logo-website
Minggu, 10 Mei 2026,  WIT
BERITA TAG Budaya Homepage
Pj Gubernur Papua Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gedung Al-Burj Tsalits di Jayapura Papuanewsonline.com, Jayapura – Suasana khidmat mewarnai peringatan Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW 1447 H yang digelar Yayasan Pondok Pesantren Daryl Qur’an Wadda’wah, Argapura, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Sabtu (20/9/2025). Dalam momen bersejarah ini, Penjabat (Pj) Gubernur Papua, Agus Fatoni, turut hadir sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Al-Burj Tsalits. Gedung yang dirancang multifungsi tersebut nantinya akan digunakan sebagai masjid, aula serbaguna, sekaligus ruang kelas. Kehadirannya diharapkan mampu menjadi pusat kegiatan pendidikan, dakwah, dan pengembangan karakter generasi muda Papua. Dalam sambutannya, Agus Fatoni mengungkapkan rasa syukur atas dimulainya pembangunan ini. Ia menyampaikan doa dan harapan besar agar pesantren tersebut dapat terus berkembang dan menjadi salah satu yang terbesar di Tanah Papua. "Saya juga mengucapkan selamat atas peletakan batu pertama pada hari ini. Mudah-mudahan pembangunan dilancarkan, dimudahkan, dan Pondok Pesantren ini bisa menjadi yang terbesar di Tanah Papua," ujar Fatoni. Lebih jauh, ia menekankan bahwa pondok pesantren bukan hanya sekadar tempat belajar agama, tetapi juga institusi pendidikan ideal yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan umum dengan nilai-nilai agama, akhlak mulia, serta pembentukan karakter. "Pendidikan di pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu, tapi juga membentuk akhlak dan karakter. Ini yang membedakan, sekaligus menjadi modal besar bagi generasi muda untuk meraih kesuksesan dunia dan akhirat," jelasnya. Fatoni juga mengingatkan pentingnya mengembangkan lima kecerdasan dalam diri anak didik, yakni kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, sosial, dan fisik. Menurutnya, keseimbangan kelima aspek ini akan melahirkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur agama. Menutup sambutannya, Pj Gubernur Papua itu mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah. "Semoga Papua selalu damai, aman, dan mari kita jaga serta pertahankan situasi ini sampai kapanpun. Jangan mau kita diadu domba, jangan mau kita dipecah belah. Persatuan dan kesatuan adalah segalanya, sebab kehidupan yang damai itu sangat berharga," tegas Fatoni. Acara peletakan batu pertama ini menjadi simbol kuat komitmen bersama antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam membangun Papua yang lebih maju, religius, dan harmonis. Penulis: Jid Editor: GF 23 Sep 2025, 16:34 WIT
Doa Bersama Lintas Iman di Sentani: Pj Gubernur Papua Agus Fatoni Tekankan Pentingnya Persatuan Papuanewsonline.com, Sentani – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa di Rumah Doa Segala Bangsa, Sentani, Jayapura, pada Jumat (19/9/2025). Ratusan jemaat Gereja Injil di Indonesia (GIDI) Holandia bersama tokoh lintas agama berkumpul dalam acara doa bersama untuk Papua yang turut dihadiri oleh Penjabat (Pj) Gubernur Papua, Agus Fatoni. Kehadiran Fatoni disambut hangat para jemaat dan tokoh agama. Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua juga menyerahkan bantuan bagi rumah doa sebagai wujud kepedulian terhadap sarana peribadatan dan penguatan kehidupan beragama di Papua. Doa bersama dipimpin oleh Pdt. Lipiyus Biniluk, yang menekankan pentingnya menjaga persatuan pasca berbagai agenda politik di Papua. "PSU hanya momentum lima tahun sekali. Apa pun hasilnya, mari kita bersyukur dan tetap menjaga persatuan. Kami semua tokoh lintas agama berdoa agar Papua selalu aman dan damai," ujarnya dengan penuh harap. Dalam sambutannya, Agus Fatoni menegaskan bahwa Pemprov Papua konsisten mendukung keberlangsungan rumah ibadah, lembaga pendidikan, dan fasilitas keagamaan lainnya. Menurutnya, pemerintah hadir bukan hanya dalam bentuk regulasi, tetapi juga nyata dalam aksi sosial dan spiritual. "Hari ini kami bersyukur bisa memberikan bantuan dan berkunjung langsung ke Gereja Injil di Indonesia Holandia. Kami ikut menyaksikan sekaligus menghadiri doa bersama, yang sangat berarti bagi persatuan umat," ungkapnya. Fatoni juga menyampaikan pesan penting kepada seluruh masyarakat Papua agar selalu menjaga kondusivitas dan mengedepankan sikap toleransi. "Kita berharap, dan semua berdoa, mudah-mudahan Papua yang kita cintai ini tetap aman, nyaman, damai, dan toleran. Mari kita bergandengan tangan untuk mewujudkan Papua yang kita cintai bersama," jelasnya. Acara doa bersama ini bukan sekadar seremonial, melainkan juga simbol nyata bahwa Papua adalah rumah besar bagi semua umat beragama yang hidup berdampingan. Dengan semangat persaudaraan, masyarakat diajak untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan pemecah belah.   Penulis: Jid Editor: GF  23 Sep 2025, 16:18 WIT
Kapolda Maluku Silaturahmi Bersama Warga Jemaat Gereja Pniel Wayame Papuanewsonlinecom, Ambon – Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si, melakukan silaturahmi kamtibmas dengan masyarakat di Gereja Pniel Jemaat GPM Wayame, Klasis Pulau Ambon Utara, Minggu (21/9) pukul 10.25 WIT. Kehadiran Kapolda bersama jajaran pimpinan Polda Maluku; Irwasda, Direktur Reskrimum, dan Kabidkum Polda Maluku, serta Kapolsek Teluk Ambon mendapat sambutan hangat dari majelis jemaat, perangkat gereja, dan masyarakat yang memadati rumah ibadah tersebut.Kapolda Maluku saat menyapa para jemaat, mengaku provinsi Maluku merupakan wilayah yang kaya, indah, dan penuh potensi untuk terus berkembang. Dengan jumlah penduduk sekitar 1,9 juta jiwa, Maluku dianugerahi kekayaan alam dari laut, hutan, hingga pertanian. Bahkan, dalam bidang seni dan budaya, Maluku dikenal melahirkan banyak talenta, terutama di dunia musik.Kapolda juga mengingatkan jemaat tentang sejarah panjang perjuangan rakyat Maluku, termasuk perlawanan Kapitan Pattimura melawan kolonialisme. Semangat para pahlawan, kata Kapolda, harus menjadi inspirasi generasi sekarang untuk bersatu membangun Maluku yang maju.“Perjuangan para pendahulu jangan sampai sia-sia. Tugas kita adalah menyatukan langkah, menjaga perdamaian, dan membangun Maluku agar lebih maju,” pinta Kapolda.Irjen Dadang menggambarkan perdamaian dan keamanan sebagai “tanah subur” yang memungkinkan masyarakat dapat beraktivitas dengan baik. Dengan kondisi aman, anak-anak bisa bersekolah, ibu-ibu dapat berbelanja tanpa khawatir, dan masyarakat bisa bekerja dengan tenang.“Semua kenyamanan ini bukan datang dengan sendirinya, melainkan hasil doa, usaha, dan tekad bersama. Karena itu, perdamaian yang kita nikmati hari ini harus kita rawat dan jaga,” tegas Kapolda.Tanpa kedamaian, kata Kapolda, pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan pembangunan generasi penerus akan terhambat. Oleh sebab itu, menjaga stabilitas keamanan adalah tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Maluku.Orang nomor 1 Polda Maluku ini juga menekankan terkait keberagaman agama, suku, dan budaya di Maluku. Keberagaman ini merupakan kodrat sekaligus kekayaan yang harus dijaga. Semboyan nasional “Bhinneka Tunggal Ika” adalah fondasi untuk mempererat persatuan di tengah perbedaan.“Kita tidak bisa memilih dilahirkan dari suku mana, tapi kita bisa memilih untuk selalu berbuat baik. Basudara, tarus biking bae. Maluku tarus biking bae,” ajak Kapolda, disambut tepuk tangan jemaat.Kapolda juga mengingatkan agar masyarakat mewaspadai potensi konflik yang dapat dipicu dari permasalahan kecil, mulai dari kekerasan rumah tangga, tawuran antar pelajar, hingga konflik antar kampung yang bisa meluas menjadi masalah SARA jika diprovokasi.Ia mengajak jemaat untuk menyerahkan penyelesaian masalah pada jalur hukum, bukan dengan kekerasan. “Hidup memang tidak lepas dari masalah. Kalau ada yang dirugikan, percayakan kepada polisi untuk menyelesaikannya secara hukum. Jangan membawa persoalan menjadi konflik kelompok,” tegasnya.Selain itu, Kapolda mengingatkan bahaya provokasi di media sosial yang sering memicu gesekan di masyarakat. Menurutnya, tradisi adu domba dan ujaran kebencian harus dihentikan agar tidak diwariskan kepada generasi mendatang.Salah satu perhatian utama Kapolda adalah perlindungan generasi muda. Ia menekankan pentingnya membentengi anak-anak dari bahaya narkoba, miras, pergaulan bebas, serta konten negatif seperti pornografi.“Generasi muda adalah masa depan kita. Mereka harus dibimbing dengan pendidikan yang baik, nilai-nilai agama, dan teladan dari keluarga. Kalau kita jaga anak-anak kita, Maluku pasti akan maju,” ujarnya.Kapolda menutup penyampaiannya dengan keyakinan bahwa semangat persaudaraan, doa, dan kerja sama seluruh masyarakat akan menjadikan Maluku sebagai daerah yang aman, rukun, dan sejahtera.Kegiatan silaturahmi berlangsung hangat, penuh persaudaraan, dan sarat makna. Jemaat Gereja Pniel Wayame terlihat antusias mendengarkan setiap pesan Kapolda. Acara ditutup dengan doa bersama, meneguhkan komitmen seluruh hadirin untuk menjaga kedamaian dan memperkuat persaudaraan di Maluku. PNO-12 22 Sep 2025, 15:45 WIT
Sholat Subuh Berjamaah di Masjid Al-Ikhwan, Kapolda Maluku Ajak Warga Perkuat Persaudaraan Papuanewsonline.com, Ambon – Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si, kembali melanjutkan rutinitasnya mendekatkan diri kepada masyarakat melalui kegiatan Sholat Subuh Berjamaah. Pada Minggu pagi (21/9), Kapolda yang didampingi Wakapolda Maluku, Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H, hadir menjalankan sholat wajib dua rakaat bersama masyarakat di Masjid Al-Ikhwan, Jl. Raya Air Kuning, Kebun Cengkeh, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.Kehadiran orang nomor satu di Polda Maluku itu tidak hanya sebagai bentuk ibadah, tetapi juga sebagai wujud nyata Polri hadir di tengah masyarakat dalam suasana religius, penuh kehangatan, dan persaudaraan.Seusai sholat subuh yang berlangsung khidmat, Kapolda kemudian berinteraksi langsung dengan para jamaah yang terlihat antusias menyapa pemimpin kepolisian daerah Maluku.Setelah menunaikan sholat, Kapolda menyampaikan pesan singkat namun penuh makna. Ia menekankan pentingnya pendekatan agama sebagai pondasi untuk menjaga hubungan persaudaraan di Ambon dan Maluku secara umum.“Tali persaudaraan dan pendekatan agama adalah kunci dalam hidup orang basudara di Kota Ambon. Jika kita menjadikannya pegangan, maka hidup kita akan penuh kedamaian. Mari terus berbuat baik, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk sesama,” kata Kapolda.Pesan tersebut mendapat sambutan positif dari para jamaah. Mereka menilai kehadiran Kapolda tidak hanya memberi keteladanan, tetapi juga menyemangati masyarakat untuk terus menebarkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.Kegiatan sholat berjamaah yang rutin dilakukan Kapolda di masjid-masjid di Kota Ambon menjadi bagian dari strategi membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat. Pendekatan humanis ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik kepada institusi kepolisian sekaligus membangun harmoni sosial yang kokoh di Maluku.Selain itu, momentum religius seperti ini juga menjadi wadah bagi Polri untuk menyerap aspirasi langsung dari masyarakat dalam suasana akrab, santai, dan jauh dari formalitas birokrasi.Kehadiran Kapolda Maluku dalam kegiatan ibadah bersama masyarakat tidak hanya membuktikan Polri hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial dan spiritual, guna mewujudkan Maluku yang damai, rukun, dan penuh persaudaraan. PNO-12 22 Sep 2025, 15:20 WIT
Presiden Prabowo Hadiri Osaka Expo 2025 Sebelum Bertolak ke New York Papuanewsonline.com, Osaka– Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memulai rangkaian lawatan luar negerinya dengan singgah di Osaka, Jepang, untuk menghadiri Osaka Expo 2025, Jumat (19/09/2025), sebelum melanjutkan perjalanan menuju New York, Amerika Serikat. Di Osaka, Presiden menyempatkan diri mengunjungi Paviliun Indonesia yang tahun ini hadir dengan tema “Thriving in Harmony – Nature, Culture, Future”. Tema tersebut terinspirasi dari filosofi Tri Hita Karana dari Bali, yang menekankan pentingnya harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan. Kehadiran Presiden di paviliun ini mendapat sambutan hangat dari panitia dan pengunjung yang bangga melihat Indonesia tampil dengan kekayaan budaya, teknologi, dan potensi masa depan yang inovatif. “Expo ini adalah panggung dunia. Kehadiran Indonesia dengan konsep Tri Hita Karana menunjukkan bahwa bangsa kita mampu tampil percaya diri dengan jati diri yang kuat, sembari membawa pesan harmoni dan keberlanjutan,” ujar salah satu pejabat pendamping dalam rombongan Presiden. Setelah dari Jepang, Presiden Prabowo melanjutkan perjalanan ke New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pada 23 September 2025, Prabowo dijadwalkan menyampaikan pidato pada sesi Debat Umum, menempati urutan ketiga setelah Presiden Brasil dan Presiden Amerika Serikat. Momentum ini dipandang strategis, bukan hanya untuk menunjukkan posisi Indonesia di panggung global, tetapi juga untuk menegaskan peran aktif Indonesia sebagai bagian dari Global South. Dalam forum itu, Indonesia diharapkan kembali menyuarakan isu-isu penting dunia, termasuk reformasi tata kelola global yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan. Selain menghadiri Sidang PBB, Presiden Prabowo juga dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke Ottawa, Kanada, pada 24 September 2025 untuk bertemu langsung dengan Perdana Menteri Kanada. Lawatan kemudian berlanjut ke Den Haag, Belanda, pada 26 September 2025, di mana Presiden dijadwalkan bertemu dengan Raja Belanda serta Caretaker Perdana Menteri Belanda. Rangkaian kunjungan ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral, sekaligus memperluas jejaring diplomasi Indonesia dengan berbagai negara mitra strategis. Kehadiran Presiden Prabowo di forum internasional kali ini membawa harapan besar dari rakyat Indonesia agar suara bangsa semakin diperhitungkan dalam isu-isu global, baik dalam bidang perdamaian, pembangunan berkelanjutan, hingga transformasi digital dan ketahanan pangan. Lawatan ke Osaka Expo hingga pidato di Majelis Umum PBB menandai langkah awal penting Presiden Prabowo dalam menegaskan arah politik luar negeri Indonesia di bawah kepemimpinannya: aktif, inklusif, dan berdaulat.(GF)  21 Sep 2025, 14:13 WIT
Wabup Mimika Klarifikasi Polemik Slogan “Mimika Rumah Kita” Papuanewsonline.com, Mimika – Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, akhirnya buka suara menanggapi kritik yang muncul terkait penggunaan slogan “Mimika Rumah Kita”. Slogan tersebut sebelumnya menuai pro dan kontra, salah satunya datang dari Ketua Aliansi Pemuda Kamoro (APK), Rafael Taorekeyau, yang meminta agar pemerintah daerah mengembalikan slogan “Eme Neme Yauware” sebagai simbol harga diri dan identitas kultural masyarakat Mimika. Menanggapi hal itu, Wabup Kemong menegaskan bahwa slogan “Mimika Rumah Kita” tidak dimaksudkan untuk menggantikan “Eme Neme Yauware”. Menurutnya, “Mimika Rumah Kita” adalah identitas tambahan yang dirancang sebagai brand daerah sekaligus strategi komunikasi publik yang selaras dengan visi pembangunan Smart City di Kabupaten Mimika. “‘Mimika Rumah Kita’ adalah identitas tambahan yang menjadi penguat bagi pembangunan menuju kabupaten cerdas. Sedangkan semboyan ‘Eme Neme Yauware’ tetap dipertahankan sebagai motto utama, karena mengandung makna kultural yang sangat dalam bagi masyarakat Amungme dan Kamoro,” jelas Kemong, Jumat (19/9/25). Lebih jauh, Emanuel Kemong mengajak masyarakat agar menyikapi perbedaan pandangan secara bijak tanpa harus menimbulkan konflik. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Mimika. “Ini rumah kita bersama. Mau lari kemana lagi? Kita harus jaga baik-baik. Di sini tidak ada musuh, semua adalah sahabat. Kalau tidak setuju atau kurang memahami, mari kita diskusi dengan baik. Itu jauh lebih bijak daripada saling menyalahkan,” ujarnya menekankan. Kemong juga menyampaikan bahwa penggunaan slogan “Mimika Rumah Kita” telah melalui tahapan sosialisasi kepada berbagai pihak, termasuk tokoh adat dan masyarakat, serta dipublikasikan secara luas melalui media. Menurutnya, mayoritas pihak telah memberikan dukungan. “Semua sudah setuju. Jadi sekali lagi saya tegaskan, Eme Neme Yauware tetap menjadi motto orang Mimika. Itu tidak tergantikan, melainkan diperkaya dengan slogan baru agar Mimika bisa lebih dikenal luas dan siap menuju masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.     Penulis: Jid Editor: GF  19 Sep 2025, 17:41 WIT
Polemik Jargon Baru “Mimika Rumah Kita” di Tengah Identitas Asli Daerah Papuanewsonline.com, Mimika – Perdebatan publik di Kabupaten Mimika kian menghangat setelah Pemerintah Daerah melalui kepemimpinan Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong gencar mensosialisasikan jargon baru “Mimika Rumah Kita”. Jargon ini mulai digaungkan dalam berbagai acara besar, seremonial, hingga kegiatan resmi pemerintahan. Namun, langkah tersebut justru menuai penolakan keras dari masyarakat adat. Masyarakat Amungme dan Kamoro menilai jargon tersebut berpotensi menggeser eksistensi identitas asli Mimika yang telah melekat sejak lama, yakni “Eme Neme Yauware”, yang memiliki makna mendalam: Bersatu, Bersaudara, Membangun. Identitas ini dianggap bukan sekadar slogan, melainkan simbol kultural yang menyatukan masyarakat lokal. Penolakan masyarakat adat tidak hanya disampaikan melalui forum-forum resmi, tetapi juga ramai di jagat media sosial. Unggahan dengan tagar #SaveEmeNemeYauware bermunculan, sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah daerah yang dianggap mengabaikan sejarah dan nilai luhur masyarakat Mimika. Ketua Aliansi Pemuda Kamoro (APK), Refael Taurekeyau, menyatakan sikap tegas menolak jargon baru tersebut. “Saya, Ketua APK, dengan tegas menolak slogan Mimika Rumah Kita. Identitas kita adalah Eme Neme Yauware, itu simbol dan harga diri masyarakat Kamoro. Pemerintah harus mengembalikannya sebagai jargon utama Mimika,” tegas Refael. Menanggapi polemik ini, Ketua Komisi IV DPRK Mimika, Elinus Balinol Mom, mengingatkan agar persoalan ini dilihat secara utuh, tidak hanya dari sisi politik, tetapi juga dari aspek hukum dan kebudayaan. “Elite politik maupun pemerintah harus bijak menyikapi persoalan ini. Eme Neme Yauware adalah identitas asli yang lahir dari masyarakat Mimika, dan itu harus dihormati,” ujarnya. Elinus juga mendorong pemerintah daerah untuk membuka ruang dialog bersama tokoh adat, pemuda, dan masyarakat sipil, agar tercipta kesepahaman dan tidak ada pihak yang merasa terpinggirkan. Bagi masyarakat adat Mimika, “Eme Neme Yauware” adalah warisan nilai persatuan yang menyatukan berbagai suku dan golongan sejak dahulu. Penggantian atau pengaburan jargon ini dikhawatirkan dapat mengikis rasa memiliki terhadap tanah Mimika yang kaya akan keberagaman. Sejumlah tokoh adat pun menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu mengedepankan kearifan lokal sebagai fondasi membangun daerah, sehingga setiap program dan jargon yang dipilih selaras dengan jati diri masyarakat.   Penulis: Jid Editor: GF  19 Sep 2025, 02:22 WIT
Pengurus Baru IKW Segmanmar Mimika Resmi Dilantik Bersamaan dengan Peringatan Maulid Nabi Papuanewsonline.com, Mimika – Ratusan masyarakat tumpah ruah memenuhi Gedung Eme Neme Yauware, Mimika, Kamis (18/9/25), untuk menghadiri pelantikan pengurus baru Ikatan Kekerabatan Wija (IKW) Segeri, Mandalle, Ma’rang (Segmanmar) Mimika periode 2025–2030. Momentum sakral ini digelar bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, sehingga menambah nuansa religius, kebersamaan, dan persaudaraan. Acara berlangsung meriah sekaligus khidmat. Berbagai prosesi adat dan budaya turut mewarnai rangkaian pelantikan, diiringi lantunan sholawat serta penampilan seni tradisi yang menggambarkan kearifan lokal. Ketua MUI Mimika, KH Muhammad Amin, dalam ceramahnya menekankan tiga poin penting: meneladani akhlak Rasulullah SAW, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan kepedulian sosial. Pesan tersebut selaras dengan semangat yang diusung oleh IKW Segmanmar dalam periode kepengurusan barunya. Dengan tema “Maulid Nabi sebagai Inspirasi Persatuan, Kebersamaan, dan Kepedulian Sosial serta Mampu Merawat Budaya Wija Segmanmar”, pelantikan ini menjadi penegasan peran organisasi sebagai wadah pemersatu warga keturunan tiga kerajaan: Segeri, Mandalle, dan Ma’rang. Prosesi pelantikan ditandai dengan pembacaan SK kepengurusan periode 2025–2030, ikrar bersama, serta penyerahan Pataka IKW Segmanmar, simbol persaudaraan dan kesetiaan terhadap nilai budaya leluhur. Ketua terpilih, Andi Mapparewe, menyampaikan bahwa IKW Segmanmar yang telah berdiri sejak empat tahun lalu hadir untuk menyatukan kembali semangat kekerabatan. “Organisasi ini bukan sekadar wadah silaturahmi, tetapi juga ruang bagi warga Segmanmar di Mimika untuk berkontribusi nyata, baik melalui kegiatan sosial maupun mendukung program pembangunan daerah,” ujarnya. Ia menambahkan, IKW memiliki tim relawan yang aktif membantu masyarakat dalam berbagai bidang kemanusiaan dan sosial. Mewakili Pemerintah Kabupaten Mimika, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda, Everth Hindom, menyampaikan apresiasi tinggi kepada IKW Segmanmar atas perannya dalam menjaga persatuan, melestarikan budaya, serta mendukung pembangunan di Mimika. “Dengan kepengurusan baru periode 2025–2030, kami berharap IKW Segmanmar semakin solid, lebih maju, serta terus bersinergi dengan pemerintah dalam memajukan bidang sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan di Mimika,” tegasnya. Pelantikan ini tidak hanya menjadi momen regenerasi kepengurusan, tetapi juga momentum penting bagi warga Segmanmar di Mimika untuk menunjukkan eksistensinya sebagai bagian dari masyarakat yang aktif, guyub, dan berkomitmen membangun daerah.   Penulis: Abim Editor: GF  19 Sep 2025, 02:19 WIT
Polwan Satgas Ops Damai Cartenz Berikan Sentuhan Humanis Bersama Anak-Anak Nduga Papuanewsonline.com, Nduga - Wujud kepedulian dan pendekatan humanis kembali ditunjukkan oleh jajaran Satgas Operasi Damai Cartenz melalui kegiatan yang dilaksanakan di Pos Koteka, Sabtu (13/9/2025) WIT.Dalam kegiatan ini, Polwan Satgas Ops Damai Cartenz berinteraksi langsung dengan personel yang bertugas di lapangan. Momen tersebut diwarnai kebersamaan dan kekeluargaan, sekaligus memberikan semangat tambahan bagi anggota yang bertugas di daerah rawan konflik.Adapun personel Polwan yang mengikuti kegiatan tersebut antara lain Bripda Yhani Febriyanti Bripda Itri Fiadn, Bripda Annisa Mahardika dari Satgas Tindak Ops Damai Carten, Sektor Nduga.Melalui kehadiran mereka, tercermin sisi lain dari operasi yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek penegakan hukum, tetapi juga membangun suasana kebersamaan, saling mendukung, dan menjaga semangat personel di lapangan.Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Polwan dalam misi di Nduga.“Kehadiran Polwan di tengah-tengah rekan-rekan di Pos Koteka menunjukkan bahwa operasi ini bukan hanya berbicara tentang keamanan, tetapi juga tentang sisi kemanusiaan. Polwan mampu memberikan sentuhan humanis yang sangat penting untuk menjaga moral dan semangat anggota,” ujar Brigjen Faizal.Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa partisipasi Polwan dalam operasi memberikan dampak positif, baik bagi personel maupun masyarakat.“Polwan memiliki peran strategis, bukan hanya dalam mendukung tugas di lapangan, tetapi juga membangun komunikasi yang lebih lembut dan persuasif. Hal ini sangat membantu menjaga suasana harmonis di wilayah tugas seperti Nduga,” ungkap Kombes Adarma.Pelaksanaan kegiatan berlangsung aman, lancar, dan penuh suasana kekeluargaan. Kegiatan Polwan di Pos Koteka ini diharapkan dapat menjadi energi positif bagi seluruh personel Satgas Damai Cartenz dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan kedamaian di Tanah Papua. PNO-12 16 Sep 2025, 14:34 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT