihak terkait untuk
merumuskan langkah konkret di lapangan.Dalam pertemuan dengan pemerintah daerah, Bupati Rettob
menegaskan bahwa pemerintah akan membentuk tim khusus untuk menangani konflik
ini. Tim ini akan terdiri dari TNI/Polri, Kepala OPD, dan DPR, serta akan turun
langsung ke lapangan untuk berdialog dengan masyarakat adat dan menentukan
batas wilayah."Konflik ini bukan hanya persoalan batas wilayah, tapi
juga dipicu oleh aktivitas tambang emas ilegal di wilayah tersebut," kata
Bupati Rettob. "Kami akan menghentikan sementara aktivitas penambangan
emas di wilayah tersebut untuk menjaga keamanan dan ketertiban."Pernyataan tersebut menegaskan bahwa persoalan yang terjadi
tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan erat dengan aktivitas ekonomi ilegal
yang memicu gesekan antarkelompok. Penghentian sementara aktivitas penambangan
emas diharapkan mampu meredam situasi sembari proses dialog berlangsung.Bupati Rettob juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang
dan tidak terpancing provokasi, serta menghindari kesalahpahaman yang dapat
memicu konflik lanjutan. "Kami akan bekerja sama dengan masyarakat adat
untuk menyelesaikan konflik ini dengan cara yang damai dan adil,"
tambahnya.Upaya penyelesaian konflik ini juga mendapat perhatian dari
tingkat provinsi. Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, telah memerintahkan
Bupati Mimika, Deiyai, dan Dogiyai untuk membentuk tim gabungan guna menangani
konflik yang terjadi di Kapiraya.Tim gabungan tersebut akan melakukan negosiasi langsung
dengan pemilik hak ulayat dari kedua belah pihak. Pendekatan dialog dan
musyawarah adat menjadi kunci dalam menentukan batas wilayah secara jelas dan
disepakati bersama.Dengan langkah-langkah terpadu yang melibatkan pemerintah
daerah, aparat keamanan, dan masyarakat adat, diharapkan konflik batas wilayah
antara suku Kamoro dan Mee dapat diselesaikan secara damai dan adil. Stabilitas
keamanan di Kapiraya pun diharapkan segera pulih sehingga aktivitas masyarakat
dapat kembali berjalan normal. Penulis: HendEditor: GF
17 Feb 2026, 15:00 WIT
Evakuasi Darurat Boven Digoel: Pemerintah Jemput Nakes, Guru, dan Pengungsi dari Koroway Batu
Papuanewsonline.com, Boven Digoel — Pemerintah Kabupaten
Boven Digoel bergerak cepat melakukan evakuasi darurat terhadap tenaga
kesehatan (nakes), guru, dan warga dari Koroway Batu, Distrik Yanirumah.
Operasi penjemputan dilakukan di Bandara Tanah Merah pada Jumat (13/2/2026)
dengan pengawalan ketat aparat TNI dan Polri.Langkah ini diambil menyusul insiden penembakan pesawat
PK-SNT milik PT Smart Air Aviation di Bandara Koroway yang menewaskan pilot dan
kopilot. Situasi keamanan yang belum sepenuhnya stabil mendorong pemerintah
daerah untuk memprioritaskan keselamatan tenaga pelayanan publik serta warga
sipil, khususnya anak-anak.Sebanyak 33 orang berhasil dievakuasi melalui tiga
penerbangan bertahap. Mereka terdiri atas tenaga kesehatan, tenaga pendidik,
serta warga yang sebelumnya bertahan di wilayah tersebut. Seluruhnya langsung
diarahkan ke lokasi aman setibanya di Tanah Merah.Bupati Boven Digoel, Roni Omba, SIP, hadir langsung memimpin
proses penjemputan. Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah di lokasi
menjadi bentuk tanggung jawab sekaligus dukungan moril bagi masyarakat yang
terdampak.“Kami hadir untuk memastikan semua yang terdampak insiden di
Koroway Batu dapat memperoleh perlindungan dan pendampingan yang layak. Kami
juga memberikan perhatian khusus terhadap anak-anak dan tenaga pelayanan publik
agar mereka merasa aman dan mendapatkan kebutuhan dasar,” ujarnya dalam
pernyataan resmi.Pemerintah daerah juga memastikan koordinasi intensif dengan
aparat keamanan untuk menjaga situasi tetap kondusif. Selain itu, kebutuhan
pokok bagi para pengungsi turut menjadi perhatian utama, mengingat distribusi
logistik ke Koroway Batu sempat terganggu akibat penghentian sementara
penerbangan.Proses evakuasi berlangsung dengan protokol keamanan ketat.
Aparat TNI dan Polri ditempatkan di sejumlah titik untuk memastikan kelancaran
serta mencegah potensi gangguan selama pemindahan warga dari pesawat menuju
area aman.Setibanya di Tanah Merah, para pengungsi mendapatkan
pendampingan lanjutan berupa tempat tinggal sementara, bantuan makanan, serta
layanan kesehatan. Pemerintah daerah menyiapkan fasilitas khusus guna
memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi selama masa pemulihan.Sejumlah warga yang ikut dievakuasi mengaku lega atas
respons cepat pemerintah dan aparat keamanan. “Kami merasa aman karena
pemerintah dan aparat langsung menjemput kami. Ini sangat membantu, terutama
bagi anak-anak yang takut setelah insiden di Koroway,” kata salah seorang warga
yang enggan disebutkan namanya.Pemerintah Kabupaten Boven Digoel menegaskan akan terus
memantau perkembangan situasi di Koroway Batu serta berkoordinasi dengan
seluruh pihak terkait guna menjaga stabilitas keamanan. Upaya ini diharapkan
mampu meredam kecemasan warga dan mempercepat pemulihan kondisi pasca-insiden.Penulis: Hend
Editor: GF
17 Feb 2026, 02:13 WIT
TPNPB Klaim Penembakan 2 Agen Intelijen Militer Indonesia di Yahukimo
Papuanewsonline.com, Yahukimo - Manajemen Markas Pusat
KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari Komandan Batalion Yamue, kopi
Heluka, bahwa penembakan yang terjadi di jalan poros Dekai kearah Lopon pada 12
Februari 2026 kemarin yang mengakibatkan dua orang agen intelijen militer
pemerintah Indonesia yang bekerja sebagai sopir tangki air minum mengalami luka
tembak, itu benar kami yang lakukan.Heluka juga melaporkan bahwa penyerangan tersebut dipimpin
langsung oleh Komandan operasi Batalion Yamue, Dejen Heluka bersama pasukan
atas perintah saya karena wilayah perang kami sudah larang bahwa imigran
Indonesia segera tinggalkan wilayah kami."Truk tangki dan kedua korban penembakan tersebut kami
sudah pastikan bahwa mereka adalah agen intelijen militer pemerintah Indonesia
yang bekerja sama dengan aparat militer Indonesia lalu masuk di wilayah konflik
dengan alasan penjualan air tangki," kata kopi Heluka.Komandan Operasi Batalion Yamue, Dejen Heluka juga
melaporkan bahwa pernyataan Panglima Tinggi Agus Subiato yang mengatakan bahwa
Guru, Dokter dan pekerja sipil lainnya yang ditugaskan di Papua adalah anggota
TNI sehingga kami ketemu dimana saja kami siap tembak entah pejual sayur, sopir
taksi, tukang ojek, tukang bakso dan lainnya kami tetap tembak mati karena itu
bagian dari aparat militer Indonesia.Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengimbau agar warga
imigran Indonesia yang sedang berada di Yahukimo, Nduga, Intan Jaya, Puncak,
Puncak Jaya, Lanny Jaya, Tembagapura, Dogiyai, Paniai, Deiyai, Maybrat, Sorong,
Nabire, Asmat, dan wilayah konflik bersenjata lainnya agar segera tinggalkan
wilayah tersebut dan tutup semua permainan judi, tempat seks, kios-kios dan
lainnya jika melanggar maka kami siap tembak mati pemiliknya bahkan orang
imigran Indonesia. Penulis: HendEditor: GF
16 Feb 2026, 22:27 WIT
Kapolda Maluku Hadiri Pembukaan Sidang Ke-57 Klasis GPM Pulau Ambon
Papuanewsonline.com, Ambon – Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si menghadiri Pembukaan Sidang Ke-57 Klasis GPM Pulau Ambon yang dilaksanakan di Gereja Karn Hattin Negeri Seilale, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Minggu (15/2/ 2026).Kehadiran Kapolda merupakan wujud komitmen Polda Maluku dalam rangka memperkuat kolaborasi antara institusi negara dengan lembaga keagamaan sebagai pilar utama pembangunan moral serta stabilitas sosial.Sidang jemaat yang mengusung tema “Anugerah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad GPM” (1 Petrus 5:10), tidak hanya merefleksikan perjalanan historis Gereja Protestan Maluku menuju satu abad pengabdian, tetapi juga menjadi refleksi spiritual sekaligus panggilan tanggung jawab kolektif dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.Kapolda Maluku dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terselenggaranya kegiatan dalam keadaan aman dan penuh sukacita. Ia menekankan, sidang jemaat bukan sekadar agenda internal gereja, melainkan forum strategis yang memiliki implikasi luas terhadap kehidupan sosial kemasyarakatan.“Persidangan ini bukan hanya membahas program pelayanan gereja, tetapi juga menentukan arah kontribusi gereja dalam membangun masyarakat yang bermoral, berkarakter, dan berintegritas,” ujar Kapolda.Klasis Pulau Ambon terdiri dari 25 jemaat dengan jumlah kurang lebih 64.000 jiwa merupakan kekuatan sosial yang sangat besar. Potensi tersebut, kata Kapolda, apabila dikelola dengan baik, maka gereja dapat menjadi motor penggerak perubahan sosial yang positif.Kapolda menegaskan bahwa Kota Ambon merupakan pusat gravitasi Maluku. Persepsi terhadap Maluku seringkali dibentuk dari dinamika sosial yang terjadi di Ambon.“Kalau Ambon aman dan maju, maka Maluku akan ikut maju. Karena itu menjaga Ambon berarti menjaga wajah Maluku di mata nasional bahkan internasional,” tegasnya.Ia juga menjelaskan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Maluku secara umum berada dalam situasi aman dan kondusif. Aktivitas masyarakat, termasuk pelaksanaan ibadah dan kegiatan sosial, berjalan normal tanpa gangguan berarti.Namun demikian, beliau mengingatkan bahwa stabilitas bukanlah sesuatu yang hadir secara otomatis. Keamanan merupakan hasil dari kolaborasi dan kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat.“Keamanan adalah modal dasar pembangunan. Tanpa stabilitas, investasi tidak akan masuk, ekonomi tidak bergerak, dan kesejahteraan sulit terwujud,” jelasnya.Irjen Dadang Hartanto mengibaratkan keamanan sebagai tanah yang subur. Semakin kondusif suatu wilayah, semakin besar peluang untuk menanam nilai-nilai kebaikan yang akan berbuah bagi generasi mendatang.Kapolda secara terbuka memaparkan bahwa berdasarkan data kepolisian, tindak pidana yang masih dominan adalah kejahatan berlatar kekerasan, seperti kekerasan dalam rumah tangga, penganiayaan, bentrok antar kelompok, serta tindak pidana asusila.Disampaikan, dalam banyak kasus kekerasan yang terjadi korban adalah perempuan dan anak, kelompok yang seharusnya mendapat perlindungan maksimal dari keluarga dan lingkungan.Menurut Kapolda, pendekatan penegakan hukum saja tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Diperlukan pendekatan preventif melalui penguatan nilai agama dan moralitas.“Tokoh agama memiliki peran strategis dalam membentuk karakter masyarakat. Pesan-pesan keamanan dan moralitas perlu terus disuarakan dalam setiap kesempatan,” ujarnya.Beliau juga menyoroti tantangan era digital yang menghadirkan ancaman baru seperti penyebaran hoaks, provokasi melalui media sosial, pornografi, penipuan online, serta dampak negatif lainnya yang dapat merusak generasi muda.Kapolda mengajak seluruh jemaat untuk lebih bijak dalam bermedia sosial serta tidak memperkeruh situasi ketika terjadi suatu peristiwa pidana atau konflik.Dalam pandangannya, keluarga adalah benteng pertama dalam menjaga keamanan sosial. Perempuan, khususnya ibu, memiliki peran sentral sebagai pendidik utama dalam rumah tangga.“Apabila keluarga kuat, maka masyarakat akan kuat. Apabila masyarakat kuat, maka daerah akan aman,” tegasnya.Kapolda mengajak para orang tua untuk lebih aktif mengawasi pergaulan anak, membangun komunikasi yang sehat, serta menanamkan nilai tanggung jawab sejak dini.Ia juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan lalu lintas sebagai bagian dari budaya disiplin yang mencerminkan peradaban masyarakat yang maju.Dalam kesempatan tersebut, Kapolda kembali menggaungkan semangat “Maluku Tarus Biking Bae, Basudara Tarus Biking Bae.”Menurutnya, slogan tersebut bukan sekadar kalimat motivasi, melainkan gerakan moral kolektif yang mengajak seluruh masyarakat untuk berpikir baik, berbuat baik, dan berkorban demi kepentingan bersama.Ia menyampaikan bahwa rasa cinta terhadap Maluku tumbuh dari interaksi dan pengalaman langsung bersama masyarakat yang ramah, responsif, serta memiliki potensi sumber daya manusia dan kekayaan alam yang luar biasa.Kapolda menegaskan bahwa Polri yang Presisi tidak hanya hadir dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga dalam fungsi preventif, pembinaan, dan pelayanan masyarakat.Hotline Kapolda telah disebarkan melalui media sosial resmi Polda Maluku dan dapat diakses oleh masyarakat kapan saja.“Kami hadir 1x24 jam untuk masyarakat. Jangan ragu melapor apabila membutuhkan bantuan. Keamanan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.Kegiatan Pembukaan Sidang Ke-57 Klasis GPM Pulau Ambon berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh suasana kekeluargaan. Momentum ini menjadi simbol kuat bahwa kolaborasi antara aparat keamanan dan lembaga keagamaan merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas, membangun ketahanan moral, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman.Dengan semangat kebersamaan, Maluku diharapkan terus melangkah maju sebagai daerah yang aman, religius, berkarakter, dan berdaya saing dalam menyongsong masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.Dalam kegiatan itu, turut hadir Wali Kota Ambon beserta jajaran OPD, Sekretaris Umum Majelis Pekerja Harian Sinode GPM, Majelis Pekerja Klasis GPM Pulau Ambon, anggota DPRD Provinsi dan Kota, unsur TNI-Polri, para Kepala Pemerintahan Negeri (Raja), pengurus AMGPM, pengurus YPPK Dr. J. B. Sitanala, para Ketua Majelis Jemaat, panitia pelaksana, peserta sidang, serta ratusan jemaat yang mengikuti persidangan dengan penuh khidmat. PNO-12
16 Feb 2026, 21:04 WIT
Polda Maluku Gelar Friendly Match Bola Voli Bhayangkari dan Polwan
Papuanewsonline.com, Ambon – Kepolisian Daerah Maluku menggelar friendly match bola voli yang mempertemukan tim dari Bhayangkari Daerah Maluku dengan Polwan Polda Maluku.Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si saat membuka kegiatan tersebut di Gedung Sporthall Karang Panjang Ambon, Minggu (15/2/2026), menekankan terkait soliditas dan semangat sportivitas keluarga besar Polda Maluku.Selain untuk membangun semangat kebersamaan, ajang olahraga yang dihelat tersebut juga untuk meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani personel Polda Maluku.Pertandingan ekshibisi ini menjadi bagian dari upaya pembinaan internal organisasi sekaligus memperkuat sinergi dan kekompakan keluarga besar Polda Maluku.Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada kedua tim yang telah berpartisipasi, para juri, panitia penyelenggara, serta para supporter dari Bhayangkari dan Polwan yang turut memeriahkan kegiatan.“Saya ucapkan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Tepuk tangan untuk kita semua,” ucap Kapolda disambut antusias peserta dan penonton.Kapolda mengajak seluruh hadirin untuk memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan rahmat dan kesempatan sehingga kegiatan dapat terlaksana dalam suasana penuh kebersamaan.Ia menegaskan bahwa olahraga bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan bagian penting dalam membangun karakter, kesehatan, dan semangat kebersamaan.“Olahraga adalah kebutuhan utama. Selain menyehatkan, juga menghibur dan mempererat hubungan kekeluargaan,” tegasnya.Pada saat itu, Orang nomor 1 Polda Maluku ini juga menyoroti berbagai prestasi olahraga yang telah diraih oleh personel Polda Maluku, baik di tingkat nasional maupun internasional.Menurutnya, sejumlah anggota Polda Maluku telah berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu di ajang ASEAN maupun Pekan Olahraga Nasional (PON). Hal tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi institusi dan masyarakat Maluku.“Kita memiliki putra-putri terbaik yang mampu mengharumkan nama Polda Maluku. Ini menunjukkan bahwa olahraga mampu melahirkan prestasi sekaligus membangun mental juara,” jelasnya.Kapolda juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental. Sebab, hal ini merupakan modal utama dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri maupun sebagai Bhayangkari yang mendampingi suami.Ia mengingatkan seluruh personel agar dapat berolahraga secara rutin, karena akan merawat ketahanan fisik dan mental yang prima dalam menghadapi dinamika tugas kepolisian yang semakin kompleks.“Melalui olahraga akan tercipta kesehatan jiwa dan raga. Dan kesehatan adalah fondasi utama dalam melaksanakan tugas dengan optimal,” jelasnya.Mantan Ketua STIK Lemdiklat Polri ini berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pertandingan semata, tetapi juga momentum untuk mempererat silaturahmi serta membangun suasana harmonis di lingkungan keluarga besar Polda Maluku.Kapolda secara khusus mengingatkan agar pertandingan dilaksanakan dengan menjunjung tinggi sportivitas dan fair play. “Ini adalah pertandingan untuk kita, dari kita, dan untuk kita. Permainan keluarga besar Polda Maluku. Mari bermain secara fair dan penuh kegembiraan,” pesannya.Dengan semangat persaudaraan, pertandingan diharapkan menjadi sarana hiburan sekaligus wadah untuk memacu potensi terbaik masing-masing pemain, baik atlet amatir maupun yang berpengalaman.Untuk diketahui, pertandingan antara kedua tim bolavoli tersebut berlangsung seru, penuh semangat, dan disambut sorak sorai supporter dari kedua kubu. Setelah melalui pertandingan yang kompetitif dan menjunjung tinggi sportivitas, Tim Bhayangkari Daerah Maluku berhasil meraih kemenangan dengan skor 3 set.Kapolda Maluku dan Ketua Bhayangkari Daerah Maluku secara langsung menyerahkan hadiah kepada kedua tim sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan semangat kebersamaan yang telah ditunjukkan.Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Maluku, para Pejabat Utama Polda Maluku, Ketua Harian PBVSI Provinsi Maluku, para pengurus Bhayangkari Daerah Maluku, Bhayangkari, personel Polda Maluku, serta para panitia penyelenggara dan ofisial tim. PNO-12
16 Feb 2026, 20:48 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru