logo-website
Rabu, 01 Jul 2026,  WIT

TPNPB Klaim Warga Sipil Tewas Ditembak Aparat Militer di Tolikara

Seorang warga sipil bernama Alias Papuagen alias Korona Penggu (19) meninggal dunia setelah diduga ditembak aparat militer Indonesia.

Papuanewsonline.com - 01 Jul 2026, 00:30 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Korona Penggu (19), warga Kampung Kimuggu, Distrik Telenggeme, Kabupaten Tolikara, meninggal dunia

Papuanewsonline.com, Tolikara — Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengklaim seorang warga sipil bernama Alias Papuagen alias Korona Penggu (19), warga Kampung Kimuggu, Distrik Telenggeme, Kabupaten Tolikara, meninggal dunia setelah diduga ditembak aparat militer Indonesia.

Dalam siaran pers yang diterima pada Selasa (30/6/2026), Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyebut peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (27/6/2026) di kawasan Puncak Mega Kubu Belela, Kabupaten Tolikara.

Menurut Sebby, laporan yang diterima dari PIS TPNPB menyebut korban diduga ditembak oleh aparat militer Indonesia.

"Aparat militer Indonesia telah menembak mati seorang pria atas nama Alias Papuagen atau biasa disebut Korona Penggu, pria berusia 19 tahun, selaku warga sipil yang berasal dari Kampung Kimuggu, Distrik Telenggeme, Kabupaten Tolikara," tulis Sebby Sambom dalam siaran persnya.

TPNPB juga mengklaim jasad korban sempat dibuang ke dalam hutan. Setelah mendengar suara tembakan, warga disebut mendatangi lokasi kejadian dan menemukan korban telah meninggal dunia dengan luka tembak. Selanjutnya, warga mengevakuasi jenazah untuk menjalani prosesi kremasi di kampung halamannya.


Menanggapi peristiwa tersebut, Sebby Sambom meminta pemerintah menghentikan tindakan penembakan terhadap warga sipil di Papua.

"Kami menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Panglima TNI Agus Subiyanto agar menghentikan penembakan terhadap warga sipil di seluruh Tanah Papua selama operasi militer yang berlangsung di kampung-kampung," ujarnya.

Selain itu, TPNPB juga meminta Palang Merah Internasional dan lembaga-lembaga hak asasi manusia internasional melakukan investigasi terhadap dugaan pelanggaran HAM dan dampak konflik bersenjata di Tanah Papua.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun instansi berwenang terkait klaim yang disampaikan TPNPB dalam siaran pers tersebut.


Penulis: Bim
Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE