logo-website
Minggu, 09 Agu 2026,  WIT
BERITA TAG Pemerintahan Homepage
PHBI Mimika Gelar Pawai Ta’aruf Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah Papuanewsonline.com, Mimika – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Mimika menggelar Pawai Ta’aruf yang berlangsung meriah pada Selasa (16/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai organisasi Islam, masyarakat, serta mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Mimika.Ketua PHBI Kabupaten Mimika, Ustadz H. Joko Prianto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pergantian Tahun Baru Islam menjadi momentum bagi setiap umat untuk melakukan introspeksi diri dan memperbaiki kehidupan ke arah yang lebih baik.“Semoga dengan datangnya tahun baru ini secercah cahaya hadir dalam lubuk hati kita, menerangi alam pikiran kita sehingga langkah-langkah kita ke depan menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. Perbuatan buruk yang pernah dilakukan hendaknya kita tinggalkan dan digantikan dengan perbuatan yang baik,” ujarnya.Ia menjelaskan bahwa Pawai Ta’aruf tidak hanya sebagai kegiatan perayaan, tetapi juga menjadi sarana untuk saling mengenal, mempererat interaksi antara pemimpin dan masyarakat, serta memperkuat kebersamaan antara umat Muslim dan non-Muslim di Kabupaten Mimika.Menurutnya, semangat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah perlu terus dijaga agar seluruh elemen masyarakat dapat bersatu dan memberikan kontribusi terbaik melalui ide, gagasan, pemikiran, maupun amal untuk kemajuan Kabupaten Mimika yang lebih sejahtera.Ustadz Joko juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, para sponsor, aparat keamanan, organisasi masyarakat, serta seluruh panitia dan relawan yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.Pada kesempatan itu, PHBI juga menyediakan berbagai hadiah undian atau doorprize bagi para peserta, dengan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor, serta hadiah lainnya seperti kulkas, mesin cuci, sepeda, dan spring bed. Ia menegaskan bahwa proses pengundian dilakukan secara terbuka dan tanpa adanya rekayasa sehingga seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh hadiah.Sementara itu, Bupati Mimika melalui sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Kobeyau, menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Kabupaten Mimika.“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mimika, saya mewakili Bapak Bupati dan Wakil Bupati menyampaikan selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Semoga momentum pergantian tahun Hijriah ini menjadi awal yang baik untuk meningkatkan keimanan, memperkuat persaudaraan, serta mempererat semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.Ia menyampaikan bahwa Pawai Ta’aruf bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari syiar Islam yang memiliki makna penting dalam memperkuat nilai keagamaan, mempererat silaturahmi, serta menunjukkan semangat persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Mimika.Pemerintah Kabupaten Mimika juga mengajak seluruh masyarakat untuk meneladani semangat hijrah sebagai perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, baik dalam sikap, pola pikir, maupun perilaku yang penuh kepedulian terhadap sesama.Selain itu, masyarakat diajak untuk terus menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan serta tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat memecah belah persaudaraan.Kegiatan Pawai Ta’aruf Tahun Baru Islam 1448 Hijriah berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Kehadiran masyarakat dari berbagai latar belakang menunjukkan bahwa nilai toleransi, gotong royong, dan kerukunan antarumat beragama tetap terjaga dengan baik di Kabupaten Mimika. Penulis: Bim Editor: GF 16 Jun 2026, 17:19 WIT
Euforia Piala Dunia 2026 dan Cermin Pembangunan Mimika Papuanewsonline.com, Timika – Euforia Piala Dunia 2026 tidak hanya dirasakan masyarakat di kota-kota besar dunia, tetapi juga hingga ke Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Pertandingan sepak bola terbesar di dunia itu menjadi topik perbincangan di berbagai tempat, mulai dari warung kopi, media sosial, hingga layar-layar televisi yang dipenuhi dukungan kepada tim favorit masing-masing.Namun di balik gegap gempita tersebut, Aliansi Peduli Pengusaha Papua mengajak masyarakat untuk melihat persoalan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, yakni kondisi ekonomi rakyat Mimika yang dinilai sedang mengalami perlambatan di tengah besarnya kekuatan fiskal daerah.Dalam pernyataan sikapnya, aliansi tersebut menyoroti besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika yang mencapai sekitar Rp5,7 triliun pada tahun 2026. Menurut mereka, besarnya anggaran itu seharusnya mampu menggerakkan roda perekonomian dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat."Namun pertanyaannya sederhana: mengapa rakyat tidak merasakan denyut perputaran uang yang seharusnya lahir dari anggaran sebesar itu?" tulis Aliansi Peduli Pengusaha Papua dalam pernyataannya.Aliansi itu juga mengutip pemikiran tokoh revolusioner Frantz Fanon yang menyebut bahwa penjajahan tidak selalu hadir dalam bentuk kekerasan fisik, tetapi dapat muncul melalui ketimpangan, ketidakadilan, dan keterasingan masyarakat dari sumber daya yang sesungguhnya menjadi milik mereka sendiri.Menurut mereka, kondisi yang dirasakan masyarakat Mimika saat ini lebih mengarah pada apa yang disebut Fanon sebagai "kekerasan struktural". Situasi tersebut digambarkan melalui program yang direncanakan tetapi belum berjalan optimal, pelayanan yang lambat, hingga anggaran yang dinilai belum sepenuhnya mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.Aliansi juga menyoroti adanya kesenjangan antara laporan pembangunan di atas kertas dan kondisi di lapangan. Mereka menyebut banyak kontraktor lokal mengeluhkan pekerjaan yang belum berjalan maksimal, pengusaha kecil kesulitan mempertahankan usahanya, dan mama-mama pasar menghadapi daya beli masyarakat yang terus menurun."Rakyat tidak hidup dari laporan. Rakyat hidup dari aktivitas ekonomi yang nyata," tegas mereka.Lebih lanjut, Aliansi Peduli Pengusaha Papua mengingatkan bahaya lahirnya kelompok elite baru yang menikmati fasilitas negara, tetapi gagal menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat. Mereka menilai kondisi tersebut menjadi refleksi penting bagi Kabupaten Mimika."Jika kondisi seperti ini terus berlangsung, maka yang berubah hanya nama pengelolanya, sementara penderitaan rakyat tetap sama," tulis mereka.Aliansi menegaskan bahwa APBD bukan sekadar angka dalam dokumen keuangan, melainkan instrumen untuk menciptakan lapangan kerja, memperkuat pelayanan kesehatan, meningkatkan kualitas pendidikan, serta menggerakkan perekonomian hingga ke kampung-kampung.Di tengah hiruk pikuk Piala Dunia 2026, mereka mengingatkan agar perhatian terhadap persoalan mendasar masyarakat tidak teralihkan. Sebab, menurut mereka, kesejahteraan rakyat tidak dibangun melalui euforia pertandingan sepak bola, melainkan melalui pekerjaan, pelayanan publik yang baik, dan pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat."Karena itu, sudah saatnya seluruh pemangku kepentingan di Mimika memastikan bahwa setiap rupiah APBD kembali kepada rakyat dalam bentuk manfaat nyata."Aliansi menutup refleksinya dengan mengingatkan pesan Frantz Fanon bahwa bentuk penjajahan yang paling berbahaya sering kali bukan datang dari luar, melainkan dari mereka yang berada di dalam sistem namun melupakan rakyat yang mereka wakili. (GF) 16 Jun 2026, 17:05 WIT
Wabup Mimika Buka Latsar CPNS: Tempa Karakter dan Integritas Pelayan Masyarakat Papuanewsonline.com, Timika – Sebanyak 528 putra-putri terbaik daerah resmi mengikuti Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Kabupaten Mimika Tahun 2026. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong di Gedung Tongkonan, sebagai langkah awal pembentukan kualitas birokrasi daerah. Peserta terdiri dari 230 orang golongan II dan 298 orang golongan III yang akan ditempa menjadi aparatur negara yang andal.Emanuel Kemong menegaskan bahwa Latsar bukan sekadar syarat administrasi, melainkan “kawah candradimuka” pembentukan karakter, mentalitas, dan integritas. “Menjadi ASN adalah panggilan mengabdi, bukan sekadar pekerjaan. Anda adalah wajah baru pelayanan publik Mimika yang akan menentukan arah kemajuan daerah ke depan,” tegasnya. Ia mengingatkan agar peserta menjauhi perilaku indisipliner dan gaya hidup yang tidak mencerminkan nilai aparatur negara.Pelatihan ini merupakan kerja sama BKPSDA Mimika dan BPSDM Provinsi Papua, dengan total durasi 511 jam pelajaran. Kegiatan dibagi menjadi 21 hari pembelajaran klasikal di kampus dan 30 hari penerapan di lingkungan kerja. Peserta akan mendalami nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, yaitu berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.Emanuel menyampaikan harapan besar agar peserta mampu menjadi agen perubahan yang tangguh menghadapi tantangan geografis, budaya, dan kebutuhan pembangunan daerah. “Jadilah solusi bagi persoalan masyarakat, bukan menambah masalah. Pegang teguh prinsip netralitas, jujur, dan bersih dari praktik korupsi serta penyimpangan lainnya,” pesannya.  Penulis: Jid Editor: GF 16 Jun 2026, 16:47 WIT
Satgas Damai Cartenz 2026 Gelar Patroli Humanis, Pererat Kedekatan Dengan Warga Ilaga Papuanewsonline.com, Puncak – Di tengah aktivitas masyarakat yang berlangsung normal, personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 melaksanakan patroli humanis di wilayah Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Minggu (14/6/2026). Kegiatan ini bukan sekadar mengawasi keamanan, melainkan menjadi sarana interaksi langsung untuk membangun kedekatan dan rasa kebersamaan antara aparat keamanan dengan warga setempat.Berjalan menyusuri lingkungan permukiman, petugas menyapa warga, mengobrol santai dengan orang tua, dan bertegur sapa dengan anak-anak yang antusias menyambut kedatangan mereka. Kehadiran yang ramah ini memberikan ketenangan tersendiri bagi masyarakat. Dalam percakapan tersebut, personel juga mendengarkan aspirasi dan memastikan seluruh kegiatan warga berjalan aman, tertib, dan tanpa gangguan.Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menjelaskan bahwa pendekatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas wilayah.“Keamanan tidak hanya ditentukan oleh penegakan hukum, tetapi juga oleh kepercayaan yang tumbuh. Kami hadir untuk mendengar dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, agar rasa aman terbentuk secara alami,” ujarnya.Wakapolres Operasi, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menambahkan bahwa patroli ini mencerminkan pelayanan yang mengedepankan sisi kemanusiaan. Hubungan yang hangat dan saling memahami antara aparat dan warga dinilai menjadi fondasi kuat dalam menciptakan situasi yang harmonis. Tanggapan positif dari masyarakat selama kegiatan juga menunjukkan pendekatan ini mendapat sambutan baik.  Penulis: Jid Editor: GF 15 Jun 2026, 15:26 WIT
Karantina Papua Tengah Ikuti Latihan Menembak, Perkuat Sinergi Antar Instansi Papuanewsonline.com, Timika – Badan Karantina Papua Tengah bersama sejumlah instansi pemerintah dan mitra strategis mengikuti kegiatan koordinasi yang digabungkan dengan pelatihan dan penyegaran keterampilan menembak menggunakan senjata api dinas milik Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Tembak Mako Brimob Batalyon B Pelopor Mimika, bertujuan meningkatkan kemampuan teknis, kedisiplinan, serta mempererat kerja sama antarlembaga. (12/6/26)Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Pajak Pratama Timika, Kepala Kantor Perbendaharaan Negara, Kepala Imigrasi, Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan, Kepala Loka Pengawas Obat dan Makanan, serta perwakilan PT Freeport Indonesia. Pelatihan ini dibimbing langsung oleh personel profesional dari Mako Brimob Timika sebagai instruktur, guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan sesuai prosedur yang berlaku.Kepala Karantina Papua Tengah, Anton Panji Mahendra, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi momen berharga untuk mempererat hubungan kelembagaan. “Kegiatan ini bukan sekadar melatih keterampilan menembak, tetapi juga sarana membangun kebersamaan, komunikasi, dan sinergi antarinstansi,” ujarnya. Ia menekankan bahwa tantangan tugas di lapangan semakin kompleks, sehingga kerja sama yang kokoh sangat dibutuhkan.Menurutnya, koordinasi yang baik akan mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat secara lebih optimal. “Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat kepercayaan antarlembaga, sehingga setiap tugas yang diemban dapat diselesaikan dengan cepat, tepat, dan saling mendukung satu sama lain,” tambah Anton.Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas kinerja aparatur.  Penulis: Jid Editor: GF 15 Jun 2026, 03:07 WIT
TPNPB Klaim Akun Whatsapp Dihapus, Sebut Pelanggaran Kebebasan Berekspresi Papuanewsonline.com, Papua - Markas Besar Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka TPNPB-OPM mengeluarkan dokumen seruan bertajuk "Rimba Raya" pada Selasa, 10 Juni 2025. Surat bernomor NO: 80.010/S.PANG/MB TPNPB/X/EX/2025 itu ditandatangani Penanggungjawab Nasional Komando Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM, Jendral Goliath Tabuni.Dalam surat setebal 1 halaman yang salinannya diterima redaksi, TPNPB mengklaim akun WhatsApp bernama "Markas Pusat KOMNAS TPNPB" beserta saluran TPNPB News dinonaktifkan secara sepihak. Penghapusan itu disebut terjadi di seluruh wilayah, termasuk wilayah Selatan dan Mayub Bukit Rara.TPNPB menilai tindakan tersebut sebagai "pelanggaran HAM asasi" dan bentuk pembatasan kebebasan berpendapat. "Kolonial Indonesia Melakukan Pelanggaran HAM Asasi dengan Menghapus Seluruh TPNPB News Secara Sepihak," demikian tertulis dalam surat tersebut.Lebih lanjut, TPNPB menyatakan penghapusan akun itu merugikan publik karena menutup akses informasi terkait situasi di Papua. Pihaknya mengimbau wartawan, aktivis, dan masyarakat internasional untuk berhati-hati terhadap informasi dari sumber yang tidak dapat diverifikasi kebenarannya.Surat itu juga berisi imbauan kepada seluruh pengurus dan pasukan TPNPB di 6 Komando Daerah Perlawanan agar tetap menjaga semangat perjuangan. Selain itu, TPNPB mengajak masyarakat Papua Barat dan komunitas internasional untuk mewaspadai disinformasi.Hingga berita ini diturunkan, redaksi belum mendapatkan konfirmasi resmi dari Kementerian Kominfo, Meta selaku pengelola WhatsApp, TNI, maupun Polri terkait kebenaran klaim penghapusan akun tersebut. Upaya konfirmasi ke pihak berwenang masih dilakukan.TPNPB-OPM merupakan kelompok bersenjata yang sejak lama berseberangan dengan pemerintah Indonesia. Pemerintah RI secara resmi menganggap TPNPB sebagai kelompok separatis dan teroris. Penulis: Hend Editor: GF 15 Jun 2026, 03:03 WIT
Dana Hibah Haji Rp1 Miliar Disorot, Pemuda Muslim Mimika Desak Transparansi Anggaran PPIHD Papuanewsonline.com, Timika – Penggunaan dana hibah operasional penyelenggaraan ibadah haji menjadi sorotan publik. Pemuda Muslim Mimika mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) segera memanggil Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan dana senilai Rp1 miliar yang telah diterima.Dana tersebut merupakan separuh dari total alokasi APBD sebesar Rp2 miliar yang dianggarkan untuk keperluan penyelenggaraan ibadah tahun ini. (12/6/26) Ketua Pemuda Muslim Mimika, Arifin Letsoin menegaskan bahwa dana yang bersumber dari kas daerah adalah milik rakyat, sehingga pengelolaannya wajib transparan, akuntabel, dan sesuai aturan hukum yang berlaku. Hingga saat ini, rincian penggunaan anggaran tersebut belum disampaikan secara terbuka, sehingga memunculkan berbagai pertanyaan di masyarakat. “Publik berhak mengetahui untuk apa saja dana itu digunakan dan bagaimana mekanisme pengelolaannya,” tegasnya.Sejumlah hal yang menjadi perhatian antara lain dugaan tidak dilibatkannya bendahara dalam pengelolaan keuangan serta minimnya koordinasi dengan Kementerian Haji. Kondisi ini dinilai tidak sesuai dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, sehingga perlu ada penjelasan yang jelas agar tidak menimbulkan spekulasi yang dapat merusak kepercayaan masyarakat.Selain meminta klarifikasi dari PPIHD, pihaknya juga mendorong DPRK Mimika menjalankan fungsi pengawasan dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat.Jika diperlukan, rapat tersebut dapat dilaksanakan secara terbuka agar seluruh alur penggunaan dana dapat diketahui secara rinci dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.  Penulis: Andi Ilham Editor: GF 12 Jun 2026, 14:04 WIT
Bapenda dan Satlantas Mimika Lakukan Pendataan Menyeluruh Kendaraan Bermotor Papuanewsonline.com, Timika – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika bekerja sama dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Mimika dan Samsat berencana melaksanakan pendataan menyeluruh terhadap seluruh kendaraan bermotor di wilayah setempat. Kegiatan ini bertujuan memperbarui dan merapikan basis data kendaraan guna mendukung pengelolaan administrasi yang lebih tertib dan akurat. (12/6/26)Kepala Bapenda Mimika, Drs. Dwi Cholifah, menjelaskan pendataan akan dilakukan secara bertahap. Minggu depan tim gabungan akan turun langsung ke lapangan, dimulai dari wilayah dalam kota, menyusul pendataan yang sudah dilakukan di Sempan, dilanjutkan ke Kwamki Narama. Petugas akan mencatat data kepemilikan, status pembayaran pajak, hingga kendaraan yang masih menggunakan pelat nomor luar daerah.Informasi yang terkumpul nantinya akan diolah oleh Samsat melalui sistem digital untuk memetakan kendaraan yang menunggak pajak maupun yang memerlukan proses mutasi atau balik nama.Ia menegaskan kegiatan ini murni bersifat administratif, bukan operasi penertiban. Tidak ada penarikan denda atau loket pembayaran di tempat selama pendataan berlangsung.Setelah data lengkap dan dievaluasi, pemerintah akan menyusun langkah lanjutan seperti sosialisasi dan imbauan pelunasan kewajiban, atau operasi gabungan jika diperlukan. Dwi mengimbau masyarakat agar tidak panik dan memberikan kerja sama yang baik saat petugas melakukan pencatatan di lingkungan masing-masing.  Penulis: Jid Editor: GF 12 Jun 2026, 13:16 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT