logo-website
Jumat, 10 Apr 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Danlanud Cup 2025: Aksi Gemilang Komandan Lanud YKU Bawa Dirgantara B Menang 2-0 Papuanewsonline.com, Timika — Sorak sorai penonton menggema di GOR SP5 Mimika, Kamis (30/10/2025), ketika Komandan Lanud Yohanis Kapiyau (YKU) Timika, Kolonel Pnb Asri Efendi Rangkuti, tampil luar biasa di lapangan futsal. Dalam laga panas Danlanud Cup 2025, ia tidak hanya memimpin secara taktis dari pinggir lapangan, tetapi juga turun langsung dan memberikan dua assist brilian yang mengantarkan timnya, Dirgantara B, meraih kemenangan gemilang 2–0 atas Eagle FC. Kemenangan tersebut menjadi bukti nyata bahwa semangat kepemimpinan dan kekompakan bisa bersatu dalam satu lapangan — menginspirasi sekaligus menghibur seluruh penonton yang hadir. Sejak peluit awal dibunyikan, laga berlangsung cepat dan intens. Dirgantara B tampil agresif dengan permainan bola pendek yang rapi dan koordinasi antar pemain yang solid. Kolonel Pnb Asri Efendi Rangkuti, yang dikenal sebagai sosok berkarisma dan disiplin, menunjukkan ketenangan dan ketajaman visi bermain. Pada menit pertengahan babak pertama, ia melepaskan umpan terukur dari tengah lapangan yang berhasil dimaksimalkan oleh Prada Hamid menjadi gol pembuka. Sorakan penonton menggema, mengiringi perayaan gol yang penuh semangat. Tidak berhenti di situ, menjelang akhir babak pertama, sang komandan kembali menunjukkan magisnya. Lewat pergerakan cepat di sisi kanan, ia kembali mengirimkan assist manis kepada Sertu Nuryadi, yang dengan dingin menggandakan keunggulan menjadi 2–0. Babak kedua berlangsung ketat, dengan Eagle FC mencoba mengejar ketertinggalan. Namun, pertahanan Dirgantara B tampil disiplin dan kokoh hingga peluit panjang dibunyikan. Usai pertandingan, Kolonel Pnb Asri Efendi Rangkuti menegaskan bahwa kemenangan ini bukan hanya soal skor, melainkan hasil dari semangat kebersamaan dan sportivitas yang menjadi jiwa dalam setiap kegiatan olahraga TNI AU. “Suatu kebanggaan bisa berkontribusi untuk tim Dirgantara B. Kemenangan ini bukan karena individu, tapi karena kekompakan dan kerja sama tim. Inilah semangat Dirgantara sejati — solid, sportif, dan pantang menyerah,” ujarnya penuh semangat. Ia juga mengapresiasi panitia penyelenggara dan seluruh peserta Danlanud Cup 2025 yang telah menjaga sportivitas dan kekeluargaan selama turnamen berlangsung. Dengan kemenangan kedua ini, Dirgantara B kini memimpin puncak klasemen grup C dan semakin percaya diri menghadapi laga selanjutnya. Tim ini menjadi salah satu kandidat kuat juara di ajang bergengsi tahunan yang mempertemukan berbagai satuan di lingkungan Lanud YKU Timika. Danlanud Cup 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi wadah mempererat hubungan antar personel TNI AU dan masyarakat sekitar, memperkuat solidaritas serta semangat kebersamaan di Kabupaten Mimika. Penulis: Jid Editor: GF   31 Okt 2025, 01:02 WIT
Mimika Siapkan Generasi Emas 2045: Pemkab dan UNCEN Luncurkan Grand Design Pendidikan Papuanewsonline.com, Timika — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika resmi meluncurkan Grand Design Pembangunan Pendidikan (GDPP) Kabupaten Mimika Tahun 2025–2045, sebagai tonggak penting dalam menyiapkan generasi emas yang siap bersaing di era global. Program ambisius ini dibuka dalam sebuah Workshop bertajuk “Urgensi Pengembangan Grand Design Pembangunan Pendidikan Mimika 2025–2045”, yang digelar di Hotel Horison Ultima Timika, pada Kamis (30/10/2025). Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mimika bekerja sama dengan Pusat Studi Kependudukan Universitas Cenderawasih (Uncen) ini dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, akademisi, serta perwakilan masyarakat. Workshop dibuka secara simbolis dengan pemukulan tifa bersama-sama, sebagai tanda komitmen seluruh peserta untuk bergerak dalam harmoni menuju transformasi pendidikan yang berkelanjutan dan berkeadilan di Bumi Amungsa. Mewakili Bupati Mimika, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Mimika, Frans Kambu, menyampaikan bahwa penyusunan Grand Design ini merupakan langkah strategis dan visioner untuk menata arah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terencana dan berkesinambungan hingga dua dekade mendatang. “Grand Design Pembangunan Pendidikan ini bukan hanya dokumen perencanaan, tetapi juga peta jalan yang akan menuntun Mimika menuju masyarakat yang cerdas, berdaya saing, dan berkarakter,” ujar Frans Kambu dalam sambutannya. Ia menekankan pentingnya pendidikan yang berbasis data, bukti, dan konteks lokal, sehingga kebijakan yang lahir benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Mimika secara menyeluruh. Menurutnya, arah kebijakan pendidikan yang kuat akan menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan visi besar Gerbang Emas (Gerakan Kebangkitan Ekonomi Masyarakat Adil dan Sejahtera), yang menjadi prioritas pembangunan daerah. Dalam kesempatan tersebut, Frans juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, lembaga riset, serta masyarakat. Ia berharap GDPP dapat menjadi pedoman bersama dalam memperkuat sistem pendidikan yang inklusif, adaptif terhadap teknologi, serta berorientasi pada pemerataan kesempatan belajar. “Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Keberhasilan pendidikan di Mimika memerlukan sinergi seluruh komponen masyarakat — dari dunia usaha, akademisi, tokoh agama, hingga pemuda dan perempuan. Semua punya peran penting,” tegasnya. Penyusunan GDPP 2025–2045 ini juga diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan daerah, mulai dari kesenjangan akses pendidikan antara wilayah pesisir dan pegunungan, hingga peningkatan mutu tenaga pendidik dan fasilitas belajar yang layak. Melalui workshop ini, Bappeda Mimika dan Universitas Cenderawasih sepakat untuk membangun sistem pendidikan yang tidak hanya menekankan pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, keterampilan abad ke-21, serta kesiapan menghadapi perubahan sosial dan ekonomi global. Dalam diskusi yang berlangsung hangat, para peserta menyepakati pentingnya menjadikan GDPP sebagai acuan lintas sektor dalam setiap program pembangunan, agar investasi di bidang pendidikan benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat Mimika. “Jika kita ingin Mimika menjadi daerah maju dan sejahtera di tahun 2045, maka kuncinya adalah pendidikan. Inilah warisan terbaik untuk generasi penerus kita,” tutup Frans Kambu penuh optimisme. Penulis: Jid Editor: GF   31 Okt 2025, 00:21 WIT
Pemkab Mimika melalui Dinas Satpol PP Perkuat Sinergi penegakan Perda melalui Penyegaran PPNS Papuanewsonline.com, Timika — Dalam upaya memperkuat penegakan hukum dan ketertiban di wilayahnya, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar kegiatan Penyegaran Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Oktober 2025, bertempat di Ballroom Hotel Horison Ultima Timika, dengan tema “Sinergitas dan Kolaborasi Pemerintah Daerah Bersama Stakeholder dalam Penegakan Peraturan Daerah Guna Mewujudkan Mimika Rumah Kita yang Aman, Nyaman, dan Tertib.” Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Mimika, Frans Kambu, yang hadir mewakili Bupati Mimika. Dalam sambutannya, Frans menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas dan profesionalisme aparatur, khususnya para PPNS sebagai garda terdepan penegakan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Kepala Daerah (Perkada). “PPNS adalah ujung tombak dalam menciptakan ketertiban umum, ketenteraman masyarakat, serta perlindungan terhadap hak-hak warga yang dijamin dalam peraturan daerah,” tegas Frans Kambu di hadapan para peserta. Menurut Frans, penyegaran ini tidak hanya sekadar pelatihan teknis, tetapi juga sarana untuk memperkuat nilai integritas dan moralitas dalam menjalankan tugas. Ia menekankan pentingnya PPNS untuk mampu bekerja profesional, berwibawa, serta menjunjung tinggi etika pelayanan publik. “Peran PPNS bukan hanya menegakkan hukum, tetapi juga memastikan kebijakan daerah berjalan secara adil dan manusiawi. Integritas dan rasa tanggung jawab harus menjadi dasar dalam setiap tindakan,” tambahnya. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan PPNS dari berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika. Mereka mendapatkan pembekalan dari sejumlah narasumber nasional yang berpengalaman di bidang penegakan hukum daerah dan tata kelola pemerintahan. Dua narasumber utama yang hadir dalam kegiatan ini adalah Kombes Pol. Endang Rasidin, S.I.K., Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Reskrim Polri Megamendung, serta Dr. Benhard Rondonuwu, S.H., M.Si., Direktur Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat Kementerian Dalam Negeri. Keduanya menyoroti pentingnya sinergi antara PPNS, Satpol PP, aparat kepolisian, dan lembaga hukum lainnya dalam memastikan efektivitas penegakan peraturan daerah. Mereka juga menekankan perlunya pembaruan pemahaman hukum dan kemampuan investigatif bagi para penyidik agar dapat menghadapi dinamika penegakan hukum modern. “Koordinasi yang solid antarinstansi akan memperkuat kepercayaan publik terhadap aparat daerah. PPNS yang profesional dan berintegritas akan menciptakan iklim pemerintahan yang tertib dan berkeadilan,” ujar Kombes Pol. Endang Rasidin. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Mimika berharap koordinasi lintas sektor dapat semakin kuat, terutama dalam mendorong penegakan hukum daerah yang berpihak kepada masyarakat. Sinergi ini diharapkan menjadi fondasi bagi Mimika dalam mewujudkan visi daerah yang aman, tertib, dan nyaman untuk semua. “Mimika adalah rumah kita bersama. Untuk menjaganya tetap aman dan nyaman, PPNS harus menjadi pelindung masyarakat sekaligus penegak aturan yang humanis,” tutup Frans Kambu. Penulis: Jid Editor: GF 31 Okt 2025, 00:08 WIT
TIFA Creative Timika Bawa Pesona Papua ke Maluku Tenggara di Festival Meti Kei 2025 Papuanewsonline.com, Maluku Tenggara — Langit sore Pantai Ngur Sarnadan, Ohoililir, menjadi saksi bagaimana semangat budaya dan persaudaraan antar daerah hidup dalam gerak dan irama. Di bawah gemuruh tepuk tangan penonton, TIFA Creative Timika tampil memukau di panggung Festival Meti Kei 2025, Kamis (30/10/2025). Sepuluh penari muda dari Kabupaten Mimika, Papua Tengah, sukses menghadirkan penampilan memikat yang menggabungkan keindahan tarian adat Papua dan nuansa khas budaya Kei. Gerakan penuh semangat, diiringi tabuhan tifa dan nyanyian etnik, menggambarkan kekuatan persatuan dan cinta terhadap tanah air. Bukan sekadar pertunjukan seni, penampilan mereka menjadi simbol kolaborasi budaya antara dua wilayah timur Indonesia yang kaya nilai dan tradisi. “Kami sangat bangga bisa membawa nama Timika ke Festival Meti Kei 2025. Ini bukan hanya tentang menari, tapi tentang memperkenalkan jati diri dan semangat kebudayaan Papua kepada saudara-saudara kami di Maluku Tenggara,” ujar Yosef, Ketua TIFA Creative Timika, dengan wajah penuh haru dan bangga. Dalam penampilannya, TIFA Creative Timika membawakan repertoar bertajuk “Irama Tifa di Bawah Matahari Timur”, sebuah karya tari yang memadukan unsur gerak tradisional Papua dengan gaya tarian Kei yang lembut namun energik. Tema tersebut menggambarkan kehidupan masyarakat pesisir yang hidup berdampingan dengan laut, serta semangat gotong royong yang menjadi fondasi budaya di timur Nusantara. Penampilan ini tak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga nilai-nilai adat dan harmoni alam. Setiap hentakan kaki dan ayunan tangan para penari membawa penonton larut dalam suasana sakral yang merefleksikan kekuatan spiritual masyarakat Papua. “Kami ingin menunjukkan bahwa budaya bukan hanya warisan masa lalu, tapi juga jembatan masa depan. Melalui tarian ini, kami ingin menyatukan perbedaan lewat seni,” tambah Yosef. Festival Meti Kei merupakan acara budaya tahunan yang merayakan fenomena alam “meti”—saat air laut surut dan memperlihatkan hamparan pasir putih yang menghubungkan pulau-pulau di Kepulauan Kei. Fenomena alam unik ini selalu menjadi momentum perayaan besar yang diwarnai dengan pameran budaya, parade seni, dan pertunjukan musik tradisional. Tahun 2025, festival ini menjadi lebih istimewa karena menghadirkan kolaborasi budaya lintas provinsi, termasuk dari Papua Tengah. Pemerintah Daerah Maluku Tenggara juga mengapresiasi partisipasi TIFA Creative Timika sebagai bentuk nyata dari semangat Bhinneka Tunggal Ika. “Kolaborasi seperti ini penting untuk memperkuat jalinan antar daerah di Indonesia Timur. Kehadiran Timika memberikan warna baru dan semangat kebersamaan yang luar biasa,” ujar salah satu panitia Festival Meti Kei 2025. Kehadiran TIFA Creative Timika di ajang ini menjadi bukti bahwa generasi muda Papua memiliki semangat besar untuk mengangkat dan melestarikan kebudayaan lokal. Melalui seni tari, mereka bukan hanya memperkenalkan budaya Papua ke daerah lain, tetapi juga memperkuat jalinan emosional antara masyarakat Papua dan Maluku Tenggara yang selama ini memiliki akar sejarah dan budaya yang saling bersinggungan. “Kami ingin agar anak-anak muda di seluruh Indonesia bisa saling mengenal budaya masing-masing. Dari sinilah kita belajar menghargai perbedaan dan memperkuat persatuan,” pungkas Yosef. Penulis: Hendrik Editor: GF 30 Okt 2025, 22:32 WIT
MRP Papua Selatan Desak Revisi PP 54/2004 untuk Perluas Kewenangan Demi Kadaulatan OAP Papuanewsonline.com, Jayapura — Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Selatan menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 54 Tahun 2004 tentang Majelis Rakyat Papua. Regulasi tersebut dinilai sudah tidak relevan dengan dinamika sosial dan politik terkini, terutama setelah diberlakukannya Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus) Papua perubahan kedua. Dalam Pertemuan Asosiasi MRP se-Tanah Papua yang digelar di Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (28/10/2025), Ketua MRP Papua Selatan, Damianus Katayu, menyampaikan bahwa revisi PP 54/2004 sangat mendesak dilakukan agar peran MRP sebagai lembaga representatif kultural Orang Asli Papua (OAP) semakin kuat, tidak hanya bersifat simbolik. “MRP perlu diberikan kewenangan yang lebih luas. Tidak cukup hanya memberi pertimbangan dan rekomendasi terhadap calon gubernur dan wakil gubernur OAP, tapi juga terhadap calon bupati, wakil bupati, wali kota, dan wakil wali kota di seluruh Tanah Papua,” tegas Katayu. Pertemuan lintas-MRP tersebut menjadi ajang penting untuk menyatukan pandangan antarprovinsi, khususnya dalam memperjuangkan afirmasi politik bagi OAP di tingkat nasional. Damianus Katayu juga menyoroti perlunya keterwakilan OAP yang lebih besar di Dewan Perwakilan Daerah (DPD), agar suara masyarakat adat Papua benar-benar terwakili di parlemen pusat. “Kami menilai, selama ini ruang politik bagi OAP masih sangat terbatas. Padahal, semangat Otsus adalah memberikan ruang keadilan, perlindungan, dan pemberdayaan bagi orang Papua dalam menentukan masa depan mereka sendiri,” ujarnya di hadapan para peserta forum. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh tenaga ahli dari Universitas Cenderawasih (Uncen) dan Universitas Papua (Unipa) yang turut memaparkan hasil kajian akademik terkait urgensi perubahan PP 54/2004. Kajian tersebut menyoroti adanya ketimpangan kewenangan antara MRP dan lembaga legislatif maupun eksekutif daerah, sehingga peran MRP dalam menjaga nilai-nilai adat dan budaya belum sepenuhnya efektif. Para akademisi menilai, dalam konteks otonomi khusus, MRP seharusnya tidak hanya menjadi lembaga yang memberikan rekomendasi formal, tetapi juga memiliki fungsi pengawasan dan perlindungan substantif terhadap hak-hak politik, sosial, dan budaya OAP. “MRP harus dilibatkan secara langsung dalam proses pengambilan keputusan strategis, termasuk dalam penentuan kebijakan publik yang berdampak pada masyarakat adat Papua,” papar salah satu tenaga ahli dari Uncen. Pertemuan Asosiasi MRP se-Tanah Papua ini menghasilkan kesepakatan bersama untuk membentuk tim kerja advokasi revisi PP 54/2004 yang akan menyusun draf usulan resmi kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Hukum dan HAM. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi MRP dalam sistem pemerintahan daerah, sekaligus memastikan semangat Otsus tetap berpihak pada rakyat Papua. “Kami ingin agar Otsus tidak sekadar menjadi program administratif, tetapi benar-benar menjadi jalan bagi masyarakat Papua untuk berdiri tegak dalam martabatnya sendiri,” kata Katayu menutup pertemuan dengan penuh semangat. Penulis: Hendrik Editor: GF   30 Okt 2025, 01:25 WIT
Tingkatkan Kesehatan Anak Papua: SD YPPK Tiga Raja Mimika Resmi Luncurkan Program MBG Papuanewsonline.com, Mimika — Kabar gembira datang bagi dunia pendidikan di Papua Tengah. Sekolah Dasar (SD) YPPK Tiga Raja di Kabupaten Mimika resmi meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada awal pekan ini, menandai langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak sekolah di wilayah timur Indonesia. Program ini merupakan bagian dari agenda nasional yang digagas untuk memperkuat sumber daya manusia sejak usia dini melalui pemenuhan kebutuhan gizi seimbang. Kepala SD YPPK Tiga Raja, Bernolpus Welerubun, menyebut bahwa inisiatif tersebut membawa dampak positif bagi para siswa, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. “Program MBG sangat membantu anak-anak kami. Apalagi sekitar 50 persen siswa di sekolah ini adalah pendatang, dan 50 persen lainnya merupakan Orang Papua Asli (OPA). Dengan adanya makan bergizi gratis ini, mereka bisa lebih fokus belajar tanpa harus memikirkan kebutuhan makan siang,” jelas Bernolpus. Meski disambut antusias oleh sebagian besar siswa dan orang tua, pelaksanaan program ini tidak lepas dari tantangan. Dari total 830 siswa, masih ada sekitar 120 anak yang belum ikut serta. Alasannya, sejumlah orang tua mengaku khawatir akan potensi keracunan makanan massal, seperti yang pernah terjadi di beberapa daerah sebelumnya. Bernolpus memahami kekhawatiran tersebut, namun ia memastikan bahwa pihak sekolah telah bekerja sama dengan dinas kesehatan dan penyedia katering lokal untuk menjamin kebersihan, keamanan, dan kualitas makanan yang disajikan. “Kami pastikan seluruh bahan makanan diperiksa dan dimasak oleh tenaga terlatih. Setiap menu diawasi oleh petugas gizi dari Dinas Kesehatan Mimika, agar tidak ada kasus yang merugikan anak-anak,” tambahnya dengan tegas. Pihak sekolah kini terus melakukan sosialisasi kepada para orang tua agar memahami pentingnya program MBG dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak Papua. Program MBG merupakan kebijakan prioritas nasional pemerintah yang bertujuan memperkuat ketahanan gizi masyarakat, khususnya di wilayah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal). Selain untuk siswa sekolah dasar, program ini juga menyasar ibu hamil, ibu menyusui, serta anak balita agar mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang. Melalui penyediaan menu bergizi seperti nasi, lauk pauk, sayur, buah, dan susu, pemerintah berharap mampu menurunkan angka stunting dan anemia, sekaligus meningkatkan daya konsentrasi dan prestasi belajar anak-anak di sekolah. “Kami tidak hanya memberi makanan, tapi juga menanamkan kesadaran tentang pentingnya pola makan sehat sejak dini,” ungkap salah satu petugas gizi yang turut mendampingi kegiatan. Peluncuran MBG di SD YPPK Tiga Raja Mimika menjadi bukti bahwa sekolah kini berperan penting sebagai pusat perubahan sosial dan kesehatan masyarakat. Dengan dukungan lintas sektor — mulai dari pemerintah daerah, dinas pendidikan, dinas kesehatan, hingga masyarakat — diharapkan program ini bisa berjalan berkelanjutan dan menjangkau seluruh sekolah di Papua Tengah. Bernolpus berharap agar ke depan, dukungan dari pemerintah daerah semakin kuat, baik dari sisi anggaran, fasilitas dapur sekolah, maupun edukasi gizi kepada masyarakat. “Kami ingin anak-anak Papua tumbuh menjadi generasi yang sehat, pintar, dan percaya diri. Program makan bergizi ini adalah langkah awal menuju mimpi besar itu,” tutupnya penuh harap. Penulis: Hendrik Editor: GF   30 Okt 2025, 01:19 WIT
Satgas Ops Damai Cartenz Tangkap Anggota KKB Terkait Penembakan Polisi & Warga di Lanny Jaya Papuanewsonline.com, Lanny Jaya - Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Lanny Jaya berhasil menangkap salah satu anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Puncak atas nama Dugi Telenggen alias Dugwi Kogoya di Kampung Ulume, Kabupaten Lanny Jaya, pada Senin (27/10/2025).Dugi Telenggen dalam keterangannya mengakui keterlibatannya dalam aksi penembakan terhadap anggota Polres Lanny Jaya, Brigpol Joan H. Sibarani, yang gugur dalam insiden di Distrik Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, pada Selasa, 10 September 2024. Pelaku juga mengaku menembak seorang warga sipil bernama Adi Yohanes Abilio Fallo dalam kejadian yang sama.Penangkapan bermula saat Tim Satgas Ops Damai Cartenz bersama personel Polres Lanny Jaya merespons pertikaian masyarakat di Kampung Ninam. Ketika mendatangi massa di Kampung Ulume, petugas menemukan seseorang yang memegang telepon genggam yang diduga milik Dugi Telenggen. Setelah dilakukan pendalaman, petugas berhasil melakukan penangkapan.Barang-barang yang diamankan saat penangkapan tersangka, antara lain satu unit ponsel Nokia, buku catatan, dua lembar fotokopi KTP, satu kartu identitas pribadi, dan dua tas noken kecil berwarna hitam.Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam penangkapan tersebut.“Penangkapan ini merupakan hasil kerja sama dan sinergi yang baik antara Satgas Ops Damai Cartenz dan Polres Lanny Jaya. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kami terus berkomitmen untuk menindak setiap pelaku kejahatan bersenjata yang mengancam keselamatan masyarakat dan anggota Polri di Papua,” ujarnya.Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa keberhasilan ini menunjukkan keseriusan aparat dalam menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah Papua.“Kami akan terus melakukan pengejaran terhadap jaringan KKB lainnya. Tujuannya yakni untuk menciptakan Papua yang aman dan damai,” katanya.Dengan penangkapan Dugi Telenggen, Satgas Ops Damai Cartenz berharap situasi keamanan di wilayah Lanny Jaya dan sekitarnya semakin kondusif serta mampu memutus rantai aksi kekerasan bersenjata di Tanah Papua. PNO-12 29 Okt 2025, 15:18 WIT
Polda Maluku Amankan 3 Tersangka Kasus Kekerasan dan Pengrusakan Kantor DPD Golkar Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) terus menunjukkan komitmen dalam menegakkan hukum secara profesional dan transparan. Tim penyidik Ditreskrimum resmi menuntaskan proses penyidikan kasus tindak pidana kekerasan bersama terhadap barang dan/atau pengrusakan yang terjadi di Kantor DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, Jalan Ade Irma Nasution, Karang Panjang, Ambon, pada (9/10/ 2025) lalu.Kasus ini bermula dari laporan polisi Nomor LP/B/327/X/SPKT/POLDA MALUKU, yang diajukan oleh pelapor Theodoron Makarios Soulisa, menyusul insiden perusakan dan kekerasan yang melibatkan sejumlah orang di lingkungan Kantor DPD Partai Golkar Maluku.Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan intensif, penyidik telah menetapkan tiga orang tersangka, masing-masing JM, GL, dan FJE, yang kini telah ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.Peristiwa bermula ketika tersangka JM alias Jul bersama sekitar 20 orang datang ke kantor DPD Partai Golkar Provinsi Maluku dengan maksud menanyakan proses pemecatan dan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap salah satu kader partai.Setelah diizinkan masuk, situasi sempat memanas. Saat salah satu pihak memukul meja, terjadi aksi saling lempar kursi dan pengrusakan sejumlah fasilitas, termasuk kaca jendela, meja, dan peralatan kantor.Tim penyidik segera bergerak cepat dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta memeriksa 12 orang saksi baik dari pihak DPD Partai Golkar maupun pihak terlapor.Dalam proses penegakan hukum, penyidik Ditreskrimum Polda Maluku telah melakukan serangkaian langkah profesional dan sesuai prosedur, antara lain: Melakukan olah TKP dan penyitaan barang bukti, Melaksanakan pemeriksaan terhadap 12 orang saksi, Melaksanakan gelar perkara dan menetapkan tiga tersangka, dan Menahan para tersangka untuk memperlancar proses penyidikan.Para tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang kekerasan bersama terhadap barang dan/atau Pasal 406 KUHP tentang pengrusakan, dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Maluku menegaskan, kepolisian akan menindak tegas setiap tindakan anarkis yang mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat, tanpa memandang latar belakang sosial maupun afiliasi politik pelaku.“Kami bekerja berdasarkan fakta hukum dan alat bukti. Proses penyidikan dilakukan secara objektif, transparan, dan profesional. Tidak ada toleransi bagi pelaku kekerasan atau perusakan yang mengganggu ketertiban umum,” tegas perwira penyidik Ditreskrimum Polda Maluku.Sebagai bagian dari proses lanjutan, penyidik akan Memanggil saksi tambahan atas nama Adi Lumaela dan Rajab Sanduan untuk dimintai keterangan dan Menyerahkan berkas perkara tahap I kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Maluku untuk dilakukan penelitian.Dengan langkah ini, Polda Maluku menegaskan keseriusannya dalam menjaga supremasi hukum dan stabilitas keamanan daerah, khususnya dalam situasi yang menyangkut kepentingan publik dan politik.Kasus ini menjadi bukti nyata bahwa Polri, khususnya Polda Maluku, tidak akan mentolerir tindakan kekerasan dalam bentuk apapun, dan akan terus memastikan proses hukum berjalan transparan serta akuntabel demi terciptanya rasa keadilan di masyarakat. PNO-12 29 Okt 2025, 15:10 WIT
Polri Bersama Akademi Kader Bangsa Umumkan Jadwal Seleksi SMA KTB 2026/2027 Papuanewsonline.com, Jakarta -Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Yayasan Kemala Bhayangkari (YPKB) dan Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI) secara resmi mengumumkan jadwal Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) Tahun Ajaran 2026/2027. Momentum ini menjadi ajakan terbuka bagi seluruh pemuda dan pelajar Indonesia untuk menyiapkan diri sejak dini mengikuti proses seleksi dan menjadi bagian dari kader unggul masa depan bangsa.Proses seleksi SMA Kemala Taruna Bhayangkara akan dilaksanakan melalui tiga tahapan utama yang dirancang terukur, transparan, dan selaras dengan kalender akademik SMP agar tidak mengganggu kegiatan belajar peserta. Tahap pertama dimulai dengan sosialisasi dan pendaftaran online yang dibuka pada 28 Oktober hingga 30 November 2025. Setelah itu, peserta akan mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA) serta seleksi administrasi pada 1–13 Desember 2025, dengan pengumuman hasil administrasi dijadwalkan pada 17 Desember 2025.Tahap kedua merupakan seleksi daerah dan nasional, yang akan digelar pada 20 Januari 2026 di berbagai wilayah Indonesia. Peserta yang lolos akan mengikuti National Selection Test (NST) pada 23–24 Januari 2026, dan hasilnya diumumkan pada 2 Februari 2026.Tahap ketiga adalah seleksi pusat yang dilaksanakan di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang. Para peserta yang lolos tingkat nasional dijadwalkan tiba di Akpol pada 7 Maret 2026 untuk registrasi dan pembekalan awal. Seleksi pusat berlangsung pada 28 Maret hingga 3 April 2026 dengan serangkaian ujian, mulai dari tes psikologi, pemeriksaan kesehatan, dan pemeriksaan mental kepribadian pada 29–30 Maret; diikuti tes akademik meliputi mata pelajaran IPA, Matematika, Bahasa Inggris, serta tes IQ pada 31 Maret–1 April; dilanjutkan Focus Group Discussion (FGD) dan Uji Kemampuan Jasmani (UKJ) pada 2 April; serta diakhiri dengan wawancara orang tua dan calon siswa pada 3 April 2026.Menyesuaikan dengan kalender akademik nasional, bulan Desember 2025 merupakan masa ujian semester ganjil, Januari hingga April 2026 adalah masa kegiatan belajar mengajar, dan Mei 2026 ditetapkan sebagai waktu pelaksanaan ujian akhir sekolah.Pengumuman jadwal seleksi ini disampaikan dalam acara “Kick Off Seleksi Masuk SMA Kemala Taruna Bhayangkara Angkatan Kedua” yang digelar di Puldasis Gedung Rupattama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (28/10/2025) pukul 10.00 WIB. Kegiatan dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., didampingi Chairman sekaligus Co-founder Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia, Dirgayuza Setiawan, beserta jajaran pimpinan Polri dan Yayasan Kemala Bhayangkari. Turut memberikan sambutan melalui rekaman video, Mendikti Sains dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, yang menyampaikan dukungan terhadap upaya Polri membangun pendidikan unggul berkarakter kebhayangkaraan.Dalam sambutannya, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa peluncuran seleksi SMA KTB yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda memiliki makna mendalam bagi kebangkitan generasi penerus bangsa. “Spirit Sumpah Pemuda adalah tekad untuk bersatu, berjuang, dan berkontribusi bagi negeri. Melalui SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Polri ingin melahirkan anak-anak muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berjiwa kebangsaan, disiplin, dan siap mengabdi untuk Indonesia,” ujarnya. Ia menambahkan, SMA KTB adalah bentuk nyata komitmen Polri dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam pembangunan sumber daya manusia unggul dan pendidikan karakter kebangsaan.SMA Kemala Taruna Bhayangkara merupakan sekolah kolaborasi antara Polri, Yayasan Kemala Bhayangkari, dan Akademi Kader Bangsa (AKB) yang dirancang untuk mendidik calon pemimpin masa depan berdaya saing global dan berjiwa Bhayangkara. Sekolah ini menerapkan kurikulum International Baccalaureate (IB) yang diperkaya dengan nilai-nilai kebhayangkaraan seperti disiplin, tanggung jawab, integritas, serta cinta tanah air. SMA KTB berdiri di atas lahan seluas 13,5 hektare di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sambil menunggu rampungnya pembangunan kampus utama, kegiatan belajar angkatan pertama sementara dilakukan di kampus mitra, Global Darussalam Academy di Yogyakarta.Chairman YPKBI Dirgayuza Setiawan menjelaskan, SMA KTB lahir sebagai bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sekolah-sekolah unggulan nasional yang berkarakter dan berintegritas. “SMA KTB bukan sekadar sekolah, tetapi wadah pembentukan calon pemimpin bangsa yang berdaya saing global, memiliki semangat kebangsaan, dan menjunjung tinggi nilai kebhayangkaraan,” ujarnya.Gagasan pendirian SMA KTB berawal dari inisiatif Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., yang ingin menghadirkan sekolah unggulan di lingkungan Polri sebagai kontribusi nyata terhadap sistem pendidikan nasional. “Gayung bersambut, ketika Bapak Presiden tengah merancang pembangunan sekolah unggulan di Indonesia. Maka Polri berkomitmen ikut berperan melalui SMA Kemala Taruna Bhayangkara,” ujar Kapolri saat peresmian angkatan pertama. Dalam pesannya kepada para siswa, Kapolri menyebut para pelajar SMA KTB sebagai mutiara bangsa yang akan ditempa menjadi emas 24 karat. “Saya titip kepada seluruh guru dan pembina, bentuklah mereka menjadi generasi unggul yang berjiwa Bhayangkara,” tegasnya.Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda, Polri bersama Akademi Kader Bangsa mengajak seluruh pemuda Indonesia untuk bangkit, bersatu, dan berkontribusi melalui jalur pendidikan. SMA Kemala Taruna Bhayangkara membuka kesempatan bagi pelajar terbaik dari seluruh Indonesia untuk menjadi kader unggulan bangsa generasi cerdas, tangguh, berkarakter, dan siap memimpin Indonesia menuju kejayaan 2045.“Dari Sumpah Pemuda kita bersatu, dari SMA Kemala Taruna Bhayangkara kita melangkah menuju Indonesia Emas 2045. Mari, seluruh pemuda Indonesia, siapkan dirimu, daftarlah, dan jadilah kader terbaik bangsa,” tutup Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo dengan penuh semangat.Pendaftaran online dibuka mulai 28 Oktober hingga 30 November 2025 melalui laman resmi www.smakemalatarunabhayangkara.sch.id. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Humas SMA KTB dan YPKBI Mabes Polri, Jakarta. PNO-12 29 Okt 2025, 14:44 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT