logo-website
Minggu, 09 Agu 2026,  WIT
BERITA TAG Pemerintahan Homepage
Ketua Pemuda Kei Mimika Nilai Bupati Sebar Informasi Tak Benar: Air Bersih Kaokonao-Jita Masih Sulit Papuanewsonline.com, Mimika – Ketua Pemuda Kei Mimika Edoardus Rahawadan menyampaikan penilaian kritis terhadap informasi yang disampaikan Bupati Mimika terkait pembangunan infrastruktur dasar. Ia menilai ada ketidaksesuaian antara narasi pemerintah dan kondisi lapangan yang dialami warga Distrik Kaokonao, Jita, dan sekitarnya.Sorot Infrastruktur Air Bersih: Warga Masih Kesulitan  Edoardus menyorot klaim pemerintah terkait akses air bersih. "Faktanya hingga saat ini warga Distrik Kaokonao dan Distrik Jita serta sekitarnya masih kesulitan mendapatkan akses air bersih. Ini yang kami lihat langsung di lapangan," katanya dalam rilis tertulis ke redaksi, Rabu 24/6/2026.Kritik Klaim Penghargaan Pengurangan Pengangguran  Ia juga mengkritik klaim pemerintah daerah sebagai terbaik pertama dalam pengurangan angka pengangguran. "Klaim penghargaan sebagai terbaik pertama dalam pengurangan angka pengangguran kami nyatakan tidak sesuai dengan kondisi nyata yang kami temui," tegas Edoardus.Singgung Kasus 178 Pencari Kerja Disebut Tertipu  Edoardus menyebut bukti lapangan yang berbeda. "Bukti nyata menunjukkan sedikitnya 178 pencari kerja justru tertipu dalam proses penyaluran tenaga kerja. Ini data yang kami himpun dari laporan warga," ujarnya.Kutip Pernyataan Kapolres Mimika Soal Kriminalitas  Dalam rilisnya, Edoardus mengaitkan kondisi ekonomi dengan keamanan. "Bahkan Kapolres Mimika sendiri menyatakan bahwa tingginya angka kriminalitas di wilayah Mimika ini salah satunya disebabkan oleh kondisi ekonomi masyarakat yang belum membaik," katanya, merujuk pernyataan Kapolres.Tuntut Pemda: Stop Narasi, Benahi Lapangan  Ia menuntut perubahan pendekatan pemerintah daerah. "Kami menuntut Pemerintah Daerah berhenti membuat narasi yang tidak sesuai lapangan dan segera memperbaiki kenyataan di lapangan, bukan hanya mengejar citra semata," desaknya.Garis Bawah: Ini Penilaian Publik, Data Resmi di Tangan Pemda  Edoardus menegaskan, seluruh penilaian yang disampaikan merupakan aspirasi dan data yang dihimpun dari masyarakat. Data resmi, realisasi program, dan capaian indikator kinerja pemerintah sepenuhnya kewenangan dan dokumentasi Pemerintah Kabupaten Mimika. "Kami siap berdialog jika ada data berbeda," katanya.Dampak ke Publik: Kesenjangan Narasi dan Realita  Kesenjangan antara narasi pemerintah dan realita lapangan memicu kekecewaan warga. Publik menuntut transparansi data pembangunan dan realisasi program agar kepercayaan masyarakat tidak terkikis.Pemkab Mimika Belum Beri Keterangan Resmi  Hingga berita ini diturunkan, redaksi belum menerima keterangan resmi dari Bupati Mimika, Sekda, atau OPD terkait penilaian Ketua Pemuda Kei Mimika tersebut. Redaksi akan memuat hak jawab dan klarifikasi Pemkab Mimika jika sudah dapat dikonfirmasi. Penulis: Hend Editor: GF 25 Jun 2026, 00:41 WIT
TNI AD Kirim Logistik Manunggal Air dan Papua Terang ke Jayawijaya Papuanrwsonline.com, Jakarta – TNI Angkatan Darat menunjukkan komitmen mendukung pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua dengan mengirimkan peralatan Program Manunggal Air dan Papua Terang menuju Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Pengiriman dilakukan dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Selasa (23/6/2026) menggunakan pesawat Hercules TNI Angkatan Udara.Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara. “Kami ingin memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan hingga ke daerah terpencil. Program ini bukan hanya soal sarana fisik, tetapi juga menghadirkan harapan dan masa depan yang lebih baik bagi saudara-saudara kita di Papua,” ujarnya.Untuk Program Manunggal Air, dikirimkan peralatan lengkap meliputi mesin bor hidrolik, pompa air, stang bor, selang, serta perlengkapan teknis lainnya guna membangun akses air bersih. Sementara itu, Program Papua Terang diperkuat dengan pengiriman dinamo dan generator untuk memenuhi kebutuhan energi listrik yang mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan umum.Selain peralatan utama, disiapkan pula dukungan tambahan berupa televisi, parabola, radio, dan perangkat suara yang akan diberangkatkan pada penerbangan berikutnya. Peralatan ini bertujuan mendukung kegiatan belajar mengajar, informasi, serta kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat setempat. Penulis: Jid Editor: GF 24 Jun 2026, 17:26 WIT
Tekan angka Kemiskinan dan Stunting, Mimika Raih Apresiasi Pemda Berprestasi Papuanewsonline.com, Jayapura – Kementerian Dalam Negeri menggelar ajang “Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Papua” di Hotel Suni Abepura, Jayapura, pada Senin (22/6/2026). Dalam kegiatan ini, pemerintah daerah berprestasi menerima insentif total Rp64 miliar sebagai bentuk apresiasi kinerja, dengan dana keseluruhan untuk enam wilayah regional mencapai Rp361 miliar dan cadangan sekitar Rp1 triliun.Menteri Dalam Negeri M. Tito Karnavian menyatakan pemberian ini bertujuan menciptakan persaingan sehat serta mendorong kepala daerah terus berinovasi melayani masyarakat.Penghargaan diberikan dalam empat kategori utama, yaitu Penurunan Tingkat Pengangguran, Creative Financing, Pengendalian Inflasi, serta Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting. Kabupaten Mimika menjadi salah satu daerah yang berhasil meraih dua predikat terbaik sekaligus, yakni peringkat pertama untuk kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting, serta kategori Creative Financing di tingkat kabupaten.Bupati Mimika Johannes Rettob menyambut baik penghargaan tersebut sebagai pengakuan objektif atas kerja nyata yang telah dijalankan. “Ini bukti kinerja yang terukur. Kami terus berusaha memberikan pelayanan terbaik, meski masih ada ruang perbaikan. Tantangan terbesar selanjutnya adalah mempertahankan dan meningkatkan capaian ini di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran birokrasi dan masyarakat yang telah mendukung jalannya pembangunan. Dana insentif yang diterima akan dialokasikan melalui APBD, bukan dalam bentuk tunai langsung. “Dana ini akan digunakan untuk menyelesaikan program yang masih membutuhkan tambahan anggaran, terutama untuk pembangunan infrastruktur, perumahan, dan program yang langsung menyentuh kebutuhan warga,” jelasnya. Penulis: Jid Editor: GF 23 Jun 2026, 17:35 WIT
Kesbangpol Mimika Perkuat Wawasan Kebangsaan, Tanamkan Cinta Tanah Air di Era Digital Papuanewsonline.com, Mimika – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar kegiatan Pelaksanaan Koordinasi di Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, Bela Negara, Karakter Bangsa, Pembauran Kebangsaan, Bhinneka Tunggal Ika dan Sejarah Kebangsaan dengan tema “Menumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air di Era Digital dan Menjaga Semangat Wawasan Kebangsaan”, Selasa (23/6/2026).Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat dan kompleks.Sambutan Bupati Mimika yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Ananias Faot, menegaskan bahwa fondasi kebangsaan harus terus diperkuat karena tantangan terhadap persatuan bangsa kini tidak hanya datang dalam bentuk fisik, tetapi juga melalui ruang digital.“Ancaman terhadap persatuan bangsa tidak selalu datang dalam bentuk fisik. Ancaman tersebut juga dapat muncul melalui penyebaran informasi yang menyesatkan, ujaran kebencian, intoleransi, radikalisme, serta berbagai paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila,” ujarnya.Karena itu, penguatan wawasan kebangsaan dan semangat bela negara harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.“Oleh karena itu, penguatan wawasan kebangsaan dan bela negara harus menjadi gerakan bersama seluruh lapisan masyarakat. Bela negara bukan hanya tugas aparat atau amanah pemerintah semata, tetapi merupakan tanggung jawab setiap warga negara,” kata Bupati dalam sambutannya.Ia menjelaskan, bela negara dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan nyata, seperti mengabdi sesuai profesi masing-masing, menjaga persatuan dan kesatuan, menaati hukum, serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah maupun nasional.Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyoroti keberagaman yang dimiliki Kabupaten Mimika sebagai modal sosial yang harus terus dirawat. Menurutnya, Mimika merupakan daerah yang kaya akan suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial yang berbeda-beda.“Semangat Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga perbedaan tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi kekuatan untuk membangun daerah yang aman, damai, dan maju,” tuturnya.Perhatian khusus juga diberikan kepada generasi muda sebagai penerus bangsa. Bupati mengajak seluruh pihak untuk menanamkan nilai-nilai karakter bangsa sejak dini agar lahir generasi yang berintegritas dan memiliki kecintaan terhadap tanah air.“Generasi muda Mimika harus tumbuh menjadi generasi yang berintegritas, disiplin, cinta tanah air, menghormati keberagaman, serta mampu menjadi agen perubahan bagi kemajuan daerah dan bangsa,” ujarnya.Selain penguatan karakter, pemahaman terhadap sejarah perjuangan bangsa juga dinilai penting untuk diwariskan kepada generasi penerus. Menurutnya, sejarah kebangsaan menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia sekaligus memperkuat komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Melalui kegiatan koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, dan seluruh komponen masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah.“Hadirin yang saya banggakan, melalui kegiatan koordinasi ini saya berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, dan seluruh komponen masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah serta memperkuat ketahanan nasional dari tingkat lokal,” katanya.Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Mimika sebagai contoh daerah yang menjunjung tinggi toleransi, persaudaraan, gotong royong, dan semangat kemanusiaan dalam bingkai NKRI.“Marilah kita bersama-sama menjaga persatuan, memperkuat wawasan kebangsaan, serta menumbuhkan semangat bela negara demi terwujudnya Mimika yang aman, damai, maju, dan sejahtera,” pungkasnya. Penulis: Bim Editor: GF 23 Jun 2026, 17:27 WIT
Pemkab Mimika Dorong Menyelenggarakan Pelatihan Kapasitas dan Talk Show Perlindungan Perempuan Papuanewsonline.com, Mimika — Pemerintah Kabupaten Mimika menegaskan komitmennya dalam meningkatkan peran perempuan di berbagai sektor pembangunan melalui kegiatan Peningkatan Partisipasi Perempuan di Bidang Politik, Hukum, Sosial dan Ekonomi yang dikemas dalam Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM bagi Organisasi Perempuan dan talk show bertema “Menyatukan Langkah Melindungi Perempuan.”Bupati Mimika yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Petrus Pali Ambba, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat kapasitas perempuan sekaligus meningkatkan peran strategis perempuan dalam pembangunan daerah.“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mimika, kami memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat kapasitas perempuan sekaligus meningkatkan peran strategis perempuan dalam pembangunan daerah,” ujar Petrus.Ia menegaskan bahwa perempuan merupakan salah satu pilar utama pembangunan. Partisipasi aktif perempuan tidak hanya dibutuhkan dalam lingkungan keluarga, tetapi juga di ruang publik, baik dalam bidang politik, hukum, sosial maupun ekonomi.“Ketika kapasitas perempuan meningkat, maka dampaknya akan langsung dirasakan pada kesejahteraan keluarga, kemajuan masyarakat, dan pembangunan daerah secara menyeluruh,” katanya.Namun demikian, Petrus mengakui bahwa hingga saat ini perempuan dan anak masih rentan terhadap berbagai bentuk diskriminasi, kekerasan, dan ketidakadilan. Karena itu, tema “Menyatukan Langkah Melindungi Perempuan” dinilai sangat relevan dalam mendorong keterlibatan seluruh elemen masyarakat.“Perlindungan terhadap perempuan bukanlah tanggung jawab satu pihak semata, melainkan komitmen bersama yang harus kita kawal mulai dari tingkat kabupaten hingga lingkungan terkecil di tengah masyarakat,” tegasnya.Ia mengajak organisasi perempuan, dunia usaha, lembaga keagamaan, serta pemerintah untuk bersinergi dan mengambil peran aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman, adil, dan bermartabat bagi perempuan.Lebih lanjut, Petrus berharap pelatihan ini mampu memperkuat organisasi-organisasi perempuan di Mimika agar semakin solid, memiliki wawasan yang luas, dan mampu menjadi motor penggerak perubahan di tengah masyarakat.“Organisasi perempuan harus menjadi wadah pembinaan yang mampu melahirkan perempuan-perempuan yang tangguh, mandiri secara ekonomi, memiliki kesadaran hukum yang baik, serta memahami dan mampu memperjuangkan hak-haknya secara bertanggung jawab,” ujarnya.Kepada seluruh peserta, ia berpesan agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, menyerap ilmu dari para narasumber, serta memanfaatkan momentum tersebut untuk membangun jejaring kerja sama yang kuat demi kemajuan perempuan di Kabupaten Mimika.Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi juga sarana memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan perempuan yang berdaya, mandiri, terlindungi, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan.“Mari kita terus bergandengan tangan, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan kebijakan dan program yang berpihak pada peningkatan kualitas hidup perempuan dan anak di Kabupaten Mimika,” pungkasnya.Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan semakin banyak perempuan yang berdaya dan berperan aktif dalam pembangunan, sekaligus memperkuat upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Mimika. Penulis: Bim Editor: GF 23 Jun 2026, 17:24 WIT
Dinsos Mimika Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor dalam Penanganan Anak Terlantar Papuamewsonline.com, Mimika — Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Sosial menggelar Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor Penjangkauan Anak-anak Terlantar yang melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah distrik, lurah, serta kader anak, pada Senin (22/6/2026).Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Mimika, Emelia Samaran, mengatakan pertemuan tersebut dilaksanakan sebagai upaya menyamakan persepsi dan memperkuat kerja sama seluruh pihak dalam menangani persoalan anak-anak terlantar di Kabupaten Mimika.“Pertemuan hari ini bertujuan untuk menyatukan langkah bersama lintas sektor dalam penanganan anak-anak terlantar. Kami duduk bersama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Kesehatan, pihak distrik, lurah, hingga kader anak agar penanganan yang dilakukan dapat berjalan maksimal,” ujarnya.Menurut Emelia, kader anak memiliki peran penting sebagai perpanjangan tangan pemerintah di tengah masyarakat. Mereka bertugas menjangkau anak-anak yang putus sekolah maupun anak-anak yang mengalami kondisi terlantar.“Kader anak selama ini turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan dan penjangkauan. Mereka menjadi ujung tombak pemerintah untuk mengetahui kondisi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan bantuan,” katanya.Ia menjelaskan bahwa kondisi anak terlantar dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti persoalan ekonomi keluarga, perceraian orang tua, maupun masalah sosial lainnya.“Anak-anak terlantar adalah tanggung jawab pemerintah. Karena itu, kita harus bersama-sama melakukan penjangkauan, identifikasi, serta memberikan pembinaan sesuai dengan kebutuhan mereka,” jelas Emelia.Untuk memperkuat peran kader anak, pemerintah daerah berencana memberikan Surat Keputusan (SK) sebagai bentuk legalitas dalam menjalankan tugas di lapangan.“Selama ini kader anak sudah bekerja mengumpulkan data, tetapi belum memiliki SK. Kondisi tersebut terkadang membuat mereka mengalami kendala ketika meminta informasi kepada masyarakat. Dengan adanya legalitas, mereka dapat bekerja lebih maksimal,” ungkapnya.Dalam penanganan anak terlantar, Dinas Sosial juga menggandeng Dinas Kesehatan untuk memastikan kebutuhan pelayanan kesehatan anak dapat terpenuhi.“Apabila ditemukan anak terlantar yang membutuhkan pemeriksaan fisik maupun pelayanan medis, Dinas Kesehatan siap memberikan penanganan. Anak-anak tersebut akan mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa biaya,” tambahnya.Terkait data anak terlantar, Emelia menyampaikan bahwa Dinas Sosial telah memiliki data terverifikasi sebanyak sekitar 205 anak. Sementara itu, Distrik Mimika Baru menyampaikan data sementara yang mencapai kurang lebih 7.000 anak.“Data ini perlu kita sinkronkan dan verifikasi kembali. Kita perlu memastikan apakah 205 anak yang sudah ada dalam data Dinas Sosial merupakan bagian dari 7.000 data yang disampaikan distrik atau terdapat perbedaan dalam metode pendataan,” jelasnya.Ia menambahkan, saat ini data 7.000 anak tersebut baru berasal dari Distrik Mimika Baru, sedangkan distrik lainnya belum menyampaikan laporan pendataan.“Kami akan melakukan pengecekan lebih lanjut agar data yang digunakan benar-benar valid. Dengan data yang tepat, program penanganan dan intervensi yang dilakukan pemerintah dapat berjalan tepat sasaran,” ujarnya.Emelia menegaskan bahwa sesuai amanat undang-undang, fakir miskin dan anak-anak terlantar merupakan tanggung jawab negara sehingga seluruh pihak harus berperan aktif dalam memberikan perlindungan.“Melalui koordinasi antara pemerintah daerah, distrik, lurah, dan kader anak, kami berharap seluruh anak terlantar di Kabupaten Mimika dapat terjangkau dan memperoleh pelayanan serta perlindungan yang layak,” tutupnya. Penulis: Bim Editor: GF 23 Jun 2026, 04:31 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT