logo-website
Minggu, 29 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Ekonomi Homepage
Polda Maluku Pacu Sinergi Lintas Sektoral Wujudkan Lumbung Jagung Maluku Papuanewsonline.com, Ambon – Komitmen jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk turut serta mensukseskan program strategis nasional diwujudkan Polda Maluku melalui penyelenggaraan Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral. Fokusnya adalah mengakselerasi program ketahanan pangan, khususnya dalam mendukung suksesnya swasembada jagung di Bumi Seribu Pulau. Rakor yang digelar di Ruang Kerja Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Maluku, Rabu (3/9/2025), tersebut dipimpin langsung oleh Kombes Pol. Jemi Junaidi, S.I.K., M.M. Pertemuan ini menghadirkan perwakilan dari instansi kunci, menandai dimulainya sebuah kolaborasi terpadu. Dalam pengarahannya, Kombes Jemi Junaidi menekankan bahwa sinergi yang solid bukan hanya sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan. “Program ketahanan pangan adalah program prioritas nasional. Keberhasilannya sangat bergantung pada seberapa baik kita bersinergi. Polda Maluku hadir tidak hanya sebagai pengawal, tetapi juga sebagai bagian aktif yang mendorong, memfasilitasi, dan memastikan tidak ada hambatan yang tidak terantisipasi di lapangan,” tegasnya. Lebih lanjut, Junaidi menjelaskan bahwa ketahanan pangan memiliki korelasi langsung dengan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). “Ketika pangan tersedia dan masyarakat sejahtera, stabilitas kamtibmas akan lebih mudah tercipta. Ini adalah investasi kita untuk menciptakan Maluku yang damai dan maju,” paparnya. Polda Maluku pun memaparkan sejumlah langkah strategis dan harapan yang perlu dijalankan bersama. Beberapa poin krusial yang mengemuka adalah perlunya percepatan realisasi bantuan benih unggul dan perbaikan infrastruktur irigasi oleh Dinas Pertanian, yang menjadi fondasi awal bagi petani. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku menyatakan bahwa proposal kebutuhan telah diajukan ke pemerintah pusat. “Dukungan dan sinergi dari Polri sangat kami butuhkan untuk memastikan distribusi dan pendampingan hingga ke tingkat kelompok tani berjalan lancar dan tepat sasaran,” ujarnya. Dari sisi data, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku menyambut baik kolaborasi ini. Ia menyatakan kesiapannya untuk tidak hanya menyediakan data akurat menggunakan metode Kerangka Sampel Area (KSA), tetapi juga untuk memberikan pelatihan teknis kepada personel Polri yang akan turun ke lapangan. “Pelatihan ini penting untuk memastikan satu bahasa dalam pencatatan data, sehingga validitas dan konsistensi data terjamin,” jelasnya. Sementara dari sisi hilirisasi, Kepala Perum Bulog Divisi Regional Maluku menegaskan komitmennya dalam menyerap hasil panen jagung petani. “Prinsip kami siap serap selama kualitasnya memenuhi standar. Kami juga akan berkoordinasi intensif untuk mengatasi kendala teknis yang mungkin muncul, seperti kapasitas gudang dan ketersediaan alat pengering pasca panen,” tandasnya. Rakor ini menghasilkan sebuah konsensus untuk membentuk sebuah tim percepatan yang akan memantau progres program secara berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat menjadi katalisator yang mempercepat terwujudnya Maluku sebagai lumbung jagung nasional, mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. (GF) 03 Sep 2025, 17:28 WIT
Rp30 Miliar DAK Menguap, Dua OPD Mimika Disorot Papuanewsonline.com, Mimika – Isu pengelolaan anggaran kembali menjadi sorotan di Kabupaten Mimika. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mimika, Marthen Malissa, mengungkapkan fakta mengejutkan: dana sebesar Rp30,7 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dipastikan hangus setelah gagal berkontrak di dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Menurut Marthen, kegagalan tersebut terjadi di Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, dua sektor vital yang seharusnya menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. “Di Dinas Pendidikan ada tiga kegiatan yang tidak berkontrak dengan total anggaran Rp4,25 miliar. Sedangkan di Dinas Kesehatan terdapat empat kegiatan dengan nilai Rp26,5 miliar yang juga tidak berkontrak,” jelas Marthen saat diwawancarai awak media, Senin (1/9/2025). Marthen menegaskan, dana yang tidak terserap otomatis tidak akan ditransfer oleh pemerintah pusat. Artinya, program-program yang sudah direncanakan dalam pos DAK tersebut tidak bisa berjalan. “Total dana dari dua OPD itu mencapai Rp30,75 miliar. Karena tidak berkontrak, maka dana itu tidak diturunkan dari pusat. Konsekuensinya, masyarakat yang sebenarnya berhak menerima manfaat justru tidak mendapatkannya,” ujarnya. Kepala BPKAD itu juga mengingatkan bahwa kegagalan kontrak ini bukan sekadar kehilangan dana tahun berjalan. Dampaknya bisa lebih besar: mengurangi kepercayaan pusat terhadap kemampuan daerah dalam mengelola anggaran. “Kementerian Keuangan sudah menekankan soal efisiensi anggaran. Jika daerah dianggap tidak mampu menyerap dana yang dialokasikan, tentu saja alokasi DAK di tahun berikutnya bisa berkurang,” tegas Marthen. Hal ini tentu menjadi pukulan bagi Mimika, mengingat DAK merupakan salah satu sumber penting pembiayaan pembangunan, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan. Kondisi ini, lanjut Marthen, menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah daerah. Ia berharap OPD terkait dapat memperbaiki tata kelola perencanaan hingga eksekusi program agar peristiwa serupa tidak terulang. “Jangan sampai setiap tahun ada dana besar yang terbuang sia-sia. Kita perlu benahi mekanisme dari perencanaan, lelang, hingga pelaksanaan agar lebih tepat waktu dan efektif,” kata Marthen. Masyarakat tentu berharap agar pemerintah daerah segera mengambil langkah perbaikan. Sektor pendidikan dan kesehatan adalah dua kebutuhan dasar yang menyentuh langsung kesejahteraan warga. Gagalnya puluhan miliar anggaran tentu meninggalkan kekecewaan yang tidak bisa dianggap enteng. “Ini menjadi pembelajaran bagi kita semua. Ke depan, jangan ada lagi kegiatan vital yang terhambat hanya karena persoalan administrasi atau teknis yang seharusnya bisa diantisipasi,” pungkas Marthen.   Penulis: Jid Editor: GF   01 Sep 2025, 16:35 WIT
Kapolda Maluku Optimis Tanah Seribu Pulau Bisa Aman dan Maju Papuanewsonline.com, Ambon – Mengawali tugasnya sebagai Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si. bersama Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H., kembali melakukan safari silaturahmi ke sejumlah instansi pemerintahan, lembaga, serta tokoh agama di Maluku. Pada Jumat (29/8/2025), Kapolda bertandang ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Ambon. Kedatangan jenderal bintang dua ini disambut hangat oleh Kepala Kanwil Kemenag Maluku, Dr. H. Yamin, S.Ag., M.Pd.I., yang secara simbolis mengalungkan kain khas Maluku sebagai tanda penghormatan. Hadir pula Ketua Gerakan Pemuda Ansor Maluku, pejabat utama Polda Maluku, serta jajaran Kanwil Agama Maluku. Dalam suasana penuh keakraban, Kapolda menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan tersebut sekaligus menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerjasama lintas sektor, khususnya dengan Kementerian Agama. “Kami berharap silaturahmi ini menjadi awal yang baik dalam memperkuat sinergi antara Polda Maluku dengan Kanwil Kemenag. Ke depan, Maluku bisa maju karena tanahnya subur, hasil laut melimpah, dan masyarakatnya ulet serta pemberani,” ungkap Kapolda. Meski optimis dengan potensi Maluku, Irjen Dadang juga menyoroti tantangan besar yang masih dihadapi, yakni tingginya kasus kekerasan sosial. Mulai dari kekerasan rumah tangga, penganiayaan antar individu, tawuran pelajar, hingga konflik antar kampung akibat persoalan sepele, seperti batas wilayah atau pengaruh minuman keras. Menurutnya, kondisi ini harus menjadi perhatian bersama seluruh elemen, termasuk tokoh agama, untuk membangun kesadaran dan memberi edukasi positif kepada masyarakat. “Perubahan sifat manusia tidak bisa instan, perlu edukasi terus-menerus. Mari kita turun bersama ke lapangan, ke sekolah-sekolah, warung kopi, hingga tempat-tempat masyarakat berkumpul. Dengan edukasi berkesinambungan, saya yakin kekerasan bisa ditekan,” tegas Kapolda. Kapolda Maluku juga menyampaikan bahwa pemuda dan kaum ibu (mama-mama Maluku) menjadi perhatian penting dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia mengajak penyuluh agama dari Kemenag untuk bersinergi dengan personel Polri dalam menyampaikan pesan damai. “Maluku bukan sekadar mutiara, tapi intan berlian yang dikelilingi mutiara. Kalau aman, semua aktivitas normal, dan investor akan datang. Kedamaian adalah kunci kemajuan,” tambahnya. Sementara itu, Kakanwil Kemenag Maluku, Dr. Yamin, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolda dan berharap sinergi semakin kuat. Ia menegaskan, pihaknya siap berkolaborasi melalui Binmas Islam, Protestan, Katolik, Hindu, hingga Budha untuk memberikan pembinaan kepada masyarakat dan mencegah intoleransi. Hal senada disampaikan Ketua Ansor Maluku, H. Ridwan Nurdin, yang juga anggota DPRD Maluku. Ia menegaskan dukungan penuh terhadap upaya Polda Maluku dalam menjaga kamtibmas. “Kami siap mendukung penuh langkah Kapolda agar Maluku tetap aman. Sinergi semua pihak adalah kunci agar kejadian-kejadian yang tidak kita harapkan tidak lagi terulang,” ujarnya.   Penulis: GF Editor: GF 30 Agu 2025, 23:48 WIT
Koramil Tembagapura Gelar Pangan Murah, Warga Antusias Borong Beras SPHP Papuanewsonline.com, Mimika – Suasana ramai terlihat di Halaman Gedung Eme Neme Yauware, Jalan Budi Utomo, Kamis (28/8/25) pagi. Ratusan warga berbondong-bondong hadir mengikuti Gerakan Pangan Murah yang digelar oleh Koramil 1710-04/Tembagapura bekerja sama dengan Perum Bulog. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Danramil Tembagapura, Kapten Inf Helly Sukmajaya, ini menjadi bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kondisi masyarakat yang tengah menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok, terutama beras. Dalam kegiatan tersebut, Koramil bersama Bulog menyalurkan beras medium SPHP kemasan 5 kg dengan total 1 ton. Setiap warga hanya diperbolehkan membeli maksimal dua karung beras agar distribusi lebih merata. Harga beras dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Bulog, sehingga tetap terjangkau untuk seluruh lapisan masyarakat. Kapten Inf Helly Sukmajaya mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah cepat untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan beras di pasaran. “Gerakan pangan murah ini adalah wujud perhatian kami terhadap masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa kebutuhan pokok, terutama beras, tetap tersedia dengan harga yang wajar di tengah situasi harga yang cenderung naik,” jelasnya. Tak butuh waktu lama, seluruh stok beras yang disediakan langsung habis diserbu warga. Antusiasme masyarakat begitu tinggi. Banyak warga mengaku terbantu karena harga beras di pasaran saat ini melonjak, sementara pendapatan rumah tangga tetap terbatas. “Kalau beli di pasar harganya sudah naik. Dengan adanya beras murah ini, kami bisa lebih ringan memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar salah seorang warga yang ikut mengantri. Selain membantu masyarakat, gerakan pangan murah ini juga bertujuan menekan laju inflasi daerah akibat lonjakan harga pangan. Dengan harga yang stabil, pemerintah berharap roda ekonomi masyarakat tetap berjalan baik tanpa terbebani kebutuhan dasar yang semakin mahal. Kapten Inf Helly menambahkan bahwa kegiatan serupa akan terus diupayakan dilakukan secara berkala, baik melalui kerja sama dengan Bulog maupun instansi terkait lainnya. “Kami ingin masyarakat merasa hadirnya negara, dalam hal ini TNI bersama pemerintah, benar-benar nyata membantu kebutuhan mereka,” tegasnya. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan peran aktif TNI dalam mendukung ketahanan pangan di daerah, tidak hanya melalui sektor keamanan, tetapi juga dengan turun langsung memberikan solusi bagi masyarakat yang terdampak kenaikan harga bahan pokok.   Penulis: Jidan Editor: GF 29 Agu 2025, 00:49 WIT
Dorong Kolaborasi, DPRK Minta YPMAK dan Pemkab Perkuat Ekonomi Rakyat Mimika Papuanewsonline.com, Mimika – Upaya memperkuat fondasi ekonomi masyarakat Mimika kembali menjadi sorotan wakil rakyat. Pada Kamis (28/8/25), Komisi II DPRK Mimika melakukan kunjungan kerja ke kantor Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK). Pertemuan ini menjadi ajang diskusi penting mengenai arah pembangunan ekonomi, khususnya terkait program pemberdayaan UMKM dan keberadaan Pasar Mama-Mama Papua yang hingga kini belum dimanfaatkan secara maksimal. Ketua Komisi II DPRK Mimika, Dolfin Beanal, menyampaikan bahwa hingga saat ini program-program ekonomi baik dari Pemkab Mimika maupun YPMAK masih berjalan sendiri-sendiri, tanpa kolaborasi yang kuat. Padahal, menurutnya, sinergi antara kedua pihak dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. “Kalau YPMAK punya program UMKM dan Pemkab memiliki toko ketahanan pangan, itu seharusnya bisa digabungkan. Kolaborasi akan membuat hasilnya lebih besar, manfaatnya lebih terasa bagi masyarakat,” ujar Dolfin. Selain itu, Dolfin juga menekankan pentingnya keberadaan Pasar Mama-Mama Papua, sebuah fasilitas yang dibangun Pemkab Mimika untuk mendukung pedagang asli Papua. Namun, hingga kini pasar tersebut belum difungsikan secara optimal. “Kami akan mengundang Pemkab melalui dinas terkait bersama YPMAK untuk duduk bersama. Tujuannya membicarakan langkah konkret agar sektor ekonomi bisa berjalan lebih baik,” tambahnya. Dolfin menegaskan, pihaknya siap memfasilitasi pertemuan antara Pemkab dan YPMAK, termasuk mendorong adanya MoU (Memorandum of Understanding) sebagai payung hukum kerja sama program ekonomi ke depan. Sementara itu, Kepala Divisi Deputy Program dan Pjs YPMAK, Billy Korwa, menyambut baik kunjungan Komisi II DPRK Mimika. Menurutnya, momentum ini dapat mempererat koordinasi antara YPMAK, Pemkab Mimika, DPRK, bahkan PT Freeport Indonesia yang selama ini turut berperan dalam mendukung program-program YPMAK. Billy menjelaskan bahwa YPMAK memiliki berbagai program pengembangan ekonomi yang menyasar berbagai wilayah di Mimika. Program tersebut tidak hanya memberikan bantuan langsung, tetapi juga mendorong masyarakat untuk mengembangkan bisnis melalui kemitraan dengan perbankan dan lembaga keuangan lokal. “YPMAK selalu berusaha agar masyarakat bisa mandiri secara ekonomi. Kami yakin dengan adanya kerja sama yang lebih erat, maka hasilnya akan lebih optimal,” ujarnya. Kunjungan ini menjadi sinyal kuat bahwa DPRK Mimika serius mengawal arah pembangunan ekonomi rakyat. Kolaborasi yang lebih erat antara YPMAK dan Pemkab diharapkan bisa menjadi jalan keluar dari berbagai tantangan, termasuk pemberdayaan UMKM, pemanfaatan pasar tradisional, serta penguatan ketahanan ekonomi masyarakat Mimika di masa depan. Penulis: Jidan Editor: GF 29 Agu 2025, 00:45 WIT
Satgas Pangan Polda Maluku Gelar Rakor Stabilisasi Harga Beras, Tegaskan Komitmen Lawan Spekulan Papuanewsonline.com, Ambon – Satgas Pangan Polda Maluku terus bergerak cepat merespons persoalan melonjaknya harga beras di sejumlah wilayah. Bertempat di Aula Ditreskrimsus Polda Maluku, Batu Meja, Ambon, Satgas menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama distributor, pelaku usaha, Bulog Divre Maluku–Maluku Utara, serta instansi terkait. Rakor ini dipimpin langsung oleh Kasubdit I/Indagsi Ditreskrimsus Polda Maluku dengan menghadirkan Kepala Dinas Perindag Provinsi Maluku, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku, serta perwakilan Bulog sebagai narasumber. Hadir pula para pelaku usaha dan distributor beras yang menjadi bagian penting dari rantai pasok pangan di Maluku. Dalam forum tersebut, Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., menyampaikan bahwa salah satu persoalan utama adalah kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras. Berdasarkan keputusan Badan Pangan Nasional (Bapanas) tertanggal 22 Agustus 2025, HET yang semula Rp13.500 per kilogram kini naik menjadi Rp15.500. Kenaikan ini menimbulkan dampak langsung bagi masyarakat, terutama pada ritel modern lokal maupun pasar tradisional, di mana harga jual yang dipatok pedagang kerap melampaui HET. “Dari hasil pantauan, ditemukan fakta bahwa harga beras di ritel modern lokal melampaui HET, sementara di ritel modern terpusat masih sesuai ketentuan,” jelas Kombes Rositah. Kadis Ketahanan Pangan Provinsi Maluku menegaskan bahwa meski HET mengalami penyesuaian, pasokan beras di Maluku aman, baik jenis premium maupun medium. Pemerintah daerah bersama Bulog telah menggelar pasar murah serta melakukan monitoring rutin di pasar tradisional maupun ritel modern. Satgas Pangan Polda Maluku juga telah meminta para distributor dan pelaku usaha untuk membuat surat pernyataan agar tidak menjual beras melebihi HET. “Ini adalah komitmen bersama untuk melindungi masyarakat. Jangan sampai ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan berlebih dengan menjual beras di atas HET,” tegas Kombes Rositah. Selain menjaga harga, Satgas Pangan juga menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap distribusi agar tidak terjadi penimbunan yang berpotensi memicu kelangkaan. Polda Maluku mengingatkan akan menindak tegas pelaku usaha yang terbukti melanggar aturan dengan menjual beras jauh di atas harga yang telah ditetapkan pemerintah. “Ini bukan hanya soal angka, tapi menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Negara hadir untuk memastikan tidak ada rakyat yang kesulitan membeli beras dengan harga wajar,” ujar Rositah menambahkan. Rakor ini menghasilkan kesepahaman antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan distributor untuk memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas pangan. Satgas Pangan Polda Maluku memastikan akan terus melakukan operasi pasar, sidak harga, serta pemantauan stok sebagai langkah jangka panjang. Dengan koordinasi yang solid, diharapkan harga beras di Maluku dapat kembali stabil, masyarakat tidak terbebani, dan distribusi tetap berjalan lancar.  Penulis: GF Editor: GF 29 Agu 2025, 00:08 WIT
Polda Maluku Siapkan Strategi Tingkatkan Panen Jagung Papuanewsonline.com, Ambon – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku menunjukkan keseriusannya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Hal ini terlihat dari partisipasi aktif dalam rapat Analisa dan Evaluasi (Anev) program ketahanan pangan yang digelar Mabes Polri pada Kamis (28/8/2025). Mewakili Polda Maluku, Kabag Binkar Biro SDM Polda Maluku, Kompol Senja Pratama, S.I.K., mengikuti Anev secara daring dari ruang Vicon Biro SDM. Ia didampingi para perwira dan bintara dari Biro SDM, Satuan Brimob, serta Direktorat Binmas Polda Maluku. Rapat Anev ini dipimpin langsung oleh Asisten Sumber Daya Manusia (SSDM) Mabes Polri, dengan dihadiri seluruh Kepala Biro dan Kepala Bagian di lingkungan SSDM Polri. Dalam paparannya, Asisten SSDM menekankan pentingnya pemanfaatan lahan kosong sebagai salah satu strategi utama dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya melalui pengembangan komoditas jagung. Dalam kesempatan tersebut, Kompol Senja melaporkan kondisi terkini di lapangan, termasuk kendala yang dihadapi petani di wilayah Maluku. Ia menjelaskan bahwa faktor geografis dan keterbatasan sarana prasarana pertanian masih menjadi tantangan utama dalam meningkatkan produktivitas jagung. Namun demikian, Kompol Senja menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. “Kami akan segera melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait dan mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan hasil panen jagung di wilayah Maluku,” ungkapnya dengan optimistis. Menurutnya, koordinasi lintas sektor – mulai dari pemerintah daerah, dinas pertanian, hingga kelompok tani – akan menjadi kunci keberhasilan program ini. Kompol Senja juga menegaskan komitmen Polda Maluku untuk mensukseskan program ketahanan pangan Mabes Polri. Program ini sejalan dengan arahan Presiden RI untuk menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu tulang punggung ketahanan nasional, terutama di tengah tantangan global terkait ketersediaan pangan. “Polda Maluku siap mendukung penuh, bukan hanya sebagai bagian dari instruksi pusat, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat Maluku,” tegasnya. Dengan adanya evaluasi ini, diharapkan Polda Maluku bersama jajaran dapat lebih optimal dalam mengembangkan pertanian jagung, mengurangi ketergantungan pangan dari luar daerah, serta memperkuat ketahanan pangan lokal. Ke depan, Polda Maluku bertekad menjadikan program ini bukan hanya sekadar proyek jangka pendek, melainkan gerakan berkelanjutan yang melibatkan semua pihak untuk mewujudkan Maluku yang mandiri pangan, sejahtera, dan berdaya saing.   Penulis: GF Editor: GF 28 Agu 2025, 23:36 WIT
Babinpotdirga Lanud YKU Kawal Distribusi Pupuk dan Bibit, Petani Mimika Dapat Dukungan Penuh Papuanewsonline.com, Mimika – Tidak hanya menjaga kedaulatan udara, jajaran TNI Angkatan Udara juga hadir di tengah masyarakat untuk membantu sektor pangan. Hal ini terlihat dari kiprah Babinpotdirga Lanud Yohanis Kapiyau (YKU) Timika, Serka Kasimirus Anitu, yang turun langsung mendampingi petani saat proses pendistribusian pupuk, bibit padi gogo, bibit tanaman hortikultura, serta sarana pendukung pertanian di Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (26/8/2025). Bantuan ini diserahkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Mimika melalui Kabid Tanaman Hortikultura, Herna, dan Kepala Seksi Sarana dan Prasarana, Marta, dengan sasaran tiga kelompok tani binaan, Kelompok Tani Mandiri Menuju Makmur (produksi padi gogo dan ketan hitam), Kelompok Tani Mandiri Taporo Abadi (produksi tanaman hortikultura), Kelompok Tani Angkasa Sejahtera Mandiri (produksi tanaman hortikultura). Selain pupuk dan bibit, para petani juga mendapatkan bantuan berupa gerobak dorong untuk menunjang aktivitas pertanian mereka. Dalam keterangannya, Serka Kasimirus menegaskan bahwa pengawalan distribusi ini bertujuan untuk memastikan seluruh bantuan benar-benar sampai kepada petani yang berhak. “Bantuan ini adalah hak petani, bukan untuk ditimbun atau dialihkan. Kehadiran kami di lapangan adalah untuk memastikan tidak ada penyelewengan dan seluruh bantuan tepat sasaran demi mendukung ketahanan pangan di Mimika,” ujarnya. Ia menambahkan, pendampingan ini juga menjadi bentuk dukungan TNI AU terhadap program pemerintah dalam menekan biaya produksi petani sekaligus meningkatkan produktivitas. Kegiatan pendampingan yang dilakukan Babinpotdirga ini memperlihatkan sinergi nyata antara aparat pertahanan dengan masyarakat sipil. Kehadiran TNI AU di sektor pangan juga menjadi bukti bahwa menjaga negara tidak hanya lewat senjata, tetapi juga dengan mendukung ketahanan pangan sebagai salah satu pilar utama kedaulatan bangsa. “Lanud YKU akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, mendampingi masyarakat agar mampu mengembangkan pertanian yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan. Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional,” tambah Serka Kasimirus. Para petani penerima bantuan menyambut baik langkah ini. Mereka berharap dukungan pemerintah dan pendampingan dari TNI AU bisa terus berlanjut agar produktivitas semakin meningkat, dan hasil panen dapat memenuhi kebutuhan lokal bahkan dipasarkan keluar daerah. “Dengan adanya bantuan pupuk dan bibit ini, kami semakin optimis bisa meningkatkan hasil panen. Kehadiran Babinpotdirga membuat kami merasa didukung dan diperhatikan,” ungkap salah satu perwakilan petani.   Penulis: Corri Editor: GF 28 Agu 2025, 12:51 WIT
Internet Papua Pulih, TelkomGroup Janjikan Layanan Lebih Stabil Papuanewsonline.com, Mimika – Kabar gembira datang untuk masyarakat Papua. Setelah hampir dua pekan mengalami gangguan serius sejak 16 Agustus 2025, TelkomGroup akhirnya memastikan bahwa layanan internet di sejumlah wilayah Papua sudah kembali pulih. Pemulihan jaringan ini diumumkan oleh General Manager Region Network Operations and Productivity Telkomsel Maluku and Papua, Yasrinaldi, melalui siaran pers pada Kamis (28/8/2025). Menurutnya, perbaikan berhasil dilakukan berkat tersambungnya kembali link backup Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) ruas Dobo-Tual. “Dengan adanya link backup tambahan, kini layanan broadband 4G Telkomsel di Kabupaten Mimika, Asmat, Mappi, Dogiyai, Paniai, Deiyai, Waropen, Nabire, hingga Kepulauan Aru sudah bisa melayani pelanggan secara normal,” terang Yasrinaldi. Meski layanan sudah pulih, Yasrinaldi menjelaskan bahwa tim teknis PT Telkom masih bekerja keras menyelesaikan penyiapan peralatan dan perizinan pelayaran di Dobo. Kapal khusus telah diberangkatkan menuju lokasi gangguan utama di ruas Timika–Merauke, yang sebelumnya menjadi titik lemah konektivitas Papua. Kapal tersebut ditargetkan tiba pada 27 Agustus 2025 untuk melakukan perbaikan sementara (temporary recovery) pada SKKL SMPCS. “Perbaikan total ditargetkan selesai paling lambat pada minggu pertama September 2025,” ujarnya, sembari memastikan pelanggan akan merasakan layanan yang lebih stabil setelah proses ini rampung. TelkomGroup tidak menutup mata atas kerugian dan ketidaknyamanan yang dialami pelanggan selama masa gangguan. Yasrinaldi menegaskan, pihaknya telah menyiapkan skema kompensasi yang menyasar seluruh pelanggan terdampak. Pelanggan prabayar Telkomsel akan mendapatkan kuota pengganti atas kuota internet yang hangus. Pelanggan IndiHome dan Kartu Halo diberikan diskon tagihan secara prorata. Selain itu, Telkomsel masih menyediakan bantuan komunikasi darurat berupa 1000 SMS dan 60 menit telepon dengan tarif Rp 1,- yang bisa diakses melalui UMB 88820#, khususnya bagi wilayah yang masih mengalami penurunan kualitas layanan. Gangguan yang sempat melumpuhkan akses internet di Papua ini menjadi pelajaran penting bagi penyedia layanan. Dengan geografis Papua yang luas dan infrastruktur yang terbatas, Yasrinaldi menekankan pentingnya link backup yang kuat dan berlapis demi menjamin konektivitas yang stabil di masa mendatang. “Komitmen kami adalah menghadirkan layanan yang handal dan terus berupaya meningkatkan pengalaman digital pelanggan di seluruh wilayah Papua,” pungkasnya. Masyarakat kini berharap, pasca-perbaikan, layanan internet di Papua dapat lebih stabil sehingga mendukung berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, layanan publik, hingga dunia usaha yang semakin bergantung pada konektivitas digital.   Penulis: Jidan Editor: GF 28 Agu 2025, 12:40 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT