logo-website
Minggu, 09 Agu 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Hadirkan 727 Stan UMKM, Selvi Gibran Dukung Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Papuanewsonline.com, Jakarta – Ketua Umum Seruni Kabinet Merah Putih, Selvi Gibran Rakabuming, secara resmi membuka Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara (KBN) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (22/7/2026). Kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Bhayangkari ke-74 ini menghadirkan 727 stan UMKM dari berbagai daerah di Indonesia serta berbagai kegiatan pendukung seperti talkshow, workshop, peragaan busana wastra, demo memasak, hingga pertunjukan seni budaya.Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 berlangsung pada 21 hingga 25 Juli 2026 di JCC, Jakarta, dan terbuka untuk umum. Masyarakat dapat mengunjungi dan menikmati berbagai produk unggulan UMKM Bhayangkari sekaligus mengikuti beragam kegiatan yang telah disiapkan selama penyelenggaraan bazar.Dalam sambutannya, Selvi mengapresiasi peran Bhayangkari yang dinilai tidak hanya mendampingi tugas Polri, tetapi juga aktif mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui UMKM.“Bazar Kreasi ini membuktikan bahwa Ibu-Ibu Bhayangkari memiliki kekuatan yang luar biasa. Kegiatan ini memberikan manfaat bukan hanya bagi keluarga Polri, tetapi juga bagi masyarakat luas. Pendamping bukan sekadar pendamping, tetapi pendamping yang mempunyai nilai dan berdaya,” ujar Selvi.Selvi berharap Bazar Kreasi Bhayangkari terus berkembang sebagai wadah kolaborasi dan promosi bagi UMKM Indonesia. Ia juga mengapresiasi meningkatnya jumlah stan setiap tahun dan berharap seluruh hall di JCC dapat dipenuhi produk-produk unggulan UMKM Bhayangkari pada penyelenggaraan mendatang.Sementara itu, Ketua Umum Bhayangkari Ny. Juliati Sigit Prabowo mengatakan Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 mengusung tema “Nusantara Berdaya, Bhayangkari Berkarya” sebagai bentuk komitmen Bhayangkari dalam mendukung pemberdayaan UMKM, pelestarian budaya, serta pengembangan kreativitas anak bangsa.“Tema tersebut mencerminkan semangat Bhayangkari untuk terus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah, pelestarian budaya bangsa, serta pengembangan kreativitas dan inovasi karya anak bangsa,” kata Ny. Juliati.Ia menjelaskan, penyelenggaraan tahun ini menjadi yang terbesar sejak pertama kali digelar di JCC dengan menghadirkan 727 stan UMKM dari berbagai daerah. Menurutnya, bazar ini tidak hanya menjadi ajang promosi dan transaksi ekonomi, tetapi juga sarana memperluas jejaring usaha dan membuka peluang kolaborasi bagi para pelaku UMKM.Selain menghadirkan ratusan stan UMKM, rangkaian kegiatan juga dikemas dengan berbagai acara yang berlangsung selama lima hari. Pengunjung dapat mengikuti dan menyaksikan sejumlah talkshow, penampilan musik dan hiburan dari sejumlah grup band dan musisi, workshop, demo memasak, peragaan busana wastra dan produk unggulan UMKM Bhayangkari, serta berbagai kegiatan seni dan budaya.“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi dan transaksi ekonomi, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperluas jejaring usaha, membuka peluang kolaborasi, serta semakin menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap produk-produk karya anak bangsa,” tutup Ny. Juliati. PNO-12 23 Jul 2026, 14:11 WIT
Syaraf Kejepit Kambuh, Hotman Paris Lepas Kasus Pembelaan Mantan Jampidsus Papuanewsonline.com, Jakarta – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea resmi melepas tanggung jawab sebagai penasihat hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.Keputusan itu disampaikan Hotman dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (23/7/2026).Hotman menyebut alasannya murni karena kesehatan. Ia mengaku menderita syaraf kejepit sejak Juni 2026 dan kondisinya semakin memburuk."Sudah dua hari lalu saya kasih tahu ke klien saya, sekarang jadi mantan, Febrie Jampidsus, saya mengundurkan diri. Beliau sempat mengimbau kalau bisa beberapa hari lagi. Tapi kalau otak saya terus mikir dan badan begini, saya takut makin parah," ujar Hotman di hadapan awak media.Jadwalkan Berobat ke SingapuraHotman mengatakan dirinya sudah dijadwalkan terbang ke Singapura untuk pemeriksaan dan perawatan medis intensif."Besok subuh saya mau ke Singapura untuk berobat. Saya sudah bilang ke beliau, karena kondisi kesehatan yang bisa makin parah, saya resmi memberitahukan mundur sebagai pengacara dari Bapak Febrie dalam kasus di Kejaksaan," katanya.Sebelum memutuskan ke luar negeri, Hotman mengaku sudah mencoba berbagai metode pengobatan, termasuk pengobatan alternatif, namun belum memberikan hasil maksimal.Keputusan di Tengah SorotanPengunduran diri Hotman terjadi tidak lama setelah kehadirannya sebagai kuasa hukum Febrie Adriansyah menjadi sorotan publik.Saat ini Hotman juga tengah menghadapi pemanggilan dari Polda Metro Jaya terkait laporan dugaan penghinaan terhadap wartawan.Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Febrie Adriansyah terkait siapa yang akan menggantikan Hotman Paris sebagai kuasa hukum selanjutnya.Penulis: HendrikEditor: OF 23 Jul 2026, 14:13 WIT
Sambut 282 Perwira Remaja Akpol, Wakapolri: Kepercayaan Masyarakat Dibangun dari Integritas Papuanewsonline.com, Jakarta – Sebanyak 282 Perwira Remaja (Paja) Akademi Kepolisian Angkatan ke-58 Batalyon Ksatrya Hawin Sarwahita Tahun 2026 mengikuti Tradisi Penyambutan Perwira Remaja di Rupatama Mabes Polri, Rabu (22/7). Tradisi ini dipimpin oleh Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., sebagai penanda dimulainya fase baru pembentukan para lulusan Akademi Kepolisian. Sebanyak 282 Perwira Remaja, yang terdiri atas 249 Polisi Laki-laki (Polki) dan 33 Polisi Wanita (Polwan), mengikuti rangkaian tradisi penghormatan kepada Panji-panji Kepolisian Negara Republik Indonesia, pembacaan ikrar, tradisi mencium Panji-panji Kepolisian, pengalungan bunga, hingga penyerahan pedang perwira. Prosesi tersebut bukan sekadar simbol kehormatan, tetapi juga peneguhan komitmen moral untuk mengemban nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya dalam setiap langkah pengabdian.Tradisi penyambutan ini menjadi gerbang awal pembentukan karakter kepemimpinan para Perwira Remaja sebelum memasuki tahapan pendidikan sebagai Pasis. Pada fase tersebut, mereka akan dipersiapkan untuk memahami dinamika organisasi, memperkuat kapasitas kepemimpinan, serta membangun kesiapan menghadapi tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks.Dalam amanatnya, Wakapolri menegaskan bahwa pangkat perwira bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari proses belajar yang lebih besar sebagai calon pemimpin Polri.“Hari ini adalah hari kebanggaan, tetapi esok adalah hari pembuktian. Bangsa ini menaruh harapan besar di pundak kalian. Jadilah perwira yang cerdas, berintegritas, humanis, dan adaptif, dengan Tribrata serta Catur Prasetya sebagai kompas dalam setiap langkah pengabdian,” tegas Wakapolri.Menurut Wakapolri, bekal terpenting yang harus dimiliki seorang perwira bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga kepercayaan masyarakat. Kepercayaan tersebut tidak dibangun oleh pangkat maupun kewenangan, melainkan melalui integritas, keteladanan, profesionalisme, dan pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.Ia mengingatkan bahwa satu tindakan yang menyimpang dapat mengurangi kepercayaan publik yang selama ini dibangun oleh seluruh anggota Polri. Karena itu, setiap Perwira Remaja harus menjaga kehormatan institusi melalui sikap jujur, disiplin, dan bertanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas.Wakapolri juga menekankan bahwa para Perwira Remaja akan mengabdi pada era yang penuh perubahan. Perkembangan teknologi telah melahirkan berbagai bentuk kejahatan baru, mulai dari kejahatan siber, penyebaran hoaks, radikalisme digital, hingga kejahatan transnasional. Kondisi tersebut menuntut setiap perwira untuk terus belajar, menguasai teknologi, memanfaatkan data, serta mengedepankan pendekatan ilmiah dalam setiap pengambilan keputusan.Selain itu, setiap wilayah penugasan memiliki karakteristik sosial, budaya, dan tantangan keamanan yang berbeda. Oleh karena itu, kemampuan beradaptasi, memahami masyarakat, serta menghadirkan solusi yang tepat menjadi kualitas kepemimpinan yang harus terus dibangun sejak masa pendidikan.Mengakhiri amanatnya, Wakapolri mengajak seluruh Perwira Remaja menjadikan masa pendidikan sebagai Pasis sebagai momentum untuk memperkuat karakter, wawasan, dan integritas sebelum terjun mengemban amanah di tengah masyarakat.Tradisi Penyambutan Perwira Remaja menjadi penanda bahwa perjalanan mereka sebagai pemimpin Polri baru saja dimulai. Dari fase inilah akan lahir perwira-perwira yang tidak hanya cakap dalam penegakan hukum, tetapi juga mampu menjaga kepercayaan masyarakat sebagai fondasi utama keberhasilan Polri dalam mengawal pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. PNO-12 23 Jul 2026, 13:22 WIT
Usung Tema "Militer Mesin Pembunuh Rakyat Intan Jaya", GPMI-I Gelar Aksi Damai di Nabire Papuanewsonline.com, Nabire – Ribuan pelajar, mahasiswa, pemuda, dan elemen masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Pelajar Mahasiswa Intan Jaya Se-Indonesia (GPMI-I) merencanakan pelaksanaan aksi damai di Nabire, Papua Tengah, Kamis (23/7/2026). Aksi ini mengusung tema “Militer Mesin Pembunuh Rakyat Intan Jaya!” sebagai wujud tuntutan mendesak agar keadilan ditegakkan serta keselamatan warga sipil, anak-anak, dan perempuan terjamin dari dampak operasi militer yang terjadi.Koordinator Umum GPMI-I, Jeri Japugau, menyampaikan pernyataan ini dalam keterangan tertulis yang diterima Selasa (21/7/2026). Ia menegaskan bahwa Intan Jaya adalah bagian tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, namun sejak tahun 2019 hingga saat ini wilayah itu terus dihantui konflik bersenjata. Benturan antara aparat keamanan dengan kelompok bersenjata telah menjadikan warga sipil sebagai korban utama yang tak bersalah.Konflik yang berlarut-larut telah menimbulkan bencana kemanusiaan serius yang melanggar hak asasi manusia mendasar. Dampak nyata yang dirasakan antara lain pengungsian massal, terhentinya layanan pendidikan dan kesehatan, terputusnya akses ekonomi, serta lumpuhnya penyelenggaraan pemerintahan yang stabil. Tercatat sekitar 8.898 orang menjadi pengungsi internal sejak konflik meletus hingga saat ini.Japugau menekankan bahwa penderitaan yang dialami anak-anak, ibu-ibu, dan seluruh masyarakat sipil tidak boleh dibiarkan terus berlanjut. Aksi damai ini disiapkan untuk menyuarakan hati nurani masyarakat agar pihak berwenang segera mencari jalan damai, menghentikan kekerasan, dan memulihkan hak-hak dasar warga yang selama ini terabaikan.Penulis: JidEditor: OF 23 Jul 2026, 13:14 WIT
Ketua Komisi III DPR Dukung Kuntadi Usut Tuntas Kasus Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Papuanewsonline.com, Jakarta – Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyatakan dukungan penuh sekaligus kepercayaan tinggi kepada Kuntadi yang baru saja ditetapkan sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus. Penunjukan ini tertuang dalam Keputusan Presiden yang diteken Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (22/7/2026), menggantikan Febrie Adriansyah yang kini berstatus tersangka.“Saya ucapkan selamat kepada Pak Kuntadi. Beliau dikenal sebagai sosok jaksa yang bersih, berintegritas tinggi, dan independen,” ujar Habiburokhman, Kamis (23/7/2026).Ia menaruh harapan besar agar Kuntadi segera menuntaskan kasus yang menjerat pendahulunya secara cepat, transparan, dan berkeadilan hingga benar-benar selesai.Bagi Habiburokhman, perkara ini bukan sekadar kasus individu, melainkan menyangkut nama baik dan kepercayaan publik terhadap Korps Adhyaksa. “Citra lembaga saat ini sedang dipertaruhkan. Jangan sampai nama baik institusi tercoreng akibat perilaku oknum,” tegasnya. Penanganan yang tegas dan terbuka dinilai sangat penting untuk memulihkan kepercayaan masyarakat.Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan penunjukan Kuntadi telah melalui proses penilaian akhir sesuai usulan Jaksa Agung. Petikan Keputusan Presiden telah diserahkan kepada Kejaksaan Agung dan segera ditindaklanjuti secara administratif agar pelaksanaan tugas berjalan lancar.Penulis: JidEditor: OF 23 Jul 2026, 13:10 WIT
Sambut Kunjungan Kerja Komisi III DPR RI Di Mimika, APPOAP Desak Penguatan Penegakan Hukum Perpres Papuanewsonline.com, Mimika – Aliansi Peduli Pengusaha Orang Asli Papua (APPOAP) Kabupaten Mimika menyambut positif rencana kunjungan kerja reses Komisi III DPR RI ke Kabupaten Mimika. Organisasi tersebut menilai kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pengawasan sekaligus memastikan implementasi Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2025 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dalam rangka percepatan pembangunan di Papua berjalan sesuai ketentuan.Ketua APPOAP Kabupaten Mimika, Emus Kogoya, mengatakan Perpres Nomor 108 Tahun 2025 merupakan kebijakan afirmatif yang bertujuan memberikan ruang lebih besar bagi Orang Papua Asli (OPA) dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Karena itu, menurutnya, pelaksanaan regulasi tersebut harus dikawal secara serius agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Papua."Perpres Nomor 108 Tahun 2025 jangan hanya menjadi dokumen administrasi. Regulasi ini harus ditegakkan secara konsisten. Siapa pun yang dengan sengaja mengabaikan, menyalahgunakan, atau melanggar ketentuan dalam Perpres ini harus diberikan sanksi hukum yang tegas agar tujuan keberpihakan kepada Orang Papua Asli benar-benar terwujud," tegas Emus Kogoya.APPOAP menilai masih terdapat potensi berbagai praktik yang dapat menghambat pelaksanaan Perpres tersebut, seperti penggunaan perusahaan pinjam nama, manipulasi kepemilikan perusahaan, maupun tindakan lain yang dinilai mengurangi hak afirmasi bagi Orang Papua Asli dalam proses pengadaan pemerintah.Oleh sebab itu, APPOAP meminta Komisi III DPR RI memanfaatkan kunjungan kerja di Mimika untuk memperkuat fungsi pengawasan serta mendorong aparat penegak hukum agar bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran yang terjadi dalam implementasi Perpres Nomor 108 Tahun 2025 di seluruh wilayah Papua.Sekretaris APPOAP Kabupaten Mimika, Andarias Lemauk, menilai keberhasilan pelaksanaan Perpres tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah, tetapi juga memerlukan komitmen aparat penegak hukum dalam memberikan kepastian hukum. "Kami berharap Komisi III DPR RI dapat mendorong lahirnya mekanisme pengawasan yang jelas serta memastikan adanya kepastian hukum bagi setiap pelanggaran terhadap Perpres Nomor 108 Tahun 2025. Regulasi tanpa penegakan hukum tidak akan memberikan manfaat bagi masyarakat Papua," ujarnya.Sementara itu, Anggota APPOAP Kabupaten Mimika, Faya Naa, meminta Komisi III DPR RI mendorong seluruh mitra kerjanya, seperti Polri, Kejaksaan Agung, KPK, Kementerian Hukum, Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial, PPATK, BNN, LPSK, hingga Komnas HAM, untuk ikut mengawal implementasi Perpres tersebut. "Kami berharap seluruh lembaga penegak hukum dan lembaga negara yang menjadi mitra Komisi III DPR RI dapat mengawal pelaksanaan Perpres Nomor 108 Tahun 2025 secara serius. Jangan sampai ada oknum yang mengakali aturan afirmasi sehingga merugikan Orang Papua Asli. Jika ditemukan pelanggaran, proses hukum harus dilakukan secara transparan, profesional, dan tanpa pandang bulu," kata Faya Naa.APPOAP menegaskan bahwa Perpres Nomor 108 Tahun 2025 merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan Papua melalui sistem pengadaan yang berpihak kepada Orang Papua Asli. Organisasi tersebut berharap kunjungan kerja Komisi III DPR RI menghasilkan rekomendasi konkret yang mampu memperkuat pengawasan, evaluasi, serta penegakan hukum sehingga manfaat kebijakan tersebut benar-benar dirasakan oleh masyarakat Papua.Penulis: JidEditor: OF 23 Jul 2026, 12:32 WIT
BRIDA Mimika Sosialisasikan HAKI, Dorong Perlindungan Kekayaan Intelektual sebagai Fondasi Riset Papuanewsonline.com, Timika — Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika menggelar sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) bertajuk "Perlindungan Kekayaan Intelektual sebagai Fondasi Penguatan Riset dan Inovasi Daerah" di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Kamis (23/7/2026).Kegiatan tersebut diikuti peserta dari unsur perangkat daerah, perguruan tinggi, BUMD, dunia usaha, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, komunitas inovasi, hingga pelaku ekonomi kreatif.Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BRIDA Kabupaten Mimika, Darius Sabon Rain, dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini merupakan langkah awal membangun kesadaran bahwa kekayaan daerah tidak hanya berasal dari sumber daya alam, tetapi juga dari hasil pemikiran, penelitian, kreativitas, pengetahuan lokal, karya seni, produk usaha, teknologi, dan inovasi pelayanan publik.Menurutnya, banyak karya dan inovasi yang berpotensi hilang atau diklaim pihak lain karena belum memperoleh perlindungan hukum."Karya yang tidak dicatat seolah-olah tidak pernah ada. Karya yang tidak didaftarkan akan mudah ditiru, dan karya yang tidak memperoleh perlindungan dapat diklaim oleh pihak lain. Inilah alasan mengapa kegiatan ini menjadi sangat penting bagi kita semua," ujarnya.Darius menjelaskan sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan kekayaan intelektual, mendorong perlindungan hasil penelitian, inovasi, merek, hak cipta, desain produk kreatif, hingga karya tradisional masyarakat.Selain itu, BRIDA juga menargetkan terbentuknya Sentra Kekayaan Intelektual Kabupaten Mimika sebagai pusat pelayanan, konsultasi, dan pendampingan bagi perangkat daerah, perguruan tinggi, pelaku UMKM, seniman, pengrajin, komunitas, serta masyarakat adat dalam proses pendaftaran hak kekayaan intelektual.Ia menambahkan, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan jumlah hasil riset dan inovasi daerah yang tercatat serta memperoleh perlindungan hukum, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, pelaku ekonomi kreatif, dan masyarakat.Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya menerima materi dari para narasumber, tetapi juga mengikuti praktik teknis pendaftaran kekayaan intelektual agar memahami langkah-langkah konkret dalam melindungi karya yang dihasilkan.Darius mengakui Kabupaten Mimika memiliki potensi besar berupa hasil penelitian, inovasi, produk UMKM, karya seni, motif budaya, pengetahuan tradisional, aplikasi, desain, hingga inovasi pelayanan publik. Namun, sebagian besar potensi tersebut belum terdata, terdokumentasi secara optimal, maupun memperoleh perlindungan hukum."Apabila kita terlambat melindunginya, kita bukan hanya kehilangan hak atas karya-karya tersebut, tetapi juga berpotensi kehilangan nilai ekonomi, identitas budaya, serta pengakuan atas hasil karya masyarakat Mimika," katanya.Karena itu, BRIDA ingin mengubah paradigma bahwa hasil penelitian tidak boleh berhenti sebagai laporan, inovasi tidak hanya menjadi dokumen administratif, dan karya masyarakat tidak sekadar dipamerkan tanpa perlindungan hukum."Setiap karya harus dicatat, setiap inovasi harus dilindungi, dan setiap pencipta harus dihargai," tegasnya.Usai kegiatan ini, BRIDA akan mendorong identifikasi potensi kekayaan intelektual di seluruh perangkat daerah, perguruan tinggi, pelaku usaha, komunitas kreatif, hingga masyarakat adat. Pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual juga akan dilakukan melalui kolaborasi dengan seluruh perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Mimika.Ia berharap sosialisasi tersebut menjadi awal gerakan bersama dalam menjadikan kekayaan intelektual sebagai kekuatan baru untuk mendukung riset, inovasi, pengembangan ekonomi kreatif, serta pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Mimika.Penulis: BimEditor: OF 23 Jul 2026, 12:02 WIT
Wapres Gibran Dan Ibu Selvi Hadiri Praspa TNI-Polri 2026 Di Istana Merdeka Papuanewsonline.com, Jakarta – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama Ibu Selvi Gibran Rakabuming menghadiri Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri Tahun 2026 yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Kehadiran Wakil Presiden menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap lahirnya generasi baru perwira TNI dan Polri yang profesional, berintegritas, dan siap mengabdi kepada bangsa.Upacara Praspa tahun ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya Presiden Prabowo Subianto melantik perwira remaja TNI dan Polri di Istana Merdeka sejak menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Presiden melantik sebanyak 1.177 perwira remaja sekaligus memimpin pengambilan sumpah perwira."Bahwa saya akan memenuhi kewajiban perwira dengan sebaik-baiknya terhadap bangsa Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945," ujar Presiden saat mendiktekan sumpah yang diikuti para perwira.Dalam amanatnya, Presiden menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni akademik, melainkan awal dari tanggung jawab besar yang harus diemban setiap perwira. "Saudara harapan seluruh rakyat. Berbaktilah dengan sebaik-baiknya. Selamat bertugas perwira remaja TNI Polri. Rakyat negara dan bangsa menanti dharma baktimu," tegas Presiden Prabowo.Presiden juga mengingatkan agar para perwira yang baru dilantik senantiasa menjadi tentara rakyat, tentara nasional, tentara pejuang, serta polisi rakyat, polisi nasional, dan polisi pejuang yang selalu berpihak kepada kepentingan masyarakat serta menjaga kecintaan kepada bangsa dan negara.Rangkaian upacara berlangsung khidmat dengan prosesi penyematan tanda pangkat kepada para peraih Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik dari masing-masing akademi. Acara kemudian dilanjutkan dengan laporan Komandan Upacara serta penghormatan kebesaran yang diikuti seluruh peserta.Sejumlah pejabat tinggi negara turut menghadiri upacara tersebut, di antaranya Ketua MPR, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD, para menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, serta para Kepala Staf Angkatan. Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran juga menyaksikan langsung defile para perwira remaja di mimbar kehormatan.Para perwira yang baru dilantik diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan masa depan, mulai dari ancaman siber, kejahatan transnasional, hingga perkembangan teknologi, dengan tetap berpegang teguh pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Tri Brata, dan Catur Prasetya. Upacara Praspa 2026 kemudian ditutup dengan sesi foto bersama Presiden, Wakil Presiden, dan para peraih Adhi Makayasa di Istana Merdeka.Penulis: JidEditor: OF 23 Jul 2026, 08:36 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT