logo-website
Kamis, 25 Jun 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Terima Audiensi IAKN, Kapolda Maluku Tekankan Peran Kampus Cegah Konflik Sosial Papuanewsonline.com, Ambon – Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto menerima audiensi jajaran Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon di Mapolda Maluku, Rabu (22/4/2026), sebagai upaya memperkuat sinergi antara sektor pendidikan dan kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan di Maluku.Pertemuan yang berlangsung pukul 15.20 WIT ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, termasuk potensi konflik dan rendahnya kesadaran hukum di masyarakat.Kapolda Maluku menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang berintegritas dan berwawasan kebangsaan.“Sinergi antara dunia pendidikan dan kepolisian sangat penting untuk membangun masyarakat yang aman, tertib, dan berdaya saing,” ujar Kapolda.Ia menegaskan, penanganan persoalan sosial tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen, termasuk civitas akademika.Dalam audiensi tersebut, Kapolda didampingi sejumlah pejabat utama Polda Maluku. Sementara rombongan IAKN Ambon dipimpin Rektor Prof. Dr. Yance Z. Rumahuru bersama jajaran pimpinan kampus.Rektor IAKN Ambon menyampaikan komitmen institusinya untuk mendukung upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui penguatan nilai-nilai toleransi dan kedamaian.“IAKN Ambon terus berkontribusi melahirkan sumber daya manusia, termasuk di bidang seni dan musik, yang berperan dalam pembangunan Maluku,” kata Rektor.Ia juga mengundang Kapolda Maluku untuk menghadiri kegiatan wisuda sebagai bagian dari penguatan hubungan kelembagaan.Selain itu, IAKN Ambon membuka peluang bagi lulusan untuk berkontribusi di institusi kepolisian sesuai kompetensi yang dimiliki.Menanggapi hal tersebut, Kapolda Maluku menyatakan kesiapan untuk memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi.“Polda Maluku terbuka untuk kolaborasi dalam edukasi kesadaran hukum, pembinaan generasi muda, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan,” tegasnya.Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif, dengan pembahasan berbagai peluang kerja sama strategis ke depan guna mendukung terciptanya Maluku yang aman dan harmonis. PNO-12 25 Apr 2026, 13:32 WIT
Polisi Kirim SPDP Kasus Pembunuhan Nus Kei ke Kejaksaan, Penanganan Masuk Tahap Lanjutan Papuanewsonline.com, Malra - Penanganan kasus pembunuhan Ketua DPC Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, terus bergerak maju. Penyidik Satreskrim Polres Maluku Tenggara resmi mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri Maluku Tenggara, Rabu (22/4/2026), sebagai bagian dari tahapan formil proses hukum.Pengiriman SPDP ini menandai dimulainya koordinasi resmi antara penyidik kepolisian dan pihak kejaksaan dalam penanganan perkara yang menjadi perhatian publik tersebut.Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian penting dalam memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur dan transparan.“SPDP telah kami serahkan kepada Kejaksaan Negeri Maluku Tenggara sebagai pemberitahuan resmi bahwa penyidikan sedang berjalan. Ini merupakan mekanisme hukum yang wajib dilaksanakan dalam setiap penanganan perkara pidana,” ujarnya.Adapun perkara yang disidik berkaitan dengan dugaan tindak pidana terhadap nyawa, yakni pembunuhan berencana dan/atau penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan kematian, sebagaimana diatur dalam Pasal 459 KUHP dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun, serta Pasal 458 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun, juncto ketentuan mengenai perbuatan yang dilakukan secara bersama-sama.Kasus ini bermula dari peristiwa penikaman yang terjadi pada Minggu, 19 April 2026 di Bandara Karel Sadsuitubun, Maluku Tenggara, yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Aparat kepolisian bergerak cepat melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi, hingga pengejaran pelaku.Dalam waktu singkat, dua terduga pelaku berhasil diamankan, kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan setelah melalui pemeriksaan intensif serta prosedur administrasi, termasuk pemeriksaan kesehatan.Selanjutnya, pada 22 April 2026, penyidik melanjutkan proses dengan mengirimkan SPDP ke kejaksaan sebagai dasar koordinasi penuntutan serta pengawalan berkas perkara hingga tahap persidangan.Kombes Rositah menegaskan, seluruh tahapan penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan perundang-undangan.Selama proses pengiriman SPDP berlangsung, situasi dilaporkan dalam kondisi aman dan lancar tanpa kendala berarti.Kepolisian juga memastikan bahwa situasi kamtibmas di wilayah Maluku Tenggara tetap kondusif, sembari terus mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi serta mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada aparat.Pengiriman SPDP menjadi indikator penting bahwa penanganan kasus telah memasuki fase yang lebih terstruktur dan terkoordinasi dengan aparat penegak hukum lainnya. Dalam perspektif nasional, langkah ini menunjukkan komitmen Polri dalam memastikan setiap perkara besar ditangani tidak hanya cepat, tetapi juga sesuai koridor hukum.Transparansi dalam setiap tahapan, termasuk komunikasi publik terkait progres perkara, menjadi elemen krusial dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Dengan sinergi antara kepolisian dan kejaksaan, diharapkan proses hukum berjalan efektif hingga memberikan kepastian dan keadilan. PNO-12 25 Apr 2026, 13:24 WIT
Anggota DPRD Papua Tengah Soroti Penundaan SK LMHA Kamoro oleh Bupati Mimika Papuanewsonline.com, Mimika – Anggota DPRD Provinsi Papua Tengah, Yohanes Kemong menyayangkan belum dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) Bupati Mimika terkait pengakuan Lembaga Masyarakat Hukum Adat Suku Kamoro (LMHA KAMORO).Menurut Yohanes, pelaksanaan Musyawarah Adat (Musdat) LMHA Kamoro sebelumnya telah mendapat bantuan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Mimika melalui dana hibah Pemda. Namun hasil Musdat tersebut belum diakui oleh Bupati Mimika.“Hal ini sangat disayangkan. Semestinya Bupati Mimika harus mengakui sehingga menetapkan dalam Surat Keputusan Bupati,” kata Yohanes dalam rilis yang diterima media Papuanewsonline.Yohanes menduga sikap Bupati itu dipengaruhi oleh masukan dari Ketua Tim Sukses JOEL. Ia menilai kondisi tersebut dapat merusak kepercayaan masyarakat adat Mimika terhadap pemerintah daerah.“Bila Bupati mendengarkan keinginan Ketua Tim Sukses JOEL terus maka wibawa Bupati Kabupaten Mimika jatuh dalam pelayanan masyarakat,” ujarnya.Yohanes juga menyebut persoalan LMHA Suku Kamoro telah mendapat perintah dari Wakil Presiden kepada Bupati Mimika untuk segera diselesaikan. Karena itu ia meminta Bupati tidak mengikuti keinginan Ketua Tim Sukses dan segera menindaklanjuti hasil Musdat sesuai aturan.Hingga berita ini rilis, redaksi belum memperoleh keterangan resmi dari Bupati Mimika maupun pihak Tim Sukses JOEL terkait pernyataan tersebut. Penulis: Hend Editor: GF 24 Apr 2026, 20:09 WIT
66 Mahasiswa Keperawatan Institut Nani Hasanuddin Resmi Yudisium di Mimika Papuanewsonline.com, Mimika — Sebanyak 66 mahasiswa mengikuti Yudisium Sarjana Program Studi S1 Keperawatan jalur kerja sama angkatan pertama periode I tahun 2026 di Institut Nani Hasanuddin, Jumat (24/4/2026).Dalam kesempatan tersebut, Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyampaikan sambutan sekaligus pesan kepada para lulusan agar mampu menjadi tenaga keperawatan yang profesional dan berintegritas.Ia menegaskan bahwa perawat memiliki peran strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, para lulusan diminta tidak hanya berorientasi pada gelar semata, tetapi mampu menunjukkan kualitas melalui kerja nyata, pelayanan yang tulus, serta sikap empati kepada masyarakat.“Jadilah perawat yang bekerja dengan hati, memiliki dedikasi tinggi, serta menjunjung integritas dalam setiap pelayanan,” ujarnya.Bupati juga mengingatkan agar para lulusan tetap menjaga semangat kerja, disiplin, dan tanggung jawab meskipun telah menyandang gelar sarjana. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan di Kabupaten Mimika.Ia menyebutkan bahwa indeks kesehatan di Kabupaten Mimika mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Meski demikian, masih terdapat sejumlah tantangan, khususnya terkait keluhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.“Saya berharap ke depan angka keluhan masyarakat dapat terus menurun, bahkan tidak ada lagi, melalui pelayanan yang profesional dan berintegritas,” tambahnya.Selain itu, Bupati juga mendorong para lulusan untuk terus mengembangkan diri dan tidak berhenti belajar, termasuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi guna meningkatkan kompetensi.Dalam sambutannya, ia turut menyampaikan apresiasi kepada keluarga, orang tua, serta pasangan para mahasiswa yang telah memberikan dukungan penuh hingga mereka berhasil menyelesaikan pendidikan. Apresiasi juga diberikan kepada civitas akademika Institut Nani Hasanuddin atas dedikasi dalam mendidik dan membimbing mahasiswa.Mengakhiri sambutannya, Bupati berharap ilmu yang telah diperoleh para lulusan dapat memberikan manfaat, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi masyarakat Kabupaten Mimika serta bangsa dan negara.“Selamat kepada seluruh lulusan. Semoga sukses dalam pengabdian ke depan. Teruslah berkarya, jaga etika profesi, dan utamakan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap pelayanan,” tutupnya. Penulis: Bim Editor: GF 24 Apr 2026, 20:02 WIT
Dukcapil Mimika Perkuat Akses Data dan Layanan Publik Lewat Forum Terbuka Papuanewsonline.com, Mimika — Upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik terus dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Mimika. Salah satunya melalui forum publik yang digelar sebagai ruang terbuka untuk menyerap aspirasi sekaligus memperluas akses pemanfaatan data kependudukan bagi masyarakat.Forum ini menjadi bagian dari implementasi Undang-Undang Pelayanan Publik Tahun 2009, dengan tujuan menghadirkan layanan yang merata bagi seluruh masyarakat Mimika, baik yang tinggal di wilayah perkotaan, pegunungan, maupun pesisir.Kepala Dinas Dukcapil Mimika, Slamet Sutejo, menjelaskan bahwa forum tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kementerian PAN-RB, Ombudsman, akademisi, hingga tokoh masyarakat. Menurutnya, kolaborasi ini penting untuk memastikan layanan publik terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat.“Saat ini Mimika menjadi satu-satunya daerah di Papua Tengah yang sudah memiliki tiga instansi dengan akses langsung terhadap data kependudukan,” ungkap Slamet saat diwawancarai pada (23/4/2026).Ia menegaskan, Dukcapil tidak hanya berfokus pada capaian administratif semata, tetapi juga memastikan manfaat layanan benar-benar dirasakan masyarakat. Karena itu, sinergi lintas sektor terus diperkuat, termasuk bersama Badan Musyawarah Daerah dan kalangan akademisi.Tak hanya itu, Dukcapil Mimika juga aktif mengikuti perkembangan kebijakan nasional, termasuk pembahasan Undang-Undang Satu Data Indonesia serta rencana revisi regulasi terkait sentralisasi data kependudukan.“Kami berharap masukan dari daerah dapat membuat kebijakan yang dihasilkan lebih komprehensif dan mampu menjawab tantangan ke depan,” tambahnya.Di tengah perkembangan teknologi, digitalisasi dan keamanan data menjadi perhatian utama. Integrasi data lintas sektor dinilai sebagai kunci untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat, akurat, dan efisien.Forum publik sendiri merupakan agenda wajib yang harus dilaksanakan secara berkala. Selain sebagai bentuk evaluasi, forum ini juga menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.“Aspirasi yang masuk akan kami analisis sebagai dasar perumusan kebijakan dan inovasi pelayanan ke depan,” jelas Slamet.Saat ini, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Bappeda dan instansi teknis lainnya telah mulai memanfaatkan akses data kependudukan. Dukcapil Mimika bahkan menargetkan seluruh OPD dapat terhubung dan mengakses data selama 24 jam penuh pada tahun 2026.Kerja sama lintas sektor juga telah diterapkan di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas. Ke depan, akses ini diharapkan dapat diperluas ke sektor perbankan, BPJS, hingga lembaga lainnya untuk mempermudah berbagai urusan administrasi masyarakat.“Dengan sistem yang terintegrasi, jika ada kendala data bisa langsung dilacak dan dikonfirmasi. Proses pelayanan pun menjadi jauh lebih cepat, bahkan beberapa urusan bisa selesai dalam satu hari,” pungkasnya.Melalui forum ini, Dukcapil Mimika menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan publik yang lebih baik, cepat, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat. Penulis: Bim Editor: GF 24 Apr 2026, 20:00 WIT
Kaesang Bakal Hadiri RAKORWIL di Nabire, DPW PSI Papua Tengah Gelar Rapat Persiapan. Papuanewsonline.com, Nabire - Jelang kedatangan Ketua Umum DPP PSI di Nabire, DPW PSI Papua Tengah mengadakan rapat persiapan  pada hari Rabu, 22/04/2026 di kediaman ketua DPW PSI Papua Tengah. Rapat yang diawali ramah tamah dan perkenalan dengan Ketua DPW yang baru saja mendapatkan mandat dari Ketua Umum DPP PSI, Kaesang Pangarep yaitu bro Isaias Douw yang menggantikan (alm)  bro Nesco Wonda ini dihadiri oleh unsur pimpinan DPW PSI Papua Tengah, DPD dari 8 kabupaten serta anggota legislative dari PSI di Papua Tengah. DPP PSI meyakini bahwa hadirnya Isaias Douw dengan berbagai pengalaman politiknya selama ini dapat membawa angin segar bagi kemajuan dan eksistensi PSI di Papua Tengah. Apalagi jika dilihat dari perolehan kursi legislatif,, Papua Tengah menempati urutan kedua terbanyak di Indonesia setelah Propinsi NTT. Selain ramah tamah, Rapat Pimpinan DPW dan DPD ini juga membahas kesiapan jelang pelaksanaan Rapat Koordinasi Wilayah (RAKORWIL) perdana yang berisikan beberapa agenda penting, antara lain Pelantikan Pengurus DPW Papua Tengah, DPD 8 kabupaten oleh Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep, serta materi-materi pendukung bagi penguatan struktur Partai secara internal dan persiapan verifikasi Partai Politik. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPW PSI Papua Tengah, bro Isaias Douw didampingi Sekretaris bro Jemi Patabang yang juga anggota DPR Propinsi Papua Tengah dan Bendahara sist Ina Erari serta beberapa pengurus di tingkat DPW. Selain itu hadir pula ketua-ketua DPD dari 8 kabupaten yaitu Nabire, Mimika, Paniai, Deyai, Dogiyai, Intan Jaya, Puncak, Puncak Jaya serta anggota legislative masing-masing. RAKORWIL yang akan berlangsung pada tanggal 07 Mei 2026 di Nabire tersebut akan menghadirkan Ketua Umum DPP PSI, Kaesang Pangarep beserta rombongan yang juga melakukan lawatan ke Propinsi lainya se-Papua Raya. Hal ini sebagai wujud komitmen dan keseriusan PSI untuk “berperang” di 2029 dengan melakukan penguatan struktur dari pusat hingga daerah bahkan kampung.   Penulis : Hendrik Editor : GF 24 Apr 2026, 17:02 WIT
Bantuan Pangan Cair Di Mimika, 27.209 Keluarga Terima Beras Dan Minyak Papuanewsonline.com, Timika - Pemerintah melalui Perum Bulog Cabang Timika segera menyalurkan bantuan pangan bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Mimika. Total bantuan yang disiapkan mencapai 544.180 kg beras dan 108.836 Liter minyak goreng. Bantuan ini merupakan alokasi untuk periode Februari dan Maret 2026 yang penyalurannya diperpanjang hingga bulan ini dan Mei mendatang, menyasar sebanyak 27.209 penerima yang tersebar di 18 distrik.Kepala Bulog Timika, Dedy Wahyudi, menjelaskan bahwa setiap keluarga penerima manfaat akan mendapatkan paket bantuan sekaligus untuk dua bulan. "Mereka akan menerima total 20 kg beras dan 4 Liter minyak goreng. Data penerima ini murni berasal dari Bapanas yang berbasis pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos," ungkapnya (23/4/2026)."Kami berharap penyaluran ini berjalan lancar, tepat waktu, dan yang paling penting tepat sasaran. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi masyarakat serta membantu memenuhi kebutuhan pokok keluarga di tengah kondisi saat ini," ujar Dedy menyampaikan harapannya.Untuk memastikan distribusi berjalan aman dan tertib, Bulog akan berkoordinasi penuh bersama pemerintah distrik serta melibatkan dukungan keamanan dari TNI dan Polri.Penyerahan akan dilakukan secara kolektif di titik-titik yang telah ditentukan, agar bantuan dapat diterima langsung oleh yang namanya terdaftar sebagai Penerima Bantuan Pangan (PBP).  Penulis: Andy Ilham Editor: GF 24 Apr 2026, 13:10 WIT
SPPG Oyehe Nabire 002 Dipuji, Program MBG Dinilai Nyata Gerakkan Ekonomi Rakyat Papuanewsonline.com, Timika – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua Tengah mulai menunjukkan dampak nyata di lapangan. Salah satu yang mendapat sorotan positif adalah SPPG Oyehe Nabire 002 yang dinilai berhasil menggabungkan kualitas pelayanan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Aliansi Pengusaha Papua di Timika setelah melakukan pemantauan dan analisa langsung terhadap operasional dapur tersebut.Ketua Aliansi Pengusaha Papua di Timika, Emus Kogoya, menegaskan bahwa SPPG Oyehe Nabire 002 telah menjalankan program dengan standar yang baik serta memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.“Setelah kami melakukan pantauan dan analisa secara langsung, kami melihat langkah-langkah pelayanan dari SPPG Oyehe Nabire 002 ini sangat baik. Ini yang kami bilang, program seperti ini jangan hanya berjalan, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya. Dan di sini kami melihat manfaat itu nyata,” tegas Emus Kogoya.Menurutnya, salah satu keunggulan utama dapur tersebut adalah keberpihakan terhadap pelaku ekonomi kecil, terutama mama-mama Papua yang berjualan di pasar tradisional.“Yang paling penting bagi kami adalah dapur ini membeli langsung bahan baku dari mama-mama Papua yang berjualan di pasar. Ini langkah yang sangat positif, karena ekonomi masyarakat kecil ikut bergerak. Program MBG jangan sampai hanya bicara makanan, tetapi juga harus menghadirkan keadilan ekonomi bagi rakyat kecil. Itu yang kami lihat berjalan di sini,” ujarnya.Emus menilai pendekatan tersebut selaras dengan semangat pemerintah pusat dalam memastikan program strategis benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat bawah.“Kalau masyarakat kecil ikut tumbuh, pedagang kecil ikut hidup, nelayan kecil ikut mendapat manfaat, maka di situlah letak keberhasilan program pemerintah. Jadi kami sangat mengapresiasi cara kerja seperti ini,” katanya.Tidak hanya memberdayakan pedagang pasar, SPPG Oyehe Nabire 002 juga dinilai menjaga kualitas bahan pangan secara serius. Untuk kebutuhan ikan, dapur tersebut membeli langsung dari nelayan kecil, termasuk mama-mama Papua yang baru kembali melaut.Sekretaris Aliansi Pengusaha Papua di Timika, Aji Lemauk, menilai penggunaan bahan baku segar menjadi indikator penting profesionalisme dapur dalam menjalankan program MBG.“Kami melihat mereka sangat serius dalam memilih bahan baku. Ikan yang dibeli itu segar, langsung dari nelayan kecil. Sayur, buah, dan bumbu juga dalam kondisi segar. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak asal memasak, tetapi benar-benar memperhatikan kualitas makanan yang akan dikonsumsi,” kata Aji Lemauk.Ia menambahkan bahwa kualitas bahan pangan menjadi faktor utama dalam mendukung tujuan besar program MBG, yakni menciptakan generasi yang sehat dan kuat.“Kalau mau menciptakan generasi hebat dan masa depan cerah, maka makanan yang disiapkan juga harus benar-benar berkualitas. Kami melihat SPPG Oyehe Nabire 002 punya kesadaran itu,” ujarnya.Selain kualitas bahan, aspek disiplin kerja juga menjadi perhatian dalam penilaian Aliansi Pengusaha Papua. Mereka melihat seluruh proses operasional dapur berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).“Program ini besar, menyangkut kebutuhan masyarakat dan masa depan anak-anak. Karena itu tidak boleh dikerjakan sembarangan. Harus ada SOP yang jelas, disiplin yang kuat, dan pengawasan yang baik. Kami melihat hal itu dijalankan di SPPG Oyehe Nabire 002,” tegas Aji.Sementara itu, anggota Aliansi Pengusaha Papua, Faya Naa, menyoroti penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang dinilai cukup ketat di dapur tersebut.“Kami melihat penerapan safety atau K3 di dapur ini cukup ketat. Ini sangat penting, karena dapur yang baik bukan hanya soal hasil akhir makanan, tetapi juga soal bagaimana prosesnya dijalankan secara aman, tertib, bersih, dan bertanggung jawab,” ungkap Faya Naa.Menurutnya, penerapan K3 yang baik akan memberikan dampak positif terhadap kualitas pelayanan secara keseluruhan.“Bagi kami, ini nilai tambah yang besar. Karena dengan penerapan K3 yang baik, maka lingkungan kerja lebih aman, kebersihan lebih terjaga, dan kualitas pelayanan juga ikut meningkat. Hal seperti ini sangat patut ditiru oleh dapur-dapur SPPG lainnya,” katanya.Lebih jauh, Faya menekankan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari distribusi makanan, tetapi juga dari dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan.“Kalau program ini dijalankan dengan pola seperti ini, membeli dari masyarakat lokal, menjaga kualitas bahan, disiplin pada SOP, dan menerapkan K3 secara ketat, maka manfaatnya akan jauh lebih besar. Program ini bisa menjadi penggerak ekonomi rakyat sekaligus penopang lahirnya generasi Papua yang sehat dan cerdas,” ujarnya.Secara keseluruhan, Aliansi Pengusaha Papua di Timika menilai SPPG Oyehe Nabire 002 telah menunjukkan praktik ideal dalam pelaksanaan program MBG.Model kerja yang profesional sekaligus berpihak pada masyarakat dinilai penting untuk direplikasi di berbagai daerah, khususnya di Papua Tengah.Emus Kogoya pun berharap praktik baik tersebut dapat menjadi standar bagi dapur MBG lainnya.“Kami berharap ini jangan berhenti di sini. Apa yang baik harus dijadikan contoh. SPPG Oyehe Nabire 002 sudah memperlihatkan bahwa program MBG bisa dijalankan dengan baik, tertib, aman, dan berpihak kepada rakyat kecil. Ini model yang harus didorong bersama,” tandasnya.Dengan pola kerja yang disiplin, penggunaan bahan segar, serta keterlibatan aktif masyarakat lokal, SPPG Oyehe Nabire 002 dinilai berhasil menghadirkan manfaat ganda, yakni peningkatan gizi sekaligus penguatan ekonomi kerakyatan. (GF)  23 Apr 2026, 20:47 WIT
Evaluasi Kinerja Layanan Publik 2026, MPP Mimika Dapat Apresiasi dan Siap Ekspansi ke Distrik Papuanewsonline.com, Mimika — Evaluasi kinerja layanan publik di Kabupaten Mimika tahun 2026 menunjukkan hasil yang positif, khususnya pada pengelolaan Mal Pelayanan Publik (MPP). Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Slamet Sutejo saat diwawancarai pada Rabu, (22/04/2026). Dalam keterangannya, Slamet menegaskan bahwa prinsip utama dalam pelayanan publik adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan, terutama dalam aspek pelaporan. Namun, hal tersebut dipastikan akan segera dilengkapi. “Perlu dipahami bahwa urusan pelaporan bukan berada di MPP, melainkan leading sector-nya ada di bagian organisasi dan tata laksana (Orta),” jelasnya. Terkait MPP, Slamet menyampaikan bahwa layanan tersebut mendapat apresiasi sejak diresmikan hingga saat ini. MPP Mimika dinilai mampu berjalan dengan baik dan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Bahkan, MPP fisik dan digital di Mimika telah berjalan secara bersamaan, menjadikannya salah satu daerah di Papua yang mampu mengintegrasikan kedua sistem tersebut. Meski demikian, ia mengingatkan agar tidak cepat berpuas diri. Ke depan, layanan publik yang sudah terpusat di MPP diharapkan dapat diperluas hingga ke tingkat distrik. Saat ini, langkah awal sudah mulai terlihat, seperti hadirnya layanan administrasi kependudukan (Dukcapil) di beberapa distrik. “Nantinya, OPD teknis lainnya juga dapat bergabung di bawah koordinasi Dinas PTSP, sehingga masyarakat bisa mengakses layanan perizinan dan administrasi langsung di distrik,” ujarnya. Dengan skema tersebut, masyarakat di wilayah seperti Mapurujaya, Wania, hingga Kuala Kencana tidak perlu lagi datang ke pusat kota untuk mendapatkan layanan. Terlebih, kawasan tersebut memiliki aktivitas ekonomi yang cukup tinggi. Pemanfaatan kantor distrik yang sudah memadai juga menjadi bagian dari strategi, dengan lantai bawah difungsikan sebagai pusat layanan publik. Selain penguatan layanan, Slamet menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan dalam MPP. Ia menyebutkan bahwa peningkatan kualitas layanan harus berjalan seiring dengan perbaikan sistem pelaporan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas. Untuk mengukur kualitas layanan, pemerintah menggunakan sejumlah indikator, salah satunya indeks kepuasan masyarakat. Penilaian ini mencakup kemudahan prosedur, kecepatan layanan, hingga penanganan pengaduan. Respons masyarakat, baik melalui survei, forum publik, media sosial, maupun ulasan daring, menjadi tolok ukur utama. “Tidak ada layanan yang sempurna, tetapi setiap kekurangan harus menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan,” tegasnya. Ia juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara kualitas pelayanan di lapangan dan kelengkapan administrasi pelaporan. Menurutnya, pelayanan yang sudah baik harus didukung dengan pelaporan yang lengkap agar penilaian kinerja tetap optimal. Secara keseluruhan, Slamet menegaskan bahwa kualitas pelayanan publik harus tercermin baik secara faktual maupun administratif. Keduanya harus berjalan selaras guna meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.   Penulis: Bim Editor: GF 23 Apr 2026, 00:05 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT