Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Seorang Supir Alami Penganiayaan Hingga Tewas, Satgas Ops Damai Cartenz Selidiki Pelaku
Papuanewsonline.com, Yahukimo - Seorang pria bernama Bahar bin Saleh (55) meninggal dunia setelah mengalami penganiayaan berat di halaman Gereja GIDI Siloam, Jalan Poros Logpon Kilometer 4, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada Selasa malam (14/10/2025) sekitar pukul 20.05 WIT.Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., dalam keterangannya mengatakan bahwa korban, yang diketahui merupakan sopir asal Bugis/Makassar, diserang oleh orang tak dikenal (OTK) sesaat setelah tiba di halaman gereja.“Korban tiba-tiba diserang dari arah jalan masuk. Meski sempat berusaha melarikan diri ke area dalam gereja, pelaku tetap mengejar dan melakukan penikaman berulang hingga korban tersungkur,” ungkap Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani.Saksi di lokasi menyebutkan, kepala suku setempat sempat mencoba menghentikan pelaku dengan berteriak, “Jangan, saya kepala suku!”, namun pelaku tetap melanjutkan serangannya.Korban kemudian dilarikan ke RSUD Dekai, namun dinyatakan meninggal dunia akibat luka tusuk parah di bagian perut, dada, dan kepala.Setelah kejadian, tim gabungan Satgas Ops Damai Cartenz dan Polres Yahukimo segera menuju lokasi untuk melakukan pengejaran, penyisiran, serta pengamanan area sekitar gereja.Menurut Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., hasil penyelidikan awal mengindikasikan bahwa pelaku penikaman diduga bagian dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang mengaku dirinya Kodap XVI Yahukimo, yang selama ini aktif melakukan aksinya di wilayah Jalan Poros Logpon KM 4.Diketahui, korban turut membantu persiapan peresmian Gereja GIDI Siloam yang dijadwalkan berlangsung hari ini. Namun akibat peristiwa tragis tersebut, kegiatan peresmian terpaksa ditunda.Pihak kepolisian menyebut insiden ini menjadi bukti nyata kekejaman kelompok KKB, yang terus menebar aksi kejahatan bersenjata tanpa pandang bulu, termasuk di fasilitas kesehatan, pendidikan, dan tempat ibadah. PNO-12
15 Okt 2025, 18:49 WIT
Cegah Konflik, Polsek Leksula Cepat Tanggap Akhiri Permasalahan Lahan Sekolah Desa Mepa
Papuanewsonline.com, Leksula - Kepolisian Sektor (Polsek) Leksula, Polres Buru Selatan, Polda Maluku, bertindak cepat dan tegas dalam menyelesaikan persoalan pemalangan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 05 Desa Mepa, Kecamatan Leksula, yang dilakukan oleh warga pemilik lahan. Melalui langkah mediasi dan penggalangan yang persuasif, permasalahan tersebut berhasil diselesaikan secara damai dan bermartabat pada Selasa, (14 /10/ 2025).Kegiatan mediasi berlangsung di Mapolsek Leksula sekitar pukul 12.00 WIT, dipimpin langsung oleh personel Polsek, dan dihadiri oleh seluruh pihak yang terlibat, antara lain:Kanit Intelkam Polsek Leksula Aiptu Ahmad Wallly, Kanit Reskrim Polsek Leksula Aiptu Edwardus Tato, Bhabinkamtibmas Desa Mepa Bripka Rocky Lappy, Kepala UPTD Kecamatan Leksula Lexi Lesnussa, S.Pd, Kepala Desa Mepa Yolanda Matitale, Kepala Sekolah SMP Negeri 05 Mepa Margaretha Taihatu, Pemilik lahan Petrus Lesnussa dan Wolter Lesnussa, selaku pihak yang sebelumnya melakukan pemalangan.Pemalangan dilakukan oleh Petrus Lesnussa dan Wolter Lesnussa, pemilik lahan tempat berdirinya SMP Negeri 05 Mepa. Keduanya menuntut kejelasan pembayaran lahan yang digunakan sejak pembangunan awal sekolah pada tahun 2023, yang belum mendapatkan kompensasi sebagaimana dijanjikan.Kejadian ini berawal dari adanya pembangunan enam ruang kelas baru pada tahun 2025 di lahan berbeda milik Sander Lesnussa, yang telah menerima pembayaran sebesar Rp50 juta dari pihak sekolah melalui dana DAK Kementerian Pusat.Informasi tersebut memunculkan rasa keberatan dari Petrus dan Wolter yang merasa tidak dihubungi serta belum menerima hak atas penggunaan lahan sebelumnya.Sebagai bentuk protes, keduanya melakukan pemalangan terhadap tiga ruang kelas lama yang berdiri di atas tanah milik mereka.Mendapat laporan adanya tindakan pemalangan, Polsek Leksula segera turun ke lokasi, melakukan penggalangan, klarifikasi, dan mediasi terbuka dengan melibatkan seluruh pihak terkait.Melalui pendekatan restoratif justice yang mengedepankan komunikasi dan musyawarah, akhirnya dicapai kesepakatan bahwa pihak pemilik lahan lama, Petrus Lesnussa dan Wolter Lesnussa, menerima pemberian penghargaan dan ucapan terima kasih sebesar Rp10 juta, yang bersumber masing-masing dari Kepala Sekolah dan Kepala Desa Mepa senilai Rp5 juta.Kedua pihak menyatakan ikhlas menerima kesepakatan tersebut, dan berkomitmen menjaga kondusivitas wilayah.Setelah kesepakatan dicapai, pada pukul 15.30 WIT, pemilik lahan membuka kembali palang sekolah secara sukarela disaksikan oleh aparat kepolisian, perangkat desa, dan pihak sekolah.Pasca-mediasi, aktivitas pendidikan di SMP Negeri 05 Mepa kembali normal. Tidak ditemukan adanya potensi gangguan kamtibmas.Langkah cepat dan profesional Polsek Leksula dinilai berhasil mencegah konflik sosial yang lebih luas serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran Polri di tengah-tengah warga.Kapolres Buru Selatan melalui Kapolsek Leksula menegaskan bahwa Polri akan terus hadir sebagai penegak hukum sekaligus penengah yang adil dalam setiap persoalan masyarakat.“Kami bertindak cepat, tegas, dan tetap mengedepankan cara-cara persuasif. Prinsip kami, setiap persoalan dapat diselesaikan secara damai tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat dan stabilitas keamanan,” tegas Kapolsek Leksula.Beliau menambahkan bahwa penyelesaian kasus ini menjadi contoh penerapan restoratif justice yang efektif di tingkat desa."Langkah ini menunjukkan bahwa Polri tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga menjaga harmoni dan keadilan sosial di tengah masyarakat," ungkapnya.Dengan berakhirnya pemalangan secara damai, Polsek Leksula menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Buru Selatan, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif. PNO-12
15 Okt 2025, 15:02 WIT
Rs Bhayangkara Tk.i Pusdokkes Polri Ikuti Pameran Keterbukaan Informasi Publik
Papuanewsonline.com, Jakarta - Rumah Sakit Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri turut berpartisipasi dalam kegiatan Pameran Keterbukaan Informasi Publik yang diselenggarakan di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa, 14 Oktober hingga Kamis, 16 Oktober 2025, dan menjadi ajang penting dalam memperkuat semangat transparansi serta pelayanan publik di berbagai sektor pemerintahan dan lembaga negara.Acara pembukaan diawali dengan sambutan dari Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP) RI, yaitu Dr. Ir. Donny Yoesgiantoro, M.M., M.P.A., yang menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam mewujudkan keterbukaan informasi sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang baik.Kegiatan kemudian secara resmi dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), yaitu Dr. Ir. Ismail, M.T., yang hadir mewakili Menteri Komunikasi dan Digital. Acara juga diisi dengan sambutan dari Gubernur Lemhannas RI, yaitu Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., Pada hari pertama, pameran ini turut menghadirkan seminar dua sesi dengan tema strategis.• Sesi pertama membahas “Keterbukaan Informasi Sektor Ekonomi Kreatif & Perbankan Menuju Indonesia Emas 2045.”• Sesi kedua mengangkat topik “Energi dan Lingkungan Hidup.”Berbagai lembaga dan instansi turut membuka stan informasi publiknya, termasuk RS Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri, yang hadir memberikan kontribusi melalui layanan pemeriksaan kesehatan gratis, meliputi pemeriksaan tekanan darah (tensi), gula darah, kolesterol, dan asam urat. Selain itu, tim RS Bhayangkara juga memberikan informasi mengenai pelayanan unggulan dan fasilitas penunjang yang tersedia di rumah sakit, sebagai bentuk transparansi dan edukasi kepada masyarakat.Partisipasi RS Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata dukungan terhadap semangat keterbukaan informasi publik dan pelayanan prima, sejalan dengan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, modern, dan terpercaya bagi masyarakat luas. PNO-12
15 Okt 2025, 14:52 WIT
Sambut HUT Ke-54 KORPRI Polri, Bidang Kesjas Korbrimob Gelar Donor Darah
Papuanewsonline.com, Depok - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Polri, Bidang Kesehatan dan Jasmani (Kesjas) Korbrimob Polri menyelenggarakan kegiatan donor darah yang berlangsung di Gedung Fasilitas Umum Lantai 3, Rumah Sakit Bhayangkara Brimob, Kelapadua, Cimanggis, Depok.Kegiatan kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Kabid Kesjas Korbrimob Polri Kombes Pol. Bambang Wiji Asmoro Sadarusalam, dan dihadiri oleh Ketua Dewan Pengurus KORPRI Polri Pembina Utama Muda dr. Niken Manohara, Ketua Panitia HUT Korpri Polri TK. 1 dr. Jekson Surung Simanjuntak, Ketua Sie Bakti Sosial Pembina Utama Muda Dr. Drg. Rike Rayanti, para Dewan Pengurus Korpri Polri, serta Ibu Bhayangkari PG06 Korbrimob Polri.KORPRI merupakan wadah yang berfokus pada peningkatan profesionalisme, persatuan, dan kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN). Tahun ini, KORPRI Polri telah menunjukkan kiprahnya dalam berbagai kegiatan besar, termasuk ajang Pekan Olahraga Nasional (PORNAS) KORPRI XVII 2025 di Palembang, Sumatera Selatan, dengan tema “KORPRI Bersinergi dalam Prestasi.”Dalam amanatnya, Kabid Kesjas menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa karena masih dapat berbuat kebaikan dan memberikan manfaat bagi sesama melalui kegiatan donor darah ini.“Tentunya merupakan suatu kebahagiaan tersendiri tatkala kita masih menjadi hamba yang mampu memberikan manfaat bagi orang lain,” pernyataan Kabid Kesjas.Beliau juga menegaskan bahwa kegiatan donor darah tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-54 KORPRI Polri, tetapi juga bentuk nyata kedekatan Polri dengan masyarakat serta wujud kepedulian terhadap sesama.Menutup amanatnya, Kabid Kesjas menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan donor darah ini.“Semoga apa yang kita lakukan hari ini diridhai oleh Allah SWT, dan kita semua senantiasa diberikan kesehatan jasmani maupun rohani,” lanjutan pernyataan Kabid Kesjas.Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat semangat pengabdian, kepedulian sosial, dan rasa kemanusiaan anggota Polri dalam melayani masyarakat, sejalan dengan semangat Presisi dan nilai-nilai luhur Korps Brimob Polri. PNO-12
15 Okt 2025, 14:37 WIT
Korlantas Polri Siapkan SDM Unggul Hadapi Era BPKB Elektronik
Papuanewsonline.com, Jakarta - Kegiatan Sertifikasi Petugas Penerbit Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) Tahun Anggaran 2025 resmi dibuka pada Selasa (14/10/2025) di Cililitan, Jakarta. Pembukaan dilakukan langsung oleh Kasubdit BPKB Ditregident Korlantas Polri, Kombes Pol Sumardji. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi digital layanan kepolisian, termasuk implementasi BPKB elektronik.Kombes Pol Sumardji menjelaskan bahwa sertifikasi ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi upaya nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.“Kegiatan ini urgensinya adalah bagaimana seluruh anggota bisa mempunyai kompetensi, khususnya di bidang pelayanan BPKB. Karena sekarang pelayanan BPKB sudah tidak konvensional lagi, semuanya sudah digital, mulai dari cek fisik digital, arsip digital, sampai BPKB elektronik,” ujar Kasubdit BPKB Ditregident Korlantas Polri, Kombes Pol Sumardji.Ia menambahkan, pelatihan yang berlangsung selama tujuh hari dan dilanjutkan dengan ujian sertifikasi selama tiga hari ini diharapkan dapat membekali peserta dengan kemampuan yang dapat langsung diterapkan di masing-masing satuan kerja sehingga peningkatan kualitas pelayanan benar-benar dapat dirasakan masyarakat.“Harapannya tentu setelah mendapatkan ilmu, pelatihan, dan diakhiri nanti dengan peningkatan kualitas dengan ujian kompetensi, maka ilmu itu dilaksanakan di masing-masing loket. Bagi perwiranya tentu harus bisa menyalurkan ilmu yang didapat,” tambahnya.Dengan pelatihan dan sertifikasi ini, Korlantas Polri berupaya memastikan seluruh petugas penerbit BPKB siap menghadapi sistem pelayanan digital yang terintegrasi dan lebih efisien, sejalan dengan komitmen Polri untuk memberikan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel. PNO-12
15 Okt 2025, 14:27 WIT
Tragedi di Pedalaman Yahukimo: Guru Yappenda Tewas Dibunuh, Polisi Intensif Lakukan Olah TKP
Papuanewsonline.com, Dekai —
Suasana duka menyelimuti Distrik Holuwon, Kabupaten Yahukimo, pasca pembunuhan
tragis terhadap seorang tenaga guru Yayasan Pendidikan Advent (Yappenda)
bernama Melani Wamea. Korban ditemukan meninggal dunia secara mengenaskan di
sekitar area pemukiman tempatnya mengabdi sebagai pengajar di Sekolah Jhon D.
Wilson, beberapa waktu lalu. Polres Yahukimo bergerak cepat
melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengungkap motif serta
identitas pelaku pembunuhan tersebut. Proses olah TKP dipimpin langsung oleh Ipda
Hariyadi, KBO Sat Intelkam Polres Yahukimo, bersama tim Sat Reskrim yang
diterjunkan dari Dekai. Tim kepolisian harus menempuh
perjalanan udara dari Bandara Nop Goliat Dekai menuju Lapangan Terbang Distrik
Holuwon, mengingat akses darat ke wilayah tersebut sulit ditempuh. Setiba di lokasi, tim gabungan
langsung melakukan pengamanan area dan pengumpulan barang bukti, termasuk
sebuah botol air minum yang ditemukan di dekat jasad korban. Barang bukti
tersebut kini telah diamankan untuk pemeriksaan laboratorium forensik. “Kami langsung melakukan
identifikasi awal, pemeriksaan saksi, serta pengumpulan bukti di lokasi
kejadian. Semua langkah dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi geografis
yang sulit dan keterbatasan akses komunikasi,” ujar Ipda Hariyadi kepada wartawan,
Selasa (14/10/2025). Berdasarkan keterangan salah satu
saksi berinisial AK (35), pelaku diduga berjumlah satu orang dengan ciri-ciri
mengenakan jaket hitam, penutup wajah, dan anting di telinga kiri. Meski
demikian, hingga saat ini pihak kepolisian belum menemukan petunjuk pasti
terkait motif pembunuhan. “Dari hasil penyelidikan awal,
kami belum menemukan indikasi adanya keterlibatan kelompok bersenjata atau
jaringan tertentu. Dugaan sementara, pelaku bertindak sendiri. Namun,
penyelidikan masih terus berlanjut,” terang Ipda Hariyadi. Peristiwa ini mengguncang
masyarakat Distrik Holuwon yang selama ini hidup damai. Para tokoh agama,
kepala kampung, dan perwakilan masyarakat adat segera menggelar pertemuan untuk
mendukung langkah kepolisian dan menenangkan warga. Mereka menegaskan pentingnya
menjaga keamanan serta meminta agar pelayanan publik, termasuk penerbangan
perintis dan kegiatan sekolah, tidak dihentikan akibat kejadian tersebut. “Kami berduka atas kehilangan
guru kami. Ia datang untuk mengajar anak-anak kami. Kami minta agar penerbangan
tetap dibuka dan masyarakat tidak takut. Polisi juga kami dukung untuk
mengungkap pelaku,” ujar salah satu tokoh agama setempat. Meskipun situasi di Holuwon kini dilaporkan
kondusif, aktivitas belajar mengajar di Sekolah Jhon D. Wilson dan beberapa
sekolah terdekat belum kembali normal. Para guru dan siswa masih merasa takut
untuk beraktivitas seperti biasa. “Anak-anak masih trauma. Mereka
kehilangan guru yang mereka cintai dan panutannya,” ujar salah satu warga
setempat. Pihak kepolisian memastikan akan
terus melakukan penjagaan dan patroli rutin di wilayah tersebut untuk menjamin
keamanan masyarakat dan tenaga pendidikan. “Kami berkomitmen mengusut kasus
ini hingga tuntas. Pelaku harus segera ditangkap agar masyarakat tenang dan
pendidikan bisa kembali berjalan,” tegas Ipda Hariyadi. (GF)
15 Okt 2025, 12:48 WIT
Wali Murid di Timika Geruduk SMP Kalam Kudus: Tuntut Keadilan atas Dugaan Rasisme
Papuanewsonline.com, Timika — Suasana
depan SMP Kalam Kudus Timika, Jalan Kudus, Mimika, mendadak tegang pada Senin
pagi. Puluhan orang tua siswa dan warga Papua menggelar aksi damai sebagai
bentuk protes terhadap dugaan tindakan rasisme yang dialami oleh seorang siswi
Papua di sekolah tersebut. Mereka datang membawa sejumlah
poster bertuliskan “Sa Bukan Monyet”, “Stop Rasisme di Sekolah”, hingga “Kami
Ingin Sekolah Tanpa Diskriminasi”. Aksi ini menjadi bentuk kekecewaan para
orang tua terhadap sikap pihak sekolah yang dinilai lamban menanggapi insiden
tersebut. Dugaan rasisme itu terjadi pada Jumat
(10/10/2025) di ruang kelas saat kegiatan belajar berlangsung. Berdasarkan
keterangan keluarga korban, seorang siswa diduga memanggil siswi Papua bernama
Brigita dengan sebutan “monyet” sebanyak tiga kali, bahkan saat wali kelas
masih berada di ruangan. “Saya sangat kecewa dan sakit
hati,” ujar ibu Brigita, saat ditemui di lokasi aksi. “Pendidikan di sini memang bagus,
tapi kalau kami lihat, anak-anak Papua seperti dikucilkan. Kadang anak saya di
dalam kelas tidak punya teman, jadi dia harus keluar cari teman di kelas lain,”
tuturnya dengan mata berkaca-kaca. Sejak kejadian itu, Brigita
dikabarkan trauma dan enggan bersekolah. Sang ibu mengaku telah mencoba
menenangkan anaknya agar bertahan hingga akhir semester, sebelum dipindahkan ke
sekolah lain. “Anak saya bilang, ‘Mama, saya
mau pindah sekolah.’ Tapi saya bilang, sekolah ini mahal, kenapa mau pindah?
Dia jawab, ‘Saya tidak punya teman, Mama’. Jadi kami sepakat tunggu semester
ini selesai dulu baru pindah,” ungkapnya. Para orang tua siswa yang hadir
menegaskan bahwa insiden ini tidak bisa dianggap remeh. Mereka menyebut kasus
tersebut bukan sekadar perundungan (bullying), melainkan tindakan rasisme yang
melukai martabat anak-anak Papua. “Ini bukan soal dibuli, tapi
sudah rasis. Waktu kejadian, anak saya sudah lapor ke wali kelas, tapi cuma
dijawab ‘Sabar, Yana’. Setelah itu, wali kelas keluar dan tidak menanggapi
lagi,” ucap ibu Brigita dengan nada kesal. Massa yang hadir pun mendesak
agar pihak sekolah segera mengambil tindakan tegas terhadap siswa pelaku serta
guru yang dinilai abai dalam menangani laporan tersebut. “Kami minta anak-anak yang
melakukan rasis itu dikeluarkan dari sekolah. Kalau satu wali kelas saja bisa
hancurkan satu kelas, bagaimana kalau ada banyak guru seperti itu?” tegas
seorang perwakilan wali murid lainnya. Dari pantauan lapangan, sejumlah
peserta aksi menyebut bahwa Brigita bukan satu-satunya korban. Beberapa siswa
Papua lain, terutama siswi perempuan, juga disebut mengalami perlakuan
diskriminatif serupa. “Yang paling kena itu anak-anak
perempuan. Mereka pakai perasaan. Setelah dibuli, mereka langsung tidak mau
berangkat sekolah,” tutur salah satu orang tua yang hadir. Kondisi ini, menurut mereka,
mengancam semangat belajar anak-anak Papua yang berjuang menempuh pendidikan di
sekolah swasta bergengsi tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, pihak
keluarga korban mengaku belum menerima permintaan maaf baik dari siswa pelaku
maupun pihak sekolah. “Belum ada permintaan maaf sampai
sekarang. Kami bicara di muka umum supaya semua tahu bahwa kami bukan monyet,
kami manusia sama seperti kalian. Hentikan bully dan rasisme di sekolah ini,”
ujar ibu Brigita lantang. Ia berharap kejadian ini dapat
menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, terutama lembaga pendidikan, agar lebih
peka terhadap isu rasisme dan diskriminasi di lingkungan sekolah. “Kami ingin anak-anak Papua
belajar di lingkungan yang aman dan saling menghargai. Jangan kecilkan mereka,
karena mereka juga punya hak yang sama untuk berhasil,” pungkasnya. Penulis: Abim Editor: GF
15 Okt 2025, 12:43 WIT
Pemkab Mimika Gandeng BPKP Perkuat SPIP: Wabup Kemong Dorong Budaya Kerja Transparan
Papuanewsonline.com, Timika — Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Mimika terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sistem
tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Melalui
kolaborasi strategis dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP),
Pemkab Mimika menggelar kegiatan Pendampingan Penilaian Maturitas
Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi yang
dihadiri oleh para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten
Mimika. Kegiatan tersebut dibuka secara
resmi oleh Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, di Timika, Selasa (14/10/2025).
Dalam sambutannya, Wabup Kemong menegaskan bahwa penerapan SPIP bukan sekadar
kewajiban administratif, melainkan fondasi utama dalam membangun kepercayaan
publik terhadap kinerja pemerintah daerah. “Kehadiran bapak dan ibu hari ini
adalah bukti nyata dari komitmen kita bersama. Ini sinyal positif bahwa seluruh
OPD mendukung penuh terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih,
transparan, dan akuntabel di Kabupaten Mimika,” ujar Wabup Kemong dalam
sambutannya. Wabup Kemong menjelaskan, SPIP
memiliki fungsi vital sebagai sistem pengendalian internal yang berperan
menjaga arah pemerintahan agar tetap berada pada jalur yang benar. Ia
mengibaratkan SPIP seperti sistem imunitas tubuh manusia — ketika kuat, maka
seluruh fungsi pemerintahan dapat berjalan efektif dan terhindar dari
penyimpangan. “SPIP yang matang dan diterapkan
secara konsisten akan menjadi garda terdepan dalam memastikan tujuan organisasi
tercapai, laporan keuangan dapat diandalkan, aset daerah terlindungi, serta
kepatuhan terhadap regulasi tetap terjaga,” tegasnya. Ia menambahkan, keberhasilan SPIP
tidak dapat dicapai hanya oleh satu instansi seperti Inspektorat Daerah saja.
Penguatan sistem ini membutuhkan sinergi menyeluruh dari seluruh perangkat
daerah, mulai dari level pimpinan hingga pelaksana di lapangan. “SPIP bukan hanya sekadar dokumen
atau prosedur administratif. Ini adalah budaya kerja yang harus kita hidupkan
setiap hari. Ia harus terlihat dalam sikap disiplin, keputusan yang berbasis
data, dan tanggung jawab setiap aparatur terhadap hasil kerjanya,” jelas
Kemong. Dalam pelaksanaan kegiatan ini,
Pemkab Mimika menggandeng BPKP sebagai mitra strategis untuk memastikan proses
pendampingan berjalan objektif dan terukur. Kolaborasi ini diharapkan dapat
menghasilkan peta jalan (roadmap) perbaikan yang konkret bagi peningkatan
maturitas SPIP di lingkungan Pemkab Mimika. “Kehadiran BPKP sangat penting,
karena mereka membantu kita menilai, mengarahkan, dan memperkuat setiap aspek
pengendalian internal agar sesuai dengan standar nasional,” ungkap Wabup. Ia juga menekankan bahwa
penerapan SPIP harus dijadikan alat manajemen risiko yang membantu setiap OPD
dalam mencapai target kinerja, bukan sekadar menjadi kegiatan formalitas.
Dengan demikian, SPIP dapat menjadi instrumen efektif dalam mempercepat
terwujudnya pemerintahan yang berorientasi hasil (result oriented government). Melalui penerapan SPIP yang
terintegrasi dan efektif, Pemkab Mimika menargetkan terciptanya birokrasi yang
efisien, bebas dari praktik korupsi, serta memiliki daya respons tinggi
terhadap kebutuhan masyarakat. Wabup Kemong optimistis bahwa
dengan komitmen dan sinergi antarperangkat daerah, Mimika akan mampu menjadi
contoh bagi daerah lain dalam hal penerapan tata kelola yang baik. “Tujuan akhir dari semua ini
adalah menciptakan pelayanan publik yang berkualitas dan meningkatkan
kesejahteraan masyarakat. Jika sistemnya kuat, maka pelayanan pun akan
maksimal,” pungkasnya. Kegiatan ini juga menjadi
momentum penting untuk memperkuat kesadaran seluruh ASN di Mimika bahwa
pengawasan dan pengendalian bukanlah bentuk ketidakpercayaan, tetapi justru upaya
bersama untuk menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap
pemerintah. Penulis: Jid Editor: GF
15 Okt 2025, 03:40 WIT
Wabup Mimika Emanuel Kemong Ajak Wisudawan STIE Jambatan Bulan Jadi Generasi Berintegritas
Papuanewsonline.com, Mimika – Suasana
Gedung Eme Neme Yauware di Jalan Budi Utomo, Timika, terasa khidmat dan penuh
haru pada Selasa (14/10/2025). Ratusan mahasiswa, dosen, dan orang tua memadati
ruangan untuk menghadiri Sidang Senat Terbuka Luar Biasa Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi (STIE) Jambatan Bulan, dalam rangka Wisuda ke-21 Tahun Akademik
2024/2025. Sebanyak 116 wisudawan dan
wisudawati resmi dikukuhkan dalam upacara yang mengusung tema “Berkreasi dan
Berinovasi dengan Harmoni Kecerdasan untuk Karya Berdampak.” Tema ini menjadi
simbol semangat generasi muda Mimika untuk menembus batas dan berkontribusi
nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa. Dalam sambutannya, Wakil Bupati
Mimika, Emanuel Kemong, yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Mimika,
memberikan pesan mendalam kepada seluruh lulusan. Ia menegaskan bahwa
keberhasilan yang diraih hari ini bukan hanya hasil dari kecerdasan akademik,
melainkan juga buah dari kerja keras, ketekunan, dan dukungan keluarga. “Atas nama Pemerintah Kabupaten
Mimika, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para
wisudawan dan wisudawati. Keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras,
ketekunan, kesabaran, serta doa yang tulus dari keluarga dan para pendidik,” ujar
Kemong disambut tepuk tangan hadirin. Lebih lanjut, Wabup Kemong
menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan menimba ilmu, tetapi
awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdi kepada masyarakat.
Menurutnya, dunia kerja dan masyarakat menantikan kehadiran generasi muda yang
tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas tinggi. “Dunia kerja, dunia usaha, dan
lingkungan masyarakat menunggu kontribusi nyata dari generasi terdidik. Karena
ilmu tanpa karakter hanyalah pengetahuan yang hampa,” tegasnya. Dalam kesempatan tersebut, Wabup
Kemong menyoroti pesatnya perkembangan teknologi digital dan transformasi
ekonomi yang menuntut generasi muda untuk terus beradaptasi. Ia mengingatkan
bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan nilai moral, etika, dan
integritas pribadi agar tidak tersesat dalam arus globalisasi. “Kita hidup di era digital yang
serba cepat. Dunia membutuhkan anak-anak muda yang berpikir terbuka,
berintegritas, mampu berkolaborasi, dan berani menghadapi tantangan baru,”
katanya. Kemong juga berpesan agar para
lulusan tidak melupakan jati diri dan budaya lokal Papua, serta menjadikan
nilai-nilai tersebut sebagai kekuatan dalam bersaing di tingkat nasional maupun
internasional. “Jaga nama baik almamater,
banggakan keluarga, dan jadilah generasi yang membawa perubahan positif bagi
Mimika, Papua Tengah, dan Indonesia,” tambahnya. Ketua STIE Jambatan Bulan dalam
laporannya menyampaikan, wisuda ke-21 ini menjadi bukti nyata konsistensi
kampus dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten di bidang ekonomi,
manajemen, dan kewirausahaan. Melalui pendekatan akademik yang
inovatif dan berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal, STIE Jambatan Bulan
berkomitmen untuk mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga
mampu menjadi pelaku pembangunan di daerahnya masing-masing. “Kami ingin lulusan STIE Jambatan
Bulan tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan
menjadi agen perubahan di masyarakat,” ujar salah satu pimpinan STIE Jambatan. Acara wisuda berlangsung dengan
penuh suka cita. Para orang tua tampak haru saat nama putra-putri mereka
dipanggil ke atas panggung untuk menerima ijazah. Sorak-sorai, tangis bahagia,
dan doa mengiringi setiap langkah para lulusan yang kini siap menapaki dunia
baru. Dengan diwisudanya 116 mahasiswa
dari program Sarjana (S1) dan Diploma (D3), STIE Jambatan Bulan kembali
menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan yang aktif berkontribusi dalam
pembangunan sumber daya manusia di Papua Tengah. Pemerintah daerah berharap, para
lulusan tidak hanya menjadi tenaga profesional di bidang ekonomi, tetapi juga
menjadi pemimpin masa depan yang jujur, inovatif, dan berjiwa pengabdian. Penulis: Jid
Editor: GF
15 Okt 2025, 03:35 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru