logo-website
Sabtu, 11 Apr 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Wapres Gibran Kunjungi Pasar Langgur, Kapolda: Siap Jaga Stabilitas Keamanan Dukung Ekonomi Rakyat Papuanewsonline.com, Malra – Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si, bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku, mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, meninjau Pasar Langgur, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Rabu (15/10/2025).Kunjungan kerja Wakil Presiden ini bertujuan untuk meninjau secara langsung kondisi perekonomian masyarakat, stabilitas harga bahan pokok, serta kesiapan pemerintah daerah dalam menjaga pasokan dan ketersediaan bahan pangan di wilayah Maluku Tenggara.Kapolda Maluku Irjen Prof. Dadang Hartanto menegaskan kehadiran Polri dalam setiap agenda kenegaraan maupun kegiatan masyarakat merupakan bentuk nyata komitmen dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di sektor ekonomi rakyat.“Pasar adalah jantung ekonomi masyarakat. Keamanan dan ketertiban di tempat seperti ini menjadi prioritas kami agar kegiatan ekonomi berjalan lancar, masyarakat merasa aman, dan pedagang dapat berjualan dengan nyaman,” ujar Kapolda Maluku.Lebih lanjut, Kapolda mengaku Polda Maluku, bersama TNI dan pemerintah daerah, terus melakukan langkah-langkah preventif untuk memastikan tidak ada gangguan yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi, termasuk dalam hal distribusi bahan pokok dan harga kebutuhan masyarakat.“Polri berkomitmen menjaga agar rantai pasokan tetap aman, tidak ada penimbunan barang, serta harga kebutuhan pokok tetap terkendali. Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat adalah kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi di wilayah kepulauan seperti Maluku Tenggara,” tambahnya.Kedatangan Wapres, tambah Kapolda, bukan hanya sekadar agenda kunjungan kerja, tetapi juga menjadi simbol nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas sosial, ekonomi, dan keamanan masyarakat di Maluku.“Kehadiran Bapak Wakil Presiden hari ini memberi semangat baru bagi kami untuk terus bersinergi menjaga keamanan dan mendukung kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat. Dengan situasi yang aman dan tertib, pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Maluku dapat terus meningkat,” harapnya.Dalam kesempatan yang sama, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan apresiasi atas peran aktif aparat keamanan dalam mendukung kegiatan ekonomi masyarakat. Ia menilai koordinasi antara pemerintah daerah dan aparat TNI-Polri di Maluku berjalan sangat baik.“Kita ingin memastikan bahwa harga-harga kebutuhan pokok tetap stabil dan pasokannya cukup. Pemerintah pusat bersama aparat di daerah harus terus bekerja sama menjaga situasi yang kondusif agar aktivitas ekonomi masyarakat berjalan baik,” ujar Wakil Presiden.Wapres juga menekankan pentingnya peran pasar rakyat dalam menopang ekonomi lokal, serta mendorong agar infrastruktur pasar terus ditingkatkan agar lebih bersih, aman, dan modern.Kunjungan kerja ini sekaligus menegaskan arah kebijakan pemerintah pusat yang inklusif, memastikan wilayah terluar seperti Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara tidak tertinggal dalam arus pembangunan nasional.Selama kegiatan berlangsung, situasi di Pasar Langgur terpantau aman dan tertib. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, terlihat dari banyaknya pedagang dan warga yang menyambut langsung kehadiran Wakil Presiden beserta rombongan.Pengamanan terpadu dilaksanakan oleh personel Polda Maluku, Polres Maluku Tenggara, TNI, serta Paspampres, yang memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan sesuai prosedur pengamanan VVIP.Selanjutnya Wapres dan rombongan meninggalkan Kepulauan Kei, melanjutkan agenda kunker di Provinsi Maluku Utara. PNO-12 16 Okt 2025, 13:12 WIT
Kapolda Maluku Dampingi Wakil Presiden RI Tinjau RSUD Maren H. Noho Renuat di Tual Papuanewsonline.com, Tual – Selain Kota Ambon, kabupaten Buru, dan Maluku Tenggara, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, juga melakukan kunjungan kerja di kota Tual, Rabu (15/10/2025).Kunjungan Wapres bersama rombongan di provinsi Maluku sejak Selasa kemarin didampingi langsung oleh Kapolda Maluku, Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si, bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku.Di Tual, Wapres Gibran bersama rombongan meninjau fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maren H. Noho Renuat. Peninjaun dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas hingga tenaga medis dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat di wilayah kepulauan.Di RSUD Maren H. Noho Renuat, Wapres Gibran bersama rombongan tampak meninjau berbagai fasilitas rumah sakit, mulai dari ruang perawatan, instalasi gawat darurat (IGD), hingga laboratorium medis. Wapres tampak berdialog langsung dengan Direktur RSUD, dokter, dan tenaga kesehatan untuk mengetahui kebutuhan serta tantangan pelayanan kesehatan di daerah kepulauan seperti Kota Tual.“Pemerintah pusat terus mendorong peningkatan fasilitas dan kualitas layanan kesehatan di seluruh daerah, termasuk di wilayah-wilayah kepulauan. Kita ingin memastikan bahwa masyarakat di Maluku memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang memadai,” ungkap Wapres Gibran dalam arahannya.Kapolda Maluku Irjen Prof. Dadang Hartanto yang turut mendampingi Wapres selama kegiatan menegaskan, Polri berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat sektor kesehatan melalui jaminan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.“Kami siap memastikan setiap kegiatan pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan, berjalan aman, tertib, dan lancar. Stabilitas keamanan merupakan fondasi utama bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk dalam pelayanan kesehatan,” tegas Kapolda Maluku.Kapolda menambahkan, sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan tenaga kesehatan sangat penting dalam memperkuat sistem layanan publik di wilayah kepulauan. Polri, kata Kapolda, tidak hanya berperan dalam aspek pengamanan, tetapi juga dalam memberikan dukungan sosial serta memastikan keamanan bagi tenaga kesehatan yang bekerja di daerah terpencil.“Dengan situasi yang kondusif, rumah sakit dapat beroperasi optimal, tenaga medis bisa bekerja dengan tenang, dan masyarakat mendapat pelayanan yang layak. Ini menjadi komitmen kami bersama pemerintah daerah untuk terus hadir melayani,” ujarnya.Pada kesempatan itu, Kapolda menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan kegiatan dan menegaskan pentingnya menjaga kesiapsiagaan dalam setiap agenda kenegaraan di wilayah Maluku.“Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Polri akan terus berkomitmen mendukung seluruh program pemerintah, terutama yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat seperti kesehatan dan pendidikan,” pungkasnya. PNO-12 16 Okt 2025, 12:58 WIT
Pemkab Mimika Fokus Wujudkan Pelayanan Dasar yang Merata: FGD Evaluasi SPM dan Dana Otsus Papuanewsonline.com, Timika — Dalam upaya memperkuat tata kelola pemerintahan dan memastikan pelayanan dasar menjangkau seluruh lapisan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Mimika menggelar Forum Group Discussion (FGD) bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Rabu (15/10/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi besar Pemkab Mimika untuk mendorong penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di berbagai sektor, sekaligus mengevaluasi penyerapan Dana Otonomi Khusus (Otsus) dan Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) tahap kedua tahun anggaran 2025. FGD tersebut diinisiasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mimika, dengan tujuan memperkuat komitmen setiap OPD dalam menjalankan program prioritas yang berorientasi pada pelayanan publik, terutama bagi Orang Asli Papua (OAP). Kepala Bappeda Mimika, Yohana Paliling, menjelaskan bahwa sebanyak 21 OPD saat ini tengah menyiapkan laporan capaian kinerja Dana Otsus tahap kedua. Laporan tersebut wajib diselesaikan dan diunggah ke dalam sistem paling lambat bulan November, sebagai syarat utama untuk pencairan tahap ketiga. “Target penyerapan minimal yang harus dicapai adalah 70 persen. Kalau satu OPD saja belum mencapai target, maka dana tahap berikutnya tidak bisa ditransfer ke kas daerah,” tegas Yohana. Ia juga mengungkapkan, hingga dua minggu sebelumnya, total penyerapan Dana Otsus dan DTI Mimika baru mencapai 49 persen. Karena itu, pihaknya mendorong seluruh OPD untuk mempercepat proses pelaporan dan realisasi program di lapangan. Total Dana Otsus dan DTI Kabupaten Mimika tahun 2025 mencapai Rp196,1 miliar lebih, yang dialokasikan untuk mendukung berbagai sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat, dan infrastruktur dasar. Sementara itu, Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, menegaskan bahwa penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) merupakan tolok ukur utama dalam mengukur keberhasilan kinerja pemerintah daerah. Ia meminta setiap OPD untuk menempatkan SPM sebagai panduan utama dalam penyusunan dan pelaksanaan program. “FGD ini penting bukan hanya untuk urusan administrasi, tetapi untuk menilai sejauh mana pelayanan dasar pemerintah benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Wabup Kemong. Menurutnya, program yang dijalankan harus benar-benar prioritas, mendesak, dan berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya bagi OAP yang tinggal di wilayah perkotaan, pegunungan, maupun pesisir. “Kita ingin melihat hasil nyata di lapangan — bukan hanya angka serapan, tetapi perubahan positif di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur,” tambahnya. Melalui forum ini, Pemkab Mimika juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan akuntabilitas dalam pengelolaan Dana Otsus. Setiap OPD diminta untuk lebih terbuka dalam pelaporan kegiatan dan mengutamakan transparansi agar dana yang dikelola benar-benar tepat sasaran. Kepala Bappeda Mimika berharap FGD ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki sistem perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program, terutama yang menyangkut pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, perumahan, dan infrastruktur publik. “Dana Otsus bukan hanya soal anggaran, tapi juga amanah besar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua. Karena itu, semua program harus memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan,” tegas Yohana. Dengan dorongan kuat dari Bupati dan Wakil Bupati Mimika, serta koordinasi yang intensif antara Bappeda dan OPD teknis, Pemkab Mimika optimistis dapat mencapai target penyerapan Dana Otsus minimal 70 persen pada akhir November mendatang. Langkah ini diharapkan mempercepat pencairan tahap ketiga serta memperkuat komitmen pemerintah dalam mewujudkan pelayanan dasar yang merata dan berkualitas di seluruh wilayah Mimika.   Penulis: Jidan Editor: GF   16 Okt 2025, 01:59 WIT
Pemkab Mimika Gelar FGD Evaluasi Dana Otsus 2025: Kejar Target Penyerapan 70 Persen Papuanewsonline.com, Timika — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika terus berupaya mengoptimalkan pemanfaatan Dana Otonomi Khusus (Otsus) dan Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) tahun anggaran 2025. Melalui Forum Group Discussion (FGD) yang digelar pada Rabu (15/10/2025), Pemkab Mimika melakukan evaluasi menyeluruh terhadap laporan penyerapan dana tahap kedua sebagai langkah strategis menuju pencairan tahap ketiga. Kegiatan ini menjadi ajang penting bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menilai capaian kinerja program yang didanai oleh Otsus, sekaligus memastikan bahwa pelaksanaan anggaran benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP). Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mimika, Yohana Paliling, menjelaskan bahwa sebanyak 21 OPD saat ini sedang menyiapkan laporan capaian kinerja Dana Otsus tahap kedua. Laporan tersebut wajib diserahkan ke dalam sistem pelaporan paling lambat bulan November, dengan target penyerapan minimal 70 persen. “Total Dana Otsus dan DTI Mimika tahun 2025 mencapai Rp196,1 miliar lebih. Kami dorong setiap OPD bergerak cepat agar tidak ada yang tertinggal dari target, karena keterlambatan satu OPD dapat menghambat pencairan dana secara keseluruhan,” jelas Yohana. Ia menegaskan, mekanisme penilaian penyerapan Dana Otsus dilakukan secara kolektif per kabupaten, bukan per OPD. Artinya, jika masih ada satu OPD yang belum mencapai target, maka transfer dana tahap berikutnya tidak akan dilakukan ke kas daerah. “Dua minggu lalu, posisi penyerapan kita baru sekitar 49 persen. Masih ada waktu untuk memperbaikinya agar bisa mencapai angka ideal di atas 70 persen,” tambahnya. Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, menegaskan bahwa forum evaluasi ini bukan hanya formalitas administratif, tetapi menjadi instrumen penting untuk mengukur kinerja pelayanan publik. Ia meminta seluruh pimpinan OPD agar mempercepat realisasi penggunaan Dana Otsus dan DTI sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. “Program yang dijalankan harus benar-benar prioritas dan berdampak langsung bagi masyarakat. Jangan hanya fokus pada serapan anggaran, tetapi pastikan juga manfaatnya dirasakan oleh masyarakat di kota, pegunungan, maupun wilayah pesisir,” tegas Wabup Kemong. Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen menjaga akuntabilitas dan efektivitas penggunaan Dana Otsus dengan memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan dapat mendorong pembangunan berkelanjutan di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan infrastruktur dasar. FGD evaluasi Dana Otsus ini juga menjadi momentum bagi Pemkab Mimika untuk memperkuat koordinasi lintas sektor. Setiap OPD diharapkan mampu mengidentifikasi hambatan teknis dan administratif yang menyebabkan rendahnya serapan anggaran, sekaligus mencari solusi konkret agar dana tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal sebelum batas waktu yang ditetapkan. Yohana Paliling juga menekankan pentingnya integrasi laporan kinerja dengan output dan outcome program, agar evaluasi tidak hanya berbasis angka serapan, tetapi juga hasil nyata di lapangan. “Dana Otsus adalah amanah besar bagi Papua. Karena itu, akuntabilitas dan transparansi pelaksanaan harus menjadi perhatian utama. Kita ingin agar setiap program benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat,” pungkasnya. Dengan komitmen dan sinergi yang kuat antara Pemkab Mimika, Bappeda, serta seluruh OPD, diharapkan target penyerapan 70 persen Dana Otsus tahap kedua dapat tercapai tepat waktu, sehingga pencairan tahap ketiga bisa segera dilakukan demi kelancaran program pembangunan daerah. Penulis: Jidan Editor: GF   16 Okt 2025, 01:56 WIT
Pemkab Mimika dan Ditjen Pajak Teken PKS OP4D, Sinergi Strategis Tingkatkan Penerimaan Daerah Papuanewsonline.com, Mimika — Dalam upaya memperkuat basis penerimaan daerah dan meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan publik, Pemerintah Kabupaten Mimika resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama Optimalisasi Pajak Pusat dan Pajak Daerah (PKS OP4D) bersama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan RI, Selasa (15/10/2025). Penandatanganan perjanjian yang berlangsung di Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mimika ini menjadi momentum penting bagi Pemkab Mimika dalam mendorong efisiensi pemungutan pajak, baik di tingkat pusat maupun daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pejabat dari Pemkab Mimika dan perwakilan Ditjen Pajak yang menyatakan komitmen kuat untuk mewujudkan tata kelola pajak yang lebih efektif, transparan, dan berkeadilan. Dalam sambutannya, Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyampaikan bahwa kerja sama ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan langkah strategis untuk memperkuat sistem fiskal daerah. “Melalui sinergi dengan Ditjen Pajak, kami berharap pengelolaan pajak di Mimika menjadi lebih transparan, terintegrasi, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Dengan begitu, setiap rupiah pajak yang terkumpul benar-benar menjadi modal untuk pembangunan daerah,” tegas Bupati Johannes. Ia menambahkan bahwa PKS OP4D akan membantu Pemkab Mimika dalam memperluas basis data pajak, meningkatkan kepatuhan wajib pajak, serta mengoptimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD) melalui integrasi sistem dan pertukaran informasi dengan pemerintah pusat. Dalam kerja sama ini, beberapa poin penting menjadi fokus bersama antara Pemkab Mimika dan Ditjen Pajak. Pertama, pertukaran data dan informasi pajak akan dilakukan secara berkala untuk memastikan keakuratan basis data wajib pajak. Kedua, akan dilakukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Pemkab Mimika, khususnya di sektor pajak dan retribusi daerah. Selain itu, kerja sama ini juga menekankan penguatan pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran perpajakan. Hal ini diharapkan dapat menutup celah kebocoran pajak yang selama ini kerap menjadi tantangan di berbagai daerah. “Kami percaya, dengan sistem yang lebih terbuka dan sinergi lintas instansi, potensi kebocoran pajak dapat ditekan dan pendapatan daerah bisa meningkat signifikan,” ujar salah satu perwakilan dari Ditjen Pajak. Melalui penandatanganan PKS OP4D, Pemkab Mimika menunjukkan komitmennya untuk mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang transparan dan akuntabel. Kolaborasi ini juga diharapkan menjadi model percontohan bagi daerah lain di Tanah Papua dalam mengembangkan inovasi kebijakan fiskal yang efektif dan berintegritas. Sinergi dengan Ditjen Pajak juga menjadi langkah nyata dalam mendukung transformasi digital di bidang perpajakan, yang memungkinkan proses administrasi dan pelaporan dilakukan lebih cepat, efisien, dan terukur. “Ini adalah momentum penting untuk membawa Mimika ke arah yang lebih maju, di mana pengelolaan pajak bukan sekadar kewajiban, tetapi instrumen pembangunan yang berkeadilan,” tutup Bupati Johannes Rettob. Penulis: Jidan Editor: GF   16 Okt 2025, 01:52 WIT
Petugas Palang Puskesmas Atuka! Tuntut Transparansi Anggaran dan Pergantian Kepala Puskesmas Papuanewsonline.com, Timika —Suasana tegang menyelimuti Puskesmas Atuka, Distrik Mimika Tengah, pada Rabu (15/10/2025). Sejumlah petugas kesehatan melakukan aksi pemalangan kantor sebagai bentuk kekecewaan terhadap pimpinan mereka. Aksi ini menjadi sorotan publik karena menyinggung isu sensitif: transparansi anggaran dan ketimpangan kebijakan dalam pelayanan kesehatan. Para petugas menempelkan sejumlah poster dan karton bertuliskan tuntutan di dinding dan jendela puskesmas. Tertulis antara lain, “Kepala Puskesmas Harus Diganti,” dan “Kami Minta Penjelasan Kenapa Uang TPP Dipotong.” Tulisan-tulisan itu menjadi simbol kemarahan dan keputusasaan para tenaga medis yang merasa tidak dihargai. Para petugas mengaku kecewa dengan kebijakan pimpinan puskesmas yang dianggap tidak transparan dalam pengelolaan dana operasional dan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP). Mereka menilai, tidak ada penjelasan resmi mengenai pemotongan tunjangan yang mereka alami, padahal seluruh staf tetap aktif melaksanakan tugas di lapangan. “Kami sudah bekerja sesuai tanggung jawab, tapi gaji dan tunjangan kami justru dipotong tanpa alasan yang jelas,” ujar salah satu petugas yang enggan disebutkan namanya. Selain itu, mereka mendesak agar semua dana operasional puskesmas diumumkan secara terbuka, sehingga setiap petugas mengetahui alokasi dan penggunaannya. Bagi mereka, transparansi adalah kunci untuk membangun kepercayaan dan meningkatkan kinerja layanan kesehatan di wilayah pedalaman. Isu lain yang turut disorot adalah keberadaan Sekretariat Puskesmas Atuka yang berada di Kota Timika, jauh dari lokasi pelayanan masyarakat. Para petugas menilai hal ini tidak efisien dan hanya memboroskan anggaran. “Sekretariat di kota tidak ada manfaatnya bagi pelayanan di kampung. Kami butuh fasilitas yang langsung mendukung masyarakat, bukan birokrasi di kota,” kata salah seorang petugas lainnya. Mereka juga meminta agar speedboat puskesmas selalu tersedia dan berada di lokasi kerja, karena transportasi air merupakan sarana utama untuk menjangkau warga di wilayah terpencil. Sering kali, pelayanan kesehatan terhambat karena speedboat tidak berada di tempat atau tidak berfungsi dengan baik. Sebagai puncak tuntutan, para petugas mendesak Bupati dan Wakil Bupati Mimika, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, untuk segera mengganti Kepala Puskesmas Atuka, Lia Tahitu. Mereka menilai, pergantian pimpinan adalah langkah paling realistis untuk mengembalikan kepercayaan dan memperbaiki sistem kerja yang dinilai sudah tidak sehat. “Kami tidak ingin konflik terus berlarut. Kami hanya ingin pimpinan yang bisa mendengarkan, jujur, dan mau melibatkan semua pihak, termasuk OAP,” tegas perwakilan petugas dalam aksi tersebut. Aksi ini juga menjadi refleksi dari tuntutan Orang Asli Papua (OAP) agar lebih dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan dan pengelolaan anggaran publik di sektor kesehatan. Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Puskesmas Atuka, Lia Tahitu, belum memberikan tanggapan resmi atas aksi pemalangan dan berbagai tuntutan tersebut. Tim Papua News Online masih berupaya menghubungi pihak terkait, termasuk Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, untuk mendapatkan klarifikasi dan penjelasan lebih lanjut. Sementara itu, suasana di lokasi pemalangan masih kondusif. Para petugas tetap berjaga di area puskesmas sambil menunggu respons dari pemerintah daerah dan dinas terkait. Penulis: Jidan Editor: GF   16 Okt 2025, 01:47 WIT
Menko Polkam Tegaskan AI Sebagai Instrumen Strategis Nasional: Dorong Aparatur Kuasai Teknologi Papuanewsonline.com, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polkam) terus berinovasi menghadapi tantangan era digital. Kali ini, langkah nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Sosialisasi dan Pengenalan Artificial Intelligence (AI) bagi Aparatur Kemenko Polkam” yang digelar di kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Selasa (14/10/2025). Acara ini dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, didampingi Wakil Menteri Koordinator, Letjen TNI (Purn.) Lodewijk F. Paulus. Keduanya menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam memperkuat sistem tata kelola politik dan keamanan nasional. “Penguasaan teknologi Artificial Intelligence bukan sekadar kebutuhan teknis, tetapi sudah menjadi tanggung jawab strategis bangsa. Kita tidak boleh tertinggal dalam pemanfaatan AI untuk mendukung kebijakan publik yang cerdas dan responsif,” tegas Menko Polkam Djamari Chaniago dalam arahannya. Menko Polkam menjelaskan bahwa AI harus ditempatkan sebagai instrumen utama dalam memperkuat ketahanan informasi, koordinasi lintas sektor, dan analisis kebijakan strategis. Melalui pemanfaatan teknologi berbasis data ini, pemerintah diharapkan dapat mempercepat proses pengambilan keputusan dan meningkatkan kemampuan deteksi dini terhadap potensi gangguan politik maupun keamanan. “AI dapat membantu kita membaca pola ancaman lebih cepat, mengidentifikasi risiko secara akurat, dan merumuskan kebijakan yang lebih adaptif. Dengan begitu, kita dapat mencegah krisis sejak dini,” tambahnya. Wamenko Polkam Lodewijk F. Paulus turut menegaskan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam mendukung penerapan AI di lingkungan pemerintahan. Menurutnya, teknologi tidak akan bermanfaat optimal tanpa kapasitas SDM yang memahami prinsip etika, keamanan data, dan tata kelola digital. “Transformasi digital bukan sekadar soal perangkat lunak, tetapi soal kesiapan mindset aparatur. AI akan efektif jika digunakan oleh birokrat yang paham arah kebijakan dan tanggung jawab nasional,” ujar Lodewijk. Sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber utama: Pengamat Teknologi Informasi Yono Reksoprodjo dan Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah Wahyu Andrianto. Keduanya membahas potensi penerapan AI di bidang pemerintahan, mulai dari analisis big data, penguatan keamanan siber, hingga otomatisasi proses administrasi. Dalam pemaparannya, Yono menyoroti pentingnya membangun sistem AI yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan publik. Sementara Wahyu menjelaskan bagaimana integrasi AI dapat mempercepat komunikasi dan respon kebijakan antarinstansi, terutama dalam menghadapi isu strategis yang membutuhkan koordinasi cepat. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Sekretaris Kemenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan, Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Mayjen TNI Heri Wiranto, Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Dubes Mohammad K. Koba, Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono, serta para Staf Ahli dan pejabat eselon II. Kehadiran para pejabat tinggi ini menunjukkan dukungan penuh terhadap agenda transformasi digital di lingkungan Kemenko Polkam, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mengadopsi teknologi modern untuk memperkuat sistem keamanan nasional yang tangguh dan adaptif terhadap perubahan zaman. Menutup kegiatan, Menko Polkam menyampaikan bahwa penguasaan AI adalah bagian dari upaya membangun pemerintahan yang cerdas, transparan, dan berorientasi pada solusi cepat berbasis data. “Ke depan, tantangan keamanan nasional tidak hanya datang dari aspek fisik, tetapi juga dari ruang digital. Karena itu, penguasaan AI harus menjadi bagian dari budaya kerja baru di Kemenko Polkam,” pungkas Djamari. Dengan terselenggaranya sosialisasi ini, Kemenko Polkam berharap seluruh aparatur mampu beradaptasi terhadap perubahan teknologi dan terus meningkatkan kapasitasnya dalam menghadapi dinamika politik, hukum, dan keamanan yang semakin kompleks di era digital. (GF)  16 Okt 2025, 01:39 WIT
Kemenko Polkam Dorong Transparansi Demokrasi Lewat Publikasi Indeks Demokrasi Indonesia 2024 Papuanewsonline.com, Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polkam) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sistem demokrasi nasional melalui keterbukaan informasi publik. Dalam upaya tersebut, Kemenko Polkam menggelar Rapat Koordinasi Penyusunan Publikasi Capaian Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Tahun 2024, yang diselenggarakan di Jakarta pada Selasa (14/10/2025). Rapat ini dipimpin langsung oleh Plh. Asisten Deputi Demokrasi dan Kepemiluan Kemenko Polkam, Themy Usman, dan dihadiri oleh berbagai perwakilan dari kementerian, lembaga, dan instansi terkait. Forum ini menjadi langkah penting dalam memfinalisasi dan mempublikasikan capaian Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 2024, yang akan dituangkan dalam bentuk buku resmi. “Sebagai pengampu Indeks Demokrasi Indonesia, Kemenko Polkam memiliki tanggung jawab strategis dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas capaian demokrasi nasional,” tegas Themy Usman saat membuka kegiatan tersebut. Menurut Themy, IDI 2024 tidak hanya menjadi alat ukur perkembangan demokrasi, tetapi juga bagian penting dari strategi pembangunan jangka panjang Indonesia. Ia menegaskan, publikasi IDI merupakan wujud nyata dari keterbukaan informasi publik yang mendukung salah satu indikator dalam Program Prioritas Nasional Ke-1, yakni Penguatan Ideologi Pancasila, Demokrasi, dan HAM. “Pembangunan demokrasi telah ditetapkan sebagai salah satu dari delapan misi besar dalam Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang RPJP 2025–2045. Artinya, IDI bukan sekadar angka, tapi arah bagi seluruh elemen bangsa dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia,” jelas Themy. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hasil pengukuran IDI 2024 akan dijadikan dokumen evaluasi penting untuk melihat capaian demokrasi nasional, termasuk efektivitas kebijakan publik dan dinamika kehidupan politik masyarakat di tingkat daerah maupun pusat. Dalam forum tersebut, sejumlah peserta rapat turut menyoroti pentingnya hasil IDI menjadi bahan evaluasi kebijakan pemerintah. Data yang dihasilkan tidak hanya merekam dinamika demokrasi secara nasional, tetapi juga menggambarkan variasi kualitas demokrasi di setiap provinsi. Kemenko Polkam berharap publikasi ini dapat menjadi rujukan akademis dan praktis bagi berbagai pihak—mulai dari pengambil kebijakan, lembaga riset, hingga masyarakat luas—untuk memahami kondisi nyata demokrasi di Indonesia. “Publikasi IDI ini akan menjadi dokumen referensi bagi banyak pihak. Dari sini, pemerintah bisa menyusun strategi perbaikan, sementara masyarakat dapat menilai sejauh mana hak-hak politik mereka terjamin,” lanjut Themy. Selain itu, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam penyusunan laporan ini menjadi bukti nyata sinergi antar lembaga dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang partisipatif. Menutup arahannya, Themy menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya menjaga keterbukaan informasi publik sebagai pilar utama demokrasi yang sehat dan berkelanjutan. “Keterbukaan informasi bukan hanya bentuk tanggung jawab, tapi juga cara pemerintah membangun kepercayaan rakyat. Demokrasi tidak bisa tumbuh tanpa transparansi dan partisipasi masyarakat,” ujar Themy menegaskan. Melalui publikasi Indeks Demokrasi Indonesia 2024 ini, Kemenko Polkam berharap agar seluruh elemen bangsa dapat berpartisipasi aktif dalam memperkuat demokrasi yang inklusif, adil, dan berkeadaban. (GF) 16 Okt 2025, 01:37 WIT
Kondisi Puskesmas Atuka Kian Memprihatinkan, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan Segera Papuanewsonline.com, Mimika – Suasana di Puskesmas Atuka, Kabupaten Mimika, kini tampak jauh dari kata layak. Bangunan puskesmas yang menjadi satu-satunya fasilitas kesehatan di wilayah tersebut mengalami kerusakan parah. Atap bocor di berbagai ruangan, dinding retak, hingga fasilitas penunjang yang tidak lagi memadai, membuat pelayanan kesehatan menjadi terhambat. Keluhan datang dari tenaga medis yang setiap hari harus berjuang memberikan layanan di tengah kondisi sarana yang tidak mendukung. Air hujan yang masuk melalui atap bocor sering membasahi ruangan perawatan dan ruang tunggu pasien, sementara beberapa peralatan medis tak lagi bisa digunakan dengan optimal akibat lembab dan rusak. “Kami tidak bisa memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal dengan kondisi bangunan seperti ini,” ungkap Karel Mapupia, perawat Puskesmas Atuka, kepada Papua News Online. “Atap bocor, dinding retak, bahkan beberapa bagian plafon sudah hampir roboh. Kami khawatir ini membahayakan pasien maupun petugas.” Puskesmas Atuka selama ini menjadi tumpuan masyarakat dari berbagai kampung di wilayah sekitar. Namun, kondisi bangunan yang kian rusak membuat aktivitas pelayanan sering kali terganggu, terutama saat musim hujan. Petugas medis terpaksa harus memindahkan pasien dan peralatan setiap kali hujan deras mengguyur. Dalam beberapa kesempatan, kegiatan imunisasi dan pelayanan ibu hamil pun tertunda karena ruangan tak bisa digunakan. “Kami sering kesulitan saat melakukan tindakan medis, karena ruangan bocor dan air masuk ke mana-mana. Kadang listrik juga padam, jadi kami harus pakai senter untuk melayani pasien,” tambah salah satu bidan yang enggan disebutkan namanya. Kondisi ini memicu keprihatinan masyarakat Atuka. Mereka menilai bahwa pemerintah daerah kurang memperhatikan kebutuhan dasar kesehatan di wilayah terpencil seperti Atuka. Warga berharap agar Pemkab Mimika segera mengalokasikan anggaran renovasi dan memperbaiki seluruh fasilitas yang rusak. “Kami masyarakat Atuka hanya ingin tempat berobat yang layak. Jangan tunggu sampai bangunannya roboh baru diperbaiki,” ujar Yulianus Kobak, tokoh masyarakat Atuka. Selain perbaikan fisik, warga juga meminta agar pemerintah meningkatkan ketersediaan obat-obatan dan peralatan medis yang memadai. Menurut mereka, pelayanan kesehatan yang layak adalah hak setiap warga negara tanpa memandang lokasi tempat tinggal. Puskesmas Atuka menjadi contoh nyata ketimpangan layanan kesehatan antara wilayah kota dan pedalaman. Padahal, tenaga medis di sana telah bekerja keras untuk tetap melayani masyarakat dengan segala keterbatasan. Aktivis kesehatan lokal bahkan menilai bahwa kondisi seperti ini menunjukkan perlunya pengawasan anggaran kesehatan yang lebih ketat. Mereka menekankan bahwa pemerintah pusat maupun daerah harus memastikan pembangunan fasilitas kesehatan berjalan merata dan tidak hanya terfokus di wilayah perkotaan. “Kesehatan adalah kebutuhan dasar. Kalau puskesmas saja bocor dan tidak layak, bagaimana masyarakat bisa mendapatkan layanan yang baik?” ujar seorang aktivis dari komunitas kesehatan Mimika. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika terkait rencana renovasi Puskesmas Atuka. Namun masyarakat berharap agar pemerintah segera melakukan peninjauan lapangan dan mengambil langkah konkret. Warga Atuka percaya, dengan perhatian dan tindakan cepat dari pemerintah, pelayanan kesehatan dapat kembali berjalan dengan baik dan masyarakat bisa merasa aman serta nyaman saat berobat.     Penulis: Hendrik Editor: GF 16 Okt 2025, 01:34 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT