Kerja Sama Dengan Pemerintah Tiongkok, Kemenhub Perkuat Konektivitas Di Sulawesi Tengah
Pengembangan Bandara Maleo senilai Rp177,99 miliar diharapkan memperkuat konektivitas dan ekonomi Sulawesi Tengah.
Papuanewsonline.com - 22 Jul 2026, 23:49 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama PT Zhenshi Indonesia Industrial Park resmi menandatangani Naskah Perjanjian Hibah dan Berita Acara Serah Terima pembangunan serta pengembangan Bandar Udara Maleo di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Selasa (21/7/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas udara sekaligus mendukung pertumbuhan kawasan industri dan pelayanan transportasi bagi masyarakat.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok dan PT Zhenshi Indonesia Industrial Park atas dukungan terhadap pembangunan Bandara Maleo. "Hari ini kita tidak hanya menyaksikan penyelesaian sebuah proyek infrastruktur, tetapi juga wujud nyata dari kemitraan yang memberikan manfaat bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Atas nama Pemerintah Republik Indonesia, saya menyampaikan apresiasi kepada Republik Rakyat Tiongkok dan PT Zhenshi Indonesia Industrial Park atas dukungan yang telah diberikan bagi pembangunan dan pengembangan Bandar Udara Maleo," ujarnya.
Menurut Dudy, kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa kemitraan internasional mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan infrastruktur, peningkatan ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat. Pengembangan Bandara Maleo juga merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menyediakan infrastruktur transportasi udara yang mampu mengikuti pertumbuhan kawasan industri di Morowali.
Ia menjelaskan, keberadaan bandara yang semakin andal diharapkan dapat meningkatkan konektivitas udara di Sulawesi Tengah. Selain memperlancar mobilitas masyarakat, fasilitas tersebut juga akan mendukung aktivitas pelaku usaha, tenaga kerja, serta distribusi logistik sehingga mampu meningkatkan daya saing wilayah.
"Ke depan kami berkomitmen membangun sektor penerbangan yang selamat, aman, nyaman, dan berkelanjutan serta menyambut setiap kemitraan yang mendukung peningkatan kualitas dan keandalan layanan penerbangan nasional," kata Menhub Dudy.
Pekerjaan pengembangan Bandara Maleo meliputi penataan runway strip dan Runway End Safety Area (RESA), perbaikan tanah menggunakan metode CFG Pile, perpanjangan landasan pacu sepanjang 300 meter dengan lebar 30 meter, pembangunan turning area, pemasangan pagar sisi udara, hingga penyempurnaan marka landasan. Seluruh pekerjaan mencakup area seluas 54.011,95 meter persegi dengan nilai hibah mencapai sekitar Rp177,99 miliar.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara selanjutnya akan melanjutkan peningkatan fasilitas bandara melalui penguatan perkerasan landasan pacu, pelebaran apron, serta penyediaan fasilitas navigasi dan visual aid. Pengembangan tersebut ditujukan agar Bandara Maleo mampu melayani pesawat berkapasitas lebih besar dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kualitas pelayanan penerbangan.
Selain membahas pengembangan Bandara Maleo, Menhub juga menyoroti semakin eratnya kerja sama Indonesia dan Tiongkok di sektor penerbangan, termasuk melalui penyelenggaraan ASEAN-China Working Group on Regional Air Services Arrangements di Yogyakarta pada awal Juli 2026. Pemerintah Indonesia juga berharap memperoleh dukungan Tiongkok terhadap pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan ICAO sebagai bagian dari komitmen memperkuat kerja sama penerbangan sipil internasional.
Penulis: Jid
Editor: OF