Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Guru Besar Hukum Tata Negara UEA Sikapi Putusan MK 114/PUU-XXIII/2025
Papuanewsonline.com, Jakarta - Menyikapi polemik publik terkait Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No. 114/PUU-XXIII/2025 yang dibacakan pada 13 November 2025 dan kini menjadi perbincangan luas, Prof. Dr. Juanda, S.H., M.H. menegaskan pentingnya membaca isi putusan secara teliti, lengkap, dan utuh. Banyak tafsir berkembang yang tidak sesuai dengan pertimbangan hukum maupun amar putusan MK tersebut, sehingga berpotensi menyesatkan pemahaman masyarakat.Prof. Juanda menegaskan bahwa Putusan MK No. 114/PUU-XXIII/2025 sama sekali tidak memuat satu kalimat pun yang melarang atau mencabut hak anggota Polri aktif untuk menduduki jabatan di luar institusi Kepolisian. Dalam putusan tersebut, MK tidak pernah melarang anggota Polri aktif menduduki jabatan tertentu di lembaga pemerintahan pusat selama jabatan tersebut memiliki keterkaitan dengan tugas-tugas kepolisian, yaitu: (1) tugas keamanan dan ketertiban masyarakat; (2) tugas pelayanan, pengayoman, dan perlindungan pemerintahan; dan (3) tugas penegakan hukum. Selama jabatan yang diduduki memiliki hubungan sangkut-paut dengan ketiga ranah tersebut, anggota Polri tetap diperbolehkan dan hak tersebut tidak dicabut.Prof. Juanda mengingatkan bahwa dalam amar putusan MK pada angka 2 dinyatakan frasa “atau tidak berdasarkan penugasan Kapolri” dalam Penjelasan Pasal 28 ayat (3) UU No. 2 Tahun 2022 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Dengan amar putusan tersebut, yang dinyatakan tidak berlaku secara normatif hanyalah frasa “atau yang tidak berdasarkan penugasan Kapolri”. Frasa lain dalam penjelasan yang memuat sangkut-paut dengan tugas kepolisian tetap berlaku.Alasan pengujian dan pembatalan frasa tersebut, menurut Prof. Juanda, adalah karena frasa itu dapat melahirkan multi-tafsir. Dengan tetap berlakunya frasa-frasa lain pada Penjelasan Pasal 28 ayat (3) UU No. 2 Tahun 2022, secara hukum tidak akan menghilangkan peluang dan hak bagi anggota Polri aktif untuk menduduki jabatan tertentu di luar Kepolisian sepanjang jabatan tersebut memiliki kaitan dengan tugas kepolisian sebagaimana dijelaskan di atas.Proses untuk menduduki jabatan tertentu bagi anggota Polri aktif diatur lebih lanjut dalam ketentuan perundang-undangan terkait kepegawaian, antara lain UU No. 20 Tahun 2023 tentang ASN serta Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2017 jo. PP No. 17 Tahun 2020 tentang Manajemen PNS. Oleh karena itu, putusan MK yang tengah ramai dibahas itu pada hakikatnya tidak menghapuskan hak-hak anggota Polri untuk berkiprah di lingkungan pemerintahan lain, asalkan mempedomani dan menaati mekanisme serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang relevan.Prof. Juanda mengimbau agar seluruh pemberitaan atau opini yang tidak sesuai dengan amar putusan MK diluruskan agar tidak menimbulkan mis informasi yang menyesatkan publik. “Putusan MK No. 114/PUU-XXIII/2025 harus dibaca secara cermat, lengkap, dan utuh. Bagi siapa pun yang mempelajari bahasa hukum dan peraturan perundang-undangan, memahami suatu putusan Mahkamah Konstitusi harus dilakukan secara teliti dari awal sampai dengan pertimbangan hukum dan amar putusan jangan dipotong-potong,” tegas Prof. Juanda, yang dikenal kritis dan objektif. PNO-12
17 Nov 2025, 20:15 WIT
Polda Maluku Gelar Apel Gabungan, Dansat Brimob Tekankan Implementasi Presisi dan Humanis
Papuanewsonline.com, Ambon – Kepolisian Daerah Maluku menggelar apel gabungan yang dipimpin Komandan Satuan Brigade Mobil (Dansat Brimob), Kombes Pol. Irfan S.P. Marpaung, SIK., M.Si di Lapangan Letkol Pol (Purn) Chr. Tahapary, Tantui, Kota Ambon, Senin (17/11/2025).Dalam apel gabungan personel yang dihadiri Irwasda beserta Pejabat Utama Polda Maluku, Kombes Irfan menekankan pentingnya implementasi program pimpinan Polri yaitu Presisi; Prediktif, Responsif, Transparan, dan Berkeadilan serta Humanis dalam pelaksanaan tugas di tengah masyarakat.Lebih rinci, Kombes Irfan menyoroti personel yang Prediktif. Ia mengungkapkan, personel Polri dituntut untuk mampu menganalisa suatu situasi dan melaksanakan tugas dengan perencanaan yang baik. Ini penting diperhatikan sehingga tugas di lapangan dapat dilakukan dengan optimal.Kemudian Responsif. Kombes Irfan meminta setiap anggota Polri harus selalu merespons keinginan warga dengan cara hadir di tengah-tengah masyarakat, melakukan tugas pokok dengan baik, dan memberikan dampak positif.Lebih lanjut, Ia menekankan terkait Transparansi dan Akuntabel. Kombes Irfan berharap setiap pelaksanaan tugas wajib mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. "Tugas kita ini banyak diawasi oleh semua lapisan," tegasnya.Selanjutnya terkait Humanisme dan Berorientasi Pelayanan. Menurutnya, sikap humanis dan fokus pada pelayanan masyarakat adalah mutlak. Kombes Irfan juga mengingatkan bahwa tiga minggu ke depan, institusi Polri akan menjadi sorotan terkait reformasi Polri, sehingga hasilnya harus sesuai harapan institusi dan masyarakat.Pada kesempatan itu, Kombes Irfan juga menyinggung upaya penguatan ideologi kelembagaan di lingkungan pendidikan. Ia menyampaikan, saat ini di Sekolah Polisi Negara (SPN) telah dimasukkan materi pelajaran Falsafah Bhayangkara untuk memastikan personel baru dapat memahami dasar filosofis tugas kepolisian, sesuai penekanan Pimpinan Polri."Kita sudah berkomitmen bersama untuk bekerja dengan baik. Kita harus bangga menjadi anggota Polri, banyak orang ingin menjadi anggota Polri," tutupnya. PNO-12
17 Nov 2025, 20:08 WIT
Jeritan Anak Maluku, AKP Melda: Tolong Kami, Selamatkan Masa Depan Kami
Papuanewsonline.com, Ambon - Suara anak-anak Maluku hari ini bukan lagi hanya sekadar tangis kecil di sudut-sudut rumah atau jeritan tanpa arah di tengah hiruk pikuk kehidupan. Suara itu kini menjadi seruan lantang, menyayat nurani siapa pun yang mendengarnya:“Tolong kami… selamatkan masa depan kami.”Seruan ini muncul bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, Maluku menghadapi kenyataan pahit: meningkatnya angka kekerasan terhadap anak, baik secara fisik, psikis, seksual, maupun penelantaran. Kasus demi kasus mencuat ke permukaan, mengguncang rasa kemanusiaan dan menuntut perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat.Banyak anak di Maluku tumbuh dalam lingkungan yang seharusnya memberi cinta, namun justru menyisakan luka.Luka itu tak selalu terlihat kadang tersembunyi dalam diam, trauma, atau hilangnya keceriaan yang seharusnya menjadi warna masa kecil.Kekerasan terhadap anak bukan sekadar data statistik.Ia adalah nasib yang hancur, asa yang terampas, dan masa depan yang terancam.Ketika seorang anak Maluku berkata, “Beta takut pulang…” atau “Jangan kase tinggal beta…”, itu adalah teriakan yang seharusnya menggugah kita semua. Anak-anak adalah pewaris tanah ini, pewaris rempah dan budaya yang kaya. Namun bagaimana mereka dapat menjadi generasi penerus jika hari ini mereka hidup dalam ketakutan?Melindungi anak bukan hanya tugas orang tua. Itu juga tanggung jawab negara, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga sosial, tokoh agama, tokoh adat, media, hingga masyarakat umum.Karena ketika kekerasan terjadi, yang tercoreng bukan hanya keluarga, tetapi juga wajah Maluku.Pemerintah dan aparat kepolisian telah bergerak melakukan penegakan hukum dan memperkuat sistem perlindungan anak. Namun upaya itu tidak akan sepenuhnya berhasil jika masyarakat memilih diam."Diam" adalah bentuk kekerasan baru terhadap keselamatan anak.Bayangkan jika anak-anak Maluku memiliki panggung untuk berbicara.Apa yang akan mereka katakan?Mungkin mereka akan berkata:“Kami cuma mau rasa aman.”“Kami mau sekolah, bukan dipukul.”“Kami mau bermain, bukan dieksploitasi.”“Kami mau orang dewasa lindungi kami.”“Tolong kami… masa depan kami ada di tangan kalian.”Seruan ini tidak boleh sekadar lewat di telinga. Ia harus menggugah kebijakan, mengubah perilaku, dan menggerakkan hati.Jika Maluku ingin tumbuh sebagai daerah yang damai, maju, dan penuh harapan, maka pondasinya harus dimulai dari anak-anak hari ini.Tidak ada pembangunan yang lebih mulia daripada memastikan setiap anak hidup aman, sehat, bahagia, dan terlindungi.Setiap kekerasan yang terjadi adalah alarm keras bahwa kita sedang gagal. Namun setiap anak yang terselamatkan adalah bukti bahwa masa depan Maluku masih terang.Ini bukan sekadar artikel.Ini adalah jeritan hati yang mewakili ribuan anak di Maluku yang belum mampu bersuara. “Tolong Kami… Selamatkan Masa Depan Kami.”Dengarkan mereka.Lindungi mereka.Berdirilah bersama mereka.Karena masa depan Maluku bukan milik kita, masa depan itu adalah milik mereka.Dan mereka memohon kepada kita hari ini. PNO-12#MalukuTarusBikingBae#BasudaraTarusBikingBae
17 Nov 2025, 19:46 WIT
Jaga Papua Tetap Aman: Timotius Mauri Dukung Satgas Ops Damai Cartenz
Papuanewsonline.com, Jayapura - Tokoh masyarakat Papua, Timotius Mauri, menyatakan dukungan penuh terhadap Satgas Operasi Damai Cartenz dalam upaya menegakkan hukum terhadap kelompok-kelompok bersenjata yang berseberangan dengan pemerintah di wilayah Papua.Dalam pernyataannya di Jayapura pada Jum'at (14/11), Timotius Mauri menegaskan komitmennya untuk mendukung langkah-langkah Satgas Ops Damai Cartenz dalam menjaga stabilitas keamanan dan menciptakan kedamaian di Tanah Papua.“Saya selaku masyarakat Papua menyatakan dukungan penuh kepada Satgas Operasi Damai Cartenz. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Satgas yang telah melakukan penegakan hukum terhadap kelompok-kelompok yang berseberangan dengan pemerintah,” ujar Timotius.Ia menambahkan, kerja keras dan profesionalitas yang ditunjukkan Satgas Damai Cartenz patut diapresiasi karena telah berhasil menciptakan situasi yang kondusif di berbagai wilayah Papua.Timotius berharap, ke depan Satgas Damai Cartenz terus bekerja secara profesional, humanis, dan berkomitmen menjaga Papua yang aman, damai, dan sejahtera. PNO-12
17 Nov 2025, 19:29 WIT
Bupati Roni Omba Tinjau SD Inpres Asiki, Pastikan Proses Belajar Mengajar Berjalan Kondusif
Papuanewsonline.com, Boven Digoel — Bupati Boven Digoel,
Roni Omba, S.IP, melakukan kunjungan mendadak ke SD Inpres Asiki untuk memantau
langsung proses belajar mengajar di sekolah tersebut. Kehadiran Bupati menjadi
perhatian para siswa dan guru yang tengah beraktivitas di pagi hari.Dalam kesempatan itu, Bupati Roni Omba menyampaikan bahwa
kunjungan ini sebenarnya tidak dijadwalkan, tetapi dilakukan karena
kepeduliannya terhadap kualitas pendidikan di wilayah tersebut. “Sebelum lanjut
ke tujuan utama, saya sempatkan mampir di SD Inpres Asiki, sekadar memantau
proses belajar mengajar yang ada di sini,” ujarnya.Menurutnya, pemantauan langsung ke sekolah-sekolah merupakan
langkah penting untuk mengetahui kondisi riil pendidikan di lapangan. Ia
menilai bahwa laporan administratif saja tidak cukup tanpa verifikasi langsung
dari pemerintah daerah.Selama melakukan peninjauan, Bupati Roni Omba mengunjungi
beberapa ruang kelas dan menyaksikan proses pembelajaran yang berlangsung. Para
siswa terlihat antusias menyambut kedatangan orang nomor satu di Kabupaten
Boven Digoel itu.Tidak hanya memantau, Bupati juga berinteraksi dengan para
guru untuk mendengar penjelasan mengenai tantangan dan kebutuhan sekolah. Ia
menanyakan beberapa hal terkait sarana, kurikulum, dan metode pembelajaran yang
diterapkan.Bupati Roni Omba kemudian memberikan motivasi kepada para
siswa. Ia mengingatkan pentingnya belajar dengan sungguh-sungguh agar kelak
mampu meraih cita-cita dan berkontribusi bagi pembangunan daerah. Pesan itu
disambut antusias oleh para siswa yang tampak bersemangat.Dalam dialognya, Bupati juga mengapresiasi para guru yang
terus berupaya memberikan pendidikan terbaik meski menghadapi keterbatasan
fasilitas di daerah pedalaman. Ia menyebut profesi guru sebagai garda terdepan
dalam membentuk generasi masa depan Boven Digoel.Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Boven Digoel
berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan dari tingkat dasar hingga
menengah. Hal ini dianggap penting untuk memperkuat kapasitas sumber daya
manusia di masa mendatang.“Pendidikan adalah kunci untuk meningkatkan kualitas hidup
masyarakat. Oleh karena itu, kita harus terus meningkatkan kualitas pendidikan
di Boven Digoel,” tegasnya. Ia memastikan bahwa pemerintah daerah akan terus
memberi perhatian khusus pada sektor pendidikan.Kunjungan ini ditutup dengan sesi foto bersama guru dan para
siswa. Bupati berharap kunjungan tersebut dapat menambah semangat belajar
sekaligus memberi gambaran langsung kepada pemerintah mengenai kondisi
pendidikan di lapangan. Penulis: HendrikEditor: GF
17 Nov 2025, 19:35 WIT
Operasi SAR Longsor Cibeunying Masuki Hari ke-4
Papuanewsonline.com, Majenang - Operasi pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, memasuki hari keempat dengan rangkaian kegiatan yang semakin intensif. Sejak pagi, tim SAR gabungan memperdalam pencarian di sektor A2 dan A3 berdasarkan pola timbunan sebelumnya dan penandaan terbaru unit K9. Cuaca yang relatif cerah memungkinkan perluasan galian, namun kehati-hatian tetap diterapkan karena tanah di sepanjang lereng masih bergerak. Tim Polri memulai hari dengan melakukan briefing evaluasi bersama BPBD dan Basarnas, termasuk penentuan jalur masuk aman, pembagian jalur personel, dan penempatan titik kontrol untuk menghindari pergerakan tanah yang sulit diprediksi. Pada sektor A2, lokasi tempat ditemukannya dua jenazah dan dua body part sebelumnya dijadikan acuan untuk memperkirakan arah sebaran material longsor. Sementara itu, sektor A3 diperkuat dengan personel tambahan karena pola timbunan di area tersebut berlapis-lapis sehingga membutuhkan kerja manual yang lebih berat.Pelayanan kesehatan menjadi salah satu elemen yang terus diperkuat sepanjang operasi. Petugas medis Polri bekerja di dua titik sekaligus: RSUD Majenang sebagai pusat rujukan dan pos pelayanan kesehatan lapangan dekat lokasi longsor. Di RSUD Majenang, pemeriksaan lanjutan diberikan kepada korban luka, termasuk penanganan cedera pada ekstremitas, perawatan luka sobek, serta penanganan pernapasan bagi warga yang mengalami inhalasi debu. Sementara itu, di posko lapangan, petugas memberikan perawatan cepat bagi warga yang mengalami kelelahan, syok ringan, hipotermia, hingga serangan panik. Polri juga menempatkan personel khusus untuk mengawal warga lanjut usia dan anak-anak yang mengalami stres fisik akibat perubahan lingkungan pengungsian. Untuk mengurangi antrian, jalur pasien dibagi menjadi tiga: pemeriksaan cepat, tindakan ringan, dan rujukan langsung. Hal ini membuat warga dapat menerima bantuan medis tanpa penundaan, terutama pada jam-jam awal evakuasi di pagi hari.Pelayanan psikologis melalui program trauma healing turut diperluas cakupannya. Polri mengerahkan 15 personel Tim Trauma Healing Ro SDM Polda Jateng, dibantu konselor Polresta Cilacap serta relawan psikososial yang sudah terbiasa menangani bencana alam. Tim ini tidak hanya berfokus pada keluarga korban yang menunggu di RSUD Majenang, tetapi juga melakukan pendekatan dari tenda ke tenda untuk memetakan kondisi emosional warga selamat. Pendekatan ini penting untuk menjangkau warga yang enggan bercerita namun menunjukkan tanda-tanda tekanan psikologis. Untuk anak-anak, tim menyediakan aktivitas pendampingan seperti permainan terarah, sesi mewarnai, dan dukungan emosional sederhana agar mereka mampu kembali merasa aman. Hingga malam sebelumnya, sebanyak 48 warga telah menerima layanan aktif, dengan beberapa keluarga menjalani sesi konseling lanjutan untuk membantu mereka menghadapi kehilangan.Dalam mendukung pencarian, Polri menurunkan total 155 personel 125 dari Polresta Cilacap dan 30 dari Brimob yang bekerja dalam pola bergilir agar stamina petugas tetap stabil. Empat anjing pelacak dari Polda Jateng, Polresta Banyumas, dan Polres Temanggung juga terus bekerja melakukan penandaan titik-titik yang berpotensi menyimpan korban tertimbun. Setiap kali K9 memberikan tanda, tim teknis Polri langsung memasang patok penanda dan melakukan penggalian manual untuk menjaga keselamatan. Di beberapa titik, Polri juga memasang alat sederhana pemantau retakan tanah agar petugas di bawah mengetahui adanya potensi pergerakan material. Di sepanjang jalur masuk, anggota Sabhara dan Lantas mengatur arus kendaraan bantuan agar tak terjadi hambatan logistik, sementara anggota lain melakukan cutting manual pada semak dan kayu yang menutup jalur tim SAR.Hingga hari ini, sembilan korban telah ditemukan dan seluruhnya teridentifikasi oleh Tim DVI. Dengan demikian, dari total 20 warga yang dinyatakan hilang pada awal kejadian, kini tersisa 11 korban yang masih dalam pencarian. Upaya pencarian bergerak semakin terarah berdasarkan pola temuan dan analisis struktur longsoran hari sebelumnya. Sementara itu, proses identifikasi oleh Tim DVI tetap disiagakan setiap saat agar setiap temuan baru dapat segera diproses. Di titik-titik pengungsian, pelayanan kesehatan dan pemulihan psikologis dilakukan tanpa henti untuk memastikan warga selamat mendapatkan dukungan yang mereka perlukan.Kapolresta Cilacap menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan memastikan bahwa seluruh kekuatan Polri akan terus bekerja bersama BPBD, Basarnas, TNI, dan relawan hingga seluruh korban ditemukan. Masyarakat diimbau tetap tenang, menjauhi area tebing rawan runtuhan, dan mematuhi setiap arahan petugas demi keselamatan bersama. PNO-12
17 Nov 2025, 19:04 WIT
Gowes ke Desa Honitetu, Kapolres SBB Salurkan 70 Paket Bingkisan
Papuanewsonline.com, SBB - Kapolres Seram Bagian Barat (SBB) AKBP Andi Zulkifli, S.I.K., M.M., melaksanakan kegiatan Goes Sepeda Gunung menuju Desa Honitetu, Kecamatan Inamosol, pada Sabtu pagi dengan start dari Piru pukul 06.30 WIT menuju Desa Waimital, kemudian melanjutkan perjalanan ke pegunungan Inamosol. Kegiatan ini dilakukan sekaligus sebagai ajang olahraga, silaturahmi, serta memantau kondisi masyarakat dan infrastruktur desa, khususnya akses jalan dan jembatan yang selama ini menjadi topik pembahasan publik.Kapolres SBB tiba di Desa Waimital pada pukul 08.06 WIT, kemudian bertolak menuju Desa Honitetu pada pukul 08.48 WIT. Rombongan tiba di Desa Honitetu pada pukul 10.12 WIT dan langsung melakukan peninjauan di Pospol Inamosol, sebelum melanjutkan agenda tatap muka bersama masyarakat di kantor desa setempat.Dalam kegiatan tersebut, Kapolres SBB turut menyerahkan 70 paket bingkisan kepada warga Desa Honitetu yang ditujukan kepada janda, duda, lansia, serta warga setempat sebagai bentuk kepedulian sosial Polres terhadap masyarakat di wilayah pegunungan.Selain itu, Kapolres mengajak masyarakat untuk terus menjaga situasi keamanan dan ketertiban (Kamtibmas), baik di lingkungan pemukiman maupun wilayah pegunungan Inamosol. Ia juga menekankan pentingnya kemitraan dan hubungan baik antara masyarakat dengan aparat keamanan guna mendukung tugas kepolisian dalam menjaga stabilitas wilayah.“Kami berharap masyarakat terus bersinergi dengan aparat keamanan agar Desa Honitetu dan wilayah Inamosol tetap aman, nyaman, dan kondusif,” tegas Kapolres SBB.Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kepedulian pimpinan Polres SBB terhadap kebutuhan masyarakat serta kondisi akses jalan dan jembatan menuju Desa Honitetu yang selama ini menjadi perhatian publik dan dinilai kurang mendapat penanganan dari pemerintah.Dalam pelaksanaan kegiatan, Kapolres SBB turut didampingi Danpos Inamosol Aipda Riky Waas, personel Pospol Inamosol, Bhabinkamtibmas Desa Honitetu Aipda A. Paunussa, Bhabinkamtibmas Desa Hukuanakotta Bripka F. Pentury, Bhabinkamtibmas Desa Manusa Bripka E. Wermay, Bhabinkamtibmas Desa Rumberu Aiptu Th. Pattianakotta, Bhabinkamtibmas Desa Rambatu Aipda A. Wermay serta tiga personel Polres SBB. PNO-12
17 Nov 2025, 18:54 WIT
Peringati 80 Tahun Brimob Polri, Brimob dan BRI Ambon Kolaborasi Gelar Khitanan Massal
Papuanewsonline.com, Ambon - Dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Korps Brimob Polri, Satuan Brimob Polda Maluku menggelar kegiatan Bhakti Sosial Khitanan Massal yang memberikan layanan gratis kepada 50 anak dari berbagai wilayah di Maluku. Kegiatan sosial ini terlaksana melalui kerja sama antara Satbrimob Polda Maluku dan BRI Cabang Ambon, berlangsung di Tribun Makosat Brimob Polda Maluku, Sabtu (15/11/2025) pukul 09.00 WIT.Acara dihadiri langsung oleh Komandan Satuan Brimob Polda Maluku, Wakil Dansat, jajaran PJU Satbrimob, Kepala BRI Cabang Ambon beserta staf, serta tenaga medis dari Biddokkes dan Rumkit Bhayangkara TK III Polda Maluku. Seluruh proses khitanan massal berjalan tertib, aman, dan lancar.Kegiatan dibuka dengan pembacaan doa, dilanjutkan sambutan Dansat Brimob Polda Maluku. Dalam amanatnya, Dansat menegaskan bahwa rangkaian kegiatan HUT Brimob kali ini tidak hanya berorientasi pada internal satuan, tetapi juga dipersembahkan bagi masyarakat.“Khitanan massal ini merupakan bentuk kehadiran Brimob di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa momentum HUT ke-80 Brimob Polri membawa manfaat nyata bagi warga, terutama bagi anak-anak dan keluarga yang membutuhkan,” ujar Dansat dalam sambutannya.Kepala BRI Cabang Ambon dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dengan Satbrimob Polda Maluku.“BRI berkomitmen mendukung kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut untuk menghadirkan kebermanfaatan bersama,” ungkapnyaSebanyak 50 anak yang mengikuti khitanan massal berasal dari sejumlah desa dan kawasan di Pulau Ambon, termasuk Desa Suli, Morela, Mamala, Asilulu, Wakal, Hila, Kebun Cengkeh, Waihaong, Kampung Muhajirin, Tulehu, Kapaha, Nania, hingga Aspol Tantui dan Arbes.Selain layanan medis, peserta juga menerima bingkisan dan uang saku, yang diserahkan secara simbolis oleh Dansat Brimob Polda Maluku dan Kepala BRI Cabang Ambon.Proses khitanan ditangani tenaga kesehatan profesional dari Bid Dokkes Polda Maluku dan Rumkit Bhayangkara. Para orang tua yang hadir turut mengapresiasi inisiatif sosial ini, terutama karena meringankan beban biaya khitan bagi keluarga.Kegiatan berlangsung hingga selesai dengan suasana tertib, aman, dan penuh kekeluargaan mencerminkan komitmen Brimob dalam memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat.Kegiatan khitanan massal yang digelar Satbrimob Polda Maluku bersama BRI Ambon kembali menegaskan peran penting institusi kepolisian dalam mendorong pendekatan humanis dan pelayanan publik. Momentum HUT ke-80 Korps Brimob Polri menjadi sarana memperkuat kedekatan antara aparat keamanan dengan masyarakat, sekaligus menghadirkan program sosial yang menyentuh kebutuhan dasar warga. Kolaborasi antara Brimob dan perbankan nasional seperti BRI menunjukkan bahwa sinergi lintas sektor dapat menghadirkan dampak sosial yang lebih luas dan berkesinambungan. PNO-12
17 Nov 2025, 18:42 WIT
Jelang Nataru, Polda Maluku Tertibkan Lalin Dalam Operasi Zebra Siwalima 2025
Papuanewsonline.com, Ambon - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Maluku bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres/ta Jajaran Polda Maluku resmi mengumumkan dimulainya Operasi Zebra Salawaku 2025, yang akan digelar selama 14 hari, dari 17 hingga 30 November 2025. Operasi ini bertujuan untuk menekan pelanggaran lalu lintas serta kecelakaan jalan raya, sekaligus meningkatkan disiplin berlalu lintas menjelang libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).“Operasi Zebra Salawaku 2025 yang akan dilaksanakan selama 14 hari ini menjadi tahapan awal untuk menyiapkan kondisi tertib di jalan raya, sekaligus mengedukasi masyarakat agar disiplin berlalu lintas menjelang libur panjang Nataru,” ungkap Kabid Humas Polda Maluku, Rositah. Menurutnya, operasi ini memiliki peran penting dalam menciptakan ketertiban lalu lintas, khususnya saat jumlah kendaraan dan aktivitas masyarakat meningkat selama musim liburan.Sebelum memulai operasi, Ditlantas Polda Maluku bersama Satlantas Jajaran telah melaksanakan Latihan Pra-Operasi Zebra Salawaku 2025 pada 13 November 2025. Latihan ini bertujuan untuk menyamakan pemahaman dan strategi dalam pelaksanaan operasi, serta memastikan setiap personel memiliki keterampilan dan kesiapan yang optimal.“Setiap personel harus benar-benar memahami tugas dan tanggung jawabnya agar pelaksanaan operasi dapat berjalan dengan baik, aman, dan lancar sesuai rencana yang telah disusun,” ujar Rositah. Latihan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara petugas di lapangan dan meningkatkan efektivitas operasi.Dalam operasi kali ini, Polda Maluku mengedepankan pendekatan humanis dan edukatif. Polisi tidak hanya bertindak dengan tegas terhadap pelanggar, tetapi juga berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas.“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi pelopor keselamatan di jalan raya. Selain penindakan, operasi ini juga berfokus pada edukasi terkait keselamatan dan ketertiban berlalu lintas,” tegas Rositah. Ia menambahkan bahwa operasi ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama.Operasi Zebra Salawaku 2025 juga akan memperhatikan kesiapan sarana dan prasarana jalan serta kondisi kendaraan yang digunakan oleh masyarakat. Pihak kepolisian juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kelancaran lalu lintas selama periode liburan panjang yang diprediksi akan menyebabkan lonjakan volume kendaraan.“Operasi Zebra bukan mengutamakan penindakan, tetapi lebih mengutamakan edukasi tentang keselamatan berlalu lintas untuk membangun kesadaran masyarakat agar tertib dan selamat di jalan raya,” lanjut Kabid Humas Polda Maluku. Ia menambahkan bahwa operasi ini juga merupakan bentuk nyata kehadiran dan kepedulian Polri terhadap nyawa dan keselamatan masyarakat, khususnya para pengguna jalan.Tujuan Jangka Panjang: Membangun Kesadaran Lalu LintasPolda Maluku berharap agar pelaksanaan Operasi Zebra Salawaku 2025 tidak hanya memberikan dampak positif pada periode libur panjang, tetapi juga dapat membangun budaya tertib berlalu lintas dalam jangka panjang. “Kami ingin masyarakat sadar bahwa keselamatan di jalan raya bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi juga tanggung jawab setiap individu yang menggunakan jalan,” ungkap Rositah.Operasi ini juga menjadi bagian dari persiapan untuk Operasi Lilin yang lebih besar, yang akan digelar menjelang Natal dan Tahun Baru, di mana tingkat mobilitas masyarakat biasanya meningkat signifikan.Polda Maluku kembali mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas, demi keselamatan bersama. “Kami menghimbau kepada seluruh pengguna jalan agar mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama di jalan raya. Ingat, keselamatan adalah prioritas utama,” ujar Kabid Humas Polda Maluku.Operasi Zebra Salawaku 2025 diharapkan tidak hanya menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, tetapi juga dapat memperkuat kesadaran masyarakat untuk menjaga keselamatan bersama saat berada di jalan raya. PNO-12
17 Nov 2025, 18:21 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru