logo-website
Minggu, 09 Agu 2026,  WIT
BERITA TAG Kesehatan Homepage
Kabid Humas Himbau Warga Agar Berhati-hati dan Waspada Terhadap Cuaca Ekstrim Papuanewsonline.com, Jayapura – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan melanda sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Provinsi Papua, pada Minggu (5/5/2024) dan Senin (6/5/2024). Potensi cuaca ekstrem tersebut mencakup hujan lebat, petir, angin kencang, dan gelombang tinggi.Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom, menegaskan bahwa BMKG telah mengeluarkan perkiraan cuaca tersebut, yang akan berdampak di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Provinsi Papua, baik di bagian utara maupun selatan."Masyarakat diminta untuk melakukan penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menghindari pemotongan atau penebangan pohon secara liar," ujarnya.Selain itu, Kabid juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang, baik yang berada di pinggir sungai maupun lereng gunung."Kami juga mengingatkan kepada masyarakat yang melakukan pelayaran di wilayah perairan yang berpotensi gelombang tinggi agar meningkatkan kewaspadaan," tambahnya.Dalam rangka menghadapi potensi cuaca ekstrem tersebut, Kabid menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan kolaborasi dengan instansi terkait untuk membentuk tim siaga bencana mulai dari tingkat desa hingga provinsi. Tim ini akan bertugas memantau lingkungan sekitar akan gejala awal terjadinya banjir bandang, longsor, angin kencang, ataupun gelombang tinggi."Kami juga akan menyiapkan dan mengelola sumber daya manusia, logistik, peralatan, sarana dan prasarana untuk penanganan keadaan darurat bencana, termasuk fasilitas layanan kesehatan, jalur dan tempat evakuasi, serta lokasi pengungsian," jelas Kabid.Peringatan dini dari BMKG ini menjadi penting agar masyarakat bisa lebih waspada dan siap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana akibat cuaca ekstrem. Kolaborasi antara pihak kepolisian dan instansi terkait menjadi kunci dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana yang akan datang. (PNO-12) 07 Mei 2024, 09:20 WIT
Bhayangkari Cabang Tolikara Gencarkan Pelayanan Kesehatan Posyandu Papuanewsonline.com, Tolikara – Bhayangkari Cabang Tolikara dan tim kesehatan puskesmas kota Karubaga melaksanakan kegiatan rutin pelayanan Posyandu kepada ibu hamil, lansia dan balita yang bertempat di halaman Aula Bhayangkari, Sabtu (04/05).Ketua Bhayangkari Cabang Tolikara, Ny. Messke Irianto John saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pelayanan posyandu rutin ini merupakan upaya Polres Tolikara dalam mewujudkan masyarakat yang sehat di wilayah Papua Pegunungan khususnya Kabupaten Tolikara.“Pelayanan kesehatan terpadu pada hari ini dengan dilakukannya pemeriksaan kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah, Kolesterol, Asam Urat dan Kadar Gula Darah bagi lansia, sedangkan Ibu Hamil dilakukan pemeriksaan tekanan dasar dan usia kandungan, dan Balita seperti biasanya yakni berat badan, tinggi dan imunisasi,” jelas Ny. Messke Irianto John.Ny. Messke Irianto John juga menambahkan bahwa selain diberikannya pelayanan kesehatan tersebut, ibu-ibu Bhayangkari dan tenaga kesehatan juga memberikan beberapa obat diantarnya vitamin dan penambah darah kepada lansia dan ibu hamil untuk di konsumsi secara rutin, sedangkan balita diberikan beberapa makan tambahan.“Semoga pelayanan yang telah kami lakukan dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan sehingga aktifitas yang dilaksanakan sehari-hari dapat berjalan dengan baik. selain itu kiranya setiap dilaksanakan posyandu agar selalu hadir untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan terlebih lagi bagi bayi, balita, ibu hamil serta lansia,” tutup Ny Messke Irianto John. (PNO-12) 05 Mei 2024, 18:44 WIT
Jenazah Korban Penembakan di Intan Jaya Berhasil Dievakuasi Aparat Gabungan Papuanewsonline.com, Intan Jaya – Aparat gabungan TNI-Polri berhasil mengevakuasi jenazah an. Aleksander Parapak yang merupakan korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Selasa (30/04/2024).Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom, saat dikonfirmasi membenarkan evakuasi tersebut.Kabid Humas mengatakan evakuasi korban tersebut dilakukan pada Sabtu (04/05) sekitar pukul 07.30 wit dengan menggunakan Heli TNI jenis Belt yang take off Kabupaten Mimika.“Saat tiba di Distrik Homeyo, aparat gabungan TNI-Polri melakukan evakuasi jenazah korban dan 3 (tiga) warga sipil diantaranya seorang guru dan dua orang anak-anak yakni Simon Petrus Tamonob (37), Helen Jean Vesty Tamonob (6) dan Gadwyn Tamonob (2),” ucap Kabid Humas.Lebih lanjut, Kabid Humas mengatakan jenazah almarhum Alexsander Parapak telah tiba pukul 08.50 WIT di Mimika dan sudah berada di RSUD untuk selanjutnya akan dilakukan Visum dan Otopsi. Namun, proses pemakaman masih menunggu kesepakatan dari pihak keluarga.“Jenazah saat ini masih dilakukan tindakan medis berupa visum dan otopsi oleh pihak RSUD Mimika, jenazah korban akan di semayamkan di rumah duka SP2 Mimika untuk selanjutnya diterbangkan ke kampung halamannya di Toraja, Sulawesi Selatan,” tutupnya.Sementara itu, Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D. Fakhiri S.I.K berupaya menambah bantuan personel di Kabupaten Intan Jaya khususnya di Distrik Homeyo.“Saya berharap dengan dikirimnya personel menjadi salah satu langkah yang diambil untuk menghadapi situasi yang memanas dan langkah-langkah taktis serta teknis bisa segera diambil untuk mengatasi situasi di Ibu Kota Intan Jaya, khususnya di Kota Sugapa,” ungkapnya. (PNO-12) 04 Mei 2024, 17:44 WIT
Kapolda: Tingkatkan Cinta Tanah Air dan Sejahterakan Maluku Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku melaksanakan kegiatan Bakti Polri Presisi selama lima hari sejak tanggal 23 - 27 April 2024.Kegiatan yang digelar di kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara masyarakat Maluku sebagai bagian penting dalam membangun bangsa dan negara Republik Indonesia."Kegiatan tersebut juga dilaksanakan serentak di Polres jajaran yang nantinya juga dilaksanakan secara rutin khususnya di daerah yang masih ada rawan gangguan kamtibmas atau yang terbatas sarana dan prasarananya," kata Kapolda Maluku, Irjen Pol Drs. Lotharia Latif, SH., M.Hum, Selasa (29/4/2024)."Dalam kegiatan bakti Polri presisi ini Polri dibantu dengan TNI dan Pemerintah daerah bersama masyarakat setempat juga melaksanakan kegiatan wawasan kebangsaan dan cinta tanah air, penyuluhan kamtibmas, patroli kamtibmas, bakti sosial seperti bersih-bersih lingkungan, bakti kesehatan seperti pengobatan gratis, dan pemberian bantuan dan lainnya," ungkapnya.Berbagai kegiatan bakti sosial dan bakti kesehatan dilaksanakan di sejumlah daerah seperti di negeri yang masih rawan gangguan kamtibmas atau yang sarana dan prasarananya masih terbatas di wilayah Maluku.Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mengantisipasi adanya kegiatan beberapa oknum masyarakat atau kelompok yang biasanya pada bulan April mengangkat lagi isu negatif untuk merusak persatuan dan kesatuan bangsa.Hal ini terlihat dari beberapa upaya oknum masyarakat yang masih menebarkan paham atau memasang atribut atribut dan lambang negara dan menjelek jelekan bangsa Indonesia."Namun berbagai upaya tersebut semakin tidak dianggap dan dipedulikan masyarakat, bahkan masyarakat sangat menolak bahkan mencopot atribut atau lambang lain yang merusak persatuan dan kesatuan negara Republik Indonesia yang beberapa masih dicoba dipasang di lapangan," jelasnya.Kapolda mengaku, secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Maluku, khususnya di kota Ambon, Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat serta daerah lainnya terpantau aman, dan damai."Kesadaran masyarakat cinta tanah air, persatuan dan kesatuan sudah sangat baik dan agar terus dipertahankan bahkan ditingkatkan," pintanya.Orang nomor 1 Polda Maluku ini menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah membantu aparat keamanan dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman kondusif di wilayah masing-masing."Banyak tugas dan pekerjaan bersama kita yang harus kita tingkatkan untuk membangun dan mensejahterakan rakyat Maluku," tegasnya."Semoga situasi ini dapat terus kita jaga secara bersama sama sehingga Maluku tetap aman, damai dan sejahtera," harapnya. (PNO-12) 30 Apr 2024, 17:18 WIT
Peringati HUT Rumah Sakit Bhayangkara, Polda Papua Gelar Donor Darah Papuanewsonline.com, Jayapura – Dalam rangka peringati Hari Ulang Tahun (HUT) Rumah Sakit Bhayangkara yang ke -20 Tahun, Polda Papua menggelar kegiatan donor darah yang dilaksanakan di Rumah Sakit Bhayangkara Kotaraja, Jumat (26/04/2024).Turut hadir dalam kegiatan Ka Rumkit Bhayangkara TK.1 Polda Papua, Kompol Dr. Adhika Nur Syamsul Arifin. Sp.Ot.Fics, Ketua PMI Kota Jayapura, Rustan Saru, para anggota PMI, serta personel Polda Papua dan Personel Rumah Sakit Bhayangkara.Dalam kesempatannya, Kompol Dr. Adhika menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini dilaksanakan dalam rangka hari ulang tahun rumah sakit bhayangkara yang ke 20 tahun.“Tentunya ini berjalan dengan lancar dan di dukung oleh beberapa Satker Polda Papua dan dari Rumah Sakit Bhayangkara tersendiri, hingga saat ini pelaksanaan pendonor sudah mencapai 110 orang dan tentunya akan bertambah terus, Program ini juga mendukung Biotrans Presisi dari Bapak Kapolda Papua, Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri,” ucap Kompol Dr. Adhika.Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kegiatan ini juga di dukung oleh PMI Kota Jayapura sebagai mitra pemerintah dan berharap dengan adanya kegiatan donor darah ini, dapat membantu memenuhi kebutuhan darah di masyarakat dan memberikan manfaat yang besar bagi sesama.“Rumah Sakit Bhayangkara selalu berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan turut serta dalam kegiatan sosial seperti ini,” tuturnya.“Dengan menyelenggarakan giat donor darah ini, kita tidak hanya merayakan HUT RS Bhayangkara ke-20, tetapi juga memberikan kontribusi positif kepada masyarakat melalui penyediaan pasokan darah yang sangat penting. Sumbangan darah dari kita semua dapat menyelamatkan nyawa dan memberikan harapan bagi mereka yang membutuhkan,” imbuhnya. (PNO-12) 28 Apr 2024, 14:10 WIT
Unpatti kerjasama koas Forensik dengan Polda Maluku Papuanewsonline.com, Ambon - Rumah Sakit Bhayangkara Ambon bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura (FKUP) dalam program Koas (Co-Assisten dokter) Forensik.Kerjasama dilakukan setelah Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif mengetahui kalau selama ini, FKUP melaksanakan koas forensik ke luar daerah yakni di Surabaya, Jawa Timur.Mengetahui hal itu, Kapolda merasa terpanggil dan memerintahkan Kabid Dokkes Polda Maluku, dr. Bambang Prasetya yang juga selaku Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Ambon, untuk dapat menjajaki kerjasama. Ini bertujuan agar dapat mengurangi biaya dan waktu yang dibutuhkan calon-calon dokter yang merupakan anak-anak dari Maluku. Kapolda menyampaikan bahwa kerja sama ini juga wujud nyata tekad Kapolda Maluku untuk memajukan generasi muda Maluku."Program ini sangat baik dan strategis dan berharap dengan adanya kerja sama ini akan menekan biaya dan memajukan para dokter lulusan Unpatti," tegasnya di Ambon, Rabu (24/4/2024).Praktek lapangan tersebut akhirnya telah disepakati dan berjalan sejak tanggal 5 April 2024. Kini, sebanyak 6 sarjana kedokteran Unpatti tengah melaksanakan koas forensik di RS Bhayangkara Ambon.Penanggung jawab Koas Forensik RS Bhayangkara Ambon, dr. Arkipus SpF, menjelaskan, kerjasama dilakukan dengan bagian Medikolegal Fakultas Kedokteran Unpatti. Kerjasama dilakukan untuk mempersiapkan para sarjana kedokteran menjadi seorang dokter."Jadi bagian forensik medikolegal Universitas Pattimura sudah kerjasama dengan Rumah Sakit Bhayangkara Ambon untuk forensik koas. Ini merupakan kepaniteraan klinik, jadi untuk mempersiapkan mereka menjadi dokter itu kan mereka harus praktek dulu. Dan ini sudah dimulai sejak 5 April 2024," kata dr. Arkipus.Kerjasama yang baru berjalan tersebut, diakui dilakukan setelah diminta Kabid Dokkes Polda Maluku. Hal ini dilakukan mengingat adanya ketersediaan tenaga, dan sarana prasarana di RS Bhayangkara."Selama ini kan Unpatti koas di Surabaya. Koas ini kan bisa dilakukan di beberapa rumah sakit. Kalau ada yang mau ke Surabaya bisa juga ke sana. Jadi bisa ada pilihan. Kalau di sini kan biaya murah dan waktu terjangkau," katanya.Selain ketersediaan tenaga dan sarana prasarana di RS Bhayangkara, dr. Arkipus mengaku, kasus penganiayaan juga banyak terjadi, sehingga membutuhkan tenaga forensik di Maluku."Di sini tenaganya ada, sarana prasarananya juga, kasusnya juga banyak, kenapa harus keluar, kan sayang," ungkapnya.Dokter ahli forensik di Maluku ini mengaku, RS Bhayangkara Ambon dan Fakultas Kedokteran Unpatti telah bekerjasama sejak lama pada bidang lainnya. "Selama ini kan Unpatti dengan Rumah Sakit Bhayangkara sudah MoU untuk bagian lain misalnya bedah anastesi memang sudah ada, tinggal tambah forensik saja. Dan ada enam orang untuk pertama kali yang sudah koas forensik dan ini sudah minggu ketiga berjalan," jelasnya.Mereka yang menjalani koas diakui telah masuk pada tingkat kepanitiraan. "Dokter itu kan sampai semester delapan itu mereka kuliah di kampus, dan diwisuda sebagai sarjana kedokteran. Setelah itu baru mereka praktek di rumah sakit namanya kepaniteraan klinik atau koas. Jadi mereka ini sudah sarjana kedokteran. Mereka koas untuk persiapan jadi dokter, ada forensik, bedah, penyakit dalam, semua dilalui, ada yang 1 minggu, 1 bulan, 3 bulan, kalau di forensik kita kasih 5 minggu," jelasnya.Ia berharap kompetensi para koas forensik seperti forensik klinik misalnya kasus visum hidup (korban penganiayaan, KDRT, pencabulan) bisa melakukan pemeriksaan, dan meraka dapat mengeluarkan hasil visum et repertum (VER) untuk dipakai oleh penyidik."Kalau nanti sudah jadi dokter mereka bisa langsung mempraktekkan, karena nanti setelah jadi dokter yang dihadapi adalah kasus-kasus itu," jelasnya.Untuk visum mati (orang meninggal), Arkipus mengaku mereka bisa melakukan visum luar kemudian membuat VER. Namun untuk autopsi atau pemeriksaan dalam, hal itu kompetensinya adalah ahli."Kita bersyukur karena bisa buka koas forensik di Ambon, karena ini juga sekaligus membantu anak-anak, karena kalau ke luar (daerah) mungkin juga biaya agak mahal," pungkasnya. PNO-11 25 Apr 2024, 18:29 WIT
Unpatti kerjasama koas Forensik dengan Polda Maluku Papuanewsonline.com, Ambon - Rumah Sakit Bhayangkara Ambon bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura (FKUP) dalam program Koas (Co-Assisten dokter) Forensik.Kerjasama dilakukan setelah Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif mengetahui kalau selama ini, FKUP melaksanakan koas forensik ke luar daerah yakni di Surabaya, Jawa Timur.Mengetahui hal itu, Kapolda merasa terpanggil dan memerintahkan Kabid Dokkes Polda Maluku, dr. Bambang Prasetya yang juga selaku Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Ambon, untuk dapat menjajaki kerjasama. Ini bertujuan agar dapat mengurangi biaya dan waktu yang dibutuhkan calon-calon dokter yang merupakan anak-anak dari Maluku. Kapolda menyampaikan bahwa kerja sama ini juga wujud nyata tekad Kapolda Maluku untuk memajukan generasi muda Maluku."Program ini sangat baik dan strategis dan berharap dengan adanya kerja sama ini akan menekan biaya dan memajukan para dokter lulusan Unpatti," tegasnya di Ambon, Rabu (24/4/2024).Praktek lapangan tersebut akhirnya telah disepakati dan berjalan sejak tanggal 5 April 2024. Kini, sebanyak 6 sarjana kedokteran Unpatti tengah melaksanakan koas forensik di RS Bhayangkara Ambon.Penanggung jawab Koas Forensik RS Bhayangkara Ambon, dr. Arkipus SpF, menjelaskan, kerjasama dilakukan dengan bagian Medikolegal Fakultas Kedokteran Unpatti. Kerjasama dilakukan untuk mempersiapkan para sarjana kedokteran menjadi seorang dokter."Jadi bagian forensik medikolegal Universitas Pattimura sudah kerjasama dengan Rumah Sakit Bhayangkara Ambon untuk forensik koas. Ini merupakan kepaniteraan klinik, jadi untuk mempersiapkan mereka menjadi dokter itu kan mereka harus praktek dulu. Dan ini sudah dimulai sejak 5 April 2024," kata dr. Arkipus.Kerjasama yang baru berjalan tersebut, diakui dilakukan setelah diminta Kabid Dokkes Polda Maluku. Hal ini dilakukan mengingat adanya ketersediaan tenaga, dan sarana prasarana di RS Bhayangkara."Selama ini kan Unpatti koas di Surabaya. Koas ini kan bisa dilakukan di beberapa rumah sakit. Kalau ada yang mau ke Surabaya bisa juga ke sana. Jadi bisa ada pilihan. Kalau di sini kan biaya murah dan waktu terjangkau," katanya.Selain ketersediaan tenaga dan sarana prasarana di RS Bhayangkara, dr. Arkipus mengaku, kasus penganiayaan juga banyak terjadi, sehingga membutuhkan tenaga forensik di Maluku."Di sini tenaganya ada, sarana prasarananya juga, kasusnya juga banyak, kenapa harus keluar, kan sayang," ungkapnya.Dokter ahli forensik di Maluku ini mengaku, RS Bhayangkara Ambon dan Fakultas Kedokteran Unpatti telah bekerjasama sejak lama pada bidang lainnya. "Selama ini kan Unpatti dengan Rumah Sakit Bhayangkara sudah MoU untuk bagian lain misalnya bedah anastesi memang sudah ada, tinggal tambah forensik saja. Dan ada enam orang untuk pertama kali yang sudah koas forensik dan ini sudah minggu ketiga berjalan," jelasnya.Mereka yang menjalani koas diakui telah masuk pada tingkat kepanitiraan. "Dokter itu kan sampai semester delapan itu mereka kuliah di kampus, dan diwisuda sebagai sarjana kedokteran. Setelah itu baru mereka praktek di rumah sakit namanya kepaniteraan klinik atau koas. Jadi mereka ini sudah sarjana kedokteran. Mereka koas untuk persiapan jadi dokter, ada forensik, bedah, penyakit dalam, semua dilalui, ada yang 1 minggu, 1 bulan, 3 bulan, kalau di forensik kita kasih 5 minggu," jelasnya.Ia berharap kompetensi para koas forensik seperti forensik klinik misalnya kasus visum hidup (korban penganiayaan, KDRT, pencabulan) bisa melakukan pemeriksaan, dan meraka dapat mengeluarkan hasil visum et repertum (VER) untuk dipakai oleh penyidik."Kalau nanti sudah jadi dokter mereka bisa langsung mempraktekkan, karena nanti setelah jadi dokter yang dihadapi adalah kasus-kasus itu," jelasnya.Untuk visum mati (orang meninggal), Arkipus mengaku mereka bisa melakukan visum luar kemudian membuat VER. Namun untuk autopsi atau pemeriksaan dalam, hal itu kompetensinya adalah ahli."Kita bersyukur karena bisa buka koas forensik di Ambon, karena ini juga sekaligus membantu anak-anak, karena kalau ke luar (daerah) mungkin juga biaya agak mahal," pungkasnya. PNO-11 25 Apr 2024, 18:29 WIT
Polda Maluku Laksanakan Bakti Polri Presisi di Dua Negeri Papuanewsonline.com, Maluku Tengah - Kepolisian Daerah Maluku melaksanakan kegiatan bakti kesehatan dan bakti sosial yang berlangsung di dua negeri di kabupaten Maluku Tengah, Selasa (23/4/2024).Kegiatan yang dikemas dengan nama Bakti Polri Presisi ini merupakan implementasi dari Program Kapolda Maluku yaitu "Basudara Manise".Dua negeri yang menjadi tempat pelaksanaan kegiatan tersebut yaitu Negeri Aboru, Kecamatan Pulau Haruku dan Negeri Noloth, Kecamatan Saparua Timur.Dalam pelaksanaan kegiatan Bakti Polri Presisi tersebut turut hadir para kepala desa setempat, camat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan masyarakat.Kegiatan yang dilaksanakan atas perintah Kapolda Maluku, Irjen Pol Lotharia Latif, ini diantaranya pengobatan gratis kepada masyarakat dan penyerahan bantuan sosial."Kegiatan ini merupakan program Basudara Manise, dimana Polri memberikan pelayanan kepada masyarakat," kata Kapolda di Ambon.Kapolda mengatakan, kegiatan bakti Polri Presisi ini akan dilaksanakan secara rutin di semua jajaran Polres. Pelaksanaannya dilakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing."Semoga kegiatan yang dilaksanakan oleh Polri ini dapat bermanfaat dan membantu masyarakat," ungkapnya.Pada pelaksaaan kegiatan tersebut, Polda Maluku juga menghimbau masyarakat agar dapat bersama-sama dengan aparat kepolisian maupun TNI untuk menjaga situasi kamtibmas yang kondusif."Mari kita sama-sama bergandengan tangan, menjaga situasi kamtibmas yang kondusif, sehingga daerah ini selalu aman, damai dan sejahtera," harapnya.Selain melaksanakan bakti kesehatan dan bakti sosial, para Bhabinkamtibmas juga menyampaikan penyuluhan untuk bersama menjaga kamtibmas yang kondusif. PNO-11 24 Apr 2024, 16:41 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT