Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Densus 88 Gandeng Mantan Petinggi HTI Perkuat Ketahanan Ideologi di Kampus UIN Ambon
Papuanewsonline.com, Ambon - Upaya pencegahan penyebaran ideologi intoleran dan radikal di lingkungan pendidikan terus diperkuat. Tim Cegah Satgaswil Maluku Densus 88 Antiteror Polri menggandeng mantan petinggi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Dr. Rida Hesti Ratnasari, M.Si., CRGP, sebagai narasumber dalam One Day Seminar bertema “Pencegahan Bahaya Ideologi yang Mengancam NKRI dan Kemanusiaan sebagai Manifestasi Kurikulum Cinta.”Kegiatan yang digelar di Auditorium UIN A.M. Sangadji Ambon, Jumat (17/10/2025) itu menghadirkan sekitar 1.000 peserta dari kalangan civitas akademika, pelajar, dan tokoh pendidikan di Maluku. Seminar ini merupakan bagian dari kerja sama strategis antara Densus 88 AT Polri dan UIN A.M. Sangadji Ambon dalam memperkuat ketahanan ideologi di dunia pendidikan.Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Rektor UIN A.M. Sangadji Ambon Dr. Abidin Wakano, M.Ag., Ketua MUI Provinsi Maluku Drs. Abdullah Latuapo, jajaran pimpinan universitas, serta sejumlah kepala sekolah dan perwakilan Kementerian Agama Kota Ambon.Dalam sambutannya, IPTU Irawan Rumasoreng selaku Ketua Tim Cegah Satgaswil Maluku Densus 88 AT Polri, mewakili Kasatgaswil Maluku KBP I Wayan Sukarena, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.“Kegiatan ini merupakan bagian dari vaksinasi ideologis bagi generasi muda agar tidak terpapar paham intoleran, radikal, ekstrem, dan terorisme. Kita ingin memastikan dunia pendidikan menjadi benteng utama keutuhan NKRI dan nilai kemanusiaan,” ujar IPTU Irawan.Ia juga memberikan apresiasi kepada Rektor UIN Ambon dan Ketua MUI Maluku atas sinergi yang kuat dengan Densus 88, serta kepada Dr. Rida Hesti Ratnasari yang kini aktif berkolaborasi dalam program pencegahan ideologi radikal di kalangan akademisi.Sementara itu, Rektor UIN A.M. Sangadji Ambon, Dr. Abidin Wakano, M.Ag., menegaskan pentingnya kolaborasi dengan aparat penegak hukum dalam membangun lingkungan kampus yang inklusif dan bebas dari paham ekstrem.“Kurikulum Cinta yang digagas Kementerian Agama RI menanamkan nilai-nilai cinta, kedamaian, dan kemanusiaan. Melalui kerja sama dengan Densus 88, kami ingin menjadikan kampus sebagai ruang yang melahirkan generasi cinta tanah air dan anti kekerasan,” ungkapnya.Dalam pemaparannya, Dr. Rida Hesti Ratnasari, yang pernah menjadi petinggi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), memberikan perspektif mendalam tentang cara kerja infiltrasi ideologi radikal di kalangan muda. Ia menjelaskan konsep “Conveyor Belt”, yaitu proses bertahap yang menjerumuskan seseorang dari pemahaman intoleran hingga ekstrem dan terlibat dalam aksi teror.“Paham intoleran dan radikal sering berawal dari ketidaktahuan. Mahasiswa harus mampu menjadi benteng yang cerdas, toleran, dan cinta tanah air,” tegas Dr. Rida.Ia juga menyoroti peran media sosial sebagai lahan subur penyebaran ideologi radikal, serta menjelaskan tentang daya lenting Hizbut Tahrir yang masih bergerak secara sembunyi meski telah dibubarkan secara resmi oleh pemerintah.Melalui kegiatan ini, Densus 88 dan UIN A.M. Sangadji Ambon menegaskan komitmen bersama dalam membangun “ketahanan ideologi nasional” di lingkungan pendidikan. Seminar ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menumbuhkan generasi muda yang humanis, nasionalis, dan religius, sekaligus menutup ruang gerak penyebaran paham-paham yang mengancam keutuhan NKRI.“Kampus bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga arena pembentukan karakter bangsa. Melalui kolaborasi ini, kami ingin membangun benteng ideologis yang kuat bagi Indonesia,” pungkas IPTU Irawan.Bersama Menjaga NKRI dari Bahaya Ideologi Intoleran dan Terorisme.” PNO-12
17 Okt 2025, 18:42 WIT
Polres Seram Bagian Timur Tanggapi Isu Pembegalan di Teluk Waru Hoaks
Papuanewsonline.com, Teluk Waru - Kepolisian Resor Seram Bagian Timur (Polres SBT) menegaskan kabar yang beredar di media sosial tentang adanya aksi pembegalan terhadap kendaraan angkutan Bula–Teluk Waru di Desa Mer, Kecamatan Teluk Waru, Kamis (15/10/2025), tidak benar alias hoaks.Informasi tersebut sempat viral di Facebook dan menimbulkan kekhawatiran warga, terutama pengguna jalur Bula–Teluk Waru. Namun, hasil penyelidikan dan klarifikasi Polsek Bula, Polres SBT, menunjukkan bahwa kejadian tersebut hanyalah kesalahpahaman antara pengemudi kendaraan dan sejumlah siswa yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi.Kapolsek Bula Iptu Izaak Tahapary menjelaskan, sekitar pukul 19.00 WIT, sejumlah siswa SMK Negeri 4 Kabupaten SBT yang tengah menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PT Mergo Argo Subur keluar dari semak-semak di sekitar jembatan Kali Mer untuk mencari sayur.“Pada saat bersamaan, mobil angkutan umum Bula–Teluk Waru melintas. Karena kondisi gelap, pengemudi kaget melihat ada beberapa orang keluar dari semak-semak menggunakan senter ponsel, lalu langsung tancap gas. Dari situlah muncul kesalahpahaman,” jelasnya.Salah seorang penumpang kendaraan, Tina, turut mengklarifikasi kabar yang sempat ia sampaikan di media sosial.“Memang ada orang keluar dari semak-semak, tapi setelah dicek ternyata siswa SMK 4 yang PPL di perusahaan tebu. Karena gelap dan kami tidak kenal, kami kira begal. Jadi isu begal itu tidak benar,” ujarnya.Tina juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kabupaten Seram Bagian Timur, terutama warga Teluk Waru, atas keresahan yang sempat muncul akibat kesalahpahaman tersebut.“Saya minta maaf, masyarakat tidak perlu takut bepergian ke Teluk Waru. Tidak ada aksi pembegalan,” tambahnya.Kapolres Seram Bagian Timur AKBP Alhajat, S.I.K. melalui Kapolsek Bula Iptu Izaak Tahapary, mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.“Kami minta masyarakat tetap tenang, jangan terprovokasi isu yang belum jelas, dan segera laporkan ke polisi bila menemukan potensi gangguan kamtibmas,” tegasnya.Polres Seram Bagian Timur memastikan akan terus hadir memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif di wilayah hukum Kabupaten Seram Bagian Timur. PNO-12
17 Okt 2025, 18:31 WIT
Polda Maluku Pastikan Program Makan Bergizi Polri Berjalan Sesuai Standar
Papuanewsonline.com, Ambon – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) Polri yang dicanangkan untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak usia sekolah. Melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Maluku, sebanyak 3.465 ompreng makanan bergizi disalurkan kepada pelajar dari jenjang Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Ambon.Kegiatan pengawasan dan distribusi makanan bergizi tersebut dilaksanakan pada Kamis, (16/10/2025), di bawah pengawasan langsung Kabid Propam Polda Maluku, Kombes Pol Indera Gunawan, S.I.K.Hasil pengawasan menunjukkan seluruh tahapan pelaksanaan program berjalan sesuai dengan standar gizi, perencanaan menu, serta alur penyiapan dan penyaluran yang telah ditetapkan oleh Polri.“Dari hasil pengecekan, seluruh komponen program Makan Bergizi Polri di wilayah Polda Maluku telah memenuhi standar yang ditetapkan. Menu, gizi, hingga proses distribusinya berlangsung tertib, higienis, dan tepat sasaran,” ujar Kombes Pol Indera Gunawan, S.I.K.Program ini menjangkau ribuan siswa dari 17 sekolah di wilayah Ambon. Distribusi dilakukan dalam dua sesi:Pengantaran pagi (08.00–11.00 WIT): sebanyak 2.322 ompreng untuk siswa TK dan sekolah pagi.Termasuk di antaranya TK Bhayangkari, SD Negeri 23 Ambon, SMP Negeri 9 Lateri Ambon, dan SMK Jaya Negara.Pengantaran siang (12.00–14.00 WIT): sebanyak 1.240 ompreng untuk sekolah yang beroperasi pada jam siang, seperti SD Negeri 1 Galala Ambon dan SMP Negeri 9 Lateri Ambon.Total keseluruhan mencapai 3.465 ompreng makanan bergizi, disiapkan dan disalurkan langsung oleh tim dapur SPPG Polda Maluku.Menu yang disajikan terdiri dari kombinasi bahan pangan bergizi seimbang, meliputi nasi putih, tumis buncis dan tahu, ayam kari, perkedel jagung, serta buah anggur sebagai pelengkap vitamin.Kombinasi ini dirancang untuk memastikan kebutuhan karbohidrat, protein, dan vitamin anak-anak terpenuhi dengan baik, mendukung pertumbuhan serta konsentrasi belajar di sekolah.Selama kegiatan pengawasan, seluruh proses berjalan dengan tertib, aman, dan kondusif. Polda Maluku memastikan bahwa kegiatan ini bukan hanya pemenuhan administrasi program, tetapi juga bentuk nyata kepedulian Polri terhadap kesejahteraan dan masa depan generasi muda Maluku.“Program Makan Bergizi Polri adalah wujud nyata kepedulian Polri terhadap tumbuh kembang anak bangsa. Kami memastikan pelaksanaannya sesuai standar agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tutup Kombes Pol Indera Gunawan.Program Makan Bergizi Polri merupakan inisiatif nasional yang digagas oleh Polri untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak Indonesia, meningkatkan kesehatan, dan mencegah kekurangan gizi di kalangan pelajar. Melalui kolaborasi lintas satuan, program ini menjadi salah satu langkah strategis Polri dalam memperkuat peran sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat. PNO-12
17 Okt 2025, 11:50 WIT
Brimob Polda Maluku Kukuhkan Jabatan Baru Batalyon C Pelopor
Papuanewsonline.com, Tual - Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Maluku terus memperkuat soliditas dan kesiapan operasional melalui regenerasi kepemimpinan. Pada Kamis (16/10/2025) pukul 11.00 WIT, Komandan Batalyon C Pelopor, Kompol Rudi W. Muskitta, S.Sos., S.H., M.H., memimpin Upacara Pengukuhan Jabatan Danki 1 dan Serah Terima Jabatan Pasi Ops di lapangan Markas Komando Batalyon C Pelopor, Tual.Upacara berlangsung dengan khidmat, tertib, dan aman, diikuti oleh seluruh personel Batalyon C Pelopor. Pengukuhan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat struktur komando dan memastikan keberlanjutan kinerja satuan dalam menjawab tantangan tugas ke depan.Dalam sambutannya, Kompol Rudi W. Muskitta menegaskan bahwa proses regenerasi jabatan merupakan bagian dari pembinaan personel yang berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalisme dan efektivitas organisasi.“Kepemimpinan adalah keterampilan praktis yang mencakup kemampuan memimpin organisasi. Diharapkan para perwira yang dikukuhkan dapat membawa ide-ide baru, gagasan segar, serta langkah-langkah kreatif dan inovatif dalam menjalankan roda organisasi di Batalyon C Pelopor,” ujar Kompol Rudi.Komandan Batalyon juga menyampaikan apresiasi dan harapan kepada dua perwira yang dikukuhkan, yakni IPTU Agus Lunthe sebagai Danki 1 Batalyon C Pelopor, dan AKP Anggiat Uli Matorang Manullang sebagai Pasi Ops Batalyon C Pelopor.“Saya harapkan agar keduanya dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan penuh dedikasi, menjadi teladan bagi anggota, serta meningkatkan kemampuan operasional satuan dalam setiap pelaksanaan tugas,” imbuhnya.Melalui pengukuhan ini, Korps Brimob Polda Maluku diharapkan semakin siap menghadapi berbagai tantangan strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, baik di wilayah Maluku maupun secara nasional.Upacara pengukuhan jabatan ini menjadi bagian dari komitmen Polri, khususnya Korps Brimob, untuk terus memperkuat kualitas sumber daya manusia dan memperkokoh soliditas satuan dalam menjawab dinamika keamanan yang semakin kompleks. PNO-12
17 Okt 2025, 09:34 WIT
Kapolri Hadiri Kompolnas Award: Polri Tak Antikritik, Komitmen Terus Perbaiki Diri!
Papuanewsonline.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan bahwa, Polri bukanlah institusi yang antikritik. Korps Bhayangkara selalu menerima saran dan masukan untuk dijadikan bahan evaluasi guna menjadi polisi yang diharapkan serta dicintai oleh rakyat. Hal tersebut disampaikan Sigit saat memberikan sambutan dan menyerahkan penghargaan di acara Kompolnas Award tahun 2025 di Hotel Merlyn Park, KH. Hasyim Ashari, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (16/10/2025)."Kegiatan ini wujud nyata bahwa Polri adalah Institusi yang terbuka Dan tidak antikritik. Serta menjadikan setiap masukan sebagai sarana evaluasi," kata Sigit dalam sambutannya. Khusus pemenang maupun nominator, Sigit menginstruksikan bahwa, award tersebut harus dijadikan pemacu semangat guna meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat. "Bagi yang belum terpilih segera lakukan evaluasi serta tunjukkan komitmen untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas. Sehingga dapat menghadirkan pelayanan publik yang lebih nyata dan bermanfaat," ujar Sigit. Lebih dalam, Sigit memastikan, Polri dan Kompolnas akan terus meningkatkan sinergisitas ke depannya. Sehingga diharapkan, dengan terus berkomitmen memperbaiki diri, Polri bisa menjadi institusi yang semakin diharapkan oleh khalayak luas. "Kemitraan antara Polri Dengan Kompolnas dapat terus ditingkatkan sehingga dapat mendukung terwujudnya Polri yang humanis, menjunjung tinggi HAM, semakin dekat dan dicintai masyarakat," tutup Sigit. PNO-12
17 Okt 2025, 09:26 WIT
Operasi TNI Berhasil Lumpuhkan Kelompok Bersenjata di Intan Jaya
Papuanewsonline.com, Intan Jaya — Suasana
di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, kini mulai berangsur kondusif setelah Komando
Operasi Habema Kogabwilhan III berhasil menindak kelompok bersenjata yang
diduga terlibat dalam sejumlah gangguan keamanan di wilayah tersebut.
Operasi yang digelar pada Kamis (16/10/2025) ini berlangsung di Kampung
Soanggama, Distrik Homeyo, dan dipimpin langsung oleh Panglima Komando Operasi
Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto. “Operasi ini dilakukan untuk
menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Papua Tengah,” ujar
Mayjen TNI Lucky Avianto dalam keterangannya kepada awak media. Pasukan TNI yang tergabung dalam
operasi tersebut berhasil menguasai markas kelompok bersenjata di perbukitan
Soanggama. Dari hasil penyisiran di lokasi, ditemukan sejumlah barang bukti
yang memperkuat indikasi aktivitas kelompok itu, di antaranya perlengkapan
lapangan, alat komunikasi, dokumen penting, dan beberapa barang lain yang
digunakan untuk kegiatan logistik. Operasi berlangsung dengan pendekatan
terukur dan hati-hati guna menghindari jatuhnya korban dari masyarakat sipil.
Setelah situasi aman terkendali, aparat langsung berkoordinasi dengan pemerintah
daerah dan aparat kampung setempat untuk memastikan keamanan warga tetap
terjaga. Keberhasilan operasi ini mendapat
sambutan positif dari masyarakat sekitar. Warga Kampung Soanggama menyatakan rasa
lega dan syukur atas kehadiran TNI yang berhasil memulihkan keamanan di wilayah
mereka setelah sempat dilanda ketegangan akibat aktivitas kelompok bersenjata. Beberapa kepala desa di Distrik
Homeyo bahkan telah menyerahkan sebagian lahan kepada TNI untuk dijadikan pos
pengamanan tetap, agar stabilitas keamanan dapat terus dijaga dan aktivitas
masyarakat kembali berjalan normal. “Sekarang kami bisa beraktivitas
dengan lebih tenang. Anak-anak sudah mulai bersekolah lagi, dan warga bisa
berkebun tanpa rasa takut,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat. Panglima Komando Operasi Habema, Mayjen
TNI Lucky Avianto, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen
TNI dalam menciptakan Papua yang aman, damai, dan sejahtera. Ia juga menegaskan
bahwa setiap operasi di wilayah Papua dilaksanakan dengan pendekatan humanis
dan profesional, mengutamakan keselamatan warga sipil di atas segalanya. “Kami berkomitmen menciptakan
Papua yang aman, damai, dan sejahtera. Operasi ini bukan hanya soal menindak
kelompok bersenjata, tetapi juga memastikan masyarakat bisa hidup dalam rasa
aman dan bebas dari ancaman,” tegasnya. Operasi Habema sendiri merupakan
bagian dari upaya berkelanjutan Kogabwilhan III untuk menegakkan stabilitas di
wilayah Papua Tengah, terutama di daerah yang masih rawan gangguan bersenjata. Penulis: Hendrik Editor: GF
17 Okt 2025, 03:37 WIT
Bupati Dogiyai Resmikan Pembangunan Gudang Penampungan Hasil Pertanian
Papuanewsonline.com, Dogiyai — Pemerintah
Kabupaten Dogiyai melalui Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Dogiyai resmi
memulai pembangunan gudang penampungan hasil pertanian pada Kamis (16/10/2025).
Acara ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Dogiyai, Yudas
Tebai, S.Pd., sebagai simbol dimulainya proyek strategis yang diharapkan mampu
mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sektor pertanian. Kegiatan berlangsung di lokasi
pembangunan yang terletak di wilayah pusat pertanian Dogiyai dan dihadiri oleh
jajaran pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta perwakilan kelompok tani. Acara
ini juga disambut dengan antusias oleh masyarakat setempat yang melihat
pembangunan gudang tersebut sebagai harapan baru bagi petani lokal untuk
memiliki fasilitas penyimpanan yang memadai. Dalam sambutannya, Bupati Dogiyai
Yudas Tebai menyampaikan apresiasi tinggi kepada Dinas Koperasi dan UKM atas
inisiatif dan kerja keras dalam mewujudkan program pembangunan ini. Ia menilai,
pembangunan gudang penampungan hasil pertanian menjadi langkah konkret
pemerintah daerah dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya
para petani di Dogiyai. “Dengan adanya gudang penampungan
hasil pertanian, kita berharap hasil bumi Dogiyai dapat tersalurkan secara
lebih baik ke daerah lain yang membutuhkan. Ini akan meningkatkan pendapatan
petani dan menggerakkan roda ekonomi lokal,” ujar Bupati Yudas dalam
sambutannya. Ia juga menambahkan, kehadiran
fasilitas ini akan membantu petani dalam mengurangi kerugian pascapanen, yang
selama ini sering terjadi akibat keterbatasan tempat penyimpanan dan akses
distribusi ke pasar. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung
pengembangan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian
Dogiyai. Menurut Kepala Dinas Koperasi dan
UKM Kabupaten Dogiyai, pembangunan gudang ini merupakan bagian dari program
penguatan infrastruktur ekonomi rakyat, yang juga sejalan dengan misi
pemerintah daerah untuk membangun kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. Gudang penampungan hasil
pertanian tersebut nantinya akan berfungsi tidak hanya sebagai tempat
penyimpanan hasil panen, tetapi juga sebagai pusat distribusi dan pengelolaan
komoditas unggulan Dogiyai, seperti ubi jalar, sayuran, dan hasil kebun
lainnya.
Dengan fasilitas yang memadai, para petani diharapkan dapat menjaga kualitas
hasil panen, memperpanjang masa simpan, serta memperoleh harga jual yang lebih
kompetitif. “Kami ingin petani Dogiyai tidak
lagi kesulitan menjual hasil panen mereka. Dengan adanya gudang ini, semua
hasil bumi bisa tersimpan dengan baik sebelum disalurkan ke pasar yang lebih
luas,” ungkap Kepala Dinas Koperasi dan UKM Dogiyai dalam kesempatan terpisah. Pembangunan gudang penampungan
ini menjadi terobosan penting dalam program pembangunan ekonomi daerah Dogiyai.
Fasilitas tersebut juga akan dilengkapi dengan sistem manajemen berbasis
kelompok tani agar pengelolaan dilakukan secara partisipatif dan transparan. Selain menjadi tempat
penyimpanan, gudang ini diharapkan dapat berfungsi sebagai pusat pelatihan dan
pemberdayaan petani, di mana para petani bisa mendapatkan pembinaan terkait teknik
pascapanen, manajemen hasil, hingga strategi pemasaran produk pertanian. Bupati Yudas menegaskan bahwa
proyek ini tidak hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga sebagai bentuk investasi
jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat Dogiyai.
“Kita ingin memastikan bahwa setiap hasil kerja keras petani Dogiyai
benar-benar memberi manfaat ekonomi yang nyata. Gudang ini adalah simbol
kebangkitan ekonomi masyarakat kita,” tutupnya. Penulis: Hendrik Editor: GF
17 Okt 2025, 03:34 WIT
Satpol PP Kabupaten Dogiyai Gelar Rapat Evaluasi Bulanan
Papuanewsonline.com, Dogiyai – Dalam
upaya meningkatkan kinerja dan memperkuat koordinasi antarpegawai, Dinas Satuan
Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Dogiyai menggelar rapat evaluasi
bulanan di ruang rapat utama kantor Satpol PP, pada Kamis (16/10/2025).
Rapat yang dimulai pukul 09.30 WIT ini berlangsung tertib dan penuh semangat,
dihadiri oleh pejabat struktural dan fungsional, termasuk para kepala bidang,
kepala seksi, serta staf pelaksana. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi
pencapaian kinerja selama sebulan terakhir, membahas realisasi anggaran program,
serta mengidentifikasi tantangan dan hambatan lapangan yang perlu segera
ditindaklanjuti. Dalam sambutannya, Kepala Dinas
Satpol PP Kabupaten Dogiyai, Yohanes Mote, menegaskan pentingnya evaluasi rutin
sebagai sarana introspeksi dan peningkatan mutu kerja.
“Rapat evaluasi bulanan ini sangat penting untuk dilakukan secara konsisten
agar kita dapat mengetahui sejauh mana capaian kinerja, mengidentifikasi
kendala, serta menentukan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Satpol PP
memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga ketertiban umum dan ketentraman
masyarakat, sehingga setiap personel dituntut untuk bekerja dengan disiplin,
profesional, dan penuh tanggung jawab. “Kita bukan hanya penegak perda,
tetapi juga pelayan masyarakat. Karena itu, kualitas pelayanan harus terus kita
tingkatkan,” tegas Yohanes. Selain membahas kinerja personel,
rapat juga fokus pada evaluasi realisasi anggaran triwulan yang menjadi dasar
perencanaan kegiatan berikutnya. Tim keuangan dan perencanaan memaparkan
capaian program, termasuk kegiatan patroli rutin, penegakan peraturan daerah,
serta operasi penertiban yang telah dilakukan selama bulan September hingga
Oktober 2025. Dalam sesi diskusi, beberapa
peserta rapat menyampaikan kendala teknis di lapangan, seperti keterbatasan
sarana patroli dan koordinasi lintas instansi yang masih perlu diperkuat.
Menanggapi hal tersebut, Yohanes Mote menekankan pentingnya komunikasi internal
dan sinergi antarbidang, agar setiap hambatan dapat segera diatasi tanpa
mengganggu kinerja pelayanan publik. “Kita akan terus memperkuat
kolaborasi, baik di internal Satpol PP maupun dengan instansi lain, agar setiap
kegiatan berjalan efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya. Menutup rapat, seluruh peserta
menyepakati pentingnya menjaga semangat kerja dan komitmen bersama di bawah
semboyan “Aman, Damai, Sehat Selalu.”
Motto ini bukan sekadar slogan, tetapi juga menjadi semangat moral bagi seluruh
jajaran Satpol PP Dogiyai dalam menjalankan tugas di lapangan — mulai dari
pengamanan kegiatan masyarakat, penegakan perda, hingga penanganan situasi
darurat di wilayah kabupaten. Kepala Dinas berharap hasil
evaluasi ini dapat menjadi tolok ukur dalam menyusun rencana kerja berikutnya,
sekaligus memastikan setiap program Satpol PP benar-benar memberikan manfaat
nyata bagi masyarakat Dogiyai. “Evaluasi ini bukan sekadar
formalitas, tetapi refleksi atas kerja keras kita semua. Mari kita jadikan
hasilnya sebagai dasar untuk melangkah lebih baik ke depan,” tutup Yohanes
Mote. Penulis: Hendrik Editor: GF
17 Okt 2025, 03:29 WIT
Buntut Penculikan dan Persekusi Wartawan, Koordinator KKJ Indonesia Akan Tiba di Timika
Papuanewsonline.com, Timika- Koordinator Komite Keslamatan Jurnalis (KKJ) Erik Tanjung memastikan akan mengawal semua tahapan proses hukum tentang dugaan penculikan dan persekusi terhadap 4 orang Wartawan Media Papuanewsonline.com yang terjadi di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.Koordinator KKJ Indonesia Erik Tanjung mengaku sesuai jadwal dalam waktu dekat akan tiba di Kabupaten Mimika." Benar, Kami akan turun langsung ke Mimika untuk mengawal semua tahapan proses hukum terhadap para terduga yang melakukan penculikan dan persekusi terhadap 4 wartawan Papuanewsonline.com," ujar Koordinator KKJ Erik Tanjung melalui sambungan telepon selulernya, Kamis (16/10/2025).Erik menyebutkan selain mengawal proses hukum yang sementara berjalan, KKJ juga akan mengagendakan kegiatan treaning keslamatan bagi jurnalis yang kerap mendapat intimidasi maupun ancaman." Perlindungan jurnalis sangat penting untuk memastikan kebebasan pers, transparansi dan akuntabilitas sehingga, keslamatan jurnalis menjadi tanggungjawab semua pihak, baik Pemerintah maupun aparat penegak hukum," Jelasnya.Kata Dia, Jurnalis sebagai penjaga demokrasi tidak boleh ditindak sewenang-wenang seperti pembunuhan, penculikan, penyandaraan dan kekerasan baik secara fisik maupun psikis." Pemerintah memiliki tanggungjawab untuk melindungi jurnalis dengan memastikan kebebasan pers, sebagaimana diatur baik di dalam hukum Internasional maupun Nasional, sehingga kepastian penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan terhadap jurnalis harus diusut tuntas," Tegasnya.Diketahui Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) mengecam keras serangkaian tindakan persekusi, intimidasi, pengancaman dengan kekerasan, hingga pemaksaan menandatangani surat pernyataan yang dilakukan oleh Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Rian Oktaria, beserta sejumlah anggotanya terhadap empat jurnalis Papuanewsonline.com.Peristiwa yang mencederai kebebasan pers ini terjadi di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, pada Jumat 3 Oktober 2025, dan berlangsung hingga Sabtu dini hari. Tindakan brutal aparat penegak hukum ini merupakan serangan langsung terhadap kerja jurnalistik dan demokrasi.Kronologi KejadianRangkaian intimidasi bermula ketika penanggung jawab Papuanewsonline.com, Ifo Rahabav, memenuhi surat pemanggilan pemeriksaan, Nomor: 8/616/X/2025/Reskrim di Polres Mimika pada Jumat malam, pukul 19.30 WIT, terkait laporan polisi tentang dugaan pencemaran nama baik.Ifo Rahabav dipanggil guna memberikan keterangan terkait Laporan Polisi (LP) Nomor: LP/B/522/IX/2024/Polres Mimika/Polda Papua, berkaitan dengan dugaan pencemaran nama baik oleh Suto Rontini pada Media Redaksi Papuanewsonline.com berjudul "Diduga Kadistrik Jita Merasa Super Karena ada Irwada Polda Papua Kombes Jeremias Rontini" yang telah terbit pada 18 Juli 2025.1. Ancaman Verbal di Polres: Saat Ifo diperiksa, Kasat Reskrim AKP Rian Oktaria sempat memasuki ruangan, kemudian keluar dengan amarah dan melontarkan kalimat ancaman di hadapan dua jurnalis lain (Zidan dan Abimanyu) yang menunggu di luar: "Ini malam panjang, lama-lama sa tembak kepala."2. Teror Melalui Telepon: Setelah pemeriksaan selesai, Ifo mengonfirmasi ancaman tersebut kepada AKP Rian Oktaria melalui WhatsApp. Kasat Reskrim kemudian menelepon Ifo dengan melontarkan makian dan tantangan berkelahi: "Anjing kamu di mana, mari kita duel satu lawan satu ayo, kita dua sendiri saja setan, kamu di mana."3. Penjemputan Paksa: Saat Ifo dan ketiga rekannya berada di kantor redaksi Papuanewsonline.com, sekitar tengah malam, mereka didatangi oleh belasan anggota polisi yang dipimpin oleh AKP Rian Oktaria. Keempat jurnalis dipaksa masuk ke dalam mobil berbeda setelah seluruh telepon genggam mereka disita.4. Intimidasi Fisik dan Psikis di Mapolres: Setibanya kembali di halaman Polres Mimika sekitar pukul 00:00 WIT, keempat jurnalis mengalami intimidasi berat hingga subuh: * Mereka berulang kali ditantang berkelahi oleh Kasat Reskrim. "Saya ini orang Mabes, saya ini asli dari kesatuan, kalian mau liat saya punya psikopat muncul ya?" * Ancaman dilakukan menggunakan senjata tajam. "Ada parang dan pisau di mobil saya, kalau kalian tidak mau duel ya kita baku potong." * Dua jurnalis, Abimanyu dan Zidan, ditarik ke tengah lapangan untuk dipaksa berduel. * Mereka dihina secara verbal dengan kata-kata kasar seperti "anjing" secara berulang-ulang.5. Pemaksaan Penandatanganan Pernyataan: Sekitar pukul 05.00 WIT, setelah diintimidasi selama berjam-jam, keempat jurnalis dipaksa membuat dan menandatangani surat pernyataan di atas meterai. Isinya antara lain adalah permintaan maaf serta janji untuk menghapus berita berjudul "Bakar Lilin di Mabes Polri, GMPKK Minta Kapolri Copot Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Mimika" dan tidak lagi mempublikasikan berita negatif tentang Kapolres dan Kasat Reskrim Mimika.Tindakan yang dilakukan oleh oknum aparat Polres Mimika ini adalah bentuk penyalahgunaan wewenang yang brutal dan merupakan pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, khususnya Pasal 18 ayat (1) yang melarang siapa pun menghalang-halangi kerja jurnalistik dengan ancaman pidana penjara 2 tahun atau denda Rp500 juta.Sikap dan Tuntutan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ)Atas peristiwa ini, KKJ menyatakan sikap dan mendesak:1. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Papua Tengah untuk segera mengusut tuntas kasus ini secara transparan, menindak tegas, dan memproses hukum baik secara pidana maupun etik terhadap Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Rian Oktaria dan seluruh anggota yang terlibat.2. Kapolri untuk segera mencopot AKP Rian Oktaria dari jabatannya sebagai Kasat Reskrim Polres Mimika karena telah menunjukkan perilaku yang tidak profesional, mengancam keselamatan warga sipil, dan mencoreng nama baik institusi Polri.3. Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk proaktif memberikan perlindungan fisik dan psikologis kepada keempat jurnalis yang menjadi korban, demi menjamin keselamatan mereka selama proses hukum berjalan.4. Seluruh pimpinan institusi negara, khususnya TNI/Polri, untuk memastikan anggotanya menghormati hukum dan memahami peran pers sebagai pilar demokrasi. Impunitas terhadap pelaku kekerasan terhadap jurnalis harus diakhiri. 5. Seluruh pihak diimbau agar menempuh mekanime yang telah diatur UU Pers jika terjadi sengketa pemberitaan, seperti hak jawab/koreksi atau mengadu ke Dewan Pers. KKJ akan terus mengawal kasus ini. Kekerasan terhadap jurnalis adalah teror terhadap kebebasan berekspresi dan hak publik atas informasi.Komite Keselamatan Jurnalis dideklarasikan di Jakarta pada 5 April 2019 sebagai aliansi strategis untuk melawan impunitas atas kasus kekerasan terhadap jurnalis. Komite ini terdiri dari 11 organisasi pers dan organisasi masyarakat sipil, yaitu: Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers, SAFEnet, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Federasi Serikat Pekerja Media Independen (FSPMI), Amnesty International Indonesia, Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (SINDIKASI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan Pewarta Foto Indonesia (PFI).Narahubung:Erick Tanjung, Koordinator KKJ IndonesiaNany Afrida, AJI IndonesiaNenden Sekar Arum, SAFEnetNurina Safitri, Amnesty International IndonesiaMustafa Layong, LBH PersMuhammad Isnur, YLBHI.(Red)Editor: Gf
17 Okt 2025, 00:03 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru