Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Soroti Isu Nasional dan Lokal, Pemuda Mimika Bersatu Ajukan Tuntutan ke DPRK
Papuanewsonline.com, Mimika –
Suasana ruang rapat DPRK Mimika pada Selasa (2/9/2025) tampak berbeda dari
biasanya. Puluhan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Organisasi Kepemudaan dan
Masyarakat (OKP-Ormas) Pemuda Mimika Bersatu hadir menyampaikan berbagai
tuntutan melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama para wakil rakyat. Dipimpin langsung oleh Ketua DPRK
Mimika, Primus Natikapereyau, forum itu berlangsung dalam suasana penuh
ketertiban. Tidak ada teriakan ataupun aksi anarkis, melainkan diskusi terbuka
yang menunjukkan kematangan sikap pemuda Mimika dalam menyuarakan aspirasi. Dalam kesempatan itu, Pemuda
Mimika Bersatu menyampaikan beragam tuntutan. Salah satu yang paling disoroti
adalah penolakan kenaikan gaji dan tunjangan perumahan anggota DPR RI, MPR RI,
DPD RI, hingga DPR tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Menurut mereka, kebijakan
tersebut tidak tepat karena hanya akan menambah beban rakyat, terutama ketika
masyarakat masih berjuang menghadapi tekanan ekonomi. Selain itu, mereka juga menolak kenaikan
pajak yang dinilai semakin menyulitkan masyarakat kecil. Isu keamanan dan hak asasi
manusia turut mendapat perhatian besar dalam forum ini. Aliansi menuntut adanya
reformasi sistem di tubuh TNI-Polri, termasuk pengusutan tuntas kasus kekerasan
terhadap demonstran serta penyelesaian berbagai pelanggaran HAM di Papua. Mereka juga menolak keras segala
bentuk tindakan represif aparat terhadap masyarakat Papua, serta menolak
pemindahan tahanan politik keluar Papua yang dikhawatirkan dapat memicu
ketidakstabilan keamanan. Tuntutan berikutnya menyangkut
isu sumber daya alam. Pemuda Mimika Bersatu meminta aparat dan pemerintah
daerah menindak tegas praktik BBM ilegal serta tambang emas ilegal di wilayah
Mimika Barat Tengah. Mereka juga mendesak PT Freeport
Indonesia dan perusahaan-perusahaan swasta lainnya untuk lebih transparan dalam
mengumumkan jumlah karyawan asli Papua. Aliansi meminta agar pencaker lokal
diprioritaskan dalam setiap rekrutmen tenaga kerja. Meski banyak tuntutan keras yang
disampaikan, Pemuda Mimika Bersatu tetap menekankan pentingnya menjaga
kedamaian. Perwakilan aliansi, Yosep
Temorubun, menegaskan bahwa mereka memilih jalan dialog dengan DPRK daripada
melakukan aksi turun ke jalan. “Jika di tempat lain rekan-rekan
kami turun ke jalan, maka kami hari ini memilih untuk bertemu langsung dengan
bapak dan ibu dewan (DPRK) dengan damai,” ujarnya. Ketua DPRK Mimika, Primus
Natikapereyau, menyambut baik sikap tersebut dan mengapresiasi langkah pemuda
yang memilih menyampaikan aspirasi secara tertib. “Aksi damai ini menunjukkan
keinginan bersama untuk menjaga keamanan dan kedamaian di Mimika,” katanya. RDP ini menegaskan bahwa aspirasi
masyarakat, khususnya pemuda, dapat disampaikan dengan cara-cara demokratis
tanpa kekerasan. Aksi ini juga menjadi simbol bahwa Mimika bisa menjadi contoh
daerah yang mampu mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan. Penulis: Jid Editor: GF
02 Sep 2025, 16:02 WIT
Presiden Prabowo Jenguk Polisi Korban Aksi Demonstrasi
Papuanewsonline.com, Jakarta –
Suasana penuh keharuan tampak saat Presiden Republik Indonesia menyempatkan
diri untuk menjenguk anggota Polri yang menjadi korban dalam tugas pengamanan
aksi demonstrasi beberapa waktu lalu. Didampingi Kapolri Jenderal Pol Drs.
Listyo Sigit Prabowo, M.Si., Presiden menegaskan komitmen negara untuk selalu
hadir bagi aparat yang mengabdikan diri menjaga keamanan bangsa. Kunjungan yang berlangsung pada Senin
(01/09/2025) itu menjadi bentuk nyata kepedulian Presiden terhadap keluarga
besar Polri. Dalam kunjungan tersebut, Presiden menemui satu per satu anggota
dan keluarga korban, menyampaikan doa, serta memberikan semangat agar mereka
tetap tabah menghadapi ujian. Usai mendampingi Presiden,
Kapolri menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan.
Menurutnya, kunjungan itu bukan hanya bentuk empati, tetapi juga motivasi bagi
seluruh anggota Polri untuk tetap teguh menjalankan tugas. “Alhamdulillah, hari ini Bapak
Presiden menyempatkan diri untuk mengunjungi keluarga besar Polri yang kemarin
menjadi korban pada saat terjadi aksi demonstrasi. Beliau menemui satu per satu
keluarga korban dengan penuh empati,” ujar Jenderal Listyo Sigit. Kapolri juga menegaskan bahwa
institusi Polri akan memberikan penghargaan terbaik bagi para prajurit yang
telah menunjukkan dedikasi tinggi. “Kami berkomitmen memberikan
penghargaan terbaik bagi prajurit-prajurit kita yang sudah bekerja keras dan
mengorbankan jiwa raganya dalam menjalankan tugas negara,” tegasnya. Selain memberikan dukungan kepada
korban dan keluarga, Presiden juga menginstruksikan Polri untuk segera menindak
para pelaku aksi demonstrasi tanpa pandang bulu. Kapolri menegaskan, pihaknya
akan menjalankan arahan tersebut dengan langkah cepat dan tegas. “Sesuai arahan Bapak Presiden,
Polri akan segera mengembalikan keamanan dan ketertiban. Para pelaku demonstrasi
yang menyebabkan kerusuhan akan ditangkap dan diproses sesuai aturan hukum yang
berlaku,” kata Kapolri. Tidak hanya itu, Polri juga
berjanji mengusut tuntas aktor di balik layar, termasuk pihak-pihak yang
menjadi dalang atau yang mendanai aksi anarkis tersebut. “Polri akan bertindak berdasarkan
bukti-bukti yang ditemukan di lapangan. Kita akan mengusut secara menyeluruh,
mulai dari pelaku di lapangan, aktor yang menggerakkan, hingga pihak-pihak yang
membiayai aksi demonstrasi yang berujung rusuh,” jelas Jenderal Sigit. Sejak terjadinya kerusuhan akibat
demonstrasi, Polri telah mengamankan sejumlah pelaku. Kapolri memastikan
jumlahnya akan terus bertambah seiring pendalaman penyelidikan. “Beberapa sudah ditangkap, dan
perkembangannya akan kami sampaikan secara resmi pada waktunya,” ujarnya. Langkah-langkah ini diharapkan
segera memulihkan rasa aman masyarakat dan memastikan roda perekonomian tetap
berjalan lancar tanpa gangguan. Polri berkomitmen menjadikan peristiwa ini
sebagai momentum memperkuat kepercayaan publik bahwa negara hadir untuk
melindungi rakyat dan aparatnya. (GF)
02 Sep 2025, 13:37 WIT
Kapolda Maluku Pimpin Patroli Cipta Kondisi
Papuanewsonline.com, Ambon –
Suasana Kota Ambon pada Senin (1/9/2025) siang tampak berbeda dari biasanya.
Deru kendaraan motor besar terdengar saat iring-iringan patroli gabungan
bergerak melintasi sejumlah ruas jalan utama. Di barisan paling depan, tampak Kapolda
Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., memimpin
langsung Patroli Cipta Kondisi bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah
(Forkopimda) Maluku. Kegiatan strategis ini melibatkan
sejumlah tokoh penting daerah, di antaranya Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Pangdam
XV/Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, Dankodaeral IX, Danlanud
Pattimura, serta Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H.
Kehadiran mereka dalam satu barisan menjadi simbol kuat soliditas dan sinergi
dalam menjaga keamanan Maluku. Patroli dimulai dari halaman Mapolda
Maluku. Rombongan kemudian bergerak menyusuri Jembatan Merah Putih, kawasan Tantui,
Desa Batu Merah, hingga beberapa titik rawan keramaian di Kota Ambon. Sepanjang perjalanan, selain
melakukan pemantauan situasi kamtibmas, rombongan Forkopimda juga tampak
melambaikan tangan dan menyapa warga yang berdiri di pinggir jalan. Kehadiran
pimpinan daerah di tengah masyarakat mendapat respons hangat, bahkan beberapa
warga sempat mengabadikan momen tersebut dengan ponsel mereka. Dalam kesempatan itu, Irjen Pol.
Dadang Hartanto menegaskan bahwa patroli cipta kondisi bukan hanya sekadar
agenda rutin aparat, tetapi juga bentuk nyata komitmen aparat keamanan dan
pemerintah daerah dalam memastikan Maluku tetap aman dan damai. “Kegiatan ini dilaksanakan demi
menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Kolaborasi antara TNI–Polri dan
pemerintah merupakan modal utama dalam mewujudkan Maluku yang aman dan damai.
Kami memastikan, dengan kerja sama Forkopimda dan masyarakat, Maluku akan
selalu terkendali meski dinamika nasional terus berkembang,” ujar Kapolda
dengan suara lantang. Selain itu, Kapolda juga
menyampaikan pesan damai khas Maluku dengan semboyan: “Maluku tarus biking bae,
Basudara tarus bikin bae.” Ungkapan sederhana ini menjadi
simbol harapan sekaligus ajakan untuk terus menjaga persaudaraan, memperkuat
persatuan, serta menolak segala bentuk provokasi yang dapat merusak stabilitas
daerah. Patroli gabungan yang berlangsung
hingga pukul 15.00 WIT berakhir dengan situasi kota Ambon tetap aman, tertib,
dan terkendali. Tidak hanya memastikan stabilitas, kehadiran para pimpinan
daerah dalam barisan yang sama juga memberi pesan kuat kepada masyarakat bahwa aparat
keamanan selalu hadir dalam setiap dinamika sosial yang terjadi. Masyarakat diharapkan semakin
percaya bahwa TNI–Polri dan pemerintah daerah tidak hanya bekerja dari balik
meja, tetapi turun langsung ke lapangan untuk menjaga rasa aman bersama. Dengan langkah konsisten dan
soliditas yang ditunjukkan Forkopimda Maluku, stabilitas keamanan diharapkan
tetap terjaga. Kondisi yang damai dan terkendali menjadi pondasi penting bagi
kelancaran pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Ketika keamanan terjamin, maka
pembangunan bisa berjalan baik. Itulah tujuan utama kami, menjaga Maluku agar
tetap aman, damai, dan penuh persaudaraan,” tutup Kapolda. (GF)
02 Sep 2025, 13:27 WIT
Kapolda Maluku Shalat Subuh Berjamaah di Masjid Raya Al-Fatah
Papuanewsonline.com, Ambon –
Suasana Masjid Raya Al-Fatah, Kota Ambon, terasa lebih hangat pada Senin
(1/9/2025) pagi. Ratusan jamaah Subuh dikejutkan dengan kehadiran Kapolda
Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si, yang turut
melaksanakan shalat Subuh berjamaah bersama masyarakat. Kehadiran orang nomor satu di
Polda Maluku ini bukan sekadar untuk beribadah, tetapi juga menjadi wujud nyata
kedekatan antara aparat kepolisian dengan masyarakat. Momentum spiritual ini
dimanfaatkan sebagai sarana mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, dan
memperkuat sinergi antara Polri dengan umat Islam di Maluku. Dalam kesempatan tersebut,
Kapolda hadir bersama sejumlah pejabat utama, di antaranya Wakapolda Maluku,
Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H, Direktur Samapta, serta Direktur
Pamobvit Polda Maluku. Mereka tampak larut dalam kekhusyukan ibadah bersama
para jamaah. Hadir pula tokoh agama, antara
lain Imam Masjid Raya Al-Fatah dan Ketua Yayasan Masjid Raya Al-Fatah, yang
menyambut hangat kedatangan rombongan. Suasana penuh keakraban tercipta,
memperlihatkan keharmonisan antara aparat kepolisian dan masyarakat. Selain sebagai bentuk ibadah,
kegiatan ini juga menjadi ruang komunikasi langsung antara pimpinan Polda
Maluku dengan masyarakat. Usai shalat, Kapolda menyapa para jamaah, berdialog
ringan, dan mendengarkan aspirasi mereka. “Kegiatan keagamaan seperti ini
bukan hanya soal ibadah, tetapi juga bagian dari memperkuat persaudaraan. Kami
ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat, bukan hanya dalam konteks keamanan,
tapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Kapolda. Irjen Pol. Dadang Hartanto
menegaskan bahwa pendekatan spiritual dan sosial sangat penting untuk
menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Dengan memperkuat nilai
persaudaraan, rasa aman dan nyaman akan semakin dirasakan masyarakat. “Mari Basudara katong biking bae
Maluku. Semoga Maluku terus aman, damai, dan penuh persaudaraan,” pesan Kapolda
di hadapan jamaah. Kegiatan Subuh berjamaah ini juga
menegaskan komitmen Polda Maluku untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Bukan
hanya saat menjaga keamanan, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan keagamaan
yang memperkokoh ukhuwah Islamiyah. Kehadiran Kapolda dan Wakapolda
bersama jajaran perwira utama di Masjid Raya Al-Fatah memberikan kesan mendalam
bagi jamaah. Banyak yang berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan,
sehingga Polri semakin dekat dengan masyarakat. (GF)
02 Sep 2025, 13:22 WIT
Personel TNI Polri bersinergi Amankan Aksi di DPRD Maluku
Papuanewsonline.com, Ambon –
Suasana Gedung DPRD Provinsi Maluku di kawasan Karang Panjang, Kota Ambon,
Senin (1/9/2025), mendadak ramai. Ratusan mahasiswa dan masyarakat yang
tergabung dalam Aliansi Masyarakat Maluku, OKP Cipayung Plus, dan BEM Nusantara
Wilayah Maluku menggelar aksi unjuk rasa menyoroti berbagai isu daerah dan
nasional. Aksi tersebut mendapat perhatian
serius aparat keamanan. Ratusan personel gabungan Polda Maluku, Polresta Ambon
& Pulau-Pulau Lease, serta TNI diturunkan langsung untuk mengawal jalannya
demonstrasi. Kehadiran mereka memastikan aksi tetap dalam koridor demokrasi dan
tidak berkembang menjadi kericuhan. Dalam pengamanan ini, hadir
langsung sejumlah pejabat utama Polda Maluku, termasuk Direktur Pembinaan
Masyarakat, Kombes Pol. Hujra Soumena, S.I.K., M.H., serta Kapolresta Ambon,
Kombes Pol. Dr. Yoga Putra Prima Setya, S.I.K., M.I.K. Mereka didampingi para
perwira menengah di lingkup Polda Maluku dan Polresta Ambon. Kehadiran pimpinan di lapangan
menjadi bukti keseriusan aparat dalam menjamin aspirasi masyarakat bisa
tersampaikan tanpa mengorbankan keamanan. Kabid Humas Polda Maluku, Kombes
Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan dengan
pendekatan humanis dan persuasif. Personel gabungan tidak hanya berdiri
menjaga, tetapi juga aktif melakukan pendekatan kepada massa agar aksi berjalan
damai. “Hari ini ratusan personel dari
Polda Maluku dibantu Polresta Ambon dan rekan-rekan TNI melakukan pengamanan di
Gedung DPRD Provinsi Maluku. Kami mengedepankan sikap humanis agar aspirasi
bisa tersampaikan dengan aman,” jelas Kombes Rositah. Ia menegaskan, aparat juga
ditugaskan untuk mengantisipasi potensi kerawanan yang bisa memicu konflik,
sehingga demonstrasi tetap terkendali. Meski secara umum berlangsung
aman dan tertib, aksi sempat diwarnai ketegangan kecil. Dua kelompok massa yang
berbeda pandangan terlibat saling lempar botol air mineral. Namun, aparat yang sigap segera
melakukan langkah pengendalian. Dengan pendekatan cepat dan persuasif,
kericuhan tidak melebar, dan situasi kembali kondusif dalam waktu singkat. “Memang sempat terjadi baku
lempar, namun aparat keamanan yang siaga segera menetralisir. Kondisi kembali
terkendali dan aksi bisa dilanjutkan dengan tertib,” tambah Rositah. Di akhir keterangannya, Polda
Maluku menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh elemen
masyarakat, khususnya para mahasiswa yang telah menyalurkan aspirasi dengan
tertib. “Kami berterima kasih kepada para
OKP dan mahasiswa yang telah menjaga aksi tetap aman. Mari sama-sama kita rawat
Maluku tercinta agar selalu damai,” ujar Kombes Rositah. Aksi ini kembali menjadi contoh
bahwa ruang demokrasi di Maluku dapat berjalan sehat ketika aparat dan
masyarakat saling menjaga komitmen damai. (GF)
02 Sep 2025, 13:11 WIT
Kapolda Maluku Duduk Bersama Mahasiswa, Kawal Aspirasi dengan Sikap Humanis
Papuanewsonline.com, Ambon –
Pemandangan yang jarang terlihat terjadi di halaman Mapolda Maluku, kawasan
Tantui, Kota Ambon, Senin (1/9/2025). Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda)
Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., memilih
untuk tidak hanya berdiri di podium, melainkan duduk melantai bersama ratusan
mahasiswa yang tengah menyuarakan aspirasi mereka. Dengan penuh kesabaran, Kapolda
menyimak satu per satu orasi perwakilan mahasiswa. Gestur sederhana namun sarat
makna itu mendapat apresiasi luas, lantaran menunjukkan komitmen Polri untuk
hadir secara humanis, merangkul, sekaligus menjaga semangat demokrasi tetap
hidup di bumi Maluku. Saat diberi kesempatan berbicara
di hadapan massa, Irjen Dadang menegaskan bahwa institusi kepolisian mendukung
penuh kebebasan berpendapat yang dijamin oleh undang-undang. Namun ia
mengingatkan, kebebasan itu harus dijalankan dengan damai, tertib, dan tanpa
aksi anarkis. “Aspirasi mahasiswa akan saya
tindaklanjuti sesuai kewenangan. Saya pastikan suara kalian tidak akan
diabaikan,” tegas Kapolda. Ia juga mengimbau massa aksi agar
menjauhi provokasi yang bisa mencederai esensi perjuangan mahasiswa sebagai
agen perubahan. Mendengar pernyataan Kapolda,
perwakilan mahasiswa kemudian secara simbolis membacakan pakta integritas,
berisi komitmen untuk melaksanakan aksi secara damai dan menjunjung tinggi
nilai demokrasi. Momen itu menambah kuat suasana kebersamaan antara aparat dan
mahasiswa, sekaligus memperlihatkan dialog sehat antara rakyat dengan penegak
hukum. Aksi damai tersebut dimulai sejak
pagi, ditandai dengan long march dari Jalan Jenderal Sudirman. Ratusan
mahasiswa berjalan bersama, melintasi Jembatan Merah Putih, sebelum akhirnya
tiba di depan Mapolda Maluku. Di sepanjang perjalanan, massa aksi menyerukan
berbagai tuntutan terkait isu daerah maupun nasional. Isu yang paling mencuat adalah
soal kontroversi tunjangan legislatif, yang belakangan memicu gelombang kritik
publik. Selain itu, mahasiswa juga menyinggung masalah kesejahteraan
masyarakat, transparansi anggaran, hingga konsistensi pemerintah dalam
menjalankan kebijakan yang pro-rakyat. Di sisi lain, Kabid Humas Polda
Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., menyampaikan bahwa kepolisian di
bawah kepemimpinan Irjen Dadang akan terus membuka ruang dialog dengan
masyarakat. Polda Maluku, ujarnya, berkomitmen menjadi institusi yang
transparan, terbuka terhadap kritik, sekaligus konsisten menjaga situasi
keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). “Polda Maluku akan selalu terbuka
terhadap aspirasi masyarakat. Kritik dan masukan adalah bagian penting dari
demokrasi, dan kami berkomitmen menjaga situasi tetap kondusif,” tutur Kombes
Rositah. Momen Kapolda Maluku duduk
bersama mahasiswa menjadi simbol penting: polisi tidak berdiri berjarak, tetapi
hadir di tengah rakyat sebagai mitra dialog. Suasana aksi yang tertib dan damai
semakin menegaskan bahwa demokrasi di Maluku bisa tumbuh subur ketika kedua
belah pihak sama-sama menjunjung nilai kebersamaan dan saling menghargai. (GF)
02 Sep 2025, 13:02 WIT
Ketua YPMAK: Pendidikan Jadi Jalan Utama Bangun SDM Mimika yang Tangguh
Papuanewsonline.com, Mimika – Direktur Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan
Kamoro (YPMAK), Dr. Leonardus Tumuka, menyerukan pentingnya membangun sumber
daya manusia (SDM) Mimika secara berkesinambungan. Pesan tersebut ia sampaikan
saat membawakan kuliah umum di Universitas Timika bertajuk “Membangun SDM Mimika yang Berkelanjutan
dan Bersinergi” di Timika, Senin (1/9/2025). Dalam paparannya, Dr. Tumuka
menekankan bahwa kualitas SDM merupakan persoalan mendasar di Papua. Lemahnya
kapasitas dan ketidakberlanjutan program pembangunan kerap menjadi penghambat
kemajuan. Ia menilai bahwa sering kali setiap pergantian kepemimpinan justru
diiringi dengan perubahan kebijakan, sehingga kesinambungan pembangunan
terputus dan masyarakat menjadi korban dari kebijakan yang tidak sinkron. “Pembangunan harus dipahami
sebagai kesepakatan bersama. Siapa pun pemimpinnya, wajib melanjutkan apa yang
sudah ada, bukan memulai lagi dengan cara baru,” tegas Dr. Tumuka disambut
tepuk tangan peserta. Ia menambahkan, keberlanjutan
pembangunan hanya akan tercapai apabila ada sinergi yang kuat antara pemerintah
daerah, partai politik, pelaku usaha, lembaga pendidikan, hingga masyarakat
sipil. Tanpa koordinasi yang terarah, kata dia, kebijakan hanya akan berhenti
pada retorika tanpa realisasi nyata. Lebih jauh, Dr. Tumuka menekankan
bahwa pendidikan harus ditempatkan sebagai prioritas utama. Menurutnya,
kualitas SDM menentukan daya tahan sebuah bangsa. “Kalau SDM tidak kuat, bangsa
mudah dihancurkan. Pendidikan adalah fondasi utama, bahkan lebih penting
daripada ekonomi,” ujarnya menekankan. Ia juga mengingatkan bahwa arah
pembangunan harus jelas sejak awal agar bisa dijalankan lintas generasi. Dengan
begitu, siapa pun pemimpin yang menjabat tetap dapat melanjutkan visi bersama
tanpa harus memulai dari nol. “Kalau semua paham arah yang dituju, maka
pembangunan akan berkesinambungan dan memberi manfaat jangka panjang bagi
masyarakat,” ucapnya. Kuliah umum tersebut ditutup
dengan ajakan Dr. Tumuka kepada seluruh civitas akademika Universitas Timika untuk bersatu
membangun SDM yang unggul dan berdaya saing. Menurutnya, kebersamaan dan
komitmen akan menjadi kunci dalam mewujudkan mimpi besar Indonesia Emas 2045. Penulis: Bim Editor: GF
01 Sep 2025, 21:44 WIT
Mobil Terbakar di SPBU SP II Timika, Diduga Korsleting Listrik
Papuanewsonline.com, Mimika —
Suasana di SPBU SP II, Kelurahan Timika Jaya, Distrik Mimika Baru, mendadak
panik pada Senin siang (1/9/2025) sekitar pukul 14.00 WIT. Sebuah mobil minibus
yang tengah melakukan pengisian bahan bakar tiba-tiba terbakar hebat, sehingga
membuat warga dan pengendara lain yang sedang antre sontak berhamburan menjauh
demi menyelamatkan diri. Menurut keterangan kepolisian,
kebakaran mobil tersebut diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik pada bagian
mesin. Api dengan cepat membesar hingga menjilat sebagian bodi kendaraan, meski
petugas SPBU dan warga sempat berusaha memadamkan kobaran api dengan alat
pemadam api ringan (APAR). Kapolsek Mimika Baru, AKP Putut
Yudha Pratama, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan
bahwa pengemudi mobil, yang diketahui berinisial T, mengalami luka bakar ringan
ketika berusaha menyelamatkan kendaraannya dari api. “Iya benar, dugaan kuat terjadi
korsleting listrik. Pengemudi mengalami luka bakar ringan pada kaki dan tangan
kirinya, namun sudah mendapatkan penanganan medis,” jelas AKP Putut. Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan
lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Meski dugaan awal
mengarah pada korsleting listrik, pihak kepolisian ingin memastikan tidak ada
faktor lain yang turut memicu kebakaran tersebut. “Proses penyelidikan masih
berjalan. Kami akan cek lebih detail terkait kondisi kendaraan dan faktor
penyebab lain,” tambah AKP Putut. Kepolisian juga mengimbau
masyarakat untuk lebih berhati-hati dan selalu memeriksa kondisi kendaraan
sebelum digunakan, terutama ketika hendak melakukan pengisian bahan bakar di
SPBU. Hal ini penting agar insiden serupa tidak kembali terjadi. “Kami mengimbau kepada seluruh
masyarakat agar rutin melakukan pemeriksaan kendaraan. Jangan sepelekan kondisi
kabel atau sistem kelistrikan, karena bisa menimbulkan bahaya besar,” pesan AKP
Putut. Beberapa saksi mata di lokasi
menceritakan, suasana sempat kacau ketika api tiba-tiba muncul dari bagian
mesin mobil. Antrean kendaraan di SPBU pun langsung bubar karena pengendara
lain khawatir api akan merembet ke pompa BBM. “Semua orang panik, ada yang
teriak-teriak minta menjauh karena khawatir SPBU ikut terbakar,” ujar seorang
warga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut. Beruntung, api berhasil
dikendalikan sebelum merambat ke fasilitas utama SPBU. Tidak ada korban jiwa
dalam peristiwa itu, namun insiden ini menjadi pengingat penting bagi
masyarakat mengenai bahaya kebakaran kendaraan bermotor. Penulis: Jid Editor: GF
01 Sep 2025, 17:09 WIT
Rp30 Miliar DAK Menguap, Dua OPD Mimika Disorot
Papuanewsonline.com, Mimika – Isu
pengelolaan anggaran kembali menjadi sorotan di Kabupaten Mimika. Kepala Badan
Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mimika, Marthen Malissa,
mengungkapkan fakta mengejutkan: dana sebesar Rp30,7 miliar dari Dana Alokasi
Khusus (DAK) dipastikan hangus setelah gagal berkontrak di dua Organisasi
Perangkat Daerah (OPD). Menurut Marthen, kegagalan
tersebut terjadi di Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, dua sektor vital yang
seharusnya menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. “Di Dinas Pendidikan ada tiga
kegiatan yang tidak berkontrak dengan total anggaran Rp4,25 miliar. Sedangkan
di Dinas Kesehatan terdapat empat kegiatan dengan nilai Rp26,5 miliar yang juga
tidak berkontrak,” jelas Marthen saat diwawancarai awak media, Senin
(1/9/2025). Marthen menegaskan, dana yang
tidak terserap otomatis tidak akan ditransfer oleh pemerintah pusat. Artinya,
program-program yang sudah direncanakan dalam pos DAK tersebut tidak bisa
berjalan. “Total dana dari dua OPD itu
mencapai Rp30,75 miliar. Karena tidak berkontrak, maka dana itu tidak
diturunkan dari pusat. Konsekuensinya, masyarakat yang sebenarnya berhak
menerima manfaat justru tidak mendapatkannya,” ujarnya. Kepala BPKAD itu juga
mengingatkan bahwa kegagalan kontrak ini bukan sekadar kehilangan dana tahun
berjalan. Dampaknya bisa lebih besar: mengurangi kepercayaan pusat terhadap
kemampuan daerah dalam mengelola anggaran. “Kementerian Keuangan sudah
menekankan soal efisiensi anggaran. Jika daerah dianggap tidak mampu menyerap
dana yang dialokasikan, tentu saja alokasi DAK di tahun berikutnya bisa
berkurang,” tegas Marthen. Hal ini tentu menjadi pukulan
bagi Mimika, mengingat DAK merupakan salah satu sumber penting pembiayaan
pembangunan, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan. Kondisi ini, lanjut Marthen,
menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah daerah. Ia berharap OPD terkait
dapat memperbaiki tata kelola perencanaan hingga eksekusi program agar
peristiwa serupa tidak terulang. “Jangan sampai setiap tahun ada
dana besar yang terbuang sia-sia. Kita perlu benahi mekanisme dari perencanaan,
lelang, hingga pelaksanaan agar lebih tepat waktu dan efektif,” kata Marthen. Masyarakat tentu berharap agar
pemerintah daerah segera mengambil langkah perbaikan. Sektor pendidikan dan
kesehatan adalah dua kebutuhan dasar yang menyentuh langsung kesejahteraan
warga. Gagalnya puluhan miliar anggaran tentu meninggalkan kekecewaan yang
tidak bisa dianggap enteng. “Ini menjadi pembelajaran bagi
kita semua. Ke depan, jangan ada lagi kegiatan vital yang terhambat hanya
karena persoalan administrasi atau teknis yang seharusnya bisa diantisipasi,”
pungkas Marthen. Penulis: Jid Editor: GF
01 Sep 2025, 16:35 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru