Papuanewsonline.com
BERITA TAG Pemerintahan
Homepage
OKP Muslim Desak Batalkan Hasil Musda KNPI Mimika
Papuanewsonline.com, Mimika – Polemik pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD II KNPI Kabupaten Mimika terus memanas. Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Muslim secara resmi menyatakan penolakan terhadap hasil Musda yang dinilai tidak berjalan sesuai mekanisme organisasi dan mengandung sejumlah pelanggaran prosedur.Sikap tersebut disampaikan oleh Arifin Letsoin melalui rilis tertulis yang diterima redaksi pada Sabtu, 4 Juli 2026. Dalam keterangannya, Arifin menyampaikan keberatan atas jalannya Musda yang menurutnya tidak mencerminkan prinsip demokrasi organisasi, keterbukaan, maupun tata cara persidangan sebagaimana diatur dalam mekanisme organisasi.Arifin Letsoin yang menyatakan mewakili OKP Muslim sebagai salah satu organisasi yang memiliki hak suara dalam Musda, menilai proses persidangan tidak berlangsung sebagaimana mestinya. Ia menyebut berbagai keputusan yang diambil dalam forum telah mengabaikan hak-hak peserta serta mekanisme yang seharusnya dijalankan.Dalam rilis tersebut, Arifin juga mengarahkan kritik kepada Arden Temorubun yang disebut menjabat sebagai Ketua Karateker sekaligus Pimpinan Sidang. Menurutnya, Arden diduga meninggalkan jalannya persidangan secara sepihak sehingga forum tidak dapat melanjutkan proses Musda secara normal.Lebih lanjut, Arifin menyatakan bahwa Arden Temorubun membawa palu sidang beserta seluruh berkas bakal calon ketua saat meninggalkan forum. Tindakan tersebut, menurutnya, mengakibatkan persidangan mengalami kebuntuan (deadlock) dan dinilai tidak sesuai dengan tata tertib persidangan yang berlaku.OKP Muslim juga mempersoalkan adanya penetapan salah satu bakal calon sebagai Ketua DPD II KNPI Kabupaten Mimika. Dalam rilisnya disebutkan bahwa penetapan tersebut dilakukan tanpa persetujuan mayoritas peserta Musda, termasuk organisasi kepemudaan (OKP) maupun Dewan Pengurus Kecamatan (DPC) Distrik yang memiliki hak suara dalam forum."Kami memandang tindakan tersebut telah mencederai marwah organisasi, mengabaikan hak-hak peserta Musda," kata Arifin dalam rilisnya. Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut berpotensi memicu konflik serta memperdalam perpecahan di tubuh KNPI Kabupaten Mimika apabila tidak segera diselesaikan sesuai aturan organisasi.Atas dasar itu, OKP Muslim mendesak agar hasil Musda yang dinilai berlangsung secara sepihak dinyatakan tidak sah dan dievaluasi oleh pengurus KNPI di tingkat yang lebih tinggi sesuai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Peraturan Organisasi (PO). OKP Muslim juga meminta agar seluruh proses Musda dikembalikan ke mekanisme yang demokratis, transparan, dan mengedepankan musyawarah. "KNPI rumah bersama, bukan alat kepentingan individu," tegas Arifin. Hingga berita ini diterbitkan, redaksi belum memperoleh konfirmasi dari Arden Temorubun terkait berbagai pernyataan dan tudingan yang disampaikan dalam rilis tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang berkepentingan.Penulis: HendrikEditor: OF
06 Jul 2026, 08:18 WIT
Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Polda Maluku Hadirkan Ajang Sport Tourism
Papuanewsonline.com, Ambon – Polda Maluku sukses menggelar Bhayangkara Trail Run sebagai bagian dari rangkaian Pembinaan Tradisi Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Kegiatan yang diikuti 600 peserta dari unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, komunitas lari, hingga masyarakat umum itu menjadi bukti komitmen Polri menghadirkan sport tourism yang tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga memperkuat persatuan, kebersamaan, dan sinergi lintas elemen bangsa.Ajang olahraga yang berlangsung di Mako Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Maluku, Jumat (3/7/2026), tersebut mempertandingkan nomor 5 kilometer, 10 kilometer, dan 15 kilometer untuk kategori perorangan maupun beregu. Selain menjadi bagian dari semarak Hari Bhayangkara ke-80, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi positif antara Polri dan masyarakat melalui olahraga yang kompetitif namun tetap menjunjung tinggi sportivitas.Untuk meningkatkan semangat kompetisi sekaligus memberikan apresiasi kepada para pelari terbaik, panitia juga menyiapkan berbagai hadiah menarik. Selain piala, medali, piagam penghargaan, dan uang pembinaan, juara I kategori perorangan pada masing-masing nomor 5 kilometer, 10 kilometer, dan 15 kilometer memperoleh hadiah utama berupa satu unit sepeda motor. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas prestasi para atlet sekaligus menambah daya tarik Bhayangkara Trail Run sebagai ajang olahraga bergengsi di Maluku.Kegiatan dihadiri Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. H. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., Wakapolda Maluku Irjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H., unsur Forkopimda, Pejabat Utama Polda Maluku, Ketua Bhayangkari Daerah Maluku beserta Wakil Ketua dan pengurus Bhayangkari Daerah Maluku, jajaran Satbrimob, serta para peserta dari berbagai instansi dan komunitas.Sebanyak 550 peserta perorangan dan 50 regu mengikuti kompetisi tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari personel Polri, TNI, aparatur pemerintah, komunitas olahraga hingga masyarakat umum, yang bersama-sama meramaikan peringatan Hari Bhayangkara ke-80 melalui semangat olahraga dan persaudaraan.Rangkaian kegiatan diawali sejak pukul 05.00 WIT dengan registrasi peserta dan tamu undangan. Setelah pembukaan, doa bersama serta pemanasan, Kapolda Maluku secara resmi melepas peserta kategori 15 kilometer, dilanjutkan Wakapolda Maluku melepas peserta kategori 10 kilometer, dan Ketua Bhayangkari Daerah Maluku Ny. Vitri Dadang Hartanto melepas peserta kategori 5 kilometer.Sepanjang perlombaan, para peserta menyusuri lintasan trail yang telah disiapkan panitia dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan sportivitas. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 11.00 WIT dalam suasana aman, tertib, lancar, dan penuh antusiasme.Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan Bhayangkara Trail Run merupakan salah satu bentuk implementasi Polri Presisi yang hadir membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan positif dan inklusif."Bhayangkara Trail Run bukan hanya perlombaan olahraga, tetapi juga menjadi momentum membangun sport tourism berbasis kebersamaan yang mempertemukan Polri, TNI, pemerintah daerah, komunitas olahraga, dan masyarakat dalam semangat persaudaraan. Inilah makna Hari Bhayangkara ke-80, bahwa Polri terus hadir sebagai perekat persatuan sekaligus mitra masyarakat," ujar Rositah.Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat yang mencapai 600 peserta menunjukkan bahwa olahraga mampu menjadi media efektif dalam memperkuat hubungan sosial sekaligus membangun budaya hidup sehat."Partisipasi ratusan peserta dari berbagai latar belakang menunjukkan bahwa olahraga mampu menjadi bahasa pemersatu. Kami mengapresiasi seluruh peserta, panitia, dan semua pihak yang telah mendukung sehingga kegiatan berlangsung aman, tertib, sportif, dan sukses. Ke depan, kegiatan seperti ini akan terus didorong sebagai bagian dari penguatan sinergi Polri dengan masyarakat sekaligus mendukung pengembangan sport tourism di Maluku," tambahnya.Ia menambahkan, pemberian hadiah utama berupa satu unit sepeda motor kepada juara pertama kategori perorangan pada nomor 5 kilometer, 10 kilometer, dan 15 kilometer merupakan bentuk penghargaan Polda Maluku terhadap semangat juang dan prestasi para pelari."Kami ingin memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para peserta yang telah menunjukkan semangat juang dan sportivitas selama perlombaan. Hadiah utama berupa satu unit sepeda motor bagi juara pertama di masing-masing kategori perorangan diharapkan dapat memotivasi lahirnya semakin banyak atlet lari berprestasi sekaligus menjadikan Bhayangkara Trail Run sebagai agenda sport tourism yang dinantikan masyarakat setiap tahunnya," jelas Rositah.Ia menegaskan, penyelenggaraan Bhayangkara Trail Run juga menjadi wujud komitmen Polda Maluku dalam menghadirkan kegiatan yang berdampak positif bagi masyarakat, tidak hanya dari sisi pembinaan fisik dan kesehatan, tetapi juga dalam mendorong promosi potensi daerah melalui olahraga.Daftar Pemenang Bhayangkara Trail Run Hari Bhayangkara ke-80Kategori Beregu 5 KilometerJuara I – GU RunnersLulu HeroHerlinYuliaLuluJuara II – Rindu Bertemu Musuh (RBM)Kriselda LesnussaSiti RahmaAulia KalauwHalifa LisaholithJuara III – Srikandi PrajahitaTantri Amelia SilakaMarlin Jokbet HeatubunSakina Tri YuliantiTira WahelataonKategori Perorangan 5 KilometerJuara I: Selfi Pattikase (Hadiah Utama: 1 Unit Sepeda Motor) – Nomor Dada 5031 – Waktu 00:37:21Juara II: Mei Latupeirissa – Nomor Dada 5015 – Waktu 00:37:24Juara III: Lishendri M. Manuhutu – Nomor Dada 5056 – Waktu 00:37:25Kategori Beregu 10 KilometerJuara I – RBM (Rindu Bertemu Musuh)Ahmadi OdeArun Ahmad KilkusaSanetilewi SambonuGabriel ManahutuJuara II – Komunitas Alpha FamilyDafid IrawanAprilDandiCale SelaJuara III – UPUA 1Ariel SolissaIndra PelluJhon TasidjawaMaykel SalenussaKategori Perorangan 10 KilometerJuara I: Agustalis Lerebulan (Hadiah Utama: 1 Unit Sepeda Motor) – Nomor Dada 10029 – Waktu 01:07:06Juara II: Edwin – Nomor Dada 10040 – Waktu 01:08:14Juara III: Glen Titawono – Nomor Dada 10041 – Waktu 01:10:40Kategori Beregu 15 KilometerJuara I – Pele Putus Malintang PatahRoy KudubunValdimir HengstWiro LattupeirissaAdam LattupeirissaJuara II – TNI AL IXSamsul BahriGustianIrsyadRois SyafulJuara III – UPUA 4Hendriansyah KoswanRiyadh ManiletRudolf PattiasinaIlham IpaKategori Perorangan 15 KilometerJuara I: Haidir Ali Lestaluhu (Hadiah Utama: 1 Unit Sepeda Motor) – Nomor Dada 15012 – Waktu 01:19:12Juara II: Syahril Kaimuddin – Nomor Dada 15011 – Waktu 01:26:24Juara III: Alvino Tuatanassy – Nomor Dada 15001 – Waktu 01:35:23Menutup keterangannya, Kombes Pol. Rositah Umasugi menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Bhayangkara Trail Run menjadi bukti bahwa Hari Bhayangkara tidak hanya diperingati melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui aktivitas yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat."Semangat Hari Bhayangkara ke-80 adalah semangat melayani, mengabdi, dan hadir bersama masyarakat. Melalui Bhayangkara Trail Run, kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan yang mempererat persaudaraan, mendorong pola hidup sehat, sekaligus memperkenalkan potensi Maluku sebagai destinasi sport tourism yang aman, nyaman, dan penuh pesona. Kami berharap ajang ini terus berkembang menjadi agenda tahunan yang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi daerah," pungkasnya. PNO-12
05 Jul 2026, 09:48 WIT
Penghormatan Terakhir bagi Pilot PT AMA, Pangkogabwilhan III Kawal Penyerahan Jenazah
Papuanewsonline.com, Jayapura – Koops TNI Habema mengawal proses kedatangan, penyerahan, hingga penghormatan terakhir bagi jenazah pilot pesawat PT AMA PK-RCY, Capt. Nicholas Francis Gosselin, di Base Ops Lanud Silas Papare, Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (3/7/2026). Prosesi berlangsung dengan upacara penghormatan militer sebelum jenazah diserahkan kepada pihak PT AMA.Capt. Nicholas Francis Gosselin meninggal dunia dalam insiden penembakan terhadap pesawat PT AMA PK-RCY di Lapangan Terbang Ipdeheik, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo. Saat kejadian, almarhum tengah menjalankan misi pelayanan kemanusiaan untuk melayani masyarakat di wilayah pedalaman Papua.Jenazah diterbangkan dari Timika menuju Sentani menggunakan pesawat Boeing 737 milik TNI Angkatan Udara. Proses penyerahan dipimpin langsung oleh Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto, S.I.P., M.Si., didampingi Pangkoops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga. Prosesi tersebut turut dihadiri pejabat TNI, pemerintah daerah, pimpinan PT AMA, para pilot AMA, serta Uskup Jayapura Yanuarius Teofilus Matopai You.Rangkaian acara diawali dengan penghormatan militer, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara penyerahan jenazah kepada pihak PT AMA yang diwakili oleh Uskup Jayapura. Setelah itu, jenazah diberangkatkan menuju Hanggar PT AMA di Sentani untuk disemayamkan sebelum dilaksanakan ibadah penguatan bersama keluarga dan kerabat.Dalam sambutannya, Letjen TNI Lucky Avianto menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Capt. Nicholas Francis Gosselin. "Atas nama Tentara Nasional Indonesia, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Almarhum gugur saat menjalankan misi kemanusiaan untuk melayani masyarakat di pedalaman Papua. Kami mengutuk keras tindakan yang merenggut nyawa seorang pelayan kemanusiaan," ujarnya.Pangkogabwilhan III juga memberikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pengamanan lokasi kejadian, proses evakuasi taktis, hingga penyerahan jenazah. Menurutnya, TNI akan terus berkomitmen menjaga situasi keamanan agar pelayanan kepada masyarakat di Papua dapat berjalan dengan aman dan lancar.Pada kesempatan yang sama, Uskup Jayapura Yanuarius Teofilus Matopai You menyampaikan bahwa PT AMA telah puluhan tahun memberikan pelayanan kepada masyarakat Papua di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, serta pelayanan gereja. "Misi AMA adalah misi kemanusiaan. Pesawat-pesawat kami hadir untuk melayani masyarakat pedalaman. Kami mengutuk keras tindakan penembakan dan pembakaran pesawat yang telah merenggut nyawa seorang pelayan kemanusiaan," ungkapnya.Koops TNI Habema menegaskan komitmennya untuk terus mendukung terciptanya situasi keamanan yang kondusif sehingga pelayanan kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dan pembangunan di Papua dapat terus berlangsung. Sinergi antara TNI, pemerintah, gereja, serta seluruh elemen masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mewujudkan Papua yang aman, damai, dan sejahtera.Penulis: JidEditor: OF
05 Jul 2026, 09:35 WIT
"Saya Kakak Menteri, Kita Bangun Papua Bersama": Amran Sulaiman Temui 150 Mahasiswa Papua
Papuanewsonline.com, Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menerima dan berdialog hangat dengan 150 mahasiswa asal berbagai wilayah Tanah Papua di kediaman pribadinya, Kamis (2/7/2026). Dalam suasana penuh kekeluargaan, ia menyapa mereka dengan akrab:“Saya kakak kalian, juga saudara orang Papua. Mari kita bangun tanah ini bersama-sama.”Para mahasiswa dari Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, dan wilayah lain menyampaikan beragam potensi daerah, mulai dari ubi jalar, sagu, buah merah, hingga kopi dan kakao. Terutama dari Papua Tengah, Edron Tabuni menekankan kebutuhan dukungan pengembangan ubi sebagai pangan pokok masyarakat pegunungan yang harus disesuaikan dengan budaya setempat.Merespons hal itu, Mentan Amran langsung memutuskan bantuan alat pertanian khusus untuk pengembangan komoditas ubi di Papua Tengah dan Papua Pegunungan. “Pembangunan harus berdasar kebutuhan dan potensi yang hidup di masyarakat, bukan keinginan dari jauh,” tegasnya. Ia juga telah memetakan komoditas unggulan seluruh wilayah Papua untuk dikembangkan secara tepat sasaran.Menteri pun mengajak generasi muda Papua tidak hanya menunggu pekerjaan formal, melainkan mulai berusaha di bidang pertanian sejak kuliah. “Jangan biarkan lahan menjadi tidur. Kalau mulai tanam sekarang, saat lulus kebun sudah menghasilkan, bahkan pendapatannya bisa melampaui pegawai,” ujarnya optimis. Mahasiswa pun menyambut baik perhatian yang cepat dan tepat sasaran ini.Penulis: JidEditor: OF
04 Jul 2026, 13:36 WIT
Komnas HAM Papua: Serangan ke Warga Sipil Intan Jaya Tak Bisa Dibenarkan Alasan Apapun
Papuanewsonline.com, Jayapura – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Perwakilan Papua menyayangkan dan mengecam keras rangkaian tindakan kekerasan yang menyasar warga sipil di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Kepala Kantor Komnas HAM Papua Frits B Ramandey menegaskan setiap penyerangan terhadap masyarakat sipil, baik dilakukan aktor negara maupun non‑negara, adalah pelanggaran HAM dan hukum humaniter internasional.“Hak hidup dan rasa aman adalah hak yang mutlak dan tak boleh dikurangi dalam keadaan apa pun,” ujarnya di JayapuraSepanjang Mei hingga Juni 2026 tercatat tujuh insiden kekerasan: mulai ledakan granat di halaman Gereja Katolik Santo Paulus yang melukai empat orang, ledakan diduga dari pesawat nirawak di Kampung Danggoa yang melukai dua warga, hingga kontak tembak di Distrik Agisiga yang merenggut nyawa satu prajurit TNI.Dua peristiwa memilukan kembali terjadi pada 29 Juni: gembala Elianus Agimbau tewas ditembak di Kampung Kupia, sementara Okto Tigau dilaporkan hilang dan ditemukan meninggal dunia dengan tanda kekerasan di Kampung Mamba pada 1 Juli. Komnas HAM masih terus merangkum fakta dan berkoordinasi dengan berbagai pihak di lapangan untuk memastikan kebenaran peristiwa.Pihaknya turut berduka mendalam atas gugurnya warga sipil maupun aparat, serta berharap korban luka segera pulih. Lembaga ini menekankan perlindungan maksimal bagi warga sipil harus menjadi prioritas utama negara dan semua pihak yang terlibat.Penulis: JidEditor: OF
04 Jul 2026, 13:31 WIT
Komnas HAM Papua Desak Presiden Prabowo Evaluasi Tata Kelola Keamanan, Ganti Pendekatan Represif
Papuanewaonline.com, Jayapura – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Perwakilan Papua mendesak Presiden Prabowo Subianto segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola keamanan serta prosedur tetap yang dijalankan prajurit TNI dan satuan keamanan lainnya di Tanah Papua. Seruan ini muncul menyusul meningkatnya eskalasi kekerasan di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, yang memakan korban dari kalangan warga sipil maupun aparat keamanan.Dalam keterangan pers tertulis Kamis (2/7/2026), Komnas HAM menegaskan pendekatan keamanan harus beralih ke prinsip human security atau keamanan berbasis kemanusiaan yang proporsional dan menghormati hak asasi manusia, bukan lagi bertumpu pada cara represif. Salah satu peristiwa yang menjadi sorotan utama adalah penemuan jenazah Okto Tigau (19) dengan luka serius di dekat Pos Satgas TNI Rajawali Habema, Kampung Mamba, Distrik Sugapa, pada Rabu (1/7/2026) setelah dilaporkan hilang sejak 29 Juni.Sepanjang Mei hingga Juni 2026 tercatat tujuh peristiwa kekerasan serius: mulai ledakan granat di halaman Gereja Katolik Santo Paulus, ledakan diduga dari pesawat nirawak di Kampung Danggoa, kontak tembak antara TPNPB‑OPM dan Satgas TNI yang menewaskan satu prajurit, hingga penembakan kendaraan Pastor Yanuarius Yance Yogi, luka dua warga sipil, serta tewasnya Gembala Elianus Agimbau. Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua Frits B Ramandey menyatakan tim masih terus mengumpulkan fakta dan bukti secara menyeluruh.Komnas HAM mengecam keras segala serangan terhadap warga sipil, baik oleh aktor negara maupun non‑negara, sebagai pelanggaran HAM dan hukum humaniter. Lembaga ini turut berduka atas gugurnya aparat dan warga sipil, serta meminta kedua belah pihak segera menahan diri, tidak menjadikan warga sipil sasaran, dan memproses seluruh kasus secara hukum yang transparan dan tuntas.Penulis: JidEditor: OF
04 Jul 2026, 12:15 WIT
Komisi I DPR RI Minta Evaluasi Menyeluruh Pola Pengamanan Papua Pasca Insiden Penembakan Pilot
Papuanewaonline.com, Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mendesak dilakukan evaluasi mendasar terhadap sistem pengamanan di wilayah Papua. Usulan ini disampaikan menyusul peristiwa penembakan hingga tewasnya pilot pesawat PT Associated Mission Aviation serta pembakaran pesawat di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.“Komisi I DPR akan mendorong kajian menyeluruh agar kebijakan pengamanan tidak hanya bersifat menanggapi kejadian setelah terjadi, melainkan lebih dini mencegah dan berkelanjutan,” ujar Dave saat dikonfirmasi di Jakarta.Ia juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas tindakan kekerasan yang menyasar pelaku misi kemanusiaan dan keagamaan.Menurutnya, insiden ini membuktikan ancaman terhadap keselamatan warga sipil di Papua masih nyata dan memerlukan perhatian serius negara. Perlindungan nyawa warga sipil harus menjadi prioritas utama, di mana aparat perlu meningkatkan langkah pengamanan yang terukur sekaligus tetap berpegang pada pendekatan manusiawi dan aturan hukum yang berlaku.Peningkatan keamanan tidak sekadar menambah jumlah personel, melainkan memperkuat kerja sama antarlembaga, pemetaan risiko secara cermat, serta melibatkan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat dalam menjaga ketertiban. “Dengan langkah yang tepat dan konsisten, kami optimis Papua bisa menjadi wilayah yang damai, aman, dan sejahtera bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.Penulis: JidEditor: OF
04 Jul 2026, 12:08 WIT
Pecah! Penetapan Wabup Nduga di Jayapura Ricuh, Massa Hampir Bentrok
Papuanewsonline.com, Jayapura – Sidang penetapan Wakil Bupati Kabupaten Nduga di Jayapura berakhir kacau. Ruang sidang yang seharusnya formal berubah menjadi arena keributan antar dua kelompok pendukung.Itan Kwijange, warga Nduga, membongkar seluruh kejadian melalui pesan suara WhatsApp kepada Papuanewsonline.com, Jumat 3 Juli 2026.Awal Mula Keributan "Ya ya selamat sore begini Pak. Wakil Bupati ini Maniap Kelnea dengan Paulus Kwijange," kata Itan membuka ceritanya. Menurutnya, keributan dipicu saat sidang membahas keputusan Wakil Bupati.Suasana Sidang Memanas "Keputusan Wakil Bupati itu mereka dua baku lawan di dalam itu tempat rapat kah, Sidang Paripurna Kak," ujarnya. Suasana yang awalnya tegang berubah menjadi saling hadap antar pendukung.Aksi Saling Tarik Kertas Keributan mulai terlihat secara fisik. "Di situ baru mereka baku tarik-tarik kertas itu sampai orang-orang bilang," ungkap Itan. Aksi itu memancing reaksi dari peserta sidang lainnya.Dua Kubu yang Berseteru Itan menyebut dua pihak yang tidak bisa menerima keputusan. "Pihak sebelah ini Paulus Urangkai ini dia tidak terima. Baru Maniap ini lagi," jelasnya. Ia menambahkan Maniap Kelnea saat itu mengenakan baju berwarna biru.Eskalasi ke Aksi Fisik Ketegangan tak berhenti di adu mulut. "Mereka baku tahan menahan," kata Itan. Situasi semakin tidak terkendali saat sidang berlangsung.Puncak Kericuhan, Kursi Diangkat Puncaknya terjadi aksi saling dorong. "Ini hari ini baru Sidang Paripurna Kakak-kak itu menetapkan itu sidang begitu baru mereka baku ribut dalam situ, baku angkat kursi sampai mereka jadikan Maniap Kelnea," bebernya.Faktor Duka Keluarga Di balik keributan ada faktor emosional. "Saya punya kakak meninggal jadi wakilnya sayang, jadi Wakil Bupati Kabupaten," ujarnya lirih. Hal itu menjadi latar belakang kekecewaan salah satu kubu.Ancaman Konflik Lebih Luas Itan paling khawatir dengan dampak lanjutan. "Lusa itu kayaknya hampir perang suku muncul begitu Pak," katanya. Ia menutup dengan imbauan: "Tidak tahu nanti ujung-ujungnya nanti Paulus Urangkai ini dia bikin masalah atau tidak. Ini yang kita tanya, waspada saja begitu Pak."Penulis: HendrikEditor: OF
04 Jul 2026, 11:34 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru