Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Polda Papua Ajak Warga Jaga Kamtibmas Selama Bulan Puasa
Papuanewsonline.com, Jayapura – Kepolisian Daerah Papua (Polda) mengajak warga untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama bulan puasa di Prov. Papua."Kami mengajak warga untuk bersama-sama menjaga kamtibmas selama bulan puasa ini," kata Kabid humas dalam keterangan resminya.Menurut Kabid Humas, bulan puasa adalah momentum yang tepat untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban."Kami berharap warga dapat menjaga kamtibmas dengan baik, sehingga dapat menciptakan suasana yang aman dan nyaman selama bulan puasa," tambah Kabid Humas.Polda Papua juga akan meningkatkan pengawasan dan patroli di sekitar masjid, mushalla, dan tempat-tempat ibadah lainnya untuk menjaga keamanan dan ketertiban."Kami berharap warga dapat bekerja sama dengan Polda Papua dan Polres jajaran untuk menjaga kamtibmas selama bulan puasa ini," pungkasnya.Dengan demikian, diharapkan bulan puasa ini dapat berjalan dengan aman dan lancar. PNO-12
10 Mar 2025, 17:34 WIT
Polres Paniai Tangani Kasus Kebakaran Sekolah SMA Negeri 01
Papuanewsonline.com, Paniai – Personel Polres Paniai tengah lalukan penyelidikan terkait kasus kebakaran di salah satu sekolah SMA N 01 Paniai Timur yang bertempat di Nunubado, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai.Peristiwa ini terjadi pada Minggu (09/03/2025), dan dari peristiwa kebakaran tersebut, telah kerugian materil berupa 2 (Dua) Ruang lab Bahasa, 6 (Enam) Ruang kelas, 1 (Satu) Ruang TU, serta 1 (Satu) Ruang Lab Komputer/Multimedia.Kapolres Paniai, Kompol Deddy A. Puhiri A.Md., S.I.K., menjelaskan kronologi awal, yang dimana pada saat anggota Polsek Pantim menerima laporan dari masyarakat bahwa telah terjadi pencurian di Nunubado, dengan sigap anggota Polsek Pantim menuju TKP.“Dalam perjalanan menuju TKP, Anggota Polsek Pantim melihat bahwa ada cahaya api dari arah Nunubado, kemudian Anggota Polsek Pantim mendekati TKP dan mendapati bahwa Kebakaran terjadi di kompleks persekolahan SMA NEGERI 01 Paniai Timur,” ucap Kapolres.Lebih lanjut Kapolres mengatakan bahwa selanjutnya Anggota Polsek Pantim menghubungi pemadam kebakaran, serta bersama-sama dengan pemadam kebakaran menuju ke TKP Sekolah SMA NEGERI 01 Paniai Timur.“Tepat pada pukul 01.30 WIT, api berhasil dipadamkan, kemudian pada pukul 02.05 Wit api kembal menyala di bangunan sebelah lokasi awal kebakaran dan berhasil dipadamkan pada pukul 02.30 Wit,” pungkasnya. PNO-12
10 Mar 2025, 17:25 WIT
Polda Maluku Amankan Shalat Tarawih di Masjid Darul Hasanah Poka
Papuanewsonline.com, Ambon - Sebanyak 10 personel Direktorat Samapta Polda Maluku kembali melaksanakan pengamanan Shalat Tarawih di Masjid Darul Hasanah, Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Minggu (9/3/2025).Selain mengamankan pelaksanaan shalat berjamaah, personel yang dipimpin oleh Bripka William Potoruw ini juga melakukan pengaturan arus lalu lintas di depan masjid yang berada di ruas jalan Y. Saranamual tersebut.Tak hanya itu, anggota juga ikut membantu menyeberangkan jalan para jamaah yang hendak menuju masjid hingga berakhirnya pelaksanaan shalat di bulan suci Ramadan 1446 Hijriah ini.Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Areis Aminnulla S.IK., M.H mengatakan, pengamanan yang dilakukan personel ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat."Pengamanan shalat tarawih terus dilakukan yang diharapkan dapat membuat para jamaah khusyu beribadah dan merasa aman dan nyaman dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan," harapnya. PNO-12
10 Mar 2025, 10:54 WIT
Hangatnya Kebersamaan Personel Satgas Ops Damai Cartenz 2025 Saling Berbagi Dengan Mama Papua
Papuanewsonline.com, Oksibil – Momen penuh kehangatan dan kebersamaan terjadi di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Seorang Mama Papua dengan penuh ketulusan berbagi hasil panennya dengan personel Operasi Damai Cartenz 2025, menunjukkan kuatnya ikatan sosial antara masyarakat dan aparat keamanan.Pada siang hari Sabtu (8/3), seorang wanita paruh baya bernama Mama Elliyah berjalan menuju pos personel Damai Cartenz 2025 dengan memikul noken, tas tradisional khas Papua. Di dalamnya, berisi umbi-umbian singkong segar yang panjang. Dengan senyum tulus, ia menyerahkan singkong tersebut kepada para personel yang tengah bertugas sebagai bentuk kepedulian dan jalinan silaturahmi, terlebih di bulan Ramadan."Saya sering lihat bapak-bapak polisi selalu menjaga kami di sini. Saya senang bisa berbagi hasil kebun ini, supaya mereka juga bisa merasakan apa yang kami makan di rumah. Kita harus saling bantu, biar damai dan rukun," ujar Mama Elliyah dengan penuh kehangatan.Salah satu personel yang menerima pemberian tersebut, Bripda Abdulrohman Wahyu Saputra, menyampaikan rasa terima kasihnya. "Ini bentuk kasih sayang yang luar biasa dari masyarakat. Kami merasa dihargai dan diterima sebagai bagian dari mereka," ungkapnya.Sebagai bentuk balasan, personel Damai Cartenz 2025 menawarkan sekardus mi instan kepada Mama Elliyah, sebagai wujud perhatian kepada masyarakat yang telah menunjukkan kebaikan hati mereka.Wakil Kepala Operasi (Wakaops) Damai Cartenz 2025, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., turut mengapresiasi kejadian ini. "Momen seperti ini adalah bukti nyata bahwa masyarakat Papua dan aparat keamanan bisa hidup berdampingan dalam bingkai persatuan dan kemanusiaan. Kebaikan yang ditunjukkan oleh Mama-mama Papua adalah contoh nilai luhur yang harus terus dijaga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," tuturnya.Peristiwa ini mencerminkan hubungan yang semakin erat antara aparat keamanan dan masyarakat Pegunungan Bintang. Operasi Damai Cartenz 2025 terus mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga keamanan di Papua, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat setempat. Momen kebersamaan ini kembali menegaskan bahwa di tengah keberagaman Indonesia, nilai gotong royong dan persatuan tetap menjadi perekat yang kuat, sebagaimana tertuang dalam sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia. PNO-12
09 Mar 2025, 20:30 WIT
Longsor Tambang Emas Ilegal Gunung Botak Mengakibatkan 7 Penambang Meninggal
Papuanewsonline.com, Buru - Bencana tanah longsor terjadi di tambang emas ilegal gunung botak, tepatnya di areal kapuran tambang, desa persiapan Wansait, kecamatan Waelata, kabupaten Buru, Sabtu (8/3/2025).Peristiwa ini mengakibatkan 7 orang penambang, satu diantaranya adalah tukang masak ditemukan meninggal dunia. Mereka ditemukan terkubur material longsor setelah jebolnya bak penampung air akibat tingginya curah hujan pada sabtu pagi.7 korban tewas diantaranya Isra (51) bersama istrinya Sarbia (49) dan anak mereka Iman (8). Warga Malifut kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, ini telah dievakuasi ke Ternate menggunakan speedboat milik Pemda Buru.Selain satu keluarga, korban lainnya yang berasal dari Mauku Utara yang ditemukan meregang nyawa yaitu Badrun (41), dan Asni, tukang masak, warga Desa Tahane, Pulau Makean Ternate, Maluku Utara."Kelima korban tersebut telah dievakuasi ke Maluku Utara menggunakan speedboat milik Pemda Buru," kata Kapolres Buru, AKBP. Sulastri Sukidjang.Dua korban lainnya yang ditemukan meninggal dunia adalah warga Desa Dava, kecamatan Waelata, Buru, yaitu Hendra (59), dan Sudin (41). "Kedua korban sudah dimakamkan di TPU desa Dava," tambah Kapolres.Sementara korban luka-luka yang ditemukan selamat yaitu Awi (40), warga desa Debowae, kecamatan Waelata. Korban mengalami patah tangan kiri, pinggang kiri dan dirawat di Puskesmas Perawatan Waekasar.Korban lainnya biasa dipanggil Anak Beta (27), warga desa Dava. Korban mengalami luka pada tangan kiri dan sementara Pulang ke Desa Oki Lama kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan. Ia melakukan pengobatan tradisional (urut).Empat korban lainnya yang ditemukan terluka berasal dari desa Dava. Mereka yaitu Dedi Putabuga (39), mengalami trauma akibat tertimbun material tanah, Gio Putabuga (38), mengalami sakit pada bagian rahang dan mulut akibat tertimpa tanah longsor, Ali Putabuga (27), mengalami luka-luka pada kaki kiri, dan Ecan Putabuga (28), patah kaki kiri. "Ke empat korban patah dan luka-luka ini berasal dari Kota Mobagu, Sulawesi Utara dan saat ini sementara dirawat oleh keluarga di Desa Dava," ungkapnya.Kapolres mengatakan, berdasarkan keterangan saksi Ikram Boko yang sementara membantu istrinya memasak di warungnya mendengar suara air mengalir deras dari tebing lokasi longsor.Mendengar bunyi air saksi keluar warung dan melihat tanah longsor sedang terjadi. Terlihat material tanah dan batu menghantam lokasi tenda-tenda para penambang."Setelah dilakukan penggalian di lokasi longsor beberapa korban yang tertimbun berhasil di evakuasi langsung di arak menuju ke desa Dava tepatnya di masjid Nurul Iman untuk dilakukan proses pemakaman dan sebelum diberangkatkan ke Ternate," jelasnya. Kapolres mengatakan tanah longsor terjadi akibat curah hujan tinggi yang terjadi di areal tersebut."Dimungkinkan korban akan bertambah karena menurut informasi yang diperoleh dari saksi bahwa lokasi terjadinya longsor ada beberapa tenda penambang yang ikut tertimbun material tanah longsor," katanya.Kapolres mengaku hingga saat ini belum dapat dilakukan olah TKP karena kondisi tanah yang masih labil. "Kemungkinan besok baru akan dilakukan olah TKP tergantung situasi yang ada," pungkasnya. PNO-12
09 Mar 2025, 20:17 WIT
dr Arfin Putuskan Gabung Polri Usai Lihat Pengabdian Polisi di Papua Pegunungan
Papuanewsonline.com, Semarang - Dokter muda campuran Bugis Papua, Arfinsasi Putra (29) pernah punya pengalaman memberikan pelayanan kesehatan di wilayah Papua Pegunungan. Akses, fasilitas dan layanan yang masih terbatas menjadi tantangan tersendiri. Selain itu, dr. Arfin juga sempat menjalani program internship di Rumah Sakit Bhayangkara, Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada bulan Februari 2022 hingga Februari 2023. Berangkat dari pengalaman-pengalaman itu, dia ingin mengabdi sebagai dokter sekaligus anggota Polri di tanah Papua, tempat kelahirannya. “Saya juga memang punya cita-cita jadi polisi, ketika internship di RS Bhayangkara Mataram saya jadi memahami peran dokter di lingkungan kepolisian,” kata Arfin yang lahir 14 September 1995 itu, ditemui di Komplek Akademi Kepolisian (Akpol), Kota Semarang, Jumat (7/3/2025). Dia bercerita, setelah lulus S-1 Kedokteran Umum dari Universitas Cendrawasih, Jayapura, Provinsi Papua, dan internship di RS Bhayangkara Mataram, Provinsi NTB, Arfin bertugas sebagai dokter di Papua di RS Daerah Oksibil, Papua Pegunungan. Di sanalah semangatnya makin menjadi untuk mengabdi jadi insan bhayangkara. Dia selanjutnya lolos seleksi Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS), yang merupakan jalur khusus bagi lulusan D4, S1 ataupun S2 untuk menjadi Perwira Pertama (Pama) Polri. “Saya memang mengikuti seleksi yang diperuntukkan bagi tenaga kesehatan,” kata Arfin. Meskipun bukan Orang Asli Papua (OAP), namun Arfin lahir dan besar di sana. Dia berharap, setelah mengikuti pendidikan dan pengasuhan SIPSS selama 4,5 bulan ini dan resmi jadi perwira Polri, bisa nantinya bertugas sebagai dokter polisi di Papua. “Saya merasa sudah menjadi bagian dari Papua, saya ingin kembali ke sana (bertugas) untuk membantu di sektor kesehatan lewat jalur kepolisian,” tuturnya penuh semangat. PNO-12
09 Mar 2025, 11:00 WIT
Satgas Ops Damai Cartenz-2025 Gagalkan Penyelundupan Senjata KKB di Puncak Jaya
Papuanewsonline.com, Jayapura – Satgas Operasi Damai Cartenz-2025 bersama Polda Papua berhasil menggagalkan penyelundupan senjata api dan amunisi yang diduga akan disalurkan kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Puncak Jaya, yang dipimpin oleh Lerimayu Telengen.Operasi ini merupakan hasil pemantauan yang dilakukan sejak 1 hingga 7 Maret 2025, mengungkap pergerakan senjata dari Jayapura menuju Puncak Jaya. Berdasarkan informasi intelijen, senjata tersebut akan diserahkan oleh tersangka utama, Yuni Enumbi (29 tahun), yang akhirnya berhasil ditangkap dalam operasi ini.Penangkapan dan BarangBukti Pada 6 Maret 2025, tim Satgas Ops Damai Cartenz-2025 menangkap Yuni Enumbi di KM 76, Kabupaten Keerom. Selain itu, dua orang lainnya turut diamankan:1. Yudhi Kalalo – Sopir lajuran yang mengangkut barang.2. Matius Payokwa – Helper lajuran.Dari hasil operasi, sejumlah barang bukti berhasil diamankan, antara lain:1. Senjata dan Amunisi:2 pucuk senjata api laras panjang (belum terangkai).4 pucuk pistol G2 Pindad.632 butir amunisi kaliber 5,56 mm.250 butir amunisi 9 mm.1 pucuk senapan angin (belum terangkai), beserta:1 paket laser senter + mounting.1 teleskop + peredam.1 popor kayu warna coklat.1 laras dan tabung senapan angin.2. Barang Lainnya:1 unit air compressor bertuliskan United Waran Biru (tempat penyimpanan senjata).1 unit handphone Vivo Y19S.1 buah pompa dan 1 tas angin.1 kunci T dan 1 paket gurinda portabel.Beberapa tas, termasuk tas senapan angin dan tas selempang berisi identitas diri serta kartu ATM.3. Uang Tunai:Rp369.600.000 (Tiga ratus enam puluh sembilan juta enam ratus ribu rupiah).Pengakuan Tersangka dan Penyelidikan LanjutanDalam pemeriksaan, Yuni Enumbi mengakui bahwa senjata tersebut dibeli dengan harga Rp1,3 miliar dari luar Papua dan akan diserahkan kepada KKB di Puncak Jaya. Sementara itu, sopir dan helper yang diamankan mengaku tidak mengetahui isi muatan yang mereka bawa.Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2025, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menegaskan bahwa operasi ini masih berlanjut."Keberhasilan ini bukan akhir, melainkan awal dari penyelidikan lebih lanjut. Kami akan terus menelusuri asal-usul senjata ini dan siapa saja yang terlibat," ujar Kombes Yusuf.Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2025, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, memberikan apresiasi atas kerja keras tim dalam menggagalkan penyelundupan ini."Alhamdulillah, berkat kerja keras tim, kami berhasil menggagalkan penyelundupan berbagai jenis senjata dan amunisi yang rencananya akan disuplai kepada KKB di Puncak Jaya," ungkapnya.Dengan keberhasilan operasi ini, diharapkan upaya kelompok bersenjata dalam memperoleh persenjataan ilegal dapat ditekan, sehingga stabilitas keamanan di Papua semakin terjaga. PNO-12
09 Mar 2025, 10:52 WIT
1.800 Bintara Polri Memulai Transformasi Menjadi Perwira
Papuanewsonline.com, Sukabumi - Brigjen Pol Dirin, S.I.K., M.H., Kepala Sekolah Pembentukan Perwira Lemdiklat Polri, secara resmi membuka kegiatan Pembinaan Tradisi (Bintra) bagi calon siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan ke-54 Gelombang I Tahun Anggaran 2025. Acara tersebut berlangsung di Lapangan Soetadi Ronodipuro Setukpa Lemdiklat Polri Kota Sukabumi. 06 Maret 2025.Bintra atau Orientasi Lingkungan merupakan tahap awal yang penting bagi para calon perwira untuk mengenal lingkungan pendidikan mereka. Selain itu kegiatan ini bertujuan untuk melatih fisik dan membangun hubungan baik antara siswa, pendidik, pengasuh, dan personel Setukpa. Brigjen Pol Dirin, S.I.K., M.H. menekankan bahwa para siswa harus menjaga kesehatan fisik dan keselamatan selama mengikuti pendidikan.Beliau juga menegaskan bahwa proses pendidikan untuk menjadi perwira tidaklah mudah dan memerlukan sikap serta keterampilan yang mumpuni. Oleh karena itu para siswa diharapkan mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh lembaga dan menjauhi segala bentuk pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri.Setelah upacara pembukaan Bintra atau Orientasi Lingkungan, 1800 siswa yang hadir di lapangan mengikuti uji fisik yang dipandu oleh para pengasuh dari Setukpa Lemdiklat Polri.Dengan dimulainya Bintra ini diharapkan para calon perwira dapat menjalani proses pendidikan dengan baik dan siap mengemban amanah sebagai pemimpin di institusi Polri. PNO-12
09 Mar 2025, 10:49 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru