Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Semangat Pahlawan Jadi Inspirasi ASN Papua untuk Bangun Daerah dengan Kerja Nyata
Papuanewsonline.com, Jayapura –
Pemerintah Provinsi Papua menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan di halaman
Kantor Gubernur Papua, Senin (10/11/2025). Upacara ini diikuti oleh seluruh aparatur
sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Papua sebagai momentum untuk
merefleksikan nilai-nilai kepahlawanan. Wakil Gubernur Papua, Aryoko
Rumaropen, bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, ia mengingatkan
bahwa semangat kepahlawanan harus diwujudkan dalam kerja nyata melalui
peningkatan kinerja dan pelayanan publik. “Sebagai aparatur sipil negara,
mari kita tingkatkan semangat kerja, kedisiplinan, dan produktivitas di setiap
unit pemerintahan. Semangat juang para pahlawan harus hidup dalam pengabdian
kita membangun Papua,” ujar Aryoko. Menurutnya, perjuangan para
pahlawan tidak hanya berwujud pengorbanan fisik, tetapi juga ketulusan dan
keberanian dalam memperjuangkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi.
Nilai-nilai luhur tersebut, katanya, harus menjadi fondasi moral dalam
pelaksanaan tugas pemerintahan sehari-hari. “Para pahlawan mengajarkan kita
tentang kerja ikhlas, sabar, dan berani mengambil tanggung jawab. Itulah
karakter yang dibutuhkan untuk membangun Papua yang maju dan sejahtera,”
tambahnya. Pemerintah Provinsi Papua
berharap momentum Hari Pahlawan menjadi dorongan bagi seluruh ASN dan
masyarakat untuk memperkuat komitmen dalam memajukan daerah serta memberikan pelayanan
terbaik kepada masyarakat. Penulis: Jidan Editor: GF
11 Nov 2025, 20:51 WIT
Wagub Papua Serahkan Surat Penunjukan Plt Pimpinan SKPD dan Pagu Anggaran 2026
Papuanewsonline.com, Jayapura –
Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, atas nama Gubernur Papua, menyerahkan surat
penunjukan kepada tiga pejabat pelaksana tugas (Plt) pimpinan Satuan Kerja
Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua, Jumat
(7/11/2025). Pejabat yang menerima penunjukan
tersebut masing-masing adalah Yaconias Maintindom, Dr. Karsudi, dan Subhan,
masing-masing sebagai Plt. Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Plt.
Kepala Dinas ESDM, PM dan PTSP, serta Plt. Kepala Badan Pendapatan Daerah
Provinsi Papua. Dalam arahannya, Wakil Gubernur
berpesan agar para pejabat yang baru ditunjuk segera melakukan koordinasi
internal, menjaga kekompakan organisasi, dan menghindari terbentuknya
kelompok-kelompok di dalam lingkungan kerja. “Kepada pimpinan yang baru,
diharapkan dapat mengayomi seluruh bawahan. Jangan ada kelompok-kelompok di
dalam,” tegas Aryoko. Pada kesempatan yang sama, Wakil
Gubernur juga menyerahkan Pagu Anggaran Tahun 2026 secara simbolis kepada SKPD
di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua. Ia menekankan pentingnya
penyusunan Rencana Anggaran Kegiatan (RAK) Tahun 2026 dengan memperhatikan prioritas
program dan kegiatan strategis yang benar-benar mendukung pembangunan Papua
secara nyata dan berkelanjutan. Khusus bagi SKPD yang masih
memiliki utang kegiatan, Aryoko mengingatkan agar alokasi anggaran tahun
berjalan diprioritaskan untuk penyelesaian kewajiban tersebut, serta menegaskan
bahwa tidak diperkenankan adanya penambahan utang baru pada Tahun Anggaran 2025. “Kita harus menjaga siklus APBD
dengan baik. Karena itu, jangan ada utang baru di tahun ini. Fokuskan pada
penyelesaian kewajiban dan program prioritas yang sudah berjalan,” tandasnya. Penulis: Jidan
Editor: GF
11 Nov 2025, 20:48 WIT
Pemprov Papua Optimis Realisasi Anggaran Capai 78%, Program Pembangunan Ditarget Rampung Tepat Waktu
Papuanewsonline.com, Jayapura –
Pemerintah Provinsi Papua mencatat realisasi anggaran daerah mencapai 78 persen
hingga awal November 2025. Capaian tersebut menunjukkan kinerja positif
pemerintah daerah, sekaligus menjadi indikator optimisme bahwa seluruh program
pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu menjelang akhir tahun anggaran. Wakil Gubernur Papua, Aryoko
Rumaropen, menyampaikan bahwa selain serapan anggaran yang tinggi, progres
fisik pembangunan juga telah melampaui 85 persen. “Antara progres keuangan dan
pembangunan berjalan seimbang. Harapan kita, dalam waktu satu setengah bulan ke
depan, target bisa mendekati 100 persen,” ujar Aryoko di Jayapura, Jumat
(7/11/2025). Menurut Aryoko, pemerintah kini
fokus memastikan setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mengoptimalkan
sisa waktu pelaksanaan kegiatan. Pengendalian anggaran dilakukan secara
langsung di internal masing-masing satuan kerja agar pelaksanaan program lebih
terukur dan sesuai rencana. “Kita sudah masuk bulan ke-11
tahun anggaran 2025. Karena itu, waktu yang tersisa harus dimanfaatkan maksimal
agar hasilnya benar-benar terlihat di lapangan,” katanya. Wakil Gubernur menegaskan bahwa
keseimbangan antara progres keuangan dan pembangunan akan terus dijaga sebagai
bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Papua dalam memperkuat tata kelola
pemerintahan serta meningkatkan kualitas layanan publik di daerah. Penulis: Jidan Editor: GF
11 Nov 2025, 20:45 WIT
Dinas PKPP Mimika Sosialisasikan Kebijakan Perumahan untuk Tingkatkan Pemahaman Masyarakat
Papuanewsonline.com, Timika – Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PKPP) Kabupaten Mimika menggelar sosialisasi kebijakan dan peraturan perumahan serta kawasan permukiman yang diikuti para kepala OPD, kepala distrik, lurah, dan pengembang perumahan.Kegiatan yang menghadirkan narasumber dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) ini dibuka secara resmi oleh Asisten III Setda Mimika, Lucas Evert Hindom, di Hotel Cartenz Timika, Selasa (11/11/2025).Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran berbagai pihak mengenai peraturan perundang-undangan yang mengatur bidang perumahan dan kawasan permukiman. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana penyampaian informasi tentang kebijakan dan program Direktorat Jenderal Perumahan Pedesaan, serta Peraturan Menteri PKP Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Bantuan Pembangunan Perumahan dan Penyediaan Rumah Khusus.Dalam sambutannya, Lucas Evert Hindom menegaskan bahwa perumahan dan kawasan permukiman yang layak merupakan kebutuhan dasar manusia sekaligus hak konstitusional setiap warga negara.“Di Kabupaten Mimika, pembangunan perumahan dan penataan kawasan permukiman menjadi salah satu prioritas utama pembangunan daerah. Melalui penyediaan hunian yang layak dan lingkungan yang tertata, kita berupaya mewujudkan kesejahteraan serta peningkatan kualitas hidup masyarakat Mimika secara menyeluruh,” ujarnya.Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat memahami standar pembangunan rumah, hak dan kewajiban kepemilikan hunian, serta cara mengakses program pemerintah di bidang perumahan, sekaligus berpartisipasi aktif dalam menciptakan lingkungan permukiman yang tertib, sehat, dan layak huni.Evert Hindom juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas di lapangan.Penulis: JidanEditor: GF
11 Nov 2025, 20:40 WIT
Dr. Leo Tumuka: Kunci Sukses Beasiswa YPMAK Ada pada Dukungan Penuh Orang Tua
Papuanewsonline.com, Timika – Ketua Pengurus Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), Dr. Leonardus Tumuka, menegaskan bahwa dukungan dan peran aktif orang tua menjadi faktor utama keberhasilan program beasiswa bagi anak-anak asli Papua dari suku Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan lainnya.“Pendidikan pertama dan utama itu dari keluarga. Ketika orang tua tidak memberikan dukungan, motivasi, dan semangat belajar kepada anak-anak, tentu mereka bisa mengalami kesulitan merampungkan studi. YPMAK sangat membutuhkan dukungan orang tua,” ujar Dr. Tumuka, Senin (11/11/2025).Dr. Tumuka mengungkapkan, masih banyak peserta program beasiswa YPMAK yang belum mampu menyelesaikan studi tepat waktu, bahkan sebagian harus berhenti di tengah jalan. Ia berharap para orang tua tidak memprovokasi anak-anak untuk pulang karena persoalan kecil, tetapi justru memberi semangat agar mereka menuntaskan pendidikan hingga lulus.YPMAK bersama PT Freeport Indonesia terus memperbaiki formula pemberian beasiswa. Ke depan, calon penerima beasiswa lulusan SLTA akan diarahkan mengambil jurusan yang memiliki peluang besar di dunia kerja, termasuk pendidikan vokasi dan sekolah kedinasan.“Selama kepengurusan kami periode 2024–2029, komitmen itu sudah jelas,” kata Dr. Tumuka. “Beasiswa akan lebih diarahkan pada prestasi dan kualitas.”Selain itu, Dr. Tumuka juga berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah untuk membenahi kualitas pendidikan dasar dan menengah di Mimika dan wilayah Papua Tengah.Program beasiswa PTFI melalui YPMAK telah berhasil melahirkan empat dokter asli Amungme–Kamoro, yaitu dr. Beanal, dr. Sephia Chrisilla Jangkup, drg. Fransiska Poana, dan dr. Aprilda Yulifa Thalia Thomas Karupukaro.Penulis: JidanEditor: GF
11 Nov 2025, 20:37 WIT
Alumni YPMAK Satukan Langkah Lewat PAPEDA: Siap Mengabdi dan Bangun Tanah Papua
Papuanewsonline.com, Timika –
Setelah menjadi penerima manfaat program pendidikan dari Yayasan Pengembangan
Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), para alumni kini memiliki wadah resmi
untuk berkontribusi bagi pembangunan Papua. Mereka membentuk Perkumpulan
Alumni Penerima Beasiswa Dana Kemitraan (PAPEDA–YPMAK) yang telah disahkan
melalui SK Kemenkumham RI Nomor 0005128.AH.01.07 Tahun 2025. Deklarasi pembentukan
PAPEDA–YPMAK berlangsung di Hotel Horison Ultima Timika, Selasa (11/11/2025),
dengan mengusung tema “Anyaman Noken Sudah Siap.” Ketua Panitia Deklarasi, Dr.
Krinus Kum, menyampaikan bahwa PAPEDA lahir dari kepedulian terhadap tantangan
pembangunan di Papua, serta minimnya komunikasi antar-intelektual penerima
beasiswa YPMAK dari tujuh suku. “PAPEDA hadir untuk memperkuat
kepekaan sosial, mempererat persaudaraan, dan merespons isu-isu strategis di
bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, hukum, dan politik,” ujar Krinus. Organisasi ini memiliki visi
besar untuk mengoptimalkan potensi alumni sebagai mitra pembangunan daerah dan
nasional, mempererat hubungan kekeluargaan antaralumni, serta menumbuhkan
kecintaan terhadap lembaga YPMAK. Dalam waktu dekat, PAPEDA–YPMAK
akan melaksanakan sejumlah program prioritas, antara lain pendataan alumni,
pengembangan kemitraan industri, peningkatan mutu alumni, temu alumni nasional,
serta program tanggung jawab sosial. Deklarasi ini turut dimeriahkan
dengan penampilan lagu berbahasa Kamoro dan Amungme, fragmen bertajuk “Merajut
Noken Asa,” serta testimoni para alumni tentang perjuangan mereka setelah
menamatkan pendidikan. Dengan berdirinya PAPEDA–YPMAK,
para alumni penerima beasiswa kini memiliki wadah resmi untuk berjejaring,
berbagi gagasan, dan mengabdikan diri bagi kemajuan masyarakat Papua. Penulis: Jidan
Editor: GF
11 Nov 2025, 20:36 WIT
Lanud YKU Timika Dukung Kemandirian Pangan: Babinsa Dampingi Petani Tanam Jagung di Nawaripi
Papuanewsonline.com, Timika –
Babinsa Potensi Dirgantara (Babinpotdirga) dari Lanud Yohanes Kapiyau (YKU)
Timika menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat dengan aktif mendukung
program ketahanan pangan. Serka Kasimirus Anitu,
Babinpotdirga Lanud YKU, terjun langsung mendampingi kelompok tani binaannya, Taparo
Izakod Bekai, di Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, pada Selasa
(11/11/2025). Dalam kegiatan tersebut, Serka
Kasimirus membantu proses penanaman bibit jagung hibrida yang diperkirakan
dapat dipanen dalam waktu 115 hari. Kehadiran Babinsa di lapangan memberikan
motivasi dan meringankan beban para petani dalam mengolah lahan pertanian
mereka. Selain menanam jagung, para
petani juga mengembangkan berbagai tanaman hortikultura seperti kangkung,
tomat, labu, dan cabai sebagai bentuk diversifikasi pangan lokal. “Hasil panen nantinya tidak hanya
untuk memenuhi kebutuhan warga setempat, tetapi juga akan dipasarkan ke
beberapa pasar tradisional di Kota Timika,” ujar Serka Kasimirus, menegaskan
bahwa pendampingan kepada para petani merupakan bagian dari tugas pokok TNI
dalam membantu pemerintah mewujudkan ketahanan pangan nasional. Sementara itu, Lewi, salah satu
petani yang mendapat pendampingan, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih
atas perhatian dan dukungan Babinpotdirga Lanud YKU. Menurutnya, keterlibatan
TNI di lapangan menjadi sumber semangat baru bagi petani untuk terus
mengembangkan usaha pertanian mereka. “Kami berterima kasih karena
Babinsa selalu hadir membantu kami. Kehadiran mereka membuat kami semakin
semangat bekerja,” ungkap Lewi. Kegiatan ini menjadi wujud nyata
sinergi antara TNI dan masyarakat dalam memperkuat kemandirian pangan daerah
serta mendukung program pemerintah menuju ketahanan pangan nasional yang
berkelanjutan. Penulis: Jidan
Editor: GF
11 Nov 2025, 17:03 WIT
Pemkab Mimika Restrukturisasi OPD, Bentuk Dinas Baru dan BRIDA untuk Percepat Pembangunan
Papuanewsonline.com, Timika –
Pemerintah Kabupaten Mimika melakukan langkah strategis dalam memperkuat tata
kelola pemerintahan dengan melakukan penataan organisasi perangkat daerah (OPD).
Langkah ini ditandai dengan penambahan satu dinas baru serta pembentukan Badan
Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) sebagai bagian dari upaya mempercepat
pembangunan dan pelayanan publik. Bupati Mimika, Johannes Rettob,
menjelaskan bahwa dinas baru yang dibentuk adalah Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan, hasil pemekaran dari Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan
Olahraga (Disparbudpora). Menurutnya, selama ini
Disparbudpora lebih fokus pada sektor pemuda dan olahraga, sehingga
pengembangan sektor pariwisata dan kebudayaan belum optimal. Melalui
pembentukan dinas baru ini, pemerintah menargetkan Mimika menjadi daerah tujuan
wisata di masa depan, dengan pengelolaan yang lebih fokus dan profesional. “Disparbudpora selama ini lebih
banyak menangani kegiatan kepemudaan dan olahraga, sehingga sektor pariwisata
dan kebudayaan perlu perhatian khusus. Karena itu, kami bentuk Dinas Pariwisata
dan Kebudayaan agar pengembangannya bisa lebih maksimal,” jelas Bupati Rettob. Selain itu, pembentukan BRIDA
menjadi langkah penting dalam memperkuat riset dan inovasi di tingkat daerah.
Badan ini akan berperan dalam mendorong inovasi berbasis data dan riset,
sejalan dengan arahan pemerintah pusat agar daerah lebih adaptif terhadap
perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Tidak hanya itu, Pemkab Mimika
juga akan membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di beberapa OPD guna
memperkuat fungsi operasional di lapangan. Hal tersebut telah disahkan
melalui Peraturan Bupati (Perbub) dan pejabatnya akan segera ditunjuk dalam
waktu dekat. UPTD akan dibentuk di beberapa dinas, antara lain: Dinas Kesehatan (4 UPTD) Dinas Pemberdayaan Perempuan,
Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) (1
UPTD) Dinas Perhubungan (1 UPTD) Dinas Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat (PUPR) (1 UPTD) Bupati Rettob menyampaikan bahwa
masing-masing dinas telah mulai menyusun alokasi anggaran untuk operasional
UPTD yang akan dibentuk. “Ini segera kita laksanakan
prosesnya. Dinas terkait juga sudah mulai menyusun anggaran-anggaran untuk UPTD
tersebut,” ujar Bupati saat memimpin apel di Pusat Pemerintahan Daerah, Senin
(10/11/25). Restrukturisasi OPD ini
diharapkan menjadi langkah strategis dalam mempercepat pembangunan dan
meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan struktur organisasi yang lebih
ramping, jelas, dan berbasis fungsi, Pemkab Mimika optimistis mampu menghadirkan
pemerintahan yang lebih efisien, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan
masyarakat. Langkah ini juga menjadi bagian
dari komitmen Pemerintah Kabupaten Mimika dalam mewujudkan tata kelola
pemerintahan yang modern dan berdaya saing, sejalan dengan visi pembangunan
Mimika menuju daerah yang maju dan berkelanjutan. Penulis: Jidan
Editor: GF
11 Nov 2025, 17:00 WIT
Dinas Kesehatan Gelar Rakerkesda II di Timika, Bahas Arah Kebijakan dan Penguatan Layanan
Papuanewsonline.com, Timika —Suasana
hangat namun penuh semangat terasa di Hotel Grand Tembaga, Timika, pada 10–11
November 2025. Lebih dari seratus peserta dari berbagai unsur kesehatan — mulai
dari dinas kesehatan kabupaten/kota, rumah sakit, puskesmas, hingga perwakilan
Kementerian Kesehatan RI — berkumpul dalam forum penting bertajuk Rapat Kerja
Kesehatan Daerah (Rakerkesda) ke-II Provinsi Papua Tengah. Kegiatan yang diselenggarakan
oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi
Papua Tengah ini mengusung tema besar: “Aksi Bersama untuk Papua Tengah
Sehat: Strategi Efektif Peningkatan Kesehatan.” Tema tersebut mencerminkan
semangat sinergi lintas sektor dalam memperkuat sistem kesehatan daerah,
mempercepat pemerataan fasilitas, serta memastikan setiap warga Papua Tengah
mendapatkan pelayanan kesehatan yang adil, berkualitas, dan berkelanjutan. Kabupaten Mimika dipercaya
menjadi tuan rumah pelaksanaan Rakerkesda tahun ini. Daerah yang dikenal
memiliki infrastruktur kesehatan paling lengkap di wilayah Papua Tengah ini
dinilai mampu memberikan contoh nyata dalam penerapan transformasi digital dan
pelayanan kesehatan terpadu. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten
Mimika, Reynold Rizal Ubra, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan
apresiasi atas kepercayaan tersebut. “Kami bangga Mimika bisa menjadi
tuan rumah Rakerkesda ke-II ini. Forum ini menjadi momentum penting bagi kita
untuk berbagi praktik baik, memperkuat jejaring, dan mempercepat transformasi
pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas,” ujar Reynold. Reynold menambahkan, Mimika terus
mendorong digitalisasi sistem kesehatan agar layanan publik semakin cepat dan
akurat. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara tenaga medis,
pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan budaya hidup sehat. Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris
Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, drg. Yohanes Tebai, menegaskan bahwa
Rakerkesda II ini menjadi ajang evaluasi sekaligus perumusan langkah strategis
menghadapi tantangan nyata di lapangan — mulai dari keterbatasan tenaga
kesehatan, fasilitas medis, hingga sarana prasarana yang belum merata. “Melalui Rakerkesda ini, kita
ingin menyamakan persepsi dan langkah bersama dalam menerjemahkan visi-misi
Gubernur Papua Tengah. Tujuan akhirnya adalah percepatan peningkatan layanan
kesehatan masyarakat, dari kota hingga pelosok,” jelas Yohanes. Ia juga menyoroti perlunya
memperkuat kemitraan antara pemerintah, lembaga pendidikan kesehatan, dan pihak
swasta, guna memastikan ketersediaan tenaga medis di daerah terpencil tetap
terjaga. “Papua Tengah butuh SDM kesehatan
yang bukan hanya terampil, tapi juga punya hati melayani. Itu yang menjadi
fokus kami ke depan,” tambahnya. Rakerkesda II tidak sekadar
menjadi ajang pertemuan formal, tetapi forum strategis bagi para pemangku
kepentingan untuk mendiskusikan capaian dan kendala program kesehatan di
delapan kabupaten Papua Tengah, yakni Mimika, Nabire, Paniai, Deiyai, Dogiyai,
Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya. “Keberhasilan pembangunan
kesehatan di Papua Tengah tidak bisa dicapai sendiri. Harus ada sinergi dari
semua pihak agar masyarakat benar-benar merasakan dampaknya,” ujarnya. Rakerkesda II di Timika
menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang akan menjadi dasar penyusunan rencana
aksi daerah bidang kesehatan tahun 2026–2030. Langkah ini diharapkan memperkuat sistem kesehatan daerah yang lebih inklusif,
berkeadilan, dan berbasis data. Penulis: Jidan Editor: GF
11 Nov 2025, 16:51 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru