Papuanewsonline.com
LMA Mimika Ajak Semua Pihak Tahan Diri Jaga Perdamaian dan Lindungi Warga Sipil Papua
Pickup Pengangkut Air Terguling Di Pertigaan Hasanuddin, Pengendara Baru Belajar Mengemudi
PTFI Setor Rp4,8 Triliun: Mimika Terima Bagian Terbesar, Total Kontribusi Capai Rp75 Triliun
Lapas Timika Gelar Ikrar Bersih Dari Hp Ilegal, Narkoba, Dan Penipuan
Lima Warga Diklaim Tewas di Kali Kabur, TPNPB Soroti Operasi Militer di Tembagapura
BADKO HMI dan Polda Papua Sepakati Sinergi, Fokus Tangani Tambang Ilegal hingga Hoaks Digital
Enam Warga Sipil Ditembak Di Tembagapura, Aktivis Deby Santoso Desak Proses Hukum Transparan
Direktur Law Firm Golda: Transaksi Perkara Di Timika Semakin Subur, Masyarakat Miskin Jadi Korban
BADKO HMI Papua Dukung Penertiban Tambang Ilegal oleh Gubernur Papua Tengah
DPR Papua Tengah, Mimika dan Puncak Bentuk Tim Khusus Tangani Konflik Kwamki Narama
BERITA TAG Budaya
Homepage
Polsek Namlea Gelar Minggu Kasih di Gereja, Masyarakat Diajak Jaga Kamtibmas
Papuanewsonline.com, Namlea - Untuk merawat serta menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), Kepolisian Sektor (Polsek) Namlea, Polres Buru, menggelar kegiatan Minggu Kasih di Gereja.Pada Minggu, 14 September 2025, kegiatan Minggu Kasih dilaksanakan di Gereja Katolik Santa Maria Bintang Laut Namlea, Kabupaten Buru.Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh P.S Kapolsek Namlea, Iptu Charles Langitan, S.H., M.H. Himbauan kamtibmas disampaikan usai pelaksanaan ibadah yang dipimpin Pastor Martin Boloawa MSC dengan tema "Kerendahan hati dan Pengampunan"."Lewat kesempatan ini saya Selaku Kapolsek Namlea ingin menyampaikan Program Polsek Namlea setiap hari di gereja yang disebut Minggu Kasih, kami dapat menyampaikan pesan-pesan maupun himbauan Kamtibmas kepada jemaat," kata Iptu Charles.Dalam menyampaikan himbauan kamtibmas, Kapolsek menyoroti terkait minuman keras (miras). Menurutnya, miras merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya gangguan kamtibmas."Mengonsumsi miras apabila sudah berlebihan maka akan tentu memberikan dampak yang negatif bagi kesehatan kita dan berpengaruh pada gangguan kamtibmas/perbuatan melawan hukum," katanya.Kapolsek juga menyoroti tentang aksi tawuran antar pelajar. Perkelahian antara para pelajar dapat berdampak luas, bahkan bisa melebar hingga memicu konflik antar kampung. "Tawuran ini merupakan masalah yang sering terjadi terutama di kalangan usia pelajar yang duduk di bangku SMA. Masalah ini bisa berdampak buruk dan dapat merugikan adik-adik sendiri, baik sebagai korban maupun pelakunya, terutama adik-adik yang memiliki cita-cita jauh ke depan agar jauhi perbuatan yang melanggar hukum," pintanya.Kapolsek Namlea mengajak masyarakat, terutama generasi muda penerus bangsa agar dapat bersama-sama memelihara Kamtibmas untuk masa depan yang cerah di kabupaten Buru."Mari kita bersama-sama menjaga kamtibmas agar tetap kondusif dan damai di Kabupaten Buru," ajak Kapolsek.Iptu Charles juga meminta masyarakat agar dapat segera melaporkan kepada aparat kepolisian terdekat apabila ditemukan tindakan kejahatan yang bisa menimbulkan gangguan Kamtibmas."Saya minta kepada bapak ibu dan adik-adik semua apabila menemukan gejala yang dapat menimbulkan gangguan kamtibmas segera melaporka. Polres Buru saat ini telah menyediakan layanan Pengaduan dan Pelayanan dengan *Nomor 110*. Layanan ini gratis atau tidak dipungut biaya sama sekali," pintanya.Kasus Pornografi juga disoroti. Menurut Kapolsek, persoalan ini sudah tidak asing lagi di masyarakat terutama di usia remaja. "Masalah itu kini menjadi PR bagi kita selaku orang tua agar lebih sering lagi mengawasi anak-anaknya dalam hal penggunaan handphone. Saat ini konten-konten maupun situs-situs pornografi kadang kalah tanpa disadari sering kali disalahgunakan oleh anak-anak kita. Masalah ini dapat mempengaruhi Psikis mereka untuk terjerumus ke hal-hal yang dapat merugikan diri mereka masing-masing perbuatan yang dapat melanggar hukum," jelasnya.Di akhir himbauannya, Kapolsek Namlea mengajak seluruh masyarakat agar dapat hidup toleransi, saling menghargai, hindari tindakan-tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain."Mari kita saling menghargai, saling tolong menolong, dan hindari kita tindakan-tindakan yang dapat menimbulkan gangguan Kamtibmas. Saya mengajak para Jemaat semua mari kita tetap hidup Rukun dengan semboyan "Maluku Tarus Biking Bae, Basudara Tarus Biking Bae," pungkasnya. PNO-12
15 Sep 2025, 14:52 WIT
“Jumat Keliling” Kapolda Maluku Sholat Berjamaah di Masjid Alim Pattimura Ambon
Papuanewsonline.com, Ambon – Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., melaksanakan Sholat Jumat berjamaah bersama masyarakat di Masjid Alim Pattimura, Pelabuhan Perikanan, Kota Ambon, Jumat (12/9/2025).Kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas Kapolda Maluku bertajuk “Jumat Keliling”, yang bertujuan mempererat hubungan kepolisian dengan masyarakat melalui pendekatan spiritual dan kultural.Turut mendampingi Kapolda dalam kegiatan tersebut, Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H., beserta sejumlah pejabat utama Polda Maluku, antara lain Direktur Samapta Kombes Pol. Agus Pujianto, Kabid TIK, dan Kabid Keuangan Polda Maluku.Selain sebagai bentuk ibadah dan pendekatan diri kepada Allah SWT, program “Jumat Keliling” juga menjadi ajang silaturahmi langsung Kapolda dan jajaran dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.“Kehadiran kami di masjid ini adalah bentuk kebersamaan. Polisi adalah bagian dari masyarakat. Dengan sholat berjamaah, kita tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga memperkuat persaudaraan di antara sesama umat,” ungkap Kapolda Maluku usai pelaksanaan sholat.Lebih lanjut, Kapolda menyampaikan bahwa kepolisian tidak hanya menjalankan fungsi formal dalam menjaga keamanan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat, termasuk dalam aktivitas keagamaan.Menurutnya, kerukunan antarumat beragama di Maluku adalah simbol keberagaman yang harus dijaga bersama. Ia menekankan pentingnya menjaga persaudaraan, rasa saling menghormati, dan hidup berdampingan dalam damai sebagai modal utama dalam menciptakan stabilitas keamanan.Program “Jumat Keliling” ini, tambah Kapolda, juga bertujuan membangun kepercayaan publik dan memperkuat semangat kebersamaan dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.“Dengan hadir langsung di tengah masyarakat, kami ingin memastikan bahwa polisi bukan hanya penegak hukum, tetapi juga mitra sosial dan spiritual bagi masyarakat,” ujar Kapolda.Kegiatan yang berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh keakraban ini disambut positif oleh para jamaah dan warga sekitar, yang mengapresiasi keterbukaan serta pendekatan humanis yang diterapkan oleh jajaran Polda Maluku. PNO-12#MalukuTarusBikingBae#BasudaraTarusBikingBae
12 Sep 2025, 19:13 WIT
Subuh Berjamaah, Kapolda Maluku Ajak Masyarakat Hidup Damai dan Taat Hukum
Papuanewsonline.com, Ambon - Dalam semangat mempererat silaturahmi dan menanamkan nilai-nilai keagamaan serta kebangsaan, Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si. menggelar Sholat Subuh Berjamaah bersama warga di Masjid As-Salamah, Air Salobar, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Jumat (12/09/2025).Turut hadir mendampingi, Wakapolda Maluku, Karo SDM, Dirpolairud, Kapolsek Nusaniwe, para personel Polri, imam masjid, serta jamaah setempat. Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari semangat #MalukuTarusBikingBae—sebuah ajakan moral yang digaungkan Kapolda untuk terus berbuat baik, menjaga harmoni, dan menjunjung nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat serta sebagai salah satu sarana penting dalam upaya Polda Maluku untuk mendekatkan diri kepada masyarakat dan menyerap aspirasi masyarakat sebagai mitra sejajar Polri dalam menciptakan Kamtibmas yang kondusif.Setelah menunaikan ibadah, Kapolda menyampaikan pesan kebangsaan dan keagamaan yang menekankan pentingnya kedekatan antara aparat dan masyarakat dalam menjaga perdamaian.“Sholat Subuh Berjamaah bukan hanya ibadah, tapi juga momentum memperkuat persaudaraan. Polri hadir bukan sekadar menegakkan hukum, tapi juga sebagai bagian dari umat yang ingin bersama-sama membangun kedamaian dan persatuan,” ujar Kapolda.Ia menambahkan bahwa masjid harus menjadi pusat pembinaan spiritual, sosial, dan moral bagi masyarakat, tempat menanamkan nilai-nilai yang membentuk karakter bangsa yang santun dan taat hukum.Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga ketertiban dan menghindari segala bentuk kekerasan. Ia menyoroti bahwa persoalan kekerasan, terutama di lingkungan sosial dan keluarga, masih menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.“Maluku ini indah dan penuh berkah. Tapi kekayaan ini hanya bisa dirasakan jika kita hidup dalam damai. Jangan mudah terpancing emosi. Mari kita biasakan menyelesaikan persoalan dengan musyawarah, bukan kekerasan. Karena saat kita memilih damai, kita sedang ‘biking bae’ untuk generasi kita,” tegasnya.Semangat #MalukuTarusBikingBae, lanjut Kapolda, harus diwujudkan dalam tindakan nyata: menebar kebaikan, menghindari provokasi, dan membangun budaya hukum yang berlandaskan nilai-nilai agama.Program Subuh Berjamaah yang rutin dilakukan Kapolda di berbagai wilayah Maluku ini menjadi pendekatan spiritual dan sosial yang efektif dalam membangun komunikasi tanpa sekat antara Polri dan masyarakat. Pendekatan ini memperkuat citra Polri sebagai sahabat rakyat sekaligus penjaga moral bangsa.Kegiatan berakhir pada pukul 05.40 WIT dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Seluruh rangkaian berjalan aman dan tertib, menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara Polri dan masyarakat dalam bingkai religius mampu menciptakan Kamtibmas yang kondusif dan berkelanjutan. PNO-12#MalukuTarusBikingBae#BasudaraTarusBikingBae
12 Sep 2025, 17:37 WIT
Polwan Satgas Ops Damai Cartenz Tunjukkan Sentuhan Humanis di Puncak Jaya
Papuanewsonline.com, Puncak Jaya – Dalam rangka memperkuat pendekatan humanis kepada personel dan masyarakat di wilayah penugasan, Polwan Satgas Ops Damai Cartenz melaksanakan kegiatan di Posko Satgas Tindak ODC Sektor Puncak Jaya pada Rabu (10/9/2025) pukul 10.00 WIT.Kegiatan ini diikuti oleh Ipda dr. Shintia Novotna Katoda, M.Kes., selaku PA Subsatgas Kesehatan Satgas Banops Damai Cartenz, bersama Bripka Ita Somboalo dari Satgas Humas Ops Damai Cartenz. Melalui momen ini, Polwan tidak hanya hadir sebagai pelindung, tetapi juga memberikan keteladanan serta kedekatan emosional yang menumbuhkan rasa kebersamaan.Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa peran Polwan dalam misi operasi sangat penting untuk membangun komunikasi yang lebih hangat.“Polwan memiliki sentuhan humanis yang mampu mendekatkan kami dengan masyarakat maupun personel di lapangan. Kehadiran mereka menjadi jembatan yang menumbuhkan rasa aman dan nyaman,” tegasnya.Wakil Kepala Operasi, Kombes Pol Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa Polwan berperan strategis dalam memperkuat semangat personel.“Polwan memberikan energi positif, baik melalui pelayanan kesehatan, komunikasi, maupun interaksi sosial. Kehadiran mereka selalu menjadi penyemangat di tengah tantangan tugas,” ujarnya.Dengan adanya kegiatan ini, Satgas Ops Damai Cartenz berharap sinergi antara personel dan masyarakat semakin terjalin erat. Pendekatan humanis yang ditunjukkan Polwan diharapkan mampu membangun kepercayaan, menumbuhkan rasa aman, serta memperkuat dukungan masyarakat terhadap upaya pemeliharaan situasi kamtibmas di wilayah Papua. PNO-12
12 Sep 2025, 11:31 WIT
Polisi dan Ojol Perkuat Silaturahmi di Polda Riau
Papuanewsonline.com, Pekanbaru – Kehangatan dan
kebersamaan terlihat jelas di halaman Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Riau,
Selasa (9/9/2025). Ratusan pengemudi ojek online (ojol) berbaur dengan jajaran
kepolisian dalam sebuah kegiatan yang penuh makna: olahraga bersama, doa bersama,
hingga makan siang bareng yang membangun suasana kekeluargaan. Acara ini dipimpin langsung oleh Kapolda
Riau, Irjen Herry Heryawan, didampingi Wakapolda Brigjen Jossy Kusumo, serta
pejabat utama Polda Riau lainnya. Momentum silaturahmi itu diawali dengan doa
khusus untuk mendoakan almarhum Affan Kurniawan, salah seorang pengemudi ojol
yang telah berpulang. “Salam satu aspal! Saya merasa
senang dan bangga karena hari ini kita bisa berkumpul bersama seluruh aplikator
ojol. Kita olahraga bareng, kita bahagia bareng, dan tentu kita berdoa bersama,”
ujar Irjen Herry disambut tepuk tangan hangat peserta. Kapolda menekankan bahwa
kehadiran para driver ojol bukan sekadar mitra, tetapi bagian dari kekuatan
sosial yang mendukung program kepolisian. Ia bahkan mengaitkan warna seragam
hijau para pengemudi ojol dengan program Green Policing yang tengah digalakkan
Polda Riau. “Saya melihat warna hijau itu
fundamental. Hijau ada di GoJek, ada di Grab, dan hari ini menjadi simbol
bagaimana kita menyatu dalam semangat menghijaukan lingkungan. Alam semesta
mendukung kolaborasi ini,” tutur jenderal bintang dua lulusan Akpol 1996 itu. Kegiatan ini tak berhenti pada
olahraga kebersamaan. Polda Riau juga menggelar sejumlah program sosial yang
disambut antusias para driver ojol, mulai dari Gerakan Pangan Murah hasil kerja
sama dengan Bulog, pembuatan SIM gratis, hingga pembagian bibit pohon untuk
mendukung gerakan Riau Hijau. “Pembuatan SIM gratis berlaku
untuk SIM A, SIM C, maupun SIM D. Silakan manfaatkan momen ini, karena ini
bagian dari apresiasi kami untuk rekan-rekan ojol,” jelas Kapolda. Dengan adanya program tersebut,
ratusan ojol tampak bersemangat mengantre untuk mendapatkan layanan, sembari
berinteraksi dengan jajaran polisi. Lebih jauh, Kapolda Riau juga
menegaskan bahwa kepolisian terbuka terhadap segala bentuk aspirasi maupun
kritik dari komunitas ojol. Ia menyebut kebersamaan hanya bisa dibangun jika
kedua belah pihak saling mendengarkan dan menghargai. “Kalau ada permasalahan,
komunikasikan. Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Kami terbuka
terhadap aspirasi, kritik, maupun saran. Semua ini demi bonume commune, untuk
kebaikan dan kesejahteraan bersama,” tandasnya. Acara ditutup dengan makan siang
bersama yang penuh keakraban. Polisi dan para driver ojol duduk berjejer tanpa
sekat, menikmati hidangan sambil berbagi cerita. Suasana guyub itu seakan
menegaskan bahwa hubungan antara aparat keamanan dan komunitas ojol bukan hanya
sebatas kerja sama fungsional, melainkan hubungan sosial yang erat dan saling
mendukung. Kapolda berharap komunitas ojol
dapat terus mendukung program Riau Hijau melalui gerakan Green Policing dengan
ikut menanam serta merawat bibit pohon yang telah dibagikan.(GF)
09 Sep 2025, 21:50 WIT
Hadiri Doa Bersama dan Peringatan Maulid Nabi, Kapolri: Jaga Persatuan dan Kesatuan Indonesia
Papuanewsonline.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan di tengah dinamika yang ada. Hal itu disampaikan dalam sambutan saat menghadiri acara doa bersama dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya.Doa bersama dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini dihadiri oleh 6.316 undangan. Dalam acara tersebut turut hadir, jajaran PJU Mabes Polri, PJU TNI, PJU Polda, tokoh agama dan masyarakat, komunitas ojek online, Kokam Muhammadiyah, Senkom, Banser NU, buruh, Laskar Merah Putih, hingga Forkopimda DKI Jakarta.Acara ini diisi dengan ceramah oleh Ustadz Adi Hidayat, L.c., M.A., Ph.D dan Dr. (H.C) K.H. Zulfa Mustofa yang sekaligus menutup ceramahnya dengan doa bersama.Tak hanya itu, Jenderal Sigit pun memberikan santunan kepada 400 anak yatim, yang diwakili oleh 8 orang anak yatim dalam penyerahann secara simbolis. Dalam sambutannya, Jenderal Sigit menjelaskan bahwa bangsa Indonesia pernah ada di masa penjajahan, di mana masyarakatnya dipecah belah. Namun, dengan semangat perjuangan, kemerdekaan bisa diraih dan bangsa ini menjadi satu kesatuan."Tentunya kita semua menyadari bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat besar. Oleh karena itu, tentunya menjadi tugas kita bersama untuk menjaga agar Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, agama, bangsa, adat istiadat, ini menjadi satu kekuatan yang terus bersatu untuk bersama-sama menjaga dan terus merawat negara kesatuan kita yang tercinta, Republik Indonesia," ujar Kapolri, Minggu (7/9/25).Menurut Kapolri, merawat kemerdekaan yang sudah diraih adalah tugas bersama. Dengan begitu, Indonesia benar-benar menjadi negara merdeka, berdaulat, dan negara yang rakyatnya bisa sejahtera."Dan ini tentunya adalah tugas kita bersama. Dan kunci dari semua itu adalah manakala kita bisa menyatukan semua kekuatan, keberagaman yang ada, seluruhnya bersatu untuk membangun Indonesia yang kita cintai," ungkap Kapolri.Jenderal Sigit tak memungkiri bahwa saat ini adalah masa-masa krusial bangsa Indonesia di mana akan ada bonus demografi. Jika ini dimanfaatkan, maka Indonesia akan semakin dekat untuk menjadi negara maju."Karena kita lengah, kita disusupi, kita dipecah, akhirnya kita gagal menjadi negara maju. Tentunya itu adalah pilihan kita bersama," jelas Kapolri.Lebih lanjut Jenderal Sigit menyampaikan, dalam proses menjadi negara maju ini, masyarakat tidak boleh mudah terprovokasi. Meskipun keberagaman yang dimiliki Indonesia sangat banyak, namun persatuan dan kesatuan adalah yang utama.Disampaikan Kapolri, Polri akan selalu berkomitmen di garda terdepan menjaga persatuan dan kesatuan serta kondusifitas di masyarakat. Sebab, dengan persatuan dan kesatuan, pembangunan di Indonesia bisa dilaksanakan. "Dengan situasi kamtibmas yang kondusif, maka pertumbuhan ekonomi bisa dilaksanakan. Pemerintah bisa melaksanakan tugasnya dengan baik, dan tentunya ini menjadi cita-cita kita bersama untuk bersama-sama membawa negeri ini, membawa rakyat ini, membawa bangsa ini menjadi bangsa yang lebih baik, bangsa yang unggul, dan bangsa yang besar," tutur Kapolri. PNO-12
08 Sep 2025, 12:28 WIT
Dari Mimbar Gereja Rehoboth, Kapolda Maluku Serukan: “Tarus Biking Bae, Basudara!”
Papuanewsonline.com, Ambon -
Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si,
kembali melaksanakan program Sapa Jemaat sebagai upaya mempererat
silaturahmi dengan masyarakat lintas iman. Usai menyapa jemaat di Gereja Pniel
Latuhalat, Kapolda menyambangi Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Rehoboth,
Klasis Kota Ambon, Minggu (7/9/2025). Kehadirannya disambut hangat oleh
Ketua dan Wakil Ketua Majelis Jemaat, Pendeta, Penatua, Diaken, serta ratusan
jemaat yang memadati rumah ibadah. Suasana penuh keakraban terasa sejak awal
kedatangan rombongan, memperlihatkan bahwa polisi dan masyarakat bisa berjalan
beriringan dalam semangat persaudaraan. Dalam sambutannya dari mimbar
gereja, Kapolda Dadang Hartanto menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi
atas kesempatan yang diberikan untuk hadir. Ia menegaskan, kehadirannya di
Maluku bukan semata menjalankan tugas, melainkan juga bagian dari panggilan
hati untuk bersama-sama membangun daerah ini agar semakin maju, damai, dan
sejahtera. “Maluku adalah tanah yang indah,
kaya sumber daya alam, dan masyarakatnya dikenal ulet serta disiplin. Tapi
semua potensi ini hanya akan berkembang bila ada keamanan dan kedamaian. Tanpa
itu, kita sulit untuk maju,” ungkap Kapolda. Kapolda juga menyoroti fenomena
kekerasan yang masih sering terjadi di Maluku, mulai dari KDRT, perkelahian
akibat miras, tawuran pelajar, hingga konflik antarwarga. Menurutnya, kekerasan
hanya menjadi batu sandungan bagi pembangunan sosial, pendidikan, maupun
ekonomi. “Kedamaian itu ibarat tanah yang
subur. Kalau tanahnya baik, apapun yang kita tanam akan tumbuh dengan hasil
yang bermanfaat. Tapi kalau tanahnya rusak karena kekerasan, apa pun yang kita
tanam tidak akan menghasilkan kebaikan,” jelasnya dengan perumpamaan yang
disambut anggukan jemaat. Lebih lanjut, Kapolda menekankan
pentingnya pendidikan dan bimbingan bagi generasi muda. Ia mengingatkan bahwa
anak muda adalah aset besar Maluku, sehingga mereka harus diarahkan sejak dini
dengan teladan yang baik dari orang tua, guru, maupun tokoh agama. “Kalau anak-anak tidak mendapat
bimbingan yang baik dari rumah dan sekolah, maka mereka akan mencari di tempat
lain—termasuk di media sosial—yang tidak selalu sesuai dengan nilai dan budaya
kita. Karena itu mari kita semua jadi teladan, menyelesaikan masalah dengan
damai, bukan kekerasan,” tegasnya. Selain itu, Kapolda Dadang
mengingatkan jemaat tentang pentingnya menjaga keberagaman sebagai perekat
persatuan bangsa. “Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya
semboyan, tetapi komitmen kita bersama. Maluku dengan keragaman suku, agama,
dan budayanya harus menjadi contoh bahwa perbedaan justru adalah kekuatan.
Jangan sampai ada pihak yang mencoba memecah belah persaudaraan kita,” ujarnya. Menutup arahannya, Kapolda
menyerukan pesan sederhana namun penuh makna: ajakan untuk terus berbuat baik,
dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga masyarakat luas. “Kalau kita semua sepakat untuk
mengurangi kekerasan, menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, serta terus
berbuat baik, Maluku pasti akan semakin maju dan damai. Maluku, tarus biking
bae. Basudara, tarus biking bae,” tegasnya, disambut tepuk tangan jemaat. Kunjungan Kapolda ke Gereja
Rehoboth turut didampingi Direktur Lalu Lintas, Direktur Tahanan dan Barang
Bukti, Kapolresta Pulau Ambon & Pp Lease bersama jajaran, serta Kapolsek
Nusaniwe. Kehadiran ini sekaligus menegaskan komitmen Polri dalam membangun
kemitraan dengan masyarakat lintas agama demi Maluku yang aman dan sejahtera.(GF)
07 Sep 2025, 20:44 WIT
Kapolda Maluku Ajak Jemaat Pniel Wujudkan Maluku Damai
Papuanewsonline.com, Ambon –
Suasana penuh kekeluargaan terasa saat Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr.
Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si hadir dalam ibadah Minggu bersama jemaat Gereja
Pniel GPM Latuhalat, Klasis Pulau Ambon, Minggu (7/9/2025) pukul 09.15 WIT.
Kehadiran Kapolda bersama jajaran disambut hangat oleh para jemaat yang
memenuhi gedung gereja. Dalam kunjungannya, Kapolda
didampingi Direktur Lalu Lintas, Direktur Tahanan dan Barang Bukti Polda
Maluku, Kapolresta Pulau Ambon & PP Lease, Kapolsek Nusaniwe, serta para
pejabat utama lainnya. Turut hadir Ketua Majelis Jemaat GPM Pniel Latuhalat
beserta perangkat gereja, menambah khidmat pertemuan tersebut. Dalam sambutannya, Kapolda
menyampaikan pesan penting tentang upaya bersama menciptakan Maluku yang damai
dan aman. Ia menyoroti maraknya persoalan sosial yang sering terjadi, seperti kekerasan
dalam rumah tangga (KDRT), pergaulan bebas, hingga tawuran antarwarga. “Sebagian besar pelaku kekerasan
justru berasal dari kalangan generasi muda. Padahal, mereka adalah aset
sekaligus harapan bangsa. Energi generasi muda seharusnya diarahkan untuk
membangun Maluku, bukan sebaliknya dihabiskan dalam konflik,” tegas Kapolda. Kapolda menekankan pentingnya
peran orang tua, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dalam memberikan bimbingan
moral serta mengarahkan generasi muda agar menjauhi kekerasan. Ia mengajak
seluruh jemaat untuk menanamkan nilai perdamaian sejak dini dan menyelesaikan
perbedaan melalui musyawarah. “Energi masyarakat jangan lagi
terkuras karena konflik horizontal. Maluku punya potensi luar biasa, baik
sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Mari kita manfaatkan untuk
pembangunan, bukan untuk perpecahan,” ujarnya. Lebih lanjut, Kapolda
mengingatkan agar masyarakat tidak lagi mengambil jalan pintas dalam
menyelesaikan masalah dengan kekerasan, tetapi mempercayakan penyelesaiannya
melalui jalur hukum yang berlaku. Polri, kata Kapolda, berkomitmen
menegakkan hukum dengan cara yang adil, konsisten, dan humanis. Namun
keberhasilan itu sangat bergantung pada sinergi dengan seluruh elemen
masyarakat. “Kami mohon doa, dukungan, dan
masukan dari semua pihak agar proses penegakan hukum berjalan baik. Dengan
sinergi, kita bisa mewujudkan Maluku yang damai, maju, dan sejahtera,”
pungkasnya. Kehadiran Kapolda Maluku di
tengah jemaat Gereja Pniel bukan sekadar agenda formal, melainkan wujud nyata
bahwa Polri hadir untuk semua umat, tanpa membedakan latar belakang agama
maupun budaya. Momen ini menjadi sarana mempererat silaturahmi lintas iman
sekaligus memperkuat pesan bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama. Dengan semangat kebersamaan,
kegiatan ini diharapkan mampu mendorong terbangunnya budaya damai di Maluku
serta menjadikan generasi muda sebagai agen perdamaian dan pembangunan.(GF)
07 Sep 2025, 20:26 WIT
Kapolda Maluku Sholat Subuh Berjamaah, Membangun kedekatan Polri dengan Masyarakat
Papuanewsonline.com, Ambon –
Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si,
kembali melanjutkan program rutin Sholat Subuh Berjamaah bersama
masyarakat. Pada Minggu (7/9/2025) pagi, kegiatan penuh makna ini berlangsung
di Masjid Al-Musyafa, Jalan Sultan Hasanuddin, Batu Merah Ongkoliong, Kecamatan
Sirimau, Kota Ambon. Turut mendampingi Kapolda, Dirpolairud,
Kepala SPN Polda Maluku, Kapolsek Sirimau beserta personel, serta tokoh agama
dan Imam Masjid Al-Musyafa. Kehadiran mereka disambut hangat oleh jamaah dan
warga sekitar yang antusias mengikuti rangkaian ibadah bersama. Sholat Subuh Berjamaah bukan
hanya sekadar aktivitas keagamaan, melainkan juga sarana penting untuk
memperkuat silaturahmi, mendekatkan Polri dengan masyarakat, dan menumbuhkan
rasa kebersamaan. Seusai sholat, Kapolda menyapa jamaah, berdialog singkat, serta
mendengarkan langsung aspirasi warga.\ “Kami hadir di tengah masyarakat
bukan hanya dalam menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga untuk berbagi nilai
kebersamaan. Sholat berjamaah adalah salah satu cara mendekatkan diri kepada
Allah SWT sekaligus mempererat persaudaraan antar umat,” ungkap Irjen Pol.
Dadang Hartanto. Dalam kesempatan itu, Kapolda
menegaskan bahwa Polri tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan
ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dukungan masyarakat sangat penting melalui
peran serta aktif, gotong royong, dan rasa saling percaya. Ia juga mengajak jamaah untuk
tetap menjaga persatuan dan kesatuan, menolak segala bentuk provokasi, serta
menghindari sikap atau tindakan yang dapat memicu konflik sosial. “Marilah kita bersama-sama
membangun budaya damai yang bersumber dari nilai agama, adat, dan kearifan
lokal Maluku. Hanya dengan kebersamaan, kita bisa menjaga daerah ini tetap
aman, tenteram, dan penuh persaudaraan,” tambahnya. Program Sholat Subuh Berjamaah
yang digagas Kapolda Maluku ini diharapkan menjadi sarana memperkuat kedekatan
antara Polri dan masyarakat, sekaligus langkah nyata dalam membangun Maluku
yang aman, damai, dan rukun. Dengan dialog yang terbuka, Polri
ingin terus menyerap aspirasi warga, sehingga setiap kebijakan dan langkah
pengamanan benar-benar mencerminkan kebutuhan serta harapan masyarakat. (GF)
07 Sep 2025, 20:20 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru