logo-website
Rabu, 25 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Pendidikan Homepage
234 Casis Bintara Brimob Polri Panda Polda Maluku Jalani Tes Kesamaptaan Jasmani Papuanewsonline.com, Ambon - Sebanyak 234 calon siswa (Casis) Bintara Brimob Polri Panda Polda Maluku Tahun 2026 menjalani tes kesamaptaan jasmani yang dihelat di lapangan Letkol Pol (Purn) Chr. Tahapary, Kota Ambon, Sabtu (6/12/25).Ratusan peserta seleksi yang mengikuti tes tersebut berasal dari pengiriman Polres jajaran Polda Maluku. Hadir memantau jalannya tes yaitu Karo SDM Kombes Pol Djemy Junaidi S.I.K, Kabid Propam dan Komandan Satuan Brimob Polda Maluku.Selain sejumlah pejabat utama Polda Maluku, turut hadir mengawasi jalannya seleksi yaitu pengawas dan panitia seleksi internal dari Biro SDM, Sat Brimob, Itwasda dan Bid Propam Polda Maluku. Hadir juga pengawas eksternal dari Dispora Provinsi Maluku.Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K, mengatakan, seleksi Bintara Brimob Polri dilaksanakan dengan menggunakan prinsip BETAH atau Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis."Bapak Kapolda telah menekankan terkait prinsip BETAH, sehingga nantinya dapat melahirkan para calon anggota Polri yang terbaik untuk masa depan Polri," ungkap Kombes Rositah.Kapolda, lanjut Kombes Rositah, juga menekankan kepada para panitia seleksi agar dapat melakukan tugasnya dengan baik dan profesional, serta selalu menjalin koordinasi yang baik antar sesama anggota panitia.Kepada para peserta seleksi dan orang tua, Kapolda juga mengingatkan untuk dapat memegang teguh sumpah dan janjinya yang sudah diucapkan saat pelaksanaan Pakta integritas. "Semua tahapan seleksi harus diikuti dengan baik dan benar serta tidak melakukan KKN," tegas Kombes Rositah mengutip arahan Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si.Pada Tes Kesamaptaan Jasmani para casis menjalani sejumlah tahapan yaitu lari mengelilingi lapangan selama 12 menit, sit up selama 1 menit, pus up selama 1 menit, pul up selama 1 menit, shutlerun dan renang kolam dengan jarak 25 meter. PNO-12 07 Des 2025, 09:30 WIT
Kapolda Maluku Kunjungi Kampus Unpatti Perkuat Kerjasama Riset dan Pendidikan Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto S.H., S.I.K., M.Si mengunjungi Kampus Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon untuk memperkuat kerjasama di bidang riset dan pendidikan, Jumat (5/12/25/2025).Kedatangan Kapolda yang didampingi sejumlah Pejabat Utama Polda Maluku ini disambut hangat oleh Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd bersama para Wakil Rektor dan Dekan Fakultas.Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Rektor Unpatti, Kapolda menyampaikan terima kasih kepada rektor bersama jajarannya yang telah menyambut kedatangan pihaknya.Prof. Dadang berharap pertemuan dengan jajaran akademisi kampus terbesar di Maluku ini dapat menjadi awal yang baik dalam mengembangkan kerjasama di bidang pendidikan ke depan."Kami berharap kerjasama yang sudah terjalin dengan baik selama ini khususnya di bidang pendidikan dapat ditingkatkan lagi khususnya dalam kegiatan kajian terkait masalah keamanan dan ketertiban masyarakat di Maluku," harapnya.Menurut Kapolda, dunia kampus bukan hal yang asing baginya. Ia berharap dapat terus meningkatkan kerjasama strategis, khususnya dalam pengembangan sumberdaya manusia (SDM) anak-anak Maluku, terlebih lagi personel Polri."Kerjasama yang sudah terjalin baik selama ini diharapkan dapat terus dipertahankan apalagi di era kemajuan teknologi digital saat ini, maka peningkatan sumber daya manusia Polri sangat dibutuhkan dalam medukung tugas kepolisian di lapangan," jelasnya.Kemajuan provinsi Maluku dalam berbagai bidang, lanjut Kapolda, merupakan impian semua pihak termasuk Polda Maluku. Seluruh elemen masyarakat menginginkan Maluku yang maju aman, damai dan sejahtera."Kita yang hadir saat ini saya yakin semua akan sepakat Maluku yang aman dan maju. Kami sangat berharap dengan adanya para akademisi yang merupakan orang asli Maluku bisa berkolaborasi dengan kami menciptakan situasi yang aman dan kondusif," harapnya.Keamanan dan kedamaian di Maluku merupakan harapan semua orang. Maluku yang aman akan berdampak pada meningkatnya aktivitas masyarakat dalam berusaha. Meningkatnya sebuah usaha akan berdampak pada tumbuhnya roda ekonomi di daerah para Raja-raja."Kalau masyarakat kita bisa beraktifitas dengan nyaman maka Maluku bisa terus maju, sebab dengan situasi yang kondusif maka semua orang akan datang ke Maluku, apalagi daerah kita ini memiliki potensi sumberdaya alam yang cukup besar," ungkapnya.Sumberdaya alam Maluku cukup besar. Hal ini kalau dapat diolah dengan benar yang didukung dengan keamanan maka akan memberikan dampak kemajuan yang cukup besar kepada masyarakat."Situasi yang aman adalah tanggung jawab kita bersama, dan akhir-akhir ini terjadi beberapa kasus kriminal yang kalau dilihat bisa berdampak pada eskalasi yang lebih besar. Makanya dibutuhkan peran serta kita semua untuk bisa menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Keamanan itu di atas segalanya dan menjadi tanggung jawab kita bersama," jelasnya.Pada kesempatan itu, Kapolda juga berharap, para guru besar di "Kampus Orang Basudara" ini dapat melakukan riset terkait efektivitas Program Polda Maluku dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif. "Kami juga sangat berharap nantinya dari para guru besar bisa melakukan langkah-langkah riset terkait bagaimana solusi agar masyarakat umum bisa semakin percaya kepada Polri," harapnya.Irjen Dadang juga menyoroti persoalan minuman keras (miras) tradisional jenis sopi. Berdasarkan informasi yang diterima minuman ini bisa dijadikan sebagai antiseptik dan produk turunan lainnya."Kami berfikir agar terkait sopi yang dapat dijadikan sebagai antiseptik dan produk turunan lainnya, kalau bisa program ini terus dikembangkan dan hasilnya dipasarkan. Harus ada rancangan khusus sehingga kedepannya kita bukan saja sekadar menyampaikan wacana namun bisa direalisasikan dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat," pintanya.Kedatangan Kapolda bersama rombongan PJU Polda Maluku mendapat apresiasi dari Rektor Unpatti Prof. Fredy Leiwakabessy. Ia menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan Kapolda Maluku bersama rombongan."Kami berharap kunjungan ini akan semakin memperkuat kerjasama Polda dan Unpatti dalam kegiatan kajian akademik terkait masalah keamanan di ruang publik sehingga masyarakat dapat lebih nyaman dalam beraktifitas," harapnya.Terkait harapan Kapolda mengenai riset mengenai efektivitas program Polda Maluku, Prof. Fredy mengaku akan menindaklanjuti secara bersama."Kami berharap apa yang disampaikan Pak Kapolda bisa sama-sama kita tindak lanjuti dengan baik khususnya dalam membuat kajian khusus untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polri," katanya.Ketua LPPM Unpatti juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolda Maluku. Apresiasi yang tinggi disampaikan atas program Polda Maluku terkait pemeliharaan Kamtibmas yang kondusif.Ia berharap pertemuan silaturahmi ini juga dapat menjadi momen penyamaan persepsi terkait penanganan miras tradisional jenis sopi. Ia mengaku banyak kejadian kriminal atau tindakan kekerasan yang terjadi akibat pelaku mengonsumsi Sopi. "Saat ini LPPM Unpatti Ambon sedangan mengkaji untuk bagaimana minuman Sopi bisa diolah menjadi prodak turunan yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi bagi masyarakat Maluku sehingga Sopi yang awalnya hanya minumam beralkohol biasa dan murah yang sering menjadi penyebab permasalahan dapat kita olah menjadi suatu produk yang punya nilai jual tinggi dan bermanfaat bagi kemajuan masyarakat Maluku," harapnya. PNO-12 06 Des 2025, 07:31 WIT
Sinergi Akademisi dan Pemerintah Papua: Pertemuan Tim Ekspedisi Patriot dan Gubernur Papua Papuanewsonline.com, Jayapura — Pertemuan antara Tim Ekspedisi Patriot dan Gubernur Papua menjadi salah satu agenda penting dalam rangka menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan rekomendasi berbasis penelitian lapangan. Tim yang berasal dari berbagai perguruan tinggi nasional ini menyampaikan temuan serta analisis terkini mengenai kondisi sosial, ekonomi, dan infrastruktur di kawasan transmigrasi Distrik Senggi, Kabupaten Keerom. Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat keterlibatan akademisi dalam proses perencanaan pembangunan wilayah perbatasan.Dalam forum tersebut, tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dipimpin Abdul Rohman Supandi memaparkan evaluasi menyeluruh terhadap keberlangsungan program transmigrasi di Senggi. Mereka menekankan perlunya memastikan pelaksanaan program tetap berada pada jalur tujuan awal, yakni pemerataan penduduk, pemerataan pembangunan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah perbatasan. Evaluasi ini menjadi dasar bagi rekomendasi teknis maupun struktural yang ditawarkan kepada pemerintah provinsi.Tim ITB juga menyoroti kebutuhan mendesak di sektor infrastruktur dasar. Akses jalan yang memadai, ketersediaan listrik, dan penyediaan air bersih dianggap sebagai elemen penting untuk mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat transmigran maupun masyarakat adat. Layanan dasar seperti administrasi pemerintahan, pendidikan, serta kesehatan juga dipandang sebagai faktor penentu peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain itu, tim memberikan perhatian pada potensi dampak lingkungan agar pembangunan berjalan berkelanjutan.Dari Universitas Padjadjaran (Unpad), tim memaparkan pentingnya menjaga harmonisasi sosial antara warga transmigran dan masyarakat adat Orang Asli Papua (OAP). Interaksi antar kelompok dinilai memegang peran penting dalam keberhasilan transmigrasi jangka panjang. Pendekatan budaya, penghormatan terhadap hukum adat, serta antisipasi terhadap potensi gesekan sosial menjadi poin kunci dalam rekomendasi yang disampaikan tim Unpad kepada pemerintah provinsi.Sementara itu, tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang diketuai Dhany Arifianto menyampaikan analisis teknis mengenai kebutuhan infrastruktur penunjang aktivitas masyarakat. Rekomendasi tersebut mencakup peningkatan kualitas jaringan jalan, fasilitas air bersih, serta prasarana umum untuk mendukung kegiatan ekonomi dan akses layanan masyarakat. Kajian teknis ini diharapkan dapat memperkuat rencana pembangunan berbasis kebutuhan aktual yang terjadi di lapangan.Kolaborasi lintas kampus terlihat semakin kuat dengan kehadiran tim Universitas Indonesia (UI) dan IPB University. Keduanya menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat Senggi. Mereka menyampaikan bahwa sejumlah komoditas lokal seperti padi ladang, jagung, betatas, dan kakao memiliki potensi besar untuk dikembangkan menuju tahap industrialisasi kecil. Selain itu, sektor peternakan seperti sapi, babi, dan ayam dinilai memiliki peluang signifikan jika dikelola dengan pendekatan sinergis antara pertanian dan peternakan.Gubernur Papua memberikan apresiasi atas kontribusi yang diberikan akademisi melalui program Ekspedisi Patriot. Temuan dan rekomendasi yang disusun berdasarkan data lapangan dinilai sangat relevan untuk memperkuat arah kebijakan pembangunan, terutama di wilayah transmigrasi dan kawasan perbatasan. Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen menindaklanjuti rekomendasi tersebut sebagai bagian dari upaya membangun Papua yang mandiri, produktif, dan inklusif.Pertemuan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan dunia akademik. Dengan fondasi data lapangan yang akurat dan kerja sama lintas institusi, rekomendasi yang diberikan diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta mempercepat pemerataan pembangunan di kawasan transmigrasi Distrik Senggi dan wilayah perbatasan Indonesia secara lebih luas. Penulis: TEP Editor: GF 04 Des 2025, 17:37 WIT
Dialog Literasi Kebangsaan STIK: Polisi Sambut Transformasi Digital di Era AI Papuanewsonline.com, Jakarta - Episode ketiga dialog mahasiswa STIK-PTIK kembali menghadirkan pandangan segar mengenai arah transformasi Polri di tengah arus perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Pada sesi kali ini, para mahasiswa tampil langsung sebagai pembicara, menunjukkan perspektif generasi baru yang akan menjadi pemimpin bangsa di masa mendatang. Sejumlah tokoh turut memberikan pandangan dan menegaskan pentingnya kesiapan Polri menghadapi era digital.Dosen Kepolisian Utama Tk.I STIK Lemdiklat Polri, Irjen Pol Drs. Bahagia Dachi, S.H., M.H., menegaskan bahwa institusi kepolisian harus semakin terbuka terhadap masukan publik.“Pesan utamanya, seperti yang disampaikan para pembicara tadi, adalah bahwa Polri siap menerima kritik dari masyarakat. Sebaliknya, mahasiswa yang berasal dari Polri juga menyampaikan bahwa masyarakat harus siap dikritik. Jadi ada timbal balik,” ujarnya.Irjen Dachi juga menegaskan bahwa transformasi Polri bertumpu pada tiga komponen: people, technology, dan process. Ia mencontohkan implementasi ETLE yang dapat ditingkatkan melalui teknologi dan AI agar lebih ramah bagi masyarakat.“Kalau pelanggaran bisa langsung dibayar lewat QR code, atau ETLE langsung mengirimkan notifikasi WhatsApp, itu akan jauh lebih mudah. AI sangat membantu proses seperti itu. Penggunaan AI dalam penegakan hukum di masa depan tidak bisa dielakkan.”Founder Drone Emprit dan PT Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi, menyoroti pentingnya pendekatan pencegahan dalam kepolisian modern. Ia mengapresiasi munculnya kritik dari mahasiswa Polri yang mulai menyadari perlunya perubahan paradigma.“Mereka menyadari bahwa kita selama ini terlalu fokus pada penegakan hukum, padahal ada juga yang namanya prediction dan pencegahan. Kalau pencegahan bisa dibantu oleh AI misalnya melalui ETLE atau data CCTV untuk memetakan lokasi rawan maka masyarakat bisa mendapat feedback dan itu membantu tugas polisi,” jelasnya.Perwakilan GP Ansor, Ahmad Luthfi, mengingatkan para mahasiswa STIK tentang pentingnya literasi teknologi dalam tugas kepolisian modern.“Jika ingin menjadi pemimpin masa depan, maka harus menguasai teknologi. Dari pembicaraan tadi, terlihat bahwa setiap peristiwa ataupun persoalan di era sekarang selalu melibatkan teknologi,”Dialog pada episode ketiga ini menegaskan bahwa masa depan Polri dan kepemimpinan nasional berada di tangan generasi muda yang melek teknologi dan terbuka terhadap perubahan. Melalui sudut pandang Irjen Pol Bahagia Dachi, Ismail Fahmi, dan Ahmad Luthfi, terlihat jelas bahwa transformasi menuju era digital tidak hanya menuntut kesiapan institusi, tetapi juga seluruh ekosistem pendukungnya mahasiswa, masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor. PNO-12 04 Des 2025, 08:52 WIT
KAHMI Mimika Gelar Musda Pertama, Fokus Sinergi dan Kontribusi dalam Pembangunan Daerah Papuanewsonline.com, Mimika - Korps Alumni HMI (KAHMI) Mimika akan menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) Pertama pada Sabtu (6/12/2025) sebagai tonggak awal konsolidasi organisasi alumni HMI di daerah. Momentum bersejarah ini mengusung tema “Sinergi, Kontribusi, dan Penguatan Peran Strategis KAHMI untuk Pembangunan Daerah,” yang merefleksikan tekad para alumni untuk menjadi mitra strategis dalam mendorong kemajuan Mimika. Ketua Panitia Musda, Duma Tato Sanda, menjelaskan bahwa Musda ini bukan hanya untuk memilih kepemimpinan baru, tetapi juga ruang merumuskan arah gerak yang visioner. “Kita akan membangun sinergi antar-alumni dan pemangku kepentingan, menghadirkan kontribusi nyata, serta memperkuat kapasitas kelembagaan,” ujarnya. Dengan semangat hijau-hitam, KAHMI siap melangkah bersama untuk Mimika yang lebih maju dan adil. Ketua Majelis Daerah KAHMI Mimika, Suraya Madubun, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung pelaksanaan Musda perdana. Ia mengajak seluruh alumni HMI di Mimika untuk menjadikan acara ini sebagai ruang konsolidasi ide dan penyatuan langkah. “KAHMI hadir bukan hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga mitra dalam pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya. Suraya juga berharap Musda ini berlangsung lancar dan demokratis, menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi dan daerah. “Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai ke-HMI-an, mari kita jadikan Musda ini sebagai langkah maju untuk Mimika yang lebih berkembang,” pungkasnya.   Penulis: Jid Editor: GF 04 Des 2025, 05:21 WIT
SLB Negeri Mimika Peringati Hari Disabilitas Internasional 2025 Papuanewsonline.com, Mimika — Suasana penuh semangat dan kehangatan memenuhi Ballroom Hotel Horison Diana, Rabu 3 Desember 2025, saat SLB Negeri Mimika menggelar peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025. Acara ini mengusung tema “Kolaborasi Lintas Sektor: Mengurai Hambatan Akses Layanan Dasar bagi Penyandang Disabilitas — Sehat, Cerdas, Tanpa Diskriminasi” dan dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, tenaga pendidik, orang tua, serta siswa penyandang disabilitas.Kegiatan dimulai dengan penampilan siswa-siswa SLB Negeri Mimika yang memukau dan menggetarkan hati para tamu undangan. Keberanian dan kemampuan anak-anak tampil di panggung mendapatkan apresiasi tinggi dari seluruh hadirin, menggambarkan bahwa setiap anak memiliki potensi besar ketika diberi ruang dan dukungan yang memadai.Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Mimika, Paulus Saine, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kerja kolaboratif untuk memenuhi hak penyandang disabilitas. “Pendidikan, kesehatan, sosial, masyarakat, dan pemerintah harus berjalan beriringan untuk membuka akses yang adil bagi penyandang disabilitas,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa SLB Negeri Mimika merupakan salah satu penerima hibah bantuan dari Pemerintah Daerah sebagai bentuk dukungan terhadap layanan pendidikan dan kesehatan dasar.Kepala SLB Negeri Mimika, Sunardin, turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas perhatian yang terus diberikan. Menurutnya, sebagai satu-satunya lembaga pendidikan khusus di Kabupaten Mimika, tantangan yang mereka hadapi sangat besar. “Kami adalah satu-satunya lembaga pendidikan khusus di Kabupaten Mimika. Tanggung jawab kami besar, tetapi harapan kami jauh lebih besar agar anak-anak ini mendapat akses pendidikan yang layak dan setara,” katanya.Dalam kesempatan tersebut, Perwakilan Bupati Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, menegaskan nilai kesetaraan manusia dalam perspektif kemanusiaan dan spiritual. Ia mengingatkan bahwa setiap manusia berharga tanpa memandang kondisi fisik maupun mental. “Tidak ada manusia yang kurang. Yang ada hanyalah manusia dengan cara berkembang yang berbeda,” tuturnya. Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjutnya, akan terus memperkuat kebijakan inklusif terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.Acara ini bukan hanya menjadi sarana perayaan, tetapi juga momentum refleksi bagi berbagai pemangku kepentingan untuk melihat kembali tantangan penyandang disabilitas dalam mengakses layanan dasar. Melalui keterlibatan aktif para pemangku kebijakan, sekolah, dan masyarakat, SLB Negeri Mimika berharap lahir ekosistem pendidikan yang lebih responsif terhadap kebutuhan anak-anak disabilitas.Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif mengenai pentingnya lingkungan yang inklusif dan nondiskriminatif. Kolaborasi lintas sektor dianggap sebagai kunci utama untuk menghadirkan Mimika yang lebih ramah disabilitas, di mana setiap warga mendapatkan kesempatan yang setara untuk berkembang. Penulis: AbimEditor: GF 03 Des 2025, 22:14 WIT
Persepsi Jujur dari Senggi: Lokakarya dan Momen Perpisahan Tim Ekspedisi Patriot Papuanewsonline.com, Keerom — Sabtu, 29 November 2025 menjadi hari yang penuh arti bagi Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Senggi. Setelah melakukan pendampingan dan penelitian intensif selama lebih dari satu bulan, tim yang terdiri dari lima perguruan tinggi nasional menggelar Lokakarya Persepsi Jujur dari Senggi di Balai Pertemuan SP 2 Kampung Woslay. Acara ini sekaligus menjadi momen perpisahan antara tim akademisi dengan masyarakat yang selama ini menjadi mitra utama dalam pengumpulan data dan pendampingan lapangan.Suasana hangat langsung terasa sejak awal acara. Masyarakat adat, warga transmigran, perangkat kampung, tokoh adat, tokoh agama, hingga aparat pemerintah distrik dan kabupaten turut hadir memberikan dukungan. Kebersamaan yang terjalin selama proses pendampingan tercermin dalam interaksi akrab sepanjang kegiatan, menjadikan lokakarya ini bukan sekadar forum akademik, tetapi juga ruang silaturahmi penuh kekeluargaan.Acara dimulai dengan sambutan dari Plt. Dinas Transmigrasi Provinsi Papua, Ibu Irawati, yang memberikan apresiasi atas kerja kolaboratif TEP. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Pak Patras Kelpi selaku KUPT dan ondoafi setempat. Keduanya menekankan pentingnya riset komprehensif yang dilakukan lima perguruan tinggi tersebut dalam memberikan gambaran objektif terkait dinamika transmigrasi, sosial, dan ekonomi masyarakat Senggi.Paparan materi dari tiap perguruan tinggi menjadi bagian yang paling ditunggu. Tim ITB yang dipimpin Abdul Rohman Supandi mempresentasikan evaluasi mengenai pelaksanaan transmigrasi di Senggi, mulai dari kondisi infrastruktur, akses layanan dasar, hingga relasi sosial. Tim UNPAD kemudian memaparkan kajian mengenai harmonisasi sosial antara masyarakat adat Orang Asli Papua (OAP) dan warga transmigran, menekankan pentingnya dialog dan pemahaman lintas budaya.Selanjutnya, tim ITS yang diketuai Dhany Arifianto menyampaikan rekomendasi teknis terkait kebutuhan infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, listrik, dan fasilitas umum lainnya. Tim UI memberikan gambaran mengenai penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat, khususnya kelompok tani dan koperasi sebagai pilar pengembangan usaha lokal. Adapun tim IPB University menyoroti potensi komoditas unggulan seperti padi, jagung, betatas, dan kakao yang dinilai memiliki prospek pengembangan berbasis industrialisasi kecil.Sesi berikutnya membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Perwakilan masyarakat adat maupun transmigran berbagi pandangan mengenai kebutuhan ekonomi, pengembangan komoditas, serta harapan terhadap peningkatan kesejahteraan. Kepala Puskesmas Senggi juga turut menyampaikan pentingnya ketersediaan sarana kesehatan yang memadai, tenaga medis, dan data kependudukan yang akurat.Sebagai tanda penghormatan, masyarakat adat kemudian menggelar prosesi bakar batu (Barapen). Prosesi ini bukan hanya bentuk apresiasi atas kerja keras TEP, tetapi juga simbol penerimaan dan persaudaraan antara masyarakat Senggi dengan para anggota tim dari berbagai universitas. Puncak acara ditutup dengan pembacaan Naskah Solidaritas Senggi, yang menjadi komitmen bersama untuk menjaga kedamaian dan memperkuat kerja sama dalam pembangunan kawasan.Bagi Tim Ekspedisi Patriot, perpisahan ini bukan akhir perjalanan, tetapi awal dari langkah baru untuk memastikan seluruh temuan dan aspirasi yang dihimpun dapat dirumuskan menjadi rekomendasi konstruktif bagi pemerintah daerah dan kementerian terkait. Senggi bagi mereka bukan sekadar lokasi penelitian, tetapi ruang belajar bersama tentang kolaborasi, keberagaman, dan nilai kebersamaan.Penulis: Tim Ekspedisi PatriotEditor: GF 03 Des 2025, 22:09 WIT
Bupati Boven Digoel Terima Grand Desain Pendidikan Untuk Mewujudkan Pendidikan yang Berkualitas Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Bupati Boven Digoel, Roni Omba, resmi menerima Grand Desain Pendidikan dari Kepala Dinas Pendidikan Boven Digoel, Donal Wanimbo pada Rabu, (3/12/2025). Dokumen strategis tersebut menjadi acuan penting dalam merumuskan arah pembangunan pendidikan yang lebih terarah dan berkelanjutan di wilayah tersebut.Grand Desain Pendidikan ini merupakan rancangan besar yang memuat visi, misi, tujuan, strategi, serta langkah-langkah jangka panjang untuk mewujudkan sistem pendidikan yang ideal di Boven Digoel. Penyusunan dokumen ini juga mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mengatasi berbagai persoalan pendidikan secara menyeluruh.Di dalam dokumen tersebut tercantum berbagai elemen krusial, seperti strategi utama pembangunan pendidikan, program prioritas daerah, hingga analisis peta masalah dan solusi yang disiapkan secara terstruktur. Indikator keberhasilan turut disertakan untuk memastikan seluruh proses pembangunan dapat dievaluasi secara berkala.Kepala Dinas Pendidikan Boven Digoel, Donal Wanimbo, menegaskan bahwa Grand Desain Pendidikan akan menjadi kompas utama dalam menyusun kebijakan pendidikan daerah. Ia menyatakan bahwa dokumen ini dirancang agar seluruh pihak memiliki panduan yang sama dalam meningkatkan kualitas pendidikan. “Grand Desain Pendidikan ini akan menjadi acuan bagi kami dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Boven Digoel,” ujarnya.Bupati Roni Omba menyambut baik penyerahan Grand Desain Pendidikan tersebut. Ia menilai dokumen ini sebagai langkah penting yang harus segera diimplementasikan untuk memastikan pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan. “Kami akan mendukung penuh implementasi Grand Desain ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Boven Digoel,” kata Bupati.Penerimaan Grand Desain ini menandai komitmen bersama antara pemerintah daerah, dinas pendidikan, serta seluruh pemangku kepentingan untuk menata sistem pendidikan dengan lebih matang. Dengan adanya arah pembangunan yang jelas, proses peningkatan fasilitas, kualitas guru, hingga pembinaan siswa dapat dilakukan secara lebih terukur.Harapannya, dokumen ini tidak hanya menjadi pedoman administratif, tetapi juga menjadi pemicu percepatan peningkatan kualitas pendidikan di semua wilayah Boven Digoel, termasuk di daerah-daerah terpencil yang selama ini masih menghadapi beragam keterbatasan.Penyerahan Grand Desain Pendidikan ini sekaligus menjadi momentum bagi sektor pendidikan di Boven Digoel untuk terus bergerak maju demi mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Penulis: HendrikEditor: GF 03 Des 2025, 13:48 WIT
Hut ke-58 KOPRI Mimika Gelar Dialog Kepemudaan, Soroti Peran Pemuda dalam Pembangunan Daerah Papuanewsonline.com, Mimika - Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-58, Korps PMII Puteri (KOPRI) Cabang Mimika menggelar dialog kepemudaan dengan tema "Peran Pemuda dalam Pembangunan Daerah". Acara yang berlangsung pada 30 November 2025 di Hotel Horison Ultima Lantai 2 ini menghadirkan berbagai tokoh penting sebagai narasumber, termasuk Sekretaris Kesbangpol Mimika, Ketua DPRD Mimika, tokoh pemuda, serta Komisioner KPU Papua Tengah. Dialog ini bertujuan untuk menggali peran strategis pemuda dalam memajukan Kabupaten Mimika.Ketua KOPRI Mimika, Wisma Safitri Manuputty, dalam sambutannya menekankan bahwa pemuda adalah aset tak ternilai dalam pembangunan daerah. "Dengan keterlibatan aktif mereka dalam inovasi, keberlanjutan lingkungan, politik, dan sosial, kabupaten ini dapat tumbuh menjadi wilayah yang dinamis dan progresif," ujarnya. Ia juga mengajak pemuda untuk tumbuh tegar dalam membangun jati diri yang kuat serta mengambil peran dalam setiap pembangunan dan mengawal setiap kebijakan pemerintah agar kehidupan masyarakat adil dan sejahtera.Komisioner KPU Papua Tengah, Indra Ebang Ola, yang juga merupakan senior PMII, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. Ia menyoroti perbedaan antara aktivis zaman dulu dan sekarang, di mana aktivis zaman sekarang memiliki tingkat kritis yang lebih tajam. "Namun, setajam apa pun analisis dan kritik kita, menghargai waktu dan menjaga efisiensi tetap sangat penting," pesannya. Ia juga mengucapkan selamat kepada KOPRI atas Harlah ke-58 dan berharap agar seluruh kader dapat mewujudkan cita-cita perjuangan.Dialog kepemudaan ini diharapkan dapat memotivasi pemuda Mimika untuk lebih aktif, kritis, dan tumbuh dalam mengawal setiap kebijakan pembangunan daerah. Dengan sinergi antara pemuda, masyarakat, dan pemerintah, pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan dapat terwujud di Kabupaten Mimika.  Penulis: Bimz Editor: GF 01 Des 2025, 18:02 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT