logo-website
Rabu, 24 Jun 2026,  WIT
BERITA TAG Kesehatan Homepage
Cegah Resiko ISPA, Polres Aceh Selatan Terjunkan Water Cannon Bersihkan Debu Sisa Banjir Papuanewsonline.com, Aceh Selatan - Sebagai langkah preventif menjaga kesehatan masyarakat pasca-bencana, Polres Aceh Selatan melakukan aksi penyemprotan dan pembersihan jalan protokol pada Sabtu (10/1). Fokus utama kegiatan ini adalah menghilangkan tumpukan lumpur kering yang memicu polusi debu di sepanjang jalan utama Kabupaten Aceh Selatan.Banjir yang melanda wilayah tersebut selama hampir satu bulan menyisakan material lumpur tebal. Saat mengering, lumpur ini berubah menjadi debu yang beterbangan ketika dilintasi kendaraan, sehingga sangat berisiko memicu penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).Untuk mengatasinya, Polres Aceh Selatan mengerahkan unit Water Cannon guna menyisir jalan-jalan protokol. Penyemprotan air bertekanan tinggi ini efektif mengangkat sisa lumpur kering yang membandel dan menurunkan kadar debu di udara secara signifikan.Wakapolres Aceh Selatan, Kompol Edwin Aldro menjelaskan bahwa aksi ini merupakan respon langsung terhadap rekomendasi dari petugas kesehatan Polri. Kehadiran tim di lapangan bertujuan untuk memastikan kualitas udara kembali layak bagi aktivitas warga.“Penyiraman dan pembersihan debu ini kami lakukan untuk meminimalisir dan menghilangkan debu di jalan agar masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih nyaman dan sehat,” ujar Kompol Edwin Aldro.Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antara tindakan kepolisian dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan selama masa pemulihan.Selain melakukan pembersihan fisik, Polres Aceh Selatan turut mengeluarkan himbauan kepada warga yang beraktivitas di luar rumah:- Selalu menggunakan masker saat berkendara atau berjalan di area terdampak.- Meningkatkan konsumsi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh terhadap perubahan kualitas lingkungan.Langkah preventif dan humanis ini merupakan bagian dari komitmen Polres Aceh Selatan untuk terus hadir di tengah masyarakat hingga kondisi lingkungan benar-benar pulih pasca-bencana. PNO-12 10 Jan 2026, 19:09 WIT
Brimob Polda Sumut Hadirkan Sanitasi Layak Bagi Korban Banjir di Desa Tolang Julu Papuanewsonline.com, Tapanuli Selatan - Personel Brimob Batalyon C Polda Sumatera Utara bersama masyarakat setempat melaksanakan pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) bagi warga terdampak banjir di Desa Tolang Julu, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan.Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana, khususnya dalam penyediaan sarana sanitasi yang layak dan sehat bagi masyarakat. Pembangunan MCK dilakukan secara gotong royong sebagai wujud sinergi antara Polri dan warga dalam mempercepat pemulihan lingkungan permukiman.Kegiatan pembangunan MCK dengan tahapan pengerjaan meliputi pemasangan plafon, pemasangan pintu WC, serta proses pengecatan yang terus dilanjutkan.Iptu Roy Sandri Pohan menyampaikan bahwa pembangunan MCK menjadi kebutuhan mendesak bagi warga pascabanjir, terutama untuk menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan.“Fasilitas MCK ini kami bangun bersama masyarakat agar dapat segera dimanfaatkan. Harapannya, warga memiliki akses sanitasi yang layak sehingga aktivitas sehari-hari dapat kembali berjalan dengan lebih nyaman dan sehat,” ujarnya.Masyarakat Desa Tolang Julu menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi keterlibatan personel Brimob yang bekerja berdampingan dengan warga. Kehadiran aparat di tengah masyarakat tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan semangat dan rasa kebersamaan dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana banjir. PNO-12 10 Jan 2026, 18:59 WIT
Layanan Kesehatan Pusdokkes Jangkau Warga Hingga Pelosok Aceh Terdampak Bencana Papuanewsonline.com, Aceh - Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri terus menunjukkan kepedulian kemanusiaan dengan menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana alam di Provinsi Aceh. Tim dokter dan tenaga kesehatan diterjunkan ke sejumlah wilayah, mulai dari Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Gayo Lues, hingga Bener Meriah.Bakti kesehatan ini menjadi bagian dari respons cepat Polri dalam memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga pascabencana. Tim medis Pusdokkes Polri disebar secara merata ke lokasi pengungsian maupun pemukiman warga, termasuk wilayah pelosok, agar layanan kesehatan dapat dirasakan secara langsung dan berkelanjutan.Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pengobatan dan pemberian obat-obatan, penanganan luka ringan, pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta edukasi kesehatan guna mencegah potensi munculnya penyakit pascabencana.Kepala Pusdokkes Polri melalui Kabid Kedokteran dan Kesehatan Polda Aceh, Kombes Pol dr. Dafianto Arief, M.Si., menjelaskan bahwa pengerahan tim medis ini bertujuan untuk menjamin kesehatan masyarakat sekaligus mencegah terjadinya krisis kesehatan di wilayah terdampak.“Pusdokkes Polri bersama Biddokkes Polda Aceh menurunkan sebanyak 191 dokter dan tenaga kesehatan yang terbagi dalam tiga gelombang penugasan,” ujar dr. Dafianto.Ia menambahkan, hingga 7 Januari 2026, tim Pusdokkes Polri telah memberikan pelayanan kesehatan kepada 25.034 orang, yang terdiri dari 2.276 personel Polri (PNPP) dan 22.759 warga masyarakat. Tim medis juga memastikan layanan kesehatan menjangkau daerah-daerah terpencil di wilayah terdampak bencana.Pelaksanaan bakti kesehatan ini dilakukan secara terpadu dan bersinergi dengan TNI, pemerintah daerah, BPBD, tenaga kesehatan setempat, serta para relawan, sehingga pelayanan dapat menjangkau masyarakat secara optimal di seluruh wilayah terdampak.Melalui kegiatan ini, Polri menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam memberikan pelayanan kemanusiaan, terutama pada situasi darurat bencana.“Pusdokkes Polri dan Polda Aceh hadir membantu masyarakat sebagai wujud komitmen Polri,” pungkasnya. PNO-12 10 Jan 2026, 18:37 WIT
Menguatkan Harapan Pascabencana, Leo Clubs International Hadir Dampingi Pemulihan Mental Papuanewsonline.com, Sumatera Utara — Pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor tidak berhenti ketika air surut dan akses wilayah kembali terbuka. Pada fase lanjutan, masyarakat masih dihadapkan pada berbagai persoalan kesehatan, baik fisik maupun psikologis, yang dapat memengaruhi fungsi keluarga, pendidikan anak, hingga produktivitas kerja.Menjawab kebutuhan tersebut, jejaring relawan bersama Leo Clubs MD 307 Indonesia melaksanakan pendampingan pemulihan kesehatan fisik dan mental secara mandiri bagi masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera. Kegiatan ini berlangsung selama periode Desember 2025 hingga Januari 2026 dengan pendekatan berbasis komunitas.Pendampingan dirancang untuk membantu masyarakat mengenali tanda bahaya fisik dan psikologis sejak dini, memberikan dukungan awal yang aman, serta menjaga rutinitas dasar pemulihan seperti tidur yang cukup, hidrasi, nutrisi, kebersihan diri, dan penguatan dukungan sosial. Program ini juga mendorong akses rujukan yang tepat bagi kelompok rentan, termasuk anak-anak, lansia, dan warga dengan penyakit penyerta.Di lapangan, kehadiran Leo Clubs MD 307 Indonesia ditegaskan sebagai gerak kolektif para anggota. Relawan hadir berdampingan dengan warga terdampak, menyampaikan informasi pemulihan, sekaligus membangun rasa solidaritas agar masyarakat tidak menghadapi fase pascabencana sendirian.Renaldo Fajar Nugraha Susilo selaku President Leo Club MD 307 Indonesia menegaskan bahwa kerja kemanusiaan harus berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat dan menghasilkan dampak yang terukur. Ia menekankan bahwa pemulihan pascabencana tidak boleh berhenti pada bantuan sesaat, melainkan perlu membangun kapasitas warga agar dapat pulih dan kembali berfungsi secara mandiri.Sementara itu, Louis Valentino Chairus sebagai Vice President Leo Club MD 307 Indonesia menyoroti pentingnya koordinasi lintas pihak dalam setiap respons kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa kerja lapangan harus terorganisasi dengan baik, berjejaring dengan masyarakat lokal, serta menjaga akuntabilitas agar manfaat pendampingan dapat berkelanjutan.Hal senada disampaikan oleh Angeline Chen selaku MDT (Treasurer) Leo Club MD 307 Indonesia yang memastikan seluruh upaya kemanusiaan dikelola secara cermat, efisien, dan berorientasi pada pemulihan jangka menengah hingga panjang, sehingga dampaknya benar-benar dirasakan oleh komunitas terdampak.Pendampingan ini turut diperkuat oleh tim teknis yang berfokus pada tata kelola dan pengorganisasian. R. Bg. Angelo Basario Marhaenis Manurung menekankan pentingnya desain pemulihan kesehatan mental yang dapat dipraktikkan langsung oleh komunitas, sementara Joseph Aguslow menambahkan bahwa ketepatan desain operasional menjadi faktor penentu kualitas dampak program di situasi pascabencana.Melalui penguatan komunikasi publik dan jejaring, kegiatan ini diarahkan menjadi model kerja komunitas yang terstruktur dan berkelanjutan. Dengan semangat we serve, Leo Clubs International hadir bersama masyarakat terdampak untuk menguatkan pemulihan fisik, menenangkan trauma, serta mendorong kemandirian komunitas dalam menghadapi masa depan.Penulis: RedEditor: GF 10 Jan 2026, 12:55 WIT
Bupati Boven Digoel Tegaskan Bantuan Pangan Nasional Wajib Tepat Sasaran dan Bebas Keterlambatan Papuanewsonline.com, Boven Digoel — Bupati Boven Digoel, Roni Omba, menegaskan bahwa penyaluran Bantuan Pangan Nasional harus tepat sasaran dan diterima langsung oleh masyarakat yang berhak. Berdasarkan data pemerintah daerah, sekitar 5.000 orang telah terdaftar sebagai penerima manfaat program bantuan tersebut di Kabupaten Boven Digoel.Penegasan ini disampaikan Bupati saat melakukan kunjungan dan pengecekan langsung ke Gudang Bulog Boven Digoel pada Kamis (8/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, Roni Omba memastikan kesiapan logistik sekaligus menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam proses distribusi bantuan.Bupati meminta aparat pemerintah di tingkat distrik dan kampung untuk bertanggung jawab penuh dalam mengawal penyaluran bantuan agar tidak terjadi penyimpangan maupun keterlambatan. Ia menegaskan bahwa seluruh mekanisme distribusi telah disiapkan dan tidak boleh ada alasan teknis yang menghambat penyaluran kepada masyarakat.“Bantuan ini harus sampai ke tangan masyarakat. Tidak ada alasan, karena semua sudah dianggarkan, termasuk transportasi. Saya akan turun langsung ke lapangan untuk mengecek dan memastikan bantuan benar-benar diterima oleh warga,” tegas Roni Omba.Menurutnya, pengawasan langsung dari pemerintah daerah menjadi langkah penting untuk memastikan program nasional ini berjalan sesuai tujuan. Penyaluran bantuan yang tidak tepat sasaran dinilai berpotensi merugikan masyarakat serta mencederai kepercayaan publik terhadap pemerintah.Roni Omba menambahkan bahwa Bantuan Pangan Nasional merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam membantu meringankan beban masyarakat, khususnya di tengah tantangan ekonomi dan kondisi geografis wilayah Boven Digoel yang tidak mudah dijangkau.Selain itu, ia menekankan pentingnya prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan penyaluran bantuan. Aparat pelaksana diminta bekerja profesional dan memastikan data penerima manfaat benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.Pemerintah Kabupaten Boven Digoel berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan serta evaluasi agar bantuan pangan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan. Penulis: HendEditor: GF 09 Jan 2026, 00:32 WIT
Polri Respon Cepat Evakuasi Warga di Tiga Kabupaten Terdampak Hidrometeorologi Papuanewsonline.com, Ternate - Curah hujan dengan intensitas tinggi memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Provinsi Maluku Utara. Sedikitnya tercatat satu kejadian banjir bandang, empat kejadian tanah longsor, serta 15 kejadian banjir yang berdampak pada tiga kabupaten, yakni Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Utara, dan Kota Tidore Kepulauan. Sejak awal kejadian, jajaran Polri langsung bergerak cepat untuk melakukan evakuasi warga, penyelamatan korban, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi.Berdasarkan data Polri per 7 Januari 2026, bencana tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, masing-masing dua korban di Kabupaten Halmahera Barat dan satu korban di Kabupaten Halmahera Utara. Selain korban jiwa, ribuan warga terpaksa mengungsi demi keselamatan, dengan jumlah pengungsi mencapai sekitar 5.000 jiwa di Halmahera Barat dan 1.311 jiwa di Halmahera Utara. Sementara itu, kerugian material sementara ditaksir mencapai Rp4,27 miliar dan masih terus didata oleh petugas di lapangan.Hujan deras yang berlangsung sejak Senin (5/1/2026) hingga Kamis (8/1/2026) dini hari juga berdampak pada infrastruktur vital. Jembatan Ake Aru yang menghubungkan Tobelo–Loloda di Kecamatan Galela Utara, Kabupaten Halmahera Utara, dilaporkan terputus akibat derasnya arus banjir. Kondisi ini menghambat mobilitas warga serta distribusi logistik. Polri pun melakukan pengamanan di lokasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk percepatan penanganan dan pemulihan akses.Di tengah upaya penyelamatan, Polri juga menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak. Di Kabupaten Halmahera Barat, Polres setempat bersama pemerintah desa menyalurkan bantuan logistik berupa 1.000 dus mi instan dan 1.000 sak beras ukuran 5 kilogram. Bantuan tersebut didistribusikan secara bertahap ke lokasi terdampak dan tempat pengungsian, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.Sejak menerima laporan awal bencana, jajaran Polri di Maluku Utara mulai dari Polsek hingga Polda langsung diterjunkan ke lokasi terdampak. Fokus penanganan diarahkan pada evakuasi warga di titik rawan, pemberian pertolongan pertama bagi korban luka, pelaksanaan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR), serta pembukaan akses jalan yang tertutup banjir dan material longsor. Seluruh langkah dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan medan yang berat.Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si., menegaskan bahwa kecepatan dan sinergi menjadi kunci dalam penanganan bencana.“Personel kami bergerak dari satuan terdekat dengan membawa perlengkapan yang dibutuhkan dan bekerja bersama unsur terkait. Prioritas utama adalah keselamatan warga, penanganan korban, serta memastikan para pengungsi mendapatkan perhatian dan kebutuhan dasar yang layak,” ujarnya.Untuk mendukung operasi di lapangan, Polri mengerahkan personel dan sarana secara terpadu. Di Kabupaten Halmahera Barat, dikerahkan dua unit truk R6, tiga unit kendaraan R4 double cabin, serta 60 personel Polres Halmahera Barat. Sementara di Kabupaten Halmahera Utara, Polres setempat menurunkan tiga unit truk R6, empat unit kendaraan R4 double cabin, dan 90 personel guna menjangkau wilayah terdampak hingga ke desa-desa. Dukungan juga diberikan oleh Polres Ternate dengan satu unit truk R6 dan 12 personel Samapta, serta Polresta Tidore Kepulauan dengan satu unit truk R6 dan 12 personel Samapta.Unsur SAR turut diperkuat oleh Sat Brimob Polda Maluku Utara yang mengerahkan dua unit truk R6, satu unit kendaraan R6 box, satu unit kendaraan R4 double cabin, 10 set peralatan SAR, serta 38 personel Brimob. Di wilayah perairan, Ditpolairud Polda Maluku Utara menurunkan satu unit kapal patroli SBU beserta empat personel ABK untuk pemantauan dan evakuasi.Dalam penanganan pengungsi, Polda Maluku Utara berkoordinasi dengan Forkopimda dan instansi terkait untuk mendirikan dan mengelola posko pengungsian. Kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, layanan kesehatan, serta keamanan terus diupayakan agar tetap terpenuhi. Polri juga menyiagakan jajaran Polres lainnya untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan.Kapolda Maluku Utara turut menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban meninggal dunia serta empati kepada seluruh masyarakat terdampak. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta menghindari kawasan rawan bencana. Layanan darurat Polri 110 juga disiagakan dan dapat diakses selama 24 jam untuk pelaporan kondisi darurat maupun permintaan bantuan.Polda Maluku Utara memastikan seluruh jajaran tetap siaga penuh, terus memantau perkembangan situasi, serta bekerja bersama seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat agar proses pemulihan dapat berjalan optimal dan aktivitas warga kembali normal. PNO-12 08 Jan 2026, 18:14 WIT
Kapolda Sumbar Pimpin Pemakaman Massal Korban Bencana Palembayan Papuanewsonline.com, Agam - Suasana duka menyelimuti pelaksanaan pemakaman massal korban bencana alam di wilayah Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.Kepolisian Daerah Sumatera Barat bersama unsur TNI, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan relawan menggelar prosesi pemakaman secara bermartabat sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada para korban.Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta menyampaikan bahwa hingga saat ini jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 253 orang. Dari jumlah tersebut, 222 jenazah telah berhasil diidentifikasi, sementara 31 jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi oleh tim gabungan.“Hari ini kita hadir dalam suasana duka mendalam untuk melaksanakan pemakaman massal korban bencana alam di Palembayan. Polri memastikan seluruh proses identifikasi dan pemulasaraan dilakukan secara profesional, humanis, dan penuh penghormatan terhadap nilai kemanusiaan,” ujar Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta, Rabu (7/1).Dari total jenazah yang telah teridentifikasi, tercatat 110 laki-laki dan 112 perempuan. Sementara 31 jenazah yang masih dalam proses identifikasi terdiri dari 14 laki-laki, 12 perempuan, serta 5 bagian tubuh (body part).Sebelumnya, telah dilakukan pemakaman massal terhadap 10 jenazah di TPU Agam, dengan 4 jenazah di antaranya telah teridentifikasi. Pada hari ini, kembali dilaksanakan pemakaman massal terhadap 6 jenazah, yang terdiri dari 4 perempuan, 1 laki-laki, serta 1 bagian tubuh, seluruhnya ditemukan di wilayah Kecamatan Palembayan dan sekitarnya.Kapolda Sumbar menegaskan bahwa Polri bersama seluruh unsur terkait terus memaksimalkan upaya identifikasi jenazah serta memberikan pendampingan kepada keluarga korban.“Kami bersama TNI, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan relawan terus bekerja tanpa henti untuk memastikan seluruh korban dapat teridentifikasi dan dimakamkan secara layak, serta keluarga yang ditinggalkan mendapatkan pendampingan yang dibutuhkan,” tegasnya.Selain penanganan korban jiwa, dampak bencana juga dirasakan oleh kalangan pelajar. Berdasarkan data posko di Kecamatan Palembayan, tercatat 104 pelajar terdampak bencana, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK, yang tersebar di tiga posko pengungsian, yakni SDN 05 Kayu Pasak SBB, Padang Koto Gadang, dan Nagari Salareh Aia Timur.Kapolda Sumbar turut mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya proses penanganan bencana ini kepada petugas di lapangan. Informasi resmi akan terus kami sampaikan secara terbuka,” imbau Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta.Di akhir pernyataannya, Kapolda Sumbar menyampaikan duka cita mendalam atas nama negara dan institusi Polri kepada seluruh keluarga korban.“Atas nama negara dan Polri, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Mari kita doakan para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” pungkasnya. PNO-12 08 Jan 2026, 13:01 WIT
Polda NTT Konfirmasi Penemuan 1 Jenazah di Bangkai KM Putri Sakinah Papuanewsonline.com, Manggarai Barat - Tim SAR gabungan menemukan satu jenazah yang diduga merupakan korban hilang tenggelamnya KM Putri Sakinah di Pantai Pede, Pulau Komodo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Selasa (6/1/2026).Jenazah ditemukan pada koordinat -8°38,87163’ 119°28,62259’ di kawasan perairan Selat Padar, Taman Nasional Komodo (TNK).Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H membenarkan penemuan tersebut.“Benar, hari ini telah ditemukan satu jenazah yang diduga korban tenggelamnya KM Putri Sakinah. Saat ini jenazah masih dalam proses identifikasi di RS Komodo Labuan Bajo,” jelas Kabidhumas Polda NTT.Kabidhumas menjelaskan, penemuan jenazah bermula sekitar pukul 13.00 Wita, ketika dua nelayan Pulau Komodo bernama Saiful dan Hadi Kusuma menemukan bangkai kamar kapal yang diduga bagian dari KM Putri Sakinah, kapal yang dilaporkan tenggelam di Selat Padar Utara pada 26 Desember 2025.Kedua nelayan tersebut kemudian mengajak nelayan lain di sekitar lokasi untuk menarik bangkai kamar kapal ke Pantai Pede menggunakan perahu. Setibanya di pantai, tercium bau menyengat sehingga bangkai kamar kapal dibongkar dan ditemukan satu jenazah di dalamnya.“Setelah temuan tersebut, nelayan segera menghubungi tim SAR gabungan untuk dilakukan evakuasi,” tambahnya.Sekitar pukul 14.00 Wita, tim SAR gabungan bertolak dari perairan Padar Utara menuju lokasi kejadian dengan menggunakan RIB Syahbandar Labuan Bajo, RIB Basarnas Labuan Bajo, serta KN Puntadewa SAR Maumere. Tim tiba di lokasi pada pukul 14.30 Wita dan langsung mengevakuasi jenazah menggunakan kantong jenazah.Jenazah kemudian diberangkatkan dari Pulau Komodo menuju Labuan Bajo pada pukul 16.40 Wita dan tiba sekitar pukul 18.10 Wita.Selanjutnya, jenazah dibawa ke RS Komodo Labuan Bajo untuk proses identifikasi lebih lanjut.Menurut Kabidhumas Polda NTT, proses identifikasi masih dilakukan oleh Tim DVI Polda NTT, dalam hal ini Kabiddokkes Polda NTT dan untuk kepastian identitas korban masih menunggu hasil DVI, termasuk pemeriksaan bukti primer seperti data gigi.Ia juga menambahkan, Polda NTT menghormati permintaan pihak keluarga korban agar jenazah tidak ditampilkan ke publik, baik dalam dokumentasi maupun pemberitaan, sebagai bentuk penghormatan terhadap privasi dan nilai kemanusiaan.“Sampai saat ini, tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap korban lain yang diduga masih hilang. Situasi di lapangan aman dan terkendali,” tutupnya. PNO-12 07 Jan 2026, 15:27 WIT
Satgas Gulbencal Kodim 0211/TT Evakuasi Warga Terjebak Banjir Susulan di Kecamatan Tukka Papuanewsonline.com, Tapanuli Tengah - Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodim 0211/Tapanuli Tengah melaksanakan evakuasi warga yang terjebak banjir susulan akibat tingginya intensitas curah hujan di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Jum’at (2/1/2026). Banjir terjadi di sekitar aliran Sungai Aek Harse saat warga dari beberapa desa hendak menyeberang menuju lokasi pengungsian.Evakuasi dilakukan oleh Babinsa Koramil 03/Pandan bersama personel gabungan dan perangkat desa terhadap warga yang berasal dari Desa Saur Manggita, Desa Kalangan II, Lingkungan V Siantar Gunung, serta Kelurahan Hutanabolon, dengan jumlah keseluruhan sebanyak 46 orang.Proses evakuasi dilaksanakan secara terpadu dengan memperhatikan kondisi arus sungai yang meningkat akibat hujan berkelanjutan. Seluruh warga berhasil dipindahkan ke lokasi yang lebih aman menuju posko pengungsian di wilayah Hutanabolon, tanpa adanya korban jiwa maupun kerugian materil.Selain melaksanakan evakuasi, Babinsa juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di wilayah rawan banjir yang telah ditetapkan sebagai zona merah. Warga diarahkan untuk mengikuti kebijakan pemerintah daerah dan menempati hunian sementara demi keselamatan bersama.Sementara itu, Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, S.E., M.Tr.(Han)., menegaskan bahwa kehadiran TNI dalam penanganan bencana merupakan bentuk komitmen dalam melindungi dan membantu masyarakat. “Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan unsur terkait menjadi kunci dalam memastikan keselamatan warga serta mempercepat penanganan dampak bencana,” jelas Kapendam. PNO-12 04 Jan 2026, 14:39 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT