Papuanewsonline.com
Pickup Pengangkut Air Terguling Di Pertigaan Hasanuddin, Pengendara Baru Belajar Mengemudi
PTFI Setor Rp4,8 Triliun: Mimika Terima Bagian Terbesar, Total Kontribusi Capai Rp75 Triliun
Lapas Timika Gelar Ikrar Bersih Dari Hp Ilegal, Narkoba, Dan Penipuan
Lima Warga Diklaim Tewas di Kali Kabur, TPNPB Soroti Operasi Militer di Tembagapura
BADKO HMI dan Polda Papua Sepakati Sinergi, Fokus Tangani Tambang Ilegal hingga Hoaks Digital
Enam Warga Sipil Ditembak Di Tembagapura, Aktivis Deby Santoso Desak Proses Hukum Transparan
Direktur Law Firm Golda: Transaksi Perkara Di Timika Semakin Subur, Masyarakat Miskin Jadi Korban
BADKO HMI Papua Dukung Penertiban Tambang Ilegal oleh Gubernur Papua Tengah
DPR Papua Tengah, Mimika dan Puncak Bentuk Tim Khusus Tangani Konflik Kwamki Narama
Kejati Papua Mandul Tetapkan Yunus Wonda Jadi Tersangka, Mahasiswa Kembali Geruduk Kejagung
BERITA TAG Kesehatan
Homepage
Kunjungi Posko Antemortem DVI di Sumbar, Wakapolri Pastikan Proses Identifikasi Korban Berjalan Lanc
Papuanewsonline.com, Padang – Wakapolri bersama rombongan meninjau Posko Antemortem DVI Pusdokkes Polri di Polda Sumatera Barat pada Kamis (4/12/2025) sekitar pukul 08.30 hingga 10.00 WIB. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan, kelengkapan, serta pelaksanaan proses identifikasi korban oleh Tim DVI di lapangan pascabencana yang terjadi di wilayah tersebut.Dalam peninjauan itu, Wakapolri menerima paparan langsung dari pejabat Pusdokkes Polri dan jajaran terkait mengenai perkembangan pengambilan data antemortem, alur identifikasi, hingga berbagai kendala yang tengah dihadapi tim di lokasi. Wakapolri juga memberikan arahan agar seluruh personel tetap menjaga profesionalisme, bekerja cepat namun tetap akurat, demi mempercepat proses identifikasi korban.“Kegiatan ini menunjukkan komitmen pimpinan Polri untuk memastikan seluruh layanan kemanusiaan berjalan maksimal, terutama yang berkaitan dengan penanganan korban bencana,” ujar Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo.Ia menambahkan bahwa Polri terus mengerahkan kemampuan terbaik, termasuk dukungan peralatan maupun tenaga ahli, guna membantu keluarga korban mendapatkan kepastian secepat mungkin.“Tim DVI bekerja dengan standar internasional dan terus berkoordinasi dengan semua pihak di lapangan. Harapannya, proses identifikasi bisa berlangsung lancar dan memberikan kepastian bagi para keluarga korban,” tambahnya.Kunjungan Wakapolri ini sekaligus memastikan seluruh prosedur tetap berjalan sesuai standar operasional, serta sebagai bentuk dukungan moral bagi tim yang bekerja di lapangan. PNO-12
05 Des 2025, 16:39 WIT
Komisi III DPR RI Apresiasi Langkah Kapolri Pulihkan Trauma Korban Banjir Aceh
Papuanewsonline.com, Aceh Besar - Anggota Komisi III DPR RI asal Daerah Pemilihan Aceh, M. Nasir Jamil, meninjau Kapal Komisi Wisangkeni 8005 yang bersandar di Pelabuhan Malahayati, Krung Raya, Aceh Besar. Dalam kunjungan tersebut, ia menyampaikan apresiasi atas langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang mengirimkan Tim Psikologi Polri guna membantu pemulihan trauma para korban banjir besar di sejumlah kabupaten/kota di Aceh.Nasir Jamil menyebut kehadiran tim tersebut menunjukkan kepedulian nyata Polri terhadap masyarakat yang sedang berduka. “Menurut kami, ini merupakan hal yang patut dibanggakan. Kepedulian Kepolisian terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir besar di Aceh sangat kami apresiasi,” ujarnya.Ia menjelaskan bahwa Tim Psikologi Polri yang hadir di kapal tersebut akan segera diterjunkan ke berbagai daerah terdampak. Mereka ditugaskan untuk memberikan pendampingan psikologis kepada masyarakat agar dapat memulihkan trauma dan kembali menjalani aktivitas normal.Selain mengerahkan tim pemulihan trauma, Polri juga mengirimkan bantuan logistik melalui Kapal Wisangkeni 8005. Bantuan tersebut berupa sembako serta berbagai kebutuhan lain yang diperuntukkan bagi warga yang terdampak banjir.Nasir menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen Kapolri dalam memastikan masyarakat bisa segera bangkit. “Peran tim Psikologi Polri dalam memulihkan kesehatan mental korban bencana alam menjadi perhatian Bapak Kapolri, agar masyarakat dapat segera pulih, kembali berkarya, kembali bekerja, serta kembali memakmurkan jorong dan gampongnya sehingga kehidupan dapat berjalan normal kembali,” tuturnya.Ia menambahkan, “Kapolri tidak hanya mengirimkan tim untuk pemulihan trauma para korban, tetapi juga melalui kapal ini turut mengirimkan bantuan berupa sembako dan berbagai kebutuhan lain. Semua ini merupakan bagian dari perhatian besar Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, bahwa Polri hadir untuk masyarakat.”Di akhir kunjungannya, Nasir Jamil menyampaikan dukungan kepada jajaran Kepolisian yang bertugas. Ia berharap seluruh upaya ini dapat membantu mempercepat pemulihan masyarakat Aceh setelah dilanda bencana banjir.“Saya mengucapkan selamat bertugas kepada jajaran Kepolisian. Semoga masyarakat dapat segera pulih dan beraktivitas kembali,” pungkasnya. PNO-12
05 Des 2025, 16:10 WIT
Bantuan Sembako Kembali dikirim Polda Aceh Untuk Korban Banjir
Papuanewsonline.com, Aceh - Polda Aceh kembali mengirimkan bantuan sembako dan BKO personel Polri untuk membantu masyarakat terdampak banjir di Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis, 4 Desember 2025.Selain itu, juga dikirim perbantuan 10 tenaga medis beserta 12 tim trauma healing psikologi dan Polwan dari Mabes Polri.Bantuan sembako dan BKO personel Polda Aceh yang berjumlah 115 orang, serta tenaga medis, tim trauma healing psikologi dan Polwan dari Mabes Polri, pagi ini, Kamis, sekira pukul 07.30 telah berlabuh menggunakan Kapal Wisanggeni 8005 di Pelabuhan Lhokseumawe, ucap Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S. I. K.Selanjutnya, bantuan sembako dan rombongan personel Polri itu akan bertolak menuju Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang, lanjutnya."Benar, pagi ini sekira pukul 07.30 Wib, dengan menggunakan Kapal Wisanggeni 8005, bantuan sembako dan BKO Personel Polda Aceh sebanyak 115 orang, serta 10 tenaga medis, 12 tim trauma healing psikologi dan Polwan Mabes Polri, telah berlabuh di Pelabuhan Lhokseumawe dan selanjutnya akan diberangkatkan ke Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir di sana, " sebut Kabid Humas.Personel Polri akan bekerja sesuai tupoksinya untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir di wilayah Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang, tutup Kabid Humas. PNO-12
05 Des 2025, 15:59 WIT
Tim DVI Polda Sumbar Percepat Identifikasi Korban Bencana
Papuanewsonline.com, Sumbar – Proses identifikasi korban banjir bandang dan longsor di Sumatera Barat terus dikebut oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sumbar.Dalam konferensi pers yang digelar di Aula RS Bhayangkara Tingkat III Padang, Selasa (2/12/2025), Polda Sumbar menyampaikan perkembangan terbaru penanganan korban bencana kepada publik.Konferensi pers tersebut turut dihadiri Kabid Humas Polda Sumbar yang diwakili Ps. Kasubbid Penmas Kompol Omri Yan Sahureka, Kabid Dokkes Polda Sumbar AKBP dr. Faizal, serta Karumkit Bhayangkara TK III Padang Kompol dr. Hari Andromeda, Sp.J. Selain unsur kepolisian, kegiatan ini juga dihadiri oleh para awak media dan jurnalis dari berbagai platform sebagai bentuk keterbukaan informasi Polda Sumbar kepada masyarakat.AKBP dr. Faizal dalam pemaparannya menyebutkan bahwa hingga hari ini tercatat 193 korban meninggal dunia akibat bencana yang melanda sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Barat.“Dari jumlah tersebut, 161 jenazah telah berhasil diidentifikasi, sementara 32 lainnya masih dalam proses, termasuk 25 jenazah yang saat ini berada di RS Bhayangkara Padang,” jelasnya.Ia merinci, dari 58 kantong jenazah yang diterima RS Bhayangkara sejak 27 November 2025, 33 jenazah telah teridentifikasi melalui data primer dan sekunder serta sudah diserahkan kepada keluarga. Sementara 25 jenazah lainnya masih berstatus tidak dikenal karena belum ada kecocokan dengan data antemortem.Karumkit Bhayangkara TK III Padang, Kompol dr. Hari Andromeda, Sp.J, menekankan bahwa proses identifikasi sangat bergantung pada kelengkapan data pembanding dari keluarga korban.“Kami mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera datang ke posko antemortem di RS Bhayangkara Padang. Semakin cepat data pembanding masuk, semakin cepat pula identifikasi dapat kami selesaikan,” tegasnya.Ia juga menjelaskan bahwa sebagian besar jenazah yang sulit teridentifikasi adalah anak-anak. Banyak dari mereka diduga kehilangan orang tua atau kerabat dekat yang seharusnya melapor, sehingga belum ada data antemortem yang masuk.Untuk mendukung kelancaran proses identifikasi, RS Bhayangkara kini menerima tambahan satu unit mobil cold storage dari Dinas Pertanian Sumbar. Fasilitas ini membantu menjaga kondisi jenazah selama proses forensik berlangsung.Ps. Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sumbar, Kompol Omri Yan Sahureka, menegaskan bahwa Polda Sumbar akan bekerja maksimal hingga seluruh korban bencana berhasil diidentifikasi.“Polda Sumbar mengajak masyarakat yang kehilangan keluarga untuk segera memberikan data antemortem ke RS Bhayangkara atau posko DVI terdekat. Data pembanding sangat penting agar proses identifikasi dapat segera dipercepat,” ungkapnya.Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan konferensi pers bersama awak media merupakan bentuk komitmen Polda Sumbar terhadap transparansi dan keterbukaan informasi, agar masyarakat mendapatkan perkembangan resmi dan akurat terkait penanganan korban bencana.Polda Sumbar berharap kerja sama dari masyarakat dapat mempercepat seluruh proses identifikasi, sehingga jenazah korban dapat segera diserahkan kembali kepada keluarga untuk dimakamkan dengan layak. PNO-12
05 Des 2025, 14:18 WIT
Polres Aceh Tengah Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis untuk Korban Bencana Alam
Papuanewsonline.com, Takengon – Polres Aceh Tengah kembali memberikan layanan kesehatan gratis bagi para pengungsi korban bencana alam di Posko Pengungsian Desa Mendale dan Posko SDN Paya Reje, Kecamatan Kebayakan, Rabu (3/12/2025).Petugas medis dari Sidokkes Polres Aceh Tengah turun langsung ke lokasi pengungsian untuk memberikan pemeriksaan kesehatan, layanan konsultasi, penanganan medis, serta membagikan obat-obatan dan vitamin kepada warga yang terdampak banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa pelayanan ini merupakan bentuk kehadiran dan kepedulian Polri, khususnya Polres Aceh Tengah, dalam masa darurat pascabencana."Kami hadir memberikan pelayanan kesehatan, konsultasi, memberi semangat dan pengobatan gratis kepada masyarakat korban bencana alam," ujar Kapolres.Layanan kesehatan gratis ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat serta memastikan kondisi kesehatan para pengungsi korban terdampak bencana alam tetap terjaga di tengah situasi yang masih belum stabil. PNO-12
04 Des 2025, 08:41 WIT
Polres Aceh Tenggara Lakukan Evakuasi Penemuan Jenazah di Aliran Sungai Alas
Papuanewsonline.com, Kutacane - Personel Polres Aceh Tenggara berhasil mengevakuasi sesosok jenazah laki-laki tanpa identitas yang ditemukan di aliran Sungai Alas, Desa Aunan Sepakat, Kecamatan Ketambe, Selasa, 2 Desember 2025. Penemuan ini menambah daftar korban bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri menyampaikan bahwa penemuan jenazah tersebut bermula saat dua warga, pasangan suami-istri, sedang menangkap ikan menggunakan durung alat tangkap tradisional di Sungai Alas.Ketika alat mereka diangkat, kata Yulhendri, keduanya terkejut melihat bagian kaki manusia tersangkut di dalam durung, dengan kondisi tubuh yang sudah rusak akibat terbawa arus dan mulai mengeluarkan bau tidak sedap."Usai menemukan, saksi langsung menuju Posko Bencana Polres Aceh Tenggara di Desa Aunan untuk melapor. Petugas yang sedang bertugas merespons cepat laporan tersebut dan melakukan tindakan lanjutan," kata Yulhendri dalam rilisnya, Rabu, 3 Desember 2025.Setibanya di lokasi, personel Polres langsung melakukan proses evakuasi dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi korban yang sudah tidak utuh. Sekira pukul 15.30 WIB, jenazah berhasil dibawa ke tepi sungai dan dievakuasi ke daratan untuk dibawa ke Posko dan selanjutnya dibawa ke RSUD H. Sahudin Kutacane.Yulhendri juga menyampaikan bahwa jenazah tersebut diduga kuat merupakan korban yang terseret arus banjir bandang. Tidak tertutup kemungkinan korban berasal dari kuburan yang hanyut atau warga yang hilang namun belum terdata. Namun, hal tersebut masih akan diidentifikasi.“Mengingat identitas korban belum diketahui, kami berharap masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dapat segera menghubungi kepolisian atau RSUD H. Sahudin,” ujarnya.Ia mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di sekitar aliran sungai pascabanjir. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda mencurigakan atau informasi terkait orang hilang. PNO-12
03 Des 2025, 19:16 WIT
Melalui Trauma Healing, Polres Humbahas Berbagi Kepedulian untuk Anak-anak Korban Bencana
Papuanewsonline.com, Panggugunan - Polres Humbang Hasundutan melalui Tim Konselor melakukan kegiatan Psikososial Trauma Healing bagi masyarakat, khususnya anak-anak korban bencana longsor, di Posko Banjir dan Longsor Desa Panggugunan kecamatan Pakkat serta Desa Batu Nagodang Siatas, Kecamatan Onan Ganjang, pada Senin (1/12/2025).Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian Polres Humbahas untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak yang terdampak bencana. Dalam pelaksanaannya, tim konselor Polres Humbahas mengawali sesi dengan memperkenalkan diri kepada anak-anak dan menjelaskan tujuan kegiatan Trauma Healing, yakni untuk memberikan kenyamanan, rasa aman, serta membantu mengurangi tekanan psikologis pascalongsor.Selanjutnya, tim menyapa seluruh anak-anak dan orang tua yang berada di posko, menanyakan kabar, serta mendengarkan keluhan maupun pengalaman mereka selama bencana terjadi. Untuk mencairkan suasana, anak-anak diajak bermain berbagai permainan, mengikuti games interaktif, bernyanyi bersama, hingga mereka tampak kembali bergembira dan berteriak penuh semangat.Dalam kesempatan tersebut, personil Polres Humbahas juga membagikan bingkisan makanan kepada seluruh anak-anak, memberikan dukungan moral, serta menyampaikan motivasi agar mereka tetap kuat dan berani menghadapi situasi sulit. Suasana hangat dan penuh keceriaan tampak tercipta, sebagai upaya mengurangi stres dan menciptakan kenyamanan bagi para anak-anak selama berada di pengungsian.Kapolres Humbahas, AKBP Arthur Sameaputty, S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan Trauma Healing ini merupakan langkah penting untuk membantu memulihkan mental dan emosional anak-anak yang baru saja mengalami peristiwa traumatis akibat bencana longsor.“Kegiatan ini kami lakukan untuk membantu menghilangkan rasa takut, stres, dan trauma pada anak-anak. Kami ingin menumbuhkan harapan baru bagi mereka, memberikan semangat, dan menghadirkan kembali senyum serta keceriaan di tengah situasi bencana,” ujar Kapolres.Ia menambahkan bahwa melalui aktivitas bermain, bercanda, dan tertawa bersama, anak-anak diharapkan dapat merasakan kehadiran dukungan dari polisi dan seluruh petugas yang bekerja di lapangan.“Kami ingin mereka merasakan bahwa mereka tidak sendirian. Dengan kegiatan ini, kami berharap anak-anak dapat kembali percaya diri, tenang, dan memiliki kekuatan baru untuk menjalani hari-hari berikutnya,” tambah AKBP Arthur.Kapolres Humbahas juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk pendampingan psikologis bagi masyarakat terdampak.“Harapan kami, kegiatan Trauma Healing ini bisa menjadi ruang pemulihan bagi anak-anak dan keluarga, membantu mereka bangkit, kembali ceria, dan menatap masa depan dengan optimis,” tutup Kapolres. PNO-12
03 Des 2025, 09:24 WIT
Respon Cepat Tangani Bencana Alam, Kapolda Aceh Terobos Banjir dan Lumpur demi Tiba di Tamiang
Papuanewsonline.com, Kuala Simpang - Ketika banjir bandang dan luapan sungai menenggelamkan hampir seluruh wilayah Aceh Tamiang, Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah menunjukkan kepemimpinan yang tidak hanya strategis, tetapi juga sangat humanis. Didampingi Pejabat Utama Polda Aceh, beliau menempuh perjalanan darat selama lima hari penuh, melewati jalur yang terputus, terendam air, tertutup lumpur pekat, serta di sejumlah titik harus menyeberang dengan perahu karena jalan raya berubah total menjadi sungai berarus deras.Sebuah perjalanan ekstrem yang secara teknis hampir mustahil ditempuh, tetapi dilaksanakan demi satu tujuan utama: menjamin penanganan bencana berjalan cepat, menyeluruh, dan menyentuh seluruh warga terdampak, sekaligus memastikan kondisi personel, markas komando, serta layanan Kepolisian di tengah bencana.Perjalanan ini bukan sekadar kunjungan kerja, melainkan misi kemanusiaan berisiko tinggi. Di sejumlah lokasi, rombongan harus memasuki jalur yang telah berubah menjadi sungai lumpur dengan ancaman longsor dan arus deras yang setiap saat dapat mengancam nyawa.“Saya harus tiba di Tamiang. Saya ingin melihat langsung kondisi saudara-saudara kita yang sedang berjuang menghadapi musibah ini. Dan mengecek langsung kondisi Mako serta memastikan Kesiapan Personil dalam penanganan dilakukan cepat, tepat, dan terkoordinasi,” tegas Irjen Marzuki penuh ketegasan dan empati.Setibanya di lokasi, Kapolda langsung mengeluarkan instruksi darurat kepada seluruh jajaran. Ia memerintahkan percepatan evakuasi warga, terutama lansia, anak-anak, perempuan, dan kelompok rentan lainnya. Pendataan korban, tingkat kerusakan, serta kebutuhan logistik mendesak juga diperintahkan untuk dipercepat agar bantuan dapat disalurkan tanpa hambatan birokratis maupun kendala lapangan.“Banjir ini bukan hanya menguji ketahanan infrastruktur, tetapi juga mengguncang solidaritas kemanusiaan kita. Setiap warga harus mendapatkan perlindungan. Setiap keluarga harus tersentuh bantuan. Tidak boleh ada satu pun yang terabaikan,” ujarnya, didampingi Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi dan Kapolres AKBP Muliadi.Dari hasil peninjauan langsung, Kapolda menyampaikan keprihatinan yang mendalam. Sebanyak 90 persen wilayah Aceh Tamiang terendam, aktivitas sosial serta ekonomi lumpuh total, dan bahkan kantor pemerintahan, Kodim, serta Polres ikut terdampak.Melihat skala bencana yang bersifat ekstrem dan meluas, Kapolda Aceh segera mengajukan bantuan tambahan kepada Mabes Polri, termasuk pengerahan pasukan recovery serta permintaan helikopter angkut untuk mempercepat distribusi logistik terutama makanan dan obat-obatann ke kawasan-kawasan yang terisolir dan tidak dapat ditembus jalur darat.“Seluruh aktivitas ekonomi berhenti. Tidak ada pedagang, tidak ada pelayanan kebutuhan dasar, dan banyak wilayah benar-benar terputus. Kita membutuhkan dukungan pusat agar penanganan bencana ini dapat dilakukan secepat mungkin. Fokus kita satu: menyelamatkan masyarakat,” tegasnya.Kapolda Aceh menegaskan bahwa Polri akan berdiri di garda terdepan, bersinergi penuh dengan pemerintah daerah dan TNI, untuk memastikan Aceh Tamiang segera bangkit dari bencana besar ini. PNO-12
02 Des 2025, 18:34 WIT
Operasi Distribusi Logistik Terus Dilakukan Polri Melalui Jalur Udara dan Laut
Papuanewsonline.com, Jakarta - Polri mengerahkan kekuatan besar dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui operasi udara dan laut secara terintegrasi. Armada yang diterjunkan terdiri dari 3 pesawat angkut logistik, 5 helikopter, dan 9 kapal patroli Polair, seluruhnya telah memasuki rute operasi bantuan kemanusiaan untuk memastikan suplai logistik tiba lebih cepat terutama di daerah terisolir pascabencana. Langkah ini menjadi bukti percepatan pemulihan dan jaminan bahwa kebutuhan mendesak masyarakat tidak tertunda.Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa percepatan pendistribusian bantuan dilakukan dengan mengutamakan jalur udara.“Saat ini Polri mengerahkan pesawat dan helikopter untuk memastikan bantuan segera tiba di lokasi terdampak. Akses darat di banyak titik masih terputus, sehingga percepatan melalui udara menjadi kunci agar masyarakat dapat segera menerima logistik,” ujarnya.Lebih lanjut disampaikan bahwa operasional penerbangan telah menjangkau wilayah terdampak sejak beberapa hari lalu secara bertahap.“Sejak tiga hari terakhir helikopter telah melakukan airdrop bahan pokok di beberapa titik Tapanuli dan wilayah terisolir lainnya. Fokus kami adalah memastikan suplai tidak berhenti dan kebutuhan dasar masyarakat terjamin,” jelas Trunoyudo.Operasi Helikopter – Fokus Wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar (5 Unit) 1. AW169/P-3303 – PIC AKBP Dian Didik, 4 crew – rute distribusi logistik Aceh 2. Dauphin AS365 N3/P-3103 – PIC AKP Asep Saepudin, 4 crew – rute bantuan ke wilayah Sumbar 3. NBO-105/P-1112 – PIC AKP Doni, 4 crew – mobilisasi bantuan udara Sumut 4. Bell 429/P-3203 – PIC Kompol Ali Hasbi, 4 crew – pengiriman bantuan cepat dan evakuasi 5. Bell 412EP/P-3002 – PIC Kompol Asran Koto, 5 crew – operasi inspeksi dan distribusi terpadu9 Kapal Polair – Sumber Suplai Logistik dari Jalur Laut • KP Wisanggeni–8005 (A2) – 75 m, 29 ABK, 2 RIB → rute Aceh (labuh: CT-1 BPKS Sabang) • KP Antareja–7007 (A3) – 48,69 m, 23 ABK, 1 perahu karet → rute Sumut–Sumbar (Pelabuhan Perikanan Sibolga) • KP Anis Kembang–4001 (B3) – 28,5 m, 17 ABK, 1 perahu karet → rute Sumut (Pelindo Belawan) • KP Lory–3018 (C1) – 22,72 m, 11 ABK + perahu karet → rute Sumut (Dermaga Panton Bagan Asahan) • Dukungan tambahan oleh kapal Polda Kepri dan Polda Riau memperkuat jalur suplai dari sisi pantai.3 Pesawat Udara untuk Akselerasi Bantuan • CN295/P-4501 – PIC Kompol Rahman A (7 crew) → logistik Aceh–Sumbar • Fokker 27 MK50/P-4401 – PIC AKBP Stefanus (7 crew) → logistik Jambi–Sumut • Boeing 737-800NG/P-7301 – PIC AKBP Troy Adam (19 crew) → dukungan giat koordinasi penanganan di SumutMobilisasi besar dengan total 3 pesawat, 5 helikopter, dan 9 kapal ini memastikan jalur suplai logistik tidak berhenti, wilayah terisolir dapat kembali terbuka, dan operasi tanggap darurat berlangsung lebih cepat serta tepat sasaran. Polri memastikan pengiriman bantuan akan terus berlangsung sampai kebutuhan kritis masyarakat terpenuhi. PNO-12
02 Des 2025, 12:36 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru