logo-website
Minggu, 09 Agu 2026,  WIT
BERITA TAG Pemerintahan Homepage
Polda Maluku Tutup Pelatihan Asesor Yang Diikuti 20 Personel Papuanewsonline.com, Maluku - Setelah lima hari digelar di Ambon, pelatihan Asesor yang dilaksanakan tim SSDM Polri di lingkungan Polda Maluku ditutup, Jumat (26/5/2023).Penutupan pelatihan yang diikuti 20 personel di lingkup Polda Maluku ini ditutup oleh ketua tim Asesor SSDM Polri Kombes Pol Emi Sumiyati. Ia didampingi Kabag Binkar Biro SDM Polda Maluku AKBP Romi Agusriansyah.Karo SDM Polda Maluku Kombes Pol Boni J.S Sirait dalam sambutannya yang dibacakan AKBP Romi Agusriansyah menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta pelatihan Asesor. Ia mengaku pelatihan ini diikuti peserta dengan semangat dan serius selama lima hari."Saya mewakili Pak Karo SDM sangat mengapresiasi rekan-rekan peserta semua karena dari penyampaian para narasumber ini bahwa rekan-rekan semua sangat bersemangat dalam mengikuti kegiatan pelatihan Asesor," ungkapnya.Romi berharap setelah pelatihan, kesediaan para peserta nantinya dalam pelaksanaan asesmen sangat dibutuhkan."Kehadiran rekan-rekan dibutuhkan dalam pelaksanaan asesmen jabatan di lingkup Polda Maluku dan jajaran. Rekan-rekan semua bisa segera bergabung dengan kami dan para asesor senior dalam pelaksanaan asesmen jabatan di lingkup Polda Maluku," pintanya.Ketua tim pelatihan Asesor SSDM Polri Kombes Pol Emi Sumiyati meminta para peserta agar dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat selama pelatihan dalam pelaksanaan asesmen jabatan di Polda Maluku. "Kepada seluruh anggota asesor dapat mempergunakan kemampuan yang didapat dengan sebaik-baiknya dan patuhi semua etika dan aturan sebagai seorang asesor dalam pelaksanaan asesmen jabatan di lingkup Polda Maluku tanpa pandang pilih," pintanya.Pada penutupan tersebut, Emi Sumiyati juga menyerahkan serifikat pelatihan asesor kepada seluruh peserta secara simbolis. (PNO-12) 26 Mei 2023, 23:12 WIT
Optimalisasi Penyerapan APBD, Tim Kemendagri Turun ke Kutai Kertanegara Lakukan Monev Papuanewsonline.com, Tenggarong - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus melakukan monitoring, evaluasi (monev), asistensi realisasi APBD, penanganan inflasi turun langsung ke daerah. Kali ini, Tim Kemendagri monev langsung ke Kabupaten Kutai Kartanegara. Kegiatan monev sekaligus dirangkaikan dengan acara Ngapeh Hambat yang bertajuk Strategi Percepatan Pembangunan Melalui Optimalisasi Perencanaan dan Penyerapan APBD di Kantor Bupati Kutai Kartanegara, Tenggarong, Kalimantan Timur, Sabtu (13/5/2023). Kegiatan Ngapeh Hambat atau Bincang- bincang Pagi merupakan agenda rutin Pemkab Kutai Kartanegara yang dilakukan dalam rangka meningkatkan pelayanan publik. Pada kegiatan tersebut, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri Agus Fatoni mengatakan, kunjungannya ke Kabupaten Kutai Kartanegara untuk melakukan monev realisasi APBD dan penanganan inflasi, termasuk membahas strategi percepatan pembangunan dan penyerapan APBD Tahun 2023. Fatoni memberi sejumlah catatan untuk Kabupaten Kutai Kartanegara. Hingga penghujung bulan April 2023 yang lalu, capaian realisasi belanja APBD tahun 2023 masih tergolong rendah. “Capaian realisasi APBD 2023 Kuta Kartenegara pada akhir April 2023 baru mencapai 12,30%. Kukar menempati peringkat ke 306 secara nasional dan peringkat enam terbawah di Kalimantan Timur,” ucap Fatoni. Menurutnya, Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki potensi yang sangat besar. APBD Kukar sebesar Rp 7,7 triliun. Angka tersebut merupakan nilai APBD Kabupaten terbesar kedua secara nasional. “Potensi yang dimiliki sangat besar. Potensi ini perlu dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemda perlu mengalokasikan anggaran pada urusan prioritas yang menjadi kewenangan daerah sebagaimana ditentukan dalam Permendagri 84 Tahun 2022 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2023,” jelas Fatoni. Selain itu, Fatoni menekankan perlunya peningkatan pendapatan, baik pendapatan asli daerah atau pendapatan yang bersumber dari dana transfer. Realisasi belanja juga perlu dioptimalkan sejak awal tahun agar dampaknya bisa dirasakan masyarakat. Selanjutnya, Fatoni meminta agar Pemda dapat meningkatkan realisasi anggaran tahun berjalan sehingga mampu memenuhi target realisasi APBD yang ideal. “Target realisasi APBD yang ideal adalah Triwulan I sebesar 20%, Triwulan II merealisasikan sebesar 50%, Triwulan III realisasi sebesar 80% dan Triwulan IV mendekati 100%,” ucap Fatoni. Fatoni menguraikan berbagai persoalan lambatnya realisasi APBD serta solusi dalam mengatasinya. Fatoni juga menjelaskan, alasan APBD perlu dimaksimalkan sejak awal tahun. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya, Bupati Kutai Kartanegara, Sekda Kabupaten Kutai Kartanegara, Kepala BPKAD Provinsi Kalimantan Timur, Kepala Bapenda Provinsi Kalimantan Timur, Asisten di lingkungan Setda Kutai Kartanegara, Inspektur daerah Kab. Kutai Kartanegara, Kepala OPD di Lingkungan Kutai Kartanegara, Plt. Direktur Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Ditjen Bina Keuda Kemendagri, Plh. Direktur Perencanaan Anggaran Daerah Ditjen Bina Keuda Kemendagri dan seluruh Camat di lingkungan Kabupaten Kutai Kartanegara. Pertemuan diikuti seleruh pegawai Kabupaten Kutai Kartenegara secara virtual 26 Mei 2023, 13:34 WIT
Pemda Mappi Dan Kemenpan-RB Lakukan Survey Kepuasan Masyarakat Layanan Publik Papuanewsonline.com, MAPPI - Analis Kebijakan Pelayanan Publik Kemenpan RB Republik Indonesia, Junaedi Sinaga mengunjungi Kabupaten Mappi. Kunjungan tersebut dalam rangka fasilitasi pelaksanaan survei kepuasan masayarakat (SKM). Kegiatan yang berlangsung di Pendopo, Rabu 24/5/2023) secara resmi dibuka oleh, Plh Sekda Kabupaten Mappi Pelipus Umbu Sogara dan diikuti oleh perwakilan 2 orang dari setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkup Pemkab Mappi. Kepala Bagian (Kabag) Ortal Setda Kabupaten Mappi, Andi Baso menjelaskan kegiatan fasilitasi pelaksanaan survei kepuasan masyarakat bertujuan untuk mengukur sejauh mana kualitas pelayanan yang diberikan oleh masing OPD selaku unit pelayanan publik di kabupaten Mappi . Dengan pelaksanaan survei kepuasan masyarakat melalui metode dan responden yang tepat akan diperoleh data yang akurat sehingga nantinya akan diperoleh rekomendasi perbaikan pelayanan publik yang tepat di kabupaten Mappi. Ia menuturkan, kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan masing -masing OPD di lingkup Pemkab yang berjualan dua orang setiap OPD. Dan kegiatan tersebut selama dua hari yakni tanggal 24 - 25 Mei 2022. “Kita sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini dan berharap setelah kegiatan terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,”ungkapnya. Andi menerangkan bahkan, Tim dari kemenpan RB mengapresiasi kegiatan ini, terutama karena dilakukan untuk seluruh OPD. Dimana biasanya kegiatan seperti ini hanya dilakukan untuk beberaoa OPD saja sebagai sampel. Dikatakan Andi, Kegiatan ini akan menghasilkan indeks kepuasan masyarakat kabupaten Mappi yang tentu akan berkontribusi terhadap indeks kepuasan masyarakat nasional. Andi menegaskan, pelaksanaan SKM diharapkan memiliki dampak terhadap layanan publik di Kabupaten Mappi sesuai dengan semangat reformasi birokrasi. Bahkan Kegiatan SKM ini berlanjut beberapa tahapan sampai dengan adanya laporan SKM pada bulan Juli nanti. Dikesempatan berbeda Pj. Bupati Mappi, Michael R. Gomar S.STP.,M.Si menyampaikan bahwa kegiatan Survey Kepuasan Masyarakat terhadap Layanan Publik dilaksanakan oleh Pemda Mappi dengan dukungan Tim dari Kemenpan RB RI, sehingga hasilnya akan menjadi dasar evaluasi layanan publik baik urusan wajib dan urusan pilihan sehingga akan menjadi catatan rekomendasi atas indeks kepuasan layanan dan menjadi perbaikan layanan publik di Pemda Mappi. Dikatakan Michael Gomar tahapan perbaikan dan pembenahan Reformasi Birokrasi di Pemda Mappi sementara melalui Survey Kepuasan Masyarakat sudah dilaksanakan. "Dan selanjutnya kita akan melakukan evaluasi Kinerja dan Seleksi Terbuka Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupatem Mappi,"  tegas Pj. Bupati Mappi 26 Mei 2023, 08:59 WIT
Upaya Peningkatan Pelayanan Publik dengan SPBE, Pemkab Mappi Studi Tiru di Pemkab Sumedang Papuanewsonline.com, SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten Mappi Provinsi Papua Selatan dan Pemerintah Kabupaten Sumedang menjalin kesepakatan kerja sama dalam rangka peningkatan pelayanan publik  dengan menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), pengendalian inflasi, penanganan kemiskinan ekstrim, pemberdayaan ekonomi maayarakat, Penanganan Stunting dan Industri kreatif. Kerjasama tersebut tertuang dalam kesepakatan bersama antara Pemkab Mappi dengan Pemkab Sumedang yang ditandatangani oleh Penjabat Bupati Mappi, Michael R. Gomar, S,STP, M.Si di Sumedang, Senin (22/5/2023) dalam agenda studi tiru di Pemkab Sumedang. Turut serta bersama Pj Bupati Mappi, Michael R. Gomar, S.,STP,MSi beberapa pejabat diantaranya Ketua DPRD Kabupaten Mappi, Benedictus T. Paliling bersama sejumlah angggota dewan, Sekda Kabupaten Mappi, Ferdinandus Kainakaimu serta para asisten dan staf ahli dan seluruh kepala OPD. Pj Bupati Mappi Michael Gomar menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Sumedang yang telah bersedia menerima dan berbagi ilmu kepada Pemkab Mappi. Studi tiru ini dilakukan dalam rangka peningkatan pelayanan publik dengan memanfaatkan teknologi digital atau SPBE. "Adapun tujuan kami datang ke Kabupaten Sumedang untuk melakukan studi tiru dengan mengunjungi dan melihat secara langsung Mall Pelayanan Publik (MPP) yang mana Pemkab Sumedang telah memberikan contoh pelayanan publik dan pemanfaatan digitalisasi dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan,” jelas Pj Bupati. Kabupaten Sumedang dijadikan contoh karena kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Barat itu merupakan kabupaten yang memperoleh penghargaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik nomor 1 di Indonesia. Sesuai dengan arahan Menteri Dalam Negeri, Bapak Tito Karnavian bahwa untuk beberapa kabupaten/kota yang saat ini menjadi contoh atau pilot project serta role model dalam memberikan pelayanan publik yang telah dikembangkan secara khusus di Pemerintah Kabupaten Sumedang. "Pertama-tama kami atas nama Pemkab Mappi sangat mengapresiasi dan berterimakasih telah menerima kami berkunjung ke sini untuk melihat pola pelayanan publik yang diterapkan terhadap masyarakat tetapi juga terhadap penyelenggaraan pemerintahan,"ungkapnya. Pj Bupati menuturkan, saat ini beberapa prioritas program kebijakan nasional terhadap pengendalian inflasi, kemiskinan ekstrim, penanganan stunting, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan industri kreatif yang telah diterapkan oleh Pemkab Sumedang dan dapat menjadi contoh bagi Kabupaten-Kabupaten lainnya salah satunya Kabupaten Mappi. “Tentunya kami juga akan menyesuaikan dengan situasi kebutuhan dan kondisi daerah kami di Kabupaten Mappi. Besar harapan kami informasi pembelajaran ini dapat menjadi modal kekuatan bagi kami. Sehingga kami dapat menerapkannya. Tetapi kami juga ingin belajar memajukan kabupaten Mappi melalui potensi dan sumberdaya untuk penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik,” tegasnya. Pj Mappi Menegaskan, pelaksanaan studi tiru ini merupakan wujud komitmen dari Pj Bupati Mappi bersama pimpinan OPD dalam memberikan pelayanan Publik kepada masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan tepat sasaran serta terukur untuk kesejahteraan masyarakat yang nantinya  akan diimplementasikan melalui program kegiatan APBD perubahan tahun anggaran 2023. Sementara itu Wakil Bupati Sumedang, H. Erwan Setiawan dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Mappi yang sudah melakukan studi tiru di Kabupaten Sumedang. “Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami. Saya atas nama pemerintahan Kabupaten Sumedang mengucapkan terimakasih dan selamat datang di Kabupaten Sumedang, kita disini sama -sama belajar,”ungkapnya. Wabup mengatakan, inti dari kemajuan daerah sebenarnya adalah kekompakan, kebersamaan antara bupati, wakil bupati, Sekda dan seluruh jajaran ASN. Apalabila ada kekompakan dan komunikasi yang baik maka akan timbul kenyaman, sehingga dengan begitu moto kita bersama untuk kemajuan daerah bisa terwujud. “Kiranya bapak Pj Bupati Mappi bersama rombongan Pemkab Mappi dapat berdialog langsung dengan perangkat daerah Kabupaten Sumedang, serta unsur terkait lainnya telah kami hadirkan saat ini. Dan sebentar usai dialog kita bisa langsung ke lapangan untuk melihat Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Sumedang,” terangnya. Usai berdialog dan mendengar presentasi pemerintah Kabupaten Sumedang, Pj Bupati Mappi dan ketua DPRD Mappi bersama rombongan mengunjungi Mall Pelayanan Publik yang telah beroperasi mulai tahun 2019 dengan pelayanan 300 lebih perhari yang terpusat di MPP Sumedang. 23 Mei 2023, 22:04 WIT
Polda Papua Dampingi Biro SDM Polri Berikan Pelatihan Asesor Tahun 2023 Papuanewsonline.com, Maluku - Kepolisian Daerah Maluku melalui Biro Sumber Daya Manusia (SDM) menggelar pelatihan Asesor tahun 2023 yang berlangsung di aula Kamari Hotel, Kota Ambon, Senin (22/5/2023). Pelatihan yang diikuti para calon Asesor di jajaran Polda Maluku ini dibuka oleh Kabag Penkompeten Biro Binkar SSDM Polri, Kombes Pol Eka Satria Bhakti. Ia didampingi Kabag Binkar Biro SDM Polda Maluku AKBP Romi Agusriansyah, mewakili Karo SDM Polda Maluku Kombes Pol Boni J.S. Sirait. Karo SDM Polda Maluku Kombes Pol Boni J.S. Sirait dalam sambutannya yang dibacakan AKBP Romi Agusriansyah menyampaikan terima kasih kepada Ketua tim pelatihan asesor SSDM Polri bersama anggota tim yang sudah menyambangi Polda Maluku. "Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Ketua tim asesor SDM Polri bersama anggotanya yang saat ini hadir bersama-sama kami dalam pelatihan ini untuk berbagi ilmu dan pengalaman, sehingga kami berharap pelaksanaan pelatihan asesor dapat membawa manfaat untuk kita semua," katanya. Pelatihan ini, kata Sirait, diharapkan dapat meregenerasi para asesor di lingkup Polda Maluku. "Kami juga berharap jika ada kegiatan asesor di tingkat Mabes Polri kiranya para personel kita yang saat ini telah mengikuti pelatihan asesor bisa diikut sertakan lagi dalam kegiat asesor di tingkat Mabes Polri," harapnya. Sementara itu, Kabag Penkompeten Robinkar SDM Polri Kombes Pol Eka Satria, dalam sambutannya membuka pelatihan asesor mengatakan kalau kegiatan ini sangat penting dilakukan. Yang terpenting harus memiliki kompeten dalam memajukan organisasi Polri. Hal ini sejalan dengan program Kapolri tentang peningkatan SDM Polri. "Olehnya itu kita dituntut untuk selalu meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM kita di era masa kini," jelasnya. Pada kesempatan itu, Satria juga menyampaikan terima kasih kepada Polda Maluku yang sudah memberikan kesempatan untuk melaksanakan pelatihan asesor. "Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi kita semua dan kerjasama kita dalam pelatihan ini sangat diharapkan dalam rangka kita saling berbagi pengalaman. Sehingga para peserta yang saat ini mengikuti pelatihan asesor ke depan dapat memberikan kontribusinya dalam setiap pelaksanaan asesor di lingkup Polda Maluku dan dapat menjaga marwah sebagai seorang asesor Polri," pintanya. (PNO-12) 22 Mei 2023, 15:08 WIT
Pimpin Upacara Kapolda Maluku Peringati Hari Kebangkitan Nasional Papuanewsonline.com, Maluku - Kepolisian Daerah Maluku menggelar upacara peringatan hari Kebangkitan Nasional yaang ke-115 tahun 2023, Senin (22/5/2023). Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif, bertindak selaku inspektur upacara yang dilaksanakan di lapangan Polda Maluku, Letkol Pol Chr. Tahapary, Kota Ambon. Upacara turut dihadiri Wakapolda Maluku Brigjen Pol Stephen M. Napiun, Irwasda Maluku Kombes Pol Jannus Parlindungan Siregar, dan seluruh pejabat utama Polda Maluku. Plt Menteri Kominfo RI Mahfud MD dalam amanatnya yang dibacakan Kapolda Maluku menyampaikan bara persatuan Indonesia sebagai negara mulai menyala. Hal ini ditandai dengan meleburnya berbagai gerakan perjuangan yang bersifat kedaerahan menjadi satu barisan yang utuh dengan didirikannya Budi Utomo tanggal 20 Mei 1908. "Dengan mewujudkan Indonesia sebagai negara yang satu yang berdaulat adil dan makmur, dengan didirikan oleh DR.Soetomo bersama para mahasiswa School TOT Opleading Van  Lndishe Arsten (STOVIA) Budi Utomo berdiri untuk mendorong bangsa Indonesia mengejar  ketinggalannya di masa itu," katanya. Budi Utomo juga melandaskan dirinya untuk mengejar 3 tujuan yang menjadi cita-cita kebangkitan nasional yaitu, yaitu memerdekakan cita-cita kemanusiaan; memajukan nusa dan bangsa; dan mewujudkan kehidupan bangsa yang terhormat dan bermartabat di mata dunia. "Saat ini kemerdekaan telah kita raih, barisan perjuangan kita harus tetap rapat, erat, dan terus maju bergerak mengobarkan api. Maka dengan upacara  saat ini dengan mengusung tema "Semangat Untuk Bangkit" demi mewujudkan Indonesia Emas 2045," katanya. Pada tanggal 5 Mei 2023, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan status publik health emergency of internasional concern atau darurat kesehatan global untuk covid 19 secara resmi dicabut, "kita bersyukur setelah melalui krisis pandemi selama tiga tahun terakhir, momentum untuk memaknai hari kebangkitan nasional ke 115 ini sebagai membangun semangat kebangsaan untuk bangkit pasca pandemi," katanya. Semangat untuk bangkit dan mempercepat pemulihan global pasca pandemi dengan tema "Asean Matters Epicentrum Of Growth". "Dengan tema tersebut Indonesia ingin menjadikan Asia Tenggara sebagai kawasan yang penting dan relevan bagi seluruh dunia dalam merespon tantangan regional, sekaligus memperkuat posisi Asean sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi dunia," katanya. Pada kesempatan yang sama, Kapolda Maluku menambahkan, bara api semangat kebangkitan yang dijaga saat ini harus menjadi lentera penerang harapan. Hal ini juga sekaligus sebagai penunjuk jalan bagi perjuangan generasi penerus bangsa kelak. "Dengan memaknai dan memperingati  hari kebangkitan nasional yang ke 115,  kita semua harus berjuang, belajar, bertumbuh, dan terus melangkah maju dengan Semangat Untuk Bangkit," pintanya. (PNO-12) 22 Mei 2023, 14:34 WIT
Kapolda Maluku Tindak Tegas Perizinan dan Pengamanan Di Gunung Botak Papuanewsonline.com, Maluku - Menyikapi adanya unjuk rasa kembali dari salah satu ormas di Pulau Buru, Polda Maluku menyampaikan inti dari persoalan di Gunung Botak selain karena adanya temuan emas, juga akibat berubah-ubahnya perijinan pengelolaannya sejak awal ditemukan. Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol Lotharia Latif, mengatakan, pengelolaan pertambangan illegal di Pulau Buru, mengakibatkan kerusakan lingkungan dan alam di sana. Pengelolaan yang tidak baik, akan sangat membahayakan kelangsungan kehidupan manusia maupun lingkungan. "Presiden Jokowi sejak tahun 2019 telah memerintahkan untuk menutup dan meninjau kembali perijinan serta pengelolaan untuk penambangan tersebut," tegas Kapolda Maluku Lotharia Latif, Minggu (21/5/2023). Sampai saat ini ijin baru tentang penambangan di Gunung Botak belum turun dari Pemerintah pusat. Harusnya, semua pihak terkait memperjuangkan hal ini, agar Pemerintah pusat bisa segera menurunkan atau mengeluarkan ijin. Sehingga jelas pengelolaannya, dan kontribusinya untuk rakyat maupun jelas juga pengelolaan lingkungannya. Kapolda mengaku persoalan ijin belum ada kepastian hingga kini. Sementara fakta di lapangan sudah banyak yang bermain baik untuk kepentingan kelompok maupun pribadi masing-masing. "Fakta di lapangan bahwa muncul persoalan dan penambangan-penambangan liar yang sporadis," katanya. Beberapa tahun lalu, Pemerintah Provinsi, Polda dan TNI melakukan pengamanan secara terpadu. Seiring berjalannya waktu, kebutuhan anggaran pemerintah tidak cukup hanya untuk mengamankan Gunung Botak. Olehnya itu, dukungan anggaran dilanjutkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru. Dengan dukungan anggaran tersebut, pengamanan penambangan illegal kemudian dilanjutkan oleh Pemkab Buru, Polres maupun Kodim. Namun dukungan anggaran tersebut juga tidak bertahan lama untuk mengurusi pengamanan Gunung Botak yang wilayahnya cukup luas. "Sampai saat ini Polda dan Polres telah melakukan Gakkum (penegakan hukum) di sana sebanyak 13 kasus dengan 30 orang tersangka," ungkapnya. Kapolda mengaku penegakan hukum saja tidak bisa menyelesaikan persoalan di sana yang semakin kompleks dan rumit. Banyak orang punya kepentingan. Bahkan masyarakat adat sudah saling mengklaim satu sama lain antara raja-raja di sana. "Beberapa oknum aparat keamanan, oknum ormas-ormas dan oknum sipil pun banyak bermain di sana. Kita sudah memonitor hal tersebut dan untuk Polri, kita tindak tegas internal yang terbukti bermain-main di sana," tegasnya. Banyak pemain atau orang yang melakukan usaha illegal pertambangan di Gunung Botak. Mereka saling menjelekkan, bahkan melaporkan satu sama lain apabila kepentingannya terusik atau terganggu. "Kalau kelompoknya tidak sempat tertangkap dan diproses hukum mereka diam saja, giliran tertangkap pasti mereka teriak-teriak dan menyebut kelompok yang lain juga belum tertangkap dengan menggunakan berbagai cara lewat media atau unjuk rasa ke Polres atau Polda," jelasnya. Di sisi lain, Kapolda juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat atau kelompok yang masih terus peduli dengan hati yang tulus dan bersih tanpa ada kepentingan apapun dalam menjaga Gunung Botak. Kepentingan kelompok tersebut hanya semata-mata untuk melindungi dampak yang lebih luas yaitu kerusakan lingkungan. "Mari kita sama-sama turun saja ke lapangan, kalau perlu ikut bergabung dalam kegiatan operasi yang kita lakukan di medan-medan yang sulit tersebut," ajaknya. Untuk melindungi Gunung Botak dari kerusakan lingkungan, Kapolda mengaku semua pihak terkait harus terlibat dalam melakukan operasi terpadu. Dan hal ini tentu membutuhkan dukungan anggaran. "Selama ini Polda dan Polres konsisten melakukan operasi dengan dukungan anggaran Harkamtibmas dan konflik sosial secara mandiri, tapi anggaran tersebut juga sangat terbatas dan bukan hanya untuk penanganan di Gunung Botak," katanya. Irjen Latif juga mengaku hingga saat ini pihaknya terus dan tetap konsisten melakukan penegakan hukum terhadap para pelaku Penambang Emas Tanpa Ijin (PETI). "Saya dari awal sudah menyampaikan tidak ada kompromi dan proses hukum siapapun yang terbukti melakukan illegal mining di Gunung Botak," tegasnya. Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat memahami kondisi yang saat ini terjadi di Gunung Botak. Dengan demikian, tidak serta merta selalu menyalahkan Polri dalam penegakan hukum. "Dengan paham situasi dan kondisi di sana tentu sangat tidak bijak kalau sedikit-sedikit yang disalahkan Polri karena tidak menegakkan hukum di sana. Padahal persoalan di sana sangat kompleks, yang diawali perijinan yang tidak jelas, masalah klaim tanah adat dari beberapa raja yang saling gugat, dan banyaknya pemodal luar dan pemain yang melibatkan beberapa pihak di masyarakat," ungkapnya. Terkait dengan sekelumit persoalan di Gunung Botak, Kapolda mengaku Mabes Polri pun sudah mengetahuinya, termasuk akar permasalahan dan langkah-langkah proses hukum yang dilakukan oleh Polda Maluku selama ini. "Karena tiap saat Saya melaporkan setiap perkembangan dan tindakan kepolisian yang dilakukan di Gunung Botak kepada pimpinan dan Mabes Polri," pungkasnya. (PNO-12) 21 Mei 2023, 20:14 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT