Operasi Rasaka Cartenz 2023 Membimbing Anak Putus Sekolah Mendapat Ijazah
Kasatgas Humas Ops Rasaka Cartenz 2023, Menerangkan Bahwa Dengan Adanya Polisi Pi Ajar Ini Dapat Memberikan Hasil Yang Positif Bagi Anak
Papuanewsonline.com - 17 Mei 2023, 19:33 WIT
Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan
Papuanewsonline.com, Oksibil - 14 minggu berjalannya program Polisi Pi
Ajar (Si-Ipar) dalam operasi Rasaka Cartenz 2023, tercatat sudah ada 31 anak
putus sekolah yang dibina di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang,
Papua Pegunungan.
31
anak putus sekolah itu nantinya akan diupayakan untuk mendapat ijazah non
formal yakni paket A bagi anak putus sekolah ditingkat sekolah dasar. Selain
itu juga ada puluhan anak-anak usia dini yang ikut bimbingan Si-Ipar di
Oksibil, mereka berminat untuk belajar mengenal angka, berhitung dan membaca.

Iptu
Jufri Rambu menjelaskan, pihaknya tidak hanya fokus kepada anak-anak yang putus
sekolah, melainkan mengajak anak-anak usia dini untuk mau belajar. Seperti
halnya yang dilakukannya di kampung Balusu, Distrik Oksibil, Senin (15/5/2023).
“Disini
itu kami ke kampung-kampung mencari anak-anak putus sekolah untuk membimbing
mereka agar mau kembali bersekolah. Nah
di kampung Balusu ada 16 anak kemarin kami didik, dengan latar belakang putus
sekolah maupun tidak bersekolah,” jelasnya.
Ia
berharap dengan anak-anak mau kembali belajar bersekolah, mereka bisa kembali
memiliki mimpi. Jufri merasa bangga bisa terlibat dalam operasi ini lantaran
bisa mengerti kesulitan yang dihadapi anak-anak di kampung tersebut.
“Selain
kemarin kami ajak mereka belajar, tentunya kami akan mendata mereka yang ingin
mendapatkan ijazah non formal. Harapannya ketika mereka mendapatkan ijazah
paket A, mereka bisa melanjutkan pendidikan formal di sekolah. Begitu juga
anak-anak usia dini yang kita bina, diharapkan mereka bisa menapaki jenjang sekolah
lebih tinggi,” lugasnya.

Jufri
bersama rekan-rekannya yang terlibat dalam program Si-Ipar kedepan akan terus
mencari anak-anak yang putus sekolah di kampung-kampung lainnya. Ia
berkeyakinan program ini sangat baik bagi masyarakat dan tentunya membantu
pemerintah daerah.
“Ketika
kami mendidik mereka, terkadang lelah kami hilang ketika diantara mereka berani
menyatakan mimpi-mimpi mereka di masa depan,” tuturnya.
“Nah
kedepan tantangannya selain kami harus mendidik mereka, namun kita harus
menyiapkan anak-anak ini untuk mendaftarkan mereka agar bisa mengikuti ujian
paket, sehingga mereka bisa mendapatkan ijazah non formal,” pungkasnya.
Pada
akhir kegiatan, personel Satgas Binmas bersama personel Kesehatan Ops Rasaka
Cartenz memberikan vitamin kepada anak-anak sebagai upaya meningkatkan imunitas
dan kesehatan mereka selama mengikuti kegiatan bersama Satgas Binmas Ops Rasaka
Cartenz 2023.
Kasatgas
Humas Ops Rasaka Cartenz 2023, Kombes Pol Ignatius Beny Adi Prabowo S.H.,
S.I.K., M.Kom, mengungkapkan bahwa dengan konsistensi Satgas Binmas melalui
program Polisi Pi Ajar dalam mengajar anak didik, diharapkan dapat memberikan
hasil yang positif.
"Harapannya,
program ini dapat memberikan motivasi kepada anak-anak binaan Satgas Binmas di
wilayah untuk terus menuntut ilmu dan kembali bersekolah," tutup Kasatgas
Humas.
Dengan
adanya program Polisi Pi Ajar yang mengajarkan membaca dan menulis kepada
anak-anak di Pegubin, diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam
pendidikan dan perkembangan anak-anak serta memotivasi mereka untuk terus
belajar dan mengembangkan potensi diri.
Program
tersebut merupakan salah satu upaya untuk membantu pemerintah daerah setempat
dalam memacu peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) khususnya di bidang
pendidikan. Dimana IPM Kabupaten Pegunungan Bintang sendiri tergolong rendah,
atau di bawah angka 60 berdasarkan data BPS pada akhir tahun 2022. (PNO-12)