logo-website
Kamis, 26 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Budaya Homepage
Sidang BP4R Polres Mimika: Wujudkan Keluarga Bhayangkara yang Harmonis dan Berintegritas Papuanewsonline.com, Mimika – Aula Polres Mimika Mile 32, Senin (25/8/2025), dipenuhi suasana khidmat dan penuh haru. Sebanyak tujuh pasangan personel Polres Mimika bersama calon istri mereka mengikuti Sidang Badan Pembantu Penasehat Perkawinan, Perceraian, dan Rujuk (BP4R). Sidang ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah penting dalam perjalanan hidup setiap anggota Polri yang hendak memasuki jenjang pernikahan. Kehadiran orang tua dan wali masing-masing pasangan menjadi bukti dukungan penuh serta restu keluarga atas pilihan hidup putra-putrinya. Sidang dipimpin oleh Wakapolres Mimika, Kompol Junan Plitomo, S.Sos., M.H., yang bertindak sebagai Ketua Sidang, didampingi Kabag SDM Kompol Saidah Hobrouw, S.H., sebagai Sekretaris. Turut hadir jajaran Pejabat Utama Polres Mimika, pengurus Bhayangkari Cabang Mimika, serta para rohaniawan dari agama Islam, Kristen, dan Hindu. Dalam arahannya, Kompol Junan menekankan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam mendukung keberhasilan tugas seorang anggota Polri. “Rumah tangga yang harmonis akan menjadi benteng bagi anggota Polri untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Oleh karena itu, setiap pasangan harus siap berkomitmen membangun keluarga yang kuat, berlandaskan cinta, dan saling mendukung,” tegasnya. Rangkaian sidang dimulai dengan doa bersama, dilanjutkan pemeriksaan administrasi, perkenalan pasangan, hingga nasihat yang disampaikan dari berbagai unsur, termasuk Bhayangkari, Kasikum, Kasiwas, dan Kasi Propam. Para rohaniawan pun memberikan wejangan yang menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai agama dalam menjalani rumah tangga. Pesan yang disampaikan tidak hanya soal cinta dan kesetiaan, tetapi juga mengenai pentingnya kesabaran, pengorbanan, dan komunikasi yang sehat dalam keluarga. Sebagai bentuk kesungguhan, seluruh pasangan menandatangani Pakta Integritas, yang berisi komitmen membangun rumah tangga harmonis, sejahtera, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya sebagai pedoman moral seorang Bhayangkara. Kabag SDM Kompol Saidah Hobrouw menambahkan, “Dengan adanya sidang BP4R ini, diharapkan para anggota Polri dapat memahami bahwa pernikahan bukan hanya urusan pribadi, tetapi juga membawa tanggung jawab besar yang berdampak pada institusi dan masyarakat.” Sidang BP4R Polres Mimika tahun ini tidak hanya meninggalkan kesan mendalam bagi pasangan yang bersidang, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh personel bahwa keluarga yang kokoh akan melahirkan anggota Polri yang lebih kuat dalam mengemban tugas negara. Suasana penuh kehangatan terasa saat para pasangan menerima nasihat, doa restu, hingga ucapan selamat dari seluruh jajaran. Momentum ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi setiap keluarga baru Bhayangkara untuk meniti jalan kehidupan rumah tangga yang penuh berkah.   Penulis: Jidan Editor: GF 26 Agu 2025, 13:21 WIT
Divhumas Polri Tebar Keberkahan Lewat Pengajian dan Khataman Al-Qur’an Rutin Papuanewsonline.com, Jakarta — Suasana penuh kekhusyukan menyelimuti Mushola lantai 3 Gedung Divisi Humas (Divhumas) Polri pada Senin pagi. Sejak pukul 06.00 WIB, ratusan personel Polri dengan penuh ketulusan duduk rapi bersila, melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an bersama para tahfidz lulusan Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta. Kegiatan pengajian dan khataman Al-Qur’an ini bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi sudah menjadi tradisi spiritual yang digelar secara konsisten setiap hari Senin dan Jumat. Hal ini merupakan bentuk rasa syukur jajaran Divhumas Polri atas nikmat dan perlindungan Allah SWT, sekaligus ikhtiar untuk memohon kelancaran dan bimbingan dalam mengemban tugas menjaga keamanan, ketertiban, dan pelayanan bagi masyarakat Indonesia. Lantunan ayat suci, dzikir, dan doa bersama menambah keteduhan suasana. Para personel larut dalam kekhusyukan, seolah menguatkan kembali tekad mereka bahwa tugas Polri bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga pengabdian yang harus dilandasi dengan keikhlasan dan keberkahan. Salah satu personel, Bripda Tri, menyampaikan rasa syukurnya dapat mengikuti kegiatan ini meski di tengah jadwal tugas yang padat. “Alhamdulillah, di sela-sela kesibukan kami sebagai anggota Polri, masih diberikan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui khataman ini. Semoga kegiatan ini menjadi bekal kami dalam menjalankan tugas dengan hati yang bersih dan niat yang tulus,” ungkapnya. Khataman dipimpin langsung oleh para ustadz tahfidz yang juga alumni PTIQ Jakarta, di antaranya Ustadz Ali Kholidin, Ustadz Muhaimin, Ustadz Salim Maftukhi, dan Ustadz Irfan Zuliansah. Suara merdu mereka yang melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an semakin menambah kekhusyukan suasana. Dalam kesempatan itu, Ustadz Ali Kholidin menyampaikan apresiasinya atas komitmen Divhumas Polri yang secara rutin mengadakan kegiatan ini. “Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Kadivhumas Polri serta seluruh jajaran atas istiqamahnya melaksanakan pengajian dan khataman setiap Senin dan Jumat. Semoga Allah SWT memberikan kesehatan, keberkahan, dan keselamatan kepada seluruh anggota Polri dalam mengemban amanah besar untuk bangsa dan negara,” tuturnya. Tradisi khataman ini menjadi bukti nyata bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai institusi yang menjunjung tinggi nilai-nilai religius dan spiritual. Dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT, Divhumas Polri berharap setiap langkah, kebijakan, dan tindakan yang diambil selalu dilandasi dengan niat baik demi kepentingan rakyat. Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh personel Polri selalu diberi kekuatan, kesehatan, dan keteguhan hati dalam menjalankan tugas, sekaligus doa untuk keselamatan bangsa Indonesia agar tetap damai, bersatu, dan sejahtera.   Penulis: GF Editor: GF 25 Agu 2025, 23:14 WIT
Wakapolri Sentuh Hati Biarawati dan Lansia di Bakti Sosial Akpol 90 Papuanewsonline.com, Semarang – Kehangatan dan rasa haru mewarnai rangkaian bakti sosial Alumni Akpol Angkatan 1990 Batalyon Dhira Brata yang digelar di Mapolsek Genuk, Kota Semarang, Sabtu (23/8/2025). Dalam kegiatan tersebut, Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. memberikan perhatian khusus kepada para biarawati serta lansia dari Panti Wreda Griya Tyas Dalem. Dengan penuh kelembutan, Wakapolri menyambut kedatangan para lansia yang didampingi para suster pengelola panti. Beliau menyerahkan bantuan sembako dan dana operasional secara langsung, sekaligus memberikan pesan moral agar para lansia tetap semangat menjalani hari-hari mereka. “Dedikasi para suster dalam merawat lansia adalah teladan nyata kasih kemanusiaan. Polri hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendampingi dan melayani masyarakat dalam setiap aspek kehidupan,” ujar Komjen Dedi. Sebanyak 220 paket sembako dibagikan kepada enam lembaga sosial di Semarang, termasuk Panti Wreda Griya Tyas Dalem. Selain itu, lebih dari 200 warga termasuk para lansia juga mendapat layanan kesehatan gratis yang disiapkan oleh tim medis Polri. Wakapolri pun turun langsung mendampingi beberapa lansia yang sedang memeriksakan kesehatannya. Sikap humanis ini membuat suasana bakti sosial penuh keakraban, seakan menghapus sekat antara aparat dan masyarakat. “Kami ingin menunjukkan bahwa pelayanan Polri berlaku untuk semua, tanpa memandang latar belakang. Lansia dan para suster ini adalah bagian berharga dari bangsa kita,” tambah Wakapolri. Perhatian tersebut disambut penuh rasa syukur oleh Suster Sebastiana HK, pengelola senior Panti Wreda Griya Tyas Dalem. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan yang diberikan. “Ini adalah berkat yang tidak terduga. Bantuan sembako dan dana operasional sangat berarti bagi kami dalam merawat para lansia, yang sebagian besar merupakan kaum dhuafa. Semoga Tuhan senantiasa memberkati Bapak Wakapolri dan seluruh jajaran Polri,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan doa khusus agar Alumni Akpol 1990 senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, dan kesuksesan dalam mengabdi kepada bangsa, seraya mengucapkan selamat Dirgahayu ke-35 pengabdian Akpol 90 serta HUT RI ke-80. Wakapolri menegaskan bahwa kepedulian Polri tidak berhenti pada acara seremonial. Ia berjanji akan terus memantau perkembangan dan kebutuhan Panti Wreda Griya Tyas Dalem sebagai bagian dari komitmen Polri terhadap kelompok rentan. “Kami tidak ingin perhatian ini hanya berhenti hari ini. Polri akan terus hadir mendampingi para lansia dan biarawati, karena merekalah pilar moral yang ikut menjaga harmoni sosial di masyarakat,” tegas Komjen Dedi. Kegiatan ini kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin para biarawati, mendoakan keselamatan bangsa, keutuhan NKRI, serta kelancaran tugas TNI–Polri. Momen ini menghadirkan harmoni indah antara aparat keamanan dan masyarakat dalam semangat kemanusiaan.   Penulis: GF Editor: GF 24 Agu 2025, 22:53 WIT
Jaringan Hilang Total di Mimika, Warga Serbu Kafe Demi Starlink Papuanewsonline.com, Mimika – Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mendadak lumpuh dari aktivitas digital setelah jaringan telekomunikasi hilang total sejak Kamis (21/8/2025) dini hari. Sejak pukul 05.00 WIT, sinyal ponsel dan layanan internet tidak dapat digunakan sama sekali. Padahal, sejak 16 Agustus 2025, jaringan internet memang sudah mengalami gangguan serius, meski masyarakat masih bisa “memaksa” untuk mengakses layanan dasar. Namun kali ini, kondisi berbeda. Hilangnya jaringan benar-benar memutus konektivitas masyarakat, baik untuk urusan bisnis, pekerjaan, maupun komunikasi sehari-hari. Tak ayal, fenomena ini mendorong warga berbondong-bondong menyerbu kafe-kafe di Kota Timika yang diketahui menggunakan jaringan Starlink sebagai alternatif. Beberapa kafe yang langsung diserbu pengunjung antara lain Linear Cafe, TKP Timika, Cafe Mulo, Kini East, hingga sejumlah kafe lain yang memang sudah lebih dulu menyediakan fasilitas internet berbasis satelit. Suasana kafe yang biasanya dipadati pelanggan pada sore atau malam hari, kini berubah sejak pagi. Kursi-kursi penuh, colokan listrik diperebutkan, dan suasana menjadi riuh oleh warga yang sibuk membuka laptop atau ponsel masing-masing. Bagi masyarakat Mimika, internet bukan sekadar hiburan. Banyak warga menggantungkan pekerjaan, usaha, hingga pendidikan anak pada jaringan daring. Hilangnya sinyal membuat mereka terpaksa mencari “jalur darurat” agar tetap bisa bekerja dan berkomunikasi. Seorang warga bernama Afrian, yang ditemui di TKP Cafe, mengaku tak punya pilihan lain selain datang ke kafe. “Baru hari ini ke kafe karena jaringan sudah hilang total dari jam 5 subuh tadi. Sebelumnya masih bisa pakai jaringan data, meskipun lambat, tapi sekarang sudah tidak bisa sama sekali,” ungkapnya. Ia menambahkan, kondisi ini menyulitkan dirinya yang sehari-hari harus mengirim laporan kerja secara daring. Bahkan, beberapa warga lain mengaku sampai rela berpindah dari satu kafe ke kafe lain karena tempat yang didatangi sudah terlalu penuh. Fenomena ini sekaligus menggambarkan tingginya ketergantungan masyarakat Mimika terhadap akses internet. Dari sektor usaha kecil hingga bisnis besar, semuanya terpukul oleh hilangnya layanan telekomunikasi. Sebelumnya, PT Telkom Indonesia menyebut gangguan disebabkan kerusakan pada Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Sulawesi-Maluku-Papua Cable System (SMPCS) ruas Sorong–Merauke. Proses perbaikan membutuhkan waktu karena harus menunggu kapal khusus yang menangani kabel optik bawah laut. Namun, bagi masyarakat Mimika, gangguan ini bukan lagi sekadar persoalan teknis. Hilangnya jaringan berarti hilangnya kesempatan berusaha, menurunnya produktivitas, hingga terhambatnya akses pendidikan daring. Bahkan layanan pemerintahan yang berbasis internet pun ikut terganggu. Di tengah kondisi ini, masyarakat berharap agar perbaikan jaringan segera diselesaikan. Beberapa warga juga mendesak agar operator seluler memberikan kompensasi yang layak, mengingat kerugian yang mereka tanggung tidak kecil. Jika situasi seperti ini terus berulang, banyak pihak menilai perlu ada diversifikasi infrastruktur telekomunikasi di Papua. Starlink yang kini jadi “penyelamat” dadakan di Mimika, bisa menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk memperkuat jaringan di wilayah-wilayah rawan gangguan.   Penulis : Abim Editor : GF 22 Agu 2025, 14:52 WIT
Hari Juang Polri Diperingati di Surabaya : Kapolri Beri Penghargaan Kepada Veteran Papuanewsonline.com, Surabaya – Kota Pahlawan hari ini menjadi saksi sejarah ketika Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung upacara peringatan Hari Juang Polri 2025 di Monumen Perjuangan Polri, Surabaya, Jawa Timur. Upacara digelar khidmat dan penuh makna, dihadiri oleh para mantan Kapolri, pejabat utama Mabes Polri, Forkopimda Jawa Timur, keluarga besar pahlawan Polisi Istimewa M. Jasin, hingga para veteran yang ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan. Momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan penegasan kembali peran Polri dalam sejarah berdirinya Republik Indonesia. Sejarah Hari Juang Polri berakar pada peristiwa heroik 21 Agustus 1945, saat Inspektur Polisi Kelas I M. Jasin membacakan Proklamasi Polisi di Surabaya, menandai kesetiaan kepolisian pada NKRI dan tekad bersatu dengan rakyat menghadapi Jepang maupun sekutu. Hari Juang Polri lahir dari dinamika pasca proklamasi kemerdekaan RI. Pada 19 Agustus 1945, sidang kedua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menetapkan status polisi agar masuk ke dalam pemerintahan Indonesia. Menyikapi keputusan itu, M. Jasin bersama pasukan Polisi Istimewa menggelar rapat dan sehari setelahnya, 21 Agustus 1945, mereka menyatakan sumpah setia kepada Republik. Pada pagi hari itu, M. Jasin membacakan teks Proklamasi Polisi di markas Polisi Istimewa Surabaya. Dari sana, semangat juang menyebar: gudang senjata dilucuti, senjata dibagi ke para pejuang rakyat, pamflet proklamasi ditempel di seluruh penjuru kota. Aksi heroik tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian peristiwa menjelang Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Rangkaian peristiwa ini menjadi bukti bahwa Polri sejak awal adalah bagian dari perjuangan bangsa. Maka tepatlah ketika Kapolri menerbitkan Keputusan Kapolri Nomor KEP/95/I/2024 yang menetapkan 21 Agustus sebagai Hari Juang Polri. Dalam upacara Hari Juang Polri 2025, Kapolri Jenderal Sigit bertindak sebagai inspektur upacara di hadapan 977 personel yang menjadi peserta. Hadir pula para tokoh besar kepolisian: mantan Kapolri Jenderal (Purn) KPH Roesdihardjo, Jenderal (Purn) S. Bimantoro, hingga Jenderal (Purn) Sutarman. Pejabat utama Mabes Polri turut hadir, di antaranya Kabaharkam Polri Irjen Karyoto, Kalemdiklat Komjen Chryshnanda Dwilaksana, Dankorbrimob Komjen Imam Widodo, serta sejumlah kapolda dan pejabat tinggi lainnya. Dari unsur Forkopimda Jatim, hadir Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjen Rudy Saladin, Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto, dan pimpinan TNI, kejaksaan, serta DPRD. Yang membuat upacara semakin istimewa adalah kehadiran keluarga besar M. Jasin dan Moekar (ajudan Jasin), serta para veteran pejuang Seroja Timor Timur. Kapolri juga menyerahkan santunan khusus kepada keluarga pahlawan dan veteran, sebagai bentuk penghormatan atas jasa mereka. Usai upacara, Kapolri meresmikan Patung M. Jasin di Monumen Polisi Istimewa. Patung setinggi 7 meter tersebut menggambarkan M. Jasin menunggang kuda dengan sorot mata tajam—ikon keberanian Polisi Istimewa. “Patung ini bukan hanya monumen, tapi simbol perjuangan. Sejarah M. Jasin adalah sejarah Polri, sejarah bangsa. Semangat itu harus diwariskan kepada generasi Polri berikutnya agar selalu dekat dengan rakyat, menjaga NKRI, dan berani menghadapi segala tantangan,” tegas Kapolri dalam sambutannya. Peringatan Hari Juang Polri 2025 menjadi momentum refleksi bahwa sejak awal lahirnya Republik, polisi adalah garda depan pengabdian kepada bangsa. Bukan hanya aparat penegak hukum, tetapi juga pejuang rakyat yang berdarah-darah demi Merah Putih. Kapolri menegaskan, ke depan Polri akan terus memperkuat peran sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, sekaligus menjaga agar nilai patriotisme dan nasionalisme yang diwariskan oleh para pendahulu tetap hidup dalam tubuh Polri.   Penulis : GF Editor : GF 21 Agu 2025, 23:26 WIT
Abadikan Perjuangan Polisi Istimewa : Kapolri Resmikan Patung M. Jasin Papuanewsonline.com, Surabaya – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meresmikan Patung Pahlawan Nasional Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. M. Jasin atau yang lebih dikenal sebagai Komandan Polisi Istimewa, di kawasan Monumen Polisi Istimewa, Jalan Raya Darmo, Surabaya, Kamis (21/8/2025). Peresmian ini menjadi puncak rangkaian Hari Juang Polri 2025, sekaligus penghormatan atas kiprah sang legenda dalam sejarah lahirnya kepolisian republik. Patung tersebut dibangun dengan ukuran megah: tinggi keseluruhan 7 meter, panjang 5,6 meter, dan lebar 5 meter. Sosok M. Jasin digambarkan gagah menunggang kuda dengan pandangan tegas, simbol keberanian dan jiwa kepemimpinan beliau ketika memimpin Polisi Istimewa melawan pasukan sekutu dalam pertempuran Surabaya tahun 1945. Di bawahnya, pada bagian prasasti dan relief, terpahat kisah perjuangan heroik M. Jasin dan pasukannya—kisah yang menjadi tonggak sejarah lahirnya Hari Juang Polri. Sejarah mencatat, 21 Agustus 1945, hanya beberapa hari setelah Proklamasi Kemerdekaan, Inspektur Polisi Kelas I M. Jasin memimpin Polisi Istimewa (Tokubetsu Keisatsutai) dan membacakan Proklamasi Polisi di Surabaya. Isi proklamasi itu tegas: Polisi Istimewa resmi menjadi Polisi Republik Indonesia yang bersatu dengan rakyat, berjuang mempertahankan kemerdekaan. Tidak berhenti di situ, Jasin memimpin aksi pelucutan senjata tentara Jepang, membagikan senjata kepada para pejuang rakyat, hingga menyebarkan pamflet proklamasi untuk membakar semangat melawan penjajahan. Peran Jasin dan Polisi Istimewa inilah yang kemudian meneguhkan polisi sebagai bagian dari rakyat dan bangsa, bukan alat kekuasaan kolonial. Dalam peresmian tersebut, Kapolri menegaskan bahwa patung M. Jasin bukan hanya simbol fisik, tetapi juga penyambung semangat juang yang wajib diwariskan ke generasi kepolisian berikutnya. “Patung ini bukan hanya monumen, melainkan pengingat bahwa sejak awal berdirinya, Polri lahir dari rahim perjuangan rakyat, untuk rakyat, dan bersama rakyat. Nilai patriotisme, keberanian, dan pengabdian M. Jasin akan terus hidup dalam setiap langkah anggota Polri hari ini dan masa depan,” ujar Jenderal Sigit. Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menambahkan bahwa keberadaan patung M. Jasin memiliki makna ganda: pengingat sejarah sekaligus pengikat emosional antara Polri dan masyarakat. “Dengan adanya patung M. Jasin di Monumen Polisi Istimewa, kita tidak hanya mengenang jasa pahlawan, tetapi juga mengajak generasi penerus Polri dan anak bangsa untuk belajar nilai patriotisme, nasionalisme, dan keberanian dari beliau,” jelas Jules. Peresmian patung ini bertepatan dengan peringatan Hari Juang Polri 2025, yang digelar khidmat dengan dihadiri jajaran pejabat utama Mabes Polri, pejabat utama Polda Jatim, Forkopimda Jawa Timur, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga para veteran pejuang Surabaya. Doa bersama dan tabur bunga di Monumen Polisi Istimewa menjadi penutup acara, menegaskan bahwa semangat juang M. Jasin akan terus menjadi inspirasi Polri dalam menjaga keutuhan NKRI serta merawat kedekatan dengan rakyat.  Penulis : GFEditor : GF 21 Agu 2025, 23:20 WIT
Kapolri Kunjungi Dua Ponpes di Jawa Timur Papuanewsonline.com, Jombang — Dalam suasana penuh kehangatan, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan silaturahmi ke dua pondok pesantren (ponpes) ternama di Jawa Timur, yakni Ponpes Langitan di Tuban dan Ponpes Majma’al Bahroin Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah di Ploso, Jombang, Rabu (20/8). Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari langkah strategis Polri untuk mempererat hubungan ulama dan umara (pemimpin agama dan pemimpin pemerintahan), serta memperkuat fondasi kerukunan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tanah air. Dalam kesempatan itu, Kapolri menegaskan pentingnya merawat hubungan erat antara Polri dengan para tokoh agama, ulama, dan masyarakat luas. “Yang pertama tentunya ini bagian dari kegiatan kami untuk terus membangun silaturahmi, membangun sinergitas, membangun hubungan antara umara dan seluruh ulama,” ujar Sigit di hadapan para pengasuh dan santri ponpes. Menurutnya, Polri sadar bahwa kekuatan bangsa tidak hanya ditentukan oleh aparat keamanan, tetapi juga oleh kontribusi tokoh agama yang selama ini menjadi teladan moral dan penyejuk umat. Jenderal Sigit menegaskan bahwa agenda silaturahmi ini juga merupakan tindak lanjut dari amanat Presiden Joko Widodo agar seluruh elemen bangsa menjaga persatuan dan kerukunan. “Sebagaimana perintah Bapak Presiden, kita diminta untuk terus menjaga kerukunan. Polri berkomitmen hadir, mendengarkan, dan bekerja sama dengan para ulama serta masyarakat agar persaudaraan kebangsaan tetap terjaga,” tegas Kapolri. Ia menambahkan, kerukunan bukan hanya soal meredam konflik, tetapi juga membangun optimisme bersama dalam menghadapi tantangan global, termasuk pangan, teknologi, dan pembangunan sumber daya manusia. Dalam dialognya, Kapolri menyinggung tentang visi besar bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Ia menekankan bahwa pondok pesantren memiliki peran sentral dalam mencetak generasi muda berkarakter, berilmu, sekaligus berakhlak mulia. “Baik dalam hal ketahanan pangan, swasembada, maupun mempersiapkan SDM unggul, kita harus bersama-sama mengelola potensi bangsa agar bisa membawa Indonesia masuk ke era generasi emas sesuai dengan cita-cita kita semua,” ucapnya. Menurut Sigit, pesantren bukan hanya lembaga pendidikan agama, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat yang mampu melahirkan kader bangsa yang siap menghadapi tantangan zaman. Tidak hanya menyampaikan pesan, Kapolri juga dengan rendah hati meminta masukan langsung dari para tokoh agama terkait peran Polri dalam melayani masyarakat. “Kami mohon wejangan, mohon masukan, sehingga kami bisa bekerja lebih baik, mendengar lebih baik, dan memberikan pelayanan yang sesuai dengan harapan masyarakat,” tutup Sigit. Kunjungan Kapolri ke dua pesantren besar di Jawa Timur ini disambut hangat oleh para pengasuh ponpes, tokoh agama, serta para santri. Silaturahmi ini diharapkan mampu memperkuat ikatan kepercayaan antara Polri dan masyarakat, sekaligus menjaga harmoni kebangsaan di tengah tantangan dinamika sosial.   Penulis : GF Editor : GF 21 Agu 2025, 23:10 WIT
Tokoh Adat Papua Dukung Satgas Damai Cartenz Papuanewsonline.com, Jayapura — Suara dukungan untuk Polri, khususnya Satgas Operasi Damai Cartenz, kembali mengalir dari masyarakat adat Papua. Kali ini, Ondofolo Sentani Yanto Eluay, salah satu tokoh adat yang disegani di Tanah Papua, menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh langkah kepolisian dalam menindak tegas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang kerap menimbulkan gangguan keamanan di wilayah pegunungan maupun daerah rawan konflik lainnya. “Kami seluruh masyarakat Papua, khususnya para tokoh adat, memiliki tanggung jawab menjaga tanah Papua agar tetap aman dan damai. Apa pun yang negara lakukan melalui Satgas Ops Damai Cartenz adalah untuk mewujudkan Papua yang aman dan damai,” ujar Yanto Eluay di Jayapura. Dalam keterangannya, Yanto menegaskan bahwa berbagai tindakan penegakan hukum yang dilakukan Satgas Damai Cartenz patut diapresiasi, terutama karena menyasar pihak-pihak yang masih melakukan aksi kekerasan, penembakan, hingga gangguan terhadap aktivitas masyarakat. “Harapan kami, semua tindakan yang mengganggu situasi kamtibmas segera dihentikan. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polri yang sudah berupaya menjaga keamanan di tanah ini,” tambahnya. Menurut Yanto, keberadaan Satgas Damai Cartenz telah memberikan dampak positif, khususnya dalam menekan ruang gerak kelompok bersenjata yang selama ini menghambat ketenteraman warga dan jalannya pembangunan di Papua. Lebih jauh, Yanto mengajak seluruh masyarakat Papua, baik di perkotaan maupun pedalaman, untuk tidak tinggal diam. Ia menekankan pentingnya kebersamaan semua elemen masyarakat dalam mendukung langkah Polri. “Mari kita jaga selalu Papua yang aman dan damai sehingga pembangunan dapat berjalan lancar dan masyarakat bisa merasakan kesejahteraan bersama,” tegasnya. Menurutnya, kondisi aman dan damai adalah kunci bagi Papua untuk terus maju. Tanpa stabilitas, pembangunan infrastruktur, pendidikan, maupun kesehatan akan sulit dirasakan secara merata oleh masyarakat. Dukungan yang disampaikan Ondofolo Sentani ini bukan sekadar bentuk solidaritas, tetapi juga simbol legitimasi budaya. Sebagai tokoh adat, Yanto Eluay menegaskan bahwa masyarakat adat memiliki peran penting dalam mengawal keamanan di Papua. Suara tokoh adat, menurutnya, bisa menjadi penguat moral bagi aparat dan juga pengingat bagi masyarakat agar tidak terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah. “Kami tokoh adat siap berada di garis depan untuk mendukung langkah penegakan hukum. Keamanan adalah milik bersama, bukan hanya urusan aparat,” ujarnya. Yanto juga menitipkan pesan khusus kepada generasi muda Papua agar menjauhi segala bentuk kekerasan dan tidak terjebak dalam provokasi kelompok bersenjata. Ia mengingatkan bahwa masa depan Papua ada di tangan anak-anak mudanya. “Generasi muda harus berperan aktif membangun tanahnya sendiri. Jangan biarkan energi muda habis untuk hal-hal yang merusak. Mari fokus pada pendidikan, ekonomi, dan kegiatan positif yang bermanfaat untuk masa depan,” pungkasnya. Dengan dukungan para tokoh adat, langkah Polri melalui Satgas Damai Cartenz dalam menegakkan hukum terhadap KKB kian mendapat legitimasi sosial. Hal ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terciptanya Papua yang benar-benar aman, damai, dan sejahtera. Penulis : GF Editor : GF   21 Agu 2025, 22:45 WIT
Polri Luncurkan “Polri Awards 2025” untuk Dukung Kesetaraan Gender Papuanewsonline.com, Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menorehkan langkah progresif dalam sejarah transformasinya. Melalui Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri, institusi ini secara resmi meluncurkan “Polri Awards in Support of HeForShe Movement” 2025, sebuah penghargaan bergengsi yang memberikan apresiasi khusus kepada para pemimpin laki-laki di tubuh Polri atas kontribusinya dalam mendorong kesetaraan gender serta memperkuat peran Polisi Wanita (Polwan). Dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-77 Polwan RI, penghargaan ini menjadi bagian dari kerja sama strategis Polri bersama UN Women Indonesia. Inisiatif ini tidak hanya berskala nasional, tetapi juga menempatkan Polri sejajar dengan institusi-institusi kepolisian dunia yang berkomitmen terhadap inklusivitas. “Pengarusutamaan gender di tubuh Polri adalah strategi kelembagaan. Ini memperkuat profesionalisme, membuka jalan bagi Polwan menempati posisi strategis, dan menegaskan bahwa Polri berkomitmen pada tata kelola keamanan yang adil, humanis, dan menghormati HAM,” ujar Irjen Pol. Arradina Zessa Devy, salah satu senior Polwan RI, dalam peluncuran program tersebut. Nominasi dibuka bagi Kepala Satuan Kerja (Kasatker) dan Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil). Proses seleksi tidak main-main. Para kandidat dinilai berdasarkan tiga kriteria utama: Kepemimpinan, yaitu integritas, komitmen, dan inovasi dalam mendorong kesetaraan gender, Dampak, yaitu sejauh mana kebijakan dan aksi nyata mereka memberi pengaruh positif di internal maupun eksternal Polri, Keberlanjutan , yaitu upaya menjaga konsistensi serta keberlanjutan program kesetaraan gender. Dewan juri terdiri dari tokoh-tokoh kredibel lintas bidang, seperti Jaleswari Pramodhawardani (Kepala Lab45), Choirul Anam (Komisioner Kompolnas), Ratna Batara Munti (Wakil Ketua Komnas Perempuan), Nur Hasyim (Co-Founder Aliansi Laki-Laki Baru), serta Sonya Hellen Sinombor (jurnalis senior). Proses nominasi dimulai sejak 19 Agustus 2025 melalui distribusi panduan teknis ke seluruh jajaran Polri. Setelah itu, akan ada kampanye publik hingga 25 Agustus, pengumuman nominator pada 1 September, serta visitasi lapangan 5–10 September 2025. Puncak acara akan digelar pada 24 September 2025, ditandai dengan malam penganugerahan dan peluncuran buku “HeForShe Indonesia: Praktik Baik Menuju Kesetaraan”. Menurut Jaleswari Pramodhawardani, penghargaan ini tidak hanya penting bagi Polri, tetapi juga menjadi praktik baik yang bisa diadopsi oleh institusi lain, baik nasional maupun global. “Polri telah menerjemahkan komitmen dalam aksi nyata. Ini bisa menjadi contoh bagi lembaga lain di seluruh dunia,” ungkapnya. Sementara itu, Choirul Anam menilai langkah ini akan meningkatkan kepercayaan publik. “Pengakuan terhadap pemimpin Polri yang mendorong kesetaraan gender membuat institusi ini lebih humanis dan akuntabel. Ini bukti Polri serius berbenah,” jelasnya. Dari perspektif Komnas Perempuan, Ratna Batara Munti menekankan pentingnya peran pimpinan laki-laki sebagai pendukung strategis Polwan. “Dengan penghargaan ini, pimpinan didorong menciptakan lingkungan kerja yang aman dan bebas dari kekerasan. Ini vital untuk memperkuat peran Polwan, terutama dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan,” tuturnya. Dukungan penuh datang dari UN Women Indonesia melalui Dwi Yuliawati, Head of Programmes, yang menegaskan bahwa kesetaraan gender bukan hanya urusan perempuan. “Kesetaraan gender adalah tujuan bersama. Butuh keterlibatan semua pihak, baik laki-laki maupun perempuan, untuk menciptakan lingkungan kerja kepolisian yang inklusif dan adil,” ucapnya. Sebagai penanggung jawab kegiatan, Kombes Pol. Bayu Dewantoro, Kabaggassus Robinkar SSDM Polri, menutup dengan optimisme. “Kami berharap para pemimpin Polri terus menjadi agen perubahan, memberi inspirasi, dan kontribusi nyata. Proses penilaian akan ketat dan objektif, sehingga pemenang benar-benar terbukti berdampak di lapangan,” jelasnya. Dengan inisiatif ini, Polri semakin meneguhkan diri sebagai institusi modern dan inklusif, sejalan dengan visi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam mewujudkan Polri Presisi.   Penulis : GF Editor : GF 21 Agu 2025, 06:10 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT