Papuanewsonline.com
Pickup Pengangkut Air Terguling Di Pertigaan Hasanuddin, Pengendara Baru Belajar Mengemudi
PTFI Setor Rp4,8 Triliun: Mimika Terima Bagian Terbesar, Total Kontribusi Capai Rp75 Triliun
Lapas Timika Gelar Ikrar Bersih Dari Hp Ilegal, Narkoba, Dan Penipuan
Lima Warga Diklaim Tewas di Kali Kabur, TPNPB Soroti Operasi Militer di Tembagapura
BADKO HMI dan Polda Papua Sepakati Sinergi, Fokus Tangani Tambang Ilegal hingga Hoaks Digital
Enam Warga Sipil Ditembak Di Tembagapura, Aktivis Deby Santoso Desak Proses Hukum Transparan
Direktur Law Firm Golda: Transaksi Perkara Di Timika Semakin Subur, Masyarakat Miskin Jadi Korban
BADKO HMI Papua Dukung Penertiban Tambang Ilegal oleh Gubernur Papua Tengah
DPR Papua Tengah, Mimika dan Puncak Bentuk Tim Khusus Tangani Konflik Kwamki Narama
Kejati Papua Mandul Tetapkan Yunus Wonda Jadi Tersangka, Mahasiswa Kembali Geruduk Kejagung
BERITA TAG Budaya
Homepage
Perkuat Sinergi, Satgas Damai Cartenz dan TNI Rajut Kebersamaan di Puncak Jaya
Papuanewsonline.com, Puncak Jaya – Kehangatan dan kebersamaan mewarnai sinergi antara Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 dan TNI dalam sebuah kegiatan bersama di wilayah Puncak Jaya. Momen tersebut terlihat saat peliputan technical meeting Lomba Masak Farewell Satgas Yonif 112/DJ yang digelar di Makosatgas Yonif 743/PSY, Jumat (6/2/2026).Kegiatan dipimpin oleh Aipda Nurman bersama tiga personel Satgas Tindak Operasi Damai Cartenz 2026. Selain menjadi bagian dari persiapan acara perpisahan, kegiatan ini juga menjadi ruang hangat untuk mempererat hubungan dan membangun kekompakan antara personel Polri dan TNI yang sama-sama bertugas menjaga stabilitas keamanan di Puncak Jaya.Rangkaian dimulai pukul 14.10 WIT dengan pelaksanaan technical meeting dan persiapan lomba masak. Tak lama berselang, pada pukul 14.30 WIT, personel Satgas Damai Cartenz dan TNI mulai memasak bersama. Suasana akrab dan penuh canda terlihat jelas, mencerminkan soliditas yang terjalin bukan hanya dalam tugas, tetapi juga dalam kebersamaan.Kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama pada pukul 15.00 WIT. Momen sederhana ini menjadi simbol kuatnya persaudaraan lintas institusi, sekaligus mempertegas komitmen bersama dalam mendukung tugas pengamanan di Papua Tengah, khususnya Kabupaten Puncak Jaya.Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, personel Satgas Damai Cartenz kembali ke Pos Kulirim, Mulia, Puncak Jaya, pada pukul 17.00 WIT. Sepanjang kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif.Wakaops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa sinergitas TNI–Polri merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua.“Kegiatan seperti ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi wadah memperkuat soliditas dan kebersamaan personel TNI dan Polri di lapangan. Dengan hubungan yang erat, koordinasi pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan semakin efektif,” ujar Kombes Pol. Adarma Sinaga.Ia menambahkan, kebersamaan dalam kegiatan non-operasional justru menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan, kekompakan, serta semangat persaudaraan antar personel yang bertugas di wilayah dengan tantangan tinggi.Melalui kegiatan ini, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama TNI kembali menunjukkan bahwa menjaga Papua tidak hanya dilakukan dengan kesiapsiagaan, tetapi juga dengan semangat kebersamaan, profesionalisme, dan sinergi demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. PNO-12
12 Feb 2026, 11:34 WIT
Sapa Jemaat Gereja, Kapolda Maluku Tegaskan Toleransi dan Peran Keluarga Sebagai Keamanan Nasional
Papuanewsonline.com, Ambon – Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si menegaskan bahwa toleransi antarumat beragama, keamanan lingkungan, dan kekuatan keluarga merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas keamanan nasional. Penegasan itu disampaikan saat Kapolda melaksanakan silaturahmi dan menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Gereja GPM Sejahtera Jemaat Poka, Klasis Pulau Ambon Utara, Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Minggu (8/2/2026).Kegiatan yang berlangsung usai ibadah Minggu tersebut menjadi bagian dari pendekatan humanis Polri dalam membangun komunikasi langsung dengan masyarakat melalui rumah ibadah lintas agama, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan tanggung jawab kolektif menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Provinsi Maluku.Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Maluku didampingi Kapolsek Teluk Ambon Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease. Hadir pula Ketua Majelis Jemaat GPM Poka Pdt. Vengky Lekahena, S.Th, Pdt. Nona W. Lekahena, S.Th, jajaran Majelis Jemaat, serta ratusan jemaat yang mengikuti ibadah.Mengawali penyampaiannya, Kapolda menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan jemaat GPM Sejahtera Poka untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.“Saya bersyukur dapat bertugas di Maluku. Ini adalah daerah yang indah, bukan hanya alamnya, tetapi juga masyarakatnya yang ramah, santun, dan menjunjung tinggi nilai kekeluargaan,” ujar Irjen Pol. Dadang Hartanto.Kapolda menekankan bahwa toleransi dan kerukunan umat beragama di Maluku merupakan modal sosial yang sangat kuat bagi pembangunan daerah sekaligus penopang stabilitas nasional.“Maluku hari ini memiliki indeks situasi yang aman dan damai. Ini adalah modal besar untuk melangkah ke masa depan. Kondisi ini lahir dari peran seluruh elemen masyarakat jemaat, pendeta, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga aparat keamanan,” tegasnya.Dalam analoginya, Kapolda menyebut keamanan sebagai “tanah yang subur” bagi kesejahteraan.“Keamanan itu seperti tanah yang subur. Jika aman, apa pun yang kita tanam akan tumbuh dan berbuah. Sebaliknya, tanpa keamanan, kesejahteraan sulit terwujud,” tuturnya.Kapolda juga mengingatkan bahwa keamanan sering kali baru disadari nilainya ketika terganggu, layaknya kesehatan.“Hari ini kita bisa beribadah dengan tenang, anak-anak sekolah tanpa rasa takut, dan masyarakat beraktivitas dengan aman. Semua itu adalah buah dari keamanan yang kita jaga bersama,” ujarnya.Dalam kesempatan tersebut, Kapolda mengungkapkan bahwa tindak pidana berlatar belakang kekerasan masih menjadi perhatian serius Polda Maluku. Kekerasan dalam rumah tangga, perkelahian antar kelompok, hingga konflik yang dipicu emosi disebut perlu dicegah sejak dini.“Kita tidak boleh menjadi pelaku maupun korban kekerasan. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga dan komunitas,” tegas Kapolda.Salah satu faktor pemicu utama kekerasan, menurut Kapolda, adalah peredaran dan konsumsi minuman keras. Ia mengungkapkan bahwa aparat kepolisian telah menyita hampir 6 ton minuman keras ilegal yang diselundupkan ke wilayah Maluku.“Ini jumlah yang sangat besar. Miras sering menjadi pemicu emosi dan kekerasan, terutama di kalangan anak muda,” ungkapnya.Kapolda menegaskan perlunya solusi komprehensif terkait miras yang melibatkan pemerintah daerah, DPRD, aparat keamanan, dan masyarakat, mengingat persoalan tersebut juga berkaitan dengan aspek sosial dan ekonomi.Selain miras, Kapolda juga mengingatkan ancaman narkoba yang mulai masuk ke wilayah Maluku, meski belum menjadi sorotan utama.“Narkoba merusak masa depan generasi muda dan sulit dipulihkan. Mari kita perangi bersama dengan melaporkan setiap indikasi peredaran narkoba,” tegasnya.Kapolda turut menyoroti penggunaan media sosial yang tidak bijak, khususnya bagi anak-anak dan remaja. Ia meminta peran aktif orang tua dalam mengawasi aktivitas digital keluarga agar tidak terpapar hoaks, provokasi, judi online, penipuan, dan kejahatan siber.“Keluarga adalah benteng utama. Jika keluarga kuat, masyarakat dan bangsa juga akan kuat,” katanya.Menutup sambutannya, Kapolda mengajak masyarakat untuk terus menjaga ketertiban, termasuk tertib berlalu lintas dan tidak berkendara dalam pengaruh alkohol.“Mari kita jaga Maluku tetap aman dan damai. Maluku tarus biking bae, basudara tarus bikin bae,” pungkas Kapolda.Kegiatan silaturahmi tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekhidmatan, serta berakhir pada pukul 10.55 WIT dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.Melalui kegiatan ini, Polda Maluku kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat dengan pendekatan humanis, memperkuat dialog lintas agama, dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan demi Maluku yang damai dan sejahtera.Langkah Kapolda Maluku menyampaikan pesan kamtibmas secara langsung di rumah ibadah lintas agama mencerminkan wajah Polri modern yang humanis dan inklusif. Di tengah tantangan keamanan yang semakin kompleks mulai dari kekerasan sosial, miras, narkoba, hingga ancaman digital pendekatan dialogis seperti ini menjadi strategi penting dalam memperkuat ketahanan sosial dari akar rumput.Pesan Kapolda tentang peran keluarga sebagai benteng utama keamanan juga menegaskan bahwa stabilitas nasional tidak semata ditopang oleh aparat penegak hukum, tetapi oleh kesadaran kolektif masyarakat. Maluku, dengan sejarah panjang toleransi dan kebersamaan, kembali menunjukkan bahwa kerukunan bukan hanya warisan budaya, melainkan aset strategis bangsa.Silaturahmi lintas iman ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sinyal kuat bahwa keamanan nasional dibangun dari ruang-ruang ibadah, keluarga, dan komunitas tempat nilai toleransi dan kemanusiaan terus dirawat. PNO-12
10 Feb 2026, 20:17 WIT
Jaga Kebersihan Pesisir, Kapolda Bali Bersama Relawan Gelar Kerja Bakti di Pantai Kedonganan
Papuanewsonline.com, Badung – Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., melaksanakan kegiatan korvei aksi bersih sampah laut di Pantai Kedonganan, Kec. Kuta, Kab. Badung, dengan didampingi Pejabat Utama (PJU) Polda Bali. Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan kolaboratif menjaga kebersihan pesisir sekaligus mendukung pariwisata berkelanjutan di Pulau Dewata.Aksi bersih pantai ini melibatkan kurang lebih 5.000 peserta yang terdiri dari personel Polri, TNI, DLHK Badung, pelajar, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, serta para relawan lingkungan. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Rakornas bersama instansi terkait untuk melaksanakan pembersihan pantai secara masif demi menjaga kelestarian lingkungan pesisir.Turut hadir dalam kegiatan ini Menteri Lingkungan Hidup RI, Menteri Pariwisata RI, Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Wakil Komandan Korps Brimob Polri, Kakor Sabhara Baharkam Polri, perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Gubernur Bali, Ketua DPRD Provinsi Bali, Bupati dan Wakil Bupati Badung, Kapolresta Denpasar, Kasdam IX/Udayana beserta jajaran, Danlanal Denpasar, Danlanud Denpasar, serta perwakilan kepala daerah se-Bali.Kegiatan diawali dengan apel yang dipimpin oleh Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq bersama Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana. Dalam sambutannya, Menteri Pariwisata menegaskan bahwa persoalan kebersihan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Ia mengapresiasi kolaborasi lintas sektor, mulai dari akademisi, komunitas, dunia usaha, hingga relawan yang turun langsung menjaga kebersihan Bali sebagai wajah pariwisata Indonesia.Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup menekankan bahwa Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat sampah yang harus dihadapi dengan kerja sistematis dan berkelanjutan. Bali diharapkan menjadi contoh nasional dalam pengelolaan sampah, sehingga seluruh komponen masyarakat diminta menjaga komitmen untuk terus bergerak bersama melawan sampah.Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan pembersihan pantai di sektor-sektor yang telah ditentukan sepanjang Pantai Kedonganan. Peralatan yang digunakan antara lain sapu dan karung sampah, didukung 1 unit excavator, 50 unit dump truk, serta 5 unit loader milik DLHK Kabupaten Badung untuk mempercepat proses pengangkutan sampah.Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam aksi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus dukungan nyata terhadap kebijakan pemerintah pusat dan daerah.“Menjaga kebersihan pantai bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga menjaga masa depan pariwisata dan ekonomi Bali. Polri bersama seluruh elemen masyarakat akan terus hadir dan berkolaborasi dalam setiap gerakan positif demi Bali yang bersih, sehat, dan berdaya saing global,” tegas Kapolda Bali.Melalui kegiatan ini diharapkan tumbuh kesadaran kolektif bahwa kebersihan pantai harus menjadi budaya sehari-hari. Sinergi pemerintah, TNI-Polri, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan Bali sebagai etalase pariwisata nasional yang bersih dan lestari. PNO-12
07 Feb 2026, 13:43 WIT
Pererat Silaturahmi, Kapolda Maluku Sholat Magrib Berjamaah di Masjid Nurul Ikhlas
Papuanewsonline.com, Ambon – Untuk memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat serta memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif, Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si melaksanakan Sholat Magrib berjamaah bersama warga di Masjid Nurul Ikhlas, Kawasan Arbes, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Rabu (4/2/2026).Kegiatan ibadah tersebut dilaksanakan di sela-sela agenda Kapolda Maluku dalam melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapsiagaan personel pengamanan di kawasan Stain–Arbes.Kehadiran Kapolda di lokasi tidak hanya sebagai bentuk pengawasan terhadap pelaksanaan tugas anggota, namun juga menjadi wujud nyata pendekatan humanis Polri kepada masyarakat melalui kegiatan keagamaan.Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Sirimau, Polresta Pulau Ambon & P.p Lease beserta personel, Imam Masjid Nurul Ikhlas, serta para jamaah masjid yang dengan penuh antusias menyambut kehadiran Kapolda Maluku.Sholat Magrib berlangsung penuh khusyu, mencerminkan suasana religius serta kebersamaan antara aparat kepolisian dan masyarakat. Momentum ini dimanfaatkan Kapolda Maluku untuk semakin mendekatkan diri dengan warga sekaligus membangun komunikasi yang harmonis.Usai sholat berjamaah, Kapolda kemudian menyapa dan bersilaturahmi dengan para jamaah. Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga memberikan kain sarung kepada sejumlah jamaah sebagai bentuk kepedulian serta simbol kedekatan Polri dengan masyarakat.Kapolda menyampaikan, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya sebatas pelaksanaan tugas pengamanan, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan keagamaan.“Polri hadir untuk memberikan rasa aman sekaligus menjalin kebersamaan dengan masyarakat. Melalui kegiatan ibadah bersama seperti ini, kita mempererat silaturahmi, membangun kepercayaan, serta memperkuat sinergi dalam menjaga kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Maluku,” kata Irjen Dadang Hartanto.Lebih lanjut, mantan Ketua STIK Lemdiklat Polri ini menegaskan bahwa stabilitas keamanan tidak dapat terwujud hanya dengan peran aparat kepolisian semata, namun memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat.“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersama-sama menjaga lingkungan masing-masing, saling peduli, dan segera melaporkan apabila ada potensi gangguan keamanan. Dengan kebersamaan, Insya Allah Maluku tetap aman, damai, dan harmonis,” tambahnya. PNO-12
05 Feb 2026, 13:02 WIT
Muswil I IPLR Papua Tengah Dorong Sinergi Pemuda dan Pemerintah Menuju Papua Tengah Terang
Papuanewsonline.com, Mimika — Ikatan Pemuda Luwu Raya (IPLR)
menggelar Musyawarah Wilayah Papua Tengah (Muswil) I dengan mengusung tema
“Sinergitas Pemuda Luwu Raya dan Pemerintah Menuju Papua Tengah Terang”, yang
berlangsung pada Sabtu, 31 Januari 2026.Muswil I ini menjadi momentum konsolidasi organisasi
sekaligus peneguhan peran strategis pemuda Luwu Raya dalam mendukung
pembangunan daerah di Provinsi Papua Tengah.Ketua Kerukunan Keluarga Pemuda Luwu Raya, Daud Lawa Padang,
dalam sambutannya menekankan pentingnya IPLR membangun sinergi dengan seluruh
pemangku kepentingan, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Menurutnya,
kolaborasi dengan pemerintah, TNI, dan seluruh unsur terkait sangat diperlukan
untuk mengawal program-program pembangunan.“Saya berharap IPLR dapat membangun komunikasi dan sinergi
yang baik dengan pemerintah, baik di Kabupaten Mimika maupun di Provinsi Papua
Tengah, agar mampu melahirkan pemuda-pemudi yang menjadi harapan bangsa. Karena
pada hakikatnya, pemuda adalah masa depan bangsa,” ujarnya.Ia juga berharap ketua IPLR yang nantinya terpilih mampu
terus menjaga sinergi sesuai dengan tema yang diusung, sehingga harapan
pemerintah daerah dapat benar-benar terwujud.Sementara itu, Sekretaris Jenderal IPLR, Rustini Safitri,
menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai falsafah Tanah Luwu, yakni
Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge, sebagai landasan gerakan kepemudaan.Menurutnya, nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk
diterapkan dalam kehidupan organisasi dan sosial pemuda di tengah tantangan
zaman yang semakin kompleks.“Berorganisasi tanpa nilai akan membuat perjuangan
kehilangan arah. Dengan menginternalisasi nilai Sipakatau, Sipakalebbi, dan
Sipakainge, pemuda IPLR dapat menjadi representasi generasi yang berkarakter,
berintegritas, dan memiliki jati diri,” katanya.Rustini juga menegaskan bahwa Muswil I atau Musyawara ini
bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan amanah besar yang harus dijalankan
dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, dan semangat kebersamaan. Ia mendorong
pemuda IPLR untuk tampil inovatif dan kreatif di berbagai bidang, termasuk
ekonomi, pendidikan, sosial, budaya, politik, dan teknologi.Pemerintah Kabupaten Mimika, melalui Asisten III Bidang
Administrasi Umum, Herry Onawame, S.IP., M.M., yang mewakili Bupati Mimika,
menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Muswil I IPLR Papua Tengah.Ia menyebut musyawarah wilayah merupakan forum strategis dan
konstitusional untuk memperkuat organisasi, mempererat solidaritas, serta
merumuskan arah gerak pemuda ke depan.“Tema yang diangkat mencerminkan harapan akan Papua Tengah
yang lebih maju, aman, damai, dan penuh peluang pembangunan. Pemuda memiliki
peran penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong perubahan
positif,” ujarnya.Sebagai tuan rumah kegiatan, Pemerintah Kabupaten Mimika
menyatakan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan, serta mengajak IPLR
untuk terus menjaga persatuan, stabilitas daerah, dan berkontribusi nyata dalam
pembangunan di Mimika maupun kabupaten lainnya di Papua Tengah.Muswil I IPLR Papua Tengah diharapkan melahirkan
kepengurusan yang solid, program kerja yang visioner, serta komitmen bersama
menjadikan IPLR sebagai organisasi kepemudaan yang inklusif, berintegritas, dan
berdaya saing. Penulis: Bim
Editor: GF
31 Jan 2026, 18:59 WIT
Bupati Boven Digoel Terima Kunjungan Masyarakat Lapago untuk Mengenang Almarhum Sekda
Papuanewsonline.com, Boven Digoel — Bupati dan Wakil Bupati
Boven Digoel menerima kunjungan masyarakat Lapago dalam suasana duka mendalam
untuk mengenang kepergian Sekretaris Daerah Kabupaten Boven Digoel, Dr. Pilemon
Tabuni, S.IP. Pertemuan tersebut berlangsung penuh keheningan, empati, dan rasa
kehilangan yang mendalam.Kunjungan ini menjadi momen kebersamaan antara pemerintah
daerah dan masyarakat untuk saling menguatkan, sekaligus memberikan
penghormatan terakhir atas pengabdian almarhum yang selama ini telah
mencurahkan tenaga, pikiran, dan dedikasinya bagi pembangunan serta pelayanan
publik di Kabupaten Boven Digoel.Dalam suasana yang sarat emosi, pemerintah daerah menegaskan
kehadirannya bukan semata sebagai pemimpin, tetapi sebagai saudara bagi seluruh
masyarakat. Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan penjelasan
secara jujur dan menjaga keterbukaan terkait peristiwa kepergian almarhum,
sebagai wujud tanggung jawab moral dan institusional.Bupati Boven Digoel, Roni Omba, S.IP., menyampaikan bahwa
air mata duka yang mengalir mencerminkan betapa besar kecintaan dan
penghormatan masyarakat terhadap sosok almarhum, yang selama hidupnya tidak
hanya menjalankan tugas sebagai pejabat, tetapi juga menjadi bagian dari
keluarga besar Boven Digoel.Pemerintah daerah menyatakan komitmennya untuk menangani
seluruh hal yang berkaitan dengan kepergian almarhum secara hormat, adil, dan
bermartabat. Prinsip kemanusiaan, transparansi, dan keadilan menjadi landasan
utama dalam setiap langkah yang diambil.Kepergian Dr. Pilemon Tabuni meninggalkan duka mendalam bagi
seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat. Namun, dedikasi, loyalitas, serta
integritas yang telah ditunjukkan selama masa pengabdiannya akan tetap hidup
dalam ingatan dan menjadi teladan bagi generasi penerus.Suasana pertemuan berlangsung khidmat, ditandai dengan doa
bersama serta ungkapan belasungkawa dari berbagai elemen masyarakat yang hadir.
Kebersamaan tersebut memperlihatkan kuatnya ikatan emosional antara almarhum
dengan masyarakat yang selama ini ia layani.Pemerintah Kabupaten Boven Digoel berharap semangat
pengabdian almarhum dapat terus menginspirasi seluruh aparatur sipil negara dan
masyarakat untuk melanjutkan perjuangan membangun daerah dengan ketulusan dan
integritas.Penulis: HendEditor: GF
30 Jan 2026, 14:08 WIT
7 Raja Terima Piagam Penghargaan, Kapolda Maluku: Terima Kasih Atas Dedikasinya
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepala Kepolisian Daerah Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si memberikan piagam penghargaan kepada 7 Raja Negeri atas dedikasinya dalam berperan aktif mencegah peredaran dan pemanfaatan minuman keras ilegal di wilayah hukum Polda Maluku.Penyerahan piagam penghargaan dirangkai dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Pemberantasan Penyakit Masyarakat (Pekat) Salawaku Tahun 2026 yang dihelat di lapangan Letkol Pol (Purn) Chr. Tahapary, Tantui, Kota Ambon, Rabu (28/1/2026).Dalam kegiatan tersebut hadir perwakilan unsur Forkopimda Maluku, Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni S.I.K., M.H, Irwasda dan Para Pejabat Utama Polda Maluku, Kapolres Maluku Tenggara, Kapolres Seram Bagian Timur, beserta para kepala desa/Raja penerima penghargaan.7 Raja/Kepala Desa/ Negeri/Ohoi yang mendapatkan penghargaan yaitu Benediktus Farneubun, S.Sos, Kepala Ohoi Waur Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara; Abdul Rahman Hanubun, Kepala Ohoi Danar Ternate Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara; Semuel Bastian Elisa Masbaitubun, Kepala Ohoi Warbal Kecamatan Kei Kecil Barat, Kabupaten Maluku Tenggara; Josep Renyaan, S.Sos, Kepala Ohoi Sathean Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara; Basri Kelanit, S.Pd, Pejabat Kepala Ohoi Dunwahan Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara; Paulinus Andreas Ongirwalu, S.Sos, Penjabat Kepala Ohoi Letman Kec. Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara; Suilani Kelian, Raja Negeri Geser, Kabupaten Seram Bagian Timur."Hari ini kita melaksanakan apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Pekat Salawaku tahun 2026 dan sekaligus pemberian penghargaan kepada Raja Negeri atas dedikasi dan peran aktifnya dalam pencegahan, pengendalian minuman keras ilegal, termasuk mengatasi pemanfaatan minuman keras yang dapat menimbulkan perilaku kekerasan dan gangguan Kamtibmas di wilayah hukum Polda Maluku," ungkap Kapolda Maluku dalam sambutannya.Pemberian piagam penghargaan kepada Para Raja tersebut, kata Kapolda, merupakan bentuk apresiasi yang tinggi atas dedikasi dan peran aktif mereka untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di lingkungan masing-masing."Kemarin saat Saya kunjungan di beberapa wilayah Saya melihat beberapa Raja yang memiliki peraturan negerinya yang berusaha untuk mencegah terjadinya pemanfaatan minuman keras yang dapat memicu perilaku kekerasan dan gangguan kamtibmas," ungkap Kapolda.Jenderal Bintang 2 Polri ini berharap Peraturan Desa terkait pengendalian minuman keras ilegal tidak berhenti pada beberapa negeri/ohoi tersebut. Namun dapat juga dilakukan oleh seluruh negeri di Maluku. Sehingga situasi kamtibmas yang kondusif, aman, damai dan bermartabat benar-benar dirasakan di Maluku. "Ini (penghargaan) merupakan bentuk apresiasi yang sangat luar biasa (kepada Para Raja) karena sudah dituangkan (peraturan miras) dalam peraturan negeri. Ini juga diharapkan mampu mendorong Raja-raja atau Negeri-negeri lainnya bisa melakukan hal yang sama sehingga kemudian minuman keras ini dapat benar-benar dikendalikan sehingga tidak dapat memicu terjadinya gangguan Kamtibmas," harapnya.Kapolda mengingatkan bahaya minuman keras (miras) ilegal, menjadi faktor dominan pemicu terjadinya tindak pidana kekerasan, "termasuk apabila terus dibiarkan dapat meluas menjadi konflik komunal, juga kecelakaan lalu lintas, bahkan kekerasan dalam rumah tangga," pungkasnya. PNO-12
29 Jan 2026, 17:10 WIT
Pererat Kerukunan Beragama, Brimob Polda Maluku Kerja Bakti Bersama Warga Masjid Nurul Izzah
Papuanewsonline.com, Ambon – Menjelang Bulan Suci Ramadhan, personel Satuan Brimob Polda Maluku yang bertugas di Pos Pengamanan (Pos Pam) Jembatan Amalatu menggelar kegiatan kerja bakti bersama masyarakat di sekitar Masjid Nurul Izzah, Kompleks Jembatan Amalatu, kawasan UIN A.M. Sangadji Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.Kegiatan sosial tersebut menjadi simbol kuat komitmen Polri dalam merawat toleransi, memperkuat kerukunan umat beragama, serta menciptakan suasana damai dan kondusif menjelang bulan penuh hikmah. Kerja bakti difokuskan pada pembersihan lingkungan masjid, saluran air, dan fasilitas umum di sekitar kawasan Jembatan Amalatu.Dpp Wapadal Pos Pam Jembatan Amalatu, Ipda Roberth Residay, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan humanis Brimob Polda Maluku dalam membangun kedekatan dengan masyarakat lintas latar belakang sosial dan keagamaan.“Menyambut Bulan Suci Ramadhan, kami ingin hadir tidak hanya sebagai petugas pengamanan, tetapi sebagai bagian dari masyarakat. Kerja bakti ini adalah wujud kepedulian Brimob dalam mendukung kenyamanan ibadah sekaligus memperkuat persaudaraan dan toleransi antarumat beragama,” ujar Ipda Roberth Residay.Ia menegaskan, Brimob Polda Maluku berkomitmen untuk terus mendorong semangat gotong royong dan kebersamaan sebagai fondasi utama menjaga stabilitas keamanan dan keharmonisan sosial, khususnya di wilayah Kota Ambon yang majemuk.Sementara itu, Dansat Brimob Polda Maluku Kombes Pol. Kombes Pol. Irfan.S.P.Marpaung, S.I.K, M.Si, menegaskan bahwa kegiatan kerja bakti ini mencerminkan peran Brimob sebagai penjaga keamanan yang humanis sekaligus perekat persatuan di tengah masyarakat majemuk.“Brimob hadir untuk semua golongan. Kegiatan ini adalah pesan bahwa menjaga keamanan harus berjalan seiring dengan merawat toleransi dan kerukunan umat beragama. Menjelang Ramadhan, kami ingin memastikan masyarakat dapat beribadah dengan rasa aman,nyaman, damai, dan penuh kebersamaan,” tegas Dansat Brimob Polda Maluku.Ia menekankan bahwa Maluku sebagai daerah yang majemuk membutuhkan komitmen bersama dalam menjaga harmoni sosial, dan Polri berkomitmen menjadi bagian aktif dalam upaya tersebut.Apresiasi atas kegiatan tersebut juga disampaikan oleh pengurus Masjid Nurul Izzah. Ketua Takmir Masjid Nurul Izzah, Zainuddin Mahubessy, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian dan keterlibatan langsung personel Brimob Polda Maluku.“Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi kehadiran Brimob Polda Maluku. Kerja bakti ini bukan hanya membersihkan lingkungan masjid, tetapi juga memperlihatkan semangat kebersamaan dan toleransi yang nyata. Ini menjadi contoh baik bagi masyarakat, bahwa perbedaan bukan penghalang untuk saling membantu,” ungkapnya.Menurutnya, sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat seperti ini sangat penting dalam menjaga suasana damai dan menumbuhkan rasa saling percaya, terutama menjelang Ramadhan.Kegiatan kerja bakti tersebut juga mendapat sambutan positif dari warga sekitar, yang menilai kehadiran Brimob Polda Maluku sebagai mitra sosial mampu memperkuat rasa aman dan persaudaraan di tengah masyarakat.Melalui aksi sosial ini, Brimob Polda Maluku menegaskan perannya sebagai penjaga keamanan yang humanis sekaligus perekat persatuan, sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan dan semangat toleransi yang menjadi fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menyambut Ramadhan, Brimob hadir membawa pesan damai: kebersihan, kebersamaan, dan kerukunan adalah tanggung jawab bersama. PNO-12
26 Jan 2026, 19:37 WIT
Dukung Ekonomi Lokal, Kapolda Maluku Kunjungi Penyulingan Minyak Kayu Putih di Namlea
Papuanewsonline.com, Namlea – Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si mendorong penguatan UMKM dan perekonomian masyarakat lokal.Dorongan tersebut disampaikan Kapolda saat melakukan peninjauan tempat penyulingan minyak kayu putih (ketel) milik Ongko Tuya di Kota Namlea, Kabupaten Buru, Kamis (22/1/2026).Bersama Ketua Bhayangkari Daerah Maluku Ny. Vitri Dadang Hartanto dan sejumlah PJU Polda Maluku, Kapolda mengaku kunjungannya tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap pelaku usaha tradisional dan UMKM yang menjadi penggerak ekonomi masyarakat setempat. Ia mengaku ketel minyak kayu putih di Namlea telah menjadi identitas dan komoditas unggulan daerah.Penyulingan minyak kayu putih, lanjut Kapolda, memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian masyarakat Kabupaten Buru. Oleh karena itu, Polri tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam mendukung iklim usaha yang aman, tertib, dan berkelanjutan.“Kegiatan penyulingan minyak kayu putih ini merupakan salah satu potensi ekonomi lokal yang sangat bernilai. Polri hadir untuk memastikan aktivitas usaha masyarakat dapat berjalan dengan aman, tertib, serta terlindungi dari berbagai potensi gangguan,” ungkapnya.Jenderal bintang 2 Polri di pundaknya ini juga memberikan apresiasi atas semangat dan ketekunan para pelaku usaha minyak kayu putih. Mereka tetap konsisten mengelola usaha secara mandiri dan turun-temurun, sehingga mampu memberikan dampak ekonomi bagi keluarga dan masyarakat sekitar.“Kami mengapresiasi kerja keras para pelaku usaha yang telah menjaga dan mengembangkan potensi lokal ini. Diharapkan usaha penyulingan minyak kayu putih dapat terus berkembang, memberikan nilai tambah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Buru,” harapnya.Selain itu, Kapolda Maluku juga menegaskan komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah daerah terkait penguatan UMKM, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta menjaga stabilitas keamanan agar roda perekonomian dapat berjalan dengan baik. PNO-12
24 Jan 2026, 12:59 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru