logo-website
Sabtu, 07 Feb 2026,  WIT

Badan Pendiri LEMASA Serukan Persatuan Menuju Musyawarah Adat Suku Amungme

Ajakan menyatukan langkah disampaikan untuk memperkuat peran lembaga adat dalam menjaga warisan budaya dan jati diri masyarakat Amungme di Tanah Amungsa

Papuanewsonline.com - 08 Jan 2026, 09:50 WIT

Papuanewsonline.com/ Seni & Budaya

Paulus Pinimet, salah satu tokoh dan bagian dari keluarga besar Badan Pendiri LEMASA.

Papuanewsonline.com, Timika — Keluarga besar Badan Pendiri Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA) mengajak seluruh masyarakat Amungme untuk bersatu dan bergandeng tangan menyongsong pelaksanaan Musyawarah Adat (MUSDAT) LEMASA yang direncanakan berlangsung pada Januari 2026.


Ajakan tersebut disampaikan oleh salah satu tokoh Amungme, Paulus Pinimet, dalam pernyataan yang dikeluarkan di Timika pada 8 Januari 2026. Ia menekankan pentingnya kebersamaan seluruh elemen masyarakat adat dalam menjaga keberlangsungan lembaga adat yang telah dibangun sejak puluhan tahun lalu.

LEMASA sendiri didirikan pada tahun 1994 di Desa Harapan, Kwamki Lama, Timika, sebagai wadah musyawarah adat Suku Amungme. Sejak awal pembentukannya, lembaga ini bertujuan menjaga, melestarikan, dan memperjuangkan nilai-nilai adat serta budaya Amungme di tengah dinamika pembangunan dan perubahan zaman.

“Mari kita bersatu dan bergandeng tangan membangun LEMASA ini ke depan demi kita semua di Tanah Amungsa dan Bumi Kamoro yang kita cintai ini,” kata Paulus Pinimet dalam pernyataannya.

Ia juga mengajak seluruh keluarga besar Badan Pendiri LEMASA untuk kembali merapatkan barisan dan terlibat aktif dalam deklarasi serta rangkaian kegiatan MUSDAT LEMASA yang akan digelar. Menurutnya, musyawarah adat merupakan momentum penting untuk memperkuat identitas dan persatuan masyarakat Amungme.

“Jangan ragu dan bimbang, mari kita bersatu dan bergandeng tangan menuju MUSDAT LEMASA,” tambah Paulus Pinimet.

Dalam pernyataan tersebut, Paulus Pinimet turut menyebut sejumlah tokoh yang menjadi pendiri LEMASA, antara lain Thomas Beanal, Yohanes Pinimet, Benny Tsenawatme, Paulus Kanongopme, Victor Beanal, Mathias Kelanangame, Bartolumius Magal, Lukas Amisim, Yoseph Yoppi Kilangin, Yulia Pogolnamum, Melanius Pogolnamum, dan Johanis Kasamol.

LEMASA mengusung motto “Me Asia Ten” yang berarti “Satu Hati, Satu Jiwa”. Melalui MUSDAT LEMASA, diharapkan semangat persatuan ini dapat terus dijaga dan menjadi dasar dalam memperkuat peran lembaga adat sebagai rumah bersama masyarakat Amungme.

 

Penulis: Hendrik

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE