logo-website
Minggu, 10 Mei 2026,  WIT
BERITA TAG Budaya Homepage
Aksi Peduli Tim SAR Brimob BKO Polda Sumbar Bantu Korban Banjir di Palembayan Papuanewsonline.com, Agam - Tim SAR Resimen II Pasukan Pelopor BKO Polda Sumatera Barat terus bergerak membantu masyarakat terdampak bencana banjir di wilayah Sumatera Barat. Pada Jumat, (9/1), tim melaksanakan kegiatan pencarian korban sekaligus penyaluran bantuan kemanusiaan di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.Kegiatan diawali dengan apel pagi gabungan yang dipimpin oleh DPP Iptu I Putu Astika, S.H., sebagai bentuk kesiapan personel sebelum diterjunkan ke lapangan. Usai apel, sebagian personel melaksanakan kegiatan pendukung berupa memasak untuk kebutuhan logistik personel dan masyarakat terdampak di wilayah Randurlap.Selain itu, Tim SAR juga melaksanakan drop bantuan logistik dari Desa Unggun menuju SD Negeri 36 Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan. Bantuan tersebut kemudian dibagikan secara langsung kepada warga terdampak banjir di Desa Unggun sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah kondisi darurat.Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menyampaikan bahwa kehadiran personel Polri di lokasi bencana merupakan bentuk nyata komitmen Polri dalam menjalankan tugas kemanusiaan.“Polri melalui personel di lapangan terus berupaya hadir membantu masyarakat terdampak bencana, baik melalui pencarian korban, pendistribusian bantuan logistik, maupun dukungan lainnya. Ini adalah wujud kehadiran negara untuk memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan dan bantuan yang dibutuhkan,” ujar Kombes Pol Erdi A. Chaniago.Ia menambahkan, selain fokus pada aspek kemanusiaan, kehadiran personel Polri juga bertujuan untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama proses penanganan bencana berlangsung.“Sinergi dan kerja sama seluruh pihak menjadi kunci dalam percepatan penanganan bencana dan pemulihan masyarakat,” tutupnya. PNO-12 10 Jan 2026, 14:35 WIT
Kapolda Maluku Ikuti Prosesi Ritual Adat Perdamaian di Desa Ngadi Papuanewsonline.com, Tual – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., menghadiri Prosesi Ritual Adat Pemasangan Sasi (Hawear) dan Penancapan Meriam Portugis (Lela) sebagai simbol perdamaian dan pengakhiran permasalahan antar keluarga di Desa Ngadi, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual, Senin (8/1/2026).Prosesi adat tersebut menandai berakhirnya permasalahan penganiayaan yang menewaskan almarhum Nurdin Bugis, sekaligus menjadi bentuk komitmen bersama antara keluarga korban dan keluarga enam pelaku untuk menghentikan segala bentuk permusuhan dan kekerasan di kemudian hari.Kehadiran Kapolda Maluku bersama unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat setempat menegaskan dukungan penuh Polri terhadap penyelesaian permasalahan secara damai, bermartabat, dan berkeadilan melalui pendekatan kearifan lokal, tanpa mengesampingkan supremasi hukum.Prosesi adat dipimpin oleh Raja Dullah, Raja Tual, dan Raja Ohoitahit, diawali dengan pembacaan sumpah adat, pemasangan sasi (hawear) sebagai larangan adat, serta penancapan meriam Portugis (lela) sebagai simbol pengikat perdamaian yang memiliki konsekuensi sosial dan adat yang kuat.Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Tual menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjaga stabilitas keamanan dan mengajak masyarakat menjunjung tinggi nilai-nilai adat serta hukum sebagai landasan hidup bersama.Sementara itu, Kapolda Maluku menegaskan bahwa perdamaian berbasis adat bukan sekadar simbolik, melainkan fondasi penting bagi keamanan jangka panjang.“Perdamaian adat memiliki kekuatan moral dan sanksi sosial yang sangat kuat. ,” tegas Kapolda.Kapolda juga mengingatkan bahwa kamtibmas adalah tanggung jawab kolektif, bukan hanya Polri, melainkan seluruh elemen masyarakat.Ia menegaskan bahwa konflik tidak pernah melahirkan pemenang sejati dan justru meninggalkan luka sosial yang berkepanjangan.“Dalam konflik tidak ada yang benar-benar menang. Yang kalah menjadi abu, yang menang pun menjadi arang,” ujarnya.Kapolda berharap perdamaian di Desa Ngadi dapat menjadi contoh nasional bahwa permasalahan sosial dapat diselesaikan melalui jalur damai, manusiawi, dan berkeadilan.Kegiatan ditutup dengan doa lintas agama, jabat tangan, dan saling memaafkan antara kedua belah pihak. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif hingga pukul 11.25 WIT dengan pengamanan terpadu TNI–Polri.Kehadiran langsung Kapolda Maluku dalam prosesi adat ini menunjukkan pendekatan kepemimpinan Polri yang humanis, responsif, dan kontekstual terhadap budaya lokal. Model penyelesaian permasalahan berbasis adat yang dikawal negara menjadi contoh penting bagi daerah lain dalam menjaga stabilitas sosial tanpa mengabaikan nilai kemanusiaan dan keadilan. PNO-12 08 Jan 2026, 20:33 WIT
Kapolda Maluku Gelar Pertemuan dan Makan Malam Bersama Tokoh masyarakat di Maluku Tenggara Papuanewsonline.com, Malra - Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., terus memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui pendekatan dialogis dan humanis. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui pertemuan dan makan malam bersama para tokoh masyarakat di Kabupaten Maluku Tenggara, Rabu malam (7/1/2026).Kegiatan yang berlangsung di Cafe Malinan, Kelurahan Ohoijang Watdek, Kecamatan Kei Kecil, ini digelar dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Kapolda Maluku di wilayah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara, khususnya dalam merespons dinamika kamtibmas serta memperkuat deteksi dini potensi gangguan kamtibmas.Kapolda Maluku didampingi Ketua MUI Provinsi Maluku, para Direktur Polda Maluku, Dansat Brimob Polda Maluku, Kapolres Maluku Tenggara, Dandim 1503/Tual, Wakapolres Maluku Tenggara, serta jajaran pejabat utama Polres Maluku Tenggara.Sementara itu, hadir pula para tokoh masyarakat dan pejabat pemerintahan ohoi, di antaranya Tokoh Masyarakat Kompleks Pemda Romi Retraubun, Tokoh Masyarakat Ohoibun Atas Fery Samderubun, para Penjabat Ohoi di wilayah Langgur dan Watdek, serta Ketua Pemuda Langgur.Dalam dialog terbuka, Kapolda Maluku menyoroti karakteristik wilayah Langgur dan sekitarnya yang memiliki posisi strategis sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, pendidikan, dan layanan publik, serta sebagai jalur penghubung utama antara Pulau Dullah dan Pulau Kei Kecil. Tingginya mobilitas dan interaksi masyarakat di kawasan tersebut menuntut pengelolaan kamtibmas yang berbasis komunikasi dan kolaborasi.Kapolda menegaskan bahwa Polri mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga keamanan. Dialog langsung dengan tokoh masyarakat dinilai efektif untuk menyerap aspirasi sekaligus mencegah potensi konflik sejak dini.“Keamanan bukan hanya tugas Polri, tetapi tanggung jawab kita semua. Peran tokoh agama, adat, masyarakat, dan pemuda sangat penting dalam menjaga kedamaian dan persatuan,” tegas Kapolda Maluku.Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan musyawarah dan menahan diri dalam menyikapi setiap persoalan sosial agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.Langkah Kapolda Maluku mengedepankan dialog dan silaturahmi dengan tokoh berpengaruh mencerminkan pendekatan kepemimpinan keamanan yang modern dan inklusif. Pola komunikasi langsung dinilai efektif memperkuat kepercayaan publik sekaligus mencegah konflik sosial di wilayah dengan dinamika interaksi masyarakat yang tinggi seperti Maluku Tenggara. PNO-12 08 Jan 2026, 17:28 WIT
Badan Pendiri LEMASA Serukan Persatuan Menuju Musyawarah Adat Suku Amungme Papuanewsonline.com, Timika — Keluarga besar Badan Pendiri Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA) mengajak seluruh masyarakat Amungme untuk bersatu dan bergandeng tangan menyongsong pelaksanaan Musyawarah Adat (MUSDAT) LEMASA yang direncanakan berlangsung pada Januari 2026.Ajakan tersebut disampaikan oleh salah satu tokoh Amungme, Paulus Pinimet, dalam pernyataan yang dikeluarkan di Timika pada 8 Januari 2026. Ia menekankan pentingnya kebersamaan seluruh elemen masyarakat adat dalam menjaga keberlangsungan lembaga adat yang telah dibangun sejak puluhan tahun lalu.LEMASA sendiri didirikan pada tahun 1994 di Desa Harapan, Kwamki Lama, Timika, sebagai wadah musyawarah adat Suku Amungme. Sejak awal pembentukannya, lembaga ini bertujuan menjaga, melestarikan, dan memperjuangkan nilai-nilai adat serta budaya Amungme di tengah dinamika pembangunan dan perubahan zaman.“Mari kita bersatu dan bergandeng tangan membangun LEMASA ini ke depan demi kita semua di Tanah Amungsa dan Bumi Kamoro yang kita cintai ini,” kata Paulus Pinimet dalam pernyataannya.Ia juga mengajak seluruh keluarga besar Badan Pendiri LEMASA untuk kembali merapatkan barisan dan terlibat aktif dalam deklarasi serta rangkaian kegiatan MUSDAT LEMASA yang akan digelar. Menurutnya, musyawarah adat merupakan momentum penting untuk memperkuat identitas dan persatuan masyarakat Amungme.“Jangan ragu dan bimbang, mari kita bersatu dan bergandeng tangan menuju MUSDAT LEMASA,” tambah Paulus Pinimet.Dalam pernyataan tersebut, Paulus Pinimet turut menyebut sejumlah tokoh yang menjadi pendiri LEMASA, antara lain Thomas Beanal, Yohanes Pinimet, Benny Tsenawatme, Paulus Kanongopme, Victor Beanal, Mathias Kelanangame, Bartolumius Magal, Lukas Amisim, Yoseph Yoppi Kilangin, Yulia Pogolnamum, Melanius Pogolnamum, dan Johanis Kasamol.LEMASA mengusung motto “Me Asia Ten” yang berarti “Satu Hati, Satu Jiwa”. Melalui MUSDAT LEMASA, diharapkan semangat persatuan ini dapat terus dijaga dan menjadi dasar dalam memperkuat peran lembaga adat sebagai rumah bersama masyarakat Amungme.  Penulis: HendrikEditor: GF 08 Jan 2026, 09:50 WIT
LEMASA Mimika Bersiap Gelar Musyawarah Adat, Perkuat Komitmen Menjaga Jati Diri Suku Amungme Papuanewsonline.com, Timika — Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA) Kabupaten Mimika menyatakan kesiapan untuk menggelar Musyawarah Adat (MUSDAT) sebagai bagian dari upaya mempertahankan dan memperkuat warisan adat serta budaya Suku Amungme di wilayah Mimika.Rencana pelaksanaan MUSDAT ini menjadi momentum penting, mengingat kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari deklarasi awal LEMASA yang pertama kali dilaksanakan pada tahun 1994 di Desa Harapan, Kwamki Lama, Timika. Musyawarah adat ini diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi masyarakat adat.Salah satu tokoh adat Amungme, Paulus Pinimet, menyampaikan ajakan kepada seluruh masyarakat Amungme dan Kamoro untuk bersama-sama mendukung dan menghadiri MUSDAT LEMASA. “Mari saudara dan saudari ku, kita bergandeng tangan menuju MUSDAT - LEMASA,” katanya, seraya menekankan pentingnya kebersamaan dalam menjaga nilai-nilai adat.Ia juga mengingatkan bahwa keberadaan adat dan budaya Amungme harus terus dipertahankan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, sehingga identitas masyarakat adat tidak tergerus oleh perubahan sosial dan perkembangan modern.Sejarah berdirinya LEMASA tidak terlepas dari peran para tokoh adat Amungme yang hadir dalam deklarasi tahun 1994, di antaranya Thomas Beanal, Yohanes Pinimet, dan Benny Tsenawatme. Kehadiran para tokoh tersebut menjadi fondasi kuat bagi keberlangsungan lembaga adat hingga saat ini.MUSDAT LEMASA nantinya diharapkan menjadi wadah resmi bagi masyarakat Amungme untuk membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan adat, budaya, serta keberlangsungan nilai-nilai lokal yang diwariskan secara turun-temurun.“Kami berharap acara ini dapat menjadi langkah awal bagi kami untuk memperkuat identitas adat Amungme dan mempromosikan kebudayaan lokal,” ujar Paulus Pinimet dalam pernyataannya.Melalui pelaksanaan MUSDAT ini, LEMASA Kabupaten Mimika berharap dapat membangun kesadaran kolektif masyarakat Amungme dan Kamoro akan pentingnya menjaga persatuan, identitas adat, serta peran budaya sebagai fondasi kehidupan sosial di Mimika.  Penulis: HendEditor: GF 07 Jan 2026, 07:11 WIT
Kapolda Maluku Hadiri Perayaan Natal Nasional 2025 di Ambon Papuanewsonline.com, Ambon – Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si menghadiri Perayaan Natal Nasional Tahun 2025 yang dilaksanakan di Gereja Maranatha, Kota Ambon, Senin malam (5/1/2026).Perayaan Natal Nasional yang diikuti secara daring oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka ini mengusung tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga”.Di Gereja Maranatha Ambon turut hadir Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) beserta staf dan jajaran, perwakilan Keuskupan Amboina, pimpinan gereja wilayah regional Indonesia, serta jemaat dan tamu undangan lainnya.Dari unsur Polda Maluku, Kapolda hadir didampingi Direktur Intelkam, Kepala Bidang Hukum, Kepala Bidang Keuangan, dan Direktur Lalu Lintas Polda Maluku. Kehadiran unsur kepolisian dalam perayaan ini mencerminkan komitmen Polri dalam mendukung kegiatan keagamaan serta menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.Kegiatan tersebut juga menjadi momentum nasional yang sarat makna spiritual, persatuan, dan kebersamaan seluruh umat Kristiani di Indonesia, khususnya di Provinsi Maluku.Perayaan Natal Nasional berlangsung dalam suasana khidmat, penuh sukacita, serta diwarnai dengan doa dan refleksi iman yang meneguhkan nilai-nilai kekeluargaan, kasih, dan persatuan. Tema perayaan yang diangkat menjadi pengingat bahwa kehadiran Tuhan dalam kehidupan manusia harus tercermin melalui penguatan peran keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun bangsa yang damai, rukun, dan bermartabat.Kapolda Maluku di sela-sela kegiatan menegaskan kehadiran Polri senantiasa mendukung kehidupan beragama yang harmonis, toleran, serta saling menghormati antarumat beragama di Provinsi Maluku. "Kehadiran ini sejalan dengan komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya dalam momentum perayaan hari besar keagamaan," katanya.Dalam rangkaian Perayaan Natal Nasional tersebut, panitia Natal turut melaksanakan penyerahan bantuan kemanusiaan sebagai wujud kepedulian sosial. Salah satu bantuan yang diserahkan adalah satu unit mobil ambulans, yang secara simbolis diserahkan oleh Kapolda Maluku kepada pihak panitia Natal.Penyerahan bantuan ambulans merupakan bentuk nyata sinergi dan kepedulian terhadap pelayanan kesehatan masyarakat, serta menjadi simbol penguatan nilai kasih, solidaritas, dan pengabdian kepada sesama, sebagaimana semangat Natal itu sendiri.Kehadiran Kapolda Maluku dalam perayaan ini sekaligus menegaskan komitmen Polda Maluku dalam mengawal setiap kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan, sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan, toleransi, dan kedamaian di tengah masyarakat Maluku yang majemuk. PNO-12 06 Jan 2026, 18:48 WIT
HUT Kowal Ke-63, Korps Wanita Angkatan Laut Kodaeral IX Terima Kejutan dari Polwan Polda Maluku Papuanewsonline.com, Ambon - TNI Angkatan Laut. Komando Daerah Angkatan Laut IX (Kodaeral IX). Jajaran Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) Kodaeral IX menerima kejutan spesial berupa kunjungan dan ucapan selamat dari Polwan Polda Maluku dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kowal ke-63 bertempat di Lapangan Apel Mako Kodaeral IX. Senin (05/01/2026).Penerimaan kunjungan dipimpin langsung oleh Kapten Laut (K/W) dr. Febdila Kurniasari, M.KM., mewakili seluruh personel Kowal Kodaeral IX. Kehadiran rombongan Polwan yang dipimpin oleh Perwira Koordinator (Pakor) Polwan, Kompol Helda Misse Siwabessy, SH, MH, merupakan wujud nyata sinergitas TNI-Polri yang semakin kuat dan harmonis di wilayah Maluku.Momen ini menjadi sangat berkesan bagi keluarga besar Kowal Kodaeral IX. Selain sebagai bentuk perayaan hari jadi, kunjungan ini mempererat ikatan persaudaraan antar-personel wanita pengamanan negara. Suasana keakraban tampak jelas menyatukan pertemuan tersebut, di mana personel Kowal dan Polwan saling memberikan dukungan atas dedikasi mereka dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup serta keamanan bangsa.Dalam kesempatan tersebut, Kapten Laut (K/W) dr. Febdila Kurniasari, M.KM., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan terima kasih atas perhatian tulus dari rekan-rekan Polwan Polda Maluku. Baginya, kejutan ini menjadi tambahan energi moral yang sangat berarti bagi seluruh jajaran Kowal dalam menjalankan tugas pengabdian di wilayah Kodaeral IX Ambon.Kegiatan tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai wujud kekompakan dan soliditas para Srikandi TNI-Polri di Provinsi Maluku. PNO-12 06 Jan 2026, 13:49 WIT
Tari dan Nyanyian Adat Kamoro Warnai Awal Tahun 2026, Warga Kampung Nawaripi Pererat Persaudaraan Papuanewsonline.com, Mimika – Suasana awal Tahun Baru 2026 di Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, diwarnai dengan tarian dan nyanyian adat khas Suku Kamoro yang berlangsung di depan Kantor Pemerintah Kampung, Selasa (5/1/2026). Kegiatan ini menjadi penanda kebersamaan sekaligus sarana memperkuat silaturahmi antara masyarakat adat dan aparatur kampung.Tradisi tersebut tidak sekadar menjadi hiburan pembuka tahun, melainkan juga memiliki makna sosial yang mendalam bagi warga Nawaripi. Tarian dan nyanyian adat dipersembahkan sebagai ungkapan sukacita, rasa syukur, serta ajakan untuk memulai tahun baru dengan hubungan yang harmonis dan penuh persaudaraan.“Kegiatan positif ini menjadi bukti bahwa kita bisa memulai tahun baru dengan kebersamaan yang erat,” ujar salah seorang aparatur desa yang turut hadir dan menyaksikan langsung kegiatan tersebut.Kehadiran masyarakat Suku Kamoro membawa nuansa hangat dan penuh kegembiraan di lingkungan kampung. Aparatur desa menyambut kedatangan mereka dengan antusias dan ikut larut dalam suasana kebersamaan yang tercipta sepanjang kegiatan berlangsung.Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukanlah agenda baru, melainkan telah menjadi tradisi yang dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat. “Mereka lakukan kegiatan ini bukan tahun ini saja tapi sudah bertahun-tahun, ini seperti sudah jadi tradisi dan ini sangat luar biasa, saya sangat mengapresiasi,” jelasnya.Dalam pelaksanaannya, masyarakat Suku Kamoro dan para pegawai Pemerintah Kampung Nawaripi bergandengan tangan dan menari bersama, diiringi lagu-lagu daerah khas Mimika. Irama musik dan gerakan tarian menciptakan suasana yang meriah sekaligus mempererat ikatan emosional antarwarga.Makna kebersamaan semakin terasa ketika warga yang datang menonton turut bergabung dalam barisan tarian. Momen tersebut mencerminkan kuatnya rasa persaudaraan tanpa sekat antara masyarakat adat dan aparatur pemerintahan kampung.Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama yang melibatkan seluruh peserta, sebagai simbol persatuan dan kebanggaan terhadap budaya lokal. Setelah itu, pemerintah kampung memberikan sumbangan kepada masyarakat Suku Kamoro sebagai bentuk kepedulian sosial dan apresiasi terhadap tradisi adat yang terus dilestarikan.“Sumbangan ini merupakan bentuk apresiasi kami terhadap tradisi yang telah diwariskan leluhur dan sebagai upaya menjaga persatuan serta persaudaraan yang harmonis,” tambah Norman Ditubun. Seluruh pihak berharap tradisi ini dapat terus dijaga dan menjadi contoh positif bagi kampung-kampung lain di Kabupaten Mimika.  Penulis: JidEditor: GF 05 Jan 2026, 19:42 WIT
Kapolda Maluku Pimpin Upacara Tabur Bunga Peringati Hari Pahlawan Nasional Martha Christina Tiahahu Papuanewsonline.com, Ambon – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., memimpin langsung Upacara Tabur Bunga dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional asal Maluku, Martha Christina Tiahahu, Ke-208 Tahun 2026. Kegiatan berlangsung khidmat pada Jumat, 2 Januari 2026, pukul 08.00 WIT, bertempat di Dermaga Irian, Kodaeral IX, Kota Ambon.Upacara ini menjadi bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanan Martha Christina Tiahahu sebagai salah satu pahlawan perempuan Indonesia yang berasal dari bumi Maluku. Selain itu, kegiatan tersebut juga dimaknai sebagai upaya menanamkan nilai-nilai perjuangan, keberanian, dan nasionalisme kepada generasi penerus bangsa.Sejumlah pejabat dan tokoh daerah turut hadir dalam upacara tersebut, di antaranya Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi Maluku beserta Ibu, Dankodaeral IX beserta Ibu, Kepala Bakamla Zona Maritim Timur beserta Ibu, Danlanud Pattimura, Wakil Dankodaeral IX, Kepala Basarnas Ambon, Wakil Wali Kota Ambon, serta para Pejabat Utama gabungan TNI–Polri. Hadir pula pengurus Bhayangkari Daerah Maluku, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi terkait di lingkup Provinsi Maluku, dan tamu undangan lainnya. Peserta upacara terdiri dari unsur TNI, Polri, serta instansi terkait.Dalam pelaksanaan upacara, Kapolda Maluku bertindak selaku Inspektur Upacara. Usai rangkaian upacara, Kapolda Maluku bersama Ketua Bhayangkari Daerah Maluku dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan prosesi tabur bunga di perairan sekitar Dermaga Irian sebagai simbol penghormatan atas jasa dan pengorbanan Pahlawan Nasional Martha Christina Tiahahu.Dalam amanatnya, Kapolda Maluku menegaskan bahwa peringatan Hari Pahlawan Martha Christina Tiahahu ke-208 bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum reflektif untuk meneladani semangat perjuangan, keberanian, serta ketulusan pengorbanan dalam melawan penjajahan.“Meneladani perjuangan Martha Christina Tiahahu merupakan bagian penting dalam membangun nasionalisme generasi muda Maluku. Nilai semangat juang, keberanian, serta ketulusan pengorbanan beliau adalah warisan nilai luhur yang harus terus hidup dan tumbuh dalam sanubari generasi muda,” ujar Kapolda Maluku.Kapolda juga menekankan bahwa keteladanan Martha Christina Tiahahu merupakan fondasi moral yang kuat dalam menumbuhkan jiwa cinta tanah air, persatuan, serta rasa tanggung jawab terhadap masa depan bangsa. Ia mengajak generasi muda Maluku menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai inspirasi untuk berkarya, berprestasi, dan berkontribusi positif bagi pembangunan daerah maupun nasional.“Melalui momentum peringatan ini, mari kita jadikan nilai perjuangan pahlawan nasional asal Maluku ini sebagai sumber inspirasi untuk terus berkarya, menjaga persatuan, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” lanjutnya.Lebih lanjut, Kapolda Maluku mengingatkan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menjaga dan mewariskan nilai-nilai kepahlawanan melalui sikap disiplin, toleransi, serta semangat kebersamaan di tengah keberagaman.Peringatan Hari Pahlawan Nasional Martha Christina Tiahahu ke-208 Tahun 2026 ini diharapkan mampu memperkuat semangat nasionalisme sekaligus memperkokoh persatuan masyarakat Maluku dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).“Maluku terus bikin bae, basudara terus bikin bae,” tutup Kapolda Maluku dengan penuh semangat.Peringatan Hari Pahlawan Nasional Martha Christina Tiahahu ke-208 yang dipimpin langsung oleh Kapolda Maluku menunjukkan komitmen kuat institusi negara dalam menjaga memori kolektif perjuangan bangsa, khususnya peran perempuan dalam sejarah perlawanan terhadap penjajahan. Kehadiran lintas unsur TNI–Polri, pemerintah daerah, serta instansi terkait menjadi simbol soliditas dan sinergi dalam merawat nilai-nilai kebangsaan.Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, pesan Kapolda Maluku tentang pentingnya keteladanan, nasionalisme, dan persatuan menjadi relevan dan strategis, terutama bagi generasi muda Maluku. Momentum ini tidak hanya mengingatkan akan jasa para pahlawan, tetapi juga menegaskan bahwa semangat perjuangan harus terus diaktualisasikan dalam bentuk karya nyata, kontribusi positif, serta komitmen menjaga persatuan dan keutuhan NKRI. PNO-12 04 Jan 2026, 14:18 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT