Wakasad: Komandan Harus Turun ke Lapangan, Komunikasi Jadi Kunci Kemanunggalan TNI-Rakyat
Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI Muhammad Saleh menegaskan komunikasi adalah instrumen strategis membangun kepercayaan dan memperkuat sinergi antara TNI dan rakyat.
Papuanewsonline.com - 09 Agu 2026, 08:52 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Cimahi – Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menegaskan komunikasi adalah instrumen strategis membangun kepercayaan dan memperkuat sinergi antara TNI Angkatan Darat dengan rakyat. Pesan itu disampaikan saat membekali sekaligus menutup Apel Dansatkowil TNI AD Terpusat Tahun 2026 di Pusdikarmed, Cimahi, Jawa Barat, Jumat (7/8/2026), di hadapan lebih dari 400 peserta.
Komandan Satuan Kewilayahan tidak boleh hanya memberi perintah dari atas, melainkan harus mendengar, memahami, dan hadir di tengah prajurit maupun masyarakat.
“Komandan harus tahu persoalan anggotanya dan dinamika di wilayahnya. Komunikasi terbuka menjadi jembatan agar program pemerintah dapat dipahami dan berjalan baik,” ujar Wakasad.
Dalam amanat tertulis Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, seluruh hasil apel harus segera diterjemahkan menjadi tindakan nyata di satuan masing-masing.
Tiga arahan utama diberikan: segera menindaklanjuti dengan langkah konkret, memperkuat pembinaan teritorial lewat komunikasi yang efektif, serta berinovasi memberi solusi bagi kesulitan masyarakat secara tepat sasaran.
Kekuatan TNI AD tidak hanya diukur dari kesiapan tempur, tetapi juga dari kemampuan hadir dan memberi manfaat nyata bagi warga.
Kemanunggalan TNI–rakyat harus dibuktikan lewat kepemimpinan yang dekat, responsif, dan mampu menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah, kepolisian, serta seluruh komponen bangsa.
Penulis: Jid
Editor: OF