logo-website
Sabtu, 08 Agu 2026,  WIT
BERITA TAG Pendidikan Homepage
Melalui Program Si Ipar Polisi Ajak Anak-anak di Nduga Bermain dan Belajar Papua News online.com, Jayapura – Dalam bidang pendidikan, diketahui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Papua Pegunungan Tengah terlihat tidak merata yang disebabkan oleh beberapa factor seperti halnya di wilayah Kabupaten Nduga yang tercatat masih rendah yakni di bawah 60.Oleh karena itu, Polri turut mengambil peran dalam meningkatkan IPM dengan terus menggencarkan Program Si Ipar (Polisi Pi Ajar) seperti yang dilakukan Satgas Binmas Ops Rasaka Cartenz 2023 di wilayah Kabupaten Nduga.Satgas Binmas yang dipimpin Ipda Nus S. Korwa, S.H bersama personelnya menggelar Si Ipar yang membina 25 anak-anak di Kampung Delpel, Kabupaten Nduga, Jumat (5/5) siang.Kegiatan belajar dalam program Si-Ipar bertempat di Gedung Pertemuan Masyarakat Kampung Delpel. Anak-anak terlihat sangat ceria dan antusias mengikuti pembelajaran yang diberikan oleh personel Satgas Binmas sekitar 60 menit.Ipda Nus mengatakan bahwa pihaknya kali ini memberikan bahan ajaran dasar berupa cara membaca alfabet, gabungan huruf, menulis abjad maupun angka serta menghitung memakai fasilitas-fasilitas sederhana seperti poster dan alat tulis yang dibagikan kepada anak-anak.“Berkat keceriaan serta keaktifan dari anak-anak, sehingga membuat kami selaku pengajar juga sangat bersemangat untuk membagikan ilmu kepada generasi muda di Kabupaten Nduga ini. Kami terharu dengan semangat belajar mereka,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan bahwa proses pembelajaran yang dilakukan pihaknya juga diselingi dengan bermain serta bernyanyi bersama guna membangun suasana agar anak-anak tidak terlihat jenuh.“Tentunya hal ini akan terus kami laksanakan secara rutin guna meningkatkan ilmu anak-anak binaan kami dan kami mengharapkan dari program Si Ipar ini dapat memotivasi generasi muda di Kabupaten Nduga untuk dapat menuntut ilmu yang lebih hingga keluar daerah,” ujar Ipda Nus Korwa. (PNO-19) 06 Mei 2023, 14:45 WIT
Gelar Pelatihan Menjahit, TP-PKK Mappi Berharap Dapat Menopang Ekonomi Keluarga Papuanewsonline.com, MAPPI - Tim penggerak (TP) - PKK Kabupaten Mappi melakukan pelatihan menjahit kepada ibu - ibu di Kabupaten Mappi. Peserta yang mengikuti pelatihan tersebut merupakan perwakilan dari Kelurahan dan Distrik di Kabupaten Mappi yang berjumlah 15 orang. Kegiatan pelatihan menjahit yang berlangsung di Kantor TP - PKK Kabupaten Mappi dimulai tanggal 2 Mei sampai 6 Mei 2023. Para peserta begitu antusias mengikuti kegiatan tersebut. Salah seorang Perwakilan peserta yang mengikuti pelatihan, Katarina Amkai mengucapkan terimakasih kepada ketua TP- PKK Kabupaten Mappi, yang telah membuat program tersebut.“Kami sangat senang, ada kegiatan seperti ini. Ini pertama kali kami mengikuti kegiatan seperti ini,”ungkapnya. Katarina menyebutkan, kegiatan pelatihan menjahit merupakan pengalaman pertama bagi dirinya. Ia sangat sengat bersyukur dengan adanya pelatihan tersebut. “Saya sangat senang, saya harap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan. Biar kami bisa mendapatkan pengalaman yang baru,”tuturnya. Katarina menuturkan, sebelumnya ia berjualan sayur -sayuran di pasar Kepi. Namun dengan adanya pelatihan seperti ini dirinya berharap agar dirinya bisa mengembangkan keterampilan menjahit sehingga kedepannya bisa menopang ekonomi rumah tangga melalui menjahit. Pada kesempatan yang sama, Liliana Worsok mengapresiasi TP - PKK Kabupaten Mappi yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. “Kami merasakan senang dengan adanya program seperti ini. Sangat membantu kami, kami juga bisa mendapat pengalaman baru, terima kasih untuk ibu ketua TP - PKK yang sudah membuat program ini,” ungkapnya. Liliana yang merupakan Pegawai Kontrak Daerah (PKD) di Distrik Obaa mengaku baru pertama kali  mengikuti pelatihan menjahit seperti ini. “Pekerjaan sehari -hari saya sebagai PKD di Kantor distrik. Saya merasa senang dengan adanya kegiatan. Semoga dengan keterampilan menjahit kedepan kami bisa membuka usaha sendiri,”tuturnya. Liliana berharap mudahan-mudahan kedepan kegiatan seperti ini terus berlanjut. Sehingga bisa terus mengasah keterampilan mereka khusus di bidang menjahit. Sementara itu Penjabat Ketua TP - PKK Kabupaten Mappi, Ny. Stefanie Gomar SH,MH yang diwakili Sekretaris TP - PKK Kabupaten Mappi, Ny. Paskalina Ditubun mengatakan pelatihan menjahit merupakan salah satu program TP -PKK. Kata Paskalina untuk pelatihan menjahit kali ini diiikuti oleh 15 peserta yang merupakan perwakilan dari Kelurahan dan Distrik yang pelatihan di pusatkan di kantor TP PKK. “Kita sediakan 15 unit mesin jahit, dengan jumlah peserta yang ikut sebanyak 15 orang,”sebutnya. Paskalina menuturkan, pada pelatihan tersebut selain pendampingan dari pengurus TP -PKK Kabupaten Mappi, mereka juga turut mendatangkan mentor dari salah satu tempat jahit di kota Keppi yakni penjahit Rabysah. (Redaksi) 05 Mei 2023, 22:58 WIT
Kapolda dan Ketua Bhayangkari Papua Hadiri Peringatan 43 Tahun Yayasan Kemala Bhayangkari Papuanewsonline.com, Jayapura – Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Pol Mathius D.Fakhiri, S.I.K  bersama ketua Bhayangkari Daerah Papua Ny. Eva Mathius D. Fakhiri menghadiri peringatan HUT ke 43 Tahun Yayasan Kemala Bhayangkari bertempat di Ballroom Suni Hotel & Convention Abepura Jalan Baru Pasar Lama Distrik Abepura Kota Jayapura, Jumat (05/05).Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Papua Brigjen Pol Ramdani Hidayat, S.H., Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Papua Ny. Yuli Ramdani Hidayat, para PJU Polda Papua, Para Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Papua, Para Penasehat Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang dan Para Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang.Acara tersebut mengusung tema “Yayasan Kemala Bhayangkari Mendukung Terlaksananya Nilai-Nilai Kebhayangkaraan Dengan Semangat Merdeka Belajar di Seluruh Satuan Pendiidkan Kemala Bhayangkari” dan diawali dengan pelaksanaan zoom meeting dengan Yayasan Kemala Bhayangkari Pusat yang dipimpin oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo selaku Penasihat Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Pusat dan diikuti oleh seluruh jajaran Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah se-Indonesia.Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Papua selaku penasehat pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Papua mengucapkan selamat ulang tahun kepada Yayasan Kemala Bhayangkari yang ke 43 tahun.“Tema yang diberikan tersebut bukanlah suatu slogan saja, namun lebih bermakna sebagai payung dan arah serta warna yang akan diterapkan dalam setiap kegiatan Yayasan Kemala Bhayangkari di masa mendatang,” ucap Kapolda Papua.Lebih lanjut, Kapolda mengatakan pada awal berdirinya, Yayasan Kemala Bhayangkari adalah sebuah organisasi nirlaba yang dibentuk karena adanya rasa tanggung jawab, rasa senasib sepenanggungan, persaudaran, persatuan dan kesatuan di lingkungan Bhanyangkari dan Polri.“Tentunya menjadi sesuatu yang sangat membanggakan bagi kita semua, setiap tahun semakin berkembang berbakti kepada ibu pertiwi bersama membangun bangsa ini,” tutur Kapolda Papua.Irjen Fakhiri menyampaikan harapannya untuk para penasehat Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang, kedepan bisa mensuport dan bersama-sama membesarkan Yayasan Kemala Bhayangkari.“Tingkatkan soliditas organisasi, perkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial, serta saling menghormati dan menghargai serta pelihara semangat komitmen untuk terus mendukung  tugas  Polri  dengan memberikan dukungan kepada para suami agar dapat melaksanakan tugas dengan profesional sehingga Polri tetap dipercaya masyarakat,” tutup Irjen Fakhiri. (PNO-19) 05 Mei 2023, 19:22 WIT
Seleksi AKPOL Digelar, Kapolda: Standar Penilaian Mengacu Pada Jukrah Mabes Polri Papuanewsonlin.com, POLDAMALUKU - Sebanyak 48 orang peserta seleksi penerimaan AKPOL Tahun 2023 dinyatakan lulus atau Memenuhi Syarat (MS) pada tahapan pemeriksaan kesehatan (Rikkes) Tahap I. Kapolda Maluku, Irjen Pol Lotharia Latif meminta mereka untuk terus berusaha dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.Kapolda mengatakan, animo masyarakat Maluku untuk menjadi seorang AKPOL tahun ini cukup tinggi. Yang mendaftar secara online sebanyak 225 (Pria 174/Wanita 51) orang. Hasil verifikasi Panitia Bantuan Penerimaan dari Polres/ta, tercatat sebanyak 85 orang (Pria 76/Wanita 9) dinyatakan MS.Dari 85 orang pemuda/pemudi yang mengikuti Rikkes Tahap I, dinyatakan MS sebanyak 48 orang (Pria 45/Wanita 3). Sementara yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS)sebanyak 37 orang."Teruslah berusaha dan berikhtiar yang terbaik dan terus berdoa agar harapan bisa menjadi anggota Polri dapat tercapai," pintanya.Kapolda mengaku, seleksi penerimaan AKPOL diawasi ketat oleh tim pengawas baik dari internal Panda Polda Maluku maupun eksternal yang melibatkan semua instansi."Standar penilaian mengacu pada Jukrah Mabes Polri dan dilakukan oleh tim yang profesional," tegas Kapolda.Irjen Latif mengaku, Polda Maluku tidak akan main-main dalam melakukan seleksi. Sebab, nantinya juga akan ada pengecekan ulang dari Mabes Polri. “Apabila ada yang tidak sesuai dengan Protap maka panitia seleksi pasti ditegur maupun diperiksa. Dan peserta yang tidak penuhi syarat tetap akan dicoret," katanya.Setiap pelaksanaan seleksi, Kapolda mengaku pasti akan ada yang tidak lulus. Bahkan perasaan kecewa pasti akan dialami peserta yang tidak lulus."Setiap tahapan seleksi, bagi yang tidak lolos selalu diberikan penjelasan oleh tim seleksi apa penyebabnya. Ini dilakukan agar bila ada kekurangan diperbaiki ke depannya, tapi ini namanya seleksi tentu yang diambil harus yang terbaik," ungkapnya.Bahkan, lanjut Kapolda, peserta seleksi yang dinyatakan tidak lulus ke tahapan berikutnya tidak tebang pilih. Tergantung nilai yang diraih dan disaksikan langsung oleh peserta tersebut."Bahkan ada anak beberapa pejabat Polri yang ikut seleksi juga gugur dan TMS, jadi tidak ada itu istilahnya pengkondisian atau prioritas serta keistimewaan bagi putra anggota atau pejabat Polri," tegasnya.Irjen Latif mengaku semua peserta seleksi diperlakukan sama tanpa melihat latar belakang. Begitu pula bahan tes yang dijalani pun sama. "Hasilnya juga langsung bisa dilihat dan diawasi oleh pengawas-pengawas yang telah ditunjuk," katanya.Terkait seleksi penerimaan anggota Polri, Irjen Latif mengaku selaku Kapolda, hanya bisa mengusulkan agar kuota penerimaan dapat ditambah dari Mabes Polri. "Karena lulus semua tahapan pun belum tentu bisa lolos ikut pendidikan, kalau ternyata rangkingnya di luar kuota yang yelah ditetapkan Mabes Polri untuk seluruh Indonesia," jelasnya.Kapolda berharap kepada para putra/putri Maluku yang tidak lulus agar jangan putus asa. Teruslah berlatih dan berusaha sehingga dapat kembali mencoba ke depannya."Jangan karena kecewa kemudian melemparkan opini-opini negatif tentang proses seleksi. Kalau ada keberatan datang dan temui panitia penanggung jawab untuk dijelaskan yang dipimpin langsung oleh Itwasda dan Karo SDM," ujarnya. (PNO-19) 05 Mei 2023, 16:44 WIT
Program Polisi Pi Ajar (Si Ipar) Kembali Melakukan Kegiatan Belajar Mengajar Papuanewsonline.com, Jayapura – Satgas Personel Ops Rasaka cartenz 2023 wilayah Pegunungan Bintang menggelar kembali program Si Ipar (Polisi Pi Ajar) di Kampung Balusu Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Pegunungan Papua. Kegiatan yang dipimpin langsung Kasat Binmas Polres Pegunungan Bintang Iptu Jufri Rambu S.Sos, dilaksanakan pada Kamis (04/05/2023).Dalam kegiatan tersebut personal binmas noken melarang 12 anak menghitung pertambahan, pengurangan, dan menghitung bilangan desimal dengan menggunakan papan tulis sebagai media pembelajaran.Kasat Binmas Polres Pegunungan Bintang Iptu Jufri Rambu S.Sos mengatakan bahwa kegiatan Si Ipar rutin dilakukan untuk megajarkan anak-anak di kampung balusu agar lebih lancar dalam berhitung dan membaca.“Kegiatan ini rutin kami lakukan dan diikuti sekitar 12 anak binaan. Pembelajaran dan materi yang kami berikan juga bertahap sesuai usia dan kemampuan dari anak-anak itu sendiri,” ucap Iptu Jufri.Selain itu untuk menghilangkan rasa jenuh dan mengembalikan semangat anak-anak dalam belajar, personel Binmas Noken memberikan snack berupa biskuit kepada anak-anak.Di sisi lain, Kasatgas Humas Ops Rasaka Cartenz 2023 Kombes Pol Ignatius Beny Adi Prabowo SH,SIK,M.Kom mengatakan kegiatan Polisi Pi Ajar rutin dilakukan oleh Satgas Ops Rasaka Cartenz 2023 di wilayah Pegunungan Bintang yang bertujuan untuk mencerdaskan anak-anak di Papua.Program Prestasi Si Ipar merupakan salah satu upaya dari Satgas Rasaka Polda Papua untuk membantu pemerintah daerah setempat dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) khususnya di bidang pendidikan. Salah satu dimensi untuk membentuk IPM adalah pengetahuan. Khusus untuk Pegunungan Bintang dengan IPM kategori rendah di bawah angka 60 berdasarkan data BPS akhir tahun 2022.“Program Polisi Pi Ajar (Si Ipar) yang rutin dilakukan di wilayahan adalah salah satu bentuk kepedulian polri di bidang Pendidikan, dengan maksut dan tujuan untuk mgejar ketertinggalan terutama bagi anak-anak yang putus sekolah dan tidak bersekolah,” tutup Kasatgas Humas. (PNO-12) 04 Mei 2023, 22:22 WIT
Karo SDM Polda Papua Lakukan Pengecekan Fasilitas Pendidikan di SPN Polda Papua Papuanewsonline.com , Jayapura – Karo SDM Polda Papua Kombes Pol I Wayan Gede Ardhana SIK M.Si didampingi Ka SPN Polda Papua Kombes Pol Marison Tober Hamonangan Sirait, SIK melakukan pengecekan fasilitas sarana prasarana yang bertempat di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Papua, Rabu (3/4).Karo SDM mengatakan bahwa pengecekan tersebut dilakukan guna mengetahui persiapan serta kelayakan fasilitas yang ada sebelum ditempati oleh para siswa yang nantinya berhasil lolos dalam segala tahap penerimaan tahun ini. “Adapun ruangan yang kami cek seperti kelas, ruang kesehatan, barak, ruang makan serta kantin agar kami mengetahui apa saja yang perlu dilengkapi dan diperbaiki selama proses penerimaan kali ini,” ucapnya. Ia melanjutkan, tujuan dilakukan pengecekan tersebut juga agar para peserta didik yang menempati posisi SPN Polda Papua selama Pendidikan dapat menikmati sarana dan prasarana yang memadai sehingga nantinya merasa nyaman dan diharapkan mampu menjadi anggota Polri unggulan. Pada akhirnya, Kombes Pol I Wayan mengapresiasi kelengkapan dan fasilitas yang ada di SPN Polda Papua. Dia, perlengkapan serta alat dan kelayakan seluruh fasilitas tersedia cukup baik dan terawat. “Setelah kami melakukan pengecekan di beberapa ruangan serta persediaan alat yang digunakan untuk Pendidikan nantinya, dapat kami sampaikan bahwa masih cukup mencukupi dan baik sehingga tidak banyak yang perlu diganti atau di perbaiki dan kami berharap hal ini dapat dimanfaatkan oleh para peserta didik nantinya,” tutupnya. (PNO/04) 04 Mei 2023, 15:19 WIT
Puncak Peringatan Hardiknas 2023, Pj Bupati Mappi Apresiasi Insan Pendidikan Papuanewsonline.com, MAPPI – Sebagai puncak dari peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Pemerintah Kabupaten Mappi menggelar upacara pada Selasa (2/5/2023). Hardiknas kali ini turut mengusung tema nasional Hardiknas yaitu “Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar.” Penjabat Bupati Mappi, Michael Rooney Gomar, S.STP., M.Si bertindak sebagai Inspektur Upacara yang dihadiri Forkopimda, pejabat lingkup Pemkab Mappi, guru dan tenaga kependidikan serta peserta didik dari jenjang SD, SMP dan SMA/SMK di Mappi. Mengawali sambutannya, Pj Bupati Mappi memberi ucapkan selamat Hari Pendidikan Nasional kepada tenaga guru, insan pendidikan yang berkecimpung di dunia pendidikan, pemerhati pendidikan dan peserta didik. “Terima kasih setinggi-tingginya yang sudah mengabdikan dirinya untuk tingkatkan SDM di Tanah Mappi,” ucapnya. Pj Bupati juga mengapresiasi kinerja pimpinan Dinas Pendidikan beserta jajaran, juga panitia Hardiknas yang sudah melakukan persiapan kegiatan mulai dari pembukaan, perlombaan hingga puncak kegiatan dalam bentuk upacara. Pendidikan ditegaskan Pj Bupati, menjadi prioritas Pemkab Mappi sekarang ini. Itu dilakukan dengan cara meningkatkan mutu pendidikan melalui program peningkatan kapasitas peserta didik bekerjasama  Yayasan Teknologi Indonesia Jaya dengan menghadirkan prof Yohanes Surya pada pelaksanaan kegiatan berhitung melalui metode Gasing. Pemkab juga telah berikan bantuan alat pendidikan dalam rangka meningkatkan SDM Mappi, dengan harapan anak-anak Mappi bisa bersaing dan mengambil bagian dalam mengisi pembangunan. “Kita tahu bersama bagaimana pentingnya pendidikan, sumber daya manusia yang harus kita laksanakan, kita kerjakan dan tingkatkan bahkan perlu dibenahi untuk masa depan anak-anak di Mappi,” jelasnya. Sarana prasarana pendidikan, layanan mutu dan akses pendidikan juga menjadi prioritas. Pj Bupati menyatakan masalah pendidikan jadi tanggungjawab moril semua pihak dalam rangka peningkatan akses dan mutu layanan pendidikan. Bukan hanya Dinas Pendidikan, tapi juga dimulai dari keluarga, orang tua serta para pelaku pembangunan, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pimpinan Ormas, pimpinan organisasi wanita dan seluruh stakeholder juga memiliki tanggungjawab meningkatkan kualitas SDM di Mappi. Membangun pendidikan dikatakan Pj Bupati, membutuhkan komitmen, biaya atau anggaran dan juga kolaborasi secara bersama. Pendidikan tidak bisa hanya secara formal diberikan kepada anak didik tetapi dimulai dari lingkungan keluarga, lingkungan kerja, organisasi, gereja, masjid, tempat ibadah. “Ini jadi tanggungjawab kita melakukan pembinaan dan sosialisasi kepada anak-aak untuk masa depan,”jelasnya. Pemkab Mappi juga akan melakukan pembenahan, perubahan pola pendidikan yang fokus pada bagaimana persiapan sarana parasana yang sudah ada dan masih kurang supaya tenaga guru bisa menjalankan tugas dengan baik. Mulai dari penyediaan tempat tinggal dan sarana transportasi bukan hanya di kota tapi juga di kampung. Dengan begitu guru bisa bekerja aktif di kampung. 03 Mei 2023, 23:10 WIT
Ops Rasaka Cartenz Terus Gencarkan Program Si-Ipar dan Keladi Sagu di Kabupaten Puncak Papuanewsonline.com, Jayapura – Satuan Tugas Operasi Rasaka Cartenz 2023 wilayah Polres Puncak intens berikan layanan kemanusiaan melalui program Si-Ipar (Polisi Pi Ajar) dan program Keladi Sagu (Kesehatan Lambang Diri Sehat Guna) di wilayah Kabupaten Puncak, Selasa (02/05).Layanan kemanusiaan yang dilaksanakan tersebut merupakan atensi terhadap program Kapolri melalui Polda Papua dan jajarannya untuk mewujudkan pelayanan yang prima kepada masyarakat yang ada di Papua.Untuk program Keladi Sagu kali ini bertujuan untuk mewujudkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat yang terdampak gangguan kesehatan seperti penyakit kulit, ISPA dan juga Stunting di Kampung Kago Distrik Ilaga Kabupaten Puncak,. Sekitar 20 orang yang mengikuti pemeriksaan yang dilakukan Satgas Ops Rasaka Cartenz 2023.Kali ini kegiatan Keladi Sagu dipimpin oleh Perwira Polres Puncak Ipda Zainab S. Wakum bersama 4 personel Polres Puncak.Pada kesempatannya, Ipda Zainab menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan merupakan bentuk perhatihan Polri kepada masyarakat yang ada di Kampung Kago, yaitu hadir dengan memberikan layanan Kesehatan gratis“Ini adalah bukti nyata bahwa Polri akan selalu hadir dengan berbagai macam inovasi untuk membantu masyarakat, contohnya saja hari ini kita hadir untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat serta memberikan bantuan obat-obatan,” ujar Ipda Zainab.Lebih lanjut, Ipda Zainab mengatakan bahwa kali ini dirinya melakukan pemeriksaan dan pengobatan kepada masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan seperti penyakit kulit, ISPA dan Stunting.“Kami akan intens berikan layanan kesehatan dilokasi-lokasi yang sudah dipetakan untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang prima,” ungkapnya.Program Keladi Sagu merupakan salah satu upaya dari Satgas Rasaka Polda Papua untuk membantu pemerintah daerah setempat dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) khususnya di bidang kesehatan. Salah satu dimensi untuk membentuk IPM adalah umur panjang dan hidup sehat. Khususnya di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, termasuk salah satu daerah dengan kategori IPM yang masih rendah berdasarkan data BPS pada akhir tahun 2022.Tak hanya program Keladi Sagu, ada juga Program Si-Ipar yang kali ini dipimpin oleh Kasubsatgas Ops Rasaka Cartenz 2023 Kompol Yosep Tato bersama 7 personelnya melakukan program Si-Ipar dengan latang belakang anak-anak yang putus sekolah dan tidak sekolah.Kompol Tato mengatakan bahwa setiap hari pihaknya mencari anak-anak yang tidak sekolah sebagai sasaran untuk mengikuti program Si Ipar (Polisi Pi Ajar) dan kali ini anak-anak diajarkan Calistung (Membaca, Menulis dan Menghitung).“Kami datang ke kampung-kampung merangkul anak-anak tidak bersekolah yang ingin mengikiti pendidikan belajar dan calistung,” ujarnya.Lebih lanjut, dirinya mengatakan kegiatan ini diikuti sebanyak 10 anak binaan dan mereka sangat antusias mengikuti setiap kegiatan yang diberikan.“Anak anak yang ingin belajar Calistung bersama pers Rasaka Cartenz 2023 Polres Puncak sangat bersemangat dan menerima ilmu dengan baik. Program Si-Ipar juga menciptakan keakraban antara anak-anak dengan personel Ops Rasaka Cartenz 2023,” tutur Kompol Tato.“Kami ingin mengajari anak-anak di pedalaman Papua agar bisa terus maju dalam bidang pendidikan khusunya di Kabupaten Puncak,” pungkasnya (PNO-19) 02 Mei 2023, 23:34 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT