Papuanewsonline.com
BERITA TAG Kesehatan
Homepage
Pasca Olah TKP, Polres Metro Jakarta Utara Bersihkan Masjid SMAN 72 Kelapa Gading
Papuanewsonline.com, Jakarta - Pasca olah tempat kejadian perkara (TKP) insiden ledakan di Masjid SMA Negeri 72 Kelapa Gading, Polres Metro Jakarta Utara bersama Polsek Kelapa Gading melaksanakan aksi peduli dengan melakukan pembersihan dan perbaikan di area masjid sekolah tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemulihan kondisi pasca kejadian serta menghilangkan rasa traumatis bagi warga sekolah dan masyarakat sekitar.Aksi sosial tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Metro Jakarta Utara, AKBP James H. Hutajulu, pada Sabtu (8/11/2025). Turut serta dalam kegiatan itu puluhan personel kepolisian, dibantu warga sekitar dan pihak sekolah, bergotong royong membersihkan dan memperbaiki sejumlah fasilitas yang terdampak.“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata empati dan solidaritas Polri terhadap warga SMA Negeri 72. Kami ingin memastikan bahwa pascainsiden kemarin, seluruh fasilitas bisa kembali bersih, aman, dan nyaman untuk digunakan, khususnya tempat ibadah,” ujar AKBP James dalam keterangannya, Minggu (9/11/2025).Pembersihan dilakukan secara menyeluruh, dimulai dari langit-langit dan dinding masjid yang kemudian dicat ulang. Petugas juga memperbaiki serta mengganti keramik, kaca jendela, lampu, kipas angin, jam dinding, hingga karpet. Selain itu, dilakukan pula perbaikan pintu utama dan penataan ulang instalasi kabel listrik agar lebih aman.AKBP James menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang membenahi fisik bangunan, tetapi juga memulihkan rasa aman dan kebersamaan warga sekolah.“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling membantu. Pemulihan ini bukan hanya tentang bangunan, tapi juga tentang kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama,” tambahnya.Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh empati, diwarnai semangat gotong royong antara aparat kepolisian, warga, dan pihak sekolah. Polres Metro Jakarta Utara menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam aksi kemanusiaan dan sosial pascakejadian.Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum terverifikasi.“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang, waspada, dan tidak mudah percaya terhadap berita yang belum pasti kebenarannya. Mari bersama menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan. Pemulihan pasca kejadian ini adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat,” tegas Kombes Budi.Langkah Polres Metro Jakarta Utara ini diharapkan mampu mengembalikan suasana kondusif di lingkungan sekolah serta menumbuhkan kembali rasa aman dan solidaritas masyarakat pasca insiden. PNO-12
12 Nov 2025, 15:13 WIT
Pemprov Papua Gandeng Lintas OPD Tekan Stunting Lewat Program “Genting”
Papuanewsonline.com, Jayapura –
Pemerintah Provinsi Papua menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat
penanganan stunting melalui program “Genting” (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah
Stunting). Komitmen tersebut ditegaskan melalui penandatanganan bersama oleh
pimpinan OPD di halaman Kantor Gubernur Papua, Senin (10/11/2025). Wakil Gubernur Papua, Aryoko
Rumaropen, menyatakan bahwa program Genting merupakan wujud nyata kolaborasi
seluruh perangkat daerah dalam memperbaiki gizi dan kesehatan anak di Papua.
Upaya ini juga menjadi bagian dari capaian 100 hari kerja Gubernur dan Wakil
Gubernur Papua. “Program Genting bukan hanya
kegiatan seremonial, tetapi gerakan bersama yang melibatkan seluruh OPD sebagai
orang tua asuh bagi anak-anak Papua,” ujar Aryoko. Ia menjelaskan bahwa penanganan
stunting akan diintegrasikan ke dalam berbagai program daerah, mulai dari
sektor kesehatan, pendidikan, pangan, hingga pemberdayaan masyarakat. Program
ini juga telah masuk dalam RPJMD transisi dan akan disesuaikan dengan arah
pembangunan Papua menuju 2030. Menurut Aryoko, keberhasilan
penanganan stunting sangat bergantung pada keterlibatan semua pihak. Karena
itu, ia berharap gerakan orang tua asuh dapat menjadi langkah awal membangun
kepedulian kolektif terhadap tumbuh kembang anak di Papua. “Dalam satu tahun pertama, kita
akan lakukan evaluasi menyeluruh untuk melihat sejauh mana dampaknya di
lapangan,” kata Aryoko. Program Genting menjadi salah
satu prioritas utama Gubernur dan Wakil Gubernur Papua dalam agenda 100 hari
kerja. Penulis: Jidan Editor: GF
11 Nov 2025, 20:53 WIT
Dinas Kesehatan Gelar Rakerkesda II di Timika, Bahas Arah Kebijakan dan Penguatan Layanan
Papuanewsonline.com, Timika —Suasana
hangat namun penuh semangat terasa di Hotel Grand Tembaga, Timika, pada 10–11
November 2025. Lebih dari seratus peserta dari berbagai unsur kesehatan — mulai
dari dinas kesehatan kabupaten/kota, rumah sakit, puskesmas, hingga perwakilan
Kementerian Kesehatan RI — berkumpul dalam forum penting bertajuk Rapat Kerja
Kesehatan Daerah (Rakerkesda) ke-II Provinsi Papua Tengah. Kegiatan yang diselenggarakan
oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi
Papua Tengah ini mengusung tema besar: “Aksi Bersama untuk Papua Tengah
Sehat: Strategi Efektif Peningkatan Kesehatan.” Tema tersebut mencerminkan
semangat sinergi lintas sektor dalam memperkuat sistem kesehatan daerah,
mempercepat pemerataan fasilitas, serta memastikan setiap warga Papua Tengah
mendapatkan pelayanan kesehatan yang adil, berkualitas, dan berkelanjutan. Kabupaten Mimika dipercaya
menjadi tuan rumah pelaksanaan Rakerkesda tahun ini. Daerah yang dikenal
memiliki infrastruktur kesehatan paling lengkap di wilayah Papua Tengah ini
dinilai mampu memberikan contoh nyata dalam penerapan transformasi digital dan
pelayanan kesehatan terpadu. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten
Mimika, Reynold Rizal Ubra, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan
apresiasi atas kepercayaan tersebut. “Kami bangga Mimika bisa menjadi
tuan rumah Rakerkesda ke-II ini. Forum ini menjadi momentum penting bagi kita
untuk berbagi praktik baik, memperkuat jejaring, dan mempercepat transformasi
pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas,” ujar Reynold. Reynold menambahkan, Mimika terus
mendorong digitalisasi sistem kesehatan agar layanan publik semakin cepat dan
akurat. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara tenaga medis,
pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan budaya hidup sehat. Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris
Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, drg. Yohanes Tebai, menegaskan bahwa
Rakerkesda II ini menjadi ajang evaluasi sekaligus perumusan langkah strategis
menghadapi tantangan nyata di lapangan — mulai dari keterbatasan tenaga
kesehatan, fasilitas medis, hingga sarana prasarana yang belum merata. “Melalui Rakerkesda ini, kita
ingin menyamakan persepsi dan langkah bersama dalam menerjemahkan visi-misi
Gubernur Papua Tengah. Tujuan akhirnya adalah percepatan peningkatan layanan
kesehatan masyarakat, dari kota hingga pelosok,” jelas Yohanes. Ia juga menyoroti perlunya
memperkuat kemitraan antara pemerintah, lembaga pendidikan kesehatan, dan pihak
swasta, guna memastikan ketersediaan tenaga medis di daerah terpencil tetap
terjaga. “Papua Tengah butuh SDM kesehatan
yang bukan hanya terampil, tapi juga punya hati melayani. Itu yang menjadi
fokus kami ke depan,” tambahnya. Rakerkesda II tidak sekadar
menjadi ajang pertemuan formal, tetapi forum strategis bagi para pemangku
kepentingan untuk mendiskusikan capaian dan kendala program kesehatan di
delapan kabupaten Papua Tengah, yakni Mimika, Nabire, Paniai, Deiyai, Dogiyai,
Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya. “Keberhasilan pembangunan
kesehatan di Papua Tengah tidak bisa dicapai sendiri. Harus ada sinergi dari
semua pihak agar masyarakat benar-benar merasakan dampaknya,” ujarnya. Rakerkesda II di Timika
menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang akan menjadi dasar penyusunan rencana
aksi daerah bidang kesehatan tahun 2026–2030. Langkah ini diharapkan memperkuat sistem kesehatan daerah yang lebih inklusif,
berkeadilan, dan berbasis data. Penulis: Jidan Editor: GF
11 Nov 2025, 16:51 WIT
Malaria di Mimika Menurun: Dinas Kesehatan Terus Tingkatkan Pelayanan Berkualitas
Papuanewsonline.com, Timika — Upaya
Pemerintah Kabupaten Mimika dalam memperkuat pelayanan kesehatan publik mulai
menunjukkan hasil menggembirakan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes)
Mimika, angka penderita malaria di wilayah tersebut menurun dari 21 persen pada
tahun 2020 menjadi 18,2 persen pada 2025. Capaian ini menjadi indikator
penting keberhasilan pemerintah daerah dalam mengendalikan salah satu penyakit
endemik yang selama ini menjadi tantangan besar di wilayah Papua Tengah. Hal itu disampaikan Kepala Dinas
Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Rizal Ubra, saat membuka Rapat Kerja
Kesehatan Daerah (Rakerkesda) ke-III Tahun 2025 di Timika, Selasa (11/11/2025). “Kami menyambut gembira
pelaksanaan Rakerkesda di Kabupaten Mimika. Forum ini menjadi sarana penting
bagi seluruh kabupaten di Papua Tengah untuk berbagi strategi dan memperkuat
sinergi antar daerah dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan,” ujar Reynold
di hadapan peserta yang terdiri dari perwakilan Dinas Kesehatan kabupaten/kota,
rumah sakit, puskesmas, dan mitra pembangunan. Dalam paparannya, Reynold
menjelaskan bahwa Mimika memiliki posisi strategis dalam sistem pelayanan
kesehatan di Papua Tengah. Dengan wilayah administratif yang luas dan populasi
mencapai lebih dari 329 ribu jiwa, Mimika menjadi daerah rujukan utama bagi
layanan kesehatan di kawasan sekitarnya. Saat ini, Kabupaten Mimika
memiliki 26 puskesmas yang tersebar di 18 distrik serta tujuh rumah sakit,
termasuk RSUD Mimika yang telah ditetapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan Regional
sejak 2019. Selain itu, jumlah tenaga
kesehatan di Mimika mencapai lebih dari 3.000 orang yang telah teregistrasi
secara nasional. “Ketersediaan SDM kesehatan ini
menjadi kekuatan utama kami untuk memastikan setiap warga Mimika, dari pesisir
hingga pegunungan, mendapatkan layanan kesehatan yang layak,” jelas Reynold. Penurunan angka malaria, menurut
Reynold, tidak terjadi begitu saja. Dinkes Mimika selama lima tahun terakhir
gencar melakukan pendekatan komprehensif berbasis pencegahan, mulai dari
penyemprotan insektisida, pembagian kelambu berinsektisida, hingga kampanye
kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Program edukasi kesehatan juga
digencarkan melalui kolaborasi dengan sekolah, tokoh masyarakat, dan lembaga
keagamaan. “Kami tidak hanya fokus pada
pengobatan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk mencegah. Karena
malaria tidak bisa diberantas hanya dengan obat, tetapi dengan perubahan
perilaku,” ujar Reynold menegaskan. Selain program lapangan, Dinkes
Mimika juga mulai menerapkan digitalisasi layanan kesehatan yang terintegrasi
dengan BPJS Kesehatan dan sistem rujukan nasional (SISRUTE). Dengan sistem ini, masyarakat bisa lebih mudah mengakses informasi layanan,
membuat rujukan online, hingga melakukan pemantauan hasil pemeriksaan kesehatan
tanpa harus datang langsung ke fasilitas kesehatan. Rakerkesda ke-III ini tidak hanya
menjadi forum koordinasi antar daerah, tetapi juga menjadi ajang pertukaran
gagasan inovatif untuk memperkuat sistem kesehatan di wilayah Papua Tengah. Dalam
kegiatan tersebut, berbagai isu strategis dibahas, mulai dari pengendalian
penyakit menular, peningkatan gizi masyarakat, hingga penguatan sistem
informasi kesehatan berbasis digital. Reynold berharap hasil dari
Rakerkesda ini dapat menjadi pedoman konkret bagi setiap daerah dalam menyusun
kebijakan kesehatan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Penulis: Jidan Editor: GF
11 Nov 2025, 16:37 WIT
Kapolri Listyo Sigit Kunjungi Korban Ledakan SMAN 72 di RSI Cempaka Putih
Papuanewsonline.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengunjungi para korban ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta yang kini dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Cempaka Putih Jakarta, Sabtu (8/11/2025). Listyo datang didampingi oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri dan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro. Ketiganya juga sempat menerima paparan singkat di posko layanan trauma dan healing dari Psikologi Kepolisian. Tak lama, Listyo dan jajarannya memasuki ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk menemui langsung para korban ledakan SMAN 72 Jakarta Utara. Data sementara dari posko pelayanan di RSI Cempaka Putih Jakarta, pihak rumah sakit menerima total 39 korban pascaledakan hingga pukul 01.30 WIB dini hari.Sebanyak 14 korban masih menjalani rawat inap di IGD, sementara 25 pasien lainnya sudah dipulangkan. Diketahui, korban ledakan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara masih menjalani perawatan medis di RSI Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Sabtu (8/11/2025).Sementara, 25 pasien diperbolehkan pulang. Pantauan SindoNews, sejumlah psikolog kepolisian dan petugas berjaga di posko pelayanan trauma healing yang didirikan di rumah sakit tersebut. Data sementara dari posko pelayanan ini, pihak rumah sakit menerima total 39 korban pascaledakan hingga pukul 01.30 WIB. Sebanyak 14 korban masih menjalani rawat inap di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Sementara, 25 pasien lainnya sudah dipulangkan. Sebelumnya, Kepolisian Daerah Metro Jaya mendirikan posko pelayanan trauma dan healing di dua rumah sakit pascaledakan di SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025). PNO-12
08 Nov 2025, 19:50 WIT
Puji Kebersihan SPPG Polri, Titiek Soeharto: Bisa Jadi Contoh SPPG Se-Indonesia
Papuanewsonline.com, Jakarta - Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) terkesan dengan SPPG Polri di Karanganyar. Titiek memuji kebersihan dapur MBG tersebut."Saya salut kebersihannya luar biasa ini bisa jadi contoh SPPG seluruh Indonesia. Ini bersih di sini, kemudian sangat higienis," ujar Titiek, setelah meninjau SPPG YKB Polres Karanganyar, Jumat (7/11/2025).Titek menilai kebersihan menjadi salah satu faktor penting di seluruh SPPG. Dia juga memuji kebersihan proses pencucian ompreng bisa jadi standar bagi dapur MBG lainnya."Kebersihannya juga pencucian piring ompreng bisa jadi standar. Punya SPPG jangan hanya punya-punyaan. 'Bangga saya punya SPPG, 'Saya punya SPPG bisa memberikan pada sekian ribu anak'. Tapi tak memperhatikan higienis dan gizi untuk anak-anak itu, di sini semua diperhatikan, mudah-mudahan bisa jadi contoh bagi SPPG yang lain," sambungnya.Dalam peninjauannya, Titiek juga memastikan apakah SPPG YKB Polres Karanganyar ini sudah menyerap produksi pangan warga sekitar. Dari informasi yang dia dapat, SPPG Polri di Karanganyar turut melibatkan warga sekitar."Ternyata tadi dapat laporan bahwa bahan bakunya diambil dari masyarakat atau UMKM di sekitar sini," terangnya.SPPG ini dibangun dengan pengawasan langsung Kapolres Karanganyar AKBP Hadi Kristanto. MBG ini akan diserahkan ke 4 ribu siswa pada 16 sekolah mencakup jenjang dari PAUD hingga SMA dia wilayah Karanganyar.Uji coba SPPG ini sudah dilakukan sejak 30 September dengan melayani 500 porsi. Kemudian uji coba dilakukan 3 dan 8 Oktober dengan jumlah 1.750 porsi.Pembuatan makanan dilakukan proses pemilihan dan pembelian bahan mentah yang diawasi oleh Pengurus Bhayangkari Karanganyar. Penerimaan bahan mentah selalu dicek ulang kuantitas dan kualitasnya agar sesuai kriteria.Kebersihan tempat makan dan proses pengolahan bahan makanan juga diawasi oleh Tenaga Ahli Gizi. Termasuk proses loading dan pengantaran makanan diawasi ketat oleh pengawas SPPG.Makanan yang sudah sampai sekolah juga dicoba dulu oleh guru untuk memastikan makanan dalam kondisi baik dan layak konsumsi. Limbah hasil produksi makanan diolah dengan sistem pengolahan air limbah sehingga tidak mencemari lingkungan.Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan SPPG Polri menekankan zero accident. Kapolri dan rombongan melihat langsung bagaimana proses pelaksanaan food security."Ibu Titiek juga berkenan untuk mengecek langsung SPPG Polri di Karanganyar mulai dari saat barang tiba, kemudian proses pemisahan penyimpanan, sampai juga terkait pada saat masak, kemudian juga pada saat akan didistribusikan," ujar Jenderal Sigit di SPPG YKB Polres Karanganyar.Jenderal Sigit dan Titiek juga melihat pengelolaan IPAL terkait sampah hasil MBG yang tak dimakan."Termasuk pembersihan dan juga sterilisasi sehingga harapan kita terkait SPPG Polri ini betul-betul bisa zero accident dan ini menjadi perhatian besar dari Bapak Presiden yang harus kita jaga," jelasnya. PNO-12
08 Nov 2025, 13:18 WIT
Gubernur Papua Copot Direktur RSUD Dok II Jayapura Usai Lakukan Sidak
Papuanewsonline.com, Jayapura —
Langkah tegas diambil Gubernur Papua, Matius Fakhiri, dalam upayanya
memperbaiki sistem kesehatan di Bumi Cenderawasih. Pada Selasa (4/11/2025),
Fakhiri melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Dok II Jayapura, rumah
sakit rujukan terbesar di Papua. Hasilnya, ia langsung memberhentikan Direktur
RSUD dan seluruh jajaran manajemen rumah sakit tersebut. Keputusan mengejutkan ini menjadi
titik awal reformasi besar-besaran di sektor kesehatan Papua, yang selama ini
dianggap masih tertinggal dari sisi manajemen, pelayanan, hingga distribusi
tenaga medis. Dalam sidak yang berlangsung
selama beberapa jam, Gubernur meninjau Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang rawat
inap, hingga ruang administrasi pelayanan pasien. Ia mendapati berbagai
persoalan mendasar, mulai dari kurangnya kebersihan, antrian pasien yang
menumpuk, hingga keluhan soal lambannya pelayanan. Dengan ekspresi tegas, Gubernur
Fakhiri menyampaikan keprihatinannya di hadapan para pegawai rumah sakit. “Kesehatan bagi saya sangat
penting. Banyak pelayanan kesehatan tidak terjangkau bukan karena tenaga medis
tidak mampu, tetapi karena manajemen rumah sakit dan dinas yang semrawut,” ujar
Fakhiri dengan nada kecewa. Ia menegaskan bahwa RSUD Dok II
Jayapura seharusnya menjadi simbol kemajuan pelayanan kesehatan di Papua, bukan
sebaliknya. “Saya pastikan hari ini seluruh
manajemen saya berhentikan. Akan ada perombakan besar-besaran. Ini bukan
sekadar inspeksi, ini adalah awal dari transformasi,” tegas Gubernur yang juga
mantan Kapolda Papua itu. Menurut Fakhiri, persoalan utama
bukan pada tenaga medis, melainkan buruknya tata kelola dan lemahnya sistem
manajemen yang berdampak langsung pada kualitas layanan pasien. Karena itu, ia
memutuskan untuk melakukan reformasi total mulai dari struktur kepemimpinan
hingga sistem administrasi rumah sakit. “Pelayanan kesehatan tidak boleh
lagi diskriminatif. Semua pasien, khususnya masyarakat Papua, harus mendapatkan
pelayanan yang manusiawi, cepat, dan profesional,” tegasnya. Fakhiri juga menegaskan bahwa
pihaknya akan menempatkan manajemen baru yang memiliki kompetensi tinggi dan
integritas kuat, agar RSUD Dok II benar-benar mampu menjadi rumah sakit rujukan
regional yang membanggakan. Dalam kesempatan tersebut,
Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada para tenaga medis dan perawat yang
tetap bekerja dengan penuh dedikasi meskipun menghadapi keterbatasan fasilitas
dan dukungan sistem. “Saya berterima kasih kepada para
perawat dan dokter yang tetap setia melayani masyarakat. Kalian adalah garda
terdepan dalam menjaga nyawa dan harapan rakyat Papua,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pemerintah
provinsi akan memperbaiki sistem distribusi tenaga kesehatan, terutama di
wilayah pedalaman dan pegunungan yang selama ini sulit dijangkau. Langkah Fakhiri ini mendapat
perhatian luas di kalangan masyarakat. Banyak pihak menilai bahwa tindakan
berani ini adalah sinyal kuat dari komitmen pemerintah daerah dalam menegakkan
disiplin dan memperbaiki kualitas pelayanan publik. Fakhiri memastikan bahwa sidak
serupa akan terus dilakukan secara mendadak di berbagai rumah sakit lain di
Papua, termasuk rumah sakit swasta dan fasilitas kesehatan tingkat kabupaten. “Reformasi kesehatan harus
dimulai dari keberanian mengambil keputusan. Saya akan turun langsung
memastikan pelayanan publik berjalan sesuai harapan rakyat,” pungkasnya. Kebijakan ini menandai babak baru
dalam sistem kesehatan Papua — sebuah gerakan reformasi yang menempatkan
pelayanan rakyat di atas kepentingan birokrasi. Penulis: Jid Editor: GF
04 Nov 2025, 23:15 WIT
Police Goes To School ke SMAN 9 Ambon, Polresta Ambon Sampaikan Pesan Kamtibmas
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Resort Kota Pulau Ambon dan Pp Lease melalui Satuan Binmas menggelar kegiatan Police Goes To School di SMA Negeri 9 Waiheru, kota Ambon, Rabu (29/10/2025).Kegiatan yang dipimpin oleh Kasat Binmas Polresta Ambon AKP. Djafar Lessy, S.E ini mengingatkan para pelajar tentang bahaya bullying atau perundungan, kekerasan seksual, dan aksi tawuran aksi tawuran.Kasat Binmas Polresta Ambon AKP. Djafar Lessy, mengungkapkan, kegiatan yang dilaksanakan ini penting untuk meningkatkan kesadaran para pelajar akan bahaya dari dampak bullying, kekerasan seksual maupun aksi tawuran. "Kami juga menyampaikan pesan-pesan kepada para pelajar untuk dapat bersama-sama dapat menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat," kata Djafar Lessy.Para pelajar diminta untuk tidak terjerumus dalam penggunaan narkoba maupun minuman keras. Sebab hal itu akan dapat merusak masa depan mereka sebagai generasi penerus bangsa."Pada kesempatan itu kami juga memberikan sosialisasi terkait penerimaan anggota anggota Polri dan pembagian brosur penerimaan anggota Polri," ungkapnya.Kunjungan pihak Kepolisian dalam kegiatan Police Goes To School di SMA Negeri 9 Ambon disambut antusias oleh para pelajar maupun dewan guru. "Kegiatan ini akan terus kami lakukan di sekolah-sekolah untuk memberikan kesadaran bagi para pelajar terkait bahaya perundungan, kekerasan seksual, narkoba, miras dan mengajak untuk bersama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif," pungkasnya. PNO-12
31 Okt 2025, 09:22 WIT
Personel Polairud dan Warga Waisarissa Evakuasi Korban Tenggelam
Papuanewsonline.com, Ambon - Crew Kapal Polisi (KP) XVI -2001 bersama sejumlah warga di Waisarissa, kecamatan Kairatu Barat, kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), melakukan evakuasi korban tenggelam atas nama Dominggus Simaela alias Ongen, di Puskesmas terdekat di Kamal. Sayangnya, nyawa korban tak bisa tertolong. Pria 30 tahun ini meninggal dunia, Senin (27/10/2025).Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K, mengatakan, kasus ini diketahui setelah mendapatkan laporan orang tenggelam dari masyarakat yang datang di Pos Polair KP-2001 pada pukul 17.15 WIT.Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, crew KP-2001 langsung bergegas menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pencarian. Setibanya di TKP, personel Polairud melihat korban telah ditemukan oleh dua orang pelajar yakni AP, 15 Tahun (saksi 1) dan dua kawannya. Tim kemudian bergegas membantu kedua saksi untuk mengevakuasi korban di tepian pantai."Saat personel Polair tiba di TKP mereka melihat korban sudah ditemukan oleh saksi 1 dan 2 kawannya. Personel kemudian membantu membawa korban ke tepi pantai," ungkapnya.Di tepian pantai, personel kemudian melakukan pertolongan pertama terhadap korban yang tak sadarkan diri. Personel memberikan tekanan atau kompresi dada (compression), membuka jalur napas (airways), dan memberi bantuan napas atau napas buatan (breathing)."Setelah korban sempat bernapas, personel segera melakukan evakuasi korban ke Puskesmas Kamal guna mendapatkan bantuan medis," jelasnya.Setibanya di Puskesmas Kamal, personel Polair beserta warga meminta pertolongan kepada petugas medis. Namun, diduga dengan keterbatasan tenaga medis dan peralatan yang dibutuhkan, korban dinyatakan meninggal dunia.Sebelum ditemukan tenggalam, saksi 1 yang kala itu sedang duduk di pantai sempat melihat korban sedang berenang. Saksi kemudian menoleh ke belakang karena ada kawannya yang baru datang menggunakan sepeda motor. Saat kembali melihat ke arah pantai korban yang sebelumnya sedang berenang sudah tidak terlihat. Saksi kemudian sempat memanggil korban dengan meneriakkan namanya "Ongen"."Karena tidak melihat korban saksi 1 dan dua kawannya langsung berenang mencari korban. Saat personel Polair datang setelah menerima laporan orang tenggelam, korban sudah ditemukan. Personel kemudian membantu membawa korban ke tepian pantai," jelasnya.Kabid Humas Polda Maluku menghimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat melakukan aktivitas di pantai. Ia menyarankan untuk tidak melaut apabila situasi lautan kurang bersahabat."Kalau musim ombak, kami berharap agar jangan dulu melaut. Selalu memantau prakiraan cuaca dari BMKG. Utamakan keselamatan saat beraktivitas di pantai," ajaknya. PNO-12
31 Okt 2025, 08:47 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru