Papuanewsonline.com
BERITA TAG Kesehatan
Homepage
DISTRIK WANIA GELAR JUMAT BERSIH DI KAWASAN IRIGASI UJUNG, KAMORO JAYA
Papuanewsonline.com, Mimika - Distrik Wania telah menggelar
Program Friday Clean-Up atau Jumat Bersih di kawasan Irigasi Ujung, Kelurahan
Kamoro Jaya, pada Jumat (19/12/2025). Kegiatan ini melibatkan seluruh perangkat
kelurahan dan kampung di distrik sebagai bentuk partisipasi aktif menjaga
kebersihan lingkungan.“Kita semua turut berperan dalam membuat lingkungan lebih
bersih dan sehat,” ujar salah satu perangkat yang terlibat.Kepala Distrik Wania Merlyn Temorubun menjelaskan bahwa
Jumat Bersih merupakan program kerja prioritas yang dijalankan secara
berkelanjutan sejak Agustus 2025. Tujuan program adalah menumbuhkan kesadaran masyarakat akan
pentingnya pengelolaan sampah dan menjaga lingkungan tetap sehat. “Sejak Agustus, kita terus jalankan program ini untuk
membangun kepedulian masyarakat terhadap sampah,” jelasnya.Merlyn menambahkan bahwa keberhasilan program tidak lepas
dari dukungan lintas sektor, khususnya Pemerintah Daerah melalui Dinas
Lingkungan Hidup (DLH) Mimika. Ia menyatakan bahwa penanganan sampah membutuhkan
kolaborasi, koordinasi, dan komunikasi yang baik antara DLH dan seluruh distrik
di Mimika. “Ini penting untuk menjaga Mimika tetap bersih dan
sejahtera,” katanya.Ia juga mengapresiasi DLH yang menurunkan satu armada truk
pengangkut sampah untuk kegiatan ini. “Kami berharap koordinasi ini terus terjaga agar
bersama-sama kita dapat mensejahterakan masyarakat melalui lingkungan yang
bersih dan sehat,” tegas Merlyn, mengajak seluruh warga untuk terus terlibat
dalam program Jumat Bersih secara konsisten. Penulis: Jid
Editor: GF
19 Des 2025, 21:40 WIT
Jelang Akhir Tahun, KNPI Mimika Adakan Sosialisasi Bahaya Miras dan Narkoba untuk Generasi Muda
Papuanewsonline.com, Mimika - Acara
sosialisasi ini merupakan bagian dari program strategis KNPI dalam menangani
penyalahgunaan miras dan narkoba, terutama di kalangan remaja dan pelajar.
Ketua KNPI Mimika, Pertius Wenda, menekankan pentingnya sosialisasi tersebut,
mengingat periode dari November hingga Januari sering mengalami lonjakan kasus
yang berhubungan dengan kedua zat berbahaya ini. Pertius menjelaskan, "Kami
sengaja melaksanakan kegiatan ini di penghujung tahun karena peningkatan angka
kecelakaan dan gangguan sosial sering terjadi akibat pengaruh miras dan
narkoba." Ia mencatat bahwa dampak negatif dari kedua zat tersebut lebih
banyak dirasakan oleh generasi muda, khususnya para siswa di tingkat SMA dan
SMK. Kegiatan sosialisasi ini juga
melibatkan berbagai perwakilan, termasuk pemuda dari gereja, pemuda masjid,
serta guru Bimbingan Konseling (BK). Mereka diharapkan dapat menjadi agen
penyebar informasi tentang bahaya miras dan narkoba di lingkungan sekolah dan
komunitas masing-masing. Pertius menjelaskan bahwa KNPI
ingin para peserta dapat menjadi perpanjangan tangan untuk menyampaikan pesan
pendidikan tentang bahaya penggunaan zat tersebut. Seluruh peserta juga
menyatakan komitmennya untuk berperan aktif dalam memerangi penyalahgunaan
miras dan narkoba di kalangan pemuda. Selain itu, KNPI menekankan
pentingnya kolaborasi yang berkelanjutan dengan kepolisian dan lembaga terkait
untuk memastikan kegiatan serupa dapat rutin dilaksanakan di sekolah-sekolah di
Mimika. Dukungan dari pemerintah daerah juga dianggap krusial untuk
keberhasilan program ini. Pertius berharap agar Bupati dan
Wakil Bupati Mimika memberikan perhatian serius terhadap program ini, mengingat
pentingnya edukasi tentang bahaya miras dan narkoba dalam upaya pembangunan
yang lebih luas. “Edukasi ini sangat bermanfaat dibandingkan hanya melakukan
kegiatan sesaat,” tambahnya. "Pemuda adalah penerus
pembangunan. Jika tidak disiapkan dengan baik, visi besar pembangunan akan
sulit tercapai. Untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, semuanya harus dimulai
dari sekarang. Edukasi seperti ini adalah investasi penting bagi masa depan,"
pungkasnya. Penulis: Jid Editor: GF
19 Des 2025, 00:09 WIT
Pendekatan Humanis Satgas Damai Cartenz Di Sinak, Berbagi Makanan Ringan Kepada Masyarakat
Papuanewsonline.com, Mimika — Satgas Operasi Damai
Cartenz-2025 kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun hubungan yang
harmonis dengan masyarakat melalui pendekatan humanis di wilayah Sinak.Personel Sektor Sinak, Bharada Rosihan Yuwandi Pratama dan
Bharada Ifaldi Syaiful Haq, melaksanakan kegiatan berbagi makanan ringan kepada
warga pada Rabu (17/12/2025). Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh
kehangatan dengan interaksi langsung antara personel dan masyarakat.Selain membagikan makanan ringan, kedua personel juga
menyapa warga serta menjalin komunikasi ringan, khususnya dengan anak-anak yang
tampak antusias menerima kehadiran aparat keamanan di lingkungan mereka.Kegiatan sosial ini merupakan bagian dari strategi Satgas
Damai Cartenz dalam menumbuhkan rasa aman serta memperkuat kepercayaan
masyarakat terhadap kehadiran aparat negara, khususnya di wilayah yang memiliki
tantangan geografis dan sosial yang cukup kompleks.Pendekatan tersebut menegaskan bahwa keberadaan Satgas tidak
hanya berorientasi pada aspek penegakan hukum dan pengamanan, tetapi juga
mengedepankan nilai kemanusiaan, empati, dan kepedulian sosial terhadap
masyarakat setempat.Respons positif ditunjukkan oleh warga yang menilai sikap
bersahabat dan terbuka dari personel mampu menciptakan suasana yang nyaman
serta mempererat kedekatan emosional antara aparat dan masyarakat.Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani,
menegaskan bahwa stabilitas keamanan hanya dapat terwujud apabila terbangun
kepercayaan yang kuat antara aparat dan masyarakat, sehingga setiap personel
dituntut untuk hadir sebagai pelindung sekaligus pelayan.Sejalan dengan hal tersebut, Satgas Operasi Damai Cartenz
menegaskan akan terus melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan pendekatan
kemanusiaan sebagai bagian dari upaya menjaga kedamaian, memperkuat
persaudaraan, serta menciptakan situasi keamanan yang kondusif di Papua.Penulis: JidEditor: GF
18 Des 2025, 12:30 WIT
Seleksi SIP, 224 Anggota Panda Polda Maluku Jalani Tes Psikologi
Papuanewsonline.com, Ambon - Sebanyak 224 anggota Polri yang bertugas di Polda Maluku dan Polres Jajaran menjalani tes psikologi seleksi Sekolah Inspektur Polisi (SIP) angkatan 55 dan 56 tahun 2026.Tes psikologi yang dilaksanakan Panitia Daerah (Panda) Polda Maluku ini berlangsung di SMP YPKPM dan SMA Negeri 2 Kota Ambon, Selasa (16/12/25)."Hari ini sebanyak 224 peserta seleksi SIP angkatan ke 55 dan 56 yang berasal dari Polda Maluku dan Polres Jajaran mengikuti tes psikologi. 9 diantaranya anggota Polwan," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K.Pelaksanaan tes psikologi merupakan tahapan penting dalam seleksi SIP. Kombes Rositah menyampaikan penekanan Kapolda Maluku kepada penyelenggara mengenai integritas dan profesionalisme. Seleksi SIP harus dilakukan secara bersih, dan transparan."Bapak Kapolda telah menegaskan pentingnya pelaksanaan seleksi yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik tidak terpuji. Seluruh panitia dan peserta diingatkan untuk menjaga integritas serta menjunjung tinggi nilai kejujuran dalam setiap tahapan seleksi," kata Kombes Rositah.Kepada para peserta, diingatkan terkait pentingnya kepercayaan diri dan sportivitas dalam menjalani setiap tahapan seleksi. "Bapak Kapolda juga mengingatkan peserta seleksi agar mengikuti setiap proses dengan baik serta mempersiapkan diri secara maksimal. Bapak Kapolda juga mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem seleksi internal Polri," tegasnya. PNO-12
17 Des 2025, 13:05 WIT
PPATK Diseminasi Indeks Efektivitas APUPPT 2025, Menko Yusril Tegaskan Rezim Anti TPPU
Papuanewsonline.com, Jakarta — Pusat Pelaporan dan Analisis
Transaksi Keuangan (PPATK) menyelenggarakan Diseminasi Hasil Pilot Survei
Penilaian Indeks Efektivitas Kinerja Rezim Anti Pencucian Uang, Pencegahan
Pendanaan Terorisme, dan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal
(APUPPT-PPSPM) Tahun 2025, Selasa (16/12/2025). Kegiatan ini menjadi langkah
strategis untuk memperkuat efektivitas rezim APUPPT nasional dalam merespons
dinamika kejahatan keuangan yang semakin kompleks.Diseminasi tersebut berfungsi sebagai forum pemetaan
menyeluruh terhadap efektivitas kebijakan, koordinasi lintas sektor, serta
implementasi regulasi APUPPT di Indonesia. Melalui kegiatan ini, PPATK
mendorong terciptanya sistem penilaian yang objektif dan berbasis data dalam
mengukur dampak nyata rezim APUPPT terhadap pencegahan dan penindakan kejahatan
keuangan.Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, dalam penyampaian utamanya
menegaskan bahwa Indeks Efektivitas yang telah dikembangkan sejak 2020 kini
mengalami perluasan cakupan. Pada tahun 2025, indeks ini tidak lagi terbatas
pada pengukuran kinerja PPATK semata, tetapi mencerminkan kinerja keseluruhan
rezim APUPPT di Indonesia sebagai satu kesatuan sistem nasional.Indeks tersebut diposisikan sebagai instrumen self-assessment
nasional yang objektif dan terukur, sekaligus menjadi alat evaluasi atas
kemampuan rezim APUPPT dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan, mulai dari
korupsi, narkotika, judi daring, kejahatan lingkungan, hingga perdagangan
orang. Kompleksitas ancaman tersebut menuntut soliditas koordinasi lintas
sektor agar sistem dapat merespons secara cepat dan efektif.Kegiatan diseminasi ini turut dihadiri Menteri Koordinator
Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Republik
Indonesia, Yusril Ihza Mahendra, selaku Ketua Komite TPPU. Hadir pula jajaran
pejabat Kemenko Kumham Imipas, perwakilan kementerian dan lembaga terkait,
akademisi, serta para ahli yang tergabung dalam Tim Penjamin Mutu Penilaian
Indeks Efektivitas Rezim APUPPT.Tim Penjamin Mutu berasal dari berbagai perguruan tinggi dan
lembaga independen, antara lain Universitas Sumatera Utara, Universitas
Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjadjaran, Universitas
Airlangga, Universitas Sriwijaya, Universitas Jember, Politeknik Statistika
STIS, serta Kroll Indonesia. Keterlibatan unsur independen ini memperkuat
kredibilitas dan objektivitas hasil penilaian.Dalam arahannya, Menko Kumham Imipas menegaskan bahwa
penguatan rezim APUPPT merupakan agenda strategis nasional yang tidak semata
ditujukan untuk memenuhi standar internasional. Menurutnya, rezim ini menjadi
perisai integritas bangsa karena pencucian uang telah menjadi penggerak utama
di balik berbagai kejahatan prioritas nasional yang merusak keuangan negara dan
sendi keadilan sosial.Hasil pilot survei menunjukkan bahwa Indeks Efektivitas
Kinerja Rezim APUPPT Indonesia memperoleh skor nasional 6,42 dan berada pada
kategori “cukup efektif”. Capaian ini didorong oleh kuatnya dimensi kerangka
regulasi dan kebijakan dengan skor 7,35, serta dimensi perencanaan dan program
APUPPT dengan skor 6,88. Namun demikian, sejumlah area seperti tata kelola dan
koordinasi, kapasitas sumber daya, serta kinerja operasional masih memerlukan
penguatan berkelanjutan.PPATK menyampaikan bahwa hasil pilot survei ini akan menjadi
dasar penyempurnaan metodologi menuju penilaian nasional Indeks Efektivitas
Rezim APUPPT pada tahun-tahun mendatang. Penilaian tersebut diharapkan
memperkuat kesiapan Indonesia menghadapi Mutual Evaluation Review (MER) FATF
2029, sekaligus meneguhkan komitmen nasional dalam menjaga stabilitas sistem
keuangan dan kepercayaan global.Penulis: PNO-1Editor: GF
16 Des 2025, 22:58 WIT
Sambangi SMP Negeri 14 Ambon, Satgaswil Maluku Sosialisasi Pencegahan IRET Sejak Dini
Papuanewsonline.com, Ambon - Upaya pencegahan penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di kalangan pelajar terus diperkuat. Tim Cegah Satgas Wilayah (Satgaswil) Maluku hadir sebagai narasumber dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada siswa SMP Negeri 14 Ambon, Sabtu (13/12/2025).Kegiatan yang berlangsung di SMP Negeri 14 Ambon, Jalan Kebun Cengkeh, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon tersebut diikuti sekitar 300 peserta yang terdiri dari siswa, dewan guru, serta jajaran tenaga pendidik.Penjabat Kepala SMP Negeri 14 Ambon, Ramli, S.Pd, menegaskan pentingnya peran sekolah dalam mencegah masuknya paham intoleransi dan radikalisme di lingkungan pendidikan.“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Cegah Satgaswil Maluku atas pembinaan dan edukasi yang diberikan kepada para siswa. Kegiatan ini sangat penting sebagai upaya membentengi peserta didik dari pengaruh paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme sejak dini,” ujar Ramli.Ia juga menekankan bahwa materi yang disampaikan harus menjadi pembelajaran berkelanjutan di lingkungan sekolah.“Kami mengimbau seluruh guru dan siswa untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Materi pembinaan ini akan kami tindak lanjuti dan sampaikan kembali dalam proses pembelajaran agar nilai-nilai toleransi, kebangsaan, dan cinta damai benar-benar tertanam dalam kehidupan sehari-hari di sekolah,” tambahnya.Menurutnya, sinergi antara pihak sekolah dan aparat menjadi kunci dalam menjaga lingkungan pendidikan tetap aman dan kondusif.“Sekolah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan aparat dan semua pihak sangat diperlukan untuk menjaga anak-anak kita agar tetap fokus pada pendidikan dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi maupun paham yang menyimpang,” tutup Ramli.Sementara itu, IPTU Irawan Rumasoreng, selaku Ketua Tim (Katim) Cegah Satgaswil Maluku Densus 88 AT/Polri, dalam pemaparannya menjelaskan berbagai strategi pencegahan penyebaran paham IRET di kalangan pelajar, khususnya pada usia SMP/MTs yang dinilai rentan terpapar.Dalam kegiatan yang diawali dengan pembinaan pada apel pagi tersebut, IPTU Irawan mengangkat tema “Pengaruh Media Sosial hingga Terpaparnya Siswa SMP/MTs terhadap Aksi Terorisme di Indonesia.”Ia menegaskan bahwa terorisme bukanlah ajaran agama tertentu, melainkan sebuah proses yang berawal dari sikap dan pola pikir intoleran yang kemudian berkembang menjadi radikalisme dan ekstremisme.“Anak-anak dan remaja saat ini menjadi sasaran empuk penyebaran paham radikal, terutama melalui media sosial dan platform digital, termasuk game online. Karena itu, penting bagi siswa untuk bijak dalam menggunakan media sosial,” jelasnya.IPTU Irawan juga memaparkan potensi pelaku, modus operandi, serta modus baru yang digunakan kelompok teror, termasuk sasaran yang kerap dibidik. Ia mengungkapkan bahwa di beberapa wilayah Indonesia telah ditemukan kasus pelajar tingkat SMP/MTs yang terpapar paham radikal dan diamankan oleh Densus 88 AT Polri.Selain itu, para siswa diberikan pemahaman mengenai bentuk-bentuk perilaku intoleransi dan radikalisme yang kerap muncul di lingkungan sekolah, indikator awal perubahan sikap, serta dampak negatif yang dapat ditimbulkan bagi individu maupun lingkungan sosial.Kepada pihak sekolah dan para guru, Tim Cegah Satgaswil Maluku mengimbau agar lebih peka dan melakukan pengawasan terhadap perubahan perilaku siswa, seperti menarik diri dari pergaulan, menutup diri, atau enggan mengikuti kegiatan sekolah, yang dapat menjadi indikasi awal paparan paham radikal.Di akhir kegiatan, Tim Cegah Satgaswil Maluku mengajak seluruh siswa SMP Negeri 14 Ambon untuk menolak dan menjauhi paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme, serta menumbuhkan sikap toleran, cinta damai, dan cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari.Kegiatan sosialisasi yang dilakukan Tim Cegah Satgaswil Maluku di SMP Negeri 14 Ambon menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan ideologi generasi muda sejak dini. Di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya konten bermuatan provokasi, pendekatan edukatif di lingkungan sekolah dinilai efektif sebagai benteng awal pencegahan radikalisme.Pelibatan aktif pihak sekolah, guru, dan siswa menunjukkan pentingnya kolaborasi antara aparat, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam menjaga ruang pendidikan tetap aman, inklusif, dan berorientasi pada nilai-nilai kebangsaan. Upaya berkelanjutan seperti ini diharapkan mampu menciptakan generasi pelajar Maluku yang cerdas, toleran, serta berkarakter kuat dalam menjaga keutuhan NKRI. PNO-12
15 Des 2025, 08:59 WIT
58 Casis Bintara Brimob Polri Panda Polda Maluku Jalani Rikes Tahap Dua
Papuanewsonline.com, Ambon - Sebanyak 58 calon siswa (casia) Bintara Polri Panda Polda Maluku Tahun 2026 menjalani pemeriksaan kesehatan tahap dua di Rumah Sakit Bhayangkara Ambon, Jumat (12/12/2025).Pemeriksaan kesehatan terhadap puluhan peserta seleksi penerimaan Bintara Brimob Polri dilakukan oleh tenaga medis dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Maluku.Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K, mengungkapkan, peserta menjalani pemeriksaan kesehatan meliputi Rontgen, pemeriksaan Darah, Pemeriksaan Urine dan pemeriksaan Kesehatan Jiwa.Menurutnya, rikkes tahap dua merupakan salah satu tahapan penting dalam seleksi penerimaan Bintara Brimob Polri. Ini bertujuan untuk memastikan calon anggota Polri memiliki kondisi kesehatan yang prima sebelum melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya. Menurutnya, pelaksanaan tahapan rikkes dua berjalan tertib dan lancar. "Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung proses seleksi yang transparan dan akuntabel, sehingga menghasilkan calon anggota Polri yang berkualitas dan siap mengabdi kepada masyarakat," harapnya.Untuk diketahui, rikkes tahap dua turut dihadiri Karo SDM dan Kabid Dokkes Polda Maluku. PNO-12
12 Des 2025, 18:46 WIT
Polres Sibolga Gelar Trauma Healing dan Beri Bantuan Untuk Korban Bencana Alam
Papuanewsonline.com, Sibolga - Polres Sibolga melaksanakan kegiatan pemberian bantuan dan trauma healing kepada para korban bencana alam banjir dan tanah longsor yang berada di Posko Pengungsian Masjid Nurul Huda, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan, Rabu (10/12). Kegiatan dimulai pukul 11.30 WIB hingga selesai.Dalam kegiatan kemanusiaan ini, Kapolres Sibolga AKBP Eddy Inganta, S.H., S.I.K., M.H. memimpin langsung jalannya penyaluran bantuan bersama sejumlah pejabat utama Polres Sibolga. Turut hadir Wakapolres Sibolga Kompol Arifin B. Tampubolon, S.H.; PS. Kabag SDM AKP Syawalludin H, S.H.; Kasatpolairud AKP Syahrizal; PS. Kapolsek Sibolga Selatan Iptu Pasma Pasaribu, S.E., M.M.; Plt. Kasipropam Ipda Chandra Purba, S.H.; PS. Paurmin Bag SDM Bripka Armady Faisal; serta Brigadir Bag SDM Briptu Edward Christian Sitohang, S.H.Kegiatan ini menyasar seluruh korban banjir dan tanah longsor yang saat ini masih bertahan di posko pengungsian. Selain memberikan bantuan berupa kebutuhan dasar, personel Polres Sibolga juga melaksanakan sesi trauma healing dengan berbagai pendekatan, mulai dari pemberian dukungan emosional, bermain bersama anak-anak, hingga konseling ringan bagi warga yang terdampak.Kapolres Sibolga menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membantu meringankan beban para korban, baik dari sisi kebutuhan fisik maupun kondisi psikologis. “Kami ingin memastikan para pengungsi merasa diperhatikan, didukung, dan aman. Trauma healing penting dilakukan agar para korban, khususnya anak-anak, dapat kembali merasa tenang setelah mengalami situasi bencana,” ujarnya.Melalui kegiatan ini, Polres Sibolga berharap mampu mengurangi gejala trauma, meningkatkan rasa aman, serta memberikan pendampingan psikologis kepada warga yang terdampak bencana. Upaya kemanusiaan ini juga menjadi bentuk hadirnya Polri di tengah masyarakat, khususnya saat warga menghadapi masa-masa sulit.Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat respon positif dari para pengungsi yang mengaku sangat terbantu dengan hadirnya dukungan dari jajaran Polres Sibolga. PNO-12
11 Des 2025, 08:38 WIT
Brimob Polda Riau Evakuasi Jenazah Korban Bencana di Kecamatan Palembayan
Papuanewsonline.com, Agam - Personel Satuan Brimob Polda Riau yang tergabung dalam Operasi Aman Nusa II kembali melaksanakan tugas kemanusiaan di wilayah terdampak bencana, tepatnya di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Selasa, 9 Desember 2025.Sekitar pukul 14.00 WIB, tim Brimob Polda Riau yang dipimpin Danton 3 BKO Ipda Sakwan berhasil mengevakuasi satu jenazah berjenis kelamin perempuan di kawasan Kampung Padang Gadih. Korban diperkirakan berusia sekitar 50 tahun dan masih dalam kondisi belum teridentifikasi.Proses evakuasi berjalan lancar, aman, dan dilaksanakan dengan mengutamakan standar operasional pencarian dan pertolongan (SAR) di lokasi yang memiliki kondisi geografis cukup menantang akibat bencana.Menanggapi operasi kemanusiaan tersebut, Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri menyampaikan apresiasi sekaligus penegasan mengenai komitmen Polri dalam merespons kondisi darurat.“Personel Brimob Polda Riau menunjukkan profesionalisme dan kecepatan dalam melaksanakan evakuasi. Setiap langkah di lapangan dilakukan dengan penuh kehati-hatian sesuai prosedur SAR. Polri berkomitmen memberikan penanganan terbaik dalam operasi kemanusiaan, terutama pada wilayah terdampak bencana,” ujar Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri.Ia juga menambahkan bahwa operasi kemanusiaan yang tengah berlangsung di wilayah Agam akan terus diperkuat dengan koordinasi intensif bersama pemerintah daerah, Basarnas, TNI, dan berbagai unsur terkait.“Prioritas utama kami adalah menyelamatkan korban, melakukan pencarian, serta memastikan keamanan masyarakat. Sinergi di lapangan merupakan kunci agar proses penanganan bisa berjalan cepat, tepat, dan aman,” tambahnya.Dengan ditemukannya satu jenazah tersebut, tim gabungan masih melanjutkan pencarian lanjutan untuk memastikan tidak ada korban lain yang belum terdata, seraya memberikan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Kecamatan Palembayan. PNO-12
11 Des 2025, 08:30 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru