Papuanewsonline.com
BERITA TAG Kesehatan
Homepage
Pasar Lama Dekai Dilalap Api: Belasan Kios Hangus, Warga Yahukimo Berjuang Padamkan Kobaran
Papuanewsonline.com, Yahukimo – Kepulan
asap hitam membumbung tinggi dari kawasan Pasar Lama Dekai, Kabupaten Yahukimo,
Papua Pegunungan, pagi tadi. Api yang diduga berasal dari salah satu kios di
sisi utara pasar dengan cepat menjalar ke bangunan di sekitarnya dan melalap
habis belasan kios yang sebagian besar terbuat dari bahan kayu ringan. Kebakaran terjadi sekitar pukul
07.00 WIT, saat aktivitas pasar mulai ramai. Para pedagang dan warga panik
berhamburan mencoba menyelamatkan barang dagangan masing-masing. Suara jeritan,
bentakan, dan permohonan bantuan bercampur dengan panasnya kobaran api yang
terus membesar. “Api sangat cepat membesar, kami
hanya bisa menyelamatkan sebagian barang,” tutur Jhones Asso, warga yang berada
di lokasi kejadian dan ikut membantu memadamkan api dengan alat seadanya. Minimnya sarana pemadam kebakaran
membuat upaya pemadaman berlangsung dramatis. Warga bahu-membahu menggunakan ember,
selang rumah, dan karung basah untuk mencegah api menjalar lebih luas. Namun,
kondisi pasar yang padat dan banyak material mudah terbakar membuat api sulit
dikendalikan. Hingga api berhasil dipadamkan
sekitar dua jam kemudian, belasan kios sudah rata dengan tanah. Sejumlah
pedagang terlihat menangis menyaksikan kios dan barang dagangan mereka berubah
menjadi abu. Petugas kepolisian dari Polres
Yahukimo langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara
(TKP). Dugaan sementara, penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik
atau puntung rokok yang dibuang sembarangan. “Masih dalam penyelidikan. Tim
sedang memeriksa sumber api dan mengumpulkan keterangan dari para saksi,” ujar
salah satu petugas kepolisian di lokasi kejadian. Kerugian material akibat
kebakaran ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Tidak ada laporan
korban jiwa, namun beberapa warga mengalami luka ringan saat berusaha
menyelamatkan barang dagangan. Peristiwa ini kembali menyoroti
lemahnya kesiapan infrastruktur penanggulangan bencana di wilayah pedalaman
Papua. Masyarakat menilai tidak tersedianya unit pemadam kebakaran menjadi
faktor utama yang memperparah kebakaran di Pasar Lama Dekai. “Kalau ada mobil pemadam, mungkin
tidak separah ini. Setiap tahun selalu ada kebakaran, tapi belum ada tindakan
nyata dari pemerintah,” kata Yuliana Lokbere, salah satu pedagang yang kiosnya
ikut terbakar. Warga berharap agar Pemerintah
Kabupaten Yahukimo segera menyiapkan fasilitas pemadam kebakaran dan sistem
keamanan pasar yang lebih baik. Selain itu, mereka juga meminta adanya bantuan
darurat bagi pedagang yang kehilangan sumber penghidupan. Hingga berita ini diturunkan,
belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Daerah Yahukimo. Namun,
sejumlah aparat terlihat masih berjaga di lokasi untuk mengamankan area dan
menghindari potensi kebakaran susulan. Penulis: Hendrik Editor: GF
13 Okt 2025, 13:40 WIT
Pemda Nabire Bergerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir
Papuanewsonline.com, Nabire — Curah
hujan tinggi yang mengguyur wilayah Nabire Barat sejak Rabu (8/10) hingga Kamis
(9/10) menyebabkan Kali Wanggar meluap, menggenangi pemukiman penduduk dan
merusak sejumlah fasilitas umum serta lahan pertanian warga. Pemerintah Daerah
Kabupaten Nabire langsung turun tangan dengan menyalurkan bantuan darurat bagi
masyarakat terdampak banjir. Bantuan tersebut dipimpin
langsung oleh Wakil Bupati Nabire, H. Burhanuddin Pawennari, yang bersama tim
tanggap darurat meninjau lokasi banjir sekaligus menyerahkan bantuan logistik
kepada warga di beberapa kampung yang paling parah terdampak. “Kami datang langsung ke lokasi
untuk memastikan warga yang terdampak mendapat bantuan dan perhatian. Ini
adalah bentuk tanggung jawab dan kepedulian pemerintah daerah terhadap
masyarakatnya,” ujar Wabup Burhanuddin di sela kegiatan penyaluran bantuan, Minggu
(12/10/2025). Dari pantauan di lapangan,
genangan air merendam ratusan rumah di Kampung Wanggar, Karadiri, dan Topo.
Sejumlah warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi setelah air terus
naik hingga setinggi lutut orang dewasa. Tim gabungan dari BPBD Nabire, TNI-Polri,
dan relawan masyarakat dikerahkan untuk membantu proses evakuasi dan distribusi
bantuan. Adapun bantuan yang disalurkan meliputi beras, air mineral, pakaian
layak pakai, makanan siap saji, serta perlengkapan bayi dan kebutuhan dasar
lainnya. “Kami berupaya memastikan agar
semua warga yang terdampak bisa menerima bantuan dengan cepat. Tidak boleh ada
yang terlewat,” tegas Burhanuddin. Selain memberikan bantuan
darurat, Pemda Nabire juga menginstruksikan dinas teknis terkait untuk
melakukan pemetaan wilayah rawan dan membersihkan saluran air yang tersumbat
agar banjir tidak kembali terjadi. “Kami telah menugaskan BPBD dan
Dinas PUPR untuk segera melakukan normalisasi Kali Wanggar dan perbaikan
tanggul sementara. Kita tidak ingin kejadian ini berulang,” jelas Wabup. Burhanuddin juga meminta
masyarakat untuk tetap waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih
dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. “Kami mengimbau warga agar tidak
tinggal terlalu dekat dengan bantaran kali dan segera melapor ke aparat kampung
jika situasi memburuk. Keselamatan warga adalah prioritas utama,” tambahnya. Sejumlah warga menyampaikan
terima kasih kepada Pemda Nabire atas langkah cepat yang diambil. Salah satu
warga Kampung Wanggar, Mama Maria, mengaku lega karena bantuan datang tidak
lama setelah air mulai surut. “Kami senang sekali, pemerintah
cepat datang bantu. Kami kehilangan banyak barang, tapi yang penting anak-anak
aman dan sudah dapat makan,” ujarnya haru. Pemerintah Daerah memastikan
pemantauan kondisi banjir akan terus dilakukan hingga situasi benar-benar
dinyatakan aman. Rencana jangka panjang pun tengah disiapkan untuk memperkuat
sistem drainase dan penataan sungai di wilayah tersebut. “Bencana ini menjadi pengingat
bagi kita semua agar lebih siap menghadapi perubahan iklim dan menjaga
lingkungan sekitar,” tutup Wabup Burhanuddin. Penulis: Hendrik Editor: GF
12 Okt 2025, 13:30 WIT
Pesawat Smart Air Tergelincir di Lanny Jaya: Cuaca dan Kondisi Landasan Diduga Jadi Pemicu
Papuanewsonline.com, Timika —
Misi kemanusiaan yang seharusnya membawa bantuan bahan makanan ke daerah
pegunungan berujung insiden. Sebuah pesawat Smart Air dengan nomor registrasi PK-SNA
dilaporkan tergelincir di Lapangan Terbang Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Papua
Pegunungan, pada Sabtu (11/10/2025) sekitar pukul 09.45 WIT. Pesawat jenis Cessna Caravan C208
itu diketahui berangkat dari Bandara Mozes Kilangin, Mimika, dengan membawa
logistik bahan makanan untuk masyarakat di wilayah terpencil Lanny Jaya —
daerah yang sebagian besar hanya bisa dijangkau melalui jalur udara. Menurut keterangan Kepala Bidang
Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, pesawat yang dipiloti Captain
Irwan dengan Copilot Palma tersebut mengalami kendala saat melakukan pendaratan
di Bandara Tiom. “Benar, pesawat Smart Air PK-SNA
mengalami insiden tergelincir di Lapangan Terbang Tiom. Tidak ada korban jiwa
dalam kejadian ini. Seluruh kru dalam keadaan selamat,” ungkap Kombes Cahyo
saat dikonfirmasi, Sabtu sore. Dari informasi di lapangan,
insiden terjadi sesaat setelah roda pesawat menyentuh landasan. Diduga, kondisi
landasan yang licin akibat hujan deras dan kontur medan yang tidak rata menjadi
faktor utama penyebab tergelincirnya pesawat hingga keluar dari jalur pacu. Petugas lapangan langsung
bergerak cepat mengevakuasi pesawat dari lokasi kejadian. Namun, proses
evakuasi disebut tidak mudah. Badan pesawat tersangkut di area berumput dengan
kemiringan tanah yang cukup curam, sehingga alat berat yang dikerahkan sempat
kesulitan menarik badan pesawat. “Evakuasi agak terhambat karena
di ujung landasan terdapat trap atau perbedaan tinggi tanah yang cukup
signifikan. Jadi saat pesawat ditarik, roda depannya tidak bisa naik,” jelas
salah satu petugas di lokasi. Hingga berita ini diturunkan, pesawat
masih berada di ujung landasan pacu, dan proses evakuasi lanjutan masih
dilakukan dengan dukungan teknisi dari Smart Air serta aparat setempat. Akibat tergelincirnya pesawat
tersebut, aktivitas penerbangan di Lapangan Terbang Tiom sempat ditutup
sementara untuk alasan keselamatan. Pihak otoritas penerbangan setempat kini
tengah memastikan kondisi landasan aman sebelum bandara kembali dibuka. “Kami masih fokus pada upaya
evakuasi pesawat agar operasional bandara dapat segera kembali normal,” ujar
seorang petugas ATC di Tiom. Hingga kini, pihak Smart Air
belum mengeluarkan keterangan resmi terkait penyebab pasti insiden tersebut.
Namun, berdasarkan data awal, pesawat diketahui dalam kondisi laik udara dan
baru menjalani perawatan rutin dua minggu lalu. Meski begitu, insiden ini
menyoroti kembali tantangan berat penerbangan di wilayah pegunungan Papua, di
mana kondisi cuaca ekstrem dan kontur alam yang sulit kerap menjadi hambatan
utama bagi penerbangan perintis. “Wilayah seperti Lanny Jaya,
Yahukimo, dan Nduga memang sangat bergantung pada transportasi udara. Karena
itu, setiap gangguan kecil pun bisa berdampak besar terhadap distribusi
logistik dan kebutuhan masyarakat,” jelas salah satu pejabat Dinas Perhubungan
Papua Pegunungan. Pihak berwenang memastikan akan
melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti
tergelincirnya pesawat dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Penulis: Jid Editor: GF
11 Okt 2025, 21:26 WIT
Sampah Jadi Uang! Pemkab Mimika Resmikan Bank Sampah, Botol Plastik Dibeli Rp3 Ribu/Kilo
Papuanewsonline.com, Mimika –
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika resmi meluncurkan program Bank Sampah di
Distrik Mimika Baru, sebagai bagian dari upaya serius menangani permasalahan
sampah yang kian mengkhawatirkan. Peresmian berlangsung semarak di Lapangan
Jayanti, Kelurahan Sempan, pada Jumat (3/10/25), dengan melibatkan berbagai
elemen masyarakat, perangkat daerah, serta para pegiat lingkungan. Bupati Mimika, Johannes Rettob,
dalam sambutannya menegaskan bahwa masalah sampah di Mimika telah memasuki
tahap darurat. Data mencatat, setiap hari terdapat lebih dari 100 ton sampah
yang dihasilkan dari tiga distrik perkotaan: Mimika Baru, Wania, dan Kuala
Kencana. “Kalau 1 kilo sampah dihargai
Rp1.000 saja, maka potensi perputaran uang bisa mencapai Rp100 juta per hari.
Artinya, sampah ini bukan sekadar masalah, tetapi juga peluang ekonomi besar,”
ujar Bupati. Melalui Bank Sampah, Pemkab
Mimika ingin mengubah paradigma masyarakat bahwa sampah tidak hanya sekadar
limbah yang mengotori lingkungan, melainkan juga sumber penghasilan baru. “Kita harus mulai mengangkat,
mengumpulkan, dan mengolah sampah dengan cara yang benar. Dengan Bank Sampah,
sampah bukan lagi beban, tetapi bisa jadi uang. Inilah yang kita launching hari
ini,” tegas Bupati Johannes. Ia juga memberikan apresiasi
tinggi kepada Kepala Distrik Mimika Baru, Joel Luhukay, atas inisiatif dan
langkah cepat dalam mengawal program ini. Sebagai langkah awal, Bank Sampah
akan membeli berbagai jenis sampah anorganik dengan harga yang bervariasi.
Untuk botol plastik air mineral, harganya ditetapkan Rp3.000 per kilogram,
sementara untuk tutup botol dan jenis plastik lain memiliki harga berbeda. “Saya berharap masyarakat ke
depan tidak lagi membuang sampah sembarangan, tapi justru berburu sampah untuk
dijual ke Bank Sampah. Mulai dari rumah, mari kita pilah sampah organik,
anorganik, dan sampah kayu,” pesan Bupati dengan penuh semangat. Kepala Distrik Mimika Baru, Joel
Luhukay, menjelaskan bahwa program Bank Sampah sejatinya telah dimulai sejak 1
Juli 2025 dengan merekrut 22 tenaga pemilah sampah yang ditugaskan di
kelurahan-kelurahan. Mereka memiliki peran penting dalam memberikan edukasi,
sosialisasi, serta menggerakkan masyarakat untuk disiplin memilah sampah sejak
dari rumah tangga. “Tujuannya bukan hanya kebersihan
lingkungan, tapi juga memberdayakan masyarakat agar melihat sampah sebagai aset
ekonomi,” ungkap Joel. Program ini diharapkan dapat
menjadi momentum perubahan besar bagi Mimika dalam mengatasi masalah
persampahan. Dengan dukungan masyarakat, Pemkab Mimika optimis bahwa Bank
Sampah akan mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan
Akhir (TPA), sekaligus menciptakan peluang usaha baru, terutama bagi kelompok
ekonomi kecil dan rumah tangga. Bupati menutup peresmian dengan
penuh keyakinan, “Mari kita jadikan Mimika sebagai contoh daerah yang berhasil
mengubah tantangan menjadi peluang. Dari sampah, lahirlah nilai ekonomi, dari
kebersihan, lahirlah kesehatan, dan dari kesadaran, lahirlah masa depan yang
lebih baik.” Penulis: Jid Editor: GF
03 Okt 2025, 20:37 WIT
Bapenda Mimika Gelar Bakti Sosial Kebersihan Sambut HUT Kabupaten ke-29
Papuanewsonline.com, Mimika –
Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Mimika ke-29, Badan
Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika menggelar aksi bakti sosial
kebersihan di lingkungan kantor pada Jumat (3/10/25). Kegiatan ini menjadi
wujud nyata komitmen Bapenda dalam menciptakan ruang kerja yang sehat, nyaman,
sekaligus meningkatkan semangat pelayanan publik yang lebih prima bagi masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan
menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Mimika Nomor 51 Tahun 2025 yang mengimbau
seluruh perangkat daerah untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan
lingkungan kerja, sebagai bagian dari perayaan HUT Kabupaten Mimika. Aksi kebersihan difokuskan pada
area dalam maupun luar kantor Bapenda, mulai dari ruang pelayanan, taman,
halaman, hingga tempat parkir. Selain itu, kegiatan ini juga menekankan
pentingnya pemilahan sampah serta pembuangan yang tertib sesuai standar kebersihan. Pegawai Bapenda turun langsung
membersihkan ruangan kerja, merapikan arsip, memangkas tanaman, hingga menata
kembali sarana pelayanan agar lebih representatif. Suasana gotong royong tampak
hidup, mencerminkan semangat kebersamaan untuk menjadikan Bapenda sebagai
institusi yang bukan hanya rapi secara administrasi, tetapi juga bersih secara
lingkungan. Pihak Bapenda Mimika menegaskan
bahwa lingkungan kerja yang bersih dan tertata akan berdampak langsung pada
peningkatan kualitas layanan publik. “Dengan lingkungan yang bersih,
kami yakin pelayanan kepada masyarakat akan semakin optimal. Ini adalah wujud
komitmen kami untuk memberikan yang terbaik bagi warga Mimika,” ujar perwakilan
Bapenda. Lebih dari sekadar rutinitas,
kebersihan kantor dipandang sebagai bentuk penghormatan terhadap masyarakat
yang datang untuk mengurus berbagai layanan, sekaligus menciptakan suasana
kerja yang kondusif bagi pegawai. Melalui momentum ini, Bapenda
juga mengajak seluruh masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran menjaga kebersihan
sejak dari lingkungan rumah, sekolah, hingga tempat kerja masing-masing.
Menurut mereka, kebersihan merupakan fondasi penting dalam membangun Mimika
yang sehat, nyaman, dan berdaya saing. “Inisiatif sederhana seperti
menjaga kebersihan tidak boleh dianggap remeh, karena dari hal kecil inilah
kita membangun budaya disiplin dan tanggung jawab bersama,” tambahnya. Selain menjadi bagian dari
rangkaian HUT Mimika ke-29, kegiatan bakti sosial kebersihan ini diharapkan
menjadi inspirasi bagi OPD lainnya untuk menjadikan lingkungan kerja sebagai
etalase pelayanan publik yang membanggakan. Dengan semangat gotong royong,
Pemkab Mimika ingin memastikan bahwa peringatan HUT bukan sekadar seremonial,
melainkan momentum nyata untuk meningkatkan kualitas hidup dan pelayanan bagi
seluruh warga. Penulis: Jid
Editor: GF
03 Okt 2025, 20:27 WIT
Jaga Pengelolaan SPPG, Kepala BGN: Ikuti Standar Polri Terapkan Rapid Test
Papuanewsonline.com, Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memastikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke depan akan dilengkapi dengan perangkat rapid test sebagai langkah pencegahan kasus keracunan makanan. Ia menegaskan, kebijakan ini selaras dengan instruksi Presiden, sekaligus mencontoh praktik baik yang sudah diterapkan SPPG di bawah Polri.“Kalau kita lihat, bangunan yang dikelola Polri itu memang memenuhi standar yang baik. Selain itu, sebelum makanan dibagikan, mereka melakukan rapid test terlebih dahulu,” jelas Dadan saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2025).Ia menambahkan, arahan Presiden menekankan bahwa seluruh SPPG harus mengikuti pola pengelolaan seperti SPPG milik Polri, baik dari sisi fasilitas maupun prosedur keamanan pangan. “Instruksi Presiden jelas, seluruh dapur nantinya akan menerapkan sistem yang sama,” tegasnya.Sebelumnya, anggota Komisi IX DPR RI, Irma Chaniago, juga menyinggung pengelolaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Polri. Menurutnya, dengan jumlah sekitar 600 SPPG, Polri terbukti mampu menjaga standar pelayanan sehingga tidak ada laporan kasus keracunan yang menimpa penerima manfaat.“Tidak penting siapa yang memiliki dapur, apakah politisi, Polri, atau TNI. Yang terpenting adalah tanggung jawab dalam menjalankan standar yang sudah ditetapkan,” ujar Irma saat rapat kerja bersama BGN dan Menteri Kesehatan.Irma menegaskan, SPPG Polri bisa menjadi contoh bagi pengelolaan dapur bergizi gratis lainnya karena dinilai sesuai prosedur dan bebas kasus. PNO-12
03 Okt 2025, 11:23 WIT
Wakapolda Maluku Tinjau Pelaksanaan Tes Kesamaptaan Jasmani Seleksi SBP
Papuanewsonline.com, Ambon - Sebanyak 108 personel Tamtama Polda Maluku menjalani tes Kesamaptaan Jasmani, seleksi Sekolah Bintara Polisi (SBP) Tahun Anggaran 2025.Kegiatan yang dilaksanakan di lapangan Letkol Pol. Chr. Tahapary, Kota Ambon, Kamis (2/10/25), ini ditinjau langsung oleh Wakapolda Maluku, Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H.Tes kesamaptaan jasmani yang digelar Biro Sumberdaya Manusia (SDM) Polda Maluku ini dipimpin Kabag Watpers Biro SDM Polda Maluku AKBP. Akhmad Kadar Ginting S.H dan Kasubag Seleksi Bag Dalpers Biro SDM Polda Maluku Kompol Fredy Jamal S.Sos., M.Si.108 personel yang mengikuti seleksi SBP Tahun 2025 terdiri dari anggota Satuan Brimob dan Direktorat Polairud Polda Maluku berpangkat Bharaka dan Abripda.Wakapolda Maluku saat melakukan pemantauan mengingatkan para peserta untuk mengikuti tes dengan serius dan sungguh-sungguh. "Kalian harus bersaing dengan sehat dan tetap percaya pada kemampuan masing-masing," pintanya.Untuk diketahui, tes kesamaptaan jasmani yang dijalani ratusan peserta meliputi lari mengelilingi lapangan selama 12 menit, Pul Up selama 1 menit, Pus Up selama 1 menit, Sit Up selama 1 menit dan Shuttlerun. PNO-12
02 Okt 2025, 18:07 WIT
Gudang Mebel di Jalan Bougenville Ludes Dilalap Api, Warga Timika Panik Saat Kobaran Membesar
Papuanewsonline.com, Timika — Kepanikan
melanda warga Jalan Bougenville, Distrik Mimika Baru, Timika, Papua Tengah,
pada Kamis (2/10/2025) dini hari. Tepat pukul 02.20 WIT, gudang mebel dua
lantai milik Ahmat Abidol terbakar hebat. Api berkobar cepat, melalap lantai
dua bangunan ruko, disertai kepulan asap tebal yang membumbung ke udara. Sejumlah warga yang tinggal di
sekitar lokasi berhamburan keluar rumah saat mendengar suara letupan dan
melihat cahaya api yang membesar. Beberapa di antaranya mencoba membantu
memindahkan barang-barang, namun kobaran yang kian membesar membuat upaya itu
sulit dilakukan. Plt Kepala Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) Mimika, Agustina Rahaded, membenarkan peristiwa kebakaran
tersebut. Menurutnya, pihaknya langsung mengerahkan tujuh armada pemadam
kebakaran untuk memadamkan api. “Kebakaran di Jalan Bougenville
itu menimpa ruko milik Ahmat Abidol, yang difungsikan sebagai gudang mebel. Api
melalap lantai dua bangunan. Korban jiwa nihil, hanya kerugian materil yang
masih dalam pendataan,” ungkap Agustina saat dikonfirmasi, Kamis pagi. Proses pemadaman berlangsung
cukup lama karena api sempat menyebar dengan cepat dan dikhawatirkan merembet
ke bangunan sekitar. Berkat kesigapan petugas damkar dan bantuan warga, api
berhasil dijinakkan menjelang pagi. Hingga berita ini diturunkan,
penyebab kebakaran masih belum diketahui. Aparat kepolisian bersama tim BPBD
masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Dugaan sementara, api berasal
dari korsleting listrik, namun hal itu belum dapat dipastikan. Agustina menambahkan bahwa
pihaknya terus berkoordinasi dengan pemilik ruko dan aparat setempat untuk
mendata total kerugian yang ditimbulkan. “Jumlah kerugian belum bisa dipastikan
karena proses pendataan masih berjalan,” katanya. Peristiwa ini menambah daftar
panjang kebakaran ruko di wilayah Timika. Sejumlah warga berharap pemerintah
daerah bisa meningkatkan kesiapsiagaan dan menambah fasilitas pencegahan
kebakaran, mengingat banyak bangunan di kawasan tersebut difungsikan sebagai
gudang maupun tempat usaha. “Api kalau sudah besar begini
sangat berbahaya. Kami harap ada sistem peringatan dini atau alat pemadam
ringan yang bisa tersedia di setiap ruko,” ujar salah satu warga setempat. Meski tidak ada korban jiwa,
insiden ini tetap menyisakan duka mendalam bagi pemilik ruko karena seluruh isi
gudang mebel dilaporkan ludes terbakar. Penulis: JidEditor: GF
02 Okt 2025, 12:41 WIT
Karantina Papua Tengah Perketat Pengawasan Penyakit Ikan di Mimika
Papuanewsonline.com, Mimika –
Upaya menjaga keberlanjutan sektor perikanan di Papua Tengah semakin diperkuat
dengan langkah intensif yang dilakukan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan
Tumbuhan Papua Tengah. Sepanjang tahun 2025, instansi ini terus menggencarkan pemantauan
daerah sebar Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK) dan pemetaan Jenis Asing
Invasif (JAI), dengan Kabupaten Mimika menjadi salah satu titik fokus utama. Target pemantauan meliputi
sejumlah penyakit ikan berbahaya yang berpotensi merugikan ekonomi perikanan,
antara lain Edwardsiella ictaluri, Edwardsiella tarda, White Spot Syndrome
Virus (WSSV), hingga Koi Herpes Virus (KHV). Penyakit-penyakit ini dikenal
mampu menyebabkan kematian massal pada ikan budidaya maupun tangkapan, sehingga
menimbulkan kerugian besar bagi pelaku usaha perikanan dan nelayan lokal. Kegiatan ini dilaksanakan sejalan
dengan amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan,
dan Tumbuhan, khususnya Pasal 27 ayat 3. Pasal tersebut menegaskan perlunya
surveilans untuk mengetahui potensi daerah sebaran penyakit karantina, sebagai
bentuk perlindungan bagi sektor perikanan. “Langkah ini sangat krusial untuk
memastikan ekosistem perikanan tetap sehat, berdaya saing, serta tidak terancam
oleh penyakit menular yang dapat merugikan ekonomi masyarakat,” terang Kepala
Karantina Papua Tengah, Anton Panji Mahendra, saat mendampingi tim pemeriksa di
salah satu kolam budidaya ikan di Mimika, Jumat (26/9/25). Anton menjelaskan, pemantauan
HPI/HPIK tidak hanya sebatas pengecekan rutin, tetapi juga berfungsi sebagai sistem
kewaspadaan dini yang mampu mendeteksi dini potensi penyebaran penyakit. “Melalui pemantauan rutin, kita
bisa segera memetakan wilayah yang rawan penyakit, sehingga langkah pencegahan,
pengendalian, bahkan penanganan bisa dilakukan lebih cepat. Dengan begitu,
keberlanjutan usaha perikanan tetap terjaga dan masyarakat terlindungi dari
kerugian ekonomi,” jelasnya. Selain itu, pemetaan Jenis Asing
Invasif (JAI) juga sangat penting untuk mengantisipasi masuknya spesies asing
yang bisa merusak keseimbangan ekosistem perairan lokal. Kabupaten Mimika, yang sebagian
besar warganya menggantungkan hidup pada sektor perikanan dan kelautan, menjadi
wilayah strategis bagi kegiatan ini. Dengan adanya pemantauan teratur,
masyarakat diharapkan dapat terus menjalankan usaha perikanan dengan rasa aman,
tanpa khawatir akan ancaman penyakit yang bisa menyebabkan kerugian besar. Anton menegaskan, hasil
pemantauan dan pemetaan nantinya akan menjadi dasar penting dalam pengambilan
kebijakan yang lebih tepat sasaran. “Data ini akan sangat berguna untuk
mendukung kebijakan perlindungan sumber daya perikanan di Papua Tengah,
khususnya Mimika. Harapannya, sektor perikanan bisa terus berkembang dan
bersaing di pasar nasional maupun internasional,” pungkasnya. Penulis: Jid Editor: GF
29 Sep 2025, 23:49 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru