Papuanewsonline.com
BERITA TAG Budaya
Homepage
Kapolda Maluku Resmikan Balai Kerohanian dan Pemberian Nama Mushollah Polres MBD
Papuanewsonline.com, MBD - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si meresmikan gedung balai kerohanian dan pemberian nama mushollah Polres Maluku Barat Daya (MBD), Senin (8/12/2025). Peresmian balai kerohanian ditandai dengan Penandatanganan Prasasti yang berlangsung di Markas Polres MBD. Hadir dalam kegiatan ini Karo SDM, Direktur Reskrimum, Direktur Binmas, Direktur Polairud, Kapolres dan Wakapolres Maluku Barat Daya, Wadanki IV Yon C Pelopor Sat Brimob, dan para pejabat lainnya.Kapolda mengaku peresmian gedung balai kerohanian dan pemberian nama mushollah merupakan bentuk komitmen Polda Maluku untuk meningkatkan sarana pembinaan rohani bagi seluruh personel Polri di wilayah MBD. Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi ruang penguatan spiritual, pembinaan mental, sekaligus memperkokoh akhlak dan integritas anggota Polri dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.Balai kerohanian dan mushollah menurut Kapolda merupakan langkah penting dalam memperkuat karakter aparatur kepolisian yang tidak hanya profesional secara teknis, tetapi juga memiliki moralitas dan spiritualitas yang kuat.Pembinaan mental dan kerohanian, kata Kapolda, merupakan bagian fundamental dalam membentuk personel Polri yang berintegritas, humanis, dan mampu menjalankan tugas secara amanah.“Sarana kerohanian ini adalah tempat membangun keteduhan hati dan integritas diri. Polisi yang kuat bukan hanya kuat fisik dan kemampuan teknis, tetapi juga kuat dalam prinsip moral dan spiritual,” ungkap Kapolda. PNO-12
09 Des 2025, 14:32 WIT
Kapolda Maluku Jalin Silaturahmi di Baileo Emarina Desa Werwaru-MBD
Papuanewsonline.com, MBD - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melangkah dan maju secara bersama. Sehingga, keamanan juga harus dijaga bersama-sama.Ajakan tersebut disampaikan Kapolda saat silaturahmi dengan masyarakat di Baileo Emarina atau Rumah Damai di Desa Werwaru, Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Senin (8/12/2025).Kunjungan ke Baileo Emarina merupakan salah satu agenda Kapolda dalam rangka pembinaan wilayah sekaligus memperkuat sinergi antara Polda Maluku dengan pemerintah daerah, aparat TNI–Polri, dan masyarakat.Kapolda Maluku dalam lawatannya tersebut menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari masyarakat Desa Werwaru. Ia juga menyampaikan rasa syukur karena bersama rombongan tiba dengan selamat di Pulau Moa.Kunjungan kerja yang dilaksanakan di MBD, kata Kapolda, tidak hanya bersifat seremonial, melainkan bentuk nyata perhatian Polda Maluku untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terjaga dengan baik.Keamanan, tegas Kapolda, merupakan fondasi utama pembangunan, sehingga stabilitas kamtibmas harus dijaga bersama-sama dengan aparat dan masyarakat.“Jika kita ingin maju, kita harus menjaga situasi agar tetap aman. Permasalahan pasti ada, namun penyelesaiannya harus dilakukan sesuai hukum. Kekerasan bukan lagi pilihan,” tegas Kapolda.Kapolda menyoroti keberagaman masyarakat MBD yang terdiri dari berbagai pulau, suku, dan kelompok. Menurutnya, perbedaan merupakan kekuatan yang harus dijaga, bukan dijadikan alasan untuk timbulnya konflik sosial. Ia mengingatkan sejarah masa kolonial menjadi bukti bahwa perpecahan sering kali dimanfaatkan pihak luar untuk menguasai sumber daya.“Jangan biarkan perbedaan menjadi alat pemecah belah seperti pada masa Belanda. Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi pedoman bersama untuk memperkuat persatuan,” ujar Kapolda.Prof Dadang juga menekankan bahwa MBD memiliki sumber daya alam melimpah, baik dari sektor perikanan maupun pertanian, sehingga seluruh pihak wajib mensyukuri dan menjaga potensi tersebut melalui stabilitas sosial.Di sisi lain, masyarakat Maluku terkenal memiliki fisik dan karakter kuat yang terbentuk dari lingkungan alam yang keras. Namun demikian, pola pikir dalam menyelesaikan persoalan harus berkembang ke arah yang lebih bijak.“Sudah saatnya kita meninggalkan cara-cara kekerasan. Penyelesaian masalah harus dilakukan dengan dialog, musyawarah, dan pendekatan hukum,” harapnya.Persoalan yang muncul di masyarakat, lanjut Kapolda, sering kali disebabkan oleh kurangnya komunikasi. Sehingga ruang-ruang untuk berdialog harus diperkuat.Dalam kesempatan tersebut, Kapolda mengemukakan konsep pemanfaatan Baileo Emarina sebagai pusat deteksi dini permasalahan dan tempat musyawarah warga.Baileo, kata Prof Dadang, bukan sekadar bangunan adat, tetapi representasi dari identitas Maluku sebagai tempat berkumpul, berdiskusi, dan menyelesaikan masalah secara damai.Ia mengajak masyarakat untuk memaksimalkan fungsi tersebut dan menjadikan Baileo sebagai ruang utama merajut komunikasi antara warga, pemerintah, dan aparat negara.Kapolda juga menekankan bahwa aparat pemerintah seperti Bupati, Kapolres, Dandim, dan Kejari merupakan representasi negara di daerah yang harus dijadikan tempat konsultasi ketika terjadi masalah. Masyarakat diminta untuk tidak ragu menyampaikan keluhan maupun persoalan kepada para pejabat tersebut sehingga solusi dapat dikelola secara cepat dan tepat.Khusus kepada generasi muda MBD, Kapolda mengaku kemajuan daerah hanya dapat dicapai jika anak muda memiliki keterampilan dan pemikiran modern yang relevan dengan perkembangan zaman.Penguasaan teknologi dan kemampuan berbahasa bagi pemuda MBD untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional sangat penting ditingkatkan.“Setelah menempuh pendidikan, jangan lupa kembali ke daerah untuk membangun negeri sendiri. Jangan hanya pintar di luar, tetapi tidak kembali mengabdi kepada masyarakat,” pesan Kapolda.Dalam sesi dialog, Kepala Desa Werwaru menyampaikan dua aspirasi utama. Pertama, masih belum adanya pemuda Desa Werwaru yang berhasil masuk sebagai anggota Polri. Ia berharap bimbingan serta dukungan khusus dari Kapolda Maluku untuk mendorong 1–2 putra daerah mengikuti seleksi.Kedua, kebutuhan masyarakat akan mesin pengolahan air untuk mendukung pengelolaan ladang dan kebun akibat keterbatasan sumber air di wilayah tersebut.Menanggapi permohonan tersebut, Kapolda Maluku menyatakan kesiapannya untuk mendukung, membantu masyarakat.Untuk rekrutmen Polri, Kapolda menegaskan bahwa proses penerimaan dilakukan sesuai alokasi, namun peluang terbuka bagi putra-putri daerah yang dipersiapkan dengan baik.Kapolda memberikan arahan langsung kepada Kapolres Maluku Barat Daya untuk melakukan pembinaan dan pendampingan kepada calon yang berpotensi dari Desa Werwaru.Sementara terkait kebutuhan mesin air, Kapolda menyampaikan komitmennya untuk mencarikan solusi terbaik dan mengupayakan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat.Dalam kunjungan tersebut turut hadir Bupati MBD, Kapolres, Dandim 1511 Pulau Moa, Kajari, Sekretaris Daerah, pejabat utama Polda Maluku, Kepala Desa Werwaru, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta masyarakat desa. PNO-12
09 Des 2025, 13:55 WIT
Rayakan Natal Bersama Warga Binaan, Polda Maluku: Kuatkan Iman & Teguhkan Harapan
Papuanewsonline.com, Ambon - Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Maluku marayakan Natal 2025 bersama warga binaan di Aula Lantai 3 Rutan Polda Maluku. Tahun ini, perayaan Natal mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” yang diambil dari Matius 1:21–24, sebagai pengingat akan kasih dan pengharapan di tengah perjalanan hidup para warga binaan.Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri Direktur Tahti Polda Maluku AKBP Yani Reawaru, S.E, Ketua Pokjaluh Agama Kristen Kota Ambon Alfananti Yohanty, M.Th, Kabag RBP Biro Rena Polda Maluku AKBP Robert Ferdinandus AMK, S.Th, para pelayan gereja mitra Rutan, personel Dit Tahti Polda Maluku, warga binaan, serta perwakilan keluarga.Dir Tahti Polda Maluku AKBP Yani Reawaru, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan tersebut. “Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Perayaan Natal bersama warga binaan ini dapat berjalan dengan aman dan lancar,” katanya.AKBP Yani juga berharap momentum Natal dapat membawa perubahan positif bagi para warga binaan. “Semoga perayaan ini dapat kita maknai bersama, khususnya bagi adik-adik warga binaan. Saya berharap setelah menjalani masa hukuman, mereka bisa kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik,” tambahnya.Ketua Pokjaluh Agama Kristen Kota Ambon, Alfananti Yohanty, M.Th., memberikan apresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, momentum ini menjadi penghiburan bagi warga binaan yang tidak dapat merayakan Natal bersama keluarga di luar. “Semoga kegiatan ini memberi kekuatan dan sukacita bagi mereka yang sementara menjalani masa tahanan,” tuturnya.Sementara itu, Kabag RBP Biro Rena Polda Maluku, AKBP Robert Ferdinandus juga menyampaikan terima kasih atas pembinaan yang diberikan kepada warga binaan. “Terima kasih kepada Dit Tahti Polda Maluku yang terus membina warga binaan hingga hari ini, serta kepada para pelayan Tuhan yang mendampingi mereka secara spiritual. Harapan kami, pembinaan ini dapat terus ditingkatkan agar ketika kembali ke masyarakat, mereka menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.Sebagai bentuk dukungan rohani, Dit Tahti Polda Maluku menyerahkan 25 Alkitab kepada warga binaan. Selain itu, seluruh warga binaan juga menerima bingkisan Natal sebagai wujud kepedulian dan perhatian di momen perayaan tersebut.Perayaan Natal yang dilaksanakan diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa dukungan moral dan spiritual tetap penting bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan, sekaligus meneguhkan harapan agar mereka dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik. PNO-12
06 Des 2025, 08:56 WIT
Pemkab Boven Digoel Gelar Temu Budaya 2025, Perkuat Identitas Lokal dan Dorong Ekonomi Kreatif
Papuanewsonline.com, Boven Digoel
— Pemerintah Kabupaten Boven Digoel secara resmi membuka kegiatan Temu Budaya
dengan Pelaku Budaya 2025 yang digelar selama tiga hari, mulai 3 hingga 5
Desember 2025. Agenda kebudayaan ini berlangsung di halaman dan Aula Kantor
Bupati Boven Digoel, menghadirkan sebanyak 50 pelaku budaya dari berbagai
distrik di wilayah tersebut. Kegiatan ini mengangkat tema “Suara
Budaya Membangun Negeri” sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam
menjaga dan menghidupkan kembali budaya lokal yang menjadi identitas khas
masyarakat Boven Digoel. Tema tersebut juga dipilih untuk mendorong generasi
muda agar lebih memahami dan mencintai warisan budaya leluhur. Dalam sambutannya, Wakil Bupati
Marlinus menegaskan bahwa budaya memiliki peran vital dalam membentuk karakter
masyarakat. Menurutnya, budaya tidak sekadar peninggalan masa lalu, melainkan
fondasi moral yang memperkuat persatuan dalam keberagaman. Melalui kegiatan
ini, ia berharap masyarakat semakin menyadari nilai penting kebudayaan dalam
kehidupan sehari-hari. Pemerintah Kabupaten Boven Digoel
juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat perlindungan budaya melalui
penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD). Upaya tersebut sejalan
dengan pendataan 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) yang menjadi fokus pengembangan
dalam kebijakan kebudayaan daerah. Selain membahas pelestarian
tradisi, kegiatan ini juga menjadi ruang penting bagi para pelaku budaya untuk
memperkenalkan karya dan kreativitas mereka. Pemerintah daerah menilai bahwa
budaya memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi bagian dari ekonomi
kreatif yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Temu Budaya 2025 diharapkan mampu
memperkuat jejaring antar-pelaku budaya, memperluas ruang ekspresi seni, dan
menghadirkan pemahaman yang lebih luas mengenai potensi budaya yang dimiliki
setiap distrik. Dengan terbangunnya kolaborasi tersebut, pengembangan
kebudayaan dinilai akan berjalan lebih adaptif dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini pula,
pemerintah ingin memastikan bahwa keberagaman budaya di Boven Digoel tetap
terjaga. Kehadiran pelaku budaya dari berbagai wilayah memberikan warna
tersendiri dan memperkaya proses pertukaran budaya antarkomunitas. Pemerintah daerah berharap Temu
Budaya 2025 dapat menjadi momentum penting dalam memperindah keberagaman
sekaligus menjadikan adat dan tradisi sebagai energi pembangunan. Dengan
pelestarian yang kuat dan pemanfaatan budaya secara kreatif, Boven Digoel diharapkan
menuju masa depan yang lebih maju, bermartabat, dan berkarakter. Penulis: Hendrik
Editor: GF
05 Des 2025, 19:52 WIT
Kapolda Terima Silaturahmi Pengurus PP Polri Daerah Maluku
Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si menegaskan komitmen merawat kebersamaan dan pengabdian saat menerima kunjungan silaturahmi dari Pengurus Persatuan Purnawirawan Polri (PP Polri) Daerah Maluku.Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan di ruang tamu Kapolda Maluku, Rabu (3/12/2025) ini turut dihadiri Karo SDM dan Kabag Analis Dit Intelkam mendampingi Kapolda. Sementara dari PP Polri Maluku hadir Ketua AKBP (Purn) Etty Nirahua beserta Sekretaris dan jajaran pengurus lainnya.Kapolda Maluku memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada PP Polri karena selama ini tetap menjaga hubungan baik dengan institusi kepolisian meskipun telah memasuki masa purnabhakti. Ia menegaskan keberadaan PP Polri tidak dapat dipisahkan dari perjalanan institusi Polri dari masa ke masa.“PP Polri merupakan bagian dari tubuh Polri itu sendiri. Pengabdian bapak dan ibu sekalian tidak berhenti hanya karena memasuki masa pensiun. Semangat dan nilai-nilai kepolisian tetap melekat dan terus memberi inspirasi bagi generasi penerus,” ujar Kapolda.Kapolda berharap para purnawirawan Polri dapat terus menjaga kesehatan dan menikmati masa purnatugas dengan perasaan bahagia. Ia menegaskan, Polda Maluku selalu membuka pintu bagi PP Polri untuk berkomunikasi, berkonsultasi, maupun berkolaborasi dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.“Saya berpesan agar selalu menjaga kesehatan dan menjalani masa pensiun dengan hati yang bahagia. Pola semangat pengabdian itu tetap hidup dan bisa terus ditularkan kepada anggota Polri yang masih aktif. Kami siap membantu, siap bersinergi, dan selalu terbuka bagi PP Polri,” tambah Kapolda.Sementara itu, Ketua PP Polri Daerah Maluku, AKBP (Purn) Etty Nirahua menyampaikan terima kasih atas waktu dan ruang yang diberikan Kapolda Maluku. Ia mengaku PP Polri akan terus berkomitmen menjadi mitra moral bagi Polri, sekaligus menjadi wadah kebersamaan para purnawirawan untuk tetap berkontribusi bagi bangsa dan daerah.“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Kapolda yang telah menerima kami dengan sangat baik. PP Polri selalu menjadi daun dan pohon, memberikan keteduhan, dukungan, dan semangat bagi para penerus Polri dalam menjalankan tugas,” ucapnya.Nirahua juga menyampaikan pihaknya siap terus menjalin koordinasi dengan Polda Maluku untuk memperkuat solidaritas internal dan mendukung berbagai program kemasyarakatan. PNO-12
05 Des 2025, 15:33 WIT
Persepsi Jujur dari Senggi: Lokakarya dan Momen Perpisahan Tim Ekspedisi Patriot
Papuanewsonline.com, Keerom — Sabtu, 29 November 2025
menjadi hari yang penuh arti bagi Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Senggi. Setelah
melakukan pendampingan dan penelitian intensif selama lebih dari satu bulan,
tim yang terdiri dari lima perguruan tinggi nasional menggelar Lokakarya
Persepsi Jujur dari Senggi di Balai Pertemuan SP 2 Kampung Woslay. Acara ini
sekaligus menjadi momen perpisahan antara tim akademisi dengan masyarakat yang
selama ini menjadi mitra utama dalam pengumpulan data dan pendampingan
lapangan.Suasana hangat langsung terasa sejak awal acara. Masyarakat
adat, warga transmigran, perangkat kampung, tokoh adat, tokoh agama, hingga
aparat pemerintah distrik dan kabupaten turut hadir memberikan dukungan.
Kebersamaan yang terjalin selama proses pendampingan tercermin dalam interaksi
akrab sepanjang kegiatan, menjadikan lokakarya ini bukan sekadar forum
akademik, tetapi juga ruang silaturahmi penuh kekeluargaan.Acara dimulai dengan sambutan dari Plt. Dinas Transmigrasi
Provinsi Papua, Ibu Irawati, yang memberikan apresiasi atas kerja kolaboratif
TEP. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Pak Patras Kelpi selaku KUPT dan
ondoafi setempat. Keduanya menekankan pentingnya riset komprehensif yang
dilakukan lima perguruan tinggi tersebut dalam memberikan gambaran objektif
terkait dinamika transmigrasi, sosial, dan ekonomi masyarakat Senggi.Paparan materi dari tiap perguruan tinggi menjadi bagian
yang paling ditunggu. Tim ITB yang dipimpin Abdul Rohman Supandi
mempresentasikan evaluasi mengenai pelaksanaan transmigrasi di Senggi, mulai
dari kondisi infrastruktur, akses layanan dasar, hingga relasi sosial. Tim
UNPAD kemudian memaparkan kajian mengenai harmonisasi sosial antara masyarakat
adat Orang Asli Papua (OAP) dan warga transmigran, menekankan pentingnya dialog
dan pemahaman lintas budaya.Selanjutnya, tim ITS yang diketuai Dhany Arifianto
menyampaikan rekomendasi teknis terkait kebutuhan infrastruktur dasar seperti
jalan, air bersih, listrik, dan fasilitas umum lainnya. Tim UI memberikan
gambaran mengenai penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat, khususnya kelompok
tani dan koperasi sebagai pilar pengembangan usaha lokal. Adapun tim IPB
University menyoroti potensi komoditas unggulan seperti padi, jagung, betatas,
dan kakao yang dinilai memiliki prospek pengembangan berbasis industrialisasi kecil.Sesi berikutnya membuka ruang bagi masyarakat untuk
menyampaikan aspirasi. Perwakilan masyarakat adat maupun transmigran berbagi
pandangan mengenai kebutuhan ekonomi, pengembangan komoditas, serta harapan
terhadap peningkatan kesejahteraan. Kepala Puskesmas Senggi juga turut
menyampaikan pentingnya ketersediaan sarana kesehatan yang memadai, tenaga
medis, dan data kependudukan yang akurat.Sebagai tanda penghormatan, masyarakat adat kemudian
menggelar prosesi bakar batu (Barapen). Prosesi ini bukan hanya bentuk
apresiasi atas kerja keras TEP, tetapi juga simbol penerimaan dan persaudaraan
antara masyarakat Senggi dengan para anggota tim dari berbagai universitas.
Puncak acara ditutup dengan pembacaan Naskah Solidaritas Senggi, yang menjadi
komitmen bersama untuk menjaga kedamaian dan memperkuat kerja sama dalam
pembangunan kawasan.Bagi Tim Ekspedisi Patriot, perpisahan ini bukan akhir
perjalanan, tetapi awal dari langkah baru untuk memastikan seluruh temuan dan
aspirasi yang dihimpun dapat dirumuskan menjadi rekomendasi konstruktif bagi
pemerintah daerah dan kementerian terkait. Senggi bagi mereka bukan sekadar
lokasi penelitian, tetapi ruang belajar bersama tentang kolaborasi,
keberagaman, dan nilai kebersamaan.Penulis: Tim Ekspedisi PatriotEditor: GF
03 Des 2025, 22:09 WIT
Lemasa Minta Pemkab Mimika Tepati Kesepakatan Jadwal Diskusi
Papuanewsonline.com, Mimika — Lembaga Masyarakat Adat
(Lemasa) Timika meminta Pemerintah Kabupaten Mimika untuk menepati jadwal
diskusi yang telah ditetapkan sebelumnya. Seruan ini disampaikan menyusul
perubahan agenda yang dinilai dapat memengaruhi koordinasi antara Lemasa,
Lemasko, dan pemerintah daerah.Lemasa mengungkapkan adanya dugaan bahwa Pemkab Mimika lebih
memprioritaskan Lemasko dalam hal pendanaan maupun pelaksanaan kegiatan.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terkait keseimbangan perlakuan terhadap
dua lembaga adat yang memiliki peran penting dalam dinamika sosial masyarakat
Mimika.Sem Bukaleng, tokoh Lemasa Timika, menyampaikan bahwa
pemerintah daerah telah mengundur jadwal diskusi dari tanggal 4 Desember
menjadi 8 atau 9 Desember. Menurutnya, perubahan tersebut tidak sesuai dengan
komitmen awal yang sudah disepakati bersama. Ia menegaskan bahwa pemerintah
seharusnya menunjukkan sikap konsisten dalam menjalin komunikasi dengan lembaga
adat.Dalam pernyataannya, Sem Bukaleng menyampaikan harapan agar
pemerintah mendukung Lemasa dan Lemasko secara setara. Ia menilai bahwa dialog
yang terjadwal dengan baik dapat memperkuat kerja sama dan mendorong
penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat. “Pemerintah harus mematuhi
jadwal yang disepakati dan mendukung Lemasa dan Lemasko secara setara,”
ujarnya.Lemasa juga menekankan pentingnya mengembalikan jadwal
diskusi sesuai dengan rencana awal, yaitu pada 4 Desember. Mereka menilai
penundaan diskusi dan lemahnya koordinasi dapat berdampak pada kelancaran
program serta menghambat sejumlah inisiatif masyarakat adat yang tengah
berjalan.Menurut Lemasa, komitmen terhadap penjadwalan bukan hanya
soal waktu, melainkan juga bentuk penghargaan terhadap proses komunikasi yang
melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Ketepatan waktu dinilai sebagai
faktor penting dalam menjaga efektivitas dialog dan membangun kepercayaan
antara lembaga adat dan pemerintah.Hingga kini, Lemasa masih menunggu klarifikasi dari Pemkab
Mimika terkait perubahan jadwal tersebut. Mereka berharap pemerintah dapat
memberikan penjelasan secara terbuka dan memastikan koordinasi dengan Lemasa
dan Lemasko dapat berjalan lebih baik ke depan.Di tengah dinamika ini, Lemasa tetap menegaskan bahwa dialog
adalah jembatan penting untuk menjaga hubungan yang harmonis antara pemerintah
daerah dan lembaga adat. Oleh karena itu, keseriusan Pemkab Mimika dalam
memenuhi komitmen yang telah disepakati menjadi harapan utama masyarakat adat
Timika. Penulis: Hendrik
Editor: GF
02 Des 2025, 21:24 WIT
Subuh Berjamaah di Masjid Al-Burhan Air Kuning, Kapolda Maluku Sampaikan Pesan Kamtibmas
Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si melaksanakan Sholat Subuh berjamaah di Masjid Al-Burhan, Lorong Alaka, Air Kuning, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Minggu (30/11/2025).Sholat subuh keliling yang merupakan program rutin Kapolda Maluku ini selain untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, juga sekaligus bersilaturahmi dengan masyarakat guna memperkuat hubungan sinergi Polri dengan warga dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku.Saat melaksanakan ibadah sholat subuh, Kapolda didampingi Kabid Keu Polda Maluku, dan sejumlah personel Polsek Sirimau, Polresta Pulau Ambon & P. P. Lease. Usai sholat, Kapolda menyampaikan sejumlah pesan penting terkait pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Seluruh jamaah diajak untuk senantiasa berperan aktif menjaga situasi Kamtibmas agar tetap aman, damai, dan kondusif. Kapolda menekankan bahwa keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi merupakan tugas bersama antara pemerintah, aparat, dan seluruh elemen masyarakat.Pada kesempatan itu, Kapolda juga menyinggung pentingnya mencegah tindakan main hakim sendiri. Ia menegaskan, setiap permasalahan sekecil apa pun harus diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku dengan cara melapor ke pihak Kepolisian. Polri, tegas Kapolda, selalu siap hadir dan memberikan pelayanan kepada masyarakat kapan pun diperlukan. “Polri akan selalu hadir bagi masyarakat. Mari katong jaga kedamaian di bumi Maluku,” pintanya. PNO-12
01 Des 2025, 14:32 WIT
Kapolda Maluku Safari Kamtibmas ke Gereja Katolik Paroki Santo Jacobus Ambon
Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si melaksanakan kegiatan safari kamtibmas dan silaturahmi dengan umat Gereja Katolik Paroki Santo Jacobus di Ahuru, Kota Ambon, Minggu (30/11/2025).Kegiatan rutin yang merupakan bagian dari agenda Kapolda ini untuk memperkuat komunikasi dialogis serta membangun kedekatan emosional dengan masyarakat guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku.Dalam kegiatan tersebut, Kapolda didampingi Kabidkum Polda Maluku, Kasat Intelkam Polresta Ambon, dan Wakapolsek Sirimau. Hadir dalam kegiatan itu Pastor Paroki St. Yakobus Ahuru, Pastor Karoldus Jamrevav MSC, para pengurus Dewan Pastoral, Ketua Stasi, Ketua Rukun, serta sekitar 500 jemaat yang memenuhi Gereja Santo Jacobus.Kapolda Maluku menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari pihak gereja dan umat Paroki Santo Jacobus. Menurutnya, kehadiran langsung di tengah masyarakat merupakan wujud komitmen Polri untuk mendengar, memahami, serta merespons kebutuhan keamanan masyarakat secara nyata.“Saya berterima kasih atas kesempatan dan kehormatan yang diberikan kepada saya untuk hadir di sini. Saya ingin mendengar apa yang dirasakan masyarakat, karena keamanan bukan hanya tugas Polri, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.Kapolda menekankan, keamanan adalah unsur paling mendasar dalam aktivitas kehidupan masyarakat. Dalam konteks Maluku yang dikenal indah, kaya budaya, dan bernilai sejarah, keamanan menjadi modal penting untuk menghadirkan kenyamanan hidup, stabilitas sosial, serta kemajuan daerah.“Keamanan adalah bagian terpenting dari hidup manusia. Di Maluku yang indah ini, mari kita terus ‘bikin bae’. Kita jaga keamanan bersama-sama, karena ketika aman, semua aktivitas bisa berjalan lancar dan kita bisa hidup rukun,” tegas Kapolda.Pada kesempatan itu, Kapolda juga mengingatkan pentingnya kedewasaan sosial dalam menghadapi berbagai persoalan yang mungkin timbul di tengah masyarakat. Ia mengajak umat gereja serta seluruh masyarakat Maluku untuk mengedepankan kesabaran dan pikiran yang jernih saat menghadapi konflik interpersonal maupun persoalan kelompok.“Masalah pasti akan ada dalam hidup. Tetapi mari kita hadapi dengan kepala dingin. Jangan terpancing. Dengan bersabar dan berpikir bijak, kita bisa mencegah hal-hal kecil berkembang menjadi persoalan besar,” pesannya.Irjen Dadang menegaskan keamanan bukan semata hasil kerja aparat, melainkan buah sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga Maluku.“Kami TNI-Polri dan pemerintah daerah tidak bisa berbuat apa-apa jika tidak didukung masyarakat. Keamanan dan nuansa damai yang kita rasakan hari ini adalah hasil kerja bersama,” ungkapnya.Menutup arahannya, Kapolda memberikan ucapan terima kasih kepada para pastor, pemimpin gereja, dan seluruh jemaat yang selama ini turut mendukung terciptanya kerukunan dan kedamaian di Maluku.“Saya menyampaikan terima kasih kepada para pastor dan seluruh jemaat. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan perlindungan bagi kita semua, baik dalam tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita terus memberikan kebaikan bagi sesama,” ucap Kapolda menutup sambutannya dengan salam persaudaraan. Selamat pagi, Shalom.”Setelah penyampaian pesan kamtibmas, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan piala kepada para pemenang Lomba Bertutur Kitab Suci yang diserahkan langsung oleh Kapolda Maluku. Suasana penuh keakraban terlihat saat sesi foto bersama Kapolda, para pastor, pengurus gereja, dan jemaat. PNO-12
01 Des 2025, 11:39 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru