Badan Pendiri LEMASA Serukan Persatuan Menuju Musyawarah Adat Suku Amungme
Ajakan menyatukan langkah disampaikan untuk memperkuat peran lembaga adat dalam menjaga warisan budaya dan jati diri masyarakat Amungme di Tanah Amungsa
Papuanewsonline.com - 08 Jan 2026, 09:50 WIT
Papuanewsonline.com/ Seni & Budaya
Papuanewsonline.com, Timika — Keluarga besar Badan Pendiri Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA) mengajak seluruh masyarakat Amungme untuk bersatu dan bergandeng tangan menyongsong pelaksanaan Musyawarah Adat (MUSDAT) LEMASA yang direncanakan berlangsung pada Januari 2026.
Ajakan tersebut disampaikan oleh salah satu tokoh Amungme,
Paulus Pinimet, dalam pernyataan yang dikeluarkan di Timika pada 8 Januari
2026. Ia menekankan pentingnya kebersamaan seluruh elemen masyarakat adat dalam
menjaga keberlangsungan lembaga adat yang telah dibangun sejak puluhan tahun
lalu.
LEMASA sendiri didirikan pada tahun 1994 di Desa Harapan,
Kwamki Lama, Timika, sebagai wadah musyawarah adat Suku Amungme. Sejak awal
pembentukannya, lembaga ini bertujuan menjaga, melestarikan, dan memperjuangkan
nilai-nilai adat serta budaya Amungme di tengah dinamika pembangunan dan
perubahan zaman.
“Mari kita bersatu dan bergandeng tangan membangun LEMASA
ini ke depan demi kita semua di Tanah Amungsa dan Bumi Kamoro yang kita cintai
ini,” kata Paulus Pinimet dalam pernyataannya.
Ia juga mengajak seluruh keluarga besar Badan Pendiri LEMASA
untuk kembali merapatkan barisan dan terlibat aktif dalam deklarasi serta
rangkaian kegiatan MUSDAT LEMASA yang akan digelar. Menurutnya, musyawarah adat
merupakan momentum penting untuk memperkuat identitas dan persatuan masyarakat
Amungme.
“Jangan ragu dan bimbang, mari kita bersatu dan bergandeng
tangan menuju MUSDAT LEMASA,” tambah Paulus Pinimet.
Dalam pernyataan tersebut, Paulus Pinimet turut menyebut
sejumlah tokoh yang menjadi pendiri LEMASA, antara lain Thomas Beanal, Yohanes
Pinimet, Benny Tsenawatme, Paulus Kanongopme, Victor Beanal, Mathias
Kelanangame, Bartolumius Magal, Lukas Amisim, Yoseph Yoppi Kilangin, Yulia
Pogolnamum, Melanius Pogolnamum, dan Johanis Kasamol.
LEMASA mengusung motto “Me Asia Ten” yang berarti “Satu
Hati, Satu Jiwa”. Melalui MUSDAT LEMASA, diharapkan semangat persatuan ini
dapat terus dijaga dan menjadi dasar dalam memperkuat peran lembaga adat
sebagai rumah bersama masyarakat Amungme.
Penulis: Hendrik
Editor: GF