logo-website
Minggu, 09 Agu 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Hari Anak Nasional 2026, KAI Sediakan Area Bermain Anak Di 40 Stasiun Papuanewsonline.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperingati Hari Anak Nasional 2026 dengan memperkuat layanan ramah anak dan keluarga di berbagai stasiun. Mengusung semangat tema "Semua Setara Riang Bersama", KAI menghadirkan fasilitas yang mendukung anak bermain, berinteraksi, dan belajar selama berada di lingkungan stasiun.Salah satu fasilitas yang disediakan adalah area bermain anak yang kini telah tersedia di 40 stasiun. Fasilitas tersebut tersebar di wilayah operasional KAI di Pulau Jawa dan Sumatra, di antaranya Stasiun Gambir, Pasarsenen, Bandung, Garut, Cirebon, Semarang Tawang Bank Jateng, Purwokerto, Yogyakarta, Madiun, Surabaya Gubeng, Malang, Padang, Kertapati, hingga Tanjungkarang.Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan keberadaan area bermain diharapkan dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih menyenangkan bagi keluarga. "Bagi keluarga, pengalaman perjalanan dimulai sejak tiba di stasiun. Area bermain memberi kesempatan kepada anak untuk bermain, berkreasi, dan berinteraksi langsung bersama keluarga selama menunggu keberangkatan," ujarnya.Menurut Anne, penyediaan ruang bermain juga sejalan dengan kampanye Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada Hari Anak Nasional 2026 yang mengajak anak mengurangi penggunaan gawai dan lebih banyak melakukan aktivitas fisik serta interaksi sosial. "Anak membutuhkan pengalaman yang beragam. Melalui ruang bermain di stasiun, mereka memiliki pilihan kegiatan di luar layar sekaligus dapat mengenal lingkungan perjalanan kereta api dengan cara yang menyenangkan," katanya.Selain area bermain, KAI juga telah menyediakan ruang laktasi di 135 stasiun sebagai fasilitas bagi ibu menyusui. Di sisi lain, sebanyak 56 stasiun besar kini telah dilengkapi toilet yang ramah bagi penyandang disabilitas untuk meningkatkan kenyamanan seluruh pengguna jasa, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus dan keluarganya.Peningkatan fasilitas tersebut dilakukan seiring bertambahnya jumlah penumpang kereta api. Selama Semester I 2026, KAI mencatat telah melayani 29.858.267 pelanggan kereta api jarak jauh dan lokal, meningkat 8,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Anne menegaskan bahwa kenyamanan pelanggan menjadi perhatian sejak mereka tiba di stasiun hingga mencapai tujuan. "Kami ingin anak dan keluarga merasa nyaman sejak memasuki stasiun hingga tiba di tujuan. Ruang bermain, ruang laktasi, dan fasilitas yang aksesibel menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin inklusif," jelasnya.KAI juga mengimbau para orang tua untuk tetap mengawasi anak saat menggunakan area bermain, menjaga kebersihan fasilitas, serta mematuhi arahan petugas di stasiun. "Momentum Hari Anak Nasional mengingatkan kita bahwa perjalanan yang baik juga perlu memberikan pengalaman positif bagi anak. Dengan pendampingan keluarga dan fasilitas yang memadai, perjalanan menggunakan kereta api dapat menjadi kesempatan bagi anak untuk belajar, bermain, dan berinteraksi secara langsung," tutup Anne.Penulis: JidEditor: OF 23 Jul 2026, 17:09 WIT
Borong 3 Emas di Kejurnas Kapolri Cup 2026, Atlet Polda Maluku Dapat Apresiasi Langsung dari Kapolda Papuanewsonline.com, Ambon – Keberhasilan kontingen Taekwondo Polda Maluku menyapu bersih tiga medali emas pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo Kapolri Cup 2026 mendapat apresiasi langsung dari Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si.. Prestasi tersebut dinilai tidak hanya mengharumkan nama Polda Maluku di tingkat nasional, tetapi juga menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan sumber daya manusia (SDM) Polri yang unggul, profesional, disiplin, dan berdaya saing.Sebagai bentuk penghargaan atas capaian tersebut, Kapolda Maluku menerima langsung para atlet berprestasi di Ruang Kerja Kapolda, Selasa (22/7/2026). Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebanggaan itu menjadi momentum apresiasi terhadap personel yang mampu mengukir prestasi nasional di tengah tanggung jawab mereka sebagai anggota Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.Turut hadir dalam kegiatan tersebut Karo SDM Polda Maluku, pelatih Taekwondo Polda Maluku Bripka Yohanis Berekmanis Fasak, serta tiga atlet peraih medali emas, yakni Brigadir Aldi Wahyudi Basri dari Satreskrim Polres Buru, Briptu Asriyadi Rusdin Vanath dari Polres Seram Bagian Timur, dan Bripda Arrad Syahputra Ode Engke dari Detasemen Gegana Satbrimob Polda Maluku.Ketiga personel tersebut berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar juara pada kelas yang berbeda. Brigadir Aldi Wahyudi Basri keluar sebagai Juara I Kelas -80 Kg Putra, Briptu Asriyadi Rusdin Vanath meraih Juara I Kelas -74 Kg Putra, sementara Bripda Arrad Syahputra Ode Engke menjadi Juara I Kelas -63 Kg Putra.Keberhasilan menyabet tiga medali emas tersebut menjadi capaian yang membanggakan bagi Polda Maluku karena menunjukkan bahwa personel Polri mampu tampil kompetitif pada ajang olahraga tingkat nasional. Prestasi ini sekaligus mempertegas bahwa pembinaan fisik, mental, disiplin, dan karakter yang dilakukan secara berkelanjutan mampu melahirkan personel yang tidak hanya profesional dalam pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga berprestasi di berbagai bidang.Dalam arahannya, Kapolda Maluku menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh atlet, pelatih, dan tim pendukung yang telah mengharumkan nama Polda Maluku melalui prestasi gemilang di Kejurnas Taekwondo Kapolri Cup 2026.Menurut Kapolda, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan, semangat pantang menyerah, serta komitmen yang dibangun melalui proses latihan yang konsisten di tengah padatnya pelaksanaan tugas sebagai anggota Polri."Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet yang telah mempersembahkan prestasi terbaik bagi Polda Maluku. Keberhasilan meraih tiga medali emas di Kejuaraan Nasional Kapolri Cup bukan hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga membuktikan bahwa personel Polri mampu menunjukkan dedikasi, profesionalisme, dan daya saing yang tinggi di tingkat nasional," ujar Kapolda.Kapolda menegaskan bahwa olahraga merupakan salah satu instrumen penting dalam membangun sumber daya manusia Polri yang unggul. Melalui pembinaan olahraga yang terarah, personel tidak hanya memiliki kondisi fisik yang prima, tetapi juga ditempa menjadi pribadi yang disiplin, tangguh, berintegritas, serta memiliki mental juara yang akan tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari."Prestasi ini menunjukkan bahwa anggota Polri tidak hanya dituntut profesional dalam menjaga keamanan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga mampu berprestasi di bidang olahraga. Semangat juang, disiplin, sportivitas, dan kerja keras yang ditunjukkan para atlet harus menjadi inspirasi bagi seluruh personel untuk terus mengembangkan potensi diri dan memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara," tegasnya.Kapolda menambahkan, keberhasilan tersebut juga menjadi bukti bahwa investasi institusi dalam pembinaan sumber daya manusia melalui olahraga memberikan hasil yang nyata. Oleh karena itu, budaya berprestasi harus terus ditumbuhkan di lingkungan Polda Maluku agar semakin banyak personel yang mampu mengharumkan nama institusi pada berbagai ajang, baik di tingkat nasional maupun internasional.Menurutnya, prestasi olahraga tidak boleh dipandang semata sebagai kemenangan dalam sebuah kompetisi, tetapi harus menjadi bagian dari pembangunan kultur organisasi yang menjunjung tinggi disiplin, loyalitas, kerja keras, dan semangat untuk terus meningkatkan kualitas diri."Saya bangga memiliki personel yang mampu membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Jadikan keberhasilan ini sebagai motivasi untuk terus berkembang, tetap rendah hati, dan terus membawa nama baik Polda Maluku dalam setiap kesempatan," pesan Kapolda.Kapolda Maluku juga memberikan apresiasi khusus kepada pelatih, official, serta seluruh unsur pembinaan olahraga di lingkungan Polda Maluku yang dinilai berhasil membangun ekosistem pembinaan atlet secara berkelanjutan hingga mampu melahirkan juara pada tingkat nasional.Menurutnya, setiap prestasi tidak pernah lahir dari kerja individu semata, melainkan merupakan hasil kolaborasi, pembinaan yang konsisten, dukungan organisasi, serta komitmen seluruh pihak yang memiliki visi yang sama dalam mencetak personel Polri yang unggul dan berprestasi."Keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama. Saya menyampaikan penghargaan kepada para pelatih, official, dan seluruh pihak yang telah membimbing para atlet hingga mampu mengharumkan nama Polda Maluku. Prestasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan secara serius akan melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing di tingkat nasional," kata Kapolda.Kapolda mengingatkan agar keberhasilan yang diraih tidak membuat para atlet cepat berpuas diri. Sebaliknya, prestasi tersebut harus dijadikan motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan, memperkuat disiplin, menjaga kondisi fisik dan mental, serta terus menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan profesionalisme dalam setiap kompetisi.Ia menilai, karakter seorang atlet sejati tidak hanya diukur dari jumlah medali yang diraih, tetapi juga dari integritas, kerendahan hati, semangat pantang menyerah, dan kemampuannya menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitarnya."Jangan berhenti sampai di sini. Teruslah berlatih, tingkatkan kemampuan, dan persiapkan diri menghadapi kompetisi yang lebih tinggi. Jadilah teladan bagi rekan-rekan lainnya bahwa anggota Polri mampu menunjukkan prestasi, menjaga sportivitas, dan tetap rendah hati dalam setiap keberhasilan," pesan Kapolda.Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan prestasi yang telah dipersembahkan, Kapolda Maluku memastikan institusi akan memberikan penghargaan kepada para atlet maupun pelatih yang telah membawa nama baik Polda Maluku pada Kejuaraan Nasional Taekwondo Kapolri Cup 2026.Menurut Kapolda, pemberian penghargaan tersebut merupakan bentuk komitmen institusi dalam membangun budaya organisasi yang menghargai prestasi sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak personel Polri yang memiliki semangat untuk terus berkembang dan mengukir prestasi di berbagai bidang."Prestasi harus diapresiasi. Institusi akan memberikan penghargaan kepada para atlet dan pelatih sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan perjuangan yang telah diberikan. Saya berharap keberhasilan ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh personel Polda Maluku untuk terus mengembangkan kompetensi, baik dalam pelaksanaan tugas kepolisian maupun di bidang olahraga, pendidikan, seni, dan kemampuan profesional lainnya," tegas Kapolda.Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan keberhasilan tiga atlet Polda Maluku meraih medali emas pada Kejuaraan Nasional Taekwondo Kapolri Cup 2026 menjadi bukti bahwa pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Polda Maluku berjalan secara berkelanjutan dan mampu menghasilkan personel yang unggul, kompetitif, serta berprestasi di tingkat nasional.Menurut Rositah, olahraga merupakan salah satu instrumen strategis dalam membentuk karakter anggota Polri karena menanamkan nilai disiplin, sportivitas, kerja keras, kepemimpinan, dan semangat pantang menyerah yang selaras dengan pelaksanaan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat."Prestasi ini bukan sekadar keberhasilan meraih medali emas, tetapi menjadi representasi kualitas sumber daya manusia Polda Maluku yang terus dibangun melalui pembinaan yang berkesinambungan. Kami berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga profesionalisme, dan menghadirkan kinerja terbaik dalam setiap bentuk pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara," ujar Rositah.Ia menambahkan, Polda Maluku akan terus mendorong pengembangan potensi personel melalui berbagai bidang, baik olahraga, pendidikan, pelatihan profesional, maupun kompetensi lainnya sebagai bagian dari implementasi transformasi Polri Presisi yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas utama organisasi.Keberhasilan memborong tiga medali emas pada Kejuaraan Nasional Taekwondo Kapolri Cup 2026 diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus membangun budaya berprestasi, memperkuat semangat kompetitif yang sehat, serta meningkatkan kualitas diri agar mampu menjawab tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks.Lebih dari sekadar kemenangan di arena pertandingan, prestasi tersebut menjadi simbol bahwa pembinaan yang terarah, kepemimpinan yang memberikan ruang bagi pengembangan potensi, serta budaya organisasi yang menghargai prestasi akan melahirkan personel Polri yang profesional, berintegritas, adaptif, dan mampu membawa nama baik institusi di tingkat nasional maupun internasional.Melalui capaian tersebut, Polda Maluku menegaskan komitmennya untuk terus membangun sumber daya manusia Polri yang tidak hanya unggul dalam pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga mampu mencetak prestasi di berbagai bidang sebagai wujud pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara. PNO-12 23 Jul 2026, 16:55 WIT
Rakyat Yahukimo Desak TPNPB Evaluasi Total Metode Perang: "Jangan Bunuh Kami Tanpa Proses" Papuanewsonline.com, Yahukimo – Warga Yahukimo melayangkan surat terbuka kepada Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (KOMNAS TPNPB-OPM). Surat tertanggal 23 Juli 2026 itu ditujukan kepada Panglima TPNPB-OPM Jenderal Goliat Tabuni di Tingginambut dan ditembuskan ke Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom.Isinya desakan evaluasi total metode perang gerilya yang dijalankan Kodap 16 Yahukimo dan Kodap 3 Derakma-Ndugama. Pemicunya, eksekusi terhadap tiga Orang Asli Papua (OAP) pada 20-21 April 2026. Korban terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki yang saat itu dituduh sebagai Bantuan Polisi Indonesia atau Banpol.Fakta Versi Warga: Salah SasaranDalam surat terbuka tersebut, warga mengklaim korban eksekusi bukanlah anggota Banpol aktif."Orang yang dieksekusi tersebut dalam posisi wajib lapor, bukan karena dia anggota Banpol. Eksekusi dilakukan tanpa proses interogasi, tanpa pendataan, tanpa pengadilan militer TPNPB. Ini bukan perang. Ini pembunuhan," tulis warga.Hingga berita ini disusun, belum ada pernyataan resmi dari Komnas TPNPB terkait tudingan tersebut.Tiga Kegagalan yang Disorot WargaWarga Yahukimo merinci tiga aspek kegagalan dalam insiden tersebut:1.  Kegagalan Intelijen Internal  Papua Service Intelijen (PIS) dinilai gagal membedakan "rakyat wajib lapor" dengan "Banpol aktif", serta antara "korban sistem" dan "pelaku sistem".2.  Kegagalan Metode Operasi  Warga menegaskan perang gerilya tidak berarti tanpa hukum. Metode penembakan tanpa interogasi dinilai sama dengan praktik yang selama ini dikutuk dari TNI.  "Hari ini TPNPB menembak 'terduga Banpol'. Besok TNI akan bilang 'TPNPB pembunuh rakyat'. Siapa yang dirugikan? Nama perjuangan Papua Merdeka," tulis mereka.3.  Kegagalan Politik  Warga mempertanyakan posisi rakyat dalam perjuangan.  "Apakah kami ini Subjek Perjuangan, atau Objek Perang kalian?"Tiga Tuntutan Darurat ke TPNPBAtas dasar itu, Rakyat Yahukimo mengajukan 3 tuntutan:Pertama, Evaluasi Total Rekrutmen dan PIS untuk Kodap 16 dan Kodap 3. Tuntut penghentian rekrutmen asal-asalan dan penerapan 3 tahap: tes ideologi, tes psikologi, tes pengenalan lapangan.Kedua, Pembuatan SOP Pengadilan Militer Lapangan. Setiap yang dituduh mata-mata wajib: ditangkap hidup-hidup, diinterogasi dan didata, diadili di depan majelis Kodap, jika terbukti bersalah baru dieksekusi, jika tidak bersalah harus dibebaskan dan ada permintaan maaf terbuka.Ketiga, Jaminan Rasa Aman. Komnas TPNPB diminta turun langsung ke Yahukimo, sampaikan permintaan maaf terbuka ke keluarga korban, dan berikan jaminan tidak ada lagi eksekusi tanpa proses hukum.Pertanyaan untuk Jubir TPNPBWarga juga melayangkan 2 pertanyaan terbuka ke Sebby Sambom:  1. Mengapa narasi "Banpol" dipakai secara serampangan terhadap rakyat yang terpaksa wajib lapor?  2. Mengapa Yalimo bisa tenang, sementara Yahukimo terus jadi lokasi perang? Apa parameter zona aman dan zona perang Kodap?Surat ditutup dengan peringatan moral:  "Kami percaya hukum karma. Tangan yang membunuh rakyatnya sendiri, suatu hari akan ditolak oleh tanah Papua sendiri... Kami bukan musuh TPNPB. Kami adalah ibu, bapak, saudara dari TPNPB. Tegur kami kalau salah. Tapi jangan bunuh kami tanpa proses."Penulis: HendrikEditor: OF 23 Jul 2026, 17:02 WIT
Presiden Prabowo Rombak 5 Pejabat Tinggi Kejaksaan Agung Lewat Keppres 87/2026 Papuanewsonline.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan mutasi dan promosi lima Jabatan Pimpinan Tinggi di lingkungan Kejaksaan Agung Republik Indonesia.Penetapan itu tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 87/TPA Tahun 2026 yang diteken pada 22 Juli 2026.Keppres tersebut menetapkan pejabat baru untuk posisi Wakil Jaksa Agung, dua Jaksa Agung Muda, serta dua Kepala Badan di Kejaksaan Agung.Daftar Lengkap Pejabat BaruBerikut 5 pejabat yang ditetapkan dalam Keppres 87/TPA/2026:1.  Dr. Asep Nana Mulyana, S.H., M.Hum. sebagai Wakil Jaksa Agung RI2.  Dr. Leonard Eben Ezer Simanjuntak, S.H., M.H. sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum / Jampidum3.  Dr. Kuntadi, S.H., M.H. sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus / Jampidsus 4.  Dr. Harli Siregar, S.H., M.Hum. sebagai Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Agung RI5.  Dr. Patris Yusrian Jaya, S.H., M.H. sebagai Kepala Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung RIPelantikan Segera DilaksanakanDalam Keppres disebutkan, keputusan mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. Para pejabat yang ditetapkan selanjutnya akan dijadwalkan menjalani proses pelantikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.Hingga berita ini diturunkan, salinan resmi Keppres 87/TPA Tahun 2026 belum terpublikasi di laman Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional [JDIH].Mutasi ini terjadi di tengah sorotan publik terhadap kinerja Kejaksaan, khususnya di bidang Tindak Pidana Khusus. Jabatan Jampidsus sebelumnya sempat kosong setelah Febrie Adriansyah mengakhiri masa jabatan.Penulis: HendrikEditor: OF 23 Jul 2026, 16:57 WIT
Klaim TPNPB: 3 Helikopter TNI Tembaki Pemukiman Korowai, Warga Mengungsi ke Hutan Papuanewsonline.com, Jayapura – Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (KOMNAS TPNPB-OPM) mengklaim adanya operasi udara TNI di wilayah Korowai, perbatasan Kabupaten Yahukimo dan Boven Digoel, Papua Selatan, Kamis (23/7/2026).Klaim itu disampaikan Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom melalui siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB.Dalam rilis tersebut, TPNPB menyebut informasi berasal dari pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo Batalyon HSSBI. Disebutkan, tiga unit helikopter militer melakukan penembakan dari udara ke areal pemukiman warga sipil sejak pagi hari."Operasi udara dan penembakan brutal tersebut mengakibatkan warga sipil yang berada di Korowai, perbatasan Yahukimo dan Boven Digoel mengungsi ke hutan," tulis Sebby dalam siaran pers.Kelompok Rentan Ikut MengungsiTPNPB mengklaim para pengungsi terdiri dari kelompok rentan, meliputi ibu-ibu hamil, anak-anak, dan lansia.Hingga siaran pers diturunkan, jumlah korban jiwa disebut belum dapat didata karena operasi masih berlangsung.TPNPB juga menyatakan tidak ada tembakan perlawanan dari pasukannya saat operasi udara itu terjadi.Desak Hentikan Penggunaan Helikopter dan Senjata BeratAtas peristiwa yang diklaim tersebut, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB meminta aparat militer Indonesia menghentikan penembakan di pemukiman warga sipil.Mereka juga menyerukan bantuan kemanusiaan untuk warga yang mengungsi.Dalam rilis yang sama, TPNPB mendesak Presiden Prabowo Subianto, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin agar menghentikan penggunaan senjata berat seperti helikopter militer, RPG, dan drone dalam operasi di Tanah Papua. Alasannya, berisiko menimbulkan korban sipil.Belum Ada Konfirmasi ResmiHingga berita ini disusun, klaim TPNPB tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Belum ada pernyataan resmi dari TNI, Polri, maupun Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 terkait operasi udara di Korowai pada 23/7/2026.Redaksi masih berupaya menghubungi Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Koops Habema, serta pemerintah daerah Yahukimo dan Boven Digoel untuk konfirmasi dan keberimbangan informasi.Diketahui, wilayah Korowai merupakan kawasan pedalaman dengan akses terbatas melalui jalur udara dan sungai. Beberapa bulan terakhir, wilayah Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Boven Digoel, juga tercatat sebagai lokasi insiden penembakan pesawat sipil yang diduga melibatkan kelompok bersenjata.Penulis: HendrikEditor: OF 23 Jul 2026, 16:52 WIT
Pimpin Pelaksanaan Program Polisi Mengajar, Kapolda Maluku: Perkuat Literasi Hukum Generasi Emas Papuanewsonline.com, Ambon – Kepolisian Daerah Maluku kembali menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui Gerakan Program Polisi Mengajar yang dilaksanakan secara serentak di 417 sekolah pada jenjang SMA, SMK, dan sederajat di seluruh Provinsi Maluku, Kamis (23/7/2026). Bertepatan dengan Peringatan Hari Anak Nasional 2026, gerakan edukasi hukum terbesar yang digagas Polda Maluku ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat literasi hukum, pendidikan karakter, wawasan kebangsaan, serta literasi digital bagi generasi muda sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.Pelaksanaan Progran Polisi Mengajar yang dipimpin langsung Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si. tersebut melibatkan Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Arif Budiman, S.I.K., M.Si., seluruh Pejabat Utama Polda Maluku, para Perwira Menengah (Pamen), Perwira Pertama (Pama), serta jajaran 11 Polres/Polresta yang secara bersamaan turun menjadi pengajar di sekolah-sekolah. Dari jumlah tersebut, kegiatan dilaksanakan di 82 sekolah yang berada di wilayah Kota Ambon, Leihitu, Leihitu Barat, dan Salahutu, sementara 335 sekolah lainnya berada di wilayah hukum Polres/Polresta jajaran Polda Maluku.Pelaksanaan secara serentak tersebut menandai perkembangan signifikan Program Polisi Mengajar, sebuah program unggulan yang diinisiasi Kapolda Maluku dan diluncurkan pada 4 Mei 2026, bertepatan dengan puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional di Lapangan Merdeka Ambon. Dalam waktu kurang dari tiga bulan, program tersebut berkembang menjadi sebuah gerakan edukasi hukum berskala provinsi yang melibatkan seluruh unsur kepolisian sebagai pengajar, mentor, sekaligus inspirator bagi generasi muda.Bagi Polda Maluku, membangun keamanan tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui investasi jangka panjang di bidang pendidikan. Karena itu, Program Polisi Mengajar dirancang sebagai strategi pre-emtif Polri untuk menanamkan budaya sadar hukum sejak usia sekolah, membangun karakter yang berintegritas, meningkatkan kecakapan digital, serta membentuk generasi yang mampu menjadi pelopor terciptanya keamanan, ketertiban, dan persatuan bangsa.Kapolda Maluku memimpin langsung pelaksanaan kegiatan di SMA Negeri 1 Ambon, sementara Wakapolda Maluku mengajar di SMA Negeri 2 Ambon dengan materi yang sama mengenai pentingnya kesadaran hukum. Pada saat yang sama, para Pejabat Utama, Pamen, Pama, dan personel jajaran Polda Maluku hadir di puluhan sekolah lainnya sehingga seluruh pelajar memperoleh materi secara seragam sesuai kurikulum Program Polisi Mengajar yang telah disusun Polda Maluku.Kehadiran para pimpinan Polri di ruang-ruang kelas menjadi simbol transformasi peran kepolisian yang tidak hanya berfungsi sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra strategis dunia pendidikan dalam membangun karakter generasi muda. Melalui pendekatan edukatif yang komunikatif dan humanis, Polri ingin menanamkan pemahaman bahwa hukum bukan sekadar seperangkat aturan yang mengandung sanksi, melainkan pedoman hidup bersama untuk menciptakan masyarakat yang aman, tertib, damai, dan berkeadilan.Di SMA Negeri 1 Ambon, kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.15 WIT dihadiri Kepala Sekolah, para guru, personel Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Maluku, serta ratusan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan antusias. Berbeda dengan metode ceramah konvensional, Kapolda memilih membangun komunikasi dua arah melalui dialog, diskusi, dan sesi tanya jawab sehingga para pelajar dapat memahami materi secara lebih kontekstual sesuai tantangan yang mereka hadapi di era digital.Dalam kesempatan tersebut, Kapolda menyampaikan materi bertajuk "Kesadaran Hukum: Memahami dan Menjalankan Hukum untuk Hidup yang Tertib dan Harmonis." Menurutnya, membangun generasi yang unggul tidak cukup hanya dengan meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga harus diiringi pembentukan karakter, integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesadaran untuk menghormati hukum dalam setiap aspek kehidupan.Mengawali pemaparannya, Kapolda mengajak seluruh pelajar untuk mulai mempersiapkan masa depan sejak bangku sekolah. Ia mengingatkan bahwa anak-anak yang saat ini memperingati Hari Anak Nasional merupakan generasi yang pada tahun 2045 akan berada pada usia produktif dan menjadi aktor utama pembangunan bangsa ketika Indonesia memasuki satu abad kemerdekaannya."Hari ini kalian adalah anak-anak Indonesia yang sedang menyiapkan masa depan. Dua puluh tahun mendatang, kalianlah yang akan menjadi dokter, guru, polisi, tentara, hakim, jaksa, akademisi, pengusaha, pemimpin daerah, bahkan pemimpin bangsa. Karena itu, masa depan Indonesia sesungguhnya sedang dibangun dari ruang-ruang kelas seperti yang kita tempati hari ini," ujar Kapolda.Kapolda menegaskan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk menggapai cita-cita setinggi mungkin. Namun, keberhasilan hanya dapat diraih melalui proses belajar yang sungguh-sungguh, kerja keras, kedisiplinan, kesehatan yang terjaga, serta integritas moral yang kuat."Tidak ada cita-cita yang terlalu tinggi selama kita memiliki kemauan untuk belajar dan terus memperbaiki diri. Tantangan terbesar bukanlah keterbatasan kemampuan, melainkan rasa malas yang membuat seseorang berhenti berkembang. Karena itu, biasakan disiplin, hormati orang tua dan guru, manfaatkan waktu dengan baik, dan teruslah belajar agar kalian siap menghadapi masa depan," tegas Kapolda.Memasuki materi inti, Kapolda Maluku menegaskan bahwa membangun masyarakat yang taat hukum tidak dapat dilakukan hanya melalui penegakan hukum atau pemberian sanksi. Menurutnya, budaya sadar hukum harus ditanamkan sejak usia dini melalui pendidikan, keteladanan, dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.Kapolda menjelaskan bahwa seseorang yang memahami hukum belum tentu memiliki kesadaran hukum. Kesadaran hukum lahir ketika seseorang tidak hanya mengetahui aturan yang berlaku, tetapi juga menerima nilai-nilai hukum sebagai kebutuhan bersama dan menjadikannya pedoman dalam setiap tindakan.Untuk memudahkan para pelajar memahami proses tersebut, Kapolda memperkenalkan konsep Affective, Behaviour, dan Cognitive (ABC) sebagai tiga unsur utama pembentuk karakter.Ia menjelaskan bahwa cognitive berkaitan dengan pengetahuan dan kemampuan memahami persoalan, affective berkaitan dengan sikap, nilai, serta cara pandang terhadap suatu hal, sedangkan behaviour merupakan perilaku nyata yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari.Menurutnya, ketiga unsur tersebut tidak dapat dipisahkan karena saling memengaruhi dalam membentuk pribadi seseorang."Apa yang kita ketahui akan memengaruhi cara berpikir. Cara berpikir akan membentuk sikap, dan sikap akan tercermin dalam perilaku. Karena itu, pendidikan harus mampu membangun pengetahuan, karakter, dan perilaku secara bersamaan agar lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas dan taat hukum," jelas Kapolda.Kapolda juga menjelaskan bahwa karakter anak dibentuk oleh empat lingkungan utama, yakni keluarga, sekolah, lingkungan pergaulan, dan ruang digital. Di era perkembangan teknologi yang sangat pesat, ruang digital menjadi salah satu faktor yang memiliki pengaruh besar terhadap pola pikir dan perilaku generasi muda.Karena itu, ia mengajak para pelajar agar mampu memanfaatkan teknologi informasi secara positif. Media sosial, menurutnya, harus dijadikan sarana untuk belajar, meningkatkan kompetensi, mengembangkan kreativitas, memperluas jejaring, serta mencari inspirasi yang bermanfaat bagi masa depan.Sebaliknya, Kapolda mengingatkan bahwa penggunaan media sosial yang tidak bertanggung jawab dapat memicu berbagai persoalan hukum, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, perundungan (cyber bullying), penipuan daring, hingga tindak pidana berbasis teknologi informasi."Gunakan media sosial untuk menambah ilmu, membangun prestasi, dan menyebarkan hal-hal yang positif. Jangan pernah menjadikan media sosial sebagai ruang untuk menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, fitnah, ataupun konten yang melanggar hukum. Jadilah generasi yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam setiap jejak digital yang kalian tinggalkan," tegas Kapolda.Selain literasi digital, Kapolda juga mengingatkan para pelajar agar menjauhi berbagai bentuk perilaku menyimpang yang dapat merusak masa depan, seperti penyalahgunaan narkoba, tawuran, perjudian, konsumsi minuman keras, kekerasan, hingga perundungan (bullying). Menurutnya, seluruh persoalan tersebut dapat dicegah apabila generasi muda memiliki karakter yang kuat, lingkungan pergaulan yang sehat, serta keberanian untuk mengatakan tidak terhadap setiap bentuk pelanggaran hukum.Kapolda turut mengajak para siswa membangun lingkungan pertemanan (circle) yang positif karena teman memiliki pengaruh besar terhadap perjalanan hidup seseorang."Pilihlah sahabat yang mengajak kepada kebaikan, saling mengingatkan untuk belajar, berprestasi, menjaga etika, dan menghormati aturan. Lingkungan yang baik akan membentuk masa depan yang baik, sedangkan lingkungan yang buruk dapat menyeret seseorang kepada pelanggaran hukum," pesannya.Suasana pembelajaran berlangsung hangat dan penuh antusias. Para siswa aktif berdialog dengan Kapolda mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi sebagai generasi digital, mulai dari tantangan penggunaan media sosial, pentingnya menjaga toleransi, hingga cara menghindari pengaruh negatif pergaulan.Interaksi tersebut menjadi bukti bahwa pendekatan edukatif melalui Program Polisi Mengajar mampu membangun komunikasi yang lebih dekat antara Polri dan generasi muda. Melalui dialog yang terbuka, para pelajar tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai hukum, tetapi juga motivasi untuk menjadi pribadi yang berkarakter, berprestasi, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan bahwa pelaksanaan Gerakan Program Polisi Mengajar secara serentak di 417 sekolah merupakan implementasi nyata komitmen Polda Maluku dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul melalui pendekatan edukatif, humanis, dan kolaboratif.Menurut Rositah, momentum Hari Anak Nasional dipilih untuk menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak tidak hanya diwujudkan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui investasi pada pendidikan karakter, peningkatan literasi hukum, literasi digital, serta penguatan wawasan kebangsaan."Program Polisi Mengajar merupakan investasi jangka panjang Polda Maluku untuk membangun budaya sadar hukum sejak usia dini. Kami ingin anak-anak Maluku tumbuh menjadi generasi yang unggul dalam prestasi, kuat dalam karakter, bijak memanfaatkan teknologi, menghormati hukum, serta memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Inilah fondasi yang harus dibangun sejak sekarang untuk menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045," ujar Rositah.Ia menjelaskan bahwa Program Polisi Mengajar akan terus diperluas sebagai gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh satuan kerja Polda Maluku dan jajaran Polres/Polresta. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah, sekolah, tenaga pendidik, orang tua, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat, program ini diharapkan menjadi salah satu instrumen strategis dalam mencegah kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, perundungan, penyebaran hoaks, serta berbagai bentuk kejahatan siber. PNO-12 23 Jul 2026, 16:32 WIT
TPNPB Klaim Tiga Helikopter TNI Lakukan Penembakan Di Pemukiman Korowai, Warga Dilaporkan Mengungsi Papuanewsonline.com, Jayapura - Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim aparat militer Indonesia melaksanakan operasi udara menggunakan tiga helikopter militer di wilayah Korowai, perbatasan Kabupaten Yahukimo dan Boven Digoel, Papua Selatan, pada Kamis (23/7/2026). Informasi tersebut disampaikan melalui siaran pers resmi yang ditandatangani Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom.Dalam keterangannya, TPNPB menyebut laporan tersebut berasal dari pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo Batalyon HSSBI. Mereka mengklaim penembakan dari udara dilakukan sejak pagi dan menyasar kawasan permukiman warga sipil di wilayah Korowai."Operasi udara dan penembakan brutal tersebut mengakibatkan warga sipil yang berada di Korowai, perbatasan Yahukimo dan Boven Digoel mengungsi ke hutan," tulis Sebby dalam siaran pers.TPNPB juga mengklaim kelompok rentan, seperti ibu hamil, anak-anak, dan lanjut usia, ikut mengungsi akibat situasi tersebut. Namun, jumlah korban jiwa maupun korban luka disebut belum dapat dipastikan karena operasi yang diklaim masih berlangsung.Selain itu, TPNPB menyatakan tidak ada tembakan balasan dari pasukan mereka selama operasi udara yang diklaim terjadi. Organisasi tersebut kemudian meminta aparat militer menghentikan penembakan di kawasan permukiman warga serta menyerukan agar bantuan kemanusiaan segera diberikan kepada masyarakat yang mengungsi.Dalam siaran pers yang sama, TPNPB juga mendesak Presiden Prabowo Subianto, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menghentikan penggunaan helikopter militer, RPG, dan drone dalam operasi di Papua. Menurut mereka, penggunaan persenjataan tersebut berpotensi menimbulkan korban di kalangan masyarakat sipil.Hingga berita ini diterbitkan, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Belum ada keterangan resmi dari TNI, Polri, maupun Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 mengenai dugaan operasi udara di Korowai pada 23 Juli 2026. Redaksi juga masih berupaya meminta konfirmasi kepada Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Koops Habema, serta pemerintah daerah Yahukimo dan Boven Digoel.Wilayah Korowai dikenal sebagai kawasan pedalaman dengan akses transportasi yang terbatas dan umumnya hanya dapat dijangkau melalui jalur udara maupun sungai. Dalam beberapa bulan terakhir, kawasan Korowai Batu di Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, juga menjadi sorotan setelah terjadi insiden penembakan terhadap pesawat sipil yang diduga melibatkan kelompok bersenjata.Penulis: JidEditor: OF 23 Jul 2026, 14:52 WIT
Hadirkan 727 Stan UMKM, Selvi Gibran Dukung Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Papuanewsonline.com, Jakarta – Ketua Umum Seruni Kabinet Merah Putih, Selvi Gibran Rakabuming, secara resmi membuka Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara (KBN) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (22/7/2026). Kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Bhayangkari ke-74 ini menghadirkan 727 stan UMKM dari berbagai daerah di Indonesia serta berbagai kegiatan pendukung seperti talkshow, workshop, peragaan busana wastra, demo memasak, hingga pertunjukan seni budaya.Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 berlangsung pada 21 hingga 25 Juli 2026 di JCC, Jakarta, dan terbuka untuk umum. Masyarakat dapat mengunjungi dan menikmati berbagai produk unggulan UMKM Bhayangkari sekaligus mengikuti beragam kegiatan yang telah disiapkan selama penyelenggaraan bazar.Dalam sambutannya, Selvi mengapresiasi peran Bhayangkari yang dinilai tidak hanya mendampingi tugas Polri, tetapi juga aktif mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui UMKM.“Bazar Kreasi ini membuktikan bahwa Ibu-Ibu Bhayangkari memiliki kekuatan yang luar biasa. Kegiatan ini memberikan manfaat bukan hanya bagi keluarga Polri, tetapi juga bagi masyarakat luas. Pendamping bukan sekadar pendamping, tetapi pendamping yang mempunyai nilai dan berdaya,” ujar Selvi.Selvi berharap Bazar Kreasi Bhayangkari terus berkembang sebagai wadah kolaborasi dan promosi bagi UMKM Indonesia. Ia juga mengapresiasi meningkatnya jumlah stan setiap tahun dan berharap seluruh hall di JCC dapat dipenuhi produk-produk unggulan UMKM Bhayangkari pada penyelenggaraan mendatang.Sementara itu, Ketua Umum Bhayangkari Ny. Juliati Sigit Prabowo mengatakan Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 mengusung tema “Nusantara Berdaya, Bhayangkari Berkarya” sebagai bentuk komitmen Bhayangkari dalam mendukung pemberdayaan UMKM, pelestarian budaya, serta pengembangan kreativitas anak bangsa.“Tema tersebut mencerminkan semangat Bhayangkari untuk terus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah, pelestarian budaya bangsa, serta pengembangan kreativitas dan inovasi karya anak bangsa,” kata Ny. Juliati.Ia menjelaskan, penyelenggaraan tahun ini menjadi yang terbesar sejak pertama kali digelar di JCC dengan menghadirkan 727 stan UMKM dari berbagai daerah. Menurutnya, bazar ini tidak hanya menjadi ajang promosi dan transaksi ekonomi, tetapi juga sarana memperluas jejaring usaha dan membuka peluang kolaborasi bagi para pelaku UMKM.Selain menghadirkan ratusan stan UMKM, rangkaian kegiatan juga dikemas dengan berbagai acara yang berlangsung selama lima hari. Pengunjung dapat mengikuti dan menyaksikan sejumlah talkshow, penampilan musik dan hiburan dari sejumlah grup band dan musisi, workshop, demo memasak, peragaan busana wastra dan produk unggulan UMKM Bhayangkari, serta berbagai kegiatan seni dan budaya.“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi dan transaksi ekonomi, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperluas jejaring usaha, membuka peluang kolaborasi, serta semakin menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap produk-produk karya anak bangsa,” tutup Ny. Juliati. PNO-12 23 Jul 2026, 14:11 WIT
Syaraf Kejepit Kambuh, Hotman Paris Lepas Kasus Pembelaan Mantan Jampidsus Papuanewsonline.com, Jakarta – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea resmi melepas tanggung jawab sebagai penasihat hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.Keputusan itu disampaikan Hotman dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (23/7/2026).Hotman menyebut alasannya murni karena kesehatan. Ia mengaku menderita syaraf kejepit sejak Juni 2026 dan kondisinya semakin memburuk."Sudah dua hari lalu saya kasih tahu ke klien saya, sekarang jadi mantan, Febrie Jampidsus, saya mengundurkan diri. Beliau sempat mengimbau kalau bisa beberapa hari lagi. Tapi kalau otak saya terus mikir dan badan begini, saya takut makin parah," ujar Hotman di hadapan awak media.Jadwalkan Berobat ke SingapuraHotman mengatakan dirinya sudah dijadwalkan terbang ke Singapura untuk pemeriksaan dan perawatan medis intensif."Besok subuh saya mau ke Singapura untuk berobat. Saya sudah bilang ke beliau, karena kondisi kesehatan yang bisa makin parah, saya resmi memberitahukan mundur sebagai pengacara dari Bapak Febrie dalam kasus di Kejaksaan," katanya.Sebelum memutuskan ke luar negeri, Hotman mengaku sudah mencoba berbagai metode pengobatan, termasuk pengobatan alternatif, namun belum memberikan hasil maksimal.Keputusan di Tengah SorotanPengunduran diri Hotman terjadi tidak lama setelah kehadirannya sebagai kuasa hukum Febrie Adriansyah menjadi sorotan publik.Saat ini Hotman juga tengah menghadapi pemanggilan dari Polda Metro Jaya terkait laporan dugaan penghinaan terhadap wartawan.Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Febrie Adriansyah terkait siapa yang akan menggantikan Hotman Paris sebagai kuasa hukum selanjutnya.Penulis: HendrikEditor: OF 23 Jul 2026, 14:13 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT