logo-website
Minggu, 09 Agu 2026,  WIT
BERITA TAG Kesehatan Homepage
Satbrimob Polda Jatim Perkuat Operasi Kemanusiaan Pasca Erupsi Semeru Papuanewsonline.com, Lumajang - Polri melalui Polda Jawa Timur terus mengintensifkan operasi kemanusiaan bagi warga terdampak erupsi Gunung Semeru. Informasi ini disampaikan sebagai bentuk transparansi bahwa upaya penyelamatan, dukungan logistik, dan pemulihan psikososial di Kabupaten Lumajang terus berlanjut melalui kerja sama erat antara Polri, pemerintah daerah, TNI, relawan, serta para pemangku kepentingan lainnya. Seluruh langkah ini menjadi wujud hadirnya negara dalam memastikan keselamatan, ketenangan, dan pemulihan warga di masa darurat.Dansatbrimob Polda Jawa Timur, Kombes Pol. Suryo Sudarmadi, S.I.K., M.H., melaporkan bahwa sejak Sabtu dini hari, 22 November 2025, satu Satuan Setingkat Kompi (36 personel) Satbrimob yang dipimpin Danyon B Pelopor Kompol Toni Agus Salim, S.H., M.M., telah bergerak mendukung pemulihan warga di Kecamatan Pronojiwo. Kegiatan dimulai sejak pukul 04.30 WIB melalui pengoperasian dapur lapangan Brimob yang setiap harinya memasak ratusan porsi makanan gratis bagi warga terdampak, para pengungsi, serta personel SAR di lapangan. Di tengah hawa dingin dan situasi darurat pasca erupsi, aroma masakan dari tenda Brimob menjadi penanda hadirnya harapan, sekaligus titik hangat yang mempererat kebersamaan.Memasuki pagi hari, personel melaksanakan pengecekan kesiapan dan pembagian tugas yang dipimpin AKBP Toni Agus Salim untuk memastikan seluruh operasi berjalan aman, terkoordinasi, dan penuh empati. Setelah itu, personel langsung diterjunkan membantu membersihkan rumah-rumah warga dari abu vulkanik dan material erupsi. Banyak warga yang merasa tidak lagi memiliki tenaga untuk memulai pemulihan, sehingga kehadiran Brimob yang turut mengangkat barang-barang rumah tangga, membersihkan permukiman, dan memindahkan barang penting menuju hunian tetap menjadi bentuk pertolongan nyata yang sangat dirasakan masyarakat.Pada pukul 09.00 WIB, upaya pemulihan psikososial diwujudkan melalui kegiatan trauma healing di SDN 04 Pronojiwo yang dipimpin Bripka Arif bersama dua personel lainnya. Melalui permainan edukatif, aktivitas kreatif, dan pendampingan emosional, anak-anak diarahkan untuk kembali merasa aman dan mampu melepaskan ketegangan pasca bencana. Di tengah tawa yang mulai kembali terdengar, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pemulihan bukan hanya soal membenahi bangunan, tetapi juga memulihkan hati dan rasa aman para korban, terutama anak-anak.Pada pukul 11.00 WIB, Pos Dapur Lapangan Brimob di Desa Supit Urang menerima kunjungan utusan Presiden Republik Indonesia yang meninjau langsung kesiapan logistik, pelayanan dapur lapangan, dan pendampingan warga terdampak yang dilakukan Brimob. Kehadiran pemerintah pusat tersebut memperkuat koordinasi nasional dalam penanganan bencana Semeru dan memastikan bahwa setiap langkah yang dilakukan di lapangan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.Sehari sebelumnya, Jumat (21/11/2025), Polda Jawa Timur telah memberangkatkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak erupsi Gunung Semeru. Bantuan tersebut dilepas oleh Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H. bersama Pejabat Utama Polda Jatim dari halaman Gedung Tribrata Mapolda Jatim. Dengan status Gunung Semeru yang berada pada Level IV (Awas), bantuan difokuskan untuk mendukung dua titik utama pengungsian di Kecamatan Pronojiwo, yakni Posko SD 04 Supiturang dan Posko SMP 2 Pronojiwo yang menampung ratusan warga, termasuk kelompok rentan seperti balita, bayi, lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, serta ibu menyusui. Bantuan yang dikirimkan meliputi kebutuhan balita seperti susu, popok, kasur bayi, pakaian anak, serta 450 selimut untuk lansia dan 300 paket makanan ringan untuk anak-anak dan remaja. Wakapolda Jatim menegaskan bahwa seluruh distribusi dilakukan secara humanis dan penuh empati karena para pengungsi masih berada dalam kondisi trauma.Polda Jawa Timur memastikan bahwa seluruh rangkaian bantuan kemanusiaan akan terus berlanjut hingga situasi benar-benar pulih. Upaya Brimob di lapangan mulai dari dapur umum, pembersihan rumah, hingga trauma healing merupakan bagian integral dari misi kemanusiaan Polri dalam menjaga keselamatan dan memulihkan warga Lumajang yang terdampak. Polri berkomitmen untuk terus menyampaikan perkembangan penanganan Semeru secara cepat, transparan, dan responsif, sebagai wujud pelayanan kepada masyarakat dalam situasi bencana. PNO-12 23 Nov 2025, 09:22 WIT
Kematian Armando Tamawiyu Picu Duka dan Kemarahan Keluarga di Mimika Papuanewsonline.com, Mimika — Kematian Armando Tamawiyu pada 22 November 2025 meninggalkan duka mendalam sekaligus kemarahan bagi pihak keluarga. Armando, yang mengalami sakit selama enam hari, sebelumnya telah diperiksa oleh tenaga medis di Puskesmas Manasari dan dinyatakan dalam kondisi baik, meskipun keluarga merasa gejalanya cukup mengkhawatirkan.Menurut penjelasan keluarga, kondisi Armando tidak menunjukkan perbaikan. Ayahnya, Rikardus Tamiwiyu, mengungkapkan kekecewaan karena permintaan rujukan ke RSUD tidak segera ditindaklanjuti. Dokter di puskesmas disebut menyampaikan bahwa tidak tersedia transportasi medis untuk mengantar pasien rujukan.Karena tidak mendapatkan fasilitas transportasi, keluarga mencari bensin dan menggunakan kendaraan sendiri. Upaya tersebut dilakukan dengan terburu-buru karena kondisi Armando terus menurun, sehingga keluarga memutuskan membawa pasien menuju Pomako menggunakan mobil pickup.Namun nasib berkata lain. Dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan yang lebih lengkap, Armando menghembuskan napas terakhirnya di atas kendaraan. Peristiwa itu menambah rasa terpukul bagi keluarga yang merasa upaya penanganan medis sebelumnya tidak dilakukan secara maksimal.“Kami sangat kesal dan sedih atas kematian anak kami,” ujar Rikardus dengan suara bergetar. Ia menegaskan bahwa keluarga merasa penanganan yang diberikan puskesmas tidak serius, sehingga menyebabkan keterlambatan penanganan yang seharusnya dapat menyelamatkan nyawa anaknya.Setibanya di Mimika, keluarga langsung menyampaikan protes dan menuntut kejelasan. Mereka merasa bahwa puskesmas telah lalai dalam memberikan pelayanan yang seharusnya. Keluarga menyatakan tidak dapat menerima kenyataan bahwa Armando dinyatakan baik-baik saja, namun beberapa jam kemudian meninggal dalam perjalanan.“Kami menuntut pertanggungjawaban atas kematian anak kami,” tegas Rikardus. Ia berharap ada evaluasi dan pembenahan nyata dalam sistem pelayanan kesehatan, khususnya di Puskesmas Manasari.Keluarga juga meminta agar kejadian tragis ini tidak terjadi lagi pada warga lainnya. Menurut mereka, fasilitas kesehatan harus mampu memberikan pelayanan maksimal, terutama dalam keadaan darurat yang membutuhkan rujukan cepat.Peristiwa ini menjadi sorotan bagi masyarakat setempat, karena menggambarkan masalah mendasar dalam akses layanan kesehatan di wilayah tersebut. Keluarga berharap kematian Armando menjadi perhatian serius agar pelayanan kesehatan di Mimika dapat ditingkatkan dan tidak ada lagi korban akibat keterlambatan penanganan. Penulis: HendrikEditor: GF 23 Nov 2025, 04:53 WIT
Tragedi Irene Sokoy: Kematian Ibu dan Bayinya Ungkap Darurat Pelayanan Kesehatan di Jayapura Papuanewsonline.com, Jayapura — Kematian tragis Irene Sokoy, seorang ibu hamil yang ditolak oleh empat rumah sakit di Jayapura, telah mengguncang hati masyarakat Papua. Bayi yang dikandungnya juga tidak dapat diselamatkan, menjadikan insiden ini sebagai salah satu tragedi kemanusiaan paling memilukan di Papua pada tahun 2025.Menurut keterangan keluarga, Irene mengalami kondisi darurat ketika sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit. Namun nasib nahas menimpanya: fasilitas kesehatan yang didatangi tidak dapat menerimanya karena berbagai alasan, hingga akhirnya waktu kritis itu merenggut nyawa keduanya.Ivan, adik kandung Irene, menjadi saksi langsung bagaimana kondisi sang kakak terus memburuk. Ia menceritakan bahwa Irene menunjukkan gejala sesak dan gelisah sesaat sebelum tak sadarkan diri. “Itu kakak sudah memang rasa gelisah. Panas itu di dada saja… sesak,” ujar Ivan dengan suara bergetar mengenang kejadian itu.Dalam perjalanan mencari pertolongan, Irene disebut sempat bersandar pada sang adik karena kesulitan bernapas. Tak lama setelah itu, Irene kehilangan kesadaran. “Kakak jatuh di dada saya,” ungkap Ivan, menggambarkan detik-detik terakhir sebelum kakaknya menghembuskan napas terakhir.Lima hari setelah tragedi itu, Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus duka mendalam atas wafatnya Irene dan bayinya. Kehadiran Gubernur sekaligus menjadi momen refleksi bagi pemerintah terkait kondisi pelayanan kesehatan yang menjadi sorotan publik.Dalam pernyataannya, Gubernur Fakhiri mengakui buruknya sistem layanan kesehatan di Papua. “Tuhan punya cara untuk membukakan mata kami pemerintah bahwa inilah bobrok pelayanan kesehatan di Provinsi Papua,” tegasnya, menandai bahwa kasus ini tidak boleh diabaikan.Tragedi ini telah memicu diskusi luas mengenai tanggung jawab negara dalam memastikan akses kesehatan yang layak dan respons cepat terhadap warga dalam kondisi darurat. Masyarakat menilai insiden ini bukan sekadar kecelakaan tragis, tetapi hasil dari persoalan struktural yang sudah lama terjadi.Sejumlah pihak, termasuk tokoh masyarakat dan aktivis kemanusiaan, mendesak agar pemerintah mengambil langkah konkret untuk memperbaiki sistem rujukan, meningkatkan kapasitas rumah sakit, dan memastikan tidak ada lagi warga Papua yang kehilangan nyawa akibat penolakan layanan medis.Kematian Irene dan bayinya menjadi cermin dari masih lemahnya koordinasi pelayanan kesehatan di daerah. Tragedi ini diharapkan menjadi titik balik bagi pemerintah dan seluruh pihak terkait untuk sepenuhnya membenahi sistem kesehatan Papua.Kasus memilukan ini juga menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan bukan sekadar fasilitas, tetapi hak dasar manusia yang wajib dipenuhi negara tanpa kecuali. Masyarakat berharap tidak ada lagi keluarga yang harus merasakan duka sedalam yang dialami keluarga Sokoy. Penulis: HendrikEditor: GF 23 Nov 2025, 04:44 WIT
DLH Mimika Luncurkan Kios Sampah Inauga, Ubah Paradigma Pengelolaan Sampah Papuanewsonline.com, Mimika - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mimika memperkenalkan inovasi baru dalam pengelolaan sampah dengan meresmikan kios sampah di Kelurahan Inauga, (21/11/2025). Langkah ini bertujuan mengubah pola pengelolaan sampah dari sistem konvensional kumpul-angkut-buang menjadi pilah-kumpul-tabung, yang lebih ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mimika, Jeffry Deda, menjelaskan bahwa kios sampah ini memiliki mekanisme yang berbeda dengan bank sampah yang sebelumnya telah diluncurkan. Di kios sampah, masyarakat memilah, mengangkut, dan menimbang sampah, kemudian menukarkannya dengan sembako seperti telur, minyak goreng, gula, dan mie instan."Peluncuran Kios Bank Sampah Inauga bukan hanya seremonial, tetapi merupakan perubahan perilaku besar dalam pengelolaan sampah," ujar Jeffry Deda. Ia mengungkapkan bahwa produksi sampah di wilayah Mimika telah mencapai 100 ton per hari, sementara kapasitas lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Iwaka semakin terbatas.Untuk mempermudah masyarakat, DLH juga telah menyiapkan Aplikasi Kios Sampah yang dapat diunduh di Play Store. Aplikasi ini memungkinkan warga untuk menjual sampah dengan layanan penjemputan oleh petugas, atau mengantarkannya langsung ke Kios Bank Sampah Inauga. Asisten 1 Setda Mimika, Ananias Faot, berharap program kios sampah ini dapat berjalan berkelanjutan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik. "Hari ini kita launching, harus jalan. DLH dan Kelurahan ini, memastikan dan mengawal program ini," tegasnya.  Penulis: Jid Editor: GF 22 Nov 2025, 13:59 WIT
Bakti Sosial Donor Darah di Mimika Sukses Kumpulkan 300 Kantong Darah Papuanewsonline.com, Timika – Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Mimika berhasil menggelar bakti sosial (baksos) donor darah yang berlangsung selama dua hari, 20-21 November 2025.Kegiatan ini berhasil mengumpulkan 300 kantong darah, yang dianggap sebagai pencapaian luar biasa dalam gerakan kemanusiaan untuk membantu sesama yang membutuhkan transfusi darah di rumah sakit.Ketua FKDM Mimika, Lucky Mahakena, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh warga Mimika atas partisipasi dan dukungan dalam kegiatan ini. Ia secara khusus mengapresiasi kontribusi dari berbagai komunitas, peguyuban, TNI-Polri, Bazarnas, Yayasan Teras Peduli, pegawai Pemda, dan seluruh lapisan masyarakat Mimika yang telah berbagi kasih kemanusiaan."Terima kasih banyak kepada semua insan warga Mimika telah berbagi kasih kemanusiaan, secara khusus komunitas peguyuban Mimika, TNI-Polri, Bazarnas, Yayasan Teras Peduli, Pegawai Pemda dan semua lapisan warga Mimika atas partisipasi berbagai kasih kemanusiaannya," ungkap Lucky Mahakena.Lucky menjelaskan bahwa alasan utama dilaksanakannya bakti sosial ini adalah tingginya kebutuhan darah di rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta, yang seringkali tidak sebanding dengan frekuensi pendonor. Kegiatan baksos donor darah ini diselenggarakan oleh FKDM bekerja sama dengan RSUD Mimika, dengan mengusung tema "Setitik Darah, Sejuta Harapan".  Penulis: Jid Editor: GF 22 Nov 2025, 13:34 WIT
Polda Jatim Kirimkan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Terdampak Erupsi Semeru Papuanewsonline.com, Surabaya - Polda Jawa Timur memberangkatkan bantuan kemanusiaan untuk para pengungsi dampak erupsi dan Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru.Pelepasan bantuan dipimpin langsung Wakapolda Jatim Brigjen Pol Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H., bersama Pejabat Utama Polda Jatim di depan Gedung Tribrata Mapolda Jatim, Jumat (21/11/2025).Dalam sambutannya, Wakapolda Jatim menyampaikan bahwa status Gunung Semeru berada pada Level IV atau Awas. Meski tidak ada korban jiwa, namun tercatat Tiga warga mengalami luka bakar berat dan 17 lainnya luka ringan. Seluruh korban saat ini tengah mendapatkan perawatan medis.Wakapolda Jatim menegaskan bahwa distribusi bantuan diarahkan ke dua titik utama pengungsian di Kecamatan Pronojiwo, yakni Posko SD 04 Supiturang dan Posko SMP 2 Pronojiwo.Berdasarkan laporan terbaru, Posko SD 04 Supiturang menampung sekitar 214 jiwa dengan kelompok rentan yang cukup besar, yakni 30 balita, satu bayi, tiga ibu menyusui, dua ibu hamil, 16 lansia, dan tiga penyandang disabilitas. Sementara itu, Posko SMP 2 Pronojiwo dihuni oleh lansia dalam jumlah tinggi, yakni 88 orang, serta 49 anak-anak dan balita.“Melihat demografi para pengungsi, terutama banyaknya balita dan lansia, bantuan yang kita berangkatkan hari ini adalah langkah tanggap darurat yang tepat sasaran,” ujar Wakapolda Jatim.Distribusi bantuan yang dikirimkan oleh Polda Jatim di antaranya kebutuhan balita seperti susu, popok, kasur bayi, dan pakaian anak. Bantuan ini diprioritaskan untuk Posko SD 04 Supiturang.Selain itu 450 selimut untuk kebutuhan para lansia di kedua posko, terutama 88 lansia di SMP 2 Pronojiwo dan 300 paket makanan ringan untuk anak-anak dan remaja di lokasi pengungsian.Wakapolda Jatim menekankan pentingnya pendekatan humanis selama pendistribusian. Lebih lanjut, Brigjen Pol Pasma Royce meminta seluruh personel menjaga koordinasi dengan posko setempat agar bantuan tepat sasaran serta memastikan keselamatan diri dan tim selama berada di daerah bencana.“Ingat, yang kita hadapi adalah warga yang sedang trauma. Laksanakan tugas dengan humanis dan penuh empati,” tegasnya.Mengakhiri amanatnya, Brigjen Pasma Royce secara resmi melepas rombongan bantuan kemanusiaan Polda Jatim Peduli sambil berharap kondisi para warga terdampak di Lumajang segera pulih.“Semoga Allah SWT melindungi kita semua dan segera memulihkan saudara-saudara kita di Lumajang,” pungkasnya. PNO-12 22 Nov 2025, 07:27 WIT
Kapolda Maluku Jenguk Korban Penganiayaan di RS Bhayangkara Papuanewsonline.com, Ambon - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku, Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., menjenguk korban penganiayaan di kawasan Lorong Putri, Desa Batu Merah, Ambon, yang saat ini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Maluku, Tantui, Ambon.Kunjungan Kapolda pada Kamis sore tersebut merupakan bentuk perhatian dan komitmen Polri dalam memastikan penanganan korban serta proses hukum berjalan secara profesional dan transparan.Dalam kunjungannya, Kapolda Maluku didampingi Kepala Biro SDM Polda Maluku, Direktur Intelkam, Direktur Samapta, serta Kabid Humas Polda Maluku. Mereka diterima langsung oleh paman korban, Husen Rumain, di Ruang Merpati Gedung Mutiara RS Bhayangkara.Di hadapan keluarga besar korban, Irjen Pol Dadang Hartanto menegaskan bahwa Polda Maluku berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus pembacokan tersebut. Ia meminta keluarga dan masyarakat menahan diri serta tidak melakukan aksi balasan yang dapat memicu konflik baru.“Kami memahami duka dan kemarahan keluarga. Namun kami mengimbau agar tidak melakukan tindakan apa pun yang dapat memperkeruh keadaan. Serahkan sepenuhnya proses penyelidikan dan penegakan hukum kepada Kepolisian,” tegas Kapolda.Kapolda Maluku juga mengirim pesan tegas kepada para pelaku yang masih berkeliaran. Ia meminta mereka segera menyerahkan diri secara baik-baik sebelum diambil tindakan tegas sesuai prosedur hukum yang berlaku.“Kami berharap para pelaku memiliki itikad baik dan menyerahkan diri. Polri akan bertindak profesional dalam menangani perkara ini,” ujarnya.Dalam kesempatan itu, Kapolda juga meminta tim medis RS Bhayangkara untuk terus memantau kondisi korban dengan maksimal. Ia menekankan pentingnya pelayanan medis yang cepat, tepat, dan humanis bagi korban serta keluarganya.“Tolong diawasi dengan ketat. Berikan pelayanan terbaik dan informasikan setiap perkembangan kepada keluarga,” pinta Kapolda kepada tenaga medis.Sementara itu, pihak keluarga melalui paman korban, Husen Rumain, menyampaikan harapan besar agar Kepolisian segera menangkap para pelaku dan menuntaskan kasus ini. Mereka juga meminta agar hukum ditegakkan seadil-adilnya.“Kami berharap pelaku segera ditangkap dan dihukum setimpal. Kami serahkan prosesnya kepada Kepolisian,” ujar Husen Rumain.Polda Maluku menegaskan bahwa kasus ini ditangani serius dan menjadi perhatian penuh pimpinan. Kepolisian juga memastikan bahwa situasi keamanan di sekitar lokasi kejadian dan wilayah Ambon tetap terkendali. PNO-12 20 Nov 2025, 20:36 WIT
Gubernur Papua Resmikan Program KARTU JALAN Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Lansia Papuanewsonline.com, Jayapura — Gubernur Papua MDF resmi meluncurkan program “kartu jalan” (Jaminan Lanjut Usia) sebagai langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan lansia di Papua. Peluncuran program ini menjadi momen penting sekaligus bentuk pemenuhan janji kampanye yang telah disampaikan Gubernur MDF kepada masyarakat.Program KARTU JALAN dirancang sebagai jaminan sosial bagi para orang tua Papua agar mereka dapat menikmati masa tua dengan lebih layak dan terjamin. Pemerintah menilai perlindungan terhadap kelompok lansia merupakan salah satu prioritas utama dalam pembangunan kesejahteraan sosial.Dalam pertemuan bersama Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI, Gubernur MDF membahas berbagai aspek teknis terkait implementasi KARTU JALAN. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan bahwa program ini dapat dijalankan secara efektif dan tepat sasaran.Gubernur MDF menyampaikan komitmennya untuk terus memperhatikan kesejahteraan para lansia sebagai bagian penting dari masyarakat Papua. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan bekerja serius agar semua tahapan program berjalan sesuai rencana dan mampu memberikan dampak langsung bagi penerima manfaat.Program ini diharapkan tidak hanya menjadi bantuan finansial, tetapi juga menjadi dukungan moral bagi para lansia yang selama ini masih membutuhkan perhatian lebih. Pemerintah berupaya memastikan bahwa mereka dapat merasakan manfaat layanan sosial secara merata di seluruh wilayah.Dengan kehadiran KARTU JALAN, pemerintah Papua berupaya memperluas cakupan perlindungan sosial sehingga para orang tua Papua dapat menjalani kehidupan yang lebih produktif, sehat, dan sejahtera. Program ini juga diharapkan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.Peluncuran ini menandai langkah baru dalam agenda pembangunan sosial Papua. Pemerintah berkomitmen untuk terus memperbaiki dan memperluas pelayanan bagi kelompok rentan demi mewujudkan kesejahteraan yang inklusif dan berkelanjutan.Melalui program tersebut, Gubernur MDF berharap seluruh lansia dapat merasakan perhatian nyata dari pemerintah dan menikmati hak-hak dasar mereka secara penuh. Program KARTU JALAN menjadi wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya untuk para orang tua yang telah berkontribusi besar bagi Papua. Penulis: Hendrik Editor: GF 19 Nov 2025, 21:33 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT