logo-website
Minggu, 09 Agu 2026,  WIT
BERITA TAG Kesehatan Homepage
Diikuti 10 Ribu Peserta, Kapolri Buka Kemala Run 2024 di ICE BSD Papuanewsonline.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka acara Kemala Run 2024 yang diikuti 10.000 peserta di ICE, BSD, Tangerang Selatan, Minggu, 9 Juni 2024."Kemala Run 2024 di ICE BSD dibuka oleh Bapak Kapolri," kata Ketua Panitia Kemala Run 2024, Winta Wahyu Widada dalam keterangan tertulis, Minggu (9/6/2024).Gelaran tahun ini merupakan event ketiga dari Tour of Kemala. Sebelumnya, Tour of Kemala sempat diselenggarakan di Belitung dan Banyuwangi pada 2022 dan 2023.Kemala Run 2024 diikuti 10 ribu peserta lokal maupun mancanegara. Peserta terdiri dari atlet nasional dan internasional, pecinta olahraga lari, komunitas lari, dan keluarga besar Polri dari seluruh Indonesia.Kemala Run 2024 terdiri dari empat kategori yaitu, Half Marathon sejauh 21 km, 10 km, 5 km dan Kids Dash yang melombakan jarak 100, 200, dan 300 meter, dan satu kategori non-lomba Disabilitas.Kapolri didampingi Ketua Pembina Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Bhayangkari, Juliati Sigit Prabowo, Wakapolri Komjen Agus Andrianto dan Wakil Ketua Pembina YKB Evi Agus Andrianto, Irwasum Komjen Pol Ahmad Dofiri dan Pengurus Ketua Pusat YKB Diana Ahmad Dofiri. Dari garis start Orang nomor satu di Korps Bhayangkara ini mengibarkan bendera start untuk pelari di kategori Half Marathon pada pukul 05.45 Untuk pelari kategori 10K dilepas oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Dan kemudian untuk pelari 5K akan dilepas oleh Ketua Umum Bhayangkari, Juliati Sigit Prabowo. Setelah itu Peserta difabel dilepas oleh Waketum Bhayangkari Ny. Evi Agus Andrianto.Peserta lari untuk kategori Kids Dash kemudian dilepas oleh Ketua Pengurus Pusat Yayasan Kemala Bhayangkari, Diana Ahmad Dofiri. Ketua Panitia Kemala Run 2024, Winta Wahyu Widada menuturkan, jalur yang dilalui oleh peserta Kemala Run 2024 sudah terverifikasi secara internasional oleh Association of Internasional Marathons and Distance Races (AIMS)."Jadi sertifikat yang diberikan kepada peserta lari Half Marathons 21K, 10K dan 5K itu juga sudah terstandardisasi secara internasional," kata istri dari Kabareskrim, Komjen Wahyu Widada ini.Ia menuturkan bahwa pihaknya mengundang para penyandang disabilitas untuk memeriahkan acara Kemala Run 2024. Untuk lari yang diikuti oleh anak-anak dalam kategori Kids Dash ini, kata Winta untuk mendukung program pemerintah."Ada kategori Kids Dash untuk menggalakkan olahraga sejak dini sesuai dengan program pemerintah," ucapnya.Dirinya berharap dengan digelarnya Kemala Run 2024 animo masyarakat terhadap olahraga khususnya lari semakin besar."Harapan kita animo masyarakat tentang olahraga ini sangat besar jadi kita harapkan tahun-tahun mendatang akan melaksanakan program-program untuk olahraga selanjutnya, apakah itu Kemala Run atau bisa juga dengan cabang olahraga lain misal tenis, bola voli,kita bisa adakan di bawah wadah Tour of Kemala," pungkasnya. PNO-11 10 Jun 2024, 22:06 WIT
Polri Targetkan Zero Accident Dalam Rekrutmen Pendidikan dan Latihan Papuanewsonline.com, Jakarta - Dalam pelaksanaan rekrutmen hingga pendidikan serta pelatihan anggota kepolisian, Polri menargetkan nol kecelakaan atau zero accident. SSDM Polri mengajak fungsi pendidikan, pelatihan serta kesehatan Polri mewujudkan target ini.“Sesuai arahan Bapak Kapolri (Jenderal Listyo Sigit Prabowo), bahwa kami (Polri) harus mengambil peran sebagai bagian integral untuk mencapai visi Indonesia Emas 2024. Maka kami memiliki target yakni zero accident mulai dari proses rekrutmen, pendidikan pembentukan, pendidikan pengembangan dan juga pelatihan,” kata Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri) Irjen Pol Dedi Prasetyo, dalam keterangan tertulis, Minggu (9/6/2024).Dijelaskan Dedi Prasetyo, bahwa maksud dari zero Accident adalah nihil kejadian menonjol semisal meninggal dunia dalam masa pendidikan pembentukan. Dikatakannya, untuk mencapai target ini diperlukan langkah-langkah pencegahan dan mitigasi.“Kalau sesuai tugas dan fungsi di SDM, dalam proses rekrutmen ada namanya prinsip ‘betah’, yaitu bersih, transparan, akuntabel dan humanis. Ini sudah diterapkan beberapa tahun lalu dan menjadi acuan pelaksanaan rekrutmen,” tegas Irjen Pol Dedi.“Dalam proses rekrutmen itu kan ada pemeriksaan kesehatan, tes kesamaptaan jasmani, juga tes psikologi. Ini untuk mengukur sejauh mana kesiapan calon siswa menempuh pendidikan nanti,” terangnya. Disampaikan Dedi Prasetyo, tujuan dari serangkaian tes dalam rekrutmen dilakukan dengan ketat. Salah satunya, tambah dia, untuk kebaikan calon siswa itu sendiri.“Jangan sampai saat pendidikan ternyata ada sakit yang membahayakan nyawa si siswa itu sendiri, atau kemampuan fisiknya tidak memenuhi syarat untuk mengikuti kegiatan pendidikan dan akhirnya mengalami kecelakaan atau sakit,” ungkapnya. “Atau jangan sampai misalnya ada yang psikologinya bermasalah, tidak mampu menerima tekanan-tekanan selama pendidikan, sehingga melakukan hal-hal tak diinginkan atau merugikan dirinya sendiri,” ucap mantan Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) ini.Ia menambahkan, hal ini telah dia sampaikan saat hari kedua Rakernis SDM Polri pada Senin, 27 Mei lalu. Rakernis yang dibuka Jenderal Sigit ini tak hanya diikuti personel SSDM Polri, tapi juga perwakilan Lembaga Pendidikan dan Latihan (Lemdiklat) Polri seperti Akpol, SPN, Sepolwan dan lembaga pendidikan pengembangan Polri lainnya.“Polri memerlukan SDM yang memiliki mentalitas, kapabilitas, dan kualitas serta integritas yang bagus, agar bisa menjalankan tugas pokok dan fungsi Polri secara maksimal. Prinsip ‘betah’ dalam setiap rekrutmen juga prinsip yang telah dikembangkan selama 10 tahun dan harus terus dievaluasi, serta ditingkatkan agar tak cuma jadi slogan,” kata Irjen Pol Dedi.Ia mengatakan, perlu kebersamaan antarsemua fungsi terkait dalam mewujudkan SDM Polri yang Presisi dan unggul. Terakhir, dia menegaskan SD, merupakan investasi jangka Panjang Polri.“SDM merupakan investasi jangka panjang. Oleh karena itu rekrutmen, pendidikan dan pelatihan anggota Polri tidak hanya menjadi tanggungjawab SDM Polri, tapi juga tanggungjawab semua satuan kerja,” pungkas Irjen Pol Dedi Prasetyo. (PNO-12) 10 Jun 2024, 18:46 WIT
Sebanyak 667 Casis Bintara dan Tamtama Polri di Maluku Jalani Pemeriksaan Kesehatan Tahap Dua Papuanewsonline.com, Ambon - Seleksi penerimaan anggota Bintara dan Tamtama Polri gelombang kedua tahun 2024 kembali digelar oleh Panitia Daerah (Panda) Maluku di Kota Ambon, Kamis (6/6/2024).Sebanyak 667 Calon Siswa Bintara dan Tamtama Polri menjalani pemeriksaan kesehatan tahap dua. Pemeriksaan dilaksanaan di dua tempat, yakni di Rumah Sakit Bhayangkara, dan Gedung Dojo SPN Polda Maluku.Pemeriksaan kesehatan (Rikkes) tahap dua dipimpin Karo SDM yang didampingi Kabid Dokkes Polda Maluku. Turut hadir tim Rikkes Penerimaan Terpadu Anggota Polri tahun 2024, serta pengawas internal dari Bidpropam dan Itwasda, maupun pengawas eksternal.Sebelum pemeriksaan kesehatan dimulai, ratusan casis ini terlebih dahulu mengikuti apel pengecekan peserta. Para peserta kemudian diberikan koding Rikkes sebagai identifikasi untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan tahap dua. Plt. Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Aries Aminnullah mengungkapkan, di Rumah Sakit Bhayangkara peserta menjalani pemeriksaan rontgen dan EKG. Sementara di Gedung Dojo SPN peserta menjalani pemeriksaan laboratorium dan kesehatan jiwa (keswa)."Di Rumah Sakit Bhayangkara diikuti sebanyak 332 peserta pria, dan semuanya hadir lengkap. Begitupula di Gedung Dojo SPN terdapat 333 peserta yang terdiri dari 306 pria dan 27 wanita," katanya.AKBP Aries mengaku, rikkes dua merupakan salah satu tahapan penting dalam seleksi penerimaan Bintara dan Tamtama Polri. Ini bertujuan untuk memastikan calon anggota Polri memiliki kondisi kesehatan yang prima sebelum melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya. Menurutnya, pelaksanaan tahapan rikkes dua berjalan tertib dan lancar. "Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung proses seleksi yang transparan dan akuntabel, sehingga menghasilkan calon anggota Polri yang berkualitas dan siap mengabdi kepada masyarakat," harapnya. PNO-11 09 Jun 2024, 21:26 WIT
Cegah Kasus Bullying, Polda Maluku: Peran Orang Tua dan Sekolah Sangat Penting Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku gencar mengatasi kasus bullying di sekolah. Untuk mencegahnya, Polda Maluku menghimbau orang tua agar dapat memberikan perhatian penuh, didikan yang baik kepada anak-anaknya. Begitupula pihak sekolah.Peran orang tua dan pihak sekolah untuk mengatasi persoalan kasus bullying yang kerap terjadi dan menimpa anak-anak sangat penting, sebelum perkara itu bergulir ke ranah hukum.Demikian disampaikan Kanit PPA Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku, Iptu Lilian Siwabessy S.Sos., MH dalam kegiatan dialog tentang maraknya kasus bullying yang dihelat di kantor RRI, Kota Ambon, Selasa (4/6/2024).Dalam dialog tersebut, Polda Maluku juga mebghadirkan sejumlah pembicara seperti pimpinan LSM Gasira Maluku DR. Elizabeth Marantika Mailoa; Psikolog Maluku Prisca Diantra Sampe S.PSI, M.SI; Kabid Pembinaan Ketenagakerjaan Dinas Pendidikan Maluku Yuspi I. Tuarita S.IP, M.SI.Menanggapi video viral kasus bullying antar sesama siswa sekolah, Iptu Lilian mengaku Polda Maluku sudah melakukan monitoring. Pihaknya akan menindaklanjuti apabila ada pengaduan dari masyarakat. "Namun perlu juga diketahui bahwa pihak kepolisian dalam penanganan kasus bullying juga lebih mengedepankan Restoratif justice (RJ)," katanya.Menurutnya, proses RJ juga dilakukan karena selain korban, pelaku juga masih masuk dalam kategori anak-anak. Sehingga nasib korban dan pelaku juga menjadi perhatian, karena mereka masih anak-anak. Di mana masalah psikologis, mental dan masa depan mereka juga menjadi pertimbangan."Biasanya setelah kami melakukan penyelidikan kasus tersebut, pada akhirnya kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan. Kami lakukan untuk masa depan korban dan pelaku. Namun untuk anak yang usianya di atas 14 tahun, kami akan melakukan penahanan, apalagi kalau dari tindakan bullying itu terjadi tindak pidana, maka akan kami proses sesuai prosedur yang ada," tegasnya.Kepada semua elemen masyarakat, khususnya para orang tua dan pihak sekolah, diajak untuk berperan aktif dalam menekan kasus tersebut."Untuk menekan kasus bullying butuh peran dan tanggung jawab semua pihak. Pertama adalah dimulai dari lingkungan keluarga, orang tua maupun sanak saudara harus yang dapat memberikan contoh dan edukasi yang baik kepada anaknya," pintanya.Menurut Iptu Lilian, seorang anak dapat meniru apa yang dilihatnya khususnya orang-orang terdekat. Olehnya itu, pembelajaran yang baik harus terus dilakukan di depan anak-anak."Anak-anak ini akan melakukan apa yang dilihat dari orang terdekatnya sehingga peran serta keluarga, sekolah dan kepolisian sangat dibutuhkan untuk menekan terjadi tindakan bullying atau rudapaksa di kalangan masyarakat dan sekolah," harapnya.Sementara itu, Yuspi Tuarita mengatakan, tindakan bullying di lingkungan masyarakat dan sekolah diakibatkan oleh kurangnya pembinaan orang tua dan keluarga terhadap para pelaku. Berbagai kasus yang terjadi di sekolah harus jadi perhatian bersama. Perlunya peran guru yang tegas dalam memberikan bimbingan dan sosialisasi tentang dampak buruk dari tindakan tersebut. "Masalah bullying yang marak terjadi di lingkungan sekolah saat ini kami telah mengeluarkan aturan untuk pencegahannya. Aturan ini juga para guru di sekolah dituntut bukan saja sebagai tenaga pengajar tapi juga sebagai sahabat siswa dalam membimbing dan mencegah terjadinya perundungan antar sesama siswa di sekolah," ungkapnya.Kasus bullying ini juga tidak saja terjadi antar siswa dengan siswa tapi juga dapat terjadi antara siswa dengan guru. "Jadi harus kita pahami dengan baik bahwa tidak selamanya siswa atau anak yang menjadi korban bullying tapi juga orang dewasa maupun guru yang ada di sekolah sehingga dari itu kami berharap perhatian dari semua pihak," katanya.Dinas Pendidikan sendiri dalam menyikapi masalah bullying telah memberikan himbauan kepada semua sekolah (SD, SMP, SMA atau sederajat). "Apabila telah selesai jam sekolah maka semua siswa tidak ada lagi yang berkeliaran di jalan atau di lingkungan sekolah namun sudah harus kembali ke rumah masing-masing, dengan harapan masalah ini dapat kita tekan," katanya.Di sisi lain, apabila di sekolah tertentu yang sudah dua kali terjadi kasus bullying, maka sekolah tersebut akan mendapatkan sangsi administrasi yang tegas. "Sebab pihak sekolah dianggap tidak mampu dan terkesan adanya pembiaran terhadap hal tersebut," tegasnya.Senada, Elizabeth Marantika mengaku perkara bullying adalah masalah bersama. Kasus ini menurutnya berawal dari rumah. "Kita harus lihat apa akar permasalahannya sehingga perlu tanggung jawab bersama baik itu dari keluarga hingga pada pihak sekolah," ujarnya.Ia mengungkapkan, kasus bullying dapat terjadi apabila seseorang atau kelompok menganggap dirinya kuat dan hebat di suatu komunitas atau lingkungan. "Biasanya ini menjadi potensial terjadinya bullying di lingkungan tersebut," jelasnya.Menurutnya, kasus bullying terjadi karena banyak anak-anak tidak tahu kalau perkara tersebut adalah merupakan suatu tindakan kekerasan. "Sehingga kami pikir apabila ada terjadinya kasus maka pertama-tama harus ada langkah awal pembinaan dan penanganan khusus oleh para guru atau orang tua dan jangan langsung di bawa ke rana hukum, sebab para anak-anak ini kan di bawah umur dan kadang mereka melakukan tindakan bullying itu juga karena ada faktor-faktor tertentu juga jadi dalam penangananya dibutuhkan langkah khusus," pintanya.Prisca Diantar juga menyampaikan hal yang sama. Menurutnya tindakan bullying yang dilakukan anak merupakan akibat dari apa yang sering dia lihat dan dialami di lingkungan keluarga atau orang tua sendiri."Anak-anak akan selalu mencontohi apa yang dia lihat dan dia alami jadi kalau ada anak yang melakukan bullying terhadap anak lain mungkin saja si pelaku itu di lingkup keluarga sering melihat atau mengalami hal kekerasan," tambahnya.Media sosial, lanjut Prisca juga memiliki pengaruh dan dampak yang kuat untuk terjadinya kasus bullying. "Kita tau saat ini apa saja yang terjadi pada diri seseorang akan langsung di upload ke media sosial sehingga hal ini bisa menjadi awal pemicu terjadinya tindakan bullying baik itu lewat media sosial maupun pada dunia nyata," ungkapnya."Semua pihak agar mari sama-sama melakukan tindakan pencegahan bullying seperti para guru yang menceritakan lingkungan sekolah yang sehat dan kepada orang tua dan keluarga dapat memberikan pola pengasuhan yang baik terhadap anak-anaknya," pungkasnya. PNO-11 05 Jun 2024, 21:37 WIT
Bhayangkari Bersama YKB Siap Gelar Lomba Lari Skala Internasional Kemala Run 2024 Papuanewsonline.com, Jakarta - Pandemi telah berakhir, geliat masyarakat dalam berolahraga dan menjaga kesehatan meningkat lebih pesat dari masa-masa sebelumnya. Lomba lari menjadi alternatif utama masyarakat dalam menjaga kebugaran dan kompetisi. Gejala ini menunjukkan betapa masyarakat kota besar di Indonesia telah terbangun kesadaran kesehatannya dengan mandiri.Menyambut antusiasme masyarakat tersebut, Bhyangkari dan Yayasan Kemala Bhayangkari akan menggelar lomba lari bertaraf internasional 'Kemala Run 2024 pada Minggu (9/6/2024) mendatang di ICE BSD. Lomba ini sebagai rangkaian berkelanjutan Tour of Kemala."Lomba lari bukan hal yang spele, terutama yang dilakukan di Indonesia dengan kondisi iklim tropis. Harus diawali dengan fisik dan mental yang kuat. Latihan rutin dan konsisten sebelum lomba mutlak dibutuhkan supaya bisa menaklukkan medan Kemala Run 2024," terang Ketua Panitia Kemala Run 2024 Winta Wahyu Widada.Lomba ini terbagi dalam empat kategori lomba; yaitu Half Marathon, 10KM, 5KM, Kids Dash yang melombakan jarak 100, 200, dan 300 meter, dan satu kategori non-lomba Disabilitas.Sejak pendaftaran dibuka akhir Februari 2024 lalu, 100% slot lomba telah terjual. Tercatat 35 pelari internasional dari 9 negara berbeda ikut meramaikan Kemala Run 2024.Lomba ini akan diikuti oleh 10,000 peserta yang terdiri dari para atlet nasional dan internasional, pecinta olahraga lari, komunitas lari dan keluarga besar Polri dari seluruh Indonesia.Sementara itu Event Director Kemala Run 2024 Pandu Buntaran, mengatakan pihaknya akan memprioritaskan keamanan dan kenyamanan para peserta. Tim akan memaksimalkan dukungan tim medis demi kelancaran lomba."Keamanan, kenyamanan dan kepercayaan peserta adalah yang utama bagi kami. Titik hidrasi dengan komposisi air yang maksimal sekaligus dukungan team medis yang handal telah kami perhitungkan dengan seksama demi kelancaran lomba," tuturnya.Nantinya akan ada tujuh pemenang dari tiap kategori lomba. Akan ada hadiah istimewa dari penyelenggara, para sponsor dan pendukung acara. Para pendaftar bisa mengunjungi laman resmi Kemala Run 2024 www.kemalarun.com dan Instagram @tourofkemala untuk keterangan lebih lanjut. Kemala Run 2024 dipersembahkan oleh Bhayangkari dan Yayasan Kemala Bhayangkari atas dukungan sponsor, yakni Bank Artha Graha Internasional, agi, Artha Graha Peduli, SCBD, Gulavit, Takokak Win’s Tea, Discovery Hotels & Resorts, Electronic City, eci.id, Arthatel, Wahyukartu, Digital Korlantas, MEG, dan Creative Event Entertainment. PNO-11 05 Jun 2024, 13:19 WIT
Tourist Police Polres Pesisir Barat Beri Pertolongan Kepada Atlit Surfing Papuanewsonline.com, Lampung - Tourist Police Polres Pesisir Barat kembali menunjukkan respon cepat dan profesional dalam menangani insiden yang melibatkan atlit. Kamis pagi tadi, mereka berhasil memberikan pertolongan pertama dan mengantarkan atlit surfing asal Indonesia, Izrel Sababat, ke bagian kesehatan Bid Dokkes Polda Lampung.Kapolres Pesisir Barat AKBP Alsyahendra, S.I.K,.M.H. Melalui Kasihumas Polres Pesisir Barat Ipda Kasiyono, S.E.,M.H mengatakan bahwa Izrel Sababat baru saja menyelesaikan perlombaan surfing dalam ajang Krui Pro WSL QS 5000 ketika mengalami cedera. Menyadari kondisi yang membutuhkan penanganan medis segera, pihak Tourist Police langsung memberikan pertolongan pertama di lokasi kejadian."Tak hanya itu, mereka juga memastikan Izrel mendapatkan perawatan lanjutan dengan segera mengantarkannya ke bagian kesehatan Bid Dokkes Polda Lampung." JelasnyaKompetisi Krui Pro WSL QS 5000 sendiri merupakan salah satu ajang surfing internasional bergengsi yang diadakan di Pesisir Barat, Lampung, dan menarik perhatian surfer dari berbagai belahan dunia. Kesiapan dan kecepatan tindakan dari pihak Tourist Police Polres Pesisir Barat ini mendapat apresiasi dari banyak pihak, termasuk para peserta dan penyelenggara acara.  "Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memberikan pelayanan terbaik dan respons cepat terhadap setiap insiden yang terjadi, terutama dalam acara internasional seperti Krui Pro WSL QS 5000," ujar Kasihumas.Dengan tindakan sigap dan profesional ini, diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan dan kenyamanan para wisatawan serta peserta acara di Pesisir Barat, Lampung. (PNO-12) 02 Jun 2024, 17:35 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT