logo-website
Rabu, 24 Jun 2026,  WIT
BERITA TAG Kesehatan Homepage
Taruna Akpol Bersama SSDM Polri Laksanakan Trauma Healing Perdana di Aceh Tamiang Papuanewsonline.com, Aceh Tamiang - Tanpa membuang waktu untuk beristirahat, sesaat setelah tiba di Aceh Tamiang, 9 Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) didampingi Biro Psikologi SSDM Polri langsung turun ke lapangan melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban bencana. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengerahan 169 Taruna Akpol yang bertugas selama satu bulan penuh dalam Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardus) 2026, untuk melaksanakan pelayanan terpadu pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang.Trauma healing dilaksanakan di TK Kemala Bhayangkari 12 Aceh Tamiang, Sabtu (24/1/2026), dengan sasaran 75 anak-anak tingkat taman kanak-kanak yang terdampak langsung banjir bandang dan tanah longsor. Pendampingan dilakukan melalui pendekatan Psychological First Aid (PFA), permainan edukatif, konseling kelompok kecil, serta berbagai aktivitas kreatif yang bertujuan memulihkan rasa aman, menenangkan emosi, dan mengembalikan semangat anak-anak. Kehadiran Taruna Akpol sebagai pendamping menciptakan suasana hangat, aman, dan penuh keakraban. Anak-anak tidak hanya diajak bermain, tetapi juga diberi ruang untuk mengekspresikan perasaan, bercerita, serta membangun kembali kepercayaan diri.Psikolog SSDM Polri AKBP Astiadi Prahastomo, S.Psi., S.I.K., M.T. Yang memimpin kegiatan ini menjelaskan bahwa trauma healing ini dilakukan sebagai bentuk pertolongan psikologis awal bagi anak-anak pascabencana. Fokus utama kegiatan adalah memulihkan rasa aman, menenangkan emosi, dan mengembalikan keceriaan anak-anak agar proses pemulihan berjalan lebih cepat dan sehat. Pendekatan berbasis Psychological First Aid melalui permainan, interaksi sosial, dan komunikasi empatik dinilai efektif membantu anak-anak menurunkan kecemasan serta membangun kembali rasa percaya diri. Ia juga menegaskan bahwa kehadiran 9 Taruna Akpol sangat membantu proses pendampingan, karena para taruna mampu menjadi figur kakak dan sahabat bagi anak-anak, sehingga tercipta kedekatan emosional yang mempercepat proses pemulihan.Kegiatan trauma healing ini menjadi aksi kemanusiaan perdana dari rangkaian panjang pengabdian 169 Taruna Akpol yang dikerahkan ke Aceh Tamiang selama satu bulan penuh. Para taruna akan melaksanakan berbagai kegiatan fisik dan nonfisik, mulai dari pemulihan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pengelolaan dapur umum, hingga pendampingan psikososial, guna membantu percepatan pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa kegiatan trauma healing yang dilakukan oleh SSDM Polri bersama 9 Taruna Akpol ini merupakan langkah awal yang sangat penting dalam proses pemulihan masyarakat pascabencana, khususnya bagi anak-anak. Selama satu bulan ke depan, 169 Taruna Akpol akan hadir dan bekerja bersama masyarakat Aceh Tamiang dalam berbagai program kemanusiaan, memastikan kehadiran Polri tidak hanya dalam pemulihan fisik, tetapi juga dalam penguatan mental dan psikologis masyarakat agar mampu bangkit kembali secara utuh.Kegiatan trauma healing ini menjadi simbol awal pengabdian panjang Taruna Akpol di Aceh Tamiang. Selama satu bulan ke depan, para taruna akan terus hadir di tengah masyarakat bekerja, melayani, dan menguatkan demi mempercepat pemulihan kehidupan pascabencana serta menumbuhkan kembali harapan bagi generasi masa depan. PNO-12 25 Jan 2026, 14:32 WIT
Sentuhan Kemanusiaan Operasi Damai Cartenz 2026 Beri Pelayanan Kesehatan dan Rasa Aman Papuanewsonline.com, Sinak - Kehadiran personel Operasi Damai Cartenz 2026 di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, tidak hanya ditandai dengan patroli keamanan, tetapi juga dengan sentuhan kemanusiaan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Pada Selasa, 21 Januari 2026, personel Korps Brimob Polri yang tergabung dalam Satgas Tindak Operasi Damai Cartenz 2026 turun langsung ke tengah warga untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis sekaligus melaksanakan patroli kamtibmas.Sejak pagi hari, personel Satgas terlihat menyambangi rumah-rumah warga dan titik-titik aktivitas masyarakat. Dengan perlengkapan medis sederhana, mereka melayani pemeriksaan kesehatan, membagikan obat-obatan, serta memberikan edukasi kesehatan dasar. Anak-anak, orang tua, hingga lansia tampak antusias dan merasa nyaman saat berinteraksi langsung dengan personel Polri yang melayani dengan ramah dan penuh empati.Di sela pelayanan kesehatan, patroli kamtibmas dilakukan secara dialogis. Personel menyapa warga, berbincang ringan, dan mendengarkan keluhan maupun harapan masyarakat terkait situasi keamanan di lingkungan mereka. Pendekatan ini menghadirkan suasana yang hangat, di mana kehadiran Polri tidak hanya dirasakan sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat yang peduli terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat.Kaops Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi kunci utama dalam membangun kedamaian yang berkelanjutan di Papua. Menurutnya, keamanan dan kesejahteraan masyarakat harus berjalan beriringan.“Operasi Damai Cartenz 2026 tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga menghadirkan rasa damai melalui pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Ketika Polri hadir dengan hati, melayani dan mendengar, di situlah kedamaian tumbuh,” ujar Brigjen Pol. Faizal Ramadhani.Ia menambahkan bahwa kegiatan pelayanan kesehatan dan patroli dialogis merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri, sekaligus memperkuat hubungan yang harmonis di daerah penugasan.Respons positif pun datang dari warga Distrik Sinak. Tokoh masyarakat setempat, Yulius Murib, mengungkapkan bahwa kehadiran personel Operasi Damai Cartenz 2026 membawa rasa tenang dan harapan bagi masyarakat.“Polisi datang dengan cara yang baik. Mereka memeriksa kesehatan kami, berbicara dengan kami, dan menjaga keamanan kampung. Kami merasa diperhatikan dan tidak sendirian. Ini membuat kami lebih tenang dan merasa damai,” ujar Yulius Murib.Selama kegiatan berlangsung, situasi Distrik Sinak terpantau aman dan kondusif. Pelayanan kesehatan gratis yang dibarengi patroli kamtibmas dialogis ini menjadi cerminan komitmen Operasi Damai Cartenz 2026 dalam menjaga Tanah Papua tetap aman dan damai, melalui pendekatan humanis yang hadir langsung di tengah kehidupan masyarakat. PNO-12 24 Jan 2026, 13:25 WIT
Kapolda Tinjau Bakti Kesehatan di Desa Wali, Buru Selatan Papuanewsonline.com, Bursel – Sebagai bentuk nyata kepedulian Polri terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si bersama Ketua Bhayangkari Daerah Maluku Ny. Vitri Dadang Hartanto beserta rombongan PJU melaksanakan peninjauan pelaksanaan Bakti Kesehatan Kapolda Maluku bagi masyarakat.Bakti kesehatan yang diselenggarakan di balai desa Wali, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan, Rabu (21/1/2026) berupa khitanan massal, pengobatan gratis, dan pemeriksaan golongan darah. Khitanan massal diikuti oleh 10 anak, pengobatan umum sebanyak 27 peserta, dan pemeriksaan golongan darah sebanyak 65 peserta.Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendekatkan Polri dengan masyarakat sekaligus memberikan pelayanan kesehatan secara langsung dan gratis kepada warga, khususnya masyarakat yang membutuhkan.Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Maluku juga menyempatkan diri untuk berinteraksi dengan masyarakat serta memberikan bingkisan kepada anak-anak peserta khitanan massal. Ini dilakukan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian Polri terhadap generasi muda.Kapolda Maluku menyampaikan kegiatan bakti kesehatan yang diselenggarakan merupakan wujud kehadiran Polri tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan dan pengayom masyarakat.“Polri hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui bakti kesehatan ini, kami berharap dapat membantu masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan sekaligus mempererat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat,” ujarnya.Kapolda Maluku juga memberikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Buru Selatan, tenaga kesehatan, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi sehingga kegiatan bakti kesehatan ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar.“Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat sangat penting dalam membangun masyarakat yang sehat, aman, dan sejahtera,” tambahnya. PNO-12 24 Jan 2026, 11:47 WIT
PT Freeport Indonesia Resmi Membuka Rangkaian BK3N 2026 di Tiga Wilayah Operasi Strategis Papuanewsonline.com, Mimika — PT Freeport Indonesia (PTFI) resmi membuka rangkaian kegiatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (BK3N) Tahun 2026 yang dilaksanakan serentak di tiga area kerja utama, yakni Tembagapura dan Kuala Kencana di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, serta fasilitas Smelter PTFI di Gresik, Provinsi Jawa Timur, Senin (12/1/2026).BK3N 2026 mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan Keselamatan Pertambangan Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif” dengan semangat “Bangkit Bersama, Kerja Selamat, Kerja Sehat”. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang berlangsung selama satu bulan penuh dengan melibatkan seluruh karyawan dan mitra kerja PTFI.Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja harus menjadi fondasi utama dalam setiap aktivitas, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari. Peringatan BK3N tidak hanya dimaknai sebagai agenda tahunan, tetapi sebagai bentuk komitmen berkelanjutan perusahaan terhadap perlindungan sumber daya manusia.Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran pribadi terkait keselamatan, sebagaimana disampaikannya bahwa keselamatan dimulai dari rumah dan dari diri masing-masing individu, bukan semata-mata di tempat kerja.Untuk mendukung semangat tersebut, PTFI menyiapkan berbagai kegiatan yang bersifat edukatif, kompetitif, dan partisipatif. Kegiatan tersebut meliputi kampanye keselamatan di area kerja serta lingkungan komunitas seperti sekolah dan kampus, guna memperluas pemahaman tentang pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja.Selain itu, sejumlah kompetisi keselamatan turut digelar, antara lain pertolongan pertama dan penggunaan Automated External Defibrillator (AED), tantangan manajemen risiko fatal, lomba pelaporan keselamatan, inovasi keselamatan, pembuatan video keselamatan, serta kuis edukatif. PTFI juga menyelenggarakan kompetisi virtual run dengan jarak 50 kilometer di Gresik serta 68 kilometer di Tembagapura dan Kuala Kencana.Melalui rangkaian kegiatan tersebut, PTFI berupaya mendorong peningkatan kompetensi, kesadaran, serta kepedulian seluruh insan perusahaan terhadap penerapan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja secara konsisten dan berkelanjutan.Puncak peringatan BK3N 2026 direncanakan berlangsung di Tembagapura pada 7 Februari 2026 dengan agenda seperti gerakan bersih kota, safety games, simulasi pemadaman kebakaran, serta pertunjukan musik lokal yang melibatkan karyawan dan masyarakat sekitar.Sementara itu, penutupan seluruh rangkaian BK3N 2026 akan dilaksanakan di Kuala Kencana pada 14 Februari 2026. Kepala Teknik Tambang PTFI, Carl Tauran, turut mengingatkan bahwa tidak ada pekerjaan yang lebih penting daripada keselamatan, dan peringatan BK3N diharapkan menjadi awal dari komitmen keselamatan yang terus dijaga sepanjang tahun. Penulis: JidEditor: GF 22 Jan 2026, 20:32 WIT
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Banjir untuk Sejumlah Distrik di Mimika Papuanewsonline.com, Mimika — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Nabire mengeluarkan peringatan prakiraan cuaca terkait potensi banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Mimika. Peringatan ini berlaku selama 24 jam, terhitung mulai Jumat (23/1/2026) pukul 07.00 WIT hingga Sabtu (24/1/2026) pukul 07.00 WIT.Dalam rilis resminya, BMKG memprakirakan wilayah Mimika akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Curah hujan tersebut diprediksi terjadi secara merata dan berkesinambungan, dimulai sejak pagi hari, berlanjut hingga malam, bahkan berpotensi berlangsung sampai dini hari.Kondisi cuaca ini dinilai berisiko meningkatkan potensi terjadinya genangan air dan banjir, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerentanan sedang hingga sangat rentan terhadap dampak cuaca ekstrem. Intensitas hujan yang berlangsung dalam durasi panjang menjadi faktor utama meningkatnya ancaman tersebut.BMKG mencatat sedikitnya belasan distrik di Kabupaten Mimika berpotensi terdampak. Wilayah tersebut meliputi Distrik Mimika Baru, Kuala Kencana, Iwaka, Wania, Amar, Alama, Jita, Agimuga, Kwami Narama, Mimika Tengah, Mimika Barat, Mimika Barat Tengah, Mimika Barat Jauh, serta Mimika Timur Jauh.Selain banjir, kondisi cuaca ekstrem ini juga berpotensi memicu dampak ikutan seperti tanah longsor, pohon tumbang, serta gangguan terhadap aktivitas masyarakat, termasuk transportasi darat dan perairan. Distrik-distrik yang memiliki kontur tanah labil dan berada di sekitar aliran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan.BMKG mengimbau masyarakat agar tetap siaga dan waspada terhadap perkembangan cuaca, khususnya warga yang bermukim di kawasan rawan banjir dan bantaran sungai. Pemantauan informasi cuaca secara berkala dari sumber resmi menjadi langkah penting dalam mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi.Pemerintah daerah, aparat distrik, dan kelurahan juga diharapkan segera mengambil langkah antisipatif, termasuk menyiapkan sarana evakuasi dan koordinasi lintas sektor. Upaya kesiapsiagaan dini dinilai krusial untuk meminimalkan potensi kerugian akibat bencana hidrometeorologi.BMKG menegaskan bahwa peringatan dini ini merupakan bentuk langkah preventif agar seluruh pihak dapat lebih siap menghadapi dampak cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan di wilayah Kabupaten Mimika.Penulis: JidEditor: GF 22 Jan 2026, 20:12 WIT
Mabes Polri Laksanakan Trauma Healing untuk Personel Polres Aceh Tamiang Papuanewsonline.com, Aceh Tamiang - Tim Trauma Healing Mabes Polri melaksanakan kegiatan Trauma Healing dan pendampingan bagi personel Polres Aceh Tamiang, Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan kondisi psikologis personel Polri pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Aceh.Kepala Tim Trauma Healing Mabes Polri, AKBP Astiadi Prahastomo, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membantu memulihkan kondisi psikologis personel, khususnya di jajaran Polres Aceh Tamiang.“Kegiatan ini atas inisiasi Bapak Kapolres Aceh Tamiang dan jajaran, serta sebagai bentuk kepedulian kami dari Biro Psikologi SSDM Polri untuk memulihkan kondisi psikologis seluruh jajaran Polda Aceh, khususnya jajaran Polres Aceh Tamiang,” ujarnya.Ia menambahkan, melalui kegiatan Trauma Healing dan pendampingan ini diharapkan personel dapat kembali lebih rileks, memiliki ketahanan mental yang lebih baik, serta siap menghadapi tugas-tugas ke depan.“Diharapkan setelah kegiatan ini, seluruh jajaran, terutama Kapolsek dan perwira utama, dapat lebih rileks, memiliki ketahanan mental yang lebih baik dalam menghadapi tugas-tugas ke depannya, serta mendukung pemulihan kondisi pascabencana hidrometeorologi,” tambahnya.Salah satu peserta kegiatan, Kapolsek Seruai Polres Aceh Tamiang AKP Teuku Davean, mengungkapkan bahwa dirinya turut terdampak langsung oleh bencana banjir yang terjadi di wilayah tersebut.“Rumah saya terdampak banjir. Untuk sementara rumah belum bisa ditinggali karena masih dalam keadaan berlumpur dan masih tahap pembersihan,” ungkapnya.Ia menilai kegiatan trauma healing tersebut sangat bermanfaat bagi personel yang terdampak, baik secara fisik maupun psikologis.“Kegiatan trauma healing ini bagi saya sangat bermanfaat dan bisa menambah semangat saya dalam melaksanakan dinas. Bahkan, kami juga menyarankan apabila memungkinkan agar kegiatan seperti ini dapat dibuat untuk episode-episode selanjutnya,” pungkasnya.Melalui kegiatan ini, Polri menegaskan komitmennya tidak hanya dalam penanganan bencana secara operasional, tetapi juga dalam memperhatikan kesehatan mental personel sebagai bagian penting dari kesiapsiagaan dan profesionalisme Polri dalam melayani masyarakat. PNO-12 22 Jan 2026, 14:10 WIT
BMKG: Gelombang Perairan Mimika Capai 2,5 Sampai 4 Meter, Nelayan Diminta Waspada Papuanewsonline.com, Mimika – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika melaporkan bahwa kondisi gelombang laut di perairan Mimika dan Laut Arafura dalam beberapa hari terakhir berada pada kategori tinggi dan perlu diwaspadai.Forecaster BMKG Mozes Kilangin Timika, Fitria Nur Fadlilah, menyampaikan bahwa tinggi gelombang di wilayah tersebut mencapai kisaran 2,5 hingga 4 meter. Kondisi ini meliputi hampir seluruh wilayah Laut Arafura, baik bagian barat, tengah, maupun timur.Tingginya gelombang laut tersebut dipicu oleh angin kencang yang melintas di wilayah Mimika dan sepanjang perairan Laut Arafura. Fenomena ini berkaitan dengan adanya pusat tekanan rendah di sebelah tenggara perairan Papua atau kawasan Pasifik.Pusat tekanan rendah tersebut menarik massa udara dari wilayah dengan tekanan lebih tinggi, sehingga menyebabkan pergerakan angin yang semakin kuat. Semakin besar perbedaan tekanan udara antar wilayah, maka kecepatan angin akan meningkat dan berdampak langsung pada ketinggian gelombang laut.Kondisi cuaca ini juga diperparah oleh masih kuatnya angin baratan yang dipengaruhi oleh sistem tekanan rendah di wilayah selatan Papua, termasuk Mimika. Situasi tersebut lazim terjadi pada periode Desember hingga Januari dan masih berlangsung hingga saat ini.Dalam pengamatan BMKG, kecepatan angin pada siang hari tercatat mencapai 20 knot. Bahkan pada beberapa waktu sebelumnya, khususnya pada malam hari, kecepatan angin sempat menyentuh 35 knot dan masih berpotensi berada pada kisaran 20 hingga 30 knot ke depan.BMKG mengingatkan seluruh nelayan dan pelaku aktivitas laut agar lebih waspada terhadap kondisi perairan saat ini. Setiap peringatan yang dikeluarkan merupakan hasil analisis data dan prakiraan cuaca yang telah diperhitungkan secara matang.Pihak BMKG juga menegaskan bahwa informasi cuaca dan gelombang laut menjadi dasar bagi Syahbandar dalam mengeluarkan peringatan resmi kepada nelayan dan pengguna transportasi laut.Dengan meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi peringatan yang berlaku, diharapkan seluruh aktivitas di perairan Mimika dan sekitarnya dapat berlangsung dengan aman serta terhindar dari risiko kecelakaan akibat gelombang tinggi.Penulis: JidEditor: GF 20 Jan 2026, 21:17 WIT
Korban Tenggelamnya KM Putra Siantan di Timika Ditemukan Selamat Setelah Pencarian Intensif Papuanewsonline.com, Mimika – Satu korban dari insiden tenggelamnya KM Putra Siantan di perairan Timika akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat setelah dilakukan upaya pencarian oleh tim SAR gabungan, Selasa (20/1/2026).Korban diketahui bernama Suriadi dan pertama kali ditemukan oleh nelayan setempat yang sedang menebar jaring ikan di sekitar lokasi kejadian pada pukul 04.00 WIT. Setelah ditemukan, korban kemudian diserahkan kepada petugas Pol Airud Polres Mimika yang berjaga di Pos Muara Naja pada pukul 09.41 WIT.Sebelumnya, KM Putra Siantan dilaporkan berangkat dari Dobo menuju Timika pada Senin malam (19/1/2026) sekitar pukul 20.00 WIT dengan membawa 13 orang penumpang sebelum akhirnya tenggelam di perairan Timika.Setelah menerima laporan kejadian tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Timika melalui Kasubsie Operasi dan Siaga SAR segera mengerahkan tim SAR gabungan untuk melakukan pencarian terhadap korban yang dilaporkan hilang.Tim SAR gabungan terdiri dari personel Rescue SAR Timika, TNI Angkatan Laut, serta Pol Airud Polres Mimika. Dalam operasi pencarian, tim menggunakan kapal RB 217 Timika untuk menyisir perairan di sekitar lokasi tenggelamnya kapal.Usai ditemukan, korban dievakuasi oleh tim SAR gabungan menggunakan RB 217 Timika menuju Dermaga Basarnas Timika. Setibanya di darat, korban langsung diserahkan kepada petugas medis dari layanan 119 untuk mendapatkan penanganan kesehatan lebih lanjut.Dengan ditemukannya korban dalam kondisi selamat, operasi SAR terhadap peristiwa tenggelamnya KM Putra Siantan di perairan Timika selanjutnya diusulkan untuk ditutup. Seluruh potensi SAR yang terlibat akan dikembalikan ke kesatuan masing-masing.Pihak SAR juga menyampaikan apresiasi atas keterlibatan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian, sekaligus mengimbau para pelaut agar selalu mengutamakan keselamatan dan kewaspadaan sebelum melakukan perjalanan laut. Penulis: JidEditor: GF 20 Jan 2026, 21:04 WIT
Brimob Polda Sumut Beri Edukasi dan Trauma Healing untuk Anak TK Terdampak Bencana di Batang Toru Papuanewsonline.com, Tapanuli Selatan – Personel Satuan Brimob Polda Sumatera Utara Batalyon C melaksanakan kegiatan edukasi dan trauma healing kepada anak-anak TK ABA Huta Godang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Senin (19/1/2026). Kegiatan ini ditujukan bagi anak-anak yang terdampak bencana alam di wilayah tersebut.Kegiatan trauma healing dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polri dalam memberikan dukungan psikososial kepada anak-anak agar mereka dapat kembali ceria, mengurangi rasa takut, serta memulihkan semangat belajar pascabencana.Dalam kegiatan tersebut, personel Brimob Polda Sumut mengajak anak-anak mengikuti berbagai aktivitas positif, seperti permainan edukatif, bernyanyi bersama, serta interaksi yang menyenangkan. Selain itu, diberikan pula edukasi dasar mengenai langkah-langkah sederhana menyelamatkan diri saat terjadi bencana banjir.Kabagpenum Ropenmas Divisi Humas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari peran aktif Polri dalam pemulihan kondisi psikologis masyarakat, khususnya anak-anak.“Trauma healing yang dilakukan oleh personel Brimob Polda Sumut ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap anak-anak korban bencana. Kami ingin mereka kembali merasa aman, tenang, dan dapat menjalani aktivitas belajar seperti sediakala,” ujar Kombes Pol Erdi A. Chaniago.Menurutnya, pemulihan psikologis anak-anak pascabencana menjadi hal yang sangat penting agar mereka tidak terus dibayangi rasa takut dan cemas.“Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan terdampak secara psikologis saat bencana terjadi. Oleh karena itu, Polri hadir memberikan pendampingan agar mereka bisa kembali ceria, berani, dan memiliki semangat untuk bersekolah,” tambahnya.Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah maupun orang tua murid. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang digelar oleh personel Brimob.Melalui program edukasi dan trauma healing ini, diharapkan anak-anak terdampak bencana di Kecamatan Batang Toru dapat pulih secara mental dan emosional, merasa lebih aman, serta kembali menjalani aktivitas belajar dengan penuh semangat dan keceriaan.Polri menegaskan akan terus hadir di tengah masyarakat dalam berbagai situasi, termasuk memberikan dukungan kemanusiaan dan pemulihan pascabencana. PNO-12 20 Jan 2026, 16:02 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT