logo-website
Rabu, 01 Jul 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Semangat Pahlawan Jadi Inspirasi ASN Papua untuk Bangun Daerah dengan Kerja Nyata Papuanewsonline.com, Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan di halaman Kantor Gubernur Papua, Senin (10/11/2025). Upacara ini diikuti oleh seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Papua sebagai momentum untuk merefleksikan nilai-nilai kepahlawanan. Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, ia mengingatkan bahwa semangat kepahlawanan harus diwujudkan dalam kerja nyata melalui peningkatan kinerja dan pelayanan publik. “Sebagai aparatur sipil negara, mari kita tingkatkan semangat kerja, kedisiplinan, dan produktivitas di setiap unit pemerintahan. Semangat juang para pahlawan harus hidup dalam pengabdian kita membangun Papua,” ujar Aryoko. Menurutnya, perjuangan para pahlawan tidak hanya berwujud pengorbanan fisik, tetapi juga ketulusan dan keberanian dalam memperjuangkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi. Nilai-nilai luhur tersebut, katanya, harus menjadi fondasi moral dalam pelaksanaan tugas pemerintahan sehari-hari. “Para pahlawan mengajarkan kita tentang kerja ikhlas, sabar, dan berani mengambil tanggung jawab. Itulah karakter yang dibutuhkan untuk membangun Papua yang maju dan sejahtera,” tambahnya. Pemerintah Provinsi Papua berharap momentum Hari Pahlawan menjadi dorongan bagi seluruh ASN dan masyarakat untuk memperkuat komitmen dalam memajukan daerah serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Penulis: Jidan Editor: GF  11 Nov 2025, 20:51 WIT
Wagub Papua Serahkan Surat Penunjukan Plt Pimpinan SKPD dan Pagu Anggaran 2026 Papuanewsonline.com, Jayapura – Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, atas nama Gubernur Papua, menyerahkan surat penunjukan kepada tiga pejabat pelaksana tugas (Plt) pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua, Jumat (7/11/2025). Pejabat yang menerima penunjukan tersebut masing-masing adalah Yaconias Maintindom, Dr. Karsudi, dan Subhan, masing-masing sebagai Plt. Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Plt. Kepala Dinas ESDM, PM dan PTSP, serta Plt. Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Papua. Dalam arahannya, Wakil Gubernur berpesan agar para pejabat yang baru ditunjuk segera melakukan koordinasi internal, menjaga kekompakan organisasi, dan menghindari terbentuknya kelompok-kelompok di dalam lingkungan kerja. “Kepada pimpinan yang baru, diharapkan dapat mengayomi seluruh bawahan. Jangan ada kelompok-kelompok di dalam,” tegas Aryoko. Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur juga menyerahkan Pagu Anggaran Tahun 2026 secara simbolis kepada SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua. Ia menekankan pentingnya penyusunan Rencana Anggaran Kegiatan (RAK) Tahun 2026 dengan memperhatikan prioritas program dan kegiatan strategis yang benar-benar mendukung pembangunan Papua secara nyata dan berkelanjutan. Khusus bagi SKPD yang masih memiliki utang kegiatan, Aryoko mengingatkan agar alokasi anggaran tahun berjalan diprioritaskan untuk penyelesaian kewajiban tersebut, serta menegaskan bahwa tidak diperkenankan adanya penambahan utang baru pada Tahun Anggaran 2025. “Kita harus menjaga siklus APBD dengan baik. Karena itu, jangan ada utang baru di tahun ini. Fokuskan pada penyelesaian kewajiban dan program prioritas yang sudah berjalan,” tandasnya. Penulis: Jidan Editor: GF  11 Nov 2025, 20:48 WIT
Pemprov Papua Optimis Realisasi Anggaran Capai 78%, Program Pembangunan Ditarget Rampung Tepat Waktu Papuanewsonline.com, Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua mencatat realisasi anggaran daerah mencapai 78 persen hingga awal November 2025. Capaian tersebut menunjukkan kinerja positif pemerintah daerah, sekaligus menjadi indikator optimisme bahwa seluruh program pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu menjelang akhir tahun anggaran. Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, menyampaikan bahwa selain serapan anggaran yang tinggi, progres fisik pembangunan juga telah melampaui 85 persen. “Antara progres keuangan dan pembangunan berjalan seimbang. Harapan kita, dalam waktu satu setengah bulan ke depan, target bisa mendekati 100 persen,” ujar Aryoko di Jayapura, Jumat (7/11/2025). Menurut Aryoko, pemerintah kini fokus memastikan setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mengoptimalkan sisa waktu pelaksanaan kegiatan. Pengendalian anggaran dilakukan secara langsung di internal masing-masing satuan kerja agar pelaksanaan program lebih terukur dan sesuai rencana. “Kita sudah masuk bulan ke-11 tahun anggaran 2025. Karena itu, waktu yang tersisa harus dimanfaatkan maksimal agar hasilnya benar-benar terlihat di lapangan,” katanya. Wakil Gubernur menegaskan bahwa keseimbangan antara progres keuangan dan pembangunan akan terus dijaga sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Papua dalam memperkuat tata kelola pemerintahan serta meningkatkan kualitas layanan publik di daerah. Penulis: Jidan Editor: GF  11 Nov 2025, 20:45 WIT
Dinas PKPP Mimika Sosialisasikan Kebijakan Perumahan untuk Tingkatkan Pemahaman Masyarakat Papuanewsonline.com, Timika – Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PKPP) Kabupaten Mimika menggelar sosialisasi kebijakan dan peraturan perumahan serta kawasan permukiman yang diikuti para kepala OPD, kepala distrik, lurah, dan pengembang perumahan.Kegiatan yang menghadirkan narasumber dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) ini dibuka secara resmi oleh Asisten III Setda Mimika, Lucas Evert Hindom, di Hotel Cartenz Timika, Selasa (11/11/2025).Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran berbagai pihak mengenai peraturan perundang-undangan yang mengatur bidang perumahan dan kawasan permukiman. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana penyampaian informasi tentang kebijakan dan program Direktorat Jenderal Perumahan Pedesaan, serta Peraturan Menteri PKP Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Bantuan Pembangunan Perumahan dan Penyediaan Rumah Khusus.Dalam sambutannya, Lucas Evert Hindom menegaskan bahwa perumahan dan kawasan permukiman yang layak merupakan kebutuhan dasar manusia sekaligus hak konstitusional setiap warga negara.“Di Kabupaten Mimika, pembangunan perumahan dan penataan kawasan permukiman menjadi salah satu prioritas utama pembangunan daerah. Melalui penyediaan hunian yang layak dan lingkungan yang tertata, kita berupaya mewujudkan kesejahteraan serta peningkatan kualitas hidup masyarakat Mimika secara menyeluruh,” ujarnya.Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat memahami standar pembangunan rumah, hak dan kewajiban kepemilikan hunian, serta cara mengakses program pemerintah di bidang perumahan, sekaligus berpartisipasi aktif dalam menciptakan lingkungan permukiman yang tertib, sehat, dan layak huni.Evert Hindom juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas di lapangan.Penulis: JidanEditor: GF 11 Nov 2025, 20:40 WIT
Dr. Leo Tumuka: Kunci Sukses Beasiswa YPMAK Ada pada Dukungan Penuh Orang Tua Papuanewsonline.com, Timika – Ketua Pengurus Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), Dr. Leonardus Tumuka, menegaskan bahwa dukungan dan peran aktif orang tua menjadi faktor utama keberhasilan program beasiswa bagi anak-anak asli Papua dari suku Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan lainnya.“Pendidikan pertama dan utama itu dari keluarga. Ketika orang tua tidak memberikan dukungan, motivasi, dan semangat belajar kepada anak-anak, tentu mereka bisa mengalami kesulitan merampungkan studi. YPMAK sangat membutuhkan dukungan orang tua,” ujar Dr. Tumuka, Senin (11/11/2025).Dr. Tumuka mengungkapkan, masih banyak peserta program beasiswa YPMAK yang belum mampu menyelesaikan studi tepat waktu, bahkan sebagian harus berhenti di tengah jalan. Ia berharap para orang tua tidak memprovokasi anak-anak untuk pulang karena persoalan kecil, tetapi justru memberi semangat agar mereka menuntaskan pendidikan hingga lulus.YPMAK bersama PT Freeport Indonesia terus memperbaiki formula pemberian beasiswa. Ke depan, calon penerima beasiswa lulusan SLTA akan diarahkan mengambil jurusan yang memiliki peluang besar di dunia kerja, termasuk pendidikan vokasi dan sekolah kedinasan.“Selama kepengurusan kami periode 2024–2029, komitmen itu sudah jelas,” kata Dr. Tumuka. “Beasiswa akan lebih diarahkan pada prestasi dan kualitas.”Selain itu, Dr. Tumuka juga berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah untuk membenahi kualitas pendidikan dasar dan menengah di Mimika dan wilayah Papua Tengah.Program beasiswa PTFI melalui YPMAK telah berhasil melahirkan empat dokter asli Amungme–Kamoro, yaitu dr. Beanal, dr. Sephia Chrisilla Jangkup, drg. Fransiska Poana, dan dr. Aprilda Yulifa Thalia Thomas Karupukaro.Penulis: JidanEditor: GF 11 Nov 2025, 20:37 WIT
Alumni YPMAK Satukan Langkah Lewat PAPEDA: Siap Mengabdi dan Bangun Tanah Papua Papuanewsonline.com, Timika – Setelah menjadi penerima manfaat program pendidikan dari Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), para alumni kini memiliki wadah resmi untuk berkontribusi bagi pembangunan Papua. Mereka membentuk Perkumpulan Alumni Penerima Beasiswa Dana Kemitraan (PAPEDA–YPMAK) yang telah disahkan melalui SK Kemenkumham RI Nomor 0005128.AH.01.07 Tahun 2025. Deklarasi pembentukan PAPEDA–YPMAK berlangsung di Hotel Horison Ultima Timika, Selasa (11/11/2025), dengan mengusung tema “Anyaman Noken Sudah Siap.” Ketua Panitia Deklarasi, Dr. Krinus Kum, menyampaikan bahwa PAPEDA lahir dari kepedulian terhadap tantangan pembangunan di Papua, serta minimnya komunikasi antar-intelektual penerima beasiswa YPMAK dari tujuh suku. “PAPEDA hadir untuk memperkuat kepekaan sosial, mempererat persaudaraan, dan merespons isu-isu strategis di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, hukum, dan politik,” ujar Krinus. Organisasi ini memiliki visi besar untuk mengoptimalkan potensi alumni sebagai mitra pembangunan daerah dan nasional, mempererat hubungan kekeluargaan antaralumni, serta menumbuhkan kecintaan terhadap lembaga YPMAK. Dalam waktu dekat, PAPEDA–YPMAK akan melaksanakan sejumlah program prioritas, antara lain pendataan alumni, pengembangan kemitraan industri, peningkatan mutu alumni, temu alumni nasional, serta program tanggung jawab sosial. Deklarasi ini turut dimeriahkan dengan penampilan lagu berbahasa Kamoro dan Amungme, fragmen bertajuk “Merajut Noken Asa,” serta testimoni para alumni tentang perjuangan mereka setelah menamatkan pendidikan. Dengan berdirinya PAPEDA–YPMAK, para alumni penerima beasiswa kini memiliki wadah resmi untuk berjejaring, berbagi gagasan, dan mengabdikan diri bagi kemajuan masyarakat Papua.   Penulis: Jidan Editor: GF 11 Nov 2025, 20:36 WIT
Lanud YKU Timika Dukung Kemandirian Pangan: Babinsa Dampingi Petani Tanam Jagung di Nawaripi Papuanewsonline.com, Timika – Babinsa Potensi Dirgantara (Babinpotdirga) dari Lanud Yohanes Kapiyau (YKU) Timika menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat dengan aktif mendukung program ketahanan pangan. Serka Kasimirus Anitu, Babinpotdirga Lanud YKU, terjun langsung mendampingi kelompok tani binaannya, Taparo Izakod Bekai, di Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, pada Selasa (11/11/2025). Dalam kegiatan tersebut, Serka Kasimirus membantu proses penanaman bibit jagung hibrida yang diperkirakan dapat dipanen dalam waktu 115 hari. Kehadiran Babinsa di lapangan memberikan motivasi dan meringankan beban para petani dalam mengolah lahan pertanian mereka. Selain menanam jagung, para petani juga mengembangkan berbagai tanaman hortikultura seperti kangkung, tomat, labu, dan cabai sebagai bentuk diversifikasi pangan lokal. “Hasil panen nantinya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan warga setempat, tetapi juga akan dipasarkan ke beberapa pasar tradisional di Kota Timika,” ujar Serka Kasimirus, menegaskan bahwa pendampingan kepada para petani merupakan bagian dari tugas pokok TNI dalam membantu pemerintah mewujudkan ketahanan pangan nasional. Sementara itu, Lewi, salah satu petani yang mendapat pendampingan, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan Babinpotdirga Lanud YKU. Menurutnya, keterlibatan TNI di lapangan menjadi sumber semangat baru bagi petani untuk terus mengembangkan usaha pertanian mereka. “Kami berterima kasih karena Babinsa selalu hadir membantu kami. Kehadiran mereka membuat kami semakin semangat bekerja,” ungkap Lewi. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam memperkuat kemandirian pangan daerah serta mendukung program pemerintah menuju ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan. Penulis: Jidan Editor: GF 11 Nov 2025, 17:03 WIT
Pemkab Mimika Restrukturisasi OPD, Bentuk Dinas Baru dan BRIDA untuk Percepat Pembangunan Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika melakukan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan dengan melakukan penataan organisasi perangkat daerah (OPD). Langkah ini ditandai dengan penambahan satu dinas baru serta pembentukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan dan pelayanan publik. Bupati Mimika, Johannes Rettob, menjelaskan bahwa dinas baru yang dibentuk adalah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, hasil pemekaran dari Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora). Menurutnya, selama ini Disparbudpora lebih fokus pada sektor pemuda dan olahraga, sehingga pengembangan sektor pariwisata dan kebudayaan belum optimal. Melalui pembentukan dinas baru ini, pemerintah menargetkan Mimika menjadi daerah tujuan wisata di masa depan, dengan pengelolaan yang lebih fokus dan profesional. “Disparbudpora selama ini lebih banyak menangani kegiatan kepemudaan dan olahraga, sehingga sektor pariwisata dan kebudayaan perlu perhatian khusus. Karena itu, kami bentuk Dinas Pariwisata dan Kebudayaan agar pengembangannya bisa lebih maksimal,” jelas Bupati Rettob. Selain itu, pembentukan BRIDA menjadi langkah penting dalam memperkuat riset dan inovasi di tingkat daerah. Badan ini akan berperan dalam mendorong inovasi berbasis data dan riset, sejalan dengan arahan pemerintah pusat agar daerah lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Tidak hanya itu, Pemkab Mimika juga akan membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di beberapa OPD guna memperkuat fungsi operasional di lapangan. Hal tersebut telah disahkan melalui Peraturan Bupati (Perbub) dan pejabatnya akan segera ditunjuk dalam waktu dekat. UPTD akan dibentuk di beberapa dinas, antara lain: Dinas Kesehatan (4 UPTD) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) (1 UPTD) Dinas Perhubungan (1 UPTD) Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) (1 UPTD) Bupati Rettob menyampaikan bahwa masing-masing dinas telah mulai menyusun alokasi anggaran untuk operasional UPTD yang akan dibentuk. “Ini segera kita laksanakan prosesnya. Dinas terkait juga sudah mulai menyusun anggaran-anggaran untuk UPTD tersebut,” ujar Bupati saat memimpin apel di Pusat Pemerintahan Daerah, Senin (10/11/25). Restrukturisasi OPD ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan struktur organisasi yang lebih ramping, jelas, dan berbasis fungsi, Pemkab Mimika optimistis mampu menghadirkan pemerintahan yang lebih efisien, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Mimika dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern dan berdaya saing, sejalan dengan visi pembangunan Mimika menuju daerah yang maju dan berkelanjutan. Penulis: Jidan Editor: GF 11 Nov 2025, 17:00 WIT
Dinas Kesehatan Gelar Rakerkesda II di Timika, Bahas Arah Kebijakan dan Penguatan Layanan Papuanewsonline.com, Timika —Suasana hangat namun penuh semangat terasa di Hotel Grand Tembaga, Timika, pada 10–11 November 2025. Lebih dari seratus peserta dari berbagai unsur kesehatan — mulai dari dinas kesehatan kabupaten/kota, rumah sakit, puskesmas, hingga perwakilan Kementerian Kesehatan RI — berkumpul dalam forum penting bertajuk Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) ke-II Provinsi Papua Tengah. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Tengah ini mengusung tema besar: “Aksi Bersama untuk Papua Tengah Sehat: Strategi Efektif Peningkatan Kesehatan.” Tema tersebut mencerminkan semangat sinergi lintas sektor dalam memperkuat sistem kesehatan daerah, mempercepat pemerataan fasilitas, serta memastikan setiap warga Papua Tengah mendapatkan pelayanan kesehatan yang adil, berkualitas, dan berkelanjutan. Kabupaten Mimika dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Rakerkesda tahun ini. Daerah yang dikenal memiliki infrastruktur kesehatan paling lengkap di wilayah Papua Tengah ini dinilai mampu memberikan contoh nyata dalam penerapan transformasi digital dan pelayanan kesehatan terpadu. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Rizal Ubra, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas kepercayaan tersebut. “Kami bangga Mimika bisa menjadi tuan rumah Rakerkesda ke-II ini. Forum ini menjadi momentum penting bagi kita untuk berbagi praktik baik, memperkuat jejaring, dan mempercepat transformasi pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas,” ujar Reynold. Reynold menambahkan, Mimika terus mendorong digitalisasi sistem kesehatan agar layanan publik semakin cepat dan akurat. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara tenaga medis, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan budaya hidup sehat. Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, drg. Yohanes Tebai, menegaskan bahwa Rakerkesda II ini menjadi ajang evaluasi sekaligus perumusan langkah strategis menghadapi tantangan nyata di lapangan — mulai dari keterbatasan tenaga kesehatan, fasilitas medis, hingga sarana prasarana yang belum merata. “Melalui Rakerkesda ini, kita ingin menyamakan persepsi dan langkah bersama dalam menerjemahkan visi-misi Gubernur Papua Tengah. Tujuan akhirnya adalah percepatan peningkatan layanan kesehatan masyarakat, dari kota hingga pelosok,” jelas Yohanes. Ia juga menyoroti perlunya memperkuat kemitraan antara pemerintah, lembaga pendidikan kesehatan, dan pihak swasta, guna memastikan ketersediaan tenaga medis di daerah terpencil tetap terjaga. “Papua Tengah butuh SDM kesehatan yang bukan hanya terampil, tapi juga punya hati melayani. Itu yang menjadi fokus kami ke depan,” tambahnya. Rakerkesda II tidak sekadar menjadi ajang pertemuan formal, tetapi forum strategis bagi para pemangku kepentingan untuk mendiskusikan capaian dan kendala program kesehatan di delapan kabupaten Papua Tengah, yakni Mimika, Nabire, Paniai, Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya. “Keberhasilan pembangunan kesehatan di Papua Tengah tidak bisa dicapai sendiri. Harus ada sinergi dari semua pihak agar masyarakat benar-benar merasakan dampaknya,” ujarnya. Rakerkesda II di Timika menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang akan menjadi dasar penyusunan rencana aksi daerah bidang kesehatan tahun 2026–2030. Langkah ini diharapkan memperkuat sistem kesehatan daerah yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berbasis data.   Penulis: Jidan Editor: GF 11 Nov 2025, 16:51 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT