logo-website
Sabtu, 08 Agu 2026,  WIT
BERITA TAG Pendidikan Homepage
Direktur Polair Polda Maluku, Personil Ditpolair Dan Masyarakat Melakukan Aksi Penanaman Mangrove Papuanewsonline.com, Maluku - Direktur Polair Polda Maluku, Kombes Pol. Handoyo Santoso bersama Personil Ditpolair Polda Maluku dan warga Masyarakat melakukan aksi penanaman Mangrove disepanjang pesisir pantai belakang Gedung Serba Guna sampai dengan pesisir pantai belakang Lapangan Tahapary Polda Maluku, Pandan Kasturi-Tantui Ambon .(Selasa, 16/05/2023). Direktur Polairud Polda Maluku, Kombespol Handoyo Santoso S.IK, M.Si.,  mengatakan, “Kegiatan Penanaman Mangrove ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari kegiatanPenanaman Mangrove Nasional yang digelar serentak diseluruh Indonesia kemarin (Senin,15 Mei 2023) yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia”. “Hari ini kami melakukan penanaman Mangrove sebanyak 400 anakan disepanjang pesisir pantai belakang Gedung Serba Guna sampai dengan pesisir pantai belakang Lapangan Tahapary Polda Maluku, Pandan Kasturi-Tantui Ambon  dengan melibatkan 50 Personil Ditpolairud Polda Maluku dan warga Masyarakat disekitar kelurahan Pandan Kasturi.” “Kami memilih lokasi disepanjang pesisir pantai belakang Gedung Serba Guna sampai dengan pesisir pantai belakang Lapangan Tahapary Polda Maluku, Pandan Kasturi-Tantui Ambon  karena menurut kami lokasi tersebut merupakan salah satu lokasi yang mengalami degradasi alih fungsi lahan dan pencemaran, kami berharap bahwa dengan adanya penanaman Mangrove disekitar lokasi tersebut dapat menjadi cikal bakal “Kebun Raya Mangrove” dikemudian hari yang dapat memberikan manfaat fisik  dan ekonomi tetapi juga manfaat biologis sebagai penyedia makanan dalam system rantai makanan bagi ekosistim atau Biota laut disekitar,” pungkas Handoyo “Harapan kami,  aksi yang kami lakukan dihari ini dapat menimbulkan kepedulian masyarakat disekitar untuk sama-sama menjaga dan memelihara pohon-pohon mangrove tersebut sehingga dapat memberikan manfaat seperti tersebut diatas tetapi juga bagi lingkungan sekitar dapat terhindar dari ancaman abrasi”, tutupnya. (PNO-12) 17 Mei 2023, 21:49 WIT
34 Kabid Humas Polda ikuti Pelatihan Public Speaking Divisi Humas Polri Di Papua Papuanewsonline.com, Jayapura - Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom.  mengikuti pelatihan komunikasi publik dengan tema "Public Speaking dalam Menangani Krisis Polri" yang digelar oleh Divisi Humas Polri bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan ANTARA di Jakarta, Senin (15/5). Acara tersebut juga turut menghadirkan para Kepala Bidang Humas (Kabidhumas) dari 34 Polda di seluruh Indonesia, dengan tujuan meningkatkan kinerja humas dalam membangun dan menguatkan citra serta reputasi Polri di masa depan. Kepala Divisi Humas Polri dalam sambutannya, mengungkapkan pentingnya ukuran kompetensi dalam setiap profesi, termasuk profesi kehumasan. Ia menekankan perlunya para Kabidhumas Polri untuk menguasai kompetensi sesuai bidang kerja masing-masing guna meningkatkan kepercayaan publik dan reliabilitas. “Pelatihan ini juga memfokuskan pada penanganan krisis Polri. Sandi mengatakan bahwa seorang juru bicara harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang pengelolaan krisis, agar konflik yang mungkin muncul dapat diatasi tanpa mengganggu operasional organisasi atau institusi,” ucap Sandi. Selain itu, Sandi juga memberikan apresiasi atas kinerja sukses para Kabidhumas Polda dalam mengawal acara KTT G20, Arus Balik, dan Mudik. Namun, ia juga memperingatkan tentang ancaman berita bohong dan propaganda yang semakin sering ditemui di dunia maya, terutama menjelang tahun politik. Kedepannya diharapkan seluruh anggota Polri adalah pengemban fungsi kehumasan, dan juga sebagai agen-agen dalam memberikan informasi kebenaran dengan memanfaatkan medsos melalui like, share and comment. Pelatihan ini bekerjasama dengan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara sebagai pengelola kegiatan dan juga para pemateri handal yang adalah para wartawan senior Antara,  praktisi PR, analis senior, redaktur pelaksana ANTARA, produser TV, dan ahli manajemen krisis. Materi pelatihan mencakup teknik komunikasi yang efektif dalam public speaking, teknik menyusun materi public speaking yang efektif Dan efisien serta teknik dan olah vocal atau teknik seni berbicara dan gesture, pengetahuan mengenai dampak disrupsi informasi, perkembangan teknologi media, karakter krisis, proses penyelesaian krisis, serta strategi merespon dan mengelola krisis. Metode pembelajaran yang digunakan dalam pelatihan ini beragam, meliputi paparan materi, diskusi, simulasi, dan role play. Hal ini bertujuan agar peserta selalu terlibat aktif dalam pembelajaran. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam kepada para peserta dalam menghadapi situasi krisis serta mengelola komunikasi secara efektif dan responsif. (PNO-12) 17 Mei 2023, 20:23 WIT
Operasi Rasaka Cartenz 2023 Membimbing Anak Putus Sekolah Mendapat Ijazah Papuanewsonline.com, Oksibil - 14 minggu berjalannya program Polisi Pi Ajar (Si-Ipar) dalam operasi Rasaka Cartenz 2023, tercatat sudah ada 31 anak putus sekolah yang dibina di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. 31 anak putus sekolah itu nantinya akan diupayakan untuk mendapat ijazah non formal yakni paket A bagi anak putus sekolah ditingkat sekolah dasar. Selain itu juga ada puluhan anak-anak usia dini yang ikut bimbingan Si-Ipar di Oksibil, mereka berminat untuk belajar mengenal angka, berhitung dan membaca. Iptu Jufri Rambu menjelaskan, pihaknya tidak hanya fokus kepada anak-anak yang putus sekolah, melainkan mengajak anak-anak usia dini untuk mau belajar. Seperti halnya yang dilakukannya di kampung Balusu, Distrik Oksibil, Senin (15/5/2023). “Disini itu kami ke kampung-kampung mencari anak-anak putus sekolah untuk membimbing mereka agar mau kembali bersekolah.  Nah di kampung Balusu ada 16 anak kemarin kami didik, dengan latar belakang putus sekolah maupun tidak bersekolah,” jelasnya. Ia berharap dengan anak-anak mau kembali belajar bersekolah, mereka bisa kembali memiliki mimpi. Jufri merasa bangga bisa terlibat dalam operasi ini lantaran bisa mengerti kesulitan yang dihadapi anak-anak di kampung tersebut. “Selain kemarin kami ajak mereka belajar, tentunya kami akan mendata mereka yang ingin mendapatkan ijazah non formal. Harapannya ketika mereka mendapatkan ijazah paket A, mereka bisa melanjutkan pendidikan formal di sekolah. Begitu juga anak-anak usia dini yang kita bina, diharapkan mereka bisa menapaki jenjang sekolah lebih tinggi,” lugasnya. Jufri bersama rekan-rekannya yang terlibat dalam program Si-Ipar kedepan akan terus mencari anak-anak yang putus sekolah di kampung-kampung lainnya. Ia berkeyakinan program ini sangat baik bagi masyarakat dan tentunya membantu pemerintah daerah. “Ketika kami mendidik mereka, terkadang lelah kami hilang ketika diantara mereka berani menyatakan mimpi-mimpi mereka di masa depan,” tuturnya. “Nah kedepan tantangannya selain kami harus mendidik mereka, namun kita harus menyiapkan anak-anak ini untuk mendaftarkan mereka agar bisa mengikuti ujian paket, sehingga mereka bisa mendapatkan ijazah non formal,” pungkasnya. Pada akhir kegiatan, personel Satgas Binmas bersama personel Kesehatan Ops Rasaka Cartenz memberikan vitamin kepada anak-anak sebagai upaya meningkatkan imunitas dan kesehatan mereka selama mengikuti kegiatan bersama Satgas Binmas Ops Rasaka Cartenz 2023. Kasatgas Humas Ops Rasaka Cartenz 2023, Kombes Pol Ignatius Beny Adi Prabowo S.H., S.I.K., M.Kom, mengungkapkan bahwa dengan konsistensi Satgas Binmas melalui program Polisi Pi Ajar dalam mengajar anak didik, diharapkan dapat memberikan hasil yang positif. "Harapannya, program ini dapat memberikan motivasi kepada anak-anak binaan Satgas Binmas di wilayah untuk terus menuntut ilmu dan kembali bersekolah," tutup Kasatgas Humas. Dengan adanya program Polisi Pi Ajar yang mengajarkan membaca dan menulis kepada anak-anak di Pegubin, diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam pendidikan dan perkembangan anak-anak serta memotivasi mereka untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri. Program tersebut merupakan salah satu upaya untuk membantu pemerintah daerah setempat dalam memacu peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) khususnya di bidang pendidikan. Dimana IPM Kabupaten Pegunungan Bintang sendiri tergolong rendah, atau di bawah angka 60 berdasarkan data BPS pada akhir tahun 2022. (PNO-12) 17 Mei 2023, 19:33 WIT
Gelar Dialog Publik Divisi Humas Polri Memberikan Inspirasi Dan Motivasi Pada Anggota Polri Papuanewsonline.com, Jayapura - Polda Papua mengikuti Zoom Meeting bersama Divisi Humas Polri terkait kegiatan Dialog Publik "Hoengeng: Keteladanan Melintas Zaman" yang diikuti Kepala Humas (Kabidhumas) Polda seluruh Indonesia di Jakarta, Selasa (16/5). Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kasubbid PID Bid Humas Polda Papua AKBP Yohanes Buttu Kaka, Kasubbid Penmas Kompol Bambang Suranggono, S. Sos., Perwira Polda Papua perwakilan PJU. Pdt MPA Maury, Tokoh Agama, KNPI Provinsi Papua, Siswa SMA/SMK. Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum menyampaikan, diskusi tersebut bertujuan untuk memberikan inspirasi dan motivasi kepada anggota Polri dalam menjalankan tugas mereka, mewujudkan integritas, serta mengimplementasikan Polri yang Presisi. “Nilai-nilai kepemimpinan Hoegeng harus dijadikan teladan oleh anggota Polri, sehingga semangat kepemimpinan yang diwariskan oleh sosok Hoegeng dapat terus hidup dan menjadi pedoman bagi anggota Polri di masa kini dan masa mendatang,” kata Kadiv. Dirinya mengungkapkan kegiatan tersebut menjadi penting karena dapat memberikan stimulus kepada seluruh jajaran Polri, untuk meneladani nilai-nilai dalam kepemimpinan Hoegeng sebagai spirit yang melandasi terjadinya transformasi Kadiv Humas Polri juga mengumumkan bahwa pihaknya akan menyelenggarakan Hoegeng Award pada tanggal 14 Juli 2023. Acara tersebut bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada anggota Polri yang telah menunjukkan integritas tinggi dan keteladanan dalam menjalankan tugasnya. “Spirit meneladani Hoegeng pada era ini dapat menjadikan transformasi menuju Polri Presisi sebagai ‘standard of excellence’ yang merupakan agenda besar, dan perlu dimimplementasikan untuk terwujudnya pelayanan kepolisian yang lebih terintegrasi, modern, mudah, dan cepat,” tambahnya. Tampil menjadi pemateri antara lain Komisioner Kompolnas Poengky Indarti dan Wakil Ketua MPR RI-Dr. H. Arsul Sani, S.H., M.Si., Pr.M., guru besar Universitas Bhayangkara Prof. Hermawan Sulistyo, dan Jurnalis Alfito Deanov Ginting Dalam kesempatannya Poengky Indarti mengatakan bahwa Integritas artinya kualitas jujur dan memiliki prinsip moral yang kuat. “Integritas harus diajarkan sejak kecil dan harus dikembangkan di dalam keluarga, sekolah, dan lingkungan. Contoh sederhananya: di sekolah tidak menyontek,” jelasnya. Dr. H. Arsul Sani, S.H., M.Si., Pr.M, juga dalam kesempatannya mengatakan bahwa Polisi adalah bagian dari dan tidak terpisah dari masyarakat dan sebagian besar waktu Polisi dihabiskan untuk tugas yang berorientasi layanan daripada tugas penegakan hukum. “Berdasarkan penelitian Universitas Kristen Satya Wacana, terdapat beberapa aspek penting yang harus diperhatikan dalam upaya menciptakan Polisi yang humanis. Aspek-aspek tersebut antara lain menghormati hak asasi dan martabat manusia, perubahan peran Polisi yang berorientasi pada community-oriented policing, perhatian terhadap hak-hak korban dan tersangka dengan memberikan akses keadilan dan perlakuan yang adil,” ucapnya. Lebih lanjut, dalam menciptakan citra Polisi yang humanis, Dr. H. Arsul mengatakan prioritas utama adalah aspek pelayanan kepada masyarakat daripada tugas penegakan hukum. Polisi diharapkan dapat menjadi teman, mitra, dan pembela warga masyarakat. Karakteristik Polisi yang humanis meliputi integritas, yaitu tidak melakukan tindakan koruptif yang merugikan masyarakat. “Dari kunjungannya ke sejumlah daerah, dan dari kunjungan masyarakat terhadap Hoegeng Award, ternyata anggota Polri yang baik itu jauh lebih banyak. Dari sekitar 450 ribu anggota Polri, hanya Serse atau Bareskrim yang bertugas melakukan penegakan hukum itu jumlahnya sedikit,” tambahnya. Prof. Hermawan Sulistyo dalam dialog tersebut juga menyampaikan bahwa ada gelar baru dikalangan Polisi yang terjadi saat ini adalah perubahan cepat diantaranya perubahan lokal, tradisional, dan juga nasional bahkan internasional, untuk membawa ke institusi Polisi yang baik dan humanis. Peningkatan SDM Polisi harus terus dilakukan dan saat ini sudah terjadi dan hal itu akan mampu membentuk karakter Polisi yang baik dan bahkan tidak sedikit sekarang Polisi sudah tahu banyak hal dan mampu melakukan tugas tugas yang harus dilakukan meski diluar tugasnya. Adapun terkait munculnya wujud nyata dari adanya polisi baik di Negeri ini, disampaikan oleh Alfito Deanov Ginting, selaku Jurnalis Senior di Metro TV, dan ketua Panitia Hoegeng Award, bahwa berawal dari diskusi ini untuk melakukan penjaringan dari masyarakat sehingga dilakukan Hoegeng Award 2023. “Banyak nama yang muncul untuk Hoegeng Award 2023, namun kita melakukan verifikasi dari nama nama Polisi baik yang muncul tersebut,” (PNO-11) 17 Mei 2023, 15:10 WIT
Santai Sore di Taman Mappi Bangkit, Pj Bupati Mendengar Curhatan Anak-anak Putus Sekolah Papuanewsonline.com, MAPPI - Penjabat Bupati Mappi, Michael R. Gomar S.,STP,M.Si menemui anak-anak putus sekolah yang berjumlah sekitar 28 orang di Kota Kepi. Lewat pertemuan yang berlangsung di Taman Mappi Bangkit pada Minggu (14/5/2023), Pj Bupati berdikusi dengan anak-anak putus sekolah. Dari diskusi itu, anak-anak mengungkapkan keinginannya untuk sekolah. Menyikapi itu, Pj Bupati meminta Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3A-KB) untuk melakukan pendataan serta memfasilitasi anak-anak kembali bersekolah. “Saya pikir ini langkah awal yang baik untuk kita mengumpul anak-anak kita yang selama ini berkeliaran tanpa tujuan yang jelas. Ini adalah awal yang baik di hari yang baik pada hari Minggu ini,”ungkap Pj Bupati. Dinas Sosial dan Dinas P3A-KB untuk membimbing anak-anak dengan melibatkan semua pihak mulai dari organisasi keagamaan, organisasi pemuda, TP PKK, Bhayangkari, Persit dan semua ormas yang ada di Mappi. Sebab, ditegaskan Pj Bupati, setiap anak berhak untuk sekolah. Pj Bupati menyatakan persoalan ini harus jadi perhatian utama dan menjadi atensi bagi semua OPD. Pj Bupati menegaskan, anak -anak ini akan di bagi menjadi tanggung jawab oleh organisasi-organisasi kemasyarakatan sebagai Anak Asuh atau Ade Asuh, yang dibina dan didampingi oleh organisasi baik TP- PKK, Bhayangkari, Persit, OMK, Pemuda Gereja, Lembaga Gereja, dibawah koordinasi pembinaan dan pengawasan secara Kolaborasi dan berkelanjutan  “Secara teknis ibu Kadis dan pak Kadis tolong siapkan apa yang akan dilakukan setelah ini. Sehingga saat memasuki tahun ajaran baru semua bisa diakomodir. Saya tegaskan ini bukan hanya tanggungjawab Dinas Sosial dan Dinas P3A-KB saja tetapi tanggungjawab semua OPD yang ada. Dinas sosial dan Dinas P3A-KB hanya sebagai koordinator. Namun kewajiban kita semua untuk membimbing mereka,”tegasnya. Bule, sapaan salah seorang anak menyampaikan keinginannya kepada Pj Bupati bahwa ia ingin kembali bersekolah. Sejak putus sekolah, ia bekerja sebagai buruh di Pelabuhan Kepi untuk membantu orang tuanya. Namun hasilnya juga digunakan untuk beli lem yang biasa disebut lem aibon bersama teman-temannya.  “Bapak Pj Bupati, selama ini saya kerja di pelabuhan. Tetapi sekarang saya ingin kembali sekolah,”ucapnya. Sementara itu, Kepala Dinas P3A-KB, Verdinanda Genoveva mengatakan, saat ini mereka sudah mendata sebanyak 28 orang anak yang putus sekolah di Kota Kepi dan sekitarnya. Kebiasaan mereka selama ini sering menghisap lem aibon yang berdampak buruk bagi kesehatan dan masa depan mereka. Dikatakan, Verdinanda bahwa 28 orang anak tersebut  berdomisili di tiga lokasi yakni di 14 orang di kota Kepi, 6 orang di Kampung Emete dan 8 orang di jalan bandara. Setelah mendapat instruksi dari Pj Bupati, Verdinanda bersama jajaran terus melakukan pendataan anak-anak putus sekolah. Disamping itu pihaknya juga menyiapkan skema untuk membimbing anak-anak tersebut. “Kita akan data kembali umur dan tempat tinggal mereka, setelah itu kita akan berkoordinasi dengan dinas terkait agar mereka semua ini bisa kembali bersekolah,”tegasnya. Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial, Ignasius Babaga yang meminta anak-anak tersebut untuk berhenti menghirup lem aibon, karena hal itu bisa bisa merusak masa depan mereka. “Sore ini kita bersama -sama dengan bapak Pj Bupati kita ada disini karena sayang dengan adek-adek punya masa depan. Jadi mulai sekarang stop hirup lem aibon lagi,”pungkasnya. (Redaksi) 17 Mei 2023, 14:19 WIT
2 Anak Putus Sekolah di Dogiyai, Minta Diajarkan Baca Tulis Papuanewsonline.com, Dogiyai – Program Polisi Pi Ajar (Si-Ipar) mulai diminati masyarakat di Distrik Mapia, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah. Hal itu terbukti 2 anak berusia 12 tahun yang putus sekolah minta diajari membaca dan menulis. Kasubsatgas Wilayah Dogiyai AKP Michael L. Ayomi, S.Sos,  menjelaskan melalui Si-Iparnya pihaknya menjaring anak-anak usia dini untuk diajarkan, termasuk anak-anak putus sekolah. Metode pembelajarannya juga berbeda-beda sesuai tingkatan usia mereka.“Namun hari ini kami kedatangan 2 orang anak yang putus sekolah di tingkat SD dan usianya kini sudah 12 tahun, namanya Samuel Kudupa dan Oktovianus Dakipi. Mereka datang dan meminta untuk diajari membaca dan menulis. Hal ini membuat kami senang,” jelasnya.Samuel Kudupa dan Oktovianus selain diajarkan tentang membaca dan menulis, oleh personel Satgas Binmas juga memberikan pelajaran tentang wawasan kebangsaan. Kedepannya, kedua anak ini akan diperjuakan untuk mendapat ijazah paket A dengan harapan agar kembali bersekolah dijenjang formal.“Mereka bercerita kepada kami, agar kelak bisa pintar dan bisa memiliki cita-cita. Mendengar itu anggota kita senang dan haru,” pungkasnya.Michael menuturkan bahwa figur Polisi mengajar memberikan nilai positif dari sisi kedekatan anggota Polri bersama masyarakat. Si-Ipar rutin dilaksanakan personel Binmas Rasaka Cartenz wilayah Dogiyai guna mendukung peningkatan kualitas Pendidikan di Papua.“Kalau kita lihat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Dogiyai cukup rendah yakni sekitar 54,64 atau dibawah 60. Melalui Si-Ipar kita ingin membantu pemerintah meningkatkan IPM khususnya dari segi pendidikan,” lugasnya.Personel Satgas Binmas yakni Aipda Taslim merupakan salah satu pendidik yang ditugaskan untuk mengajari anak-anak binaan. Ia juga sangat sabar memberikan pelajaran  berupa membaca dan menulis kepada anak-anak di Distrik Mapia yang tidak bersekolah.“Secara perlahan, anak-anak bahkan sudah bisa membaca dan menulis, hal ini menandakan bahwa program Si-Ipar memberikan dampak positif untuk pendidikan di Kabupaten Dogiyai,” kata Aipda Taslim. (PNO-11)    17 Mei 2023, 14:01 WIT
Program Polisi Pi Ajar Kembali Memberikan Bimbingan Belajar Untuk Anak Di Yahukimo Papuanewsonline.com, Yahukimo – Anak-anak binaan Polres Yahukimo yang masuk dalam program Polisi Pi Ajar (Si-Ipar)  Ops Rasaka Cartenz-2023 mulai pintar berhitung dan membaca. Hal itu terlihat dari bimbingan belajar yang digelar rutin di Jalan Kompleks GPDI Agape, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Sabtu (13/5/2023). Anggota Binmas yang dipimpin Iptu Maryanto Widodo saat ini sedang fokus memberikan bimbingan belajar melalui program Si-Ipar kepada anak-anak usia dini dan juga putus sekolah. Materi pembelajaran yang diberikan yakni  berhitung, menghafal penjumlahan dan pengurangan serta membaca. “Kegiatan mengajar saat ini rutin kami lakukan, kita lakukan agar anak-anak tidak lupa terhadap materi yang sebelumnya kami berikan,” ungkap Iptu Maryanto. Iptu Maryanto saat ini bisa berbangga, lantaran anak-anak didiknya sangat antusias dan bersemangat dalam belajar. Bahkan kini para anak didik mulai pro aktif bertanya dan menjawab pertanyaang seputar angka dan berhitung, mereka berebutan mengacungkan tangan untuk menjawab. “Hari ini saya lihat perkembangan anak didik kami seperti Maria dan Yance. Keduanya berlomba-lomba dalam menjawab tantangan yang kami berikan dalam pembelajaran berhitung,” katanya. Iptu Maryanto kerab mendidik anak-anak dengan cara bermain game tebak angka, guna menghilangkan rasa bosan dengan pelajaran yang diberikan. “Pelajaran hari ini, anak-anak semakin lancar dalam menghafal penjumlahan dan pengurangan serta membaca,” lugasnya. Iptu Maryanto mengatakan bahwa mengingat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dalam bidang pendidikan di Kabupaten Yahukimo masih cukup rendah yakni dibawah 60, sehingga pihaknya ingin membantu pemerintah melalui program Si-Ipar. “Dengan hadirnya Program Si-Ipar ini, harapannya anak-anak Papua yang berada di pelosok-pelosok, terutama yang tidak bersekolah, dapat merasakan pendidikan dan tumbuh cerdas sehingga mendongkrak IPM di Kabupaten Yahukimo ini,” pungkasnya. Seusai kegiatan belajar mengajar yang dilakukan Satgas Binmas, salah satu anak didik yakni Maria berbisik kepada Iptu Maryanto untuk dibawakan buku tulis untuk dipergunakan saat ia belajar dirumah. “Tentunya ini merupakan bukti bahwa semangat anak-anak untuk belajar sangat tinggi. Maria juga berjanji akan lebih giat lagi belajar dan mulai berfikir apa cita-citanya kedepan,” tuturnya. (PNO-12) 16 Mei 2023, 16:01 WIT
Pelaksanaan Monev Diseminasi Korlantas Polri di Papua untuk Meningkatkan Kesadaran Berlalu lintas Papuanewsonline.com, Jayapura – Bertempat di Aula Pratisara Wirya Ditlantas Polda Papua dan dilanjutkan di SMP YPPK Kristus Raja Jayapura telah dilaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Diseminasi Korlantas Polri, Rabu (10/5/2023). Kegiatan ini dimulai pada pukul 10.00 WIT dengan menghadirkan sejumlah pejabat penting, di antaranya, Dir Lantas Polda Papua, Kombes Pol. Mohammad Nasihin, S.H, Ketua Tim Korlantas Polri, Kombes Pol. Arman Achdiat, S.I.K., M.Si, Tim Korlantas Polri, AKBP Arief Bahtiar, S.I.K., M.M, Tim Korlantas Polri, Kompol Ninik, S.H, Wadir Lantas Polda Papua, AKBP I Made Budi Darma, S.E. Dir Lantas Polda Papua, Kombes Pol. Mohammad Nasihin, S.H., dalam kesempatan tersebut, menyampaikan pentingnya kegiatan Diseminasi Korlantas Polri. Ia menyatakan bahwa kegiatan semacam ini memiliki manfaat yang sangat besar karena fokus pada edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama pengguna jalan di wilayah Papua. “Diharapkan bahwa kesadaran ini akan berlangsung secara permanen. Kegiatan seperti ini juga diharapkan dapat diadakan setiap tahunnya guna memberikan motivasi kepada anak-anak di sekolah-sekolah,” ujarnya. Selanjutnya, Ketua Tim Korlantas Polri, Kombes Pol. Arman Achdiat, S.I.K., M.Si., menyampaikan maksud kedatangan mereka di Papua. Mereka ingin memberikan pemahaman bahwa upaya yang telah dilakukan oleh Mabes Polri akan dilanjutkan dengan diseminasi pelajaran lalu-lintas dari tingkat SD hingga SMA. “Tim Korlantas Polri akan memberikan buku berjudul "Pendidikan Lalu-lintas" sebagai sarana untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda. Dengan adanya kehadiran mereka, diharapkan dapat memberikan motivasi dan membentuk generasi muda yang menjadi masyarakat yang berguna di masa depan,” ungkapnya. Kegiatan Monev Diseminasi Korlantas Polri ini menjadi langkah penting dalam upaya meningkatkan kesadaran berlalu-lintas di Papua. Diharapkan bahwa melalui edukasi dan penyebaran informasi yang tepat, masyarakat, terutama generasi muda, dapat menjadi pengguna jalan yang bertanggung jawab dan mematuhi aturan lalu-lintas. Korlantas Polri berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan serupa guna menciptakan kesadaran yang berkelanjutan dan menciptakan lingkungan lalu-lintas yang aman dan tertib bagi seluruh masyarakat. (PNO-12) 15 Mei 2023, 19:57 WIT
Program Si Ipar Satgas Rasaka Diapresiasi karena Cerdaskan Anak-anak di Pedalaman Nduga Papuanewsonline.com, Jayapura - Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, IPM Kabupaten Nduga sebesar 53,86, yang menempatkannya pada peringkat ke-71 dari 84 kabupaten/kota di Papua. Dalam bidang pendidikan, IPM Kabupaten Nduga sebesar 51,04, yang menunjukkan masih terdapat kesenjangan dalam akses dan kualitas pendidikan di daerah ini. Oleh karena itu, Personel Binmas Noken Ops Rasaka Cartenz yang dipimpin Kasubsatgas Binmas Wilayah Intan Jaya tak henti-hentinya menggelar Progam SI-IPAR (Polisi Pi-Ajar) kepada 30 anak-anak yang bertempat di Kampung Delpel, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Senin (08/05/2023). Bangunan Gedung Pertemuan Masyarakat Kampung saat ini telah dijadikan sebagai fasilitas tetap untuk dilakukan pembelajaran kepada anak-anak binaan di Kampung Delpel. Dalam kegiatan ini Personel Binmas noken memberikan materi Pengenalan huruf, membaca, berhitung, Serta Menulis kepada anak-anak dengan mengunakan papan tulis serta buku sebagai media pembelajaran. Ipda Nus Korwa S.H selaku perwira pengendali mengatakan bahwa anak-anak di Kabupaten Nduga khususnya di Kampung Delpel yang mengikuti pembelajaran mengalami peningkatan dalam pengenalan, membaca, serta menulis. "Karena ini merupakan kegiatan rutin yang sering kami lakukan, kami melihat ada perkembangan dari beberapa anak-anak yang sudah lancar dalam menyebutkan Huruf juga membaca serta menulis yang diberikan oleh Personel Satgas Binmas," ucap Ipda Nus Korwa. Menurutnya, Progam SI-IPAR (Polisi Pi-Ajar) ini sangat penting mengingat Kabupaten Nduga memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih rendah, terutama dalam bidang Pendidikan dan ini juga merupakan upaya Kepolisian dalam menunjukkan perannya sebagai pelayan masyarakat. Selain belajar dan bermain bersama Personel Binmas Noken Membagikan Sarana media pembelajaran kepada anak-anak berupa alata tulis baik buku, pulpen dan pensil serta baju maupun tas. Dalam hal ini Mantan Kepala Kampung Delpel  Elminus Lokbere berterima kasih kepada Pihak Kepolisian yang sudah datang memberikan bantuan kepada anak-anak. Ia mendukung Program SI-IPAR dan berbagai upaya lainnya dalam memperbaiki kondisi pendidikan di Kabupaten Nduga dan sekitarnya. “Saya berterima kasih kepada bapak polisi terlebih Ops Rasaka Cartenz yang sudah mau membantu anak-anak kami disini dengan memberikan alat tulis serta tas kiranya Tuhan menyertai Kita semua”, Ujar Elminus. Ipda Nus Korwa menambahkan bahwa terjadi penambahan Anak-anak yang antusias untuk datang untuk mengikuti pembelajara bersama Satgas Binmas. “Melalui Program SI-IPAR ini, diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan bagi generasi muda di Kabupaten Nduga dan mengurangi angka buta aksara di pedalaman Papua. Hal ini tentunya menjadi langkah awal yang penting dalam memperbaiki kondisi pendidikan di daerah ini,” tutupnya. (PNO-12)   15 Mei 2023, 19:39 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT