Papuanewsonline.com
BERITA TAG Pendidikan
Homepage
Direktur Polair Polda Maluku, Personil Ditpolair Dan Masyarakat Melakukan Aksi Penanaman Mangrove
Papuanewsonline.com, Maluku - Direktur Polair Polda Maluku, Kombes Pol.
Handoyo Santoso bersama Personil Ditpolair Polda Maluku dan warga Masyarakat
melakukan aksi penanaman Mangrove disepanjang pesisir pantai belakang Gedung
Serba Guna sampai dengan pesisir pantai belakang Lapangan Tahapary Polda
Maluku, Pandan Kasturi-Tantui Ambon .(Selasa, 16/05/2023). Direktur
Polairud Polda Maluku, Kombespol Handoyo Santoso S.IK, M.Si., mengatakan, “Kegiatan Penanaman Mangrove ini
dilakukan sebagai tindak lanjut dari kegiatanPenanaman Mangrove Nasional yang
digelar serentak diseluruh Indonesia kemarin (Senin,15 Mei 2023) yang dipimpin
langsung oleh Presiden Republik Indonesia”. “Hari
ini kami melakukan penanaman Mangrove sebanyak 400 anakan disepanjang pesisir
pantai belakang Gedung Serba Guna sampai dengan pesisir pantai belakang
Lapangan Tahapary Polda Maluku, Pandan Kasturi-Tantui Ambon dengan melibatkan 50 Personil Ditpolairud
Polda Maluku dan warga Masyarakat disekitar kelurahan Pandan Kasturi.” “Kami
memilih lokasi disepanjang pesisir pantai belakang Gedung Serba Guna sampai
dengan pesisir pantai belakang Lapangan Tahapary Polda Maluku, Pandan
Kasturi-Tantui Ambon karena menurut kami
lokasi tersebut merupakan salah satu lokasi yang mengalami degradasi alih
fungsi lahan dan pencemaran, kami berharap bahwa dengan adanya penanaman
Mangrove disekitar lokasi tersebut dapat menjadi cikal bakal “Kebun Raya
Mangrove” dikemudian hari yang dapat memberikan manfaat fisik dan ekonomi tetapi juga manfaat biologis
sebagai penyedia makanan dalam system rantai makanan bagi ekosistim atau Biota
laut disekitar,” pungkas Handoyo
“Harapan
kami, aksi yang kami lakukan dihari ini
dapat menimbulkan kepedulian masyarakat disekitar untuk sama-sama menjaga dan
memelihara pohon-pohon mangrove tersebut sehingga dapat memberikan manfaat
seperti tersebut diatas tetapi juga bagi lingkungan sekitar dapat terhindar
dari ancaman abrasi”, tutupnya. (PNO-12)
17 Mei 2023, 21:49 WIT
34 Kabid Humas Polda ikuti Pelatihan Public Speaking Divisi Humas Polri Di Papua
Papuanewsonline.com, Jayapura - Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius
Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom.
mengikuti pelatihan komunikasi publik dengan tema "Public Speaking
dalam Menangani Krisis Polri" yang digelar oleh Divisi Humas Polri bekerja
sama dengan Lembaga Pendidikan ANTARA di Jakarta, Senin (15/5). Acara
tersebut juga turut menghadirkan para Kepala Bidang Humas (Kabidhumas) dari 34
Polda di seluruh Indonesia, dengan tujuan meningkatkan kinerja humas dalam
membangun dan menguatkan citra serta reputasi Polri di masa depan. Kepala
Divisi Humas Polri dalam sambutannya, mengungkapkan pentingnya ukuran
kompetensi dalam setiap profesi, termasuk profesi kehumasan. Ia menekankan
perlunya para Kabidhumas Polri untuk menguasai kompetensi sesuai bidang kerja
masing-masing guna meningkatkan kepercayaan publik dan reliabilitas. “Pelatihan
ini juga memfokuskan pada penanganan krisis Polri. Sandi mengatakan bahwa
seorang juru bicara harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang
pengelolaan krisis, agar konflik yang mungkin muncul dapat diatasi tanpa
mengganggu operasional organisasi atau institusi,” ucap Sandi. Selain
itu, Sandi juga memberikan apresiasi atas kinerja sukses para Kabidhumas Polda
dalam mengawal acara KTT G20, Arus Balik, dan Mudik. Namun, ia juga
memperingatkan tentang ancaman berita bohong dan propaganda yang semakin sering
ditemui di dunia maya, terutama menjelang tahun politik. Kedepannya diharapkan
seluruh anggota Polri adalah pengemban fungsi kehumasan, dan juga sebagai
agen-agen dalam memberikan informasi kebenaran dengan memanfaatkan medsos melalui
like, share and comment. Pelatihan
ini bekerjasama dengan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara sebagai
pengelola kegiatan dan juga para pemateri handal yang adalah para wartawan senior
Antara, praktisi PR, analis senior,
redaktur pelaksana ANTARA, produser TV, dan ahli manajemen krisis. Materi
pelatihan mencakup teknik komunikasi yang efektif dalam public speaking, teknik
menyusun materi public speaking yang efektif Dan efisien serta teknik dan olah
vocal atau teknik seni berbicara dan gesture, pengetahuan mengenai dampak
disrupsi informasi, perkembangan teknologi media, karakter krisis, proses
penyelesaian krisis, serta strategi merespon dan mengelola krisis.
Metode
pembelajaran yang digunakan dalam pelatihan ini beragam, meliputi paparan
materi, diskusi, simulasi, dan role play. Hal ini bertujuan agar peserta selalu
terlibat aktif dalam pembelajaran. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan
pemahaman yang mendalam kepada para peserta dalam menghadapi situasi krisis
serta mengelola komunikasi secara efektif dan responsif. (PNO-12)
17 Mei 2023, 20:23 WIT
Operasi Rasaka Cartenz 2023 Membimbing Anak Putus Sekolah Mendapat Ijazah
Papuanewsonline.com, Oksibil - 14 minggu berjalannya program Polisi Pi
Ajar (Si-Ipar) dalam operasi Rasaka Cartenz 2023, tercatat sudah ada 31 anak
putus sekolah yang dibina di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang,
Papua Pegunungan. 31
anak putus sekolah itu nantinya akan diupayakan untuk mendapat ijazah non
formal yakni paket A bagi anak putus sekolah ditingkat sekolah dasar. Selain
itu juga ada puluhan anak-anak usia dini yang ikut bimbingan Si-Ipar di
Oksibil, mereka berminat untuk belajar mengenal angka, berhitung dan membaca. Iptu
Jufri Rambu menjelaskan, pihaknya tidak hanya fokus kepada anak-anak yang putus
sekolah, melainkan mengajak anak-anak usia dini untuk mau belajar. Seperti
halnya yang dilakukannya di kampung Balusu, Distrik Oksibil, Senin (15/5/2023). “Disini
itu kami ke kampung-kampung mencari anak-anak putus sekolah untuk membimbing
mereka agar mau kembali bersekolah. Nah
di kampung Balusu ada 16 anak kemarin kami didik, dengan latar belakang putus
sekolah maupun tidak bersekolah,” jelasnya. Ia
berharap dengan anak-anak mau kembali belajar bersekolah, mereka bisa kembali
memiliki mimpi. Jufri merasa bangga bisa terlibat dalam operasi ini lantaran
bisa mengerti kesulitan yang dihadapi anak-anak di kampung tersebut. “Selain
kemarin kami ajak mereka belajar, tentunya kami akan mendata mereka yang ingin
mendapatkan ijazah non formal. Harapannya ketika mereka mendapatkan ijazah
paket A, mereka bisa melanjutkan pendidikan formal di sekolah. Begitu juga
anak-anak usia dini yang kita bina, diharapkan mereka bisa menapaki jenjang sekolah
lebih tinggi,” lugasnya. Jufri
bersama rekan-rekannya yang terlibat dalam program Si-Ipar kedepan akan terus
mencari anak-anak yang putus sekolah di kampung-kampung lainnya. Ia
berkeyakinan program ini sangat baik bagi masyarakat dan tentunya membantu
pemerintah daerah. “Ketika
kami mendidik mereka, terkadang lelah kami hilang ketika diantara mereka berani
menyatakan mimpi-mimpi mereka di masa depan,” tuturnya. “Nah
kedepan tantangannya selain kami harus mendidik mereka, namun kita harus
menyiapkan anak-anak ini untuk mendaftarkan mereka agar bisa mengikuti ujian
paket, sehingga mereka bisa mendapatkan ijazah non formal,” pungkasnya. Pada
akhir kegiatan, personel Satgas Binmas bersama personel Kesehatan Ops Rasaka
Cartenz memberikan vitamin kepada anak-anak sebagai upaya meningkatkan imunitas
dan kesehatan mereka selama mengikuti kegiatan bersama Satgas Binmas Ops Rasaka
Cartenz 2023. Kasatgas
Humas Ops Rasaka Cartenz 2023, Kombes Pol Ignatius Beny Adi Prabowo S.H.,
S.I.K., M.Kom, mengungkapkan bahwa dengan konsistensi Satgas Binmas melalui
program Polisi Pi Ajar dalam mengajar anak didik, diharapkan dapat memberikan
hasil yang positif. "Harapannya,
program ini dapat memberikan motivasi kepada anak-anak binaan Satgas Binmas di
wilayah untuk terus menuntut ilmu dan kembali bersekolah," tutup Kasatgas
Humas. Dengan
adanya program Polisi Pi Ajar yang mengajarkan membaca dan menulis kepada
anak-anak di Pegubin, diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam
pendidikan dan perkembangan anak-anak serta memotivasi mereka untuk terus
belajar dan mengembangkan potensi diri.
Program
tersebut merupakan salah satu upaya untuk membantu pemerintah daerah setempat
dalam memacu peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) khususnya di bidang
pendidikan. Dimana IPM Kabupaten Pegunungan Bintang sendiri tergolong rendah,
atau di bawah angka 60 berdasarkan data BPS pada akhir tahun 2022. (PNO-12)
17 Mei 2023, 19:33 WIT
Gelar Dialog Publik Divisi Humas Polri Memberikan Inspirasi Dan Motivasi Pada Anggota Polri
Papuanewsonline.com, Jayapura - Polda Papua mengikuti Zoom Meeting
bersama Divisi Humas Polri terkait kegiatan Dialog Publik "Hoengeng:
Keteladanan Melintas Zaman" yang diikuti Kepala Humas (Kabidhumas) Polda
seluruh Indonesia di Jakarta, Selasa (16/5).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut,
Kasubbid PID Bid Humas Polda Papua AKBP Yohanes Buttu Kaka, Kasubbid Penmas
Kompol Bambang Suranggono, S. Sos., Perwira Polda Papua perwakilan PJU. Pdt MPA
Maury, Tokoh Agama, KNPI Provinsi Papua, Siswa SMA/SMK.
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dr.
Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum menyampaikan, diskusi tersebut bertujuan
untuk memberikan inspirasi dan motivasi kepada anggota Polri dalam menjalankan
tugas mereka, mewujudkan integritas, serta mengimplementasikan Polri yang
Presisi.
“Nilai-nilai kepemimpinan Hoegeng
harus dijadikan teladan oleh anggota Polri, sehingga semangat kepemimpinan yang
diwariskan oleh sosok Hoegeng dapat terus hidup dan menjadi pedoman bagi
anggota Polri di masa kini dan masa mendatang,” kata Kadiv.
Dirinya mengungkapkan kegiatan
tersebut menjadi penting karena dapat memberikan stimulus kepada seluruh
jajaran Polri, untuk meneladani nilai-nilai dalam kepemimpinan Hoegeng sebagai
spirit yang melandasi terjadinya transformasi
Kadiv Humas Polri juga mengumumkan
bahwa pihaknya akan menyelenggarakan Hoegeng Award pada tanggal 14 Juli 2023.
Acara tersebut bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada anggota Polri yang
telah menunjukkan integritas tinggi dan keteladanan dalam menjalankan tugasnya.
“Spirit meneladani Hoegeng pada era
ini dapat menjadikan transformasi menuju Polri Presisi sebagai ‘standard of
excellence’ yang merupakan agenda besar, dan perlu dimimplementasikan untuk
terwujudnya pelayanan kepolisian yang lebih terintegrasi, modern, mudah, dan
cepat,” tambahnya.
Tampil menjadi pemateri antara lain
Komisioner Kompolnas Poengky Indarti dan Wakil Ketua MPR RI-Dr. H. Arsul Sani,
S.H., M.Si., Pr.M., guru besar Universitas Bhayangkara Prof. Hermawan Sulistyo,
dan Jurnalis Alfito Deanov Ginting
Dalam kesempatannya Poengky Indarti
mengatakan bahwa Integritas artinya kualitas jujur dan memiliki prinsip moral
yang kuat.
“Integritas harus diajarkan sejak
kecil dan harus dikembangkan di dalam keluarga, sekolah, dan lingkungan. Contoh
sederhananya: di sekolah tidak menyontek,” jelasnya.
Dr. H. Arsul Sani, S.H., M.Si., Pr.M,
juga dalam kesempatannya mengatakan bahwa Polisi adalah bagian dari dan tidak
terpisah dari masyarakat dan sebagian besar waktu Polisi dihabiskan untuk tugas
yang berorientasi layanan daripada tugas penegakan hukum.
“Berdasarkan penelitian Universitas
Kristen Satya Wacana, terdapat beberapa aspek penting yang harus diperhatikan
dalam upaya menciptakan Polisi yang humanis. Aspek-aspek tersebut antara lain
menghormati hak asasi dan martabat manusia, perubahan peran Polisi yang
berorientasi pada community-oriented policing, perhatian terhadap hak-hak
korban dan tersangka dengan memberikan akses keadilan dan perlakuan yang adil,”
ucapnya.
Lebih lanjut, dalam menciptakan citra
Polisi yang humanis, Dr. H. Arsul mengatakan prioritas utama adalah aspek
pelayanan kepada masyarakat daripada tugas penegakan hukum. Polisi diharapkan
dapat menjadi teman, mitra, dan pembela warga masyarakat. Karakteristik Polisi
yang humanis meliputi integritas, yaitu tidak melakukan tindakan koruptif yang
merugikan masyarakat.
“Dari kunjungannya ke sejumlah
daerah, dan dari kunjungan masyarakat terhadap Hoegeng Award, ternyata anggota
Polri yang baik itu jauh lebih banyak. Dari sekitar 450 ribu anggota Polri,
hanya Serse atau Bareskrim yang bertugas melakukan penegakan hukum itu
jumlahnya sedikit,” tambahnya.
Prof. Hermawan Sulistyo dalam dialog
tersebut juga menyampaikan bahwa ada gelar baru dikalangan Polisi yang terjadi
saat ini adalah perubahan cepat diantaranya perubahan lokal, tradisional, dan
juga nasional bahkan internasional, untuk membawa ke institusi Polisi yang baik
dan humanis.
Peningkatan SDM Polisi harus terus
dilakukan dan saat ini sudah terjadi dan hal itu akan mampu membentuk karakter
Polisi yang baik dan bahkan tidak sedikit sekarang Polisi sudah tahu banyak hal
dan mampu melakukan tugas tugas yang harus dilakukan meski diluar tugasnya.
Adapun terkait munculnya wujud nyata
dari adanya polisi baik di Negeri ini, disampaikan oleh Alfito Deanov Ginting,
selaku Jurnalis Senior di Metro TV, dan ketua Panitia Hoegeng Award, bahwa
berawal dari diskusi ini untuk melakukan penjaringan dari masyarakat sehingga
dilakukan Hoegeng Award 2023.
“Banyak nama yang muncul untuk
Hoegeng Award 2023, namun kita melakukan verifikasi dari nama nama Polisi baik
yang muncul tersebut,” (PNO-11)
17 Mei 2023, 15:10 WIT
Santai Sore di Taman Mappi Bangkit, Pj Bupati Mendengar Curhatan Anak-anak Putus Sekolah
Papuanewsonline.com, MAPPI
- Penjabat Bupati Mappi, Michael R. Gomar S.,STP,M.Si menemui anak-anak putus
sekolah yang berjumlah sekitar 28 orang di Kota Kepi. Lewat pertemuan yang
berlangsung di Taman Mappi Bangkit pada Minggu (14/5/2023), Pj Bupati berdikusi
dengan anak-anak putus sekolah. Dari diskusi itu, anak-anak
mengungkapkan keinginannya untuk sekolah. Menyikapi itu, Pj Bupati meminta
Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga
Berencana (DP3A-KB) untuk melakukan pendataan serta memfasilitasi anak-anak kembali
bersekolah. “Saya pikir ini langkah awal yang
baik untuk kita mengumpul anak-anak kita yang selama ini berkeliaran tanpa
tujuan yang jelas. Ini adalah awal yang baik di hari yang baik pada hari Minggu
ini,”ungkap Pj Bupati. Dinas Sosial dan Dinas P3A-KB
untuk membimbing anak-anak dengan melibatkan semua pihak mulai dari organisasi
keagamaan, organisasi pemuda, TP PKK, Bhayangkari, Persit dan semua ormas yang
ada di Mappi. Sebab, ditegaskan Pj Bupati, setiap anak berhak untuk sekolah. Pj Bupati menyatakan persoalan
ini harus jadi perhatian utama dan menjadi atensi bagi semua OPD. Pj Bupati menegaskan, anak -anak
ini akan di bagi menjadi tanggung jawab oleh organisasi-organisasi
kemasyarakatan sebagai Anak Asuh atau Ade Asuh, yang dibina dan didampingi oleh
organisasi baik TP- PKK, Bhayangkari, Persit, OMK, Pemuda Gereja, Lembaga
Gereja, dibawah koordinasi pembinaan dan pengawasan secara Kolaborasi dan
berkelanjutan “Secara teknis ibu Kadis dan pak Kadis tolong
siapkan apa yang akan dilakukan setelah ini. Sehingga saat memasuki tahun
ajaran baru semua bisa diakomodir. Saya tegaskan ini bukan hanya tanggungjawab
Dinas Sosial dan Dinas P3A-KB saja tetapi tanggungjawab semua OPD yang ada.
Dinas sosial dan Dinas P3A-KB hanya sebagai koordinator. Namun kewajiban kita
semua untuk membimbing mereka,”tegasnya. Bule, sapaan salah seorang anak
menyampaikan keinginannya kepada Pj Bupati bahwa ia ingin kembali bersekolah.
Sejak putus sekolah, ia bekerja sebagai buruh di Pelabuhan Kepi untuk membantu
orang tuanya. Namun hasilnya juga digunakan untuk beli lem yang biasa disebut
lem aibon bersama teman-temannya. “Bapak Pj Bupati, selama ini saya kerja di
pelabuhan. Tetapi sekarang saya ingin kembali sekolah,”ucapnya. Sementara itu, Kepala Dinas
P3A-KB, Verdinanda Genoveva mengatakan, saat ini mereka sudah mendata sebanyak
28 orang anak yang putus sekolah di Kota Kepi dan sekitarnya. Kebiasaan mereka
selama ini sering menghisap lem aibon yang berdampak buruk bagi kesehatan dan
masa depan mereka. Dikatakan, Verdinanda bahwa 28
orang anak tersebut berdomisili di tiga
lokasi yakni di 14 orang di kota Kepi, 6 orang di Kampung Emete dan 8 orang di
jalan bandara. Setelah mendapat instruksi dari
Pj Bupati, Verdinanda bersama jajaran terus melakukan pendataan anak-anak putus
sekolah. Disamping itu pihaknya juga menyiapkan skema untuk membimbing
anak-anak tersebut. “Kita akan data kembali umur dan
tempat tinggal mereka, setelah itu kita akan berkoordinasi dengan dinas terkait
agar mereka semua ini bisa kembali bersekolah,”tegasnya. Hal senada juga disampaikan oleh
Kepala Dinas Sosial, Ignasius Babaga yang meminta anak-anak tersebut untuk
berhenti menghirup lem aibon, karena hal itu bisa bisa merusak masa depan
mereka.
“Sore ini kita bersama -sama
dengan bapak Pj Bupati kita ada disini karena sayang dengan adek-adek punya
masa depan. Jadi mulai sekarang stop hirup lem aibon lagi,”pungkasnya. (Redaksi)
17 Mei 2023, 14:19 WIT
2 Anak Putus Sekolah di Dogiyai, Minta Diajarkan Baca Tulis
Papuanewsonline.com, Dogiyai – Program Polisi Pi Ajar
(Si-Ipar) mulai diminati masyarakat di Distrik Mapia, Kabupaten Dogiyai, Papua
Tengah. Hal itu terbukti 2 anak berusia 12 tahun yang putus sekolah minta
diajari membaca dan menulis. Kasubsatgas
Wilayah Dogiyai AKP Michael L. Ayomi, S.Sos, menjelaskan melalui
Si-Iparnya pihaknya menjaring anak-anak usia dini untuk diajarkan, termasuk
anak-anak putus sekolah. Metode pembelajarannya juga berbeda-beda sesuai
tingkatan usia mereka.“Namun
hari ini kami kedatangan 2 orang anak yang putus sekolah di tingkat SD dan
usianya kini sudah 12 tahun, namanya Samuel Kudupa dan Oktovianus Dakipi.
Mereka datang dan meminta untuk diajari membaca dan menulis. Hal ini membuat
kami senang,” jelasnya.Samuel
Kudupa dan Oktovianus selain diajarkan tentang membaca dan menulis, oleh
personel Satgas Binmas juga memberikan pelajaran tentang wawasan kebangsaan.
Kedepannya, kedua anak ini akan diperjuakan untuk mendapat ijazah paket A
dengan harapan agar kembali bersekolah dijenjang formal.“Mereka
bercerita kepada kami, agar kelak bisa pintar dan bisa memiliki cita-cita.
Mendengar itu anggota kita senang dan haru,” pungkasnya.Michael
menuturkan bahwa figur Polisi mengajar memberikan nilai positif dari sisi
kedekatan anggota Polri bersama masyarakat. Si-Ipar rutin dilaksanakan personel
Binmas Rasaka Cartenz wilayah Dogiyai guna mendukung peningkatan kualitas
Pendidikan di Papua.“Kalau
kita lihat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Dogiyai cukup rendah
yakni sekitar 54,64 atau dibawah 60. Melalui Si-Ipar kita ingin membantu
pemerintah meningkatkan IPM khususnya dari segi pendidikan,” lugasnya.Personel
Satgas Binmas yakni Aipda Taslim merupakan salah satu pendidik yang ditugaskan
untuk mengajari anak-anak binaan. Ia juga sangat sabar memberikan pelajaran
berupa membaca dan menulis kepada anak-anak di Distrik Mapia yang tidak
bersekolah.“Secara
perlahan, anak-anak bahkan sudah bisa membaca dan menulis, hal ini menandakan
bahwa program Si-Ipar memberikan dampak positif untuk pendidikan di Kabupaten
Dogiyai,” kata Aipda Taslim. (PNO-11)
17 Mei 2023, 14:01 WIT
Program Polisi Pi Ajar Kembali Memberikan Bimbingan Belajar Untuk Anak Di Yahukimo
Papuanewsonline.com, Yahukimo – Anak-anak binaan Polres Yahukimo
yang masuk dalam program Polisi Pi Ajar (Si-Ipar) Ops Rasaka Cartenz-2023 mulai pintar
berhitung dan membaca. Hal itu terlihat dari bimbingan belajar yang digelar
rutin di Jalan Kompleks GPDI Agape, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Sabtu
(13/5/2023). Anggota Binmas yang dipimpin Iptu Maryanto Widodo saat ini
sedang fokus memberikan bimbingan belajar melalui program Si-Ipar kepada
anak-anak usia dini dan juga putus sekolah. Materi pembelajaran yang diberikan
yakni berhitung, menghafal penjumlahan
dan pengurangan serta membaca. “Kegiatan mengajar saat ini rutin kami lakukan, kita lakukan
agar anak-anak tidak lupa terhadap materi yang sebelumnya kami berikan,” ungkap
Iptu Maryanto. Iptu Maryanto saat ini bisa berbangga, lantaran anak-anak
didiknya sangat antusias dan bersemangat dalam belajar. Bahkan kini para anak
didik mulai pro aktif bertanya dan menjawab pertanyaang seputar angka dan
berhitung, mereka berebutan mengacungkan tangan untuk menjawab. “Hari ini saya lihat perkembangan anak didik kami seperti
Maria dan Yance. Keduanya berlomba-lomba dalam menjawab tantangan yang kami
berikan dalam pembelajaran berhitung,” katanya. Iptu Maryanto kerab mendidik anak-anak dengan cara bermain
game tebak angka, guna menghilangkan rasa bosan dengan pelajaran yang
diberikan. “Pelajaran hari ini, anak-anak semakin lancar dalam menghafal
penjumlahan dan pengurangan serta membaca,” lugasnya. Iptu Maryanto mengatakan bahwa mengingat Indeks Pembangunan
Manusia (IPM) dalam bidang pendidikan di Kabupaten Yahukimo masih cukup rendah
yakni dibawah 60, sehingga pihaknya ingin membantu pemerintah melalui program
Si-Ipar. “Dengan hadirnya Program Si-Ipar ini, harapannya anak-anak
Papua yang berada di pelosok-pelosok, terutama yang tidak bersekolah, dapat
merasakan pendidikan dan tumbuh cerdas sehingga mendongkrak IPM di Kabupaten
Yahukimo ini,” pungkasnya. Seusai kegiatan belajar mengajar yang dilakukan Satgas
Binmas, salah satu anak didik yakni Maria berbisik kepada Iptu Maryanto untuk
dibawakan buku tulis untuk dipergunakan saat ia belajar dirumah.
“Tentunya ini merupakan bukti bahwa semangat anak-anak untuk
belajar sangat tinggi. Maria juga berjanji akan lebih giat lagi belajar dan
mulai berfikir apa cita-citanya kedepan,” tuturnya. (PNO-12)
16 Mei 2023, 16:01 WIT
Pelaksanaan Monev Diseminasi Korlantas Polri di Papua untuk Meningkatkan Kesadaran Berlalu lintas
Papuanewsonline.com, Jayapura – Bertempat di Aula Pratisara Wirya
Ditlantas Polda Papua dan dilanjutkan di SMP YPPK Kristus Raja Jayapura telah
dilaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Diseminasi Korlantas
Polri, Rabu (10/5/2023). Kegiatan ini dimulai pada pukul 10.00 WIT dengan menghadirkan
sejumlah pejabat penting, di antaranya, Dir Lantas Polda Papua, Kombes Pol.
Mohammad Nasihin, S.H, Ketua Tim Korlantas Polri, Kombes Pol. Arman Achdiat,
S.I.K., M.Si, Tim Korlantas Polri, AKBP Arief Bahtiar, S.I.K., M.M, Tim
Korlantas Polri, Kompol Ninik, S.H, Wadir Lantas Polda Papua, AKBP I Made Budi
Darma, S.E. Dir Lantas Polda Papua, Kombes Pol. Mohammad Nasihin, S.H.,
dalam kesempatan tersebut, menyampaikan pentingnya kegiatan Diseminasi
Korlantas Polri. Ia menyatakan bahwa kegiatan semacam ini memiliki manfaat yang
sangat besar karena fokus pada edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat,
terutama pengguna jalan di wilayah Papua. “Diharapkan bahwa kesadaran ini akan berlangsung secara
permanen. Kegiatan seperti ini juga diharapkan dapat diadakan setiap tahunnya
guna memberikan motivasi kepada anak-anak di sekolah-sekolah,” ujarnya. Selanjutnya, Ketua Tim Korlantas Polri, Kombes Pol. Arman
Achdiat, S.I.K., M.Si., menyampaikan maksud kedatangan mereka di Papua. Mereka
ingin memberikan pemahaman bahwa upaya yang telah dilakukan oleh Mabes Polri
akan dilanjutkan dengan diseminasi pelajaran lalu-lintas dari tingkat SD hingga
SMA. “Tim Korlantas Polri akan memberikan buku berjudul
"Pendidikan Lalu-lintas" sebagai sarana untuk memberikan pemahaman
kepada generasi muda. Dengan adanya kehadiran mereka, diharapkan dapat
memberikan motivasi dan membentuk generasi muda yang menjadi masyarakat yang
berguna di masa depan,” ungkapnya. Kegiatan Monev Diseminasi Korlantas Polri ini menjadi langkah
penting dalam upaya meningkatkan kesadaran berlalu-lintas di Papua. Diharapkan
bahwa melalui edukasi dan penyebaran informasi yang tepat, masyarakat, terutama
generasi muda, dapat menjadi pengguna jalan yang bertanggung jawab dan mematuhi
aturan lalu-lintas. Korlantas Polri berkomitmen untuk terus melaksanakan
kegiatan serupa guna menciptakan kesadaran yang berkelanjutan dan menciptakan
lingkungan lalu-lintas yang aman dan tertib bagi seluruh masyarakat. (PNO-12)
15 Mei 2023, 19:57 WIT
Program Si Ipar Satgas Rasaka Diapresiasi karena Cerdaskan Anak-anak di Pedalaman Nduga
Papuanewsonline.com, Jayapura - Menurut data Badan Pusat Statistik
(BPS) tahun 2021, IPM Kabupaten Nduga sebesar 53,86, yang menempatkannya pada
peringkat ke-71 dari 84 kabupaten/kota di Papua. Dalam bidang pendidikan, IPM
Kabupaten Nduga sebesar 51,04, yang menunjukkan masih terdapat kesenjangan
dalam akses dan kualitas pendidikan di daerah ini. Oleh karena itu, Personel Binmas Noken Ops Rasaka Cartenz
yang dipimpin Kasubsatgas Binmas Wilayah Intan Jaya tak henti-hentinya menggelar
Progam SI-IPAR (Polisi Pi-Ajar) kepada 30 anak-anak yang bertempat di Kampung
Delpel, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Senin (08/05/2023). Bangunan Gedung Pertemuan Masyarakat Kampung saat ini telah
dijadikan sebagai fasilitas tetap untuk dilakukan pembelajaran kepada anak-anak
binaan di Kampung Delpel. Dalam kegiatan ini Personel Binmas noken memberikan materi
Pengenalan huruf, membaca, berhitung, Serta Menulis kepada anak-anak dengan
mengunakan papan tulis serta buku sebagai media pembelajaran. Ipda Nus Korwa S.H selaku perwira pengendali mengatakan bahwa
anak-anak di Kabupaten Nduga khususnya di Kampung Delpel yang mengikuti
pembelajaran mengalami peningkatan dalam pengenalan, membaca, serta menulis. "Karena ini merupakan kegiatan rutin yang sering kami
lakukan, kami melihat ada perkembangan dari beberapa anak-anak yang sudah
lancar dalam menyebutkan Huruf juga membaca serta menulis yang diberikan oleh
Personel Satgas Binmas," ucap Ipda Nus Korwa. Menurutnya, Progam SI-IPAR (Polisi Pi-Ajar) ini sangat
penting mengingat Kabupaten Nduga memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
yang masih rendah, terutama dalam bidang Pendidikan dan ini juga merupakan
upaya Kepolisian dalam menunjukkan perannya sebagai pelayan masyarakat. Selain belajar dan bermain bersama Personel Binmas Noken
Membagikan Sarana media pembelajaran kepada anak-anak berupa alata tulis baik
buku, pulpen dan pensil serta baju maupun tas. Dalam hal ini Mantan Kepala Kampung Delpel Elminus Lokbere berterima kasih kepada Pihak
Kepolisian yang sudah datang memberikan bantuan kepada anak-anak. Ia mendukung
Program SI-IPAR dan berbagai upaya lainnya dalam memperbaiki kondisi pendidikan
di Kabupaten Nduga dan sekitarnya. “Saya berterima kasih kepada bapak polisi terlebih Ops Rasaka
Cartenz yang sudah mau membantu anak-anak kami disini dengan memberikan alat
tulis serta tas kiranya Tuhan menyertai Kita semua”, Ujar Elminus. Ipda Nus Korwa menambahkan bahwa terjadi penambahan Anak-anak
yang antusias untuk datang untuk mengikuti pembelajara bersama Satgas Binmas. “Melalui Program SI-IPAR ini, diharapkan dapat membantu
meningkatkan kualitas pendidikan bagi generasi muda di Kabupaten Nduga dan
mengurangi angka buta aksara di pedalaman Papua. Hal ini tentunya menjadi
langkah awal yang penting dalam memperbaiki kondisi pendidikan di daerah ini,”
tutupnya. (PNO-12)
15 Mei 2023, 19:39 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru