Papuanewsonline.com
BERITA TAG Pendidikan
Homepage
234 Casis Bintara Brimob Polri Panda Polda Maluku Jalani Tes Kesamaptaan Jasmani
Papuanewsonline.com, Ambon - Sebanyak 234 calon siswa (Casis) Bintara Brimob Polri Panda Polda Maluku Tahun 2026 menjalani tes kesamaptaan jasmani yang dihelat di lapangan Letkol Pol (Purn) Chr. Tahapary, Kota Ambon, Sabtu (6/12/25).Ratusan peserta seleksi yang mengikuti tes tersebut berasal dari pengiriman Polres jajaran Polda Maluku. Hadir memantau jalannya tes yaitu Karo SDM Kombes Pol Djemy Junaidi S.I.K, Kabid Propam dan Komandan Satuan Brimob Polda Maluku.Selain sejumlah pejabat utama Polda Maluku, turut hadir mengawasi jalannya seleksi yaitu pengawas dan panitia seleksi internal dari Biro SDM, Sat Brimob, Itwasda dan Bid Propam Polda Maluku. Hadir juga pengawas eksternal dari Dispora Provinsi Maluku.Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K, mengatakan, seleksi Bintara Brimob Polri dilaksanakan dengan menggunakan prinsip BETAH atau Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis."Bapak Kapolda telah menekankan terkait prinsip BETAH, sehingga nantinya dapat melahirkan para calon anggota Polri yang terbaik untuk masa depan Polri," ungkap Kombes Rositah.Kapolda, lanjut Kombes Rositah, juga menekankan kepada para panitia seleksi agar dapat melakukan tugasnya dengan baik dan profesional, serta selalu menjalin koordinasi yang baik antar sesama anggota panitia.Kepada para peserta seleksi dan orang tua, Kapolda juga mengingatkan untuk dapat memegang teguh sumpah dan janjinya yang sudah diucapkan saat pelaksanaan Pakta integritas. "Semua tahapan seleksi harus diikuti dengan baik dan benar serta tidak melakukan KKN," tegas Kombes Rositah mengutip arahan Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si.Pada Tes Kesamaptaan Jasmani para casis menjalani sejumlah tahapan yaitu lari mengelilingi lapangan selama 12 menit, sit up selama 1 menit, pus up selama 1 menit, pul up selama 1 menit, shutlerun dan renang kolam dengan jarak 25 meter. PNO-12
07 Des 2025, 09:30 WIT
Kapolda Maluku Kunjungi Kampus Unpatti Perkuat Kerjasama Riset dan Pendidikan
Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto S.H., S.I.K., M.Si mengunjungi Kampus Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon untuk memperkuat kerjasama di bidang riset dan pendidikan, Jumat (5/12/25/2025).Kedatangan Kapolda yang didampingi sejumlah Pejabat Utama Polda Maluku ini disambut hangat oleh Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd bersama para Wakil Rektor dan Dekan Fakultas.Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Rektor Unpatti, Kapolda menyampaikan terima kasih kepada rektor bersama jajarannya yang telah menyambut kedatangan pihaknya.Prof. Dadang berharap pertemuan dengan jajaran akademisi kampus terbesar di Maluku ini dapat menjadi awal yang baik dalam mengembangkan kerjasama di bidang pendidikan ke depan."Kami berharap kerjasama yang sudah terjalin dengan baik selama ini khususnya di bidang pendidikan dapat ditingkatkan lagi khususnya dalam kegiatan kajian terkait masalah keamanan dan ketertiban masyarakat di Maluku," harapnya.Menurut Kapolda, dunia kampus bukan hal yang asing baginya. Ia berharap dapat terus meningkatkan kerjasama strategis, khususnya dalam pengembangan sumberdaya manusia (SDM) anak-anak Maluku, terlebih lagi personel Polri."Kerjasama yang sudah terjalin baik selama ini diharapkan dapat terus dipertahankan apalagi di era kemajuan teknologi digital saat ini, maka peningkatan sumber daya manusia Polri sangat dibutuhkan dalam medukung tugas kepolisian di lapangan," jelasnya.Kemajuan provinsi Maluku dalam berbagai bidang, lanjut Kapolda, merupakan impian semua pihak termasuk Polda Maluku. Seluruh elemen masyarakat menginginkan Maluku yang maju aman, damai dan sejahtera."Kita yang hadir saat ini saya yakin semua akan sepakat Maluku yang aman dan maju. Kami sangat berharap dengan adanya para akademisi yang merupakan orang asli Maluku bisa berkolaborasi dengan kami menciptakan situasi yang aman dan kondusif," harapnya.Keamanan dan kedamaian di Maluku merupakan harapan semua orang. Maluku yang aman akan berdampak pada meningkatnya aktivitas masyarakat dalam berusaha. Meningkatnya sebuah usaha akan berdampak pada tumbuhnya roda ekonomi di daerah para Raja-raja."Kalau masyarakat kita bisa beraktifitas dengan nyaman maka Maluku bisa terus maju, sebab dengan situasi yang kondusif maka semua orang akan datang ke Maluku, apalagi daerah kita ini memiliki potensi sumberdaya alam yang cukup besar," ungkapnya.Sumberdaya alam Maluku cukup besar. Hal ini kalau dapat diolah dengan benar yang didukung dengan keamanan maka akan memberikan dampak kemajuan yang cukup besar kepada masyarakat."Situasi yang aman adalah tanggung jawab kita bersama, dan akhir-akhir ini terjadi beberapa kasus kriminal yang kalau dilihat bisa berdampak pada eskalasi yang lebih besar. Makanya dibutuhkan peran serta kita semua untuk bisa menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Keamanan itu di atas segalanya dan menjadi tanggung jawab kita bersama," jelasnya.Pada kesempatan itu, Kapolda juga berharap, para guru besar di "Kampus Orang Basudara" ini dapat melakukan riset terkait efektivitas Program Polda Maluku dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif. "Kami juga sangat berharap nantinya dari para guru besar bisa melakukan langkah-langkah riset terkait bagaimana solusi agar masyarakat umum bisa semakin percaya kepada Polri," harapnya.Irjen Dadang juga menyoroti persoalan minuman keras (miras) tradisional jenis sopi. Berdasarkan informasi yang diterima minuman ini bisa dijadikan sebagai antiseptik dan produk turunan lainnya."Kami berfikir agar terkait sopi yang dapat dijadikan sebagai antiseptik dan produk turunan lainnya, kalau bisa program ini terus dikembangkan dan hasilnya dipasarkan. Harus ada rancangan khusus sehingga kedepannya kita bukan saja sekadar menyampaikan wacana namun bisa direalisasikan dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat," pintanya.Kedatangan Kapolda bersama rombongan PJU Polda Maluku mendapat apresiasi dari Rektor Unpatti Prof. Fredy Leiwakabessy. Ia menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan Kapolda Maluku bersama rombongan."Kami berharap kunjungan ini akan semakin memperkuat kerjasama Polda dan Unpatti dalam kegiatan kajian akademik terkait masalah keamanan di ruang publik sehingga masyarakat dapat lebih nyaman dalam beraktifitas," harapnya.Terkait harapan Kapolda mengenai riset mengenai efektivitas program Polda Maluku, Prof. Fredy mengaku akan menindaklanjuti secara bersama."Kami berharap apa yang disampaikan Pak Kapolda bisa sama-sama kita tindak lanjuti dengan baik khususnya dalam membuat kajian khusus untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polri," katanya.Ketua LPPM Unpatti juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolda Maluku. Apresiasi yang tinggi disampaikan atas program Polda Maluku terkait pemeliharaan Kamtibmas yang kondusif.Ia berharap pertemuan silaturahmi ini juga dapat menjadi momen penyamaan persepsi terkait penanganan miras tradisional jenis sopi. Ia mengaku banyak kejadian kriminal atau tindakan kekerasan yang terjadi akibat pelaku mengonsumsi Sopi. "Saat ini LPPM Unpatti Ambon sedangan mengkaji untuk bagaimana minuman Sopi bisa diolah menjadi prodak turunan yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi bagi masyarakat Maluku sehingga Sopi yang awalnya hanya minumam beralkohol biasa dan murah yang sering menjadi penyebab permasalahan dapat kita olah menjadi suatu produk yang punya nilai jual tinggi dan bermanfaat bagi kemajuan masyarakat Maluku," harapnya. PNO-12
06 Des 2025, 07:31 WIT
Sinergi Akademisi dan Pemerintah Papua: Pertemuan Tim Ekspedisi Patriot dan Gubernur Papua
Papuanewsonline.com, Jayapura — Pertemuan antara Tim
Ekspedisi Patriot dan Gubernur Papua menjadi salah satu agenda penting dalam
rangka menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan rekomendasi berbasis
penelitian lapangan. Tim yang berasal dari berbagai perguruan tinggi nasional
ini menyampaikan temuan serta analisis terkini mengenai kondisi sosial,
ekonomi, dan infrastruktur di kawasan transmigrasi Distrik Senggi, Kabupaten
Keerom. Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat keterlibatan akademisi
dalam proses perencanaan pembangunan wilayah perbatasan.Dalam forum tersebut, tim dari Institut Teknologi Bandung
(ITB) yang dipimpin Abdul Rohman Supandi memaparkan evaluasi menyeluruh
terhadap keberlangsungan program transmigrasi di Senggi. Mereka menekankan
perlunya memastikan pelaksanaan program tetap berada pada jalur tujuan awal,
yakni pemerataan penduduk, pemerataan pembangunan, serta peningkatan kualitas
hidup masyarakat di wilayah perbatasan. Evaluasi ini menjadi dasar bagi
rekomendasi teknis maupun struktural yang ditawarkan kepada pemerintah provinsi.Tim ITB juga menyoroti kebutuhan mendesak di sektor
infrastruktur dasar. Akses jalan yang memadai, ketersediaan listrik, dan
penyediaan air bersih dianggap sebagai elemen penting untuk mendukung aktivitas
ekonomi dan sosial masyarakat transmigran maupun masyarakat adat. Layanan dasar
seperti administrasi pemerintahan, pendidikan, serta kesehatan juga dipandang
sebagai faktor penentu peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain itu,
tim memberikan perhatian pada potensi dampak lingkungan agar pembangunan
berjalan berkelanjutan.Dari Universitas Padjadjaran (Unpad), tim memaparkan
pentingnya menjaga harmonisasi sosial antara warga transmigran dan masyarakat
adat Orang Asli Papua (OAP). Interaksi antar kelompok dinilai memegang peran
penting dalam keberhasilan transmigrasi jangka panjang. Pendekatan budaya,
penghormatan terhadap hukum adat, serta antisipasi terhadap potensi gesekan
sosial menjadi poin kunci dalam rekomendasi yang disampaikan tim Unpad kepada
pemerintah provinsi.Sementara itu, tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember
(ITS) yang diketuai Dhany Arifianto menyampaikan analisis teknis mengenai
kebutuhan infrastruktur penunjang aktivitas masyarakat. Rekomendasi tersebut
mencakup peningkatan kualitas jaringan jalan, fasilitas air bersih, serta
prasarana umum untuk mendukung kegiatan ekonomi dan akses layanan masyarakat.
Kajian teknis ini diharapkan dapat memperkuat rencana pembangunan berbasis
kebutuhan aktual yang terjadi di lapangan.Kolaborasi lintas kampus terlihat semakin kuat dengan
kehadiran tim Universitas Indonesia (UI) dan IPB University. Keduanya menyoroti
pentingnya penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat Senggi. Mereka menyampaikan
bahwa sejumlah komoditas lokal seperti padi ladang, jagung, betatas, dan kakao
memiliki potensi besar untuk dikembangkan menuju tahap industrialisasi kecil.
Selain itu, sektor peternakan seperti sapi, babi, dan ayam dinilai memiliki
peluang signifikan jika dikelola dengan pendekatan sinergis antara pertanian
dan peternakan.Gubernur Papua memberikan apresiasi atas kontribusi yang
diberikan akademisi melalui program Ekspedisi Patriot. Temuan dan rekomendasi
yang disusun berdasarkan data lapangan dinilai sangat relevan untuk memperkuat
arah kebijakan pembangunan, terutama di wilayah transmigrasi dan kawasan
perbatasan. Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen menindaklanjuti rekomendasi
tersebut sebagai bagian dari upaya membangun Papua yang mandiri, produktif, dan
inklusif.Pertemuan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat
sinergi antara pemerintah daerah dan dunia akademik. Dengan fondasi data
lapangan yang akurat dan kerja sama lintas institusi, rekomendasi yang
diberikan diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta mempercepat
pemerataan pembangunan di kawasan transmigrasi Distrik Senggi dan wilayah
perbatasan Indonesia secara lebih luas. Penulis: TEP Editor: GF
04 Des 2025, 17:37 WIT
Dialog Literasi Kebangsaan STIK: Polisi Sambut Transformasi Digital di Era AI
Papuanewsonline.com, Jakarta - Episode ketiga dialog mahasiswa STIK-PTIK kembali menghadirkan pandangan segar mengenai arah transformasi Polri di tengah arus perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Pada sesi kali ini, para mahasiswa tampil langsung sebagai pembicara, menunjukkan perspektif generasi baru yang akan menjadi pemimpin bangsa di masa mendatang. Sejumlah tokoh turut memberikan pandangan dan menegaskan pentingnya kesiapan Polri menghadapi era digital.Dosen Kepolisian Utama Tk.I STIK Lemdiklat Polri, Irjen Pol Drs. Bahagia Dachi, S.H., M.H., menegaskan bahwa institusi kepolisian harus semakin terbuka terhadap masukan publik.“Pesan utamanya, seperti yang disampaikan para pembicara tadi, adalah bahwa Polri siap menerima kritik dari masyarakat. Sebaliknya, mahasiswa yang berasal dari Polri juga menyampaikan bahwa masyarakat harus siap dikritik. Jadi ada timbal balik,” ujarnya.Irjen Dachi juga menegaskan bahwa transformasi Polri bertumpu pada tiga komponen: people, technology, dan process. Ia mencontohkan implementasi ETLE yang dapat ditingkatkan melalui teknologi dan AI agar lebih ramah bagi masyarakat.“Kalau pelanggaran bisa langsung dibayar lewat QR code, atau ETLE langsung mengirimkan notifikasi WhatsApp, itu akan jauh lebih mudah. AI sangat membantu proses seperti itu. Penggunaan AI dalam penegakan hukum di masa depan tidak bisa dielakkan.”Founder Drone Emprit dan PT Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi, menyoroti pentingnya pendekatan pencegahan dalam kepolisian modern. Ia mengapresiasi munculnya kritik dari mahasiswa Polri yang mulai menyadari perlunya perubahan paradigma.“Mereka menyadari bahwa kita selama ini terlalu fokus pada penegakan hukum, padahal ada juga yang namanya prediction dan pencegahan. Kalau pencegahan bisa dibantu oleh AI misalnya melalui ETLE atau data CCTV untuk memetakan lokasi rawan maka masyarakat bisa mendapat feedback dan itu membantu tugas polisi,” jelasnya.Perwakilan GP Ansor, Ahmad Luthfi, mengingatkan para mahasiswa STIK tentang pentingnya literasi teknologi dalam tugas kepolisian modern.“Jika ingin menjadi pemimpin masa depan, maka harus menguasai teknologi. Dari pembicaraan tadi, terlihat bahwa setiap peristiwa ataupun persoalan di era sekarang selalu melibatkan teknologi,”Dialog pada episode ketiga ini menegaskan bahwa masa depan Polri dan kepemimpinan nasional berada di tangan generasi muda yang melek teknologi dan terbuka terhadap perubahan. Melalui sudut pandang Irjen Pol Bahagia Dachi, Ismail Fahmi, dan Ahmad Luthfi, terlihat jelas bahwa transformasi menuju era digital tidak hanya menuntut kesiapan institusi, tetapi juga seluruh ekosistem pendukungnya mahasiswa, masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor. PNO-12
04 Des 2025, 08:52 WIT
KAHMI Mimika Gelar Musda Pertama, Fokus Sinergi dan Kontribusi dalam Pembangunan Daerah
Papuanewsonline.com, Mimika - Korps
Alumni HMI (KAHMI) Mimika akan menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda)
Pertama pada Sabtu (6/12/2025) sebagai tonggak awal konsolidasi organisasi
alumni HMI di daerah. Momentum bersejarah ini mengusung
tema “Sinergi, Kontribusi, dan Penguatan Peran Strategis KAHMI untuk
Pembangunan Daerah,” yang merefleksikan tekad para alumni untuk menjadi mitra
strategis dalam mendorong kemajuan Mimika. Ketua Panitia Musda, Duma Tato
Sanda, menjelaskan bahwa Musda ini bukan hanya untuk memilih kepemimpinan baru,
tetapi juga ruang merumuskan arah gerak yang visioner. “Kita akan membangun sinergi
antar-alumni dan pemangku kepentingan, menghadirkan kontribusi nyata, serta
memperkuat kapasitas kelembagaan,” ujarnya. Dengan semangat hijau-hitam,
KAHMI siap melangkah bersama untuk Mimika yang lebih maju dan adil. Ketua Majelis Daerah KAHMI
Mimika, Suraya Madubun, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang
mendukung pelaksanaan Musda perdana. Ia mengajak seluruh alumni HMI di
Mimika untuk menjadikan acara ini sebagai ruang konsolidasi ide dan penyatuan
langkah. “KAHMI hadir bukan hanya sebagai
wadah silaturahmi, tetapi juga mitra dalam pembangunan yang inklusif dan
berkelanjutan,” katanya. Suraya juga berharap Musda ini
berlangsung lancar dan demokratis, menghasilkan keputusan terbaik bagi
organisasi dan daerah. “Dengan semangat kebersamaan dan
nilai-nilai ke-HMI-an, mari kita jadikan Musda ini sebagai langkah maju untuk
Mimika yang lebih berkembang,” pungkasnya. Penulis: Jid
Editor: GF
04 Des 2025, 05:21 WIT
SLB Negeri Mimika Peringati Hari Disabilitas Internasional 2025
Papuanewsonline.com, Mimika — Suasana penuh semangat dan
kehangatan memenuhi Ballroom Hotel Horison Diana, Rabu 3 Desember 2025, saat
SLB Negeri Mimika menggelar peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025.
Acara ini mengusung tema “Kolaborasi Lintas Sektor: Mengurai Hambatan Akses
Layanan Dasar bagi Penyandang Disabilitas — Sehat, Cerdas, Tanpa Diskriminasi”
dan dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, tenaga pendidik, orang tua, serta
siswa penyandang disabilitas.Kegiatan dimulai dengan penampilan siswa-siswa SLB Negeri
Mimika yang memukau dan menggetarkan hati para tamu undangan. Keberanian dan
kemampuan anak-anak tampil di panggung mendapatkan apresiasi tinggi dari
seluruh hadirin, menggambarkan bahwa setiap anak memiliki potensi besar ketika
diberi ruang dan dukungan yang memadai.Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Mimika, Paulus Saine,
dalam sambutannya menegaskan pentingnya kerja kolaboratif untuk memenuhi hak
penyandang disabilitas. “Pendidikan, kesehatan, sosial, masyarakat, dan
pemerintah harus berjalan beriringan untuk membuka akses yang adil bagi
penyandang disabilitas,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa SLB Negeri Mimika
merupakan salah satu penerima hibah bantuan dari Pemerintah Daerah sebagai
bentuk dukungan terhadap layanan pendidikan dan kesehatan dasar.Kepala SLB Negeri Mimika, Sunardin, turut menyampaikan
apresiasi kepada pemerintah daerah atas perhatian yang terus diberikan.
Menurutnya, sebagai satu-satunya lembaga pendidikan khusus di Kabupaten Mimika,
tantangan yang mereka hadapi sangat besar. “Kami adalah satu-satunya lembaga
pendidikan khusus di Kabupaten Mimika. Tanggung jawab kami besar, tetapi
harapan kami jauh lebih besar agar anak-anak ini mendapat akses pendidikan yang
layak dan setara,” katanya.Dalam kesempatan tersebut, Perwakilan Bupati Mimika,
Inosensius Yoga Pribadi, menegaskan nilai kesetaraan manusia dalam perspektif
kemanusiaan dan spiritual. Ia mengingatkan bahwa setiap manusia berharga tanpa
memandang kondisi fisik maupun mental. “Tidak ada manusia yang kurang. Yang ada
hanyalah manusia dengan cara berkembang yang berbeda,” tuturnya. Pemerintah
Kabupaten Mimika, lanjutnya, akan terus memperkuat kebijakan inklusif terutama
pada sektor pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.Acara ini bukan hanya menjadi sarana perayaan, tetapi juga
momentum refleksi bagi berbagai pemangku kepentingan untuk melihat kembali
tantangan penyandang disabilitas dalam mengakses layanan dasar. Melalui
keterlibatan aktif para pemangku kebijakan, sekolah, dan masyarakat, SLB Negeri
Mimika berharap lahir ekosistem pendidikan yang lebih responsif terhadap
kebutuhan anak-anak disabilitas.Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 ini
diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif mengenai pentingnya lingkungan
yang inklusif dan nondiskriminatif. Kolaborasi lintas sektor dianggap sebagai
kunci utama untuk menghadirkan Mimika yang lebih ramah disabilitas, di mana
setiap warga mendapatkan kesempatan yang setara untuk berkembang. Penulis: AbimEditor: GF
03 Des 2025, 22:14 WIT
Persepsi Jujur dari Senggi: Lokakarya dan Momen Perpisahan Tim Ekspedisi Patriot
Papuanewsonline.com, Keerom — Sabtu, 29 November 2025
menjadi hari yang penuh arti bagi Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Senggi. Setelah
melakukan pendampingan dan penelitian intensif selama lebih dari satu bulan,
tim yang terdiri dari lima perguruan tinggi nasional menggelar Lokakarya
Persepsi Jujur dari Senggi di Balai Pertemuan SP 2 Kampung Woslay. Acara ini
sekaligus menjadi momen perpisahan antara tim akademisi dengan masyarakat yang
selama ini menjadi mitra utama dalam pengumpulan data dan pendampingan
lapangan.Suasana hangat langsung terasa sejak awal acara. Masyarakat
adat, warga transmigran, perangkat kampung, tokoh adat, tokoh agama, hingga
aparat pemerintah distrik dan kabupaten turut hadir memberikan dukungan.
Kebersamaan yang terjalin selama proses pendampingan tercermin dalam interaksi
akrab sepanjang kegiatan, menjadikan lokakarya ini bukan sekadar forum
akademik, tetapi juga ruang silaturahmi penuh kekeluargaan.Acara dimulai dengan sambutan dari Plt. Dinas Transmigrasi
Provinsi Papua, Ibu Irawati, yang memberikan apresiasi atas kerja kolaboratif
TEP. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Pak Patras Kelpi selaku KUPT dan
ondoafi setempat. Keduanya menekankan pentingnya riset komprehensif yang
dilakukan lima perguruan tinggi tersebut dalam memberikan gambaran objektif
terkait dinamika transmigrasi, sosial, dan ekonomi masyarakat Senggi.Paparan materi dari tiap perguruan tinggi menjadi bagian
yang paling ditunggu. Tim ITB yang dipimpin Abdul Rohman Supandi
mempresentasikan evaluasi mengenai pelaksanaan transmigrasi di Senggi, mulai
dari kondisi infrastruktur, akses layanan dasar, hingga relasi sosial. Tim
UNPAD kemudian memaparkan kajian mengenai harmonisasi sosial antara masyarakat
adat Orang Asli Papua (OAP) dan warga transmigran, menekankan pentingnya dialog
dan pemahaman lintas budaya.Selanjutnya, tim ITS yang diketuai Dhany Arifianto
menyampaikan rekomendasi teknis terkait kebutuhan infrastruktur dasar seperti
jalan, air bersih, listrik, dan fasilitas umum lainnya. Tim UI memberikan
gambaran mengenai penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat, khususnya kelompok
tani dan koperasi sebagai pilar pengembangan usaha lokal. Adapun tim IPB
University menyoroti potensi komoditas unggulan seperti padi, jagung, betatas,
dan kakao yang dinilai memiliki prospek pengembangan berbasis industrialisasi kecil.Sesi berikutnya membuka ruang bagi masyarakat untuk
menyampaikan aspirasi. Perwakilan masyarakat adat maupun transmigran berbagi
pandangan mengenai kebutuhan ekonomi, pengembangan komoditas, serta harapan
terhadap peningkatan kesejahteraan. Kepala Puskesmas Senggi juga turut
menyampaikan pentingnya ketersediaan sarana kesehatan yang memadai, tenaga
medis, dan data kependudukan yang akurat.Sebagai tanda penghormatan, masyarakat adat kemudian
menggelar prosesi bakar batu (Barapen). Prosesi ini bukan hanya bentuk
apresiasi atas kerja keras TEP, tetapi juga simbol penerimaan dan persaudaraan
antara masyarakat Senggi dengan para anggota tim dari berbagai universitas.
Puncak acara ditutup dengan pembacaan Naskah Solidaritas Senggi, yang menjadi
komitmen bersama untuk menjaga kedamaian dan memperkuat kerja sama dalam
pembangunan kawasan.Bagi Tim Ekspedisi Patriot, perpisahan ini bukan akhir
perjalanan, tetapi awal dari langkah baru untuk memastikan seluruh temuan dan
aspirasi yang dihimpun dapat dirumuskan menjadi rekomendasi konstruktif bagi
pemerintah daerah dan kementerian terkait. Senggi bagi mereka bukan sekadar
lokasi penelitian, tetapi ruang belajar bersama tentang kolaborasi,
keberagaman, dan nilai kebersamaan.Penulis: Tim Ekspedisi PatriotEditor: GF
03 Des 2025, 22:09 WIT
Bupati Boven Digoel Terima Grand Desain Pendidikan Untuk Mewujudkan Pendidikan yang Berkualitas
Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Bupati Boven Digoel, Roni Omba, resmi
menerima Grand Desain Pendidikan dari Kepala Dinas Pendidikan Boven Digoel,
Donal Wanimbo pada Rabu, (3/12/2025). Dokumen strategis tersebut menjadi acuan
penting dalam merumuskan arah pembangunan pendidikan yang lebih terarah dan
berkelanjutan di wilayah tersebut.Grand Desain Pendidikan ini merupakan rancangan besar yang
memuat visi, misi, tujuan, strategi, serta langkah-langkah jangka panjang untuk
mewujudkan sistem pendidikan yang ideal di Boven Digoel. Penyusunan dokumen ini
juga mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mengatasi berbagai persoalan
pendidikan secara menyeluruh.Di dalam dokumen tersebut tercantum berbagai elemen krusial,
seperti strategi utama pembangunan pendidikan, program prioritas daerah, hingga
analisis peta masalah dan solusi yang disiapkan secara terstruktur. Indikator
keberhasilan turut disertakan untuk memastikan seluruh proses pembangunan dapat
dievaluasi secara berkala.Kepala Dinas Pendidikan Boven Digoel, Donal Wanimbo,
menegaskan bahwa Grand Desain Pendidikan akan menjadi kompas utama dalam
menyusun kebijakan pendidikan daerah. Ia menyatakan bahwa dokumen ini dirancang
agar seluruh pihak memiliki panduan yang sama dalam meningkatkan kualitas
pendidikan. “Grand Desain Pendidikan ini akan menjadi acuan bagi kami dalam
meningkatkan kualitas pendidikan di Boven Digoel,” ujarnya.Bupati Roni Omba menyambut baik penyerahan Grand Desain
Pendidikan tersebut. Ia menilai dokumen ini sebagai langkah penting yang harus
segera diimplementasikan untuk memastikan pemerataan dan peningkatan kualitas
pendidikan. “Kami akan mendukung penuh implementasi Grand Desain ini untuk
meningkatkan kualitas pendidikan di Boven Digoel,” kata Bupati.Penerimaan Grand Desain ini menandai komitmen bersama antara
pemerintah daerah, dinas pendidikan, serta seluruh pemangku kepentingan untuk
menata sistem pendidikan dengan lebih matang. Dengan adanya arah pembangunan
yang jelas, proses peningkatan fasilitas, kualitas guru, hingga pembinaan siswa
dapat dilakukan secara lebih terukur.Harapannya, dokumen ini tidak hanya menjadi pedoman
administratif, tetapi juga menjadi pemicu percepatan peningkatan kualitas
pendidikan di semua wilayah Boven Digoel, termasuk di daerah-daerah terpencil
yang selama ini masih menghadapi beragam keterbatasan.Penyerahan Grand Desain Pendidikan ini sekaligus menjadi
momentum bagi sektor pendidikan di Boven Digoel untuk terus bergerak maju demi
mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Penulis: HendrikEditor: GF
03 Des 2025, 13:48 WIT
Hut ke-58 KOPRI Mimika Gelar Dialog Kepemudaan, Soroti Peran Pemuda dalam Pembangunan Daerah
Papuanewsonline.com, Mimika - Dalam rangka memperingati Hari
Lahir (Harlah) ke-58, Korps PMII Puteri (KOPRI) Cabang Mimika menggelar dialog
kepemudaan dengan tema "Peran Pemuda dalam Pembangunan Daerah". Acara
yang berlangsung pada 30 November 2025 di Hotel Horison Ultima Lantai 2 ini
menghadirkan berbagai tokoh penting sebagai narasumber, termasuk Sekretaris
Kesbangpol Mimika, Ketua DPRD Mimika, tokoh pemuda, serta Komisioner KPU Papua
Tengah. Dialog ini bertujuan untuk menggali peran strategis pemuda dalam
memajukan Kabupaten Mimika.Ketua KOPRI Mimika, Wisma Safitri Manuputty, dalam
sambutannya menekankan bahwa pemuda adalah aset tak ternilai dalam pembangunan
daerah. "Dengan
keterlibatan aktif mereka dalam inovasi, keberlanjutan lingkungan, politik, dan
sosial, kabupaten ini dapat tumbuh menjadi wilayah yang dinamis dan
progresif," ujarnya. Ia juga mengajak pemuda untuk tumbuh tegar dalam membangun
jati diri yang kuat serta mengambil peran dalam setiap pembangunan dan mengawal
setiap kebijakan pemerintah agar kehidupan masyarakat adil dan sejahtera.Komisioner KPU Papua Tengah, Indra Ebang Ola, yang juga
merupakan senior PMII, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. Ia menyoroti perbedaan antara aktivis zaman dulu dan
sekarang, di mana aktivis zaman sekarang memiliki tingkat kritis yang lebih
tajam. "Namun, setajam apa pun analisis dan kritik kita,
menghargai waktu dan menjaga efisiensi tetap sangat penting," pesannya. Ia juga mengucapkan selamat kepada KOPRI atas Harlah ke-58
dan berharap agar seluruh kader dapat mewujudkan cita-cita perjuangan.Dialog kepemudaan ini diharapkan dapat memotivasi pemuda
Mimika untuk lebih aktif, kritis, dan tumbuh dalam mengawal setiap kebijakan
pembangunan daerah. Dengan sinergi antara pemuda, masyarakat, dan pemerintah,
pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan dapat terwujud di Kabupaten Mimika.
Penulis: Bimz
Editor: GF
01 Des 2025, 18:02 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru