Papuanewsonline.com
BERITA TAG Pendidikan
Homepage
Kapolda Maluku Pimpin Sidang Terbuka Kelulusan Akhir Bintara Brimob Polri 2026
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si, memimpin langsung Sidang Terbuka Penetapan Kelulusan Akhir Seleksi Penerimaan Bintara Brimob Polri Tahun Anggaran 2026 Panda Maluku, yang digelar di Gedung Plaza Presisi Polda Maluku, Selasa (23/12/2025) sore.Sidang terbuka ini menjadi tahapan akhir dari seluruh rangkaian seleksi penerimaan Bintara Brimob Polri di wilayah Polda Maluku sekaligus mencerminkan komitmen Polri terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam proses rekrutmen personel.Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Maluku, Auditor Kepolisian Madya TK III Itwasda Maluku, Karo SDM Polda Maluku, para Pejabat Utama Polda Maluku, panitia seleksi, pengawas internal dan eksternal, serta orang tua/wali dan seluruh peserta seleksi Bintara Brimob Polri T.A. 2026 Panda Maluku.Sidang diawali dengan pembukaan, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, doa bersama, dan pernyataan resmi pembukaan sidang oleh Kapolda Maluku. Selanjutnya, penayangan video selayang pandang yang menampilkan seluruh tahapan seleksi sebagai bentuk keterbukaan informasi publik kepada peserta dan orang tua.Dalam sambutannya, Kapolda Maluku mengajak seluruh hadirin untuk bersyukur atas kelancaran seluruh proses seleksi hingga tahap akhir penetapan kelulusan. Ia mengapresiasi semangat, disiplin, dan sportivitas para peserta selama mengikuti seleksi.Kapolda menegaskan bahwa kelulusan peserta murni berdasarkan kemampuan, prestasi, serta hasil penilaian objektif dari setiap tahapan seleksi yang telah dijalani.“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang dinyatakan lulus. Kalian akan mengikuti pendidikan untuk dibentuk menjadi Bintara Brimob Polri. Ingat, Brimob adalah pasukan yang dituntut kuat, tangguh, disiplin, dan memiliki mental juang tinggi. Ikuti pendidikan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab,” tegas Kapolda.Tak lupa, Kapolda Maluku menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan keluarga peserta yang selama ini memberikan dukungan moral dan doa. Menurutnya, peran keluarga menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter calon anggota Polri yang tangguh dan berintegritas.Kapolda juga memberikan penghargaan kepada seluruh panitia, pengawas internal dan eksternal, serta pihak-pihak terkait yang terlibat dalam penyelenggaraan seleksi. Ia menegaskan bahwa Polda Maluku berkomitmen melaksanakan rekrutmen Polri yang BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).“Tidak ada titipan, tidak ada intervensi. Semua peserta dinilai secara objektif berdasarkan kemampuan dan hasil yang dicapai. Ini komitmen kami untuk melahirkan anggota Polri yang berkualitas dan berintegritas,” ujarnya.Usai sambutan Kapolda, Karo SDM Polda Maluku memaparkan hasil seluruh tahapan seleksi, termasuk perangkingan dan kuota penerimaan. Berdasarkan hasil sidang, tercatat 52 peserta pria mengikuti seleksi dan seluruhnya dinyatakan lulus terpilih, tanpa adanya peserta lulus tidak terpilih.Kapolda Maluku kemudian secara resmi menutup Sidang Terbuka Penetapan Kelulusan Akhir, yang ditandai dengan menyanyikan Lagu “Bagimu Negeri” sebagai simbol pengabdian kepada bangsa dan negara.Menutup rangkaian kegiatan, Kapolda kembali menegaskan harapannya agar para peserta yang lulus dapat menjadi anggota Brimob Polri yang berintegritas tinggi, menjunjung nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya, serta siap mengabdikan diri kepada masyarakat, bangsa, dan negara.Pelaksanaan sidang terbuka penetapan kelulusan akhir Bintara Brimob Polri T.A. 2026 Panda Maluku menunjukkan komitmen nyata Polda Maluku dalam mewujudkan rekrutmen Polri yang profesional dan berintegritas. Kehadiran pengawas internal dan eksternal, keterlibatan orang tua, serta pemaparan terbuka seluruh tahapan seleksi memperkuat kepercayaan publik terhadap prinsip BETAH yang terus digaungkan Polri. Langkah ini dinilai strategis dalam melahirkan generasi Brimob Polri yang tangguh, humanis, dan siap menjawab tantangan tugas ke depan. PNO-12
24 Des 2025, 21:42 WIT
PKS Mimika Serahkan Beasiswa PIP 2025 dan Gelar Talkshow Hari Ibu di Hotel Serayu Timika
Papuanewsonline.com, Mimika - Partai Keadilan Sejahtera
(PKS) Kabupaten Mimika menggelar acara penyerahan Beasiswa Program Indonesia
Pintar (PIP) Tahun 2025 dan Talkshow Hari Ibu pada Sabtu, 20 Desember 2025.
Kegiatan berlangsung di Hotel Serayu Timika, Papua Tengah, dan dihadiri oleh
Anggota DPR Provinsi Papua Tengah Ardi, S.T., tokoh masyarakat, serta para
penerima beasiswa.“Kami bersyukur dapat menghadirkan program nyata bagi
anak-anak Mimika melalui Fraksi PKS,” ujar Ardi dalam sambutannya.Beasiswa PIP yang diserahkan dalam kegiatan ini merupakan
titipan dari Fraksi PKS DPR RI. Ardi menyampaikan program tersebut secara
khusus berasal dari Anggota DPR RI Komisi X Reni Astuti, kemudian dialokasikan
untuk Papua Tengah melalui koordinasi lintas fraksi.Dari total 100 kuota yang tersedia, 63 siswa di Mimika
dinyatakan layak menerima beasiswa. Penetapan penerima dilakukan setelah
melewati seleksi sistem oleh Kementerian Pendidikan, sehingga penerima yang
hadir merupakan siswa yang sudah masuk dalam hasil verifikasi sesuai ketentuan
yang berlaku.“Semoga beasiswa ini bermanfaat dan memotivasi anak-anak
untuk terus berprestasi,” tambah Ardi.Selain penyerahan beasiswa, PKS Mimika juga merangkaikan
kegiatan dengan talkshow Hari Ibu bertema “Ibu Sehat dan Bahagia Melahirkan
Keluarga yang Tangguh.” Talkshow ini menghadirkan drg. Praprimadani Mursyid dan
Anis Miftahatul Jannah, S.Pd sebagai pemateri, dengan dukungan DPD PKS
Kabupaten Mimika sebagai bagian dari penguatan peran keluarga.Dalam kesempatan yang sama, Ardi menyampaikan sejumlah
program strategis yang ia kawal sebagai Anggota DPR Provinsi Papua Tengah. Ia
menyebut bantuan rumah bagi guru dan tenaga kesehatan, Program Makan Bergizi
Gratis, pembayaran tunggakan BPJS, serta dukungan bagi perguruan tinggi dan
lembaga pendidikan keagamaan.“Menjadi anggota dewan berarti bekerja keras dan memastikan
masyarakat mendapatkan pelayanan yang adil,” pungkasnya. Ia juga berharap
program PIP dapat berlanjut pada tahun-tahun mendatang agar manfaatnya terus
dirasakan penerima dan keluarga di Mimika.Penulis: BimEditor: GF
20 Des 2025, 17:33 WIT
Jelang Akhir Tahun, KNPI Mimika Adakan Sosialisasi Bahaya Miras dan Narkoba untuk Generasi Muda
Papuanewsonline.com, Mimika - Acara
sosialisasi ini merupakan bagian dari program strategis KNPI dalam menangani
penyalahgunaan miras dan narkoba, terutama di kalangan remaja dan pelajar.
Ketua KNPI Mimika, Pertius Wenda, menekankan pentingnya sosialisasi tersebut,
mengingat periode dari November hingga Januari sering mengalami lonjakan kasus
yang berhubungan dengan kedua zat berbahaya ini. Pertius menjelaskan, "Kami
sengaja melaksanakan kegiatan ini di penghujung tahun karena peningkatan angka
kecelakaan dan gangguan sosial sering terjadi akibat pengaruh miras dan
narkoba." Ia mencatat bahwa dampak negatif dari kedua zat tersebut lebih
banyak dirasakan oleh generasi muda, khususnya para siswa di tingkat SMA dan
SMK. Kegiatan sosialisasi ini juga
melibatkan berbagai perwakilan, termasuk pemuda dari gereja, pemuda masjid,
serta guru Bimbingan Konseling (BK). Mereka diharapkan dapat menjadi agen
penyebar informasi tentang bahaya miras dan narkoba di lingkungan sekolah dan
komunitas masing-masing. Pertius menjelaskan bahwa KNPI
ingin para peserta dapat menjadi perpanjangan tangan untuk menyampaikan pesan
pendidikan tentang bahaya penggunaan zat tersebut. Seluruh peserta juga
menyatakan komitmennya untuk berperan aktif dalam memerangi penyalahgunaan
miras dan narkoba di kalangan pemuda. Selain itu, KNPI menekankan
pentingnya kolaborasi yang berkelanjutan dengan kepolisian dan lembaga terkait
untuk memastikan kegiatan serupa dapat rutin dilaksanakan di sekolah-sekolah di
Mimika. Dukungan dari pemerintah daerah juga dianggap krusial untuk
keberhasilan program ini. Pertius berharap agar Bupati dan
Wakil Bupati Mimika memberikan perhatian serius terhadap program ini, mengingat
pentingnya edukasi tentang bahaya miras dan narkoba dalam upaya pembangunan
yang lebih luas. “Edukasi ini sangat bermanfaat dibandingkan hanya melakukan
kegiatan sesaat,” tambahnya. "Pemuda adalah penerus
pembangunan. Jika tidak disiapkan dengan baik, visi besar pembangunan akan
sulit tercapai. Untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, semuanya harus dimulai
dari sekarang. Edukasi seperti ini adalah investasi penting bagi masa depan,"
pungkasnya. Penulis: Jid Editor: GF
19 Des 2025, 00:09 WIT
LAN Mimika Menyelenggarakan FGD untuk Mewujudkan Mimika Bersih Narkoba
Papuanewsonline.com, Mimika - Acara ini resmi dibuka oleh
Staf Ahli Bupati Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, yang memberikan sambutan
hangat agar semua pihak mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.
Dalam sambutannya, ia menggarisbawahi bahwa masalah narkoba adalah isu serius
yang memerlukan perhatian yang holistik.Yoga mengungkapkan, "Narkoba bukan sekadar persoalan
hukum, melainkan bahaya serius bagi generasi muda. Tanpa generasi yang sehat,
semua upaya pembangunan infrastruktur dan ekonomi di Mimika akan menjadi
sia-sia." Ia menekankan bahwa kerja sama lintas sektor sangat penting
untuk menangani permasalahan ini secara efektif.Lebih lanjut, Yoga berharap FGD ini tidak hanya menjadi
ajang diskusi, tetapi juga dapat melahirkan rekomendasi strategis dan langkah
konkret untuk diterapkan di lapangan. "Pemberantasan narkoba tidak bisa
hanya bergantung pada aparat kepolisian atau BNN, tetapi harus melibatkan
sinergi semua pihak, termasuk peran aktif LAN dan masyarakat," jelasnya.Dalam acara tersebut, peserta diajak untuk memetakan
titik-titik rawan peredaran narkoba, menyusun program edukasi yang menjangkau
baik kampung maupun sekolah, serta memperkuat kolaborasi antara semua pihak
agar program kerja yang direncanakan untuk tahun 2025 dapat tepat sasaran. Hal
ini diharapkan dapat mengoptimalkan upaya pemberantasan narkoba di wilayah
Mimika.Ketua LAN Mimika, Mawar Soplanit, juga menyoroti peran
penting masyarakat dalam memerangi narkoba. Dia menegaskan komitmen organisasi
untuk berperan aktif dalam mengedukasi generasi muda tentang bahaya narkoba.
“Kami akan terus mendukung pemerintah dalam upaya pemberantasan narkoba. Mari
kita bergandengan tangan, karena ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah,
melainkan seluruh elemen masyarakat,” ungkapnya.Mawar mengajak seluruh warga Mimika untuk ikut serta dalam
pencegahan dengan melaporkan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan
narkoba. “Jika menemukan hal yang mencurigakan, segera laporkan. Ini akan
sangat membantu dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkoba di daerah
kita,” tambahnya dengan semangat.Dengan diadakannya FGD ini, diharapkan akan tercipta suasana
kolaboratif yang berkelanjutan antara pemerintah, aparat penegak hukum,
masyarakat, serta organisasi seperti LAN. Tujuannya adalah untuk sama-sama
menjaga generasi muda dan menciptakan lingkungan yang bersih dari
penyalahgunaan narkoba.Suasana FGD ini terlihat begitu dinamis, dengan partisipasi
aktif dari berbagai pemangku kepentingan. Diskusi yang hangat dan saling
bertukar pikiran menegaskan komitmen semua pihak untuk menjaga Mimika dari
ancaman narkoba, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah yang lebih baik. Penulis: Jid
Editor: GF
18 Des 2025, 23:57 WIT
Gugatan Internal HMI Menguat, Koordinator BPL Wilayah Papua Dituding Langgar Prosedur Perkaderan
Papuanewsonline.com, Mimika — Polemik internal di tubuh
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) kembali mencuat menyusul diajukannya gugatan
terhadap Koordinator Badan Pengelola Latihan (BPL) Wilayah Papua. Gugatan
tersebut dilayangkan oleh M. Alif Anugerah, Ketua Bidang Perguruan Tinggi dan
Kepemudaan (PTKP) HMI Cabang Mimika, pada Kamis (18/12/2025).Gugatan itu ditujukan kepada Hadi Sabuku selaku Koordinator
BPL Wilayah Papua yang diduga meloloskan sejumlah kader peserta Latihan Kader
(LK) III tanpa mengantongi surat rekomendasi resmi dari Badan Koordinasi
(Badko), sebagaimana diatur dalam mekanisme perkaderan HMI.Tindakan tersebut dinilai bertentangan dengan aturan dan
prosedur organisasi yang berlaku, serta mencerminkan ketidakprofesionalan dan
ketidakadilan dalam pelaksanaan tugas Koordinator BPL Wilayah Papua. Gugatan
ini disebut sebagai bentuk koreksi internal demi menjaga marwah dan konsistensi
sistem perkaderan HMI.Dalam dokumen gugatannya, M. Alif Anugerah meminta Pengurus
BPL Pengurus Besar (PB) HMI untuk segera mengambil langkah tegas, termasuk
pencopotan Hadi Sabuku dari jabatannya sebagai Koordinator BPL Wilayah Papua.
Selain itu, ia juga menuntut adanya penjelasan terbuka dan pertanggungjawaban
atas keputusan yang dinilai bermasalah tersebut.“Tuduhan ini sangat serius dan harus ditindaklanjuti dengan
segera,” kata M. Alif Anugerah. “Kami berharap agar kasus ini dapat
diselesaikan dengan adil dan transparan, serta menjadi pelajaran bagi semua
pihak untuk menjalankan tugas dengan profesional dan bertanggung jawab.”Gugatan tersebut juga menegaskan pentingnya menjaga
integritas dan kredibilitas HMI sebagai organisasi kader yang memiliki peran
strategis dalam mencetak calon pemimpin bangsa. Setiap proses perkaderan
dinilai harus berjalan sesuai aturan agar tidak menimbulkan preseden buruk di
kemudian hari.Menurut M. Alif Anugerah, pembiaran terhadap dugaan
pelanggaran prosedur akan berdampak langsung pada kualitas kader dan legitimasi
jenjang perkaderan, khususnya LK III yang merupakan level strategis dalam
struktur HMI.Adapun tuduhan yang diajukan dalam gugatan tersebut meliputi
pelolosan peserta LK III tanpa rekomendasi Badko, pelanggaran terhadap aturan
dan prosedur organisasi, serta ketidakprofesionalan dan ketidakadilan dalam
menjalankan tugas sebagai Koordinator BPL Wilayah Papua.Penulis: HendrikEditor: GF
18 Des 2025, 22:28 WIT
Wakapolda Maluku Berikan Pembekalan Kepada Siswa Diktuk Bintara Polri
Papuanewsonline.com, Ambon – Wakil Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H memberikan pembekalan kepada Siswa Pendidikan Pembentukan (Diktuk) Bintara Polri Angkatan 53 Gelombang II Tahun Anggaran 2025. Kegiatan yang berlangsung di Aula Faisal Helut Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku pada Rabu (17/12/2025), Wakapolda menekankan kepada calon Bintara Polri terkait pentingnya integritas dan adaptasi digital."Kami menyampaikan apresiasi atas hasil penilaian Mabes Polri yang menempatkan SPN Polda Maluku sebagai salah satu yang memiliki literasi digital yang baik," ucap Wakapolda dalam sambutannya. Ia didampingi Kepala SPN Polda Maluku. Turut hadir para Pejabat Utama (PJU) SPN dan Pembina SPN Polda Maluku.Pada kesempatan itu, Brigjen Imam juga menekankan pentingnya peran Polisi masa depan dalam menghadapi tantangan era digitalisasi."Kalian harus menjadi generasi yang lebih baik dari kami. Zaman sekarang sudah zaman digitalisasi, dan banyak kejahatan menggunakan media sosial. Kita harus mengerti bahwa alat-alat teknologi canggih juga digunakan oleh pelaku kejahatan," tegas Wakapolda.Brigjen Imam mengingatkan para calon Bhayangkara yang adalah pemuda-pemuda terpilih wajib bersyukur karena akan segera dilantik sebagai awal pengabdian di institusi Polri.Lebih lanjut, Wakapolda menekankan tiga nilai fundamental yang harus dipegang teguh: Pertama, Integritas dan Keikhlasan: Bekerja dengan ketulusan dan keikhlasan. "Polisi yang bekerja dengan tindakan nyata, ketulusan, dan keikhlasan menurut saya dapat menjadi amal baik," ujarnya.Kedua, Etika dan Profesionalisme: Wakapolda menyoroti data PTDH di Polda Maluku yang telah mencapai 40 personel sebagai cermin pentingnya menjaga integritas dan agama. "Pentingnya Etika dan Agama kita untuk menjaga integritas, kejujuran, dan Profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai polisi."Ketiga, Mental dan Pengabdian: Menjadi Polisi adalah panggilan pengabdian untuk mendukung masyarakat dan menegakkan hukum dengan hati nurani. "Tantangan dan kesulitan dalam tugas adalah bagian dari proses pembentukan karakter. Hadapi dengan mental yang tangguh, kesiapan fisik yang prima, serta kemauan untuk terus belajar," pesannya.Kepada para calon Bhayangkara Remaja, Wakapolda berpesan agar mereka selalu memberikan pelayanan terbaik, sopan, dan ramah kepada masyarakat, karena tindakan baik atau buruk seorang polisi ada di tangan mereka sendiri, dan mereka kebanggaan keluarga.Sebelumnya, Ka SPN Polda Maluku dalam pengantarnya menyampaikan bahwa Diktuk Bintara Angkatan ke-53 TA 2025 mengalami penyesuaian kurikulum."Adanya revisi kurikulum membuat durasi pendidikan yang semula 7 bulan direvisi menjadi 5 bulan dengan penghilangan beberapa mata pelajaran," jelas Ka SPN.Meskipun terjadi pemadatan, Ia memastikan bahwa Latihan Kerja (Latja) tetap dilaksanakan selama 6 hari (dipadatkan dari seharusnya 1 bulan). Ia menekankan pada kegiatan fisik menjadi prioritas guna membentuk kesiapan fisik yang prima bagi para siswa. PNO-12
18 Des 2025, 19:44 WIT
Kapolri Pimpin Penutupan Pendidikan Sespim Polri Tahun Ajaran 2025
Papuanewsonline.com, Lembang - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. menghadiri sekaligus memimpin upacara penutupan Pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg ke-34, Sespimmen Polri Dikreg ke-65, Sekolah Pembentukan Perwira Kepolisian (SPPK) Angkatan ke-2, serta Sespimma Polri Angkatan ke-74 Tahun Ajaran 2025. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 17 Desember 2025, pukul 09.00 WIB, bertempat di Gedung Utaryo Suryawinata Sespim Lemdiklat Polri, Lembang, Jawa Barat.Dalam kegiatan tersebut, Kapolri didampingi oleh Kalemdiklat Polri, AS SDM Kapolri, Kadivpropam Polri, serta Kadivhumas Polri. Kehadiran para pejabat utama Polri ini menegaskan komitmen pimpinan dalam memastikan kualitas dan integritas proses pendidikan pengembangan sumber daya manusia Polri.Pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-34 Tahun Ajaran 2025 diikuti oleh 114 peserta didik yang terdiri dari 78 personel Polri, 29 personel TNI (TNI AD 17 orang, TNI AL 8 orang, dan TNI AU 4 orang), serta 7 peserta tamu dari kementerian dan lembaga, yakni Kejaksaan Agung, Kemenimipas, Kemenkum, dan BSSN. Pelaksanaan pendidikan dilaksanakan secara hybrid, dengan gelombang pertama diikuti secara virtual dan gelombang kedua secara langsung.Sementara itu, Pendidikan Sespimmen Polri Dikreg ke-65 Tahun Ajaran 2025 diikuti oleh 380 peserta didik, yang terdiri dari 317 peserta Program Reguler Polri, 33 peserta Program Matrikulasi Polri, 30 peserta dari TNI (TNI AD 14 orang, TNI AL 8 orang, dan TNI AU 6 orang), serta 2 peserta mancanegara dari Timor Leste dan Fiji. Pendidikan ini juga dilaksanakan secara kombinasi virtual dan tatap muka.Adapun Pendidikan SPPK Angkatan ke-2 Tahun Ajaran 2025 diikuti oleh 63 peserta didik, sedangkan Pendidikan Sespimma Polri Angkatan ke-74 Tahun Ajaran 2025 diikuti oleh 104 peserta didik.Upacara penutupan turut dihadiri oleh sejumlah undangan VIP dari unsur TNI, kementerian dan lembaga, serta Forkopimda Provinsi Jawa Barat. Hadir di antaranya perwakilan Panglima TNI yang diwakili Dansesko TNI, perwakilan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, para perwakilan Kepala Staf Angkatan, perwakilan Dansesko tiap angkatan, serta Forkopimda Jawa Barat yang terdiri dari Kapolda Jawa Barat, perwakilan Pangdam III/Siliwangi, perwakilan Gubernur Jawa Barat, dan perwakilan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.Dalam upacara tersebut, Kapolri selaku Inspektur Upacara secara resmi menyatakan penutupan seluruh rangkaian pendidikan melalui pernyataan:“Dengan mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, pada hari ini, Rabu tanggal 17 Desember 2025, pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-34, Sespimmen Polri Dikreg ke-65, SPPK Angkatan ke-2, dan Sespimma Polri Angkatan ke-74 Tahun Ajaran 2025, dengan resmi saya nyatakan ditutup.”Penutupan pendidikan ini menandai selesainya proses pembentukan dan penguatan kapasitas kepemimpinan bagi para perwira Polri, TNI, serta peserta dari kementerian dan lembaga, sebagai bekal strategis dalam menjawab tantangan tugas ke depan serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan dan ketertiban nasional. PNO-12
17 Des 2025, 19:42 WIT
Seleksi SIP, 224 Anggota Panda Polda Maluku Jalani Tes Psikologi
Papuanewsonline.com, Ambon - Sebanyak 224 anggota Polri yang bertugas di Polda Maluku dan Polres Jajaran menjalani tes psikologi seleksi Sekolah Inspektur Polisi (SIP) angkatan 55 dan 56 tahun 2026.Tes psikologi yang dilaksanakan Panitia Daerah (Panda) Polda Maluku ini berlangsung di SMP YPKPM dan SMA Negeri 2 Kota Ambon, Selasa (16/12/25)."Hari ini sebanyak 224 peserta seleksi SIP angkatan ke 55 dan 56 yang berasal dari Polda Maluku dan Polres Jajaran mengikuti tes psikologi. 9 diantaranya anggota Polwan," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K.Pelaksanaan tes psikologi merupakan tahapan penting dalam seleksi SIP. Kombes Rositah menyampaikan penekanan Kapolda Maluku kepada penyelenggara mengenai integritas dan profesionalisme. Seleksi SIP harus dilakukan secara bersih, dan transparan."Bapak Kapolda telah menegaskan pentingnya pelaksanaan seleksi yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik tidak terpuji. Seluruh panitia dan peserta diingatkan untuk menjaga integritas serta menjunjung tinggi nilai kejujuran dalam setiap tahapan seleksi," kata Kombes Rositah.Kepada para peserta, diingatkan terkait pentingnya kepercayaan diri dan sportivitas dalam menjalani setiap tahapan seleksi. "Bapak Kapolda juga mengingatkan peserta seleksi agar mengikuti setiap proses dengan baik serta mempersiapkan diri secara maksimal. Bapak Kapolda juga mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem seleksi internal Polri," tegasnya. PNO-12
17 Des 2025, 13:05 WIT
Sambangi SMP Negeri 14 Ambon, Satgaswil Maluku Sosialisasi Pencegahan IRET Sejak Dini
Papuanewsonline.com, Ambon - Upaya pencegahan penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di kalangan pelajar terus diperkuat. Tim Cegah Satgas Wilayah (Satgaswil) Maluku hadir sebagai narasumber dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada siswa SMP Negeri 14 Ambon, Sabtu (13/12/2025).Kegiatan yang berlangsung di SMP Negeri 14 Ambon, Jalan Kebun Cengkeh, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon tersebut diikuti sekitar 300 peserta yang terdiri dari siswa, dewan guru, serta jajaran tenaga pendidik.Penjabat Kepala SMP Negeri 14 Ambon, Ramli, S.Pd, menegaskan pentingnya peran sekolah dalam mencegah masuknya paham intoleransi dan radikalisme di lingkungan pendidikan.“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Cegah Satgaswil Maluku atas pembinaan dan edukasi yang diberikan kepada para siswa. Kegiatan ini sangat penting sebagai upaya membentengi peserta didik dari pengaruh paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme sejak dini,” ujar Ramli.Ia juga menekankan bahwa materi yang disampaikan harus menjadi pembelajaran berkelanjutan di lingkungan sekolah.“Kami mengimbau seluruh guru dan siswa untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Materi pembinaan ini akan kami tindak lanjuti dan sampaikan kembali dalam proses pembelajaran agar nilai-nilai toleransi, kebangsaan, dan cinta damai benar-benar tertanam dalam kehidupan sehari-hari di sekolah,” tambahnya.Menurutnya, sinergi antara pihak sekolah dan aparat menjadi kunci dalam menjaga lingkungan pendidikan tetap aman dan kondusif.“Sekolah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan aparat dan semua pihak sangat diperlukan untuk menjaga anak-anak kita agar tetap fokus pada pendidikan dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi maupun paham yang menyimpang,” tutup Ramli.Sementara itu, IPTU Irawan Rumasoreng, selaku Ketua Tim (Katim) Cegah Satgaswil Maluku Densus 88 AT/Polri, dalam pemaparannya menjelaskan berbagai strategi pencegahan penyebaran paham IRET di kalangan pelajar, khususnya pada usia SMP/MTs yang dinilai rentan terpapar.Dalam kegiatan yang diawali dengan pembinaan pada apel pagi tersebut, IPTU Irawan mengangkat tema “Pengaruh Media Sosial hingga Terpaparnya Siswa SMP/MTs terhadap Aksi Terorisme di Indonesia.”Ia menegaskan bahwa terorisme bukanlah ajaran agama tertentu, melainkan sebuah proses yang berawal dari sikap dan pola pikir intoleran yang kemudian berkembang menjadi radikalisme dan ekstremisme.“Anak-anak dan remaja saat ini menjadi sasaran empuk penyebaran paham radikal, terutama melalui media sosial dan platform digital, termasuk game online. Karena itu, penting bagi siswa untuk bijak dalam menggunakan media sosial,” jelasnya.IPTU Irawan juga memaparkan potensi pelaku, modus operandi, serta modus baru yang digunakan kelompok teror, termasuk sasaran yang kerap dibidik. Ia mengungkapkan bahwa di beberapa wilayah Indonesia telah ditemukan kasus pelajar tingkat SMP/MTs yang terpapar paham radikal dan diamankan oleh Densus 88 AT Polri.Selain itu, para siswa diberikan pemahaman mengenai bentuk-bentuk perilaku intoleransi dan radikalisme yang kerap muncul di lingkungan sekolah, indikator awal perubahan sikap, serta dampak negatif yang dapat ditimbulkan bagi individu maupun lingkungan sosial.Kepada pihak sekolah dan para guru, Tim Cegah Satgaswil Maluku mengimbau agar lebih peka dan melakukan pengawasan terhadap perubahan perilaku siswa, seperti menarik diri dari pergaulan, menutup diri, atau enggan mengikuti kegiatan sekolah, yang dapat menjadi indikasi awal paparan paham radikal.Di akhir kegiatan, Tim Cegah Satgaswil Maluku mengajak seluruh siswa SMP Negeri 14 Ambon untuk menolak dan menjauhi paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme, serta menumbuhkan sikap toleran, cinta damai, dan cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari.Kegiatan sosialisasi yang dilakukan Tim Cegah Satgaswil Maluku di SMP Negeri 14 Ambon menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan ideologi generasi muda sejak dini. Di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya konten bermuatan provokasi, pendekatan edukatif di lingkungan sekolah dinilai efektif sebagai benteng awal pencegahan radikalisme.Pelibatan aktif pihak sekolah, guru, dan siswa menunjukkan pentingnya kolaborasi antara aparat, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam menjaga ruang pendidikan tetap aman, inklusif, dan berorientasi pada nilai-nilai kebangsaan. Upaya berkelanjutan seperti ini diharapkan mampu menciptakan generasi pelajar Maluku yang cerdas, toleran, serta berkarakter kuat dalam menjaga keutuhan NKRI. PNO-12
15 Des 2025, 08:59 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru