logo-website
Kamis, 26 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Kesehatan Homepage
Gubernur Papua Copot Direktur RSUD Dok II Jayapura Usai Lakukan Sidak Papuanewsonline.com, Jayapura — Langkah tegas diambil Gubernur Papua, Matius Fakhiri, dalam upayanya memperbaiki sistem kesehatan di Bumi Cenderawasih. Pada Selasa (4/11/2025), Fakhiri melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Dok II Jayapura, rumah sakit rujukan terbesar di Papua. Hasilnya, ia langsung memberhentikan Direktur RSUD dan seluruh jajaran manajemen rumah sakit tersebut. Keputusan mengejutkan ini menjadi titik awal reformasi besar-besaran di sektor kesehatan Papua, yang selama ini dianggap masih tertinggal dari sisi manajemen, pelayanan, hingga distribusi tenaga medis. Dalam sidak yang berlangsung selama beberapa jam, Gubernur meninjau Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang rawat inap, hingga ruang administrasi pelayanan pasien. Ia mendapati berbagai persoalan mendasar, mulai dari kurangnya kebersihan, antrian pasien yang menumpuk, hingga keluhan soal lambannya pelayanan. Dengan ekspresi tegas, Gubernur Fakhiri menyampaikan keprihatinannya di hadapan para pegawai rumah sakit. “Kesehatan bagi saya sangat penting. Banyak pelayanan kesehatan tidak terjangkau bukan karena tenaga medis tidak mampu, tetapi karena manajemen rumah sakit dan dinas yang semrawut,” ujar Fakhiri dengan nada kecewa. Ia menegaskan bahwa RSUD Dok II Jayapura seharusnya menjadi simbol kemajuan pelayanan kesehatan di Papua, bukan sebaliknya. “Saya pastikan hari ini seluruh manajemen saya berhentikan. Akan ada perombakan besar-besaran. Ini bukan sekadar inspeksi, ini adalah awal dari transformasi,” tegas Gubernur yang juga mantan Kapolda Papua itu. Menurut Fakhiri, persoalan utama bukan pada tenaga medis, melainkan buruknya tata kelola dan lemahnya sistem manajemen yang berdampak langsung pada kualitas layanan pasien. Karena itu, ia memutuskan untuk melakukan reformasi total mulai dari struktur kepemimpinan hingga sistem administrasi rumah sakit. “Pelayanan kesehatan tidak boleh lagi diskriminatif. Semua pasien, khususnya masyarakat Papua, harus mendapatkan pelayanan yang manusiawi, cepat, dan profesional,” tegasnya. Fakhiri juga menegaskan bahwa pihaknya akan menempatkan manajemen baru yang memiliki kompetensi tinggi dan integritas kuat, agar RSUD Dok II benar-benar mampu menjadi rumah sakit rujukan regional yang membanggakan. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada para tenaga medis dan perawat yang tetap bekerja dengan penuh dedikasi meskipun menghadapi keterbatasan fasilitas dan dukungan sistem. “Saya berterima kasih kepada para perawat dan dokter yang tetap setia melayani masyarakat. Kalian adalah garda terdepan dalam menjaga nyawa dan harapan rakyat Papua,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pemerintah provinsi akan memperbaiki sistem distribusi tenaga kesehatan, terutama di wilayah pedalaman dan pegunungan yang selama ini sulit dijangkau. Langkah Fakhiri ini mendapat perhatian luas di kalangan masyarakat. Banyak pihak menilai bahwa tindakan berani ini adalah sinyal kuat dari komitmen pemerintah daerah dalam menegakkan disiplin dan memperbaiki kualitas pelayanan publik. Fakhiri memastikan bahwa sidak serupa akan terus dilakukan secara mendadak di berbagai rumah sakit lain di Papua, termasuk rumah sakit swasta dan fasilitas kesehatan tingkat kabupaten. “Reformasi kesehatan harus dimulai dari keberanian mengambil keputusan. Saya akan turun langsung memastikan pelayanan publik berjalan sesuai harapan rakyat,” pungkasnya. Kebijakan ini menandai babak baru dalam sistem kesehatan Papua — sebuah gerakan reformasi yang menempatkan pelayanan rakyat di atas kepentingan birokrasi. Penulis: Jid Editor: GF  04 Nov 2025, 23:15 WIT
Police Goes To School ke SMAN 9 Ambon, Polresta Ambon Sampaikan Pesan Kamtibmas Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Resort Kota Pulau Ambon dan Pp Lease melalui Satuan Binmas menggelar kegiatan Police Goes To School di SMA Negeri 9 Waiheru, kota Ambon, Rabu (29/10/2025).Kegiatan yang dipimpin oleh Kasat Binmas Polresta Ambon AKP. Djafar Lessy, S.E ini mengingatkan para pelajar tentang bahaya bullying atau perundungan, kekerasan seksual, dan aksi tawuran aksi tawuran.Kasat Binmas Polresta Ambon AKP. Djafar Lessy, mengungkapkan, kegiatan yang dilaksanakan ini penting untuk meningkatkan kesadaran para pelajar akan bahaya dari dampak bullying, kekerasan seksual maupun aksi tawuran. "Kami juga menyampaikan pesan-pesan kepada para pelajar untuk dapat bersama-sama dapat menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat," kata Djafar Lessy.Para pelajar diminta untuk tidak terjerumus dalam penggunaan narkoba maupun minuman keras. Sebab hal itu akan dapat merusak masa depan mereka sebagai generasi penerus bangsa."Pada kesempatan itu kami juga memberikan sosialisasi terkait penerimaan anggota anggota Polri dan pembagian brosur penerimaan anggota Polri," ungkapnya.Kunjungan pihak Kepolisian dalam kegiatan Police Goes To School di SMA Negeri 9 Ambon disambut antusias oleh para pelajar maupun dewan guru. "Kegiatan ini akan terus kami lakukan di sekolah-sekolah untuk memberikan kesadaran bagi para pelajar terkait bahaya perundungan, kekerasan seksual, narkoba, miras dan mengajak untuk bersama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif," pungkasnya. PNO-12 31 Okt 2025, 09:22 WIT
Personel Polairud dan Warga Waisarissa Evakuasi Korban Tenggelam Papuanewsonline.com, Ambon - Crew Kapal Polisi (KP) XVI -2001 bersama sejumlah warga di Waisarissa, kecamatan Kairatu Barat, kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), melakukan evakuasi korban tenggelam atas nama Dominggus Simaela alias Ongen, di Puskesmas terdekat di Kamal. Sayangnya, nyawa korban tak bisa tertolong. Pria 30 tahun ini meninggal dunia, Senin (27/10/2025).Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K, mengatakan, kasus ini diketahui setelah mendapatkan laporan orang tenggelam dari masyarakat yang datang di Pos Polair KP-2001 pada pukul 17.15 WIT.Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, crew KP-2001 langsung bergegas menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pencarian. Setibanya di TKP, personel Polairud melihat korban telah ditemukan oleh dua orang pelajar yakni AP, 15 Tahun (saksi 1) dan dua kawannya. Tim kemudian bergegas membantu kedua saksi untuk mengevakuasi korban di tepian pantai."Saat personel Polair tiba di TKP mereka melihat korban sudah ditemukan oleh saksi 1 dan 2 kawannya. Personel kemudian membantu membawa korban ke tepi pantai," ungkapnya.Di tepian pantai, personel kemudian melakukan pertolongan pertama terhadap korban yang tak sadarkan diri. Personel memberikan tekanan atau kompresi dada (compression), membuka jalur napas (airways), dan memberi bantuan napas atau napas buatan (breathing)."Setelah korban sempat bernapas, personel segera melakukan evakuasi korban ke Puskesmas Kamal guna mendapatkan bantuan medis," jelasnya.Setibanya di Puskesmas Kamal, personel Polair beserta warga meminta pertolongan kepada petugas medis. Namun, diduga dengan keterbatasan tenaga medis dan peralatan yang dibutuhkan, korban dinyatakan meninggal dunia.Sebelum ditemukan tenggalam, saksi 1 yang kala itu sedang duduk di pantai sempat melihat korban sedang berenang. Saksi kemudian menoleh ke belakang karena ada kawannya yang baru datang menggunakan sepeda motor. Saat kembali melihat ke arah pantai korban yang sebelumnya sedang berenang sudah tidak terlihat. Saksi kemudian sempat memanggil korban dengan meneriakkan namanya "Ongen"."Karena tidak melihat korban saksi 1 dan dua kawannya langsung berenang mencari korban. Saat personel Polair datang setelah menerima laporan orang tenggelam, korban sudah ditemukan. Personel kemudian membantu membawa korban ke tepian pantai," jelasnya.Kabid Humas Polda Maluku menghimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat melakukan aktivitas di pantai. Ia menyarankan untuk tidak melaut apabila situasi lautan kurang bersahabat."Kalau musim ombak, kami berharap agar jangan dulu melaut. Selalu memantau prakiraan cuaca dari BMKG. Utamakan keselamatan saat beraktivitas di pantai," ajaknya. PNO-12 31 Okt 2025, 08:47 WIT
Sambut Hari Kesehatan Nasional, Dinkes Mimika Targetkan 10 Ribu Warga Jalani MCU Gratis! Papuanewsonline.com, Timika — Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika meluncurkan program besar yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat: Medical Check Up (MCU) gratis untuk 10 ribu warga. Program ini akan dilaksanakan di tujuh Puskesmas dalam wilayah Kota Timika, sebagai bagian dari implementasi program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Langkah ambisius ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen Pemerintah Daerah dalam memperkuat pelayanan kesehatan dasar dan membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin sebagai upaya deteksi dini penyakit. Kepala Seksi Pembiayaan Dinas Kesehatan Mimika, Farida, menjelaskan bahwa program ini menargetkan 10.000 warga Mimika untuk mendapatkan pemeriksaan gratis. “Syaratnya cukup sederhana, hanya menunjukkan KTP Mimika. Kami ingin seluruh masyarakat, dari usia muda hingga lanjut usia, memiliki kesadaran untuk rutin memeriksa kesehatan,” ujarnya, Kamis (30/10/2025). Farida menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial memperingati Hari Kesehatan Nasional, tetapi juga gerakan nyata menuju masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera. “Di tahun 2024 usia harapan hidup masyarakat Mimika baru sekitar 70 tahun. Harapan kami, dengan program MCU ini, usia harapan hidup bisa meningkat hingga 75 tahun ke depan,” ungkapnya optimis. Program MCU gratis ini dirancang untuk mendeteksi dini berbagai faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol, hingga gangguan fungsi hati dan ginjal. Dengan pemeriksaan rutin, masyarakat diharapkan bisa mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal dan mendapatkan penanganan yang tepat sebelum penyakit berkembang lebih jauh. “Banyak orang baru tahu dirinya sakit setelah kondisinya parah. Padahal, kalau dicek sejak awal, banyak penyakit bisa dicegah atau dikontrol dengan baik,” jelas Farida. Selain itu, Dinas Kesehatan Mimika juga akan memberikan edukasi kesehatan dan konseling gizi di setiap lokasi pelaksanaan MCU untuk membantu masyarakat memahami gaya hidup sehat yang berkelanjutan. Tujuh Puskesmas yang ditunjuk sebagai lokasi pelaksanaan program ini meliputi Puskesmas Timika Jaya, Pasar Sentral, Wania, Kwamki Lama, Mapurujaya, Karang Senang, dan Puskesmas SP2-SP5. Seluruh fasilitas tersebut telah disiapkan dengan tenaga medis, alat pemeriksaan standar, serta ruang layanan yang nyaman agar kegiatan berjalan lancar. Dinkes Mimika juga memastikan bahwa hasil pemeriksaan setiap peserta akan dicatat dan ditindaklanjuti dengan monitoring kesehatan lanjutan di Puskesmas masing-masing. “Kami tidak hanya ingin masyarakat datang cek kesehatan, tapi juga terus melakukan pemantauan secara berkala agar kesehatannya benar-benar terjaga,” tambah Farida. Untuk memastikan seluruh warga mengetahui dan berpartisipasi dalam program ini, Dinas Kesehatan Mimika telah melakukan kampanye informasi publik melalui media sosial, selebaran, dan kerja sama lintas instansi. “Kami sudah minta semua Puskesmas untuk menyebarkan flyer dan informasi di setiap wilayah. Tujuannya agar semakin banyak masyarakat tahu manfaat dari MCU dan tertarik ikut,” pungkas Farida. Penulis: Jid Editor: GF 31 Okt 2025, 03:07 WIT
Tingkatkan Kesehatan Anak Papua: SD YPPK Tiga Raja Mimika Resmi Luncurkan Program MBG Papuanewsonline.com, Mimika — Kabar gembira datang bagi dunia pendidikan di Papua Tengah. Sekolah Dasar (SD) YPPK Tiga Raja di Kabupaten Mimika resmi meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada awal pekan ini, menandai langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak sekolah di wilayah timur Indonesia. Program ini merupakan bagian dari agenda nasional yang digagas untuk memperkuat sumber daya manusia sejak usia dini melalui pemenuhan kebutuhan gizi seimbang. Kepala SD YPPK Tiga Raja, Bernolpus Welerubun, menyebut bahwa inisiatif tersebut membawa dampak positif bagi para siswa, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. “Program MBG sangat membantu anak-anak kami. Apalagi sekitar 50 persen siswa di sekolah ini adalah pendatang, dan 50 persen lainnya merupakan Orang Papua Asli (OPA). Dengan adanya makan bergizi gratis ini, mereka bisa lebih fokus belajar tanpa harus memikirkan kebutuhan makan siang,” jelas Bernolpus. Meski disambut antusias oleh sebagian besar siswa dan orang tua, pelaksanaan program ini tidak lepas dari tantangan. Dari total 830 siswa, masih ada sekitar 120 anak yang belum ikut serta. Alasannya, sejumlah orang tua mengaku khawatir akan potensi keracunan makanan massal, seperti yang pernah terjadi di beberapa daerah sebelumnya. Bernolpus memahami kekhawatiran tersebut, namun ia memastikan bahwa pihak sekolah telah bekerja sama dengan dinas kesehatan dan penyedia katering lokal untuk menjamin kebersihan, keamanan, dan kualitas makanan yang disajikan. “Kami pastikan seluruh bahan makanan diperiksa dan dimasak oleh tenaga terlatih. Setiap menu diawasi oleh petugas gizi dari Dinas Kesehatan Mimika, agar tidak ada kasus yang merugikan anak-anak,” tambahnya dengan tegas. Pihak sekolah kini terus melakukan sosialisasi kepada para orang tua agar memahami pentingnya program MBG dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak Papua. Program MBG merupakan kebijakan prioritas nasional pemerintah yang bertujuan memperkuat ketahanan gizi masyarakat, khususnya di wilayah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal). Selain untuk siswa sekolah dasar, program ini juga menyasar ibu hamil, ibu menyusui, serta anak balita agar mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang. Melalui penyediaan menu bergizi seperti nasi, lauk pauk, sayur, buah, dan susu, pemerintah berharap mampu menurunkan angka stunting dan anemia, sekaligus meningkatkan daya konsentrasi dan prestasi belajar anak-anak di sekolah. “Kami tidak hanya memberi makanan, tapi juga menanamkan kesadaran tentang pentingnya pola makan sehat sejak dini,” ungkap salah satu petugas gizi yang turut mendampingi kegiatan. Peluncuran MBG di SD YPPK Tiga Raja Mimika menjadi bukti bahwa sekolah kini berperan penting sebagai pusat perubahan sosial dan kesehatan masyarakat. Dengan dukungan lintas sektor — mulai dari pemerintah daerah, dinas pendidikan, dinas kesehatan, hingga masyarakat — diharapkan program ini bisa berjalan berkelanjutan dan menjangkau seluruh sekolah di Papua Tengah. Bernolpus berharap agar ke depan, dukungan dari pemerintah daerah semakin kuat, baik dari sisi anggaran, fasilitas dapur sekolah, maupun edukasi gizi kepada masyarakat. “Kami ingin anak-anak Papua tumbuh menjadi generasi yang sehat, pintar, dan percaya diri. Program makan bergizi ini adalah langkah awal menuju mimpi besar itu,” tutupnya penuh harap. Penulis: Hendrik Editor: GF   30 Okt 2025, 01:19 WIT
Satgas Ops Damai Cartenz Gelar Pemeriksaan Kesehatan Untuk Warga Distrik Sinak Papuanewsonline.com, Puncak - Dalam upaya mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menjaga kesehatan warga di wilayah pegunungan, Satgas Operasi Damai Cartenz melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan momen humanis dengan berinteraksi kepada masyarakat Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Jumat (24/10/2025).Kegiatan yang berlangsung di distrik Sinak ini dipimpin oleh Ipda dr. Shintia Novotna Katoda bersama Briptu Dedi Arianto, dan diikuti oleh sejumlah personel Satgas lainnya, antara lain Aipda Dwi Kuntoro, Briptu Refly Muhamad, Bripda Annisa Mahardika, Bharaka Bastian dan Bripda Alfesa Hafiz.Dalam kegiatan tersebut, tim kesehatan memberikan layanan pemeriksaan kepada masyarakat yang mengeluhkan berbagai masalah kesehatan, seperti nyeri tubuh, kelelahan, dan gangguan kesehatan lainya. Selain pelayanan medis, personel Satgas juga membagikan makanan ringan seperti gula-gula dan kue kering kepada anak-anak dan warga sekitar, disertai obrolan santai yang menumbuhkan suasana kekeluargaan.Kaops Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi kepada personel yang terus aktif melakukan kegiatan sosial di wilayah tugasnya. “Pendekatan humanis seperti ini sangat penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Kita ingin masyarakat merasakan bahwa negara hadir untuk melindungi dan menyejahterakan mereka,” ungkapnya.Senada dengan hal tersebut, Wakaops Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa kegiatan pemeriksaan kesehatan dan interaksi sosial ini merupakan bagian menciptakan stabilitas keamanan berbasis kesejahteraan. “Ketika masyarakat merasa diperhatikan dan dilayani, mereka akan lebih percaya dan mendukung upaya penegakan hukum serta pemeliharaan perdamaian di Papua,” tuturnya.Kegiatan pemeriksaan kesehatan dan momen humanis bersama masyarakat Sinak berjalan dengan penuh kehangatan. Masyarakat terlihat antusias dan berterima kasih atas kepedulian yang diberikan oleh personel Satgas Ops Damai Cartenz di Distrik Sinak. PNO-12 28 Okt 2025, 07:38 WIT
GATF 2025: Cara Pemprov Papua Bantu Masyarakat Dapatkan Tiket Terjangkau dan Jaga Inflasi Papuanewsonline.com, Jayapura — Pemerintah Provinsi Papua memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Garuda Travel Fair (GATF) 2025 yang resmi dibuka di Jayapura, Jumat (24/10/2025). Event nasional yang berlangsung selama tiga hari, hingga 26 Oktober ini, menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat sektor pariwisata, memperluas akses masyarakat terhadap tiket penerbangan terjangkau, dan menjaga stabilitas inflasi di wilayah Papua menjelang akhir tahun. Kepala Biro Perekonomian Setda Papua, Andri, mengatakan bahwa kegiatan seperti GATF memiliki nilai strategis bagi pemerintah daerah, terutama karena dampaknya terasa langsung di masyarakat. “Pemerintah mendukung penuh pelaksanaan Garuda Travel Fair ini karena manfaatnya jelas dan nyata. Selain membantu masyarakat mendapatkan tiket dengan harga terjangkau, kegiatan ini juga berperan dalam menekan laju inflasi yang biasanya meningkat di penghujung tahun,” ujar Andri saat menghadiri pembukaan GATF 2025 di Jayapura. Menurut Andri, antusiasme masyarakat terhadap GATF 2025 sangat tinggi. Sejak hari pertama, stan Garuda Indonesia di pusat acara tampak dipadati pengunjung yang ingin memanfaatkan promo tiket untuk berbagai rute penerbangan, baik domestik maupun internasional. Ia mengungkapkan bahwa minat masyarakat Papua terhadap kegiatan serupa meningkat setiap tahun. Berdasarkan laporan dari pihak Garuda Indonesia, nilai transaksi pada GATF tahun sebelumnya mencapai sekitar Rp8–9 miliar, dan diharapkan tahun ini akan melampaui capaian tersebut. “Kegiatan seperti ini punya multiplier effect yang luas. Selain mendorong transaksi ekonomi, juga membuka peluang bagi masyarakat untuk bepergian dengan biaya lebih efisien, yang pada akhirnya turut menggerakkan roda ekonomi di sektor lainnya seperti transportasi darat, perhotelan, dan kuliner,” jelasnya. Pemerintah Provinsi Papua menilai GATF bukan hanya sekadar ajang promosi tiket murah, tetapi juga sarana untuk menghidupkan kembali semangat berwisata dan memperkuat konektivitas antarwilayah di Tanah Papua. Sementara itu, General Manager Garuda Indonesia Branch Office Jayapura, Innu Al Kautsar, menegaskan bahwa GATF merupakan bentuk nyata kolaborasi antara pihak maskapai dengan pemerintah daerah. Menurutnya, Garuda Indonesia berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam menjaga kestabilan ekonomi dan memperluas akses masyarakat terhadap transportasi udara. “Travel fair ini bukan hanya tentang promo tiket pesawat, tapi juga bagian dari strategi kami untuk membantu masyarakat Papua mendapatkan harga yang lebih kompetitif. Melalui kegiatan ini, kami berharap mobilitas masyarakat meningkat, sektor pariwisata berkembang, dan ekonomi lokal pun semakin bergerak,” kata Innu. GATF 2025 di Jayapura juga menghadirkan beragam penawaran menarik seperti diskon tiket hingga 80%, program cicilan 0% dari berbagai bank mitra, serta paket perjalanan wisata domestik dan internasional. Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai aktivitas interaktif seperti games berhadiah, talkshow pariwisata, hingga sesi konsultasi perjalanan dengan agen resmi Garuda Indonesia. Lebih dari sekadar ajang promosi, GATF dinilai memiliki dampak ekonomi yang luas. Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, perputaran uang di daerah juga ikut meningkat. Sektor-sektor pendukung seperti perhotelan, restoran, UMKM, dan transportasi lokal turut merasakan manfaatnya. Andri menegaskan bahwa kegiatan semacam ini sangat sejalan dengan kebijakan Pemprov Papua yang fokus pada pengendalian inflasi dan percepatan pemulihan ekonomi pascapandemi. “Pemerintah ingin agar kegiatan ekonomi masyarakat terus berjalan stabil. GATF menjadi salah satu contoh bagaimana kerja sama antara pemerintah dan swasta dapat menciptakan dampak ekonomi positif sekaligus memberikan manfaat langsung bagi rakyat,” ucapnya. Selain itu, GATF juga menjadi ajang penting dalam memperkenalkan potensi pariwisata Papua kepada masyarakat luas. Dengan semakin mudahnya akses transportasi udara dan meningkatnya minat berwisata, Papua diharapkan bisa menjadi destinasi unggulan di kawasan timur Indonesia. Baik Pemerintah Provinsi Papua maupun pihak Garuda Indonesia menyatakan komitmen untuk terus melanjutkan kerja sama strategis ini di tahun-tahun berikutnya. Tujuannya bukan hanya memperluas akses perjalanan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi daerah. “Kami berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda tahunan tetap di Jayapura. Dengan dukungan pemerintah dan antusiasme masyarakat, Papua akan semakin maju dan terkoneksi dengan wilayah lain di Indonesia,” pungkas Innu. Penulis: Jid Editor: GF 26 Okt 2025, 22:50 WIT
Ulang Tahun Penuh Makna: Horison Diana dan Diana Mall Timika Gelar Donor Darah untuk Kemanusiaan Papuanewsonline.com, Timika — Dalam suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan, Hotel Horison Diana dan Diana Mall Timika memperingati hari jadinya dengan cara yang berbeda. Tidak sekadar pesta atau perayaan meriah, dua unit usaha di bawah manajemen yang sama ini memilih untuk berbagi kehidupan melalui kegiatan donor darah massal yang digelar di Ballroom Hotel Horison Diana, Jalan Budi Utomo, Kabupaten Mimika, pada Sabtu (25/10/2025). Kegiatan sosial ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-5 Hotel Horison Diana dan HUT ke-21 Diana Mall, bekerja sama dengan tim medis dari RSUD Kabupaten Mimika. Ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, karyawan hotel dan mall, hingga anggota TNI–Polri, tampak antusias mengikuti kegiatan yang sarat makna kemanusiaan tersebut. Executive Assistant Manager Hotel Horison Diana, Romi Susanto, mengatakan bahwa kegiatan donor darah ini telah menjadi tradisi tahunan perusahaan setiap kali memperingati hari besar. Bagi pihak manajemen, berbagi darah berarti ikut menyelamatkan nyawa dan mempererat rasa kemanusiaan antarwarga. “Ini sudah kali kelima kami melaksanakan kegiatan donor darah, dan akan terus kami jadikan agenda tetap setiap perayaan ulang tahun. Kami ingin setiap momen peringatan memiliki arti, bukan hanya untuk internal kami, tapi juga untuk masyarakat,” ujar Romi dengan penuh semangat. Selain donor darah, Romi menjelaskan bahwa pihaknya juga rutin melaksanakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) lainnya seperti kunjungan ke panti asuhan, yayasan sosial, serta kerja bakti di lingkungan sekitar hotel dan mall. “Kami percaya bahwa perusahaan yang besar bukan hanya yang sukses secara bisnis, tapi juga yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” tambahnya. Sejak pagi, ratusan peserta sudah berdatangan untuk ikut mendonorkan darah. Petugas dari RSUD Mimika dengan sigap memeriksa tekanan darah, kadar hemoglobin, serta memastikan kondisi peserta dalam keadaan prima sebelum proses donor dilakukan. Romi menjelaskan bahwa panitia menargetkan lebih dari 100 kantong darah dapat terkumpul pada kegiatan kali ini. “Tim dari RSUD Mimika telah menyiapkan sekitar 100 kantong darah. Mudah-mudahan target tersebut bisa tercapai hingga siang nanti,” ujarnya optimis. Seluruh hasil donor darah akan langsung diserahkan kepada RSUD Mimika untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya pasien di rumah sakit yang membutuhkan transfusi. “Kami percayakan seluruh hasil donor ini kepada pihak RSUD untuk pendistribusiannya. Semoga darah ini dapat menolong banyak orang,” tambahnya. Yang menarik, kegiatan donor darah ini juga mendapat dukungan luas dari berbagai kalangan. Tidak hanya karyawan Horison Diana dan tenant Diana Mall, tapi juga rekanan bisnis, komunitas lokal, hingga unsur TNI dan Polri turut berpartisipasi. “Kami mengundang semua pihak, masyarakat umum, karyawan, supplier, hingga TNI–Polri untuk ikut serta. Responsnya luar biasa positif,” kata Romi. Bagi sebagian peserta, kegiatan ini bukan sekadar aksi sosial, tapi juga menjadi ajang kebersamaan dan silaturahmi antara pihak hotel, tenant, dan masyarakat sekitar. Salah satu peserta, Maria Wonda, mengaku senang bisa berkontribusi. “Saya senang sekali bisa ikut. Setetes darah kita bisa jadi penyelamat bagi orang lain. Ini kegiatan yang sangat bermanfaat, semoga bisa diadakan lebih sering,” tuturnya sambil tersenyum setelah proses donor selesai. Pihak panitia juga berharap, melalui kegiatan seperti ini, semangat berbagi dan kepedulian sosial semakin tumbuh di kalangan masyarakat Mimika. Aksi donor darah bukan hanya memberi manfaat kesehatan bagi pendonor, tetapi juga menjadi sarana membangun solidaritas kemanusiaan. Hotel Horison Diana dan Diana Mall menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari kemajuan sosial masyarakat Mimika melalui berbagai program CSR yang berkelanjutan. “Kami ingin setiap ulang tahun bukan sekadar perayaan, tapi momentum untuk berbagi kebaikan. Semoga kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi perusahaan lain di Mimika untuk turut berbuat hal serupa,” tutup Romi. Penulis: Bim Editor: GF   26 Okt 2025, 22:42 WIT
Setelah 7 Tahun Vakum, Puskesmas Aroanop Kembali Beroperasi Papuanewsonline.com, Mimika — Harapan baru muncul di tengah masyarakat pedalaman Papua. Setelah tujuh tahun vakum, Puskesmas Aroanop akhirnya kembali beroperasi pada 23 Oktober 2025, membawa semangat baru bagi warga yang selama ini hidup tanpa akses memadai terhadap layanan kesehatan. Kembalinya pelayanan medis di wilayah terpencil ini menjadi tonggak penting dalam upaya pemerintah daerah, melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, untuk menghadirkan kembali pelayanan publik yang layak di kawasan pegunungan Tembagapura. Perjalanan tim medis menuju Aroanop tidak mudah. Untuk mencapai distrik yang hanya dapat diakses melalui jalur udara ini, tim Puskesmas Aroanop bersama perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika harus menempuh perjalanan menggunakan helikopter, membawa perlengkapan medis, obat-obatan, dan logistik pelayanan dasar. Tim yang terdiri dari Kepala Puskesmas Aroanop, Ibu Fransiska Tekege, bersama tenaga medis Dessy, Suster Diana, dan Paman Arinus, tiba dengan selamat di Aroanop untuk memulai kembali operasional puskesmas yang telah lama tidak aktif akibat berbagai kendala keamanan dan akses transportasi. “Pelayanan kesehatan ini merupakan hasil kerja keras tim Puskesmas Aroanop dan Dinas Kesehatan untuk mengembalikan akses pelayanan kesehatan di Aroanop,” ujar Fransiska Tekege, Kepala Puskesmas Aroanop, di sela kegiatan pelayanan perdana. Kehadiran kembali Puskesmas Aroanop disambut hangat oleh masyarakat. Selama bertahun-tahun, warga harus menempuh perjalanan panjang dan berisiko ke kota Tembagapura hanya untuk mendapatkan layanan kesehatan dasar. Kini, mereka dapat mengakses pengobatan langsung di kampung sendiri. Pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pengobatan penyakit menular, imunisasi, serta konsultasi ibu dan anak. “Kami sangat bersyukur. Sudah lama kami tidak punya tempat berobat di sini. Sekarang Puskesmas sudah buka lagi, kami tidak perlu ke kota,” ujar salah satu warga Aroanop dengan penuh haru. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menyampaikan apresiasi terhadap dedikasi tenaga medis yang bersedia bertugas di wilayah sulit dijangkau seperti Aroanop. Menurutnya, pembukaan kembali puskesmas ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan pelayanan kesehatan menjangkau seluruh pelosok daerah tanpa terkecuali. “Kami berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan hingga ke kampung-kampung. Tidak boleh ada warga Mimika yang tertinggal dari sisi pelayanan kesehatan,” ungkapnya. Selain menghidupkan kembali pelayanan di Puskesmas Aroanop, Dinas Kesehatan juga berencana menambah tenaga medis dan fasilitas penunjang, termasuk alat pemeriksaan laboratorium sederhana serta ruang rawat darurat agar pelayanan bisa lebih optimal. Dengan beroperasinya kembali Puskesmas Aroanop, pemerintah berharap masyarakat dapat kembali memperoleh hak dasar mereka atas kesehatan, sekaligus menumbuhkan kesadaran hidup sehat di lingkungan pegunungan. Fransiska Tekege menegaskan bahwa meski tantangan besar masih ada, tim medis berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. “Kami datang bukan hanya untuk membuka pelayanan sementara, tetapi memastikan masyarakat Aroanop benar-benar merasakan manfaatnya. Ini adalah langkah awal menuju pelayanan kesehatan yang berkelanjutan,” ujarnya penuh semangat. Pembukaan kembali Puskesmas Aroanop menjadi bukti nyata bahwa semangat pelayanan publik tidak mengenal batas geografis. Di tengah medan berat dan keterbatasan akses, para tenaga kesehatan tetap hadir membawa harapan baru bagi masyarakat. Masyarakat berharap agar keberlanjutan pelayanan ini terus dijaga dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah, agar tidak lagi mengalami masa vakum seperti sebelumnya. Penulis: Hendrik Editor: GF   25 Okt 2025, 15:13 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT