Papuanewsonline.com
BERITA TAG Kesehatan
Homepage
Jamin Kualitas MBG, SPPG Polres Inhil Dilengkapi Fasilitas Rapid Test
Papuanewsonline.com, Inhil – Polres Indragiri Hilir (Inhil) resmi meluncurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dilengkapi fasilitas rapid test guna memastikan kualitas Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk pelajar. Inovasi ini menjadi langkah pencegahan agar tidak terjadi kasus keracunan massal seperti yang pernah menimpa sejumlah daerah.Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan, rapid test menjadi bagian dari transparansi dan pengawasan Polri dalam menjamin mutu gizi bagi anak-anak.“Rapid test untuk security food, dan ini dilakukan bersama-sama dan transparan. Publik pun boleh melakukan pengawasan dengan melibatkan dari Puskesmas maupun tenaga medis yang sudah ditunjuk,” ujar Herry Heryawan, Senin (13/10/2025).Herry menegaskan, makanan yang diberikan kepada siswa harus memenuhi standar kualitas dan keamanan. Menurutnya, kegagalan menjaga mutu MBG bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap Polri maupun pemerintah.“Seperti yang kita ketahui kejadian beberapa waktu lalu itu akan mendegradasi kepercayaan terhadap pemerintah dan kita semua,” tegasnya.Ia menjelaskan, pengawasan dilakukan sejak pemilihan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, hingga tahap distribusi.“Mulai dari pada masuknya bahan makanan, memasak, penyimpanan, sampai kepada pembagian dan terakhir food security atau rapid test. Setelah itu disiapkan di dalam ompreng atau food tray, baru kemudian didistribusikan,” jelasnya.Menurut Kapolda, SPPG bukan sekadar dapur, melainkan investasi nyata Polri untuk membangun generasi sehat, kuat, dan berdaya.“Ibarat menanam pohon, kalau dirawat dengan baik dan diberi pupuk akan mempunyai batang kuat tempat bersandar, dahan yang kuat tempat bergantung, daun yang lebat tempat bernaung, dan akar yang kuat tempat bersila. Demikian pula pemberian gizi yang baik dapat menjamin tumbuh kembang generasi penerus kita dan memberikan manfaat bagi kita semua,” tuturnya.SPPG Inhil berdiri di atas lahan seluas 1,4 hektare di Jalan Baru Yusuf Parit, Kelurahan Tembilahan Hulu. Dapur ini dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Polres Inhil dengan dukungan 39 relawan.Fasilitas yang tersedia mencakup dapur, peralatan masak, food tray, hingga kendaraan distribusi. Setiap hari, dapur ini menyiapkan MBG untuk 2.438 siswa dari 12 sekolah di Kabupaten Inhil. PNO-12
14 Okt 2025, 14:08 WIT
Dukung Program MBG, Kapolda Riau Resmikan SPPG di Inhil
Papuanewsonline.com, Inhil - Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan meresmikan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Polres Indragiri Hilir (Inhil). Peluncuran dapur SPPG Polres Inhil ini merupakan wujud komitmen Polda Riau dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG)."Kegiatan ini dalam rangka mendukung program nasional pemerintah dalam pemenuhan gizi yang aman dan berkualitas," ujar Irjen Pol Herry Heryawan, Senin (13/10/2025).Dalam sambutannya, Irjen Herry Heryawan menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Inhil dan jajaran Forkopimda. SPPG Polres Inhil ini menyediakan MBG untuk 2.438 siswa penerima manfaat dari 12 sekolah di wilayah Kabupaten Inhil.Pada kesempatan itu, Irjen Herry Heryawan beserta jajaran pejabat utama (PJU) Polda Riau dan juga Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora meninjau secara langsung dapur SPPG. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan proses pembuatan MBG di dapur SPPG Polres Inhil sesuai dengan standar keamanan makanan.Irjen Herry Heryawan memastikan dari mulai pemilihan bahan baku makanan, pengolahan, sampai ke tahap distribusi dilakukan dengan standar keamanan untuk memastikan MBG yang bergizi dan berkualitas."Mulai dari pada masuknya bahan makanan, memasak, penyimpanan, sampai kepada pembagian dan terakhir food security atau rapid test. Setelah itu disiapkan di dalam ompreng atau foodtray, baru kemudian didistribusikan," jelasnya.Jenderal bintang dua ini mengatakan bahan makanan dipilih sesuai standar pangan dan mutu kualitas yang baik. SPPG Polres Inhil juga melakukan rapid test terhadap makanan untuk menguji keamanan MBG itu sendiri."Rapid test untuk security food, dan ini dilakukan bersama-sama dan transparan. Publik pun boleh melakukan pengawasan dengan melibatkan dari Puskesmas maupun tenaga medis yang sudah ditunjuk," jelasnya.Lebih lanjut, Herry Heryawan menyoroti masalah kamera pengawas yang belum tersedia di SPPG. Herry Heryawan meminta agar Polres Inhil menyiapkan CCTV untuk merekam aktivitas mulai dari masuknya bahan makanan sampai ke dapur dan keluar untuk didistribusi."Agar Polres memantau 24 jam. Dan tadi polres juga menyiapkan tenaga pengantar untuk mendirstribusikan sampai makanan itu dikonsumsi oleh anak-anak kita," katanya. PNO-12
14 Okt 2025, 14:02 WIT
Polisi dan Warga Gerak Cepat Padamkan Kebakaran Rumah Dinas Kepala Puskesmas Arwala
Papuanewsonline.com, Maluku Barat Daya – Kepolisian dari Pospol Wetar Timur Polres Maluku Barat Daya (MBD) bersama warga setempat bergerak cepat membantu memadamkan kebakaran yang melanda rumah dinas Kepala UPTD Puskesmas Arwala, Kecamatan Wetar Timur, Kabupaten Maluku Barat Daya, Minggu pagi (12/10/2025)Peristiwa tersebut menimpa Noke Naskay, S.Kep., Ns., (47), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjabat sebagai Kepala UPTD Puskesmas Arwala. Akibat insiden ini, korban mengalami luka bakar serius pada bagian tangan dan wajah, sementara rumah dinas berukuran 6 x 7 meter persegi hangus terbakar bersama seluruh isinya.Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, kebakaran berawal saat korban tengah menggoreng ikan di dapur. Saat melihat minyak di kompor hampir habis, korban mencoba menambah minyak tanah ke kompor yang masih menyala. Api kemudian menyambar jerigen berisi minyak yang dipegang korban dan menimbulkan ledakan kecil disertai kobaran api besar.Kobaran api dengan cepat menjalar ke rak telur dan tumpukan karton di sekitar dapur hingga melalap seluruh bangunan rumah. Warga yang melihat kepulan asap tebal segera berdatangan untuk membantu dan melaporkan kejadian ke Pospol Wetar Timur.Personel Pospol bersama masyarakat kemudian melakukan pemadaman manual menggunakan air dan peralatan seadanya. Berkat kesigapan petugas dan warga, api berhasil dikendalikan sebelum menjalar ke rumah-rumah sekitar.Korban berhasil diselamatkan dan langsung diberikan pertolongan pertama, kemudian dievakuasi ke rumah warga terdekat untuk perawatan lanjutan.Akibat peristiwa ini, i unit rumah dinas beserta isinya habis dilahap si jago merah sehingga menyebabkan kerugian material diperkirakan mencapai Rp 200 juta, meliputiKapolsek Wetar, Iptu Giovani B. M. Toffy, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.“Begitu kami menerima informasi adanya kebakaran, personel langsung menuju lokasi kejadian bersama masyarakat untuk melakukan pemadaman secara manual. Fokus utama kami saat itu adalah menyelamatkan korban dan mencegah api menjalar ke rumah warga lain,” ujar Kapolsek.Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta mengumpulkan keterangan saksi. Dugaan sementara, penyebab kebakaran berasal dari kompor minyak tanah yang tersambar api saat korban menambah bahan bakar.Sementara itu, Kapolres Maluku Barat Daya, AKBP Budhi Suriawardhana, S.I.K., memberikan apresiasi terhadap respons cepat personel Pospol Wetar Timur dalam membantu masyarakat.“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada anggota Pospol Wetar Timur yang tanggap dan hadir di tengah masyarakat saat kejadian. Kecepatan bertindak sangat penting dalam situasi darurat seperti ini,” ungkap Kapolres.Kapolres juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran rumah tangga, terutama yang disebabkan oleh penggunaan kompor minyak tanah.“Kebakaran akibat kelalaian saat memasak masih sering terjadi. Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak menambah bahan bakar ketika api masih menyala dan memastikan dapur bebas dari bahan yang mudah terbakar,” tegas AKBP Budhi.Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat. Polres MBD menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan perlindungan, pelayanan, dan penegakan hukum demi terciptanya rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat, terutama di wilayah terpencil seperti Wetar Timur.Kegiatan tanggap darurat ini juga memperlihatkan sinergi nyata antara kepolisian dan masyarakat dalam menghadapi musibah, sebagai wujud kehadiran Polri yang humanis dan responsif di tengah masyarakat. PNO-12
13 Okt 2025, 20:13 WIT
Pasar Lama Dekai Dilalap Api: Belasan Kios Hangus, Warga Yahukimo Berjuang Padamkan Kobaran
Papuanewsonline.com, Yahukimo – Kepulan
asap hitam membumbung tinggi dari kawasan Pasar Lama Dekai, Kabupaten Yahukimo,
Papua Pegunungan, pagi tadi. Api yang diduga berasal dari salah satu kios di
sisi utara pasar dengan cepat menjalar ke bangunan di sekitarnya dan melalap
habis belasan kios yang sebagian besar terbuat dari bahan kayu ringan. Kebakaran terjadi sekitar pukul
07.00 WIT, saat aktivitas pasar mulai ramai. Para pedagang dan warga panik
berhamburan mencoba menyelamatkan barang dagangan masing-masing. Suara jeritan,
bentakan, dan permohonan bantuan bercampur dengan panasnya kobaran api yang
terus membesar. “Api sangat cepat membesar, kami
hanya bisa menyelamatkan sebagian barang,” tutur Jhones Asso, warga yang berada
di lokasi kejadian dan ikut membantu memadamkan api dengan alat seadanya. Minimnya sarana pemadam kebakaran
membuat upaya pemadaman berlangsung dramatis. Warga bahu-membahu menggunakan ember,
selang rumah, dan karung basah untuk mencegah api menjalar lebih luas. Namun,
kondisi pasar yang padat dan banyak material mudah terbakar membuat api sulit
dikendalikan. Hingga api berhasil dipadamkan
sekitar dua jam kemudian, belasan kios sudah rata dengan tanah. Sejumlah
pedagang terlihat menangis menyaksikan kios dan barang dagangan mereka berubah
menjadi abu. Petugas kepolisian dari Polres
Yahukimo langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara
(TKP). Dugaan sementara, penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik
atau puntung rokok yang dibuang sembarangan. “Masih dalam penyelidikan. Tim
sedang memeriksa sumber api dan mengumpulkan keterangan dari para saksi,” ujar
salah satu petugas kepolisian di lokasi kejadian. Kerugian material akibat
kebakaran ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Tidak ada laporan
korban jiwa, namun beberapa warga mengalami luka ringan saat berusaha
menyelamatkan barang dagangan. Peristiwa ini kembali menyoroti
lemahnya kesiapan infrastruktur penanggulangan bencana di wilayah pedalaman
Papua. Masyarakat menilai tidak tersedianya unit pemadam kebakaran menjadi
faktor utama yang memperparah kebakaran di Pasar Lama Dekai. “Kalau ada mobil pemadam, mungkin
tidak separah ini. Setiap tahun selalu ada kebakaran, tapi belum ada tindakan
nyata dari pemerintah,” kata Yuliana Lokbere, salah satu pedagang yang kiosnya
ikut terbakar. Warga berharap agar Pemerintah
Kabupaten Yahukimo segera menyiapkan fasilitas pemadam kebakaran dan sistem
keamanan pasar yang lebih baik. Selain itu, mereka juga meminta adanya bantuan
darurat bagi pedagang yang kehilangan sumber penghidupan. Hingga berita ini diturunkan,
belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Daerah Yahukimo. Namun,
sejumlah aparat terlihat masih berjaga di lokasi untuk mengamankan area dan
menghindari potensi kebakaran susulan. Penulis: Hendrik Editor: GF
13 Okt 2025, 13:40 WIT
Pemda Nabire Bergerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir
Papuanewsonline.com, Nabire — Curah
hujan tinggi yang mengguyur wilayah Nabire Barat sejak Rabu (8/10) hingga Kamis
(9/10) menyebabkan Kali Wanggar meluap, menggenangi pemukiman penduduk dan
merusak sejumlah fasilitas umum serta lahan pertanian warga. Pemerintah Daerah
Kabupaten Nabire langsung turun tangan dengan menyalurkan bantuan darurat bagi
masyarakat terdampak banjir. Bantuan tersebut dipimpin
langsung oleh Wakil Bupati Nabire, H. Burhanuddin Pawennari, yang bersama tim
tanggap darurat meninjau lokasi banjir sekaligus menyerahkan bantuan logistik
kepada warga di beberapa kampung yang paling parah terdampak. “Kami datang langsung ke lokasi
untuk memastikan warga yang terdampak mendapat bantuan dan perhatian. Ini
adalah bentuk tanggung jawab dan kepedulian pemerintah daerah terhadap
masyarakatnya,” ujar Wabup Burhanuddin di sela kegiatan penyaluran bantuan, Minggu
(12/10/2025). Dari pantauan di lapangan,
genangan air merendam ratusan rumah di Kampung Wanggar, Karadiri, dan Topo.
Sejumlah warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi setelah air terus
naik hingga setinggi lutut orang dewasa. Tim gabungan dari BPBD Nabire, TNI-Polri,
dan relawan masyarakat dikerahkan untuk membantu proses evakuasi dan distribusi
bantuan. Adapun bantuan yang disalurkan meliputi beras, air mineral, pakaian
layak pakai, makanan siap saji, serta perlengkapan bayi dan kebutuhan dasar
lainnya. “Kami berupaya memastikan agar
semua warga yang terdampak bisa menerima bantuan dengan cepat. Tidak boleh ada
yang terlewat,” tegas Burhanuddin. Selain memberikan bantuan
darurat, Pemda Nabire juga menginstruksikan dinas teknis terkait untuk
melakukan pemetaan wilayah rawan dan membersihkan saluran air yang tersumbat
agar banjir tidak kembali terjadi. “Kami telah menugaskan BPBD dan
Dinas PUPR untuk segera melakukan normalisasi Kali Wanggar dan perbaikan
tanggul sementara. Kita tidak ingin kejadian ini berulang,” jelas Wabup. Burhanuddin juga meminta
masyarakat untuk tetap waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih
dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. “Kami mengimbau warga agar tidak
tinggal terlalu dekat dengan bantaran kali dan segera melapor ke aparat kampung
jika situasi memburuk. Keselamatan warga adalah prioritas utama,” tambahnya. Sejumlah warga menyampaikan
terima kasih kepada Pemda Nabire atas langkah cepat yang diambil. Salah satu
warga Kampung Wanggar, Mama Maria, mengaku lega karena bantuan datang tidak
lama setelah air mulai surut. “Kami senang sekali, pemerintah
cepat datang bantu. Kami kehilangan banyak barang, tapi yang penting anak-anak
aman dan sudah dapat makan,” ujarnya haru. Pemerintah Daerah memastikan
pemantauan kondisi banjir akan terus dilakukan hingga situasi benar-benar
dinyatakan aman. Rencana jangka panjang pun tengah disiapkan untuk memperkuat
sistem drainase dan penataan sungai di wilayah tersebut. “Bencana ini menjadi pengingat
bagi kita semua agar lebih siap menghadapi perubahan iklim dan menjaga
lingkungan sekitar,” tutup Wabup Burhanuddin. Penulis: Hendrik Editor: GF
12 Okt 2025, 13:30 WIT
Pesawat Smart Air Tergelincir di Lanny Jaya: Cuaca dan Kondisi Landasan Diduga Jadi Pemicu
Papuanewsonline.com, Timika —
Misi kemanusiaan yang seharusnya membawa bantuan bahan makanan ke daerah
pegunungan berujung insiden. Sebuah pesawat Smart Air dengan nomor registrasi PK-SNA
dilaporkan tergelincir di Lapangan Terbang Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Papua
Pegunungan, pada Sabtu (11/10/2025) sekitar pukul 09.45 WIT. Pesawat jenis Cessna Caravan C208
itu diketahui berangkat dari Bandara Mozes Kilangin, Mimika, dengan membawa
logistik bahan makanan untuk masyarakat di wilayah terpencil Lanny Jaya —
daerah yang sebagian besar hanya bisa dijangkau melalui jalur udara. Menurut keterangan Kepala Bidang
Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, pesawat yang dipiloti Captain
Irwan dengan Copilot Palma tersebut mengalami kendala saat melakukan pendaratan
di Bandara Tiom. “Benar, pesawat Smart Air PK-SNA
mengalami insiden tergelincir di Lapangan Terbang Tiom. Tidak ada korban jiwa
dalam kejadian ini. Seluruh kru dalam keadaan selamat,” ungkap Kombes Cahyo
saat dikonfirmasi, Sabtu sore. Dari informasi di lapangan,
insiden terjadi sesaat setelah roda pesawat menyentuh landasan. Diduga, kondisi
landasan yang licin akibat hujan deras dan kontur medan yang tidak rata menjadi
faktor utama penyebab tergelincirnya pesawat hingga keluar dari jalur pacu. Petugas lapangan langsung
bergerak cepat mengevakuasi pesawat dari lokasi kejadian. Namun, proses
evakuasi disebut tidak mudah. Badan pesawat tersangkut di area berumput dengan
kemiringan tanah yang cukup curam, sehingga alat berat yang dikerahkan sempat
kesulitan menarik badan pesawat. “Evakuasi agak terhambat karena
di ujung landasan terdapat trap atau perbedaan tinggi tanah yang cukup
signifikan. Jadi saat pesawat ditarik, roda depannya tidak bisa naik,” jelas
salah satu petugas di lokasi. Hingga berita ini diturunkan, pesawat
masih berada di ujung landasan pacu, dan proses evakuasi lanjutan masih
dilakukan dengan dukungan teknisi dari Smart Air serta aparat setempat. Akibat tergelincirnya pesawat
tersebut, aktivitas penerbangan di Lapangan Terbang Tiom sempat ditutup
sementara untuk alasan keselamatan. Pihak otoritas penerbangan setempat kini
tengah memastikan kondisi landasan aman sebelum bandara kembali dibuka. “Kami masih fokus pada upaya
evakuasi pesawat agar operasional bandara dapat segera kembali normal,” ujar
seorang petugas ATC di Tiom. Hingga kini, pihak Smart Air
belum mengeluarkan keterangan resmi terkait penyebab pasti insiden tersebut.
Namun, berdasarkan data awal, pesawat diketahui dalam kondisi laik udara dan
baru menjalani perawatan rutin dua minggu lalu. Meski begitu, insiden ini
menyoroti kembali tantangan berat penerbangan di wilayah pegunungan Papua, di
mana kondisi cuaca ekstrem dan kontur alam yang sulit kerap menjadi hambatan
utama bagi penerbangan perintis. “Wilayah seperti Lanny Jaya,
Yahukimo, dan Nduga memang sangat bergantung pada transportasi udara. Karena
itu, setiap gangguan kecil pun bisa berdampak besar terhadap distribusi
logistik dan kebutuhan masyarakat,” jelas salah satu pejabat Dinas Perhubungan
Papua Pegunungan. Pihak berwenang memastikan akan
melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti
tergelincirnya pesawat dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Penulis: Jid Editor: GF
11 Okt 2025, 21:26 WIT
Sampah Jadi Uang! Pemkab Mimika Resmikan Bank Sampah, Botol Plastik Dibeli Rp3 Ribu/Kilo
Papuanewsonline.com, Mimika –
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika resmi meluncurkan program Bank Sampah di
Distrik Mimika Baru, sebagai bagian dari upaya serius menangani permasalahan
sampah yang kian mengkhawatirkan. Peresmian berlangsung semarak di Lapangan
Jayanti, Kelurahan Sempan, pada Jumat (3/10/25), dengan melibatkan berbagai
elemen masyarakat, perangkat daerah, serta para pegiat lingkungan. Bupati Mimika, Johannes Rettob,
dalam sambutannya menegaskan bahwa masalah sampah di Mimika telah memasuki
tahap darurat. Data mencatat, setiap hari terdapat lebih dari 100 ton sampah
yang dihasilkan dari tiga distrik perkotaan: Mimika Baru, Wania, dan Kuala
Kencana. “Kalau 1 kilo sampah dihargai
Rp1.000 saja, maka potensi perputaran uang bisa mencapai Rp100 juta per hari.
Artinya, sampah ini bukan sekadar masalah, tetapi juga peluang ekonomi besar,”
ujar Bupati. Melalui Bank Sampah, Pemkab
Mimika ingin mengubah paradigma masyarakat bahwa sampah tidak hanya sekadar
limbah yang mengotori lingkungan, melainkan juga sumber penghasilan baru. “Kita harus mulai mengangkat,
mengumpulkan, dan mengolah sampah dengan cara yang benar. Dengan Bank Sampah,
sampah bukan lagi beban, tetapi bisa jadi uang. Inilah yang kita launching hari
ini,” tegas Bupati Johannes. Ia juga memberikan apresiasi
tinggi kepada Kepala Distrik Mimika Baru, Joel Luhukay, atas inisiatif dan
langkah cepat dalam mengawal program ini. Sebagai langkah awal, Bank Sampah
akan membeli berbagai jenis sampah anorganik dengan harga yang bervariasi.
Untuk botol plastik air mineral, harganya ditetapkan Rp3.000 per kilogram,
sementara untuk tutup botol dan jenis plastik lain memiliki harga berbeda. “Saya berharap masyarakat ke
depan tidak lagi membuang sampah sembarangan, tapi justru berburu sampah untuk
dijual ke Bank Sampah. Mulai dari rumah, mari kita pilah sampah organik,
anorganik, dan sampah kayu,” pesan Bupati dengan penuh semangat. Kepala Distrik Mimika Baru, Joel
Luhukay, menjelaskan bahwa program Bank Sampah sejatinya telah dimulai sejak 1
Juli 2025 dengan merekrut 22 tenaga pemilah sampah yang ditugaskan di
kelurahan-kelurahan. Mereka memiliki peran penting dalam memberikan edukasi,
sosialisasi, serta menggerakkan masyarakat untuk disiplin memilah sampah sejak
dari rumah tangga. “Tujuannya bukan hanya kebersihan
lingkungan, tapi juga memberdayakan masyarakat agar melihat sampah sebagai aset
ekonomi,” ungkap Joel. Program ini diharapkan dapat
menjadi momentum perubahan besar bagi Mimika dalam mengatasi masalah
persampahan. Dengan dukungan masyarakat, Pemkab Mimika optimis bahwa Bank
Sampah akan mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan
Akhir (TPA), sekaligus menciptakan peluang usaha baru, terutama bagi kelompok
ekonomi kecil dan rumah tangga. Bupati menutup peresmian dengan
penuh keyakinan, “Mari kita jadikan Mimika sebagai contoh daerah yang berhasil
mengubah tantangan menjadi peluang. Dari sampah, lahirlah nilai ekonomi, dari
kebersihan, lahirlah kesehatan, dan dari kesadaran, lahirlah masa depan yang
lebih baik.” Penulis: Jid Editor: GF
03 Okt 2025, 20:37 WIT
Bapenda Mimika Gelar Bakti Sosial Kebersihan Sambut HUT Kabupaten ke-29
Papuanewsonline.com, Mimika –
Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Mimika ke-29, Badan
Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika menggelar aksi bakti sosial
kebersihan di lingkungan kantor pada Jumat (3/10/25). Kegiatan ini menjadi
wujud nyata komitmen Bapenda dalam menciptakan ruang kerja yang sehat, nyaman,
sekaligus meningkatkan semangat pelayanan publik yang lebih prima bagi masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan
menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Mimika Nomor 51 Tahun 2025 yang mengimbau
seluruh perangkat daerah untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan
lingkungan kerja, sebagai bagian dari perayaan HUT Kabupaten Mimika. Aksi kebersihan difokuskan pada
area dalam maupun luar kantor Bapenda, mulai dari ruang pelayanan, taman,
halaman, hingga tempat parkir. Selain itu, kegiatan ini juga menekankan
pentingnya pemilahan sampah serta pembuangan yang tertib sesuai standar kebersihan. Pegawai Bapenda turun langsung
membersihkan ruangan kerja, merapikan arsip, memangkas tanaman, hingga menata
kembali sarana pelayanan agar lebih representatif. Suasana gotong royong tampak
hidup, mencerminkan semangat kebersamaan untuk menjadikan Bapenda sebagai
institusi yang bukan hanya rapi secara administrasi, tetapi juga bersih secara
lingkungan. Pihak Bapenda Mimika menegaskan
bahwa lingkungan kerja yang bersih dan tertata akan berdampak langsung pada
peningkatan kualitas layanan publik. “Dengan lingkungan yang bersih,
kami yakin pelayanan kepada masyarakat akan semakin optimal. Ini adalah wujud
komitmen kami untuk memberikan yang terbaik bagi warga Mimika,” ujar perwakilan
Bapenda. Lebih dari sekadar rutinitas,
kebersihan kantor dipandang sebagai bentuk penghormatan terhadap masyarakat
yang datang untuk mengurus berbagai layanan, sekaligus menciptakan suasana
kerja yang kondusif bagi pegawai. Melalui momentum ini, Bapenda
juga mengajak seluruh masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran menjaga kebersihan
sejak dari lingkungan rumah, sekolah, hingga tempat kerja masing-masing.
Menurut mereka, kebersihan merupakan fondasi penting dalam membangun Mimika
yang sehat, nyaman, dan berdaya saing. “Inisiatif sederhana seperti
menjaga kebersihan tidak boleh dianggap remeh, karena dari hal kecil inilah
kita membangun budaya disiplin dan tanggung jawab bersama,” tambahnya. Selain menjadi bagian dari
rangkaian HUT Mimika ke-29, kegiatan bakti sosial kebersihan ini diharapkan
menjadi inspirasi bagi OPD lainnya untuk menjadikan lingkungan kerja sebagai
etalase pelayanan publik yang membanggakan. Dengan semangat gotong royong,
Pemkab Mimika ingin memastikan bahwa peringatan HUT bukan sekadar seremonial,
melainkan momentum nyata untuk meningkatkan kualitas hidup dan pelayanan bagi
seluruh warga. Penulis: Jid
Editor: GF
03 Okt 2025, 20:27 WIT
Jaga Pengelolaan SPPG, Kepala BGN: Ikuti Standar Polri Terapkan Rapid Test
Papuanewsonline.com, Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memastikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke depan akan dilengkapi dengan perangkat rapid test sebagai langkah pencegahan kasus keracunan makanan. Ia menegaskan, kebijakan ini selaras dengan instruksi Presiden, sekaligus mencontoh praktik baik yang sudah diterapkan SPPG di bawah Polri.“Kalau kita lihat, bangunan yang dikelola Polri itu memang memenuhi standar yang baik. Selain itu, sebelum makanan dibagikan, mereka melakukan rapid test terlebih dahulu,” jelas Dadan saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2025).Ia menambahkan, arahan Presiden menekankan bahwa seluruh SPPG harus mengikuti pola pengelolaan seperti SPPG milik Polri, baik dari sisi fasilitas maupun prosedur keamanan pangan. “Instruksi Presiden jelas, seluruh dapur nantinya akan menerapkan sistem yang sama,” tegasnya.Sebelumnya, anggota Komisi IX DPR RI, Irma Chaniago, juga menyinggung pengelolaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Polri. Menurutnya, dengan jumlah sekitar 600 SPPG, Polri terbukti mampu menjaga standar pelayanan sehingga tidak ada laporan kasus keracunan yang menimpa penerima manfaat.“Tidak penting siapa yang memiliki dapur, apakah politisi, Polri, atau TNI. Yang terpenting adalah tanggung jawab dalam menjalankan standar yang sudah ditetapkan,” ujar Irma saat rapat kerja bersama BGN dan Menteri Kesehatan.Irma menegaskan, SPPG Polri bisa menjadi contoh bagi pengelolaan dapur bergizi gratis lainnya karena dinilai sesuai prosedur dan bebas kasus. PNO-12
03 Okt 2025, 11:23 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru