Papuanewsonline.com
BERITA TAG Kesehatan
Homepage
Presiden Prabowo Percepat Pemerataan Layanan Kesehatan Nasional
Papuanewsonline.com, Jakarta –
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menunjukkan komitmen kuat dalam
melakukan lompatan besar di sektor kesehatan nasional melalui berbagai program
unggulan. Mulai dari pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara masif
di sekolah-sekolah, hingga pembangunan rumah sakit baru di daerah terpencil,
kebijakan ini merupakan bagian dari strategi besar pemerataan layanan kesehatan
di seluruh pelosok Nusantara. Dalam konferensi pers di Kompleks
Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (5/8/2025), Menteri Kesehatan Budi Gunadi
Sadikin mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo sangat antusias dengan progres
program CKG yang telah menjangkau lebih dari 17 juta masyarakat Indonesia.
Menurut Menkes, CKG merupakan bentuk konkret perhatian negara terhadap
pencegahan penyakit sejak dini, khususnya bagi pelajar dan masyarakat rentan. "Program ini bukan sekadar
pemeriksaan biasa, tetapi mencakup skrining penyakit tidak menular, imunisasi,
hingga edukasi pola hidup sehat. Presiden ingin rakyat sehat bukan karena
pengobatan, tapi karena pencegahan," jelas Budi. Tak hanya fokus pada preventif,
pemerintah juga melakukan transformasi masif dalam aspek kuratif dan
rehabilitatif melalui pembangunan 32 rumah sakit di berbagai kabupaten/kota
yang selama ini minim fasilitas kesehatan. Dari jumlah itu, 22 rumah sakit telah
memulai proses pembangunan melalui seremoni peletakan batu pertama. Sisanya
dijadwalkan rampung pada semester kedua tahun ini. Budi menjelaskan, pembangunan
rumah sakit tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga mencakup
peningkatan kualitas layanan dengan mendatangkan alat kesehatan modern serta
penguatan SDM kesehatan. Presiden Prabowo disebut secara khusus menekankan
pentingnya sinergi antara pembangunan infrastruktur dengan kesiapan tenaga
medis. "Presiden ingin rumah sakit
yang dibangun bukan hanya berdiri megah, tapi juga lengkap dengan dokter-dokter
andal, perawat profesional, dan fasilitas modern yang siap melayani masyarakat
24 jam," tambah Menkes. Dalam waktu dekat, Presiden
Prabowo juga dijadwalkan meresmikan tiga rumah sakit besar sebagai simbol
keseriusan pemerintah dalam transformasi sistem layanan kesehatan. Ketiganya
berada di Jayapura, Jakarta, dan Solo, dan ditargetkan menjadi pusat rujukan
regional yang mampu menangani kasus-kasus medis kompleks.
Langkah-langkah progresif ini,
menurut Kementerian Kesehatan, merupakan bagian dari cetak biru Grand Design
Layanan Kesehatan Nasional 2025–2030 yang ditujukan untuk menciptakan
sistem kesehatan yang adil, merata, dan berkualitas tinggi di seluruh
Indonesia. (GF)
06 Agu 2025, 12:46 WIT
Dari Pantai Timur Papua, Dua Srikandi Polri Hadir Membawa Harapan
Papuanewsonline.com, Sarmi - Di Kampung Ansudu, Distrik Pantai Timur, Kabupaten Sarmi, dua sosok Srikandi Polri hadir membawa harapan dan senyuman. Mereka adalah IPDA dr. Chintya Widodo dan BRIPKA Ita Sombo Allo, dua personel wanita tangguh dari Satgas Operasi Damai Cartenz.Mereka disambut hangat oleh warga terutama anak-anak yang berlarian penuh ceria pada Senin (4/8/2025). Bukan tanpa alasan, kehadiran kedua polwan ini menjadi bagian dari kegiatan pengobatan gratis bagi lansia dan kegiatan humanis untuk anak-anak yang digelar Satgas Ops Damai Cartenz.Dengan ramah, dr. Chintya memeriksa kesehatan para lansia, memberikan penjelasan, dan menyapa satu per satu warga yang datang dengan harapan akan kesembuhan. Sementara itu, Bripka. Ita berbaur dengan anak-anak, membagikan bingkisan, mendongeng, dan bermain sambil menyelipkan pesan moral sederhana bahwa polisi bukan untuk ditakuti, tapi untuk dipercaya.Kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa di balik seragam dan kewenangan, terdapat hati yang peduli dan tangan yang sigap membantu.Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., yang didampingi Wakaops Damai Cartenz Kombes Pol. Adarma Sinaga., S.I.K., M.Hum., menyampaikan apresiasi atas peran aktif para Srikandi Polri di lapangan."Mereka tidak hanya ikut serta dalam melakukan penegakan hukum terhadap KKB, tetapi juga ikut andil dalam pelayanan sosial dan kemanusiaan. Ini menunjukkan bahwa operasi Damai Cartenz tidak hanya bersifat represif, tapi juga menyentuh sisi kemanusiaan,” ujar Brigjen Faizal.Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menambahkan bahwa peran polwan dalam operasi Damai Cartenz ini memiliki makna khusus, terutama dalam membangun kedekatan emosional dengan masyarakat.“Polwan hadir sebagai jembatan kepercayaan antara institusi Polri dan masyarakat, terutama anak-anak dan kaum perempuan. Kegiatan seperti ini adalah bukti bahwa pendekatan humanis sangat penting dalam menjaga keamanan dan kedamaian di Papua,” ungkapnya.Di tengah kegiatan tersebut, IPDA dr. Chintya dan BRIPKA Ita terus melayani tanpa lelah. Senyum mereka menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak selalu harus di garis depan medan konflik kadang, pengabdian paling berarti justru hadir lewat tangan yang menyentuh dan hati yang mendengar. PNO-12
06 Agu 2025, 11:16 WIT
Kemenko Polkam Kawal Langsung Makan Bergizi untuk Anak Papua
Papuanewsonline.com, Jayapura –
Pemerintah pusat tak tinggal diam dalam memastikan program prioritas nasional
berjalan efektif hingga ke pelosok negeri. Di bawah sorotan tajam dan penuh
komitmen, Tim Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan
(Kemenko Polkam) turun langsung memantau pelaksanaan Program Makan Bergizi
Gratis (MBG) dan pengembangan Koperasi Desa Merah Putih di wilayah Holtekamp,
Jayapura, Selasa (5/8/2025). Rombongan dipimpin langsung oleh Deputi
Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri, Mayjen TNI Heri Wiranto, sebagai
representasi instruksi strategis dari Menko Polkam Jenderal Pol (Purn) Budi
Gunawan, untuk memastikan bahwa visi besar Presiden Prabowo Subianto
benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke akar rumput. “Kami diutus untuk mengawal
langsung pelaksanaan program prioritas Presiden, khususnya MBG dan Sekolah
Rakyat. Ini bagian dari komitmen pemerintah dalam menjamin kesejahteraan rakyat
dari Sabang sampai Merauke,” tegas Mayjen Heri di sela-sela kunjungan. Salah satu titik yang dikunjungi
adalah SDN Holtekamp, tempat di mana anak-anak sekolah menikmati manfaat dari Program
Makan Bergizi Gratis. Program ini tidak hanya soal makanan, tetapi menyentuh
aspek kesehatan, pendidikan, hingga pembentukan karakter anak bangsa. Tim Kemenko Polkam terlihat
berinteraksi langsung dengan murid, guru, serta para pengelola dapur MBG. Heri
Wiranto menyebutkan bahwa keberhasilan program ini menjadi tolok ukur
perwujudan negara hadir di tengah rakyat. Setelah dari sekolah, rombongan
bergeser ke Koperasi Desa Merah Putih Holtekamp – pusat ekonomi kerakyatan yang
kini berkembang pesat dan jadi andalan masyarakat setempat. “Kami menyaksikan langsung
koperasi dengan unit-unit usaha lengkap, dari sembako hingga apotek. Ini luar
biasa. Ini bukti nyata masyarakat Papua mampu mandiri dan produktif,” puji Heri
Wiranto dengan nada kagum. Koperasi ini telah memiliki sekitar
500 anggota aktif, dan terus menunjukkan geliat pertumbuhan. Heri berharap
koperasi semacam ini tidak hanya berkembang secara bisnis, tetapi juga menjadi katalisator
kesejahteraan dan ruang kolaborasi sosial-ekonomi masyarakat lokal. Kunjungan ini juga menjadi bagian
dari misi strategis Kemenko Polkam dalam pengawasan Pemungutan Suara Ulang
(PSU) di Papua. Namun lebih dari itu, keberadaan program MBG dan koperasi
rakyat menegaskan bahwa Papua tak hanya dilihat dari sisi politik dan keamanan,
tapi juga sebagai pusat pembangunan sumber daya manusia dan ekonomi berbasis
kerakyatan. Dengan hadirnya negara secara
langsung di tengah masyarakat, mimpi tentang Papua yang adil, makmur, dan
berdaulat bukan lagi sekadar harapan – tapi sedang berjalan nyata di tanah
Holtekamp. (GF)
05 Agu 2025, 22:50 WIT
Sentuhan Kasih Pj Gubernur Papua untuk Anak-anak Panti Asuhan
Papuanewsonline.com, Biak Numfor
– Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Kabupaten Biak Numfor, Penjabat (Pj)
Gubernur Papua, Agus Fatoni, bersama Pj. Ketua TP PKK Papua, Tyas A. Fatoni,
menyempatkan waktu untuk berbagi kasih di Panti Asuhan Curahan Kasih, Biak
Kota, Sabtu (2/8/25). Tak hanya datang membawa bantuan, kehadiran mereka juga
memberi semangat dan harapan baru bagi anak-anak panti. "Siang ini kami menyalurkan
bantuan untuk Panti Asuhan Curahan Kasih. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi
anak-anak," ujar Agus Fatoni saat menyerahkan bantuan secara langsung. Bantuan yang disalurkan mencakup sembako,
perlengkapan mandi, alat tulis, buku bacaan anak-anak, vitamin A, tablet tambah
darah untuk remaja putri, susu, serta makanan ringan sehat. Tak hanya itu, kasur
dan kelambu juga diberikan untuk menunjang kenyamanan istirahat anak-anak di
panti. Agus Fatoni menambahkan bahwa
bantuan ini merupakan hasil kerja sama antara PKK Papua dan Dharma Wanita
Provinsi Papua sebagai wujud kepedulian sosial terhadap masa depan generasi
muda. "Ini ada sejumlah bantuan,
ada dari PKK dan Dharma Wanita," jelasnya. Panti Asuhan Curahan Kasih
sendiri saat ini menampung 36 anak, mulai dari bayi hingga usia remaja.
Pengurus panti mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta
kepedulian yang diberikan langsung oleh Pj. Gubernur dan jajaran. Dalam kesempatan itu, Agus Fatoni
juga memberikan motivasi kepada anak-anak panti agar tak pernah menyerah
terhadap keadaan dan selalu optimistis meraih cita-cita. “Sukses itu milik semua orang,
dan yang paling penting adalah rajin belajar, menjaga kedisiplinan, dan
kejujuran. Jangan pernah merasa kecil karena latar belakang. Masa depan kalian
sangat besar,” pesan Fatoni penuh semangat. Kunjungan ini menjadi bukti nyata
bahwa perhatian pemerintah bukan hanya pada pembangunan fisik, tapi juga pada
pembangunan karakter dan masa depan generasi Papua yang berdaya. (jidan)
03 Agu 2025, 17:29 WIT
Satgas Ops Damai Cartenz Laksanakan Home Visit Untuk Lansia di Sarmi
Papuanewsonline.com, Sarmi – Satgas Ops Damai Cartenz melaksanakan kegiatan pengobatan home visit atau kunjungan langsung ke rumah warga lanjut usia (lansia) di Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, pada Rabu (30/7/2025). Kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan kemanusiaan Polri kepada masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus di wilayah pedalaman Papua.Kegiatan dipimpin oleh IPDA Syahri Mahyudin, S.H. dari Satgas Humas Ops Damai Cartenz, bersama IPDA dr. Chintya Widodo dari Subsatgas Kesehatan Satgas Banops Damai Cartenz.Dalam kunjungan tersebut, tim medis mendatangi rumah dua pasien lansia untuk memberikan pemeriksaan dan pengobatan langsung di tempat. Adapun pasien yang dikunjungi adalah:- Ibu Anaci Wanewar (85 tahun), warga Kampung Sarmo, Distrik Sarmi Kota, Kabupaten Sarmi.- Ibu Salomina Senere (72 tahun), warga Kampung Tafarewar, Distrik Sarmi Kota, Kabupaten Sarmi.Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., didampingi Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan home visit ini merupakan salah satu wujud nyata kehadiran Polri yang membawa dampak positif di tengah-tengah masyarakat Papua.“Kami tidak hanya hadir dalam tugas keamanan, tetapi juga dalam pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini adalah bukti bahwa Polri melalui Satgas Damai Cartenz benar-benar peduli dan hadir untuk semua kalangan, termasuk para lansia,” ujar Brigjen Pol. Faizal.Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., turut menegaskan bahwa misi kemanusiaan merupakan bagian penting dari pendekatan Polri di wilayah operasi Damai Cartenz, selain tugas utama penegakan hukum.“Polri melalui Satgas Ops Damai Cartenz hadir di Papua bukan hanya untuk melakukan penegakan hukum terhadap KKB, tapi juga menjalankan pelayanan kemanusiaan seperti ini. Inilah bentuk pendekatan yang humanis agar masyarakat merasa benar-benar dilindungi dan dilayani,” jelas Kombes Pol. Yusuf.Kegiatan home visit berlangsung lancar dan mendapat sambutan positif dari keluarga pasien serta masyarakat sekitar. Satgas Ops Damai Cartenz berkomitmen untuk terus menjalankan kegiatan serupa sebagai bagian dari pendekatan kemanusiaan di wilayah Papua. PNO-12
02 Agu 2025, 17:27 WIT
Karantina Hewan Timika Pastikan 3.000 Anak Ayam dari Jayapura Bebas Penyakit
Papuanewsonline.com, Timika –
Dalam rangka menjaga ketahanan sektor peternakan dan keamanan hayati wilayah
Papua Tengah, Karantina Hewan Papua Tengah melakukan tindakan pengawasan ketat
terhadap 3.000 ekor Day Old Chick (DOC) jenis layer yang baru
didatangkan dari Jayapura. Proses pemeriksaan dilakukan oleh Pos Pelayanan
(Pospel) Karantina Hewan di Bandar Udara Mozes Kilangin, Timika, pada Kamis
(1/8/2025). Pemeriksaan meliputi pengamatan
fisik secara menyeluruh terhadap kondisi DOC dan verifikasi dokumen resmi dari
daerah asal, termasuk sertifikat kesehatan hewan (KH-14) yang menjadi syarat
utama dalam prosedur lalu lintas hewan antarwilayah. “Pemeriksaan ini merupakan garis
pertahanan pertama untuk mencegah penyebaran penyakit unggas yang berpotensi
merugikan, seperti Avian Influenza dan Newcastle Disease,” jelas Hermanto,
Pejabat Karantina Hewan yang bertugas di lokasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan,
seluruh DOC dalam kondisi sehat dan tidak ditemukan gejala klinis maupun
kematian selama proses pengangkutan. Temuan ini memperkuat keyakinan bahwa
sistem pengawasan lalu lintas hewan yang dilakukan Karantina Papua Tengah
berjalan efektif. Langkah ini merupakan bentuk
nyata dari komitmen Karantina Papua Tengah dalam menjaga zona bebas penyakit
hewan strategis, sekaligus menjamin keamanan produk peternakan yang akan
didistribusikan ke berbagai sentra konsumsi dan produksi di Mimika. Fokus Antisipasi Penyakit
Strategis DOC yang masuk ke wilayah Papua
Tengah terutama Timika, biasanya diperuntukkan bagi sektor peternakan kecil
hingga menengah. Jika tidak diawasi secara ketat, unggas yang membawa bibit
penyakit bisa menjadi sumber penyebaran cepat yang berdampak fatal terhadap
populasi lokal, bahkan hingga manusia. “Papua secara geografis memiliki
kerentanan tersendiri. Oleh karena itu, pengawasan hewan masuk ke wilayah ini
harus betul-betul ketat. Mencegah lebih baik daripada mengobati,” tambah
Hermanto. Masyarakat Diminta Waspada dan
Taat Aturan Karantina Dalam kesempatan yang sama,
Hermanto mengimbau masyarakat untuk melaporkan setiap rencana pengiriman atau
penerimaan hewan, ikan, tumbuhan, serta produk turunannya kepada petugas
Karantina. “Kepatuhan masyarakat sangat
penting. Kami siap melayani, mendampingi, dan memberikan edukasi, namun setiap
lalulintas wajib dilaporkan agar bisa dipastikan bebas dari risiko penyebaran
penyakit,” tegasnya. Karantina Papua Tengah juga terus
menggalakkan edukasi kepada peternak, pelaku usaha, dan masyarakat umum
mengenai pentingnya biosekuriti dan prosedur karantina sebagai bagian dari
upaya kolektif menjaga kesehatan ternak dan pangan hewani. (Jidan)
02 Agu 2025, 02:41 WIT
Karantina Papua Tengah Fokuskan Pemantauan Penyakit Sapi di Mimika
Papuanewsonline.com, Timika –
Dalam upaya memperkuat ketahanan peternakan dan menjaga kesehatan hewan di
wilayah Papua Tengah, Karantina Papua Tengah menggelar rapat persiapan
pemantauan Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) untuk Tahun Anggaran 2025.
Rapat ini berlangsung di ruang rapat Karantina Papua Tengah, Jumat (1/8/2025),
dipimpin langsung oleh Ketua Tim Pemantauan, drh. Ardhiana Nur Suryani, dan
diikuti secara hybrid oleh para pejabat karantina dari berbagai wilayah. Fokus utama pemantauan tahun ini
adalah Kabupaten Mimika, dengan sasaran pengujian penyakit Bovine Viral
Diarrhea (BVD) pada populasi sapi—penyakit menular yang berpotensi
mengganggu produktivitas dan ekonomi peternakan. “Persiapan yang matang sangat
diperlukan agar kegiatan pemantauan berjalan optimal dan menghasilkan data
akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan,” ujar drh. Ardhiana. Rapat ini membahas teknis
pelaksanaan di lapangan, mulai dari metode pengambilan sampel, distribusi
logistik, hingga strategi komunikasi risiko kepada masyarakat peternak. Pemantauan HPHK ini penting tidak
hanya untuk deteksi dini dan pencegahan, tapi juga sebagai landasan ilmiah bagi
kebijakan lalu lintas hewan dan media pembawa penyakit, termasuk penyusunan
kebijakan tindakan karantina berdasarkan risiko penyakit. “Kabupaten Mimika dipilih karena
memiliki populasi sapi yang cukup besar. Data yang dihasilkan akan menjadi
kunci pengambilan keputusan strategis di sektor peternakan,” lanjut Ardhiana. Kegiatan ini merupakan bagian
dari komitmen Karantina Papua Tengah untuk memperkuat sistem biosekuriti dan
memastikan wilayah tetap aman dari ancaman penyakit hewan berbahaya. Dengan
langkah antisipatif ini, sektor peternakan di Papua Tengah diharapkan tumbuh
lebih sehat, tangguh, dan berkelanjutan. (Jidan)
02 Agu 2025, 02:36 WIT
Pj Gubernur Tinjau Dapur MBG di Yapen: Ciptakan Generasi Sehat Lewat Makanan Bergizi Gratis
Papuanewsonline.com, Serui –
Penjabat Gubernur Papua, Agus Fatoni, meninjau langsung pelaksanaan program
Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepulauan Yapen, Kamis (31/7/2025).
Program ini dijalankan melalui tiga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi
(SPPG) yang telah beroperasi sejak Februari 2025, dan hingga kini telah
menyuplai makanan sehat kepada lebih dari 3.955 pelajar di delapan sekolah di
Serui. Kunjungan ini memperlihatkan
komitmen pemerintah provinsi dalam mendukung kualitas pendidikan dan kesehatan
anak-anak Papua melalui penyediaan makanan sehat setiap pagi. Didampingi Bupati
Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy, Agus Fatoni meninjau langsung fasilitas
dapur, proses produksi makanan, hingga sistem distribusinya. “Ini sangat membantu pemenuhan
gizi anak-anak kita, sekaligus membangun generasi masa depan Papua yang sehat
dan cerdas,” ujar Fatoni usai meninjau dapur MBG. Fasilitas dapur MBG dilengkapi
dengan sarana lengkap, termasuk ruang produksi, ruang konsultasi gizi, ruang
pemeriksaan makanan, dan ruang pengemasan yang dirancang dengan prinsip
kebersihan dan higienitas tinggi. Fatoni juga memuji tata kelola
dapur MBG yang telah mampu mendistribusikan makanan kepada ribuan anak sekolah
antara pukul 06.00 hingga 09.00 WIT setiap harinya. Menurutnya, inisiatif ini
dapat dijadikan model bagi kabupaten lain di Papua untuk mereplikasi program
serupa, mengingat dampaknya yang langsung dirasakan oleh pelajar dan keluarga
mereka. “Sudah bagus. Mulai dari proses
kedatangan bahan, pengolahan hingga pendistribusian sangat tertata dan bersih.
Ini harus dijaga dan dikembangkan,” tambah Fatoni. Diharapkan dengan keberlanjutan
program MBG, anak-anak Papua dapat tumbuh dengan status gizi yang lebih baik,
prestasi akademik meningkat, dan angka ketidakhadiran sekolah menurun drastis. (Jidan)
02 Agu 2025, 01:48 WIT
PJ Gubernur Papua Kunjungi Puskesmas Kosiwo, Salurkan Susu dan Vitamin untuk Anak-anak
Papuanewsonline.com, Serui –
Penjabat Gubernur Papua, Agus Fatoni, bersama Penjabat Ketua TP PKK, Tyas A.
Fatoni, melakukan kunjungan kerja penuh makna ke Puskesmas Kosiwo, Distrik
Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen, pada Kamis (31/7/2025). Dalam lawatannya ke
daerah terpencil tersebut, Fatoni membawa harapan dan bantuan langsung berupa 44.000
kelambu, 1.000 susu dan nutrisi anak, serta vitamin A dan B untuk balita, ibu
hamil, dan remaja putri. “Semoga ini bermanfaat dan
membuat kita semua makin sehat. Dengan tubuh yang sehat, kita bisa jadi SDM
Papua yang unggul, cerdas, dan berkarakter,” ujar Fatoni dalam sambutannya. Kunjungan ini menjadi simbol
komitmen nyata Pemerintah Provinsi Papua dalam memperluas akses kesehatan
hingga ke pelosok dan membangun fondasi kesehatan yang kokoh demi generasi masa
depan Papua. Fatoni juga menekankan pentingnya
menjaga stabilitas dan keamanan wilayah sebagai syarat utama pembangunan. “Kondisi kondusif harus terus
kita jaga. Kalau aman, pembangunan lancar, ekonomi bergerak, dan Papua semakin
sejahtera,” imbuhnya. Turut hadir dalam kunjungan
tersebut, Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy, yang mengapresiasi perhatian
Pemprov Papua terhadap kesehatan masyarakat di wilayahnya. “Kami punya 17 distrik dan setiap
distrik memiliki Puskesmas. Kehadiran bapak gubernur sangat memotivasi dan
menunjukkan bahwa Kosiwo juga penting bagi pembangunan Papua,” ucap Benyamin. Kunjungan ke Puskesmas Kosiwo ini
bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari langkah nyata dan terukur dalam
memperkuat pelayanan kesehatan primer di Papua—khususnya daerah kepulauan dan
terluar—guna memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal dari layanan
dasar, terutama anak-anak dan ibu hamil. (Jidan)
02 Agu 2025, 01:40 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru