logo-website
Sabtu, 11 Apr 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Anev Program Kerja Bersama, Wakapolda Maluku: Wujudkan Polri Presisi di Daerah Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah (Polda) Maluku terus memperkuat langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola kepolisian yang efektif dan berdampak bagi masyarakat. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) Program Kerja Bersama yang dipimpin langsung oleh Wakapolda Maluku, Brigjen Pol Imam Thobroni, S.I.K., M.H., bertempat di Ruang Vicon Lantai 2 Mapolda Maluku, Rabu (22/10/2025) pukul 13.30 WIT.Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Maluku, antara lain Karoops, Karorena, Kabid TIK, serta para operator dan tim kerja Program Kerja Bersama. Sementara para Kapolres dan Kapolresta jajaran mengikuti kegiatan ini secara virtual dari masing-masing wilayah melalui fasilitas video conference.Dalam arahannya, Wakapolda Maluku Brigjen Pol Imam Thobroni menegaskan bahwa kegiatan Anev ini merupakan instrumen penting untuk memastikan seluruh program kerja yang telah ditetapkan oleh Kapolda Maluku berjalan efektif, terukur, dan tepat sasaran.“Program prioritas ini bukan sekadar dokumen administratif, melainkan panduan strategis bagi seluruh satuan kerja dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, menjaga stabilitas keamanan, serta mendukung program pembangunan pemerintah daerah,” tegas Brigjen Thobroni.Lebih lanjut, Wakapolda menjelaskan bahwa empat fokus utama Program Prioritas Polda Maluku menjadi bahasan utama dalam kegiatan Anev kali ini, yakni:Bersama menjamin keselamatan dan keamanan masyarakat, dengan memperkuat sinergitas antara fungsi operasional dan pembinaan masyarakat.Pelayanan kepolisian dan penegakan hukum yang prima, berbasis profesionalitas dan keadilan.Peran aktif mendukung program pemerintah, khususnya dalam peningkatan kesejahteraan dan ketahanan sosial masyarakat Maluku.Pembinaan sumber daya kepolisian guna membentuk personel yang bermoral, profesional, modern, dan humanis.Wakapolda juga menekankan pentingnya penguatan sistem pengawasan dan evaluasi kinerja di setiap satuan fungsi agar program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia mengingatkan agar setiap pimpinan satuan lebih proaktif dalam menemukan solusi atas hambatan di lapangan dan memperkuat koordinasi lintas fungsi untuk mencapai target kinerja optimal.“Seluruh capaian yang sudah diperoleh agar terus ditingkatkan, dan terhadap kendala yang muncul di lapangan segera dilakukan langkah-langkah korektif. Anev ini menjadi ruang refleksi dan penegasan kembali arah kebijakan Polda Maluku menuju Polri yang Presisi,” ujar Brigjen Pol Imam Thobroni.Melalui kegiatan Anev ini, Polda Maluku meneguhkan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional dan adaptif terhadap dinamika sosial masyarakat, sejalan dengan semangat Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) yang menjadi arah kebijakan Polri di seluruh Indonesia. PNO-12 24 Okt 2025, 07:08 WIT
Tupoksi Tepat, Pelayanan Lebih Cepat! Pemkab Mimika Gelar FGD Perangkat Daerah Papuanewsonline.com, Timika — Pemerintah Kabupaten Mimika terus memperkuat tata kelola pemerintahan dengan melakukan pembenahan terhadap tugas pokok dan fungsi (tupoksi) setiap perangkat daerah. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan asistensi penyempurnaan tupoksi yang digelar oleh Bagian Organisasi Tata Laksana (Ortal) Sekretariat Daerah Kabupaten Mimika di Ballroom Hotel Grand Tembaga, Timika, pada Rabu (23/10/2025). Kegiatan tersebut dihadiri oleh para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pejabat struktural, dan tim reformasi birokrasi dari Provinsi Papua. FGD ini menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan kembali peran, fungsi, serta tanggung jawab tiap perangkat daerah agar lebih efektif dan efisien dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Mewakili Bupati Mimika, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Evert Lukas Hindom, dalam sambutannya menegaskan bahwa penyusunan dan penyempurnaan tupoksi bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi sebuah langkah fundamental dalam membangun birokrasi yang profesional dan adaptif terhadap perubahan zaman. “Kita ingin memastikan bahwa struktur pemerintahan Mimika berjalan dengan efisien, efektif, dan tepat sasaran. Setiap OPD harus memahami perannya secara jelas, tidak tumpang tindih, dan mampu bergerak cepat dalam merespons kebutuhan masyarakat,” ujar Evert. Ia menambahkan bahwa dengan tupoksi yang tersusun secara akurat, koordinasi antarperangkat daerah akan semakin solid dan sinergis. Hal ini akan berdampak langsung pada peningkatan kecepatan, kualitas, dan akuntabilitas pelayanan publik. “Tupoksi yang kuat dan terukur akan menciptakan pelayanan publik yang lebih cepat dan tepat. Masyarakat tidak perlu lagi bingung ke mana harus mengadu atau mengurus keperluan tertentu karena setiap OPD memiliki batas kewenangan yang jelas,” tegasnya. Kegiatan FGD juga diisi dengan sesi diskusi mendalam antar-OPD yang membahas tumpang tindih kewenangan, ketidaksesuaian struktur, serta kebutuhan penyesuaian terhadap regulasi baru pasca-pembentukan Provinsi Papua Tengah. Kabag Reformasi Birokrasi Provinsi Papua, Jack Yakob Okoka, yang turut hadir sebagai narasumber, memberikan apresiasi atas inisiatif Pemkab Mimika menggelar forum tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini masih jarang dilakukan di banyak kabupaten di Papua dan mencerminkan keseriusan Mimika dalam menata tata kelola pemerintahan yang modern dan transparan. “Kabupaten Mimika kini berada di bawah wilayah administrasi Provinsi Papua Tengah, sehingga penyempurnaan tupoksi menjadi sangat penting untuk menyesuaikan dengan kebijakan dan struktur kelembagaan yang baru,” jelas Jack. Ia juga menekankan pentingnya pembaruan regulasi yang selaras dengan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2022 tentang Pembentukan Provinsi Papua Tengah, agar struktur pemerintahan daerah tidak mengalami ketimpangan atau tumpang tindih kewenangan. FGD ini tidak hanya menjadi forum teknis, tetapi juga wadah refleksi bagi seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan semangat kolaborasi dan profesionalisme. Para peserta secara aktif menyampaikan masukan, berdiskusi, dan berbagi pengalaman lapangan untuk menemukan solusi terbaik dalam penyusunan tupoksi yang relevan dengan kondisi nyata di lapangan. Evert Lukas Hindom berharap hasil dari FGD ini dapat menjadi pijakan nyata dalam memperkuat struktur organisasi Pemkab Mimika, sekaligus memastikan setiap perangkat daerah memiliki arah kerja yang jelas dan terukur. “Kita ingin membangun birokrasi yang tidak hanya tertib aturan, tetapi juga tangkas dalam melayani masyarakat. FGD ini adalah momentum untuk memperbaiki hal-hal mendasar agar pelayanan publik Mimika benar-benar unggul dan berdaya saing,” pungkasnya. Penulis: Jidan Editor: GF   24 Okt 2025, 00:31 WIT
E-Unggul Hadir! Layanan Beasiswa di Mimika Kini Lebih Transparan dan Efisien Papuanewsonline.com, Timika — Pemerintah Kabupaten Mimika terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas layanan publik, terutama di sektor pendidikan. Melalui kolaborasi dengan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), Pemkab Mimika resmi meluncurkan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Berbasis Elektronik (E-Unggul), sebuah platform digital yang dirancang untuk mengelola program beasiswa secara transparan, efisien, dan akuntabel. Langkah ini menandai babak baru dalam tata kelola pendidikan di Mimika, di mana digitalisasi diharapkan mampu meminimalisir potensi penyimpangan, mempercepat proses administrasi, serta memastikan bantuan pendidikan tersalurkan tepat sasaran. Seminar awal implementasi E-Unggul untuk bidang Pembangunan Manusia digelar di ruang rapat Bappeda Mimika pada Jumat (17/10/2025). Acara tersebut dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Inosensius Yoga Pribadi, yang hadir mewakili Bupati Mimika, Yohannes Rettob. Turut hadir Kepala Bappeda Mimika, Yohana Paliling, serta Deputi YPMAK Bidang Perencanaan Program Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi, Billy Korwa. Dalam sambutannya, Inosensius Yoga Pribadi menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu prioritas utama Pemkab Mimika dalam periode pembangunan 2025–2029. Ia menyoroti bahwa selama ini pengelolaan beasiswa masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterlambatan administrasi, kurangnya transparansi data penerima, dan lemahnya akuntabilitas dalam penyaluran dana. “Kami menyadari bahwa pendidikan adalah fondasi utama kemajuan daerah. Karena itu, sistem yang modern dan transparan seperti E-Unggul sangat penting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar sampai kepada penerima yang berhak,” ujar Inosensius. Ia juga menambahkan bahwa sistem ini merupakan bagian dari transformasi digital pemerintahan daerah (SPBE), yang tidak hanya meningkatkan efisiensi birokrasi, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran pendidikan. Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Mimika, Regina Wenda, menjelaskan bahwa sistem E-Unggul dirancang untuk mengintegrasikan seluruh data penerima manfaat beasiswa dari berbagai sumber, termasuk beasiswa pemerintah daerah dan program bantuan pendidikan lainnya. “Melalui sistem ini, proses verifikasi penerima akan dilakukan secara lebih cepat, berbasis data valid, dan dapat dipantau secara terbuka oleh pihak terkait,” jelas Regina. Ia menambahkan, sistem ini juga akan memudahkan proses evaluasi dan pelaporan, sehingga pemerintah dapat memantau dampak program beasiswa terhadap peningkatan angka partisipasi pendidikan di Mimika. Deputi YPMAK Bidang Perencanaan Program Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi, Billy Korwa, menyatakan bahwa YPMAK siap memberikan dukungan teknis dan berbagi pengalaman dalam pengelolaan program beasiswa berbasis data. “Selama ini YPMAK telah mengelola berbagai program beasiswa dan pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat sistem dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di Mimika,” ujar Billy. Sementara itu, Ketua Aliansi Pemuda Kamoro, Rafel, memberikan apresiasi terhadap inisiatif digitalisasi ini. Menurutnya, E-Unggul adalah langkah maju menuju pemerintahan yang lebih terbuka, efisien, dan berpihak pada masyarakat. “Kami berharap sistem ini juga dapat memberi ruang bagi masyarakat untuk ikut mengawasi dan memastikan bahwa bantuan pendidikan benar-benar tepat sasaran,” ujarnya. Penerapan sistem E-Unggul di Mimika menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat lokal dalam memajukan pendidikan berbasis teknologi. Ke depan, Pemkab Mimika berencana memperluas implementasi sistem ini ke sektor lain, seperti kesehatan dan ekonomi, untuk membangun pemerintahan daerah yang semakin modern dan responsif terhadap kebutuhan rakyat. Dengan digitalisasi tata kelola beasiswa ini, diharapkan tidak ada lagi hambatan administratif, sehingga generasi muda Mimika dapat tumbuh sebagai sumber daya manusia unggul, berdaya saing, dan mampu membawa perubahan positif bagi Papua. Penulis: Jidan Editor: GF   24 Okt 2025, 00:29 WIT
Pemprov Papua dan Pemkab Yapen Kolaborasi Bangun PLTMH Ramah Lingkungan di Hutan Lindung Papuanewsonline.com, Jayapura — Pemerintah Provinsi Papua terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan energi terbarukan yang ramah lingkungan. Wujud nyata dari komitmen tersebut terlihat melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang memanfaatkan potensi sumber daya alam dari kawasan hutan lindung. Kerja sama tersebut resmi dijalankan melalui penandatanganan dua Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Papua dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen, yang digelar di Jayapura, Selasa (21/10/2025). Dua proyek PLTMH tersebut masing-masing akan dibangun di Kampung Ausem, Distrik Pulau Yerui, dan Kampung Soromasen, Distrik Yapen Utara, Kabupaten Kepulauan Yapen. Kedua lokasi ini merupakan wilayah terpencil yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses listrik. Dalam sambutannya, Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy, menegaskan bahwa pembangunan PLTMH ini tidak hanya berorientasi pada penyediaan energi, tetapi juga harus memperhatikan prinsip keberlanjutan dan kelestarian lingkungan. “Dengan adanya kerja sama ini, kami menegaskan bahwa kawasan hutan yang digunakan untuk pembangunan PLTMH tetap harus dijaga kelestariannya. Masyarakat dan pemerintah daerah wajib memastikan bahwa tidak ada aktivitas yang merusak lingkungan di kawasan tersebut,” ujar Bupati Arisoy. Ia juga menambahkan bahwa keberadaan listrik dari PLTMH diharapkan dapat memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat, terutama di kampung-kampung terpencil yang belum tersentuh jaringan listrik konvensional. “Kehadiran listrik akan membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan pendidikan, dan memperbaiki kualitas hidup warga di kampung-kampung sekitar,” tambahnya. Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua, Aries Toteles Ap, menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya Pemkab Yapen dalam mewujudkan energi bersih yang memanfaatkan sumber daya lokal secara bijak. “Kami mendukung langkah Pemkab Yapen karena ini merupakan contoh sinergi yang baik antara pelestarian hutan dan pemanfaatan hasilnya bagi kepentingan masyarakat. PLTMH ini adalah bukti bahwa pembangunan berkelanjutan bisa berjalan beriringan dengan konservasi,” ungkap Aries. Ia menjelaskan, pembangunan PLTMH tidak hanya memberi manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wujud nyata implementasi kebijakan energi hijau dan pengurangan emisi karbon di Provinsi Papua. “Harapannya, proyek ini bisa menjadi model percontohan bagi kabupaten lain di Papua dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan dan bertanggung jawab,” tambahnya. Program PLTMH di Yapen ini juga diharapkan menjadi langkah awal menuju kemandirian energi desa. Dengan kapasitas listrik yang cukup, masyarakat dapat mengembangkan usaha kecil, menghidupkan sektor ekonomi lokal, dan memperkuat ketahanan energi daerah. Kerja sama ini mencerminkan semangat “Pembangunan Hijau Papua”, di mana pembangunan infrastruktur tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan, tetapi justru memperkuat harmoni antara manusia dan alam. Penulis: Jidan Editor: GF   24 Okt 2025, 00:26 WIT
Gubernur Papua Dukung Penuh Audit BPK dan Ajak ASN Serta BUMD Bersikap Terbuka Papuanewsonline.com, Jayapura — Pemerintah Provinsi Papua menunjukkan komitmen kuat terhadap tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel dengan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Provinsi Papua. Pelaksanaan audit tersebut secara resmi dimulai melalui kegiatan Entry Meeting yang dihadiri langsung oleh Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, bersama jajaran pejabat eselon II, perwakilan BUMD, dan tim auditor BPK RI. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat budaya kerja yang jujur, terbuka, dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan publik. Dalam sambutannya, Gubernur Mathius D. Fakhiri menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan audit BPK, sembari mengajak seluruh perangkat daerah dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Papua untuk bersikap kooperatif serta terbuka terhadap proses pemeriksaan. “Audit ini bukan sekadar formalitas atau rutinitas tahunan. Ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan hukum kita sebagai penyelenggara pemerintahan untuk memastikan setiap rupiah uang rakyat digunakan dengan benar, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Papua,” ujar Fakhiri. Gubernur menegaskan bahwa pelaksanaan audit merupakan amanat konstitusi, sebagaimana tercantum dalam Pasal 23 ayat (5) UUD 1945, dan diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang BPK, yang memberikan kewenangan kepada lembaga tersebut untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara secara menyeluruh. Kepala Perwakilan BPK RI Papua dalam pemaparannya menyampaikan bahwa audit tahun ini akan difokuskan pada tiga agenda utama, yakni: Pemeriksaan Kinerja Ketahanan Pangan — untuk mengevaluasi sejauh mana kebijakan, strategi, serta program Pemerintah Provinsi Papua dalam mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan selama tahun anggaran 2020 hingga semester I tahun 2025. Pemeriksaan Kepatuhan atas Belanja Daerah — yang akan mencakup audit terhadap penggunaan APBD tahun anggaran 2024 hingga Triwulan III 2025, guna memastikan setiap kegiatan pembangunan berjalan sesuai prinsip efisiensi, efektivitas, dan transparansi. Pemeriksaan Kepatuhan Operasional BUMD, dengan fokus utama pada PT Irian Bhakti Papua, untuk menilai sejauh mana perusahaan daerah tersebut menerapkan prinsip good corporate governance dalam operasionalnya. Dalam arahannya, Gubernur Fakhiri menekankan bahwa pemeriksaan oleh BPK tidak boleh dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai sarana introspeksi dan pembelajaran bagi seluruh jajaran pemerintah daerah. “Kita harus menjadikan hasil audit sebagai cermin untuk memperbaiki diri. Jika ada catatan dari BPK, segera tindaklanjuti dengan langkah-langkah perbaikan. Karena pada akhirnya, tujuan kita adalah membangun pemerintahan yang bersih, transparan, dan dipercaya publik,” tegas Fakhiri. Ia juga mengingatkan seluruh pimpinan OPD agar memberikan dukungan penuh kepada tim auditor, termasuk dengan menyediakan data, dokumen, serta akses informasi yang lengkap dan tepat waktu. Selain itu, Gubernur berharap agar hasil audit nantinya dapat menjadi dasar untuk memperkuat sistem pengawasan internal serta memperbaiki mekanisme perencanaan dan pelaksanaan anggaran, agar tidak terjadi penyimpangan yang dapat merugikan daerah. Pelaksanaan audit BPK RI ini menjadi bagian penting dari upaya Pemprov Papua mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas tinggi. Dengan pengawasan yang baik dan komitmen kuat dari seluruh jajaran ASN, diharapkan pengelolaan keuangan daerah dapat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat, peningkatan pelayanan publik, serta efektivitas pembangunan daerah. “Kami ingin agar Papua dikenal bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena tata kelola pemerintahannya yang transparan dan akuntabel. Ini adalah wujud nyata semangat reformasi birokrasi yang terus kami dorong,” pungkas Gubernur Fakhiri menutup sambutannya. Penulis: Jid Editor: GF 24 Okt 2025, 00:23 WIT
Pemprov Papua Gandeng OJK dan Perbankan Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kolaborasi KUR Papuanewsonline.com, Jayapura — Pemerintah Provinsi Papua terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Melalui kerja sama strategis dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lembaga perbankan nasional, Pemprov Papua kini gencar mendorong realisasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi rakyat di Bumi Cenderawasih. Momentum penting itu ditandai dengan Acara Akad Massal KUR Nasional Tahun 2025, yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Kantor Gubernur Papua, Jayapura, pada Selasa (21/10/2025). Acara tersebut melibatkan lebih dari 800.000 debitur secara nasional, dengan 145 pelaku UMKM Papua ikut berpartisipasi mewakili berbagai sektor produktif seperti pertanian, perikanan, perdagangan tradisional, serta industri rumahan. Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen menegaskan bahwa program KUR bukan sekadar penyaluran modal usaha, tetapi juga merupakan upaya komprehensif untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat Papua. “Pemerintah tidak hanya mendorong masyarakat untuk mengakses kredit, tetapi juga memastikan adanya pendampingan, pelatihan, serta fasilitasi pemasaran, agar pelaku UMKM di Papua semakin kuat dan mandiri,” ujar Aryoko Rumaropen di hadapan peserta akad massal. Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan OJK menjadi kunci dalam memastikan penyaluran KUR tepat sasaran, sekaligus membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. Dengan demikian, setiap pelaku usaha kecil tidak hanya mendapatkan akses permodalan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengelola dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Menurut Aryoko, potensi ekonomi Papua sangat besar, terutama di sektor-sektor berbasis sumber daya alam seperti pertanian, peternakan, perikanan, dan kerajinan lokal. Namun, sebagian besar pelaku usaha masih menghadapi kendala modal dan minimnya literasi keuangan. Program KUR diharapkan menjadi jembatan antara perbankan dan masyarakat akar rumput, sehingga pelaku UMKM tidak lagi bergantung pada sumber pembiayaan informal yang sering kali memberatkan. “Kami ingin agar setiap pelaku usaha di kampung-kampung, di pasar-pasar, dan di daerah pesisir dapat merasakan manfaat langsung dari program KUR ini. Dengan modal usaha yang terarah dan pendampingan yang kuat, Papua bisa tumbuh menjadi daerah dengan basis ekonomi rakyat yang kokoh,” jelas Aryoko. Selain pembiayaan produktif, Pemprov Papua juga mendorong agar perbankan memperluas akses layanan digital dan program literasi keuangan di wilayah pedalaman dan pesisir, agar masyarakat lebih memahami cara mengelola kredit dan mengembangkan usaha kecil dengan bijak. Untuk memastikan efektivitas program, Pemprov Papua akan memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mengawasi penyaluran serta pemanfaatan dana KUR di lapangan. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang disalurkan digunakan secara produktif dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Selain itu, pemerintah juga berencana meluncurkan program pembinaan UMKM berbasis wilayah adat, yang melibatkan dinas teknis, perguruan tinggi, serta lembaga pendamping ekonomi lokal. “Kami ingin agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam pertumbuhan ekonomi Papua. Kemandirian ekonomi lokal harus menjadi visi bersama kita,” tegas Wagub Aryoko. Dengan diselenggarakannya Akad Massal KUR Tahun 2025 ini, pemerintah berharap semangat kewirausahaan masyarakat Papua semakin tumbuh. Program KUR diharapkan menjadi cetak biru kebangkitan ekonomi Papua, yang tidak hanya bergantung pada sektor tambang, tetapi juga mengandalkan kekuatan ekonomi rakyat yang produktif dan mandiri. Acara ini juga menjadi momentum penting bagi pelaku usaha mikro untuk naik kelas, dengan memanfaatkan dukungan pembiayaan dan pendampingan yang berkelanjutan dari pemerintah dan perbankan. “Kita ingin Papua tidak hanya dikenal karena kekayaan alamnya, tetapi juga karena masyarakatnya yang kreatif, mandiri, dan sejahtera,” tutup Aryoko.   Penulis: Jid Editor: GF 24 Okt 2025, 00:17 WIT
Tujuh Kepala Suku dan Lembaga P2MA PTP Nyatakan Dukungan kepada Frans Pigome untuk Pimpin PTFI Papuanewsonline.com, Timika — Dinamika kepemimpinan di tubuh PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali menjadi sorotan setelah Lembaga Pemberdayaan dan Perlindungan Masyarakat Adat Papua Tambang (P2MA PTP) bersama tujuh kepala suku besar di wilayah Mimika menyampaikan dukungan resmi kepada Frans Pigome untuk menjabat sebagai Presiden Direktur PTFI. Pernyataan dukungan ini disampaikan secara terbuka melalui pertemuan adat di Timika, yang dihadiri oleh tokoh adat, masyarakat, dan perwakilan pemuda dari wilayah yang terdampak langsung oleh aktivitas pertambangan Freeport. Dukungan tersebut dianggap sebagai aspirasi moral dan politik masyarakat adat Papua, yang menuntut agar posisi pimpinan tertinggi perusahaan tambang terbesar di Indonesia itu diisi oleh putra asli Papua. Ketua P2MA PTP Ruben Kobogau bersama Sekretaris Jenderal Yonas Magai dalam pernyataannya menegaskan bahwa dukungan ini tidak sekadar merupakan dorongan personal terhadap Frans Pigome, melainkan bentuk komitmen masyarakat adat untuk memperjuangkan representasi orang asli Papua (OAP) di posisi strategis perusahaan yang selama puluhan tahun beroperasi di tanah mereka. “Kami, tujuh kepala suku yang wilayah adatnya bersinggungan langsung dengan aktivitas tambang Freeport, menilai bahwa sudah saatnya putra asli Papua memimpin perusahaan ini. Kami percaya Frans Pigome memiliki kapasitas, pengalaman, dan integritas untuk membawa Freeport menjadi perusahaan yang berkeadilan bagi rakyat Papua,” ujar Ruben Kobogau, didampingi Yonas Magai. Pernyataan tersebut disambut hangat oleh para kepala suku yang hadir. Mereka menegaskan bahwa dukungan ini mencerminkan semangat Otonomi Khusus Papua, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang perubahan atas UU Nomor 21 Tahun 2001. Dalam pandangan masyarakat adat, Frans Pigome dipandang sebagai figur yang memahami dinamika sosial, ekonomi, dan budaya Papua secara menyeluruh. Ia dinilai mampu menjadi jembatan antara perusahaan dan masyarakat lokal, sekaligus membawa visi pembangunan berkelanjutan yang berpihak pada kesejahteraan orang asli Papua. “Kami melihat sosok Frans Pigome sebagai pemimpin yang mampu mempersatukan semua pihak. Ia bukan hanya representasi OAP, tetapi juga simbol harapan agar Freeport lebih manusiawi dan berpihak pada masyarakat sekitar tambang,” ungkap salah satu kepala suku yang turut menandatangani pernyataan dukungan. Selain soal kepemimpinan, para tokoh adat juga menyoroti pentingnya perubahan paradigma dalam pengelolaan hasil tambang agar manfaat ekonomi yang dihasilkan tidak hanya dirasakan oleh segelintir pihak, melainkan juga oleh masyarakat adat di wilayah operasi. Melalui momentum ini, P2MA PTP menekankan perlunya penguatan kebijakan afirmatif di bidang ketenagakerjaan, pendidikan, dan pengelolaan lingkungan di area operasi Freeport. Mereka mendorong agar perusahaan memberi ruang lebih luas bagi tenaga kerja OAP, meningkatkan pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri tambang, serta menjalankan program pelestarian lingkungan yang transparan dan berkelanjutan. “Freeport beroperasi di tanah Papua selama puluhan tahun. Sudah saatnya manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak asli negeri ini — bukan hanya dalam bentuk bantuan sosial, tapi juga pemberdayaan yang nyata,” kata Yonas Magai. Menurutnya, keberadaan Frans Pigome di posisi puncak akan menjadi tonggak sejarah baru dalam perjuangan masyarakat adat Papua untuk mendapatkan keadilan ekonomi dan pengakuan politik di sektor strategis nasional. Dalam pernyataan penutup, para tokoh adat dan pimpinan P2MA PTP menyerukan agar Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Papua, dan manajemen PTFI mendengarkan aspirasi ini dengan penuh tanggung jawab. Mereka menilai, dukungan terhadap Frans Pigome bukan semata dorongan politik, melainkan seruan moral bangsa agar pembangunan di Papua dilakukan dengan mengutamakan partisipasi dan kepemimpinan lokal. “Kami tidak ingin hanya menjadi penonton di tanah sendiri. Kami ingin ikut menentukan arah masa depan Papua, termasuk dalam perusahaan besar seperti Freeport. Dukungan kami kepada Frans Pigome adalah simbol dari harapan itu,” ujar Ruben Kobogau tegas. Pertemuan adat tersebut diakhiri dengan doa bersama dan penandatanganan dokumen pernyataan dukungan dari tujuh kepala suku besar, yang menjadi bagian dari wilayah terdampak langsung aktivitas PTFI. (GF) 23 Okt 2025, 14:20 WIT
Gebyar Sadar Pajak Daerah 2025: Pemerintah Kabupaten Mimika Teguhkan Komitmen Pembangunan Papuanewsonline.com, Timika — Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pajak sebagai sumber utama pembangunan daerah, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menggelar Gebyar Sadar Pajak Daerah Kabupaten Mimika Tahun 2025. Kegiatan tahunan ini menjadi wadah apresiasi bagi para wajib pajak teladan yang dinilai berperan aktif dan taat dalam memenuhi kewajiban pajaknya. Selain itu, acara ini juga dirancang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. Dalam cuplikan video, Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan bahwa pajak memiliki peran vital dalam menopang pembangunan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur hingga pelayanan publik. Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada masyarakat dan pelaku usaha yang telah menunjukkan kepatuhan dan kontribusi nyata melalui pembayaran pajak tepat waktu. “Pajak kuat, Mimika hebat — itulah semangat yang ingin kita bangun bersama. Karena dengan kesadaran membayar pajak, pembangunan di Mimika dapat terus berjalan dan memberi manfaat bagi seluruh masyarakat,” ujar Bupati Johannes Rettob. Menurutnya, kegiatan seperti Gebyar Sadar Pajak bukan hanya bentuk penghargaan, tetapi juga sarana edukasi publik untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap proses pembangunan daerah. “Setiap rupiah pajak yang dibayarkan adalah investasi bagi masa depan Mimika,” tambahnya. Sementara itu, Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong menyoroti pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap aspek pembangunan daerah, termasuk dalam hal kepatuhan pajak. Ia menjelaskan bahwa pada acara puncak Gebyar Sadar Pajak 2025, Bapenda akan melaksanakan pengundian hadiah menarik bagi wajib pajak dari berbagai sektor seperti hotel, restoran, hiburan, serta Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Selain itu, pemerintah juga menyiapkan penghargaan khusus bagi Wajib Pajak Teladan, yang dinilai memiliki tingkat kepatuhan dan kontribusi tinggi dalam mendukung pendapatan asli daerah (PAD). “Kami berharap apresiasi ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat dan pelaku usaha lainnya untuk terus patuh membayar pajak, karena pajak yang dibayarkan hari ini akan kembali dalam bentuk pembangunan yang kita nikmati bersama,” ungkap Wakil Bupati. Rangkaian kegiatan Gebyar Sadar Pajak 2025 dibuka dengan Bapenda Fun Run 7K, sebuah ajang olahraga yang menggabungkan semangat kebugaran dengan edukasi pajak. Ratusan peserta dari berbagai kalangan — mulai dari ASN, pelaku usaha, pelajar, hingga masyarakat umum — turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifa, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang bukan hanya sebagai lomba lari, tetapi juga sebagai kampanye sadar pajak yang lebih dekat dan menyenangkan. “Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk berolahraga sambil menumbuhkan semangat sadar pajak. Karena pajak bukan hanya kewajiban, tetapi juga kontribusi nyata bagi kemajuan Mimika,” kata Dwi Cholifa. Selain Fun Run, Bapenda juga menyiapkan pameran layanan pajak, stand informasi digital, serta sosialisasi mengenai inovasi pembayaran pajak online, yang memudahkan masyarakat dalam melaksanakan kewajiban pajak tanpa harus datang langsung ke kantor. Gebyar Sadar Pajak Daerah 2025 tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat transparansi dan kepercayaan publik terhadap sistem perpajakan daerah. Melalui inovasi digitalisasi dan pelayanan yang lebih cepat, pemerintah berupaya menciptakan pengalaman positif bagi para wajib pajak. Bupati Johannes Rettob menegaskan, keberhasilan pembangunan Mimika tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh tingkat partisipasi masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak. “Kami ingin menjadikan Mimika sebagai contoh daerah yang mampu membangun dengan kekuatan sendiri, dari dan untuk masyarakatnya,” ujar Bupati. Dengan meningkatnya kepatuhan pajak, Pemerintah Kabupaten Mimika optimis target pendapatan daerah tahun 2025 dapat tercapai bahkan melampaui ekspektasi. Melalui Gebyar Sadar Pajak Daerah 2025, Pemerintah Kabupaten Mimika menunjukkan komitmen bahwa setiap program dan kebijakan yang dihasilkan bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Pajak bukan sekadar angka dalam laporan keuangan, tetapi fondasi yang menopang kemajuan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi lokal. Semangat ini sejalan dengan visi “Mimika Hebat dan Sejahtera” yang hanya dapat diwujudkan dengan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. “Kami percaya, ketika masyarakat sadar akan pentingnya pajak, maka keadilan dan kesejahteraan dapat terwujud bagi seluruh rakyat Mimika,” pungkas Dwi Cholifa.     Penulis: Bim Editor: GF 23 Okt 2025, 01:04 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT